NovelToon NovelToon

Trap Mr. Coldhearted

Part 1

...Kembali lagi dengan NuKha. Novel ini adalah spin off dari karyaku yang berjudul Gabby My Fierce Girl, My Poor Secretary, dan My Hot Enemy. Jadi, bisa baca novel itu dulu ya biar nyambung. Tapi kalo mau langsung baca ini juga boleh....

...Selamat membaca dan semoga suka....

...*****...

Sejak dahulu, wanita bernama Evanthe Cathleen Pattinson atau sering disapa Cathleen itu selalu kalah dengan kembarnya jika terkait pria dan cinta. Dia sadar betul kalau tak bisa modis, sehingga banyak pria yang memanfaatkan dirinya demi mendekati saudara kembarnya.

Tapi, kini wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu mulai berubah penampilan menjadi lebih modis. Sehingga dia bisa mudah mendapatkan seorang kekasih.

Kehidupan percintaan yang sempurna dengan pria baik hati, romantis, perhatian, dan kriteria pasangan yang layaknya sebuah dongeng adalah impiannya. Namun sayang, Cathleen justru mendapatkan kekasih yang semakin lama menunjukkan sifat overprotective, kasar, dan pemarah. Kehidupannya menjadi terkekang serta tak mudah berekspresi.

Cathleen tidak ingin terus memiliki pasangan seperti itu. Hidupnya merasa tak bahagia jika terkekang. Tapi, mengakhiri hubungan dengan sang kekasih juga tak semudah membalikkan sandal yang menelungkup. Pria yang sudah satu tahun lebih mengisi hati dan harinya itu tidak pernah mau diputuskan. Justru dia akan dikurung dan tak bisa keluar mansion milik sang kekasih yang ada di New York, Amerika Serikat.

Demi mengakhiri kesengsaraan hidup bersama pria yang jauh dari kriterianya, Cathleen pun sering diam-diam kabur dari pengawasan. Dia kembali ke Kota Helsinki yang berada di negara Finlandia. Pilihannya ingin mengenal lebih jauh sang kekasih sampai rela ke New York pun sia-sia. Wanita itu justru mendapatkan kenyataan pahit yang membuat cintanya perlahan pudar.

Namun, menghindari sang kekasih ternyata sangat sulit. Cathleen selalu saja tertangkap di mansion keluarganya. Sebab, pasangannya sudah kenal dan dekat dengan keluarga Pattinson.

Di mata keluarga Pattinson, kekasih Cathleen terlihat berwibawa, penyayang, dan sosok yang bertanggung jawab, sehingga mereka sangat percaya dengan setiap ucapan yang dilontarkan. Padahal, bagi Cathleen, sang kekasih adalah orang yang manipulatif.

Untuk mengakhiri kesengsaraan hubungan bersama pria yang jauh dari kriterianya, Cathleen pun mengatur sebuah rencana. Dia berniat untuk menjebak seorang pria yang menurut penilaiannya bisa membantu keluar dari jerat sang kekasih.

Pilihannya jatuh pada Gerald Gabriel Giorgio, teman satu angkatan Cathleen saat di Universitas. Walaupun dia tidak terlalu mengenal pria itu lebih dalam, tapi sangat yakin bisa membantu dan melindunginya dari orang yang sedang dihindari. Sebab, Gerald memiliki postur tubuh yang sama-sama kekar. Serta dirinya pernah diselamatkan oleh pria itu saat hendak tertangkap sang kekasih.

Cathleen menjebak Gerald saat pria itu menghabiskan waktu di sebuah club malam. Dia sudah mengintai keseharian target sebelum menjalankan rencana.

Rencana Cathleen berjalan lancar pada malam itu. Dia berhasil membawa Gerald ke sebuah kamar yang ada di ruang VIP club malam tersebut.

Pagi hari setelah insiden itu, Gerald mengerjapkan mata seraya memijat pelipis yang terasa berdenyut. Dia terbangun karena mendengar suara isakan dari seorang wanita.

Mata tajam Gerald melirik ke arah sumber suara yang sudah berhasil mengganggu tidurnya. Dia bisa menangkap jelas ada seorang wanita yang duduk dengan menutupi tubuh menggunakan selimut, sepertinya di balik sana sedang polos.

Gerald menghela napas berat. Dia tak ingat apa pun yang terjadi tadi malam. Kejadian terakhir yang ada di dalam pikiriannya hanya menenggak minuman beralkohol tinggi. Sebab, pria itu setiap hari memang menghabiskan waktu di club malam setelah mencari sang kekasih yang tidak kunjung ditemukan sejak sebuah insiden yang membuat wanita pujaan hatinya menghilang.

...*****...

...Oh my poor Cathleen, si kucing manis yang nasibnya tak semanis madu. Tabahkanlah hatimu menghadapi goncangan percintaan dari jemari lucuku ini....

...*****...

...GIVEAWAY!!!...

...Oke, seperti biasa. Aku akan adain Giveaway. Caranya sangat mudah, cukup menebak misteri yang ada di novel ini....

...Pertanyaannya adalah di mana kekasih Gerlad berada? Dan kenapa bisa menghilang?...

...Aku akan ambil 2 pemenang yang masing-masing akan mendapatkan uang 100rb. Penebak pertama yang benar, itulah pemenangnya....

...Selamat memecahkan misteri lagi setelah pusing dengan misteri di My Hot Enemy...

Part 2

Tanpa perlu melihat kondisi tubuh, Gerald sudah bisa merasakan kalau saat ini sedang polos tak memakai sehelai benang pun. Apa lagi pakaian yang nampak berserakan di lantai sudah menandakan bahwa semalam ada kejadian yang melibatkan dirinya dengan seseorang. Wanita itu masih menunduk dengan wajah tertutup rambut panjang, sehingga membuat Gerald tidak bisa mengenali.

Dengan santai dan tak merasa bersalah, Gerald menyibakkan selimut. Dia memungut dan memakai kembali setiap potong kain miliknya yang teronggok di atas lantai.

Gerald tak mempedulikan orang yang sedang menangis itu. Mungkin wanita bayaran yang semalam disewa. Dia tak ingat apa pun dengan kejadian detailnya.

“Kau harus bertanggung jawab!” ucap Cathleen. Karena Gerald sejak tadi diam saja, akhirnya dia pun mengeluarkan suara terlebih dahulu. Dia mengangkat kepala hingga pandangan jatuh pada pria yang dijebak.

Perkataan Cathleen membuat Gerald yang sudah menutupi tubuh dengan pakaian lengkap pun memutar tubuh. Kini, dia bisa melihat wajah wanita yang menghabiskan malam dengannya. Pria itu tetap terlihat datar dan biasa saja saat mengetahui orang yang telah menghangatkan ranjangnya.

“Berapa harga yang harus ku bayar untuk tubuhmu?” tanya Gerald. Suara dan sorot matanya nampak dingin.

“Aku bukan wanita malam yang bisa dibayar menggunakan uang!” jelas Cathleen. Wajahnya sudah penuh dengan air mata, pipi terlihat basah, mata berkaca-kaca mengucurkan buliran bening, dan rambut pun acak-acakan.

Sedangkan Gerald, pria itu sangat minim ekspresi. Bahkan cenderung tidak peduli dengan wanita yang dia kenal bernama Cathleen, teman satu angkatan di Universitas, sekaligus adik ipar sepupunya. “Lalu, apa yang kau inginkan?” tanyanya seraya menarik ritsleting jaket.

“Kau harus menikahiku!” pinta Cathleen. Dia sangat serius mengucapkan hal itu. Tidak ada unsur main-main sedikit pun. Bahkan terlontar seperti sebuah paksaan yang wajib dipenuhi.

Tapi, Gerald justru menarik sebelah sudut bibir hingga memperlihatkan wajah sinis tanpa belas kasian. “Tidak!” tolaknya secara tegas.

Gerald menatap tajam pada Cathleen. Bisa-bisanya ada orang yang meminta pertanggung jawaban. Padahal dia saja tidak ingat sudah melakukan apa pada wanita itu. “Aku tetap akan membayarmu.” Dia mengeluarkan dompet dari saku, mengambil uang yang tersisa di sana.

“Aku tahu kau berasal dari keluarga kaya, entah untuk apa kau berada di sini.” Pria berhati dingin itu melemparkan sepuluh lembar uang seribu euro ke arah Cathleen. “Di dompetku hanya ada sepuluh ribu euro, jika kau merasa kurang, sisanya akan ku transfer.” Gerald memasukkan lagi dompet ke dalam saku.

Tanpa membersihkan tubuh terlebih dahulu, Gerald mengayunkan kaki menuju arah pintu.

Cathleen sampai melongo dengan respon Gerald yang biasa saja setelah sadar jika tidur bersama seorang wanita. Otaknya segera memutar cara agar pria itu mau bertanggung jawab menikahinya, sesuai rencana awal.

“Apa kau tak merasa bersalah setelah mengambil kesucianku?!” teriak Cathleen dengan nada yang dibuat sefrustasi mungkin. Ini adalah jalan satu-satunya yang terlintas agar bisa keluar dari jerat sang kekasih.

Mendengar ucapan tersebut, Gerald menghentikan ayunan kaki. Dia berbalik dan menatap sinis pada Cathleen. “Tidak perlu sok suci dengan menangis setelah menghabiskan malam bersamaku! Pasti kau sudah sering mengobral tubuhmu di sini, ‘kan? Dan bukan aku yang pertama memakai jasamu.”

Penuturan itu keluar begitu menyakitkan saat didengar oleh Cathleen. “Jangan sembarangan jika berbicara! Aku masih suci sebelum kau menodaiku!” Dia berdiri dengan menarik selimut hingga memperlihatkan kondisi sprei.

...*****...

...Setelah sering dimanaaftkan dan berubah jadi lebih modis, Cathleen ni kayanya lulusan Akademi Persandiwaraan Drake Davis Dominique deh....

Part 3

Gerald tidak perlu bertanya sedang berada di mana. Dia sudah tahu kalau ruangan yang dipijak saat ini adalah salah satu kamar yang dimiliki oleh club malam tempatnya menghilangkan penat. Jelas terlihat logo yang menunjukkan nama tempat maksiat itu.

Gerald juga tidak perlu bertanya apa saja yang sudah dia lakukan pada Cathleen. Sebab, ini adalah kamar VIP yang biasa digunakan oleh pengunjung memuaskan hasrat bercinta bersama wanita bayaran yang bisa memuaskan kebutuhan biologis para taipan kaya.

Mata Gerald berangsur melihat ke arah ranjang. Sprei yang acak-acakan, ditambah sedikit noda merah seperti darah ada di sana. Dia beralih menatap tajam pada Cathleen. Senyum sinis terbit dari wajah tampannya. “Kau jangan memanipulasi situasi. Memangnya aku akan percaya jika aku sudah mengambil kesucianmu?”

Tidak mudah membohongi Gerald. Sejak kejadian tiga tahun silam yang membuat sang kekasih menghilang sampai sekarang tidak juga ditemukan, dia berubah menjadi sosok yang dingin, senang menyendiri, dan menutup diri dari orang lain. Bahkan termasuk keluarga yang dahulu sangat dekat dengannya pun kini terasa jauh. Tidak ada Gerald yang ceria seperti dahulu. Kini hanya ada Gerald yang selalu menanti kemunculan sang kekasih. Entah dalam kondisi hidup atau mati. Dia hanya ingin sebuah kepastian.

Cathleen tidak berhenti menangis. Ternyata menjebak Gerald sangatlah sulit. Apa lagi pria itu tidak langsung percaya dengan ucapannya. Padahal sudah ditunjukkan bukti bercak darah di sprei. “Untuk apa aku memanipulasi ini semua? Memangnya ada wanita yang rela kesuciannya direnggut paksa oleh seorang pria dalam kondisi tidak sadarkan diri? Susah payah aku menjaganya, dan kau seenaknya menuduhku seperti itu!” sentaknya. Dia memperlihatkan bertapa terpukul dan frustasi setelah kejadian semalam.

Tapi, menyentuh hati Gerald agar iba atau merasa bersalah adalah suatu hal yang sulit digapai. Pria itu tetap saja nampak datar, dingin, dan masa bodo. “Aku harus percaya dengan bualanmu? Ini club malam, tempat yang sudah biasa digunakan untuk hal seperti ini. Sarang wanita pemuas yang cukup dibayar dengan uang.” Dia mengangkat telunjuk kanan, menyentuh kening Cathleen yang masih menutup tubuh polos menggunakan selimut. “Dan kau ada di sini, mengaku masih suci? Memangnya aku anak kecil yang mudah kau bodohi?!” Pria itu meninggalkan sebuah toyoran.

Cathleen langsung terdiam. ‘Benar juga apa yang dia katakan, kenapa tadi malam aku tak membawanya ke hotel saja? Bodoh sekali Cathleen.’ Dia sampai merutuki diri sendiri karena terburu-buru ingin segera keluar dari lingkaran sang kekasih yang pemarah, kasar, dan overprotective.

“Aku tak tahu apa niat aslimu berada di sini, entah untuk apa juga menjual diri di tempat seperti ini sementara uangmu sudah banyak.” Gerald membalikkan tubuh. Dia tetap tidak mau bertanggung jawab menikahi Cathleen. Salah sendiri berada di dalam club malam yang kental dengan kemaksiatan.

Cathleen melongo menatap punggung Gerald yang perlahan menjauh. Dia menggigit bibir bawah, tidak ingin rencana ini gagal. Pasti dirinya akan tertangkap dan kembali lagi pada pria yang sangat ingin dihindari. “Semalam kau yang menyeret paksa!” serunya.

Hingga membuat Gerlad yang siap membuka pintu pun berbalik badan untuk mendengarkan penjelasan lebih lanjut. Sebab, dia tidak ingat apa pun. “Apa maksudmu?”

“Kau berada dalam pengaruh obat, dan secara kasar menyertku ke sini. Bahkan kau juga merobek paksa pakaianku hingga kancing rusak.” Cathleen berjongkok, memungut kain yang berserakan di atas lantai.

...*****...

...Cath, mending kamu kuliah lagi sama Tuan Dominique gih. Kayanya mata kuliah perlicikanmu masih perlu remidi...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!