NovelToon NovelToon

Hasrat Satu Malam With Calon Ipar

Awal

Melakukan cinta satu malam dengan wanita cantik mungkin bisa disebut ketiban durian runtuh bagi Haikal, tapi bagaimana jika dia mengetahui kenyataan ternyata wanita yang telah melakukan cinta satu malam dengannya adalah kekasih kakak kandungnya? Tepatnya calon istri sang kakak.

Apalagi sang kakak begitu sangat mencintai kekasihnya itu.

Apakah Haikal pantas disalahkan? Sementara mereka melakukannya sama-sama dalam keadaan mabuk?

Haruskah dia bertanggung jawab menebus kesalahannya kepada gadis itu atau merelakannya untuk menikah dengan sang kakak?

Malam itu...

Haikal yang baru lulus kuliah di Inggris, dia baru pulang ke Indonesia, dia disambut hangat oleh keluarganya. Apalagi sebentar lagi kakaknya, Rafael akan menikah dengan pujaan hatinya.

"Wah kenalin dong calon istri kamu itu, kak, aku penasaran!" goda Haikal karena Rafael orangnya sedikit tertutup, mirip sekali dengan papa Bara.

"Jangan sekarang, yang ada kamu jatuh cinta nanti, soalnya dia cantik banget. Apalagi sekarang di masih di Singapura." Jawab Rafael dengan nada bercanda.

"Hmm... secantik apa wanita itu sampai bisa meluluhkan hati pria dingin sepertimu, kak!"

Haikal memang menurun sikapnya dari mama Karin, dia orangnya ceria dan suka main trek motor saat dulu masih sekolah, dia orangnya agak bandel. Berbeda dengan Rafael, dia orangnya lebih suka menyendiri, hanya ada satu wanita yang bisa meluluhkan hatinya yaitu Ghisell, yang sama baru lulus kuliah di Singapura. Rafael tidak tau bahwa hari ini Ghisell sudah tiba di Indonesia.

Ghisell saat ini berusia 21 tahun, sementara Haikal berusia 22 tahun, dan Rafael berusia 24 tahun. Umur Rafael dan Haikal memang hanya terpaut 2 tahun saja.

Gisell waktu SMA mengikuti program akselerasi sehingga dia bisa lebih cepat lulus dibandingkan saudara kembarnya yang masih kuliah di Singapura.

Malam ini Haikal dan Rafael sedang berada di sebuah pesta ulang tahun K Grup, yang diadakan di salah satu hotel dibawah naungan K Grup. Pesta disana begitu meriah, banyak sekali berbagai jenis minuman tersedia disana.

Sementara itu Ghisell masih di rumah, dia masih memilih pakaian yang cocok untuknya. Banyak gaun yang sudah dia coba tapi dia belum merasa cocok juga.

"Nah itu sudah pas sayang." Mama Ghea sudah lelah dari tadi harus terus memberikan pendapatnya pada penampilan Ghisell, oke lah kalau dua atau tiga baju, tapi ini banyak sekali sampai gaun itu berhamburan di lantai kamar Ghisell yang megah itu.

"Beneran ini cocok, Ma?" tanya Ghisell.

"Iya cocok sekali. Kamu sangat cantik sekali."

Ghisell akhirnya memilih gaun yang dia menurut mamanya cocok.

Dengan penuh semangat, dan hati yang berbunga-bunga, Ghisell datang ke pesta itu, dia ingin memberi kejutan kepada lelaki yang sangat dia rindukan itu.

Ghisell celingak-celinguk mencari keberadaan sang pujaan hati. Dia tersenyum lebar saat melihat Rafael yang sedang berdiri seperti sedang menunggu seseorang.

"Apa dia sedang menungguku?"

Senyuman yang mengembang itu kini telah pudar saat melihat lelaki yang sangat dia rindukan malah berpelukan dengan wanita lain. Seketika Ghisell menghentikan langkah kakinya.

Hati Ghisell sangat hancur saat melihat Rafael berpelukan dengan Chika, orang yang dari dulu sangat menyukai Rafael. Ghisell memang mengetahui kedekatan mereka, tapi apa pantas mereka berpelukan erat seperti itu? Bahkan Rafael membalas pelukannya.

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

Dua

Ghisell celingak-celinguk mencari keberadaan sang pujaan hati. Dia tersenyum lebar saat melihat Rafael yang sedang berdiri seperti sedang menunggu seseorang.

"Apa dia sedang menungguku?"

Senyuman yang mengembang itu kini telah pudar saat melihat lelaki yang sangat dia rindukan malah berpelukan dengan wanita lain. Seketika Ghisell menghentikan langkah kakinya.

Hati Ghisell sangat hancur saat melihat Rafael berpelukam dengan Chika, orang yang dari dulu sangat menyukai Rafael. Ghisell memang mengetahui kedekatan mereka, tapi apa pantas mereka berpelukan erat seperti itu? Bahkan Rafael membalas pelukannya.

Ghisell memilih pergi dengan hati yang sangat terluka, Di tengah jalan Ghisell menangis , mengapa Rafael tega berpelukan dengan wanita lain padahal selama ini dia sangat setia kepada Rafael, mungkin karena pergaulan di luar negeri, kadang jika dia ada masalah suka melampiaskan dengan satu atau dua gelas wine.

Ghisell masuk ke dalam Klub malam, dia minum sendirian disana, awalnya hanya satu gelas, dua gelas bahkan kini entah berapa gelas yang dia minum. Sampai kepalanya sangat terasa pusing, bahkan pandangannya kabur.

"Aish... tega sekali kamu mengkhianati aku. Padahal banyak lelaki dia luar sana yang memohon-mohon untuk menjadi pacarku, apa selama ini kamu selalu begitu di belakang aku heuh?" Ghisell memaki-maki botol minuman yang dipegangnya.

Dia menjadi pusat perhatian disana. Termasuk Haikal yang sedang bertemu dengan sahabat lamanya, Raymond, mereka juga sudah beberapa kali meneguk minuman memabukan itu.

"An jir, tuh cewek cakep banget bro." Raymond mununjuk Ghisell yang sedang meracau.

Haikal menoleh ke gadis yang ditunjuk oleh Raymond, Haikal terfana saat melihat gadis yang tengah mabuk, sangat cantik, sangat begitu cantik!

"Lumayan nih jatah gue, akan gue buat dia men de sah di bawah kungkunganku!" kata Raymond, sang casanova.

Haikal tidak terima jika wanita yang cantik bak bidadari itu jatuh ke pelukan Raymond, "Gak kali ini jatah gue."

"Lah Elu si Vira mau kemanain lu?" tanya Raymond, dia tidak rela calon gebetannya di ambil.

Namun sayangnya Ghisell keburu bangkit, dia memutuskan untuk pergi dari sana, Ghisell berjalan sempoyongan, pandangannya begitu suram , Ghisell terpaksa meraba-raba dinding, dia malah masuk ke toilet khusus laki-laki.

Tentu saja ada pria yang sedang buang air bahkan airnya masih mengalir itu marah, "Hei dasar gadis ca bul."

"Mas, aku mau check in, aku pesen kamar satu." Saking mabuknya Ghisell kira dia sedang berada di hotel. Dia tidak mungkin pulang dalam keadaan mabuk, bisa-bisa dia kena omel sang mama, apalagi papanya.

Pria itu segera memasukan kembali joninya ke celananya, dia rasa tidak ada salahnya memanfaatkan situasi ini dengan wanita cantik seperti Ghisell, "Kamu mau menginap di hotel ya? Sini aku antar!" Pria itu langsung merangkul Ghisell, Ghisell yang sudah mabuk berat tidak bisa melawan, pasrah saja saat pria itu merangkulnya dan membawanya berjalan keluar dari WC khusus pria itu.

Namun langkahnya terhenti saat dihalangi oleh Haikal.

"Kamu siapa? Cepat minggir!" bentak pria itu.

Haikal menarik Ghisell agar terlepas dari pria itu, dia tau mereka tidak saling mengenal karena mendengarkan obrolan mereka, "Sayang, ayo kita pulang." Haikal berpura-pura menjadi pacarnya Ghisell.

Dan akhirnya pria itupun mengalah, pergi dari sana, dengan perasaan yang sangat kesal.

Ghisell yang tengah mabuk, dia tidak bisa berpikir jernih , semuanya tampak samar-samar, bahkan dia mengira Haikal itu Rafael, "Oh sayang, aku kangen kamu tapi kenapa kamu khianati aku?" Ghisell langsung memeluk Haikal sambil memukul-mukul dadanya dengan pukulan yang lemah.

Haikal terdiam, jantungnya berdetak hebat saat Ghisell memeluk tubuhnya. Mungkin karena dia sedang mabuk, aroma tubuh Ghisell membuatnya sangat bergairah.

"Sepertinya kamu mabuk berat, boleh aku pinjam handphone kamu? Aku akan menghubungi keluarga kamu untuk menjemput kamu kesini."

"Oh jangan, nanti aku di omelin papa dan mama." Ghisell mengatakan itu dengan sedikit menundukan kepala, kepalanya sudah terasa sangat pening.

"Hm.. ya sudah aku antar kamu ke hotel."

Ghisell yang sudah jauh dari kesadarannya pasrah saja. Padahal Haikal baru pertama kali bertemu dengannya tapi entah mengapa dia merasa begitu peduli pada gadis ini.

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

Tiga

Haikal membawa Ghisell ke hotel yang dekat sekali dengan klub itu, dia bermaksud untuk menolong Ghisell, merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk itu, dia sedikit tercekat saat matanya melihat ada kancing baju Ghisell yang terlepas sampai terlihat jelas belahan dada gadis itu, membuat hasratnya bergejolak, menembus sanubarinya.

Haikal ingin mengancingkan kembali baju Ghisell, tapi, mungkin karena pangaruh alkohol juga, Haikal tak bisa berpikir jernih, akal sehatnya tak ada disana, jakunnya naik turun memperhatikan wanita yang ada dibawah kungkungannya. Tanpa sadari bibirnya telah menempel pada bibir lembut gadis itu. Rasanya begitu sangat memabukan.

Tidak ada penolakan dari Ghisell, membuat Haikal semakin tertantang, bahkan tubuhnya kini terasa sangat panas, membuat di bawah sana terasa begitu sesak. Dia mencium kembali bibir Ghisell dan memposisikan dirinya berada di atas tubuh itu, bahkan ciuman itu kini disertai luma tan yang lembut, dia semakin bersemangat saat merasakan respon dari bibir Ghisell membalas ciumannya. Matanya terpenjam, tapi badannya ikut bereaksi dengan apa yang dilakukan Haikal.

Di dalam situasi seperti ini, apalagi sama-sama sedang mabuk dan berada di dalam satu kamar, pastinya tidak akan jauh dari kata khilaf. Begitupun mereka, tidak butuh waktu yang lama kondisi mereka kini telah tanpa busana.

Ghisell melenguh panjang begitu Haikal meraba-raba menjelajahi disetiap inci tubuhnya, memuja keindahan yang begitu menggairahkan, mereka saling bergerak mengikuti hasrat mereka, bahkan dia beberapa kali menjilati dan menyesap dada Ghisell yang bahkan Rafael pun tidak pernah menjamah tubuh itu ke bagian terdalam.

Sampai tiba di penyatuan mereka, Ghisell sedikit meringis merasakan ada yang masuk ke dalam sana, terkoyak dengan sempurna, bahkan suara rintihan itu kini berbaur dengan suara erangan manja saat Haikal melai bergerak dengan lembut menghantamnya terus menerus, membawa Ghisell terbang melayang memekiknya dengan nikmat, dan akhirnya mereka mengerang bersama-sama saat mencampai puncaknya, begitu sangat hangat terasa sampai mereka ambruk dan terlelap malam itu.

Paginya, Haikal terbangun, dia terkejut saat menyadari berada di kamar hotel bersama seorang wanita.

"Siapa dia? Mengapa aku ada disini?" Haikal memijat-mijatk kepalanya untuk mengingat kejadian semalam.

Dia mengusap wajahnya dengan kasar saat mengingat semuanya, dia ingat ternyata wanita itu adalah wanita yang ada klub semalam.

Tak ada satupun memory yang dia lewatkan di kepalanya dari awal dia terfana melihat Ghisell, membuatnya peduli untuk menolongnya, tapi malah berakhir di ranjang. Entah bisa dikatakan musibah atau ketiban durian karena Haikal sudah mengingat jelas kejadian semalam.

Haikal memperhatikan Ghisell yang masih terlelap, hampir saja dia tida bisa berkedip memperhatikan lebih dekat paras wajah wanita itu, sangat cantik, dan mempesona. Dia membelai rambut Ghisell dan pandangannya tidak bisa lepas dari wajah cantik Ghisell.

Haikal segera bangkit untuk menarik selimut, dia ingin menyelimuti Ghisell, dia terparangah saat melihat ada noda darah di seprai itu, rupanya dia yang pertama, begitupun juga dirinya.

Haikal merasa beruntung karena wanita ini bertemu dengannya, coba kalau bertemu dengan pria lain, mungkin nasib Ghisell lebih sial dari ini. Haikal tidak mungkin mengacuhkan wanita yang telah memberikan mahkota yang paling berharga untuknya.

Haikal menyelimuti Ghisell, dia memperhatikan wajah Ghisell yang sangat membuatnya terpesona itu, "Karena aku yang pertama, aku akan bertanggung jawab."

Haikal mengecup bibir Ghisell, sangat menggila dan aneh rasanya, sampai hatinya terus bergetar, padahal dia tidak pernah sekalipun mencium Vira.

Drrrt...Drttt...

Ponsel Haikal bergetar, dia baru menyadari rupanya ada puluhan panggilan tidak terjawab dari mama dan papanya.

Dia segera mengangkat telepon dari papa Bara, "Papa!"

"Kenapa kamu tidak pulang? Dimana kamu sekarang?" tanya Papa Bara.

"Oh aku..." Haikal mencoba mencari alasan. "Aku semalam menginap di rumah Raymond, Pa." Haikal tidak mungkin bilang menginap di kamar hotel bersama wanita, bisa-bisa sapu lidi melayang dari sang mama.

"Ya sudah, cepat pulang. Mamamu sengaja memasak makanan kesukaan kamu."

Setelah mengatakan itu, papa Bara langsung menutup telepon.

Haikal tau mamanya tidak bisa memasak, tapi mungkin karena sudah lama tidak memasak untuk Haikal, mamanya pasti berusaha keras memasak untuknya yang sudah lama tinggal di Inggris, walaupun masakannya tidak begitu enak, tapi ada saatnya Haikal merindukan masakan sang mama.

Haikal memperhatikan Ghisell yang terlelap itu dengan bimbang, bingung harus berbuat apa pada Ghisell, dia tidak mungkin berani mengeradah tas Ghisell untuk melihat kartu id-nya. Dia mengusap lembut rambutnya, "Aku pulang dulu sebentar, setelah itu aku akan balik lagi kesini. Jadi tunggu aku."

...****************...

...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...

...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...

...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....

...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya!...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!