NovelToon NovelToon

AKU BUKAN ANAK HARAM

par 1 kemarahan Airy

Prolog

Aluna seorang remaja umur sembilan belas tahun yang memiliki wajah yang sama sekali tidak menarik.kulit yang kusam,berkomedo dan jerawat yang banyak dipipinya.

Bahkan iya selalu dijuluki gadis buruk rupa disekolahnya.bahkan diumurnya yang sudah menginjak Sembilan belas tahun dirinya masih duduk diSMA kelas tiga. itu semua karna dirinya hanya sebagai anak pungut yang tidak diharapkan.

Namun itu tidak menjadi masalah bagi seorang Aluna yang menjadi masalah dalam hidupnya selama ini ''!!!...apa arti dari gelar anak haram yang selalu tergiang-ngiang ditelinganya,bahkan selalu terbawa kedalam mimpi.

Mungkinkah dirinya dibayang bayangi kata sialan itu''???.. entah lah mungkin kata anak haram itu lah yang akan menemani perjalanannya seumur hidup.

Alvin Addison umur 26 tahun tubuh tinggi, kulit putih, mata tajam, rahang tegas,tinggi 180.anak dari pasangan Tuan Aiden Addison dan Airy Wijaya. pasangan yang sangat serasi. keluarga yang sangat bahagia dan dilimpahi harta dan kemewahan.

Suatu hari Aiden membawa pulang seorang bocah perempuan sekitar enam tahun membuat Airy menaruh curiga jika suaminya memiliki wanita simpanan .hal itu juga lah yang membuat dirinya membenci gadis yang bernama Aluna.gadis yang membuat keluarganya sedikit merengang hingga masalah-masalah kecil membuat Airy membahas tentang Aluna yang selalu iya pangil dengan sebutan anak haram.

Kisah ini dimulai.

''Aluna''.suara mengelegar terdengar diseluruh rumah.

''Iya ma''.terlihat seorang remaja sembilan belas tahun berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri wanita yang dipanggil dengan sebutan Mama.

''Ini kau bawa kesana''.Airy langsung menunjukkan barang-barang belanjaannya yang lumayan banyak untuk dibawakan kekamar.sudah hal biasa itu terjadi karna Aluna sudah dianggap seperti pembantu dirumah ini.

Namun lain lagi jika Tuan Aiden ada dirumah, maka Aluna akan diperlakukan sangat manis oleh nyonya besar Airy.

''Cepat lelet banget sih kamu dasar anak haram''.

Aluna menarik nafasnya panjang. iya bahkan sudah terbiasa dengan pangilan itu.bahkan setiap tidur suara itu juga selalu menggema ditelinganya.

''Iya Ma''.Aluna semakin mempercapet langkahnya namun.

''Bruk''.beberapa paper bag yang iya bawa berhamburan karna Aluna jatuh tersungkur kelantai.

Membuat wajah Airy langsung memerah karna amarah. dengan cepat wanita itu melangkah mendekati Aluna dan menarik rambut panjang remaja itu dengan kesal.

''Kau anak haram selalu membuat hidupku sial''.kesalnya dengan gigi yang bergemeletuk kuat.

''Ampun Ma''.mohon Aluna sambil mencoba melepaskan rambutnya dari cengkraman sang Mama.

namun bukannya lepas Airy malah menarik rambut Aluna semakin kuat.

''Anak haram tidak tau diri. kau ini pembawa sial.kenapa kau tak mati saja ha''?..kau yang membuat keluargaku menjadi berantakan dan kau juga yang membuat hidupku menjadi tertekan kenapa kau tak mati saja''?.

''Aaarrgggg''.Airy menjerit menahan kesal didadanya. iya kembali melepaskan cengkramannya pada rambut Aluna.saat melihat gadis itu sudah meringkuk menahan sakit.

''Bruk''.Airy melemper paper bag kewajah Aluna.kemudian kembali bersuara.

''Jangan pernah mengatakan apa pun pada suamiku.karna kau tidak punya hak untuk mengadu padanya".

"Baik ma".setelah mengatakan itu semua Airy kembali melangkah memasuki kamar utama.

Sementara Aluna kembali bangkit dan berdiri. tangannya terulur untuk meraih barang belanjaan Airy yang berserakan dilantai.Aluna langsung tersenyum getir melihat semuanya. bahkan alam pun mendukung untuk membuat hidupnya menderita, buktinya iya sudah berusaha untuk berjalan dengan benar.namun tetap saja jatuh. padahal tidak ada yang menyandung kakinya sama sekali.

Berkali-kali iya meyakin kan diri bahwa dirinya lah yang bersalah.

Jadi pantas. jika selama ini keluarga ini membencinya, kecuali Papa Aiden yang selalu baik padanya.namun sayangnya laki-laki yang sudah Aluna anggap seperti Papa kandungnya itu sangat jarang ada dirumah. itu jugalah yang membuat hidupnya semakin menderita.

Setelah selesai dengan pikirannya Aluna.kembali mengayunkan langkahnya dan meletakkan paper bag milik mamanya diatas meja.kemudian mencoba mengayunkan langkahnya kedapur.

"Aluna"?.langkah Aluna langsung terhenti saat mendengar suara Mamanya yang melengking memanggil dirinya.

Dengan cepat Aluna berlari mendekat sambil bertanya.

''Ada apa Ma''?.tanya Aluna sambil menunduk.

''Tolong kau masak yang banyak. hari ini putra kesayaganku akan pulang''.terlihat wajah yang tadinya menatap Aluna penuh kebencian kini kembali tersenyum cerah. saat mendapatkan telfon dari putranya yang tinggal dirumah oma dan opanya dijerman hari ini akan pulang.

Ya Alvin memang dititipkan disana semenjak umur sepuluh tahun dan hinga sejak itu Alvin tidak pernah lagi menginjakkan kakinya diindonesia.hanya Aiden dan Airy lah yang selalu mengunjungi putra mereka disana.dan hari ini putranya itu akhirnya bersedia untuk pulang. setelah bersusah payah dibujuk sang Papa. mengingat Aiden sudah tidak muda lagi iya mau Alvin lah yang melanjutkan mengurus perusahaan besar keluarga mereka.karna Alvin hanya anak tunggal keluarga Addison.

"Baik Ma".setelah mengatakan itu semua Aluna langsung bergegas menuju dapur.iya tidak ingin lagi memancing kemarahan sang Mama.

Sungguh Aluna sangat penasaran dengan sosok kakak laki-lakinya yang sama sekali tidak pernah iya lihat seumur hidupnya .iya berharap anak tunggal dari keluarga ini bisa menerima dirinya.

Aluna tidak berharap jika Alvin mau menerimanya. iya hanya berharap semoga Alvin bisa lebih baik padanya.

''Alham dulillah''.gumam Aluna setelah semua masakan terhidang diatas meja setelah dirinya berkutat didapur selama dua jam.

💞💞💞💞💞

Novel baru outhor mohon dukungannya 🙏🙏🙏

Tbc.

par2 kepulangan Alvin

Mohon dukungannya geratis kok🙏🙏🙏

♥️Selamat membaca♥️

''Beres''.setelah merasa pekerjaannya beres Aluna melangkah kan kakinya menuju kamar.

Dirinya ingin segera mandi untuk membersihkan diri,iya juga merasa sangat bahagia saat mendengarkan Kakak laki-lakinya akan pulang hari ini.

Sedari tadi bibirnya terus melangkung membentuk senyuman.iya sudah tidak sabar untuk melihat Kakaknya itu, meskipun dirinya hanya anak angkat yang tidak diharapkan dan dibenci.tapi dari hati Aluna yang paling dalam dia benar-benar menyayangi keluarga ini.

*******

''Aluna''.kembali lagi suara melengking Airy memenuhi seisi rumah.

Aluna yang baru saja selesai mandi langsung bergegas memakai pakaiannya dan berlari keluar kamar.

''Iya Ma''.jawab Aluna dengan nafas yang ngos-ngosan akibat berlari dari kamar atas menuju kebawah.

''Ck lelet.dengarkan ini,kau jagan sekali-kali mencari perhatian pada putraku,dia tak akan mau melihat wajah menjijikkanmu itu dan satu lagi,jagan datang kedapur jika kami sedang makan.tapi ingat jika suamiku ada dirumah,bersikaplah seperti biasanya''.Airy berbicara dengan nada penuh ancaman.

Membuat Aluna yang kini sedang menunduk hanya mampu mengangukkan kepalanya tanda mengerti.

''Ya sudah sana pergi kau membuatku mual''.ucapnya tampa belas kasih, sambil mengibaskan tagannya untuk mengusir.

******

''Jagan menangis..jagan menangis''.gumam Aluna sambil melangkahkan kakinya menuju kamar miliknya yang ada dilantai atas.

Yah kamar Aluna memang ada dilantai atas itu pun atas perintah tuan Aiden.

Sementara Airy tidak berani membantah keputusan suaminya meskipun dirinya ingin sekali mendepak wanita yang iya anggap pembawa petaka dalam keluarganya itu.

Akhirnya Aluna hanya bisa berdiam diri didalam kamar.niatnya untuk bertemu sang Kakak akhirnya terkubur sudah.

''Kriuk''.

''Haduh perutku lapar''.lirihnya karna sekarang sudah hampir pukul dua belas siang.

sementara tadi pagi dirinya belum sarapan.

Ya Jika Aiden tidak ada dirumah Aluna hanya makan dua kali sehari yaitu siang dan malam. itu pun jika dirinya tidak melakukan kesalahan. namun sebaliknya jika dirinnya melakukan kesalahan Aluna bahkan tidak makan sama sekali.

''Pasti itu Kakak''.gumam Aluna saat mendengarkan deru mobil yang memasuki pekarangan rumah.

''Malah ngak kelihatan lagi''.gumamnya lagi sambil mencoba untuk melihat dari balkon kamar.namun yang bisa iya lihat hanya punggung Kakaknya saja.membuat dirinya kembali lagi melangkah menuju tempat tidur.

''Ya allah gini banget ya hidup gue''.lirihnya bernafa frustasi.

Sementara diluar.

"Sayang Mama kagen".ucap Airy sambil memeluk tubuh jangkung putranya dengan penuh kerinduan.

"Alvin juga kagen Ma".

"Papa mana Ma"?.tanya Alvin sambil melepaskan pelukan sang Mama.

"Biasa Papa lagi diluar kota,mungkin besok pulang''.

"Oh..".

"Oh iya Ma' Papa bilang Alvin punya adik perempuan mana Ma"?.

"Adik''!!.. itu bukan adikmu Alvin".

"Lho kok"?.

"Iya dia itu cuma anak haram Papamu yang iya bawa kesini".celetuk Airy dengan wajah kesal.

"Kau dengar sayang, kau jagan dekat-dekat dengannya atau kau akan ketularan sial".Airy berbicara dengan nada bersungguh-sungguh.

"Masa sih Ma"?.Alvin bertanya sambil mendaratkan bokongnya dikursi makan. karna kini Airy menuntun putranya itu kemeja makan.

"Hem''..kau tau sendiri anak yang tidak jelas asal usulnya,mana mungkin membawa berkah''?... ya pasti membawa petaka lah".

"Oh''.jawab Alvin singkat.sambil mengangukkan kepalanya,entah tanda apa''?.. yang jelas kini mata laki-laki itu sedang menatap kearah menu yang ada diatas meja.

''Makan yuk Ma Alvin lapar".ucap Alvin saat melihat menu yang terhidang diatas meja.sungguh sangat menggugah selera.

"Oh''... astaga mama sampai lupa".Airy langsung berdiri kembali dan mengambil nasi beserta lauk-pauk untuk putra kesayangannya itu.

"Enak Ma siapa yang masak"?.tanya Alvin dengan mulut yang masih penuh.

"Mama dong siapa lagi".lihatlah.wanita yang satu ini orang lain yang memasak dirinya yang mengaku-ngaku.

"Oh..ternyata Mama udah bisa masak ya sekarang"?.

"Iya dong".

Akhirnya mereka makan dengan lahap siang itu,tampa memikirkan nasip seorang gadis yang kini sedang kelaparan.

💞💞💞💞

Mohon dukunggannya like vote hadiah and komen makasih.

Bay...bay...🥰🥰🥰🥰

Tbc.

par3 Bertemu Alvin

Mohon dukungannya 🙏🙏🙏

♥️Selamat membaca♥️

Setelah lelah menunggu akhirnya Aluna memutuskan untuk keluar.saat sudah memastikan Kakak dan Mamanya masuk kedalam kamar.

''Aman''.gumamnya seperti kucing yang mencuri ikan, karna kini Aluna sedang membuka penutup saji yang masih berserakan.

Dirumah ini bukan tak ada pembantu.namun kembali lagi jika Aiden tidak ada maka Aluna-lah yang Airy tugaskan untuk mengerjakan pekerjaan rumah.sementara pembantu yang lain iya minta untuk libur dan beristirahat.

Kejam memang. tapi itu lah Airy wanita kaya yang angkuh dan arogan.

''Yah tulang''.lirihnya saat melihat ayam yang ada diatas meja hanya tinggal tulang.begitu lapar Kakak dan Mamanya itu, sehinga dengan teganya menghabiskan semua makanan yang iya masak begitu banyak.

Akhirnya Aluna hanya makan dengan seadanya,kuah rendang dan sedikit sayuran.

''Alham dulillah''.gumamnya setelah selesai makan dan membereskan meja makan.setelah merasa semunya beres Aluna kembali melangkah kan kakinya menuju kamar.

Semua pekerjaannya sudah beres tinggal menungu sore. sekarang dirinya ingin menulis dulu mumpung ada waktu luang

Ya Aluna memilih bejerja menjadi penulis novel onlen.agar dirinya bisa membiayai sekolah dan jajannya sendiri,karna jika Papanya memberikan uang jajan dan kebutuhan lainnya. makan Airy sang Mama akan mengambilnya kembali dengan alasan Aluna tak pantas mendapatkan uang dari Papanya.karna Aluna hanya anak haram.yah kata ampuh yang mampu membuat pertahanan Aluna runtuh seketika.

''Bruk''

Karna Aluna melangkah dengan kepala menunduk tampa sengaja dirinya menabrak seseorang.

Kepalanya mendongak perlahan.

''Deg''.

Jantungnya terasa berpacu dengan sangat cepat, saat melihat laki-laki yang sangat tampan sedang menatapnya dengan tatapan heran.

Mungkinkah laki-laki itu heran saat melihat wajah jeleknya"?.. entah lah Aluna tak tau apa yang ada dipikiran laki-laki itu sekarang "?..yang jelas saat ini iya sangat gugup dan malu.

Ini kah Kakak laki-lakinya"?. kenapa tampan sekali''?.berkali-kali iya mengedipkan matanya untuk menyakinkan dirinya bahwa yang ada didepannya itu nyata bukan ilusi.

Membuat Alvin yang berdiri didepannya menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.

"Maaf Kak".Akhirnya kata maaf itu keluar juga dari mulut Aluna.

"Hem".hanya itu jawaban dari Alvin.laki-laki itu masih ingat apa yang dikatakan sang Mama bahwa dirinya tidak boleh dekat-dekat dengan wanita berjerawat ini.

Setelah mengatakan itu semua Aluna langsung masuk kedalam kamar.

"Ya Allah tampan banget".lirihnya sambil mengusap dadanya yang berdebar tak menentu.

Kemudian Aluna dengan cepat melangkah menuju meja kecil yang ada dikamarnya.

"Haduh otak mikir jangan mikirin Kakak melulu".keluhnya karna sudah sedari tadi dirinya membuka laptop namun sama sekali belum menemukan ide.

Bahkan otak dan pikirannya selalu dibayang-bayangi wajah tampan sang Kakak.

"Aduh kenapa jadi gini"?.. kau jelek, kumel jangan bermimpi".gimamnya lagi berbicara sendiri.

"Sudah sore lebih baik gue turun dari pada nanti nyai ratu marah-marah".gumam Aluna masih dengan berbicara sendiri sambil melangkahkan kakinya keluar kamar.

Aluna langsung melangkah menuju dapur dan menyiapkan makanan untuk Mamam dan sang Kakak. karna Papanya mungkin besok akan pulang.

"Saya bantu Non"?'

"Eh bik Atun, ngak usah Bik Aluna bisa sendiri Kok".

Bik Atun adalah wanita patuh baya yang bekerja sebagai Art dirumah mewah ini,yang selalu merasa iba pada Aluna.namun wanita paruh baya itu tak bisa melakukan apa-apa mengingat posisinya hanya sebagai pembantu.

"Bibik bantu potong sayur ya"?.

"Tapi Bik nanti Mama marah"?.bisik Aluna tepat ditelinga Bik Atun.

"Tenang aja Non,nanti kalau Nyonya mau kesini Bibik akan pergi cepat-cepat".kekehnya masih tetap ingin membantu Aluna.

"Terserah Bibik saja".akhirnya Aluna hanya membiarkan wanita paruh baya itu membantunya karna percuma jika dilarang Bik Atun akan tetap keras kepala.

Dikamar.

"Dia lumayan lucu".gumam Alvin saat mengingat wajah sang Adik.

Dirinya tau bahwa Aluna hanya anak yang diangkat sang Papa.namun iya juga tak mau membantah ucapan Mamanya karna itu semua akan percuma.Mamanya akan tetap pada pendiriannya.

"Kenapa jerawatnya banyak sekali"?.gimamnya lagi saat lagi-lagi dirinya mengingat wajah berjerawat dan kusam sang Adik.

Namun tidak bisa dipungkiri jika wajah Aluna dirawat sedikit saja Adiknya itu akan terlihat cantik dan mengemaskan

"Apa gue bawa dia kesalon aja ya"?.tapi kalau Mama tau bagai mana"?lagi-lagi Alvin bergumam sendiri sambil berdiri dibalkon kamar.

💞💞💞💞💞

Mohon dukungannya like vote hadiah and komen makasih

Bay..bay...🥰🥰🥰🥰

Tbc.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!