NovelToon NovelToon

Janda Kembang

Talak

Plaakk!

Suara tamparan keras bergema di dalam ruangan itu. Seorang gadis terisak, pipinya terasa kebas karena tamparan dari lelaki yang baru saja dinikahinya.

Panas pipinya, panas juga hatinya. Rasa sakit dipipi tidak sebanding dengan luka dihati. Ia terus saja terisak sambil memegangi pipinya yang kebas.

" Dasar gadis tidak tau di untung! sudah bagus aku menerima mu! malah kau berbuat serong dibelakang ku! kau pikir, ada laki laki baik yang menerima mu terlahir dari seorang wanita gila hah?! nggak ada! yang ada itu cuma aku! baru dua hari aku menikahimu! tapi lihatlah kelakuanmu! sudah seperti j****g diluar sana! dengan murahnya, kau ingin menjual tubuhmu padanya! dasar gadis pembawa sial! menyesal aku menikah denganmu!"

Deg!

Sakit hatinya. Telinganya berdengung mendengar ucapan hinaan yang ditujukan untuknya. Kalimat yang begitu buruk, tapi terucap dari seorang laki-laki yang mengatakan, jika ialah pemuda baik, rela menikah dengan wanita rendahan seperti nya.

Ya Allah.. apa salahku terlahir dari seorang wanita gangguan jiwa?? Sehina itukah diriku dimatanya? jika *me*mang aku tidak pantas bersanding denganmu, mengapa kau menikahiku?

Aku tak meminta mu untuk menikahiku! tapi kau memaksaku! dengan mengatakan kaulah pemuda yang paling baik, yang rela menerima diriku terlahir dari seorang wanita gila!

Jika aku boleh memilih, aku juga tidak ingin dilahirkan dari rahimnya! aku juga ingin terlahir dari rahim wanita normal, seperti wanita lainnya. Tapi apalah dayaku, karena inilah goresan takdir yang sudah ditetapkan untukku.

Teganya kau menghina ku serta ibuku. Gumamnya dalam hati.

Gadis itu terus saja terisak. Kakinya lemas, dari pagi belum sarapan, sudah disuruh untuk belanja kebutuhan dapur oleh ibu mertuanya.

Dan sekarang, ia malah dituduh sebagai j****g. Apa maksud ucapannya itu. Belum lagi, katanya ia menyesal menikah dengannya. Sudah tau ia adalah gadis yang terlahir dari rahim wanita gila, kenapa juga mau menikahinya?

Sungguh keterlaluan!

Menuduh tanpa bukti. Menyiksa tanpa belas kasih. Andai ia bisa menjawab semua omongan suaminya, tapi sayang bibirnya kelu walau hanya untuk mengucap satu patah kata saja.

'' Dasar tidak berguna! bukannya menyenangkan suami, malah berbuat gila dibelakang nya! sungguh wanita tidak tahu malu. Sudah cukup aku melihat tingkahmu! aku tidak mau menunda lagi!'' ia menahan nafasnya sejenak kemudian melanjutkan lagi.'' mulai sekarang, aku haramkan kau untuk menyentuh tubuh ku, serta berpijak dirumah ku! mulai hari ini kau bukanlah istriku lagi! aku talak kau dengan talak tiga!!'' serunya lantang.

Ddddduuuaaarrrr

Suara petir menggelegar diluar rumah mereka. Petir itu seakan menjawab jawaban dari seseorang yang telah mentalaknya.

Seperti petir yang sedang menghantam jiwanya saat ini, gadis itu tersentak kaget. Ia mematung. Kakinya yang tadi lemas kini membatu.

Sebuah kalimat sakral, yang sudah menggoyahkan dirinya. Ia terpaku, pikirannya kosong, matanya buram pertanda air bening sudah terkumpul disana.

Apakah ia tadi tidak salah dengar? Talak tiga?? Sesaat rasanya dunia berputar bukan pada porosnya. Ia berdiri oleng, hampir saja jatuh jika tidak bertahan pada dinding rumah itu, maka jatuhlah ia. Jatuh sejatuhnya. Semudah itukah lelaki itu mengucapkannya??

Harapan tinggal harapan. Dirinya yang berharap bahwa hubungan nya dengan suami akan baik ke depannya, tapi malah berbanding terbalik dengan pemikiran nya.

Berharap akan menjadi sebuah keluarga bahagia, malah menjadi petaka untuknya.

Andai ia bisa memilih, ia juga tidak ingin terlahir dari wanita yang tidak waras. Tapi inilah kenyataan hidupnya. Ia harus menerima takdir yang sudah digoreskan untuknya.

Bulir bening mengalir dipipi tirusnya. Untuk sekarang, ia hanya bisa berfikir mengapa dan kenapa. Jika saja waktu bisa di ulang, ia tidak ingin menerima lamaran dari laki-laki itu.

Lelaki yang sudah merubah statusnya, dari gadis menjadi istri dan sekarang berubah menjadi janda dalam waktu hanya berselang dua hari saja dari hari pernikahan nya.

Seharusnya, dua hari itu adalah hari dimana mereka sebagai pengantin baru yang masih hangat hangatnya untuk memadu kasih. Saling berkenalan, saling berbagi. Benih cinta akan tumbuh seiring waktu. Bersenda gurau, menghabiskan waktu dikamar bersama. Jalan-jalan serta bulan madu.

Tapi sayang, semua itu tidak terealisasi kan dengan baik. Yang ada dirinya malah diceraikan. Dua hari baru menyandang status istri, kini sudah berubah menjadi status janda.

Janda. Adalah satu kata yang sangat menakutkan bagi sekalangan wanita. Berbicara tentang janda membuat seorang wanita merasa takut. Takut akan hinaan dan celaan dari orang. Status janda itu sangat hina dimata orang lain.

Janda adalah sesuatu yang menakutkan bagi yang mengalami nya. Tapi siapa yang mau menjadi janda. Tak kan ada wanita yang mau menjadi janda. Jika bukan karena sesuatu hal, kata janda itu tidak tersemat dinama depannya.

Gadis itu menangis hingga matanya sembab. Begitu perih yang ia rasa. Dua hari menjadi istri kini berubah lagi menjadi janda.

'' Sa-sakit..'' isaknya, seraya memukul dadanya yang begitu sesak.

'' Apa salahku hingga kau tega membuatku seperti ini?'' tanyanya.

'' Andai aku bisa memilih, aku juga tidak ingin terlahir dari rahimnya! sungguh tega kau padaku! Jika dulu kau merasa, aku ini bukanlah wanita yang tepat untukmu, mengapa kau menikahiku? bukankah aku sudah menolakmu??'' tanya nya. Ia mencoba tegar menghadapi kenyataan pahit yang memang ditujukan untuknya.

'' Andai.. andai aku bisa memilih.. aku juga tidak ingin kau menjadi suamiku! jika ujung-ujungnya aku harus seperti ini, buat apa aku menerima lamaran mu kemarin. Sungguh kejam kau sebagi lelaki! tak kusangka! manis di mulut tapi pahit dihati.. aku kecewa dengan mu Bang!'' serunya pada lelaki itu. Akhirnya ia bisa mengeluarkan uneg-unegnya pada lelaki yang berstatus suami eits! lebih tepatnya mantan suami!

Lelaki yang sudah merubah hidupnya menjadi janda hanya dalam waktu dua hari.

'' Halah... usah banyak omong kamu! mulai sekarang kamu bukanlah istriku lagi! pergi kamu dari sini! kembali pada keluarga mu yang gila itu! yang-'' belum habis ucapan lelaki itu, tapi sudah dipotong oleh gadis itu.

'' Cukup!! jangan sekali kali kamu menghina ibuku! cukup dengan diriku! karena nggak ada satu Al-fatihah pun yang kau kirimkan untuk kesembuhannya! jaga ucapan kamu! bisa jadi sekarang aku yang merasa kan nya, mana tau dimasa depan kamu pula yang mengalaminya! cukup sudah aku disini! aku berterima kasih, karena telah sudi menerima diriku! mulai sekarang aku bukanlah siapa-siapa kamu lagi! jika seandainya kita berjumpa lagi, aku menganggapnya hanya orang asing! bukan lagi mantan suamiku!!'' Sentaknya.

Lelaki itu mematung.

Cukup sudah dirinya dihina. Mulai sekarang ia harus menata hidupnya kembali menjadi seperti semula.

Menjadi pribadi yang lebih kuat lagi. Pengalaman berumah tangga walau hanya dua hari, membuat dirinya akan berhati hati dimasa depan.

💕

Hai hai semuanya..

Assalamualaikum..

Othor hanya menyapa saja nih! hehe

Othor baru buat cerita baru lagi nih.. gatel banget jari othor ingin ngetiknya 😄😄

Eits tapi jangan salah.. disini ceritanya juga menarik loh.

Memang sih .. othor inikan baru aja nih ya jadi penulis.. tapi gimana ya.. othor itu senang banget muncul in ide ide baru dalam otak othor.

Semua cerita othor itu diangkat dari kisah nyata. Ditambah plus kehaluan othor. Othor sisipin dikit, biar tambah seru gitu..😁😁

Jika nanti banyak kata yang nggak nyambung, othor mohon maaf.. othor ini hanya penulis bisa yang belum berpengalaman. Jadi harap maklum ya!

Kalian boleh kok komen apa aja! asalkan itu baik, akan othor terima. Karena Komen positif dari kalian adalah semangat untuk othor.

Kami para penulis, sangat menyukai jika ada seseorang yang komentar. Komentar itu penambah semangat untuk kami. Tanpa kalian apakah kami ini.

Halah! lebayyy....😄😄😄

Hah cukup ya cuap cuap othor.

Tinggalkan jejak cinta kalian ya untuk othor! Agar othor tau jika cerita othor banyak peminatnya!

Ah udah dulu..

Like, komen, vote, hadiahnya juga.. jangan lupa! Jika kalian suka masukkan dalam rak favorit ya!

Othor sangat suka menulis.. saking sukanya, inilah yang terjadi. hehe.

Wassalamu'alaikum.wr.wb

Salam hangat othor.😘😘

Melisa.

Aisyahrani

Gadis manis nan lembut itu masih terisak didalam kamarnya. Tangannya terus bergerak memasukkan baju kedalam tas ransel kumuh miliknya. Tas peninggalan ayahnya, sebelum ia pergi dan tak pernah kembali lagi.

Gadis itu sesekali terdengar mengumpat. Hatinya begitu sakit mendengar hinaan dari suaminya. Suami yang baru dua hari ini menikahinya.

Andai ia bisa memilih, ia tak mau menikah dengan pemuda itu. Tapi semua sudah terjadi. Inilah yang harus dijalani dimasa depan.

Status janda yang tersemat dinama nya akan ia bawa kemana pun ia pergi.

Gadis itu termenung memikirkan nasibnya dan juga ibunya. Ia merenungkan dua hari kemarin sebelum ia menerima lamaran pemuda itu. Ia terisak mengenangnya.

Flashback

'' Assalamualaikum Mbak.. Rani.. kalian ada didalam kan?? ini Bude!'' ucapnya dibalik pintu yang masih tertutup.

Seorang gadis berjalan terburu-buru sambil mengelap tangannya asal, ia berlari kedepan dan menjawab salam.

'' Wa'alaikum salam..'' sahutnya, seraya membuka pintu dengan lebar. Ia mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

Terlihat disana Bude Risma sedang tersenyum lembut padanya. '' Apa kabar Nak.. kamu sehat? Ibu mu mana??'' tanya nya dengan wajah heran. Ia menerima uluran tangan gadis itu untuk disalaminya.

'' Bude Risma... Alhamdulillah aku sehat! Ibu ada dikamar mandi lagi aku mandiin. Ayo Bude masuk! silahkan duduk. Aku kebelakang dulu ya mau beresin Ibu.'' imbuhnya, seraya berlalu meninggalkan bude disana yang duduk lesehan dikarpet.

'' Ya.'' sahutnya.

Beberapa menit kemudian, gadis itu keluar dengan membawa ibunya yang sudah bersih dan wangi. Walau sesekali ia mengoceh tidak jelas. Itu tak membuatnya jenuh dalam mengurus ibunya.

'' Sini Bude bantuin, kamu ambil baju ibu kamu, Bude yang mengelap seluruh tubuhnya.''

'' Iya Bude..'' sahutnya seraya berlalu meninggalkan Bude Risma yang mengurus ibunya.

Bude Risma begitu telaten mengurus adiknya itu. Ia tak marah dan tak juga merasa bosan karena mengurusi adiknya yang kena gangguan jiwa.

Gadis itu keluar dan membawa sepasang baju untuk dipakaikan kepada ibunya. Bude mengambil baju itu dan memakaikan nya dengan penuh perhatian. Walau sesekali adiknya itu memberontak tak mau dipakaikan baju olehnya, tapi ia tetap memakaikannya.

Setelah urusannya selesai dengan adiknya, kini giliran ia ingin berbicara pada ponakannya itu.

'' Rani! ada yang ingin Bude sampaikan padamu. Sini dulu duduk, biarkan ibumu duduk disitu. Ia tak akan kemana-mana.'' imbuhnya, membuat Rani mengangguk dan berpindah duduk di dekat budenya.

'' Ada apa Bude? Apakah ada hal penting??'' tanya nya.

Bude Risma mengangguk.'' Ya, ini menyangkut kehidupan mu setelah ini. Bude hanya minta, apapun yang akan Bude katakan kamu harus memikirkan nya matang-matang.'' imbuhnya lagi, seraya menatap dalam ponakannya itu.

Rani menatap Bude nya heran.'' Memangnya ada apa sih Bude? Kok kesannya Bude kayak berat gitu ngucapin nya. Masalah kehidupan ku?? Memang ada apa sih Bude? Jangan buat aku bingung atuh..'' imbuhnya, membuat Bude Risma tersenyum dan mengusap lembut kepala nya yang tertutup hijab.

'' Kamu anak baik Rani, Bude harap apa yang Bude katakan ini bisa kamu cerna dengan baik ya??'' imbuhnya, ia menatap manik mata hitam Rani dalam. Rasanya tak tega untuk mengatakannya, tapi ini memang harus. Rani terus saja menatapnya. Bude Risma menghela nafas nya. '' Ada seseorang yang ingin datang menemui mu, ia ingin melamar mu menjadi istrinya. Tadi malam ia datang bersama ibunya kerumah Bude untuk bertanya tentang mu. Bude lihat kamu sudah dewasa, kamu berhak memilih pasangan hidupmu kelak. Ini kesempatan bagus, jadi jangan disia siakan. Kamu tau kan pandangan orang terhadap keluarga kita? Semenjak ibumu seperti itu, keluarga kita sering dicemooh oleh orang. Bude takut kamu akan jadi perawan tua jika tidak segera menikah. Maka dari itu semalam Bude menerima pinangan pemuda itu untuk menjadikanmu istrinya! Bude harap kamu bersedia ya??'' pintanya dengan harap.

Rani mematung. Ia terdiam tidak tau harus menjawab apa. Bingung. Itulah yang ia rasakan.

Satu sisi ada ibunya yang harus ia urus dan rawat. Satu sisi lagi Bude Risma yang begitu baik selama ini padanya.

Lama ia terdiam, ia terkejut ketika Bude menepuk bahunya.'' Bagaimana sayang? apakah kamu bersedia menerima lamaran itu??'' tanya bude Risma.

Rani menghela nafasnya. '' Baiklah, jika itu yang Bude inginkan! Tapi biarkan aku mengenal pemuda itu terlebih dahulu. Kapan mereka datang kesini Bude??'' tanya nya.

Bude Risma tersenyum.'' Siang ini! makanya Bude sekarang ada disini, untuk membantu mu menyiapkan sesuatu yang perlu untuk disiapkan sebelum kedatangan mereka.'' ujarnya, membuat Rani membulatkan matanya.

'' Siang ini Bude?? Nggak salah Bude?? Secepat itukah?? Aku belum siap siap Bude.. ini lagi belum masak.'' ucapnya panik.

Bude Risma tertawa.'' Kamu tenang saja sayang, Bude udah siapkan semuanya kok. Tuh udah Bude taruh diatas meja!'' tunjuknya, membuat Rani lega. Ia pikir, Bude belum menyiapkan semuanya.

'' Baiklah Bude, ayo kita bersiap!.'' ujarnya sambil tersenyum.

***

Siang harinya tiba.

Rani mendengar suara motor diluar rumahnya. Ia jadi penasaran, apakah itu tamu yang akan bertamu kerumah nya. Rani mengintipnya dari jendela.

Terlihat seorang pemuda memakai kemeja kotak-kotak, celana jeans warna biru serta topi yang menutup kepalanya. Dan juga Rani melihat, seorang ibu paruh baya, berdiri disamping pemuda itu.

Pemuda itu berbalik dan merangkul tangan ibunya, ia membawanya kedepan pintu. Rani yang melihat mereka datang segera bersiap.

Tok tok tok

'' Assalamualaikum..'' pemuda itu mengucapkan salam.

Terdengarlah suara sahutan dari dalam.'' Wa'alaikum salam..'' Bude Risma membuka pintu lebar lebar untuk tamunya.

'' Mari.. silahkan masuk! sebentar ya saya panggilkan Rani dahulu." imbuhnya seraya berlalu dari sana menuju kedapur untuk memanggil Rani.

Sesampainya disana Rani sudah siap dengan minuman ditangan nya yang di taruh diatas nampan.

"Kamu sudah siap Nak??" tanyanya.

Rani tersenyum dan mengangguk." Siap Bude!" imbuhnya mantap.

Mereka segera berlalu keluar. Sesampainya disana ia melihat pemuda yang tadi dilihatnya ada disana duduk lesehan bersama ibunya.

Pemuda itu tersenyum menatap Rani. Dan dibalas senyum oleh Rani.

" Perkenalkan ini yang namanya Aisyahrani, putri tunggal adik saya. Seperti yang kalian dengar jikalau ibunya benar mengalami gangguan jiwa." imbuhnya lirih diujung kalimat.

Pemuda itu mengangguk." Ya saya tahu, jika ini adalah Aisyah. Gadis kecil yang dulu pernah saya lihat ketika ia terpeleset masuk parit. Ternyata ia sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik ya?" pujinya, membuat sang empu tersipu malu.

" Ya, inilah gadis yang pernah kamu tolong dulu saat ia kecelakaan. Sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik!" puji Bude Risma.

Rani tersipu lagi. Tapi tidak untuk seseorang disana, wajahnya datar tanpa ekspresi. Tidak menunjukkan ketertarikan nya pada gadis sederhana itu. Jika bukan karena putranya, ia malas untuk berkunjung ke rumah orang gila. Pikir nya.

'Apanya yang cantik? cantik dari mana? lebih cantikan calon aku si Nita! ini mah, nggak ada apa-apa nya! hanya seonggok sampah yang rela dikutip oleh putraku! jika bukan karena Fatih menginginkan gadis ini, maka aku tidak akan Sudi berbesan dengan ibunya yang gila itu!' bisiknya dalam hati.

Rani malu malu menatap pemuda itu, Bude Risma paham. Karena ia juga pernah muda.

Saat Rani ingin memberikan secangkir teh pada Fatih, Rani kaget mendengar ibunya memanggil namanya lengkap dengan Bin nya.

'' Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah!!''

Deg!

💕

TBC

Aisyahrani 2

Seorang ibu yang dikira tidak waras oleh mereka, sebenarnya tidak terlalu parah penyakit nya. Hanya saja kadang sering kambuh, dan mengakibatkan ia selalu dipaksa untuk dikurung dikamar.

Pagi itu saat ia selesai mandi, ia melihat kakak nya Risma ada disana. Ia heran mengapa pula kakaknya itu ada disana? Bibirnya berkedut ingin bertanya, tapi tak berani.

Nanti dikira dirinya selama ini pura pura gila. Padahal memang itu kenyataan nya. Walaupun kadang ada suatu hal yang memicu amarah nya, ia sering kali mengamuk.

Bagi sebagian orang penyakit tidak waras itu adalah penyakit keturunan. Nyata nya tidak! Ada juga penyakit yang diakibatkan oleh trauma psikis.

Contohnya, ibu Aisyahrani ini. Ia mengalami gangguan jiwa karena trauma yang di alami nya. Penyakit psikis traumatis atau sering disebut dengan PTSD (Post-Traumatic-Stress-Disorder).

PTSD ( Post-Traumatic-Stress-Disorder) atau gangguan stress pasca trauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang bersifat traumatis atau sangat tidak menyenangkan.

Dengan kata lain PTSD merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.

(Sumber. Google.)

Tidak semua gangguan mental itu menyebabkan gila yang berkepanjangan. Kadang ada yang sudah diobati sembuh, dan ada juga walau sudah diobati tapi tetap seperti itu.

Semua itu tergantung dari penderita nya seberapa berat trauma yang dialaminya.

Ibu nya Aisyahrani ini, sebenarnya sudah lumayan sehat dari satu tahun yang lalu. Pasca kejadian yang merenggut nyawa suami tercintanya akibat keserakahan seseorang yang berujung pada kematian.

Ia sengaja berpura-pura gila agar putri semata wayangnya selamat dari orang suruhan yang dulu pernah mencelakai suaminya.

Ia terpaksa melakukan ini demi menyelamatkan putrinya. Ini adalah wasiat suaminya sebelum ia akhirnya meninggal.

Kebetulan hari ini, setelah ia disiapkan oleh kakaknya, ia masuk ke kamar membaca Al Qur'an. Hal yang sejak dulu tiada yang tau apa yang dikerjakan nya.

Diam-diam ia menguping, menempelkan telinganya pada daun pintu berharap bisa mendengar kan apa yang dibicarakan oleh mereka.

Terdengar jelas disana jika ia mendengar bahwa disana ada seorang pemuda. Karena penasaran ia membuka sedikit celah pintu, hanya matanya saja yang bisa melihat untuk mengintip.

Saat melihat pemuda itu serta seseorang disana ia membulatkan matanya. Ia begitu terkejut dengan kehadiran seseorang disana yang dulu pernah hadir dalam penyerangan terhadap dirinya beserta suaminya.

Ia ketakutan, cemas. Di dahinya keluar keringat dingin. Badannya menggigil. Rasanya trauma itu akan kembali lagi dalam ingatan nya setelah sekian tahun lamanya.

Apalagi saat ia mendengar, jikalau putri nya akan dilamar oleh pemuda itu. Keluarga pemuda yang telah membunuh suaminya!

Dengan sekuat tenaga ia mengumpulkan keberanian untuk menentang perjodohan itu.

Bismillahirrahmanirrahim.

Dengan langkah berat ia keluar dan membuka pintu dengan kasar serta menyentak putrinya disana.

'' Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah!''

*****

Saat ingin memberikan secangkir teh kepada Fatih , Rani terjingkat kaget mendengar suara seseorang yang selama ini sangat dirindukan nya.

Saking terkejutnya Rani, ia sampai menjatuhkan cangkir yang berisikan teh ke lantai yang menimbulkan suara pecahan kaca.

Pyaaaarrrr

Bagaimana tidak terkejut, ibunya itu yang dianggap gila kini memanggil nama nya lengkap dengan nama ayahnya.

"Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah!" sentaknya.

Rani mematung. Apakah ia tidak salah dengar? Jika yang memanggil nya tadi adalah ibunya? Benarkah itu?

Rani menoleh, matanya mengembun ingin menangis. Ia terpana melihat ibunya berdiri disana dengan wajah seram. Mata melotot dengan wajah yang memerah.

Rani berlari mendekati ibunya, lalu memeluk ibunya erat.

'' I-ibu...'' lirihnya dengan bercucuran air mata.

Begitu juga dengan Bude Risma dan dua orang yang sedang mematung disana.

Di-dia...

Fatih terpaku menatap wajah wanita itu. Ia terkejut melihatnya. Tak disangka wanita yang tadi menyentak putrinya , melepaskan putrinya dan pergi mendekati mereka berdua.

''Pembunuh!'' Sentaknya

Deg!

Seseorang disana membulatkan matanya. Ia terkejut melihat wanita paruh baya itu. Demikian juga dengan putra nya.

Bu-bukan kah wanita ini...

"Kau! pembunuh!" tunjuknya dengan mata memerah.

"Ka-kamu!'' tunjuk wanita itu. Ia tertegun melihat seseorang yang begitu dikenalnya.

''Pergi kau dari sini!! dasar pembunuh! kau sudah membunuh suamiku! kau pendosa! pergi kau dari sini! pergi!! pergii!!" jeritnya kuat.

Wanita tua itu tersentak mendengar ucapan wanita paruh baya itu. Sedangkan Rani, ia mematung.

Belum selesai dengan keterkejutan nya pada ibunya yang bisa memanggil namanya lengkap, sekarang dikejutkan lagi jika ibunya menuduh keluarga pemuda yang akan melamarnya pembunuh. Apa maksudnya ini?

Rani bingung. Bude Risma terpaku menatap adiknya yang bisa berbicara sadar tanpa ada rasa takut sama sekali.

Pembunuh? Apa maksud nya? Siapa pembunuh? Dan siapa yang dibunuh? gumam Bude Risma dalam hati.

Mereka semua termangu, sedangkan ibu yang dikira tidak waras ini mendatangi seorang ibu ibu disana yang berdiri melotot memandangi nya.

Tak disangka, ia melangkah dan medekati wanita itu. Tepat berada di hadapan wanita itu..

Plaakk!

Suara tamparan bergema di ruangan itu.

''Kau pembunuh! kau dan keluarga mu pembunuh!! karena kau! aku kehilangan suamiku!! kau yang telah merencanakan nya! pergi kau!! pergi!! aku tak mau berbesan dengan mu!! pergi!!!'' tunjuknya pada wanita itu.

Wanita itu gemetar kakinya, keringat dingin keluar dari sela porinya. Ia begitu terkejut, ketika mengetahui bahwa calon besannya itu adalah seseorang yang dulu pernah direncanakan untuk dilenyapkan olehnya.

Rani, Bude Risma, serta Fatih, mereka terkejut lagi melihat kebrutalan ibunya Rani.

Ibunya yang sedang dalam emosi tingkat tinggi, langsung saja menjambak rambut wanita tua itu. Ia menghardik nya beberapa kali serta menghempaskan nya ke tembok rumah mereka.

Darah bercucuran keluar dari pelipisnya.

''Aaakkhh..'' pekiknya ketika rambut serta kepala nya di hentak dengan bersama an.

''Pergi kau dari rumahku!! dasar pembunuh!! jika saja aku tidak menjerit waktu itu minta tolong! pastilah kau sudah membunuhku juga! wanita durjana! wanita gila harta!! pergi kau dari rumahku!!!'' pekiknya, seraya menghempaskan wanita tua itu kelantai hingga tersungkur.

Wanita tua itu terkulai lemas tak berdaya. Ia hanya bisa meringis menahan sakit di pelipis serta kepala nya.

Setan!! dasar wanita gila! hancur sudah reputasi ku disini! aku tak akan mengijinkan putraku menikahi gadis pembawa sial ini!! Apapun caranya, aku akan menghentikan nya!! dasar wanita gila..!! geramnya dalam hati.

Fatih yang melihat ibunya tersungkur, berlari dan memapahnya untuk berdiri dan duduk.

Sedangkan Bude Risma dan Rani mereka menahan ibu Rani yang mengamuk melihat wanita paruh baya itu.

'' I-ibu.. jangan begini.. nggak boleh Bu.. ibu nggak boleh seperti itu..'' tuturnya lembut.

Sedangkan wanita itu menatap nya tajam. Setajam silet. Matanya mengeluarkan aura yang begitu menakutkan.

Rani tersentak, ketika ibunya menarik nya menuju ke dalam kamar.

''Ibu!''

💕

Masih ada yang nunggu kah??

Maaf ya kemarin othor nggak up date? Kemarin bocil othor lagi demam, hari ini pun masih sama. Jadi othor nggak bisa pegang hp. Bisa, tapi cuma dua bab untuk cerita disebelah 😄😄 nggak untuk cerita yang ini.

Lumayan hari ini ada sedikit kemajuan. Dan Alhamdulillah udah mendingan.

Untuk menebusnya, othor akan update dua bab ya!

Khusus hari ini!

Waktu update tetap seperti biasa. Jangan lupa baca ya~

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!