kring...kring...kring
Suara alarm yang menunjukkan pukul 06.40 WIB tidak kunjung membangunkan seorang gadis yang masih terlelap di alam mimpi. hingga pada saat gedoran pintu yang cukup nyaring disertai teriakan wanita membangunkan gadis yang terlelap itu.
dengan wajah bantalnya membukakan pintu yang ternyata tetangga kosannya.
"Key itu sepatu Lo dibawa kabur sama anjingnya buk Neni" ucap Siska panik, Keyla yang mendengar pun seketika langsung terkejut dan mengecek sepatunya yang hanya tinggal sebelah.
"Sialan tu anj*ng baru 2 hari gua pindah, udah 2 sepatu gua yang diembat. mana sepatu sekolah gua lagi, awas lu anj*ng!" umpat Keyla sambil berlari mencari sepatunya.namun nihil sepatunya sudah sobek sana sini.
"Kampret! gimana gua mau sekolah kalo kek gini bentuk sepatu, yang ada gua langsung disuruh pulang" Keyla menatap nanar sepatunya yang sudah babak belur tak berbentuk.
"Gimana, ketemu?" tanya Siska
"Ketemu sih iya, tapi kayak kemarin malahan lebih kaya kemarin nggak berbentuk" jawab keyla dengan wajah ditekuk
"Terus Lo sekolah pake ap dong? masa iya Lo nyeker" tanya Siska antara prihatin dan ingin tertawa
"Ya kali gua nyeker,gila Lo! mmmm btw Lo kan ada banyak sepatu,gua pinjem yak? nggk ada penolakan, kalo Lo nggak kasih pinjem, gua kasih sepatu Lo sama anj*ng nya buk Neni!"
"Idih kok Lo maksa sih? ya udh gue kasih pinjem, tapi jangan sampai lecet!" ucap Siska berbalik mengambil sepatu untuk keyla, sedangkan Keyla hanya menjawab oke.
"Ya udh gue berangkat dulu, udh siang keburu gua telat. mana hari pertama masuk lagi" ucap Keyla dengan tergesa-gesa, setelah bersiap dan memakai sepatu untuk ke sekolahnya yang baru.
"Udah dari tadi oneng siangnya,lu aja kayak sekolah bapak lu" ucap Siska geleng-geleng kepala melihat tingkah tetangga sekaligus teman. Keyla tidak menjawab,gadis itu melengos segera pergi menuju sekolah menggunakan ojek yang sudah dipesannya tadi.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.40 WIB Keyla sampai didepan gerbang sekolah SMA Nusa bangsa Jakarta, yang artinya sudah sangat terlambat bagi Keyla untuk masuk karena gerbangnya sudah terkunci. tidak ada cara lain, Keyla langsung mencari akal agar bisa masuk tanpa diketahui orang lain terutama ketos sekolah tersebut. melihat pagar beton yang lumayan tinggi, Keyla berusaha memanjatnya dan berhasil.
"Huuuhh...untung berhasil" gumam Keyla seraya merapikan bajunya yang agak kusut.
"Berdiri sama yang lain dilapangan" Suara bariton dari lelaki yang tampan nyaris sempurna namun dengan tampang datarnya melihat kearah keyla. keyla yang mendengarnya pun sontak terkejut. bagaimana tidak tadi waktu loncat tidak ada orang namun sekarang tiba-tiba langsung berdiri dihadapannya.
DEG
"Anjir lu, ngagetin gue aja! awas minggir gue mau lewat" sentak Keyla yang kaget. pria yang bernama Ben indorto itu pun tidak tinggal diam dan langsung menarik tangannya menuju lapangan.
"Eh lepasin tangan gue, gue anak baru disini" Keyla berontak, namun itu tidak masalah bagi Ben yang terus menarik tangan Keyla hingga tiba di lapangan yang telah berjejer murid-murid yang terlambat.
"Itu siapa ya, kok kayak baru liat gua"
"Iya bener, kayaknya murid baru deh"
"Widihhh bening Cok"
Begitulah bisik-bisik para siswa dilapangan.
pak Bambang selaku guru BK yang dikenal tegas pun menghampiri Keyla.
"Kamu anak pindahan itu kan?"tanya pak Bambang pada Keyla
"Iya pak.. hehehe"jawab Keyla sambil nyengir.
"Kamu ini ya baru masuk udah terlambat, mau jadi apa kamu hah?"omel pak Bambang
"Ya jadi oranglah pak" ceplos Keyla menutup mulutnya.
"njir,,ni mulut nggk bisa di kompromi apa, mampus gue" gumam Keyla dalam hati.
"Berani ngejawab kamu ya! untung kamu baru pertama masuk, jadi saya lepasin kamu hari ini! tapi kalau besok-besok buat ulah lagi, akan saya beri hukuman keliling lapangan basket dan bersihin WC, ngerti!!"
"Ya sudah Ben sana kamu anterin dia keruangan kepala sekolah." tegas pak Bambang
"Baik pak"jawab Ben datar
"Huuuuh selamet" gumam keyla, sambil berjalan mengikuti Ben kearah ruang kepala sekolah.
Sampai pada saat Ben berhenti didepan ruang kepala sekolah, Keyla yang sedang fokus melihat-lihat gedung sekolah barunya menabrak punggung tegap Ben hingga hampir terjungkal.
"Aduh...Lo kalo mau berhenti bilang-bilang dong" sentak Keyla tajam kearah Ben.
sedangkan orang yang di sentak hanya memasang wajah datarnya.
"Siapa suruh Lo nggk liat jalan"ucap Ben datar dan itu membuat Keyla jengkel.
"Untung Lo ganteng kalo nggak, udh habis Lo ditangan gue"gumam dalam hati Keyla menatap tajam kearah Ben. Keyla pun mengetuk pintu ruang kepala sekolah untuk masuk.
"Permisi pak, saya Keyla Raharja murid pindahan kelas XI IPS" ucap Keyla sopan
"Ohh iya...ikut bapak ya"ajak kepala sekolah kepada Keyla untuk menuju kelas yang akan jadi tempat barunya menuntut ilmu.
Tok..Tok...Tok
"Buk,ini ada murid pindahan yang kemarin saya bilang"ucap kepala sekolah kepada ibu Wiwin selaku wali kelas XI IPS 2 sebelum akhirnya melangkah pergi meninggalkan kelas tersebut.
"Oh iya pak, mari nak masuk" ajak ibu Wiwin pada Keyla, Keyla pun mengangguk tanda setuju.
"Anak-anak, ini adalah siswa pindahan dari SMA Nusantara Bandung. ayo nak perkenalkan diri kamu" ucap ibu Wiwin tersenyum
"Hai nama gue Keyla Raharja,panggil aja keyla."sapa Keyla memperkenalkan diri pada teman sekelasnya.
"Nah dari kalian ada yang mau ditanya sama Kayla?"tanya Bu Wiwin
"Saya mau nanya Bu" ucap Zico kang playboy disekolah SMA Nusa Bangsa.
"Stop, kamu nggk usah nanya kalau nggk berbobot" jawab Bu Wiwin yang sudah tahu sifat muridnya satu itu
"Tau tuh, semua cewek aja Lo deketin" ucap sinis siswa yang lainnya.
"Resek lu...wajar aja dong, orang gue ganteng" jawab Zico tidak kalah sinis nya.
"Sudah-sudah! Keyla kamu silahkan duduk di bangku yang kosong ya"ucap Bu Wiwin pada Kayla yang dibalas anggukan kepala. pelajaran pun dilanjutkan hingga bel istirahat pertama berbunyi.
murid pun berhamburan keluar untuk ke kantin.
"Hai.. kenalin nama gue Prisila dipanggil Sisil" sapa Sisil pada Keyla teman sebangkunya.
"Oh, hai juga"balas Keyla dengan tersenyum
"Btw, ke kantin yuk..laper ni perut" ajak Sisil pada yang dibalas anggukan dan senyuman Keyla.
"Lo mau pesen apa?"tanya Sisil pada Keyla
"Hmmm...mie ayam aja deh, minumannya es teh aja" jawab Keyla.
Tidak lama makanan merekapun datang dan mulai menikmati makanannya.
suara riuh dari siswi mengalihkan pandangan Keyla pada sosok pria tampan diikuti dua pria yang tidak kalah tampannya.
dan....
*
*
*
Bersambung......
Suara riuh dari siswi mengalihkan pandangan Keyla pada sosok pria tampan yang diikuti temannya lain yang tidak kalah tampannya.
"Itu kan cowok yang tadi! buset, ganteng juga tu cowok" gumam Keyla dalam hati yang merasa kagum akan ketampanan Ben dan disaat Keyla sedang menatap Ben, Ben pun ikut menatap Keyla sehingga mata mereka bertabrakan di udara.
Keyla tersenyum, tapi sayang senyumnya langsung memudar dikala Ben langsung melengos seolah tidak melihat apapun. hal itu tentu membuat Keyla makin merasa jengkel karenanya.
"Kampret, gua tarik ucapan gue" gumam pelan Keyla dengan wajah ditekuk.
"Lo ngomong apa?" tanya Sisil yang samar-samar mendengar suara Keyla.
"Ah eng-enggak! in-ini mie nggk ada ayamnya masa cuman ceker doang, satu lagi" jawab Keyla terbata-bata sambil tersenyum kikuk.
"Ohh kirain apaan...ehh Lo mau tau nggak 3 cowok ganteng diseberang sana?" tunjuk Sisil pada Ben and the geng.
"Ya mana gue tau, orang gue baru pindah kesini hari ini, nggak ngotak lu" jawab Keyla jengah
"Yeee sensi amat buk. ni ya gue kasih tau, itu tu yang ganteng putih kayak bule, dia tu ketos disini namanya Ben indorto dan yang dua lainnya itu Bram sama kenzo. mereka itu populer banget disekolah idola para cewek" terang Sisil bangga
"Termasuk Lo kan" potong Keyla yang mana membuat wajah Sisil berubah menjadi merah tomat.
"Lo tau aja...Lo juga sama kan suka sama mereka" ucap Sisil malu-malu
"Sorry, gue mah oggahh sama mereka khususnya cowok yang Lo bilang ketos. idih wajahnya datar kaya valak" jawab sinis Keyla yang masih geram dengan sifat Ben terhadapnya tadi pagi.
"Kok ganteng gitu Lo bilang valak sih? picek kali mata Lo! udh jelas dia itu ganteng, body mantap, hidung mancung, behhh bikin orang kesem-sem, idola para murid disini. lah Lo bilang dia kaya valak, kudu ke dokter mata Lo buat periksa!" Jawab Sisil yang tidak terima idolanya disebut valak. Keyla yang mendengarnya pun sontak menjitak kening sahabatnya yang baru setengah hari kenalan.
"Awwww....sakit bego! belom sehari kenalan udah main jitak aja, Lo pikir pala gue ni apaan" sungut Sisil mengelus keningnya yang di jitak Keyla. sedangkan Keyla mengedikkan bahu dan melanjutkan makannya tanpa berdosa. pada saat ini, datanglah sosok pria yang lumayan tampan tapi playboy cap katak lompat sana lompat sini, siapa lagi kalau bukan Zico Ardianto.
"Hallo ladies...ehhh ada ayang ebeb" sapa Zico pada murid di kantin kemudian menghampiri Keyla dan Sisil.
"Ayang-ayang, semua cewek Lo panggil ayang. emang pantes Lo dicap playboy cap katak" sungut Sisil sinis kepada zico
"Wait-wait, kayaknya ada tokek ngomong deh. Lo denger nggk beb?"sindir Zico pada pada Sisil, yang pura pura mencari kesana kemari.
Sedangkan Sisil wajahnya sudah berubah menjadi masam, semasam jeruk nipis. Keyla yang mendengarnya pun hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum. zico yang melihat Keyla tersenyum pun terpana.
"Astaga-astaga, dada gu-gue..hah...hah...hah" ucap Zico memegang dadanya membuat murid yang melihatnya pun panik termasuk Keyla.
"Eh Lo kenapa? woii jangan bengong aja tolongin" ucap Keyla yang khawatir melihat keadaan Zico. namun pada saat murid lain ingin menolong, Zico langsung mencegah.
"Nggak usah beb, aku gini karena liat senyuman kamu yang bikin jantung aku nggak sehat pengen keluar dari sarangnya" ucap Zico yang mana membuat keyla langsung mendorong tubuhnya menjauh.
"Lo gila ya hah, nggak lucu tau nggak!" sentak Sisil marah, karena perbuatan Zico menakut-nakuti murid yang lain. sedangkan Zico hanya cengar cengir.
"Kalo Lo gini lagi, gue sendiri yang bakal buat Lo jantungan beneran, mau Lo!" ancam Keyla datar.
Zico yang mendengarnya pun langsung menelan ludah. " nih cewek tatapannya serem amat yak" gumam Zico dalam hati .
"Ehehehe...maaf ya, abisnya kamu manis banget" ucap Zico menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
"Ya emang udah dari lahir gue cakep" ucap Keyla bangga , sedangkan Sisil dan Zico hanya melongo melihat perubahan sikap Keyla.
"Nih anak bunglon kali ya, sifatnya berubah-ubah" pikir Sisil.
Keyla kembali menikmati makanannya, diikuti Sisil dan Zico yang ikut bergabung bersama dua gadis itu. selesai menghabiskan makanannya Keyla menitipkan uang kepada Sisil untuk membayarnya.
"Udah biar gue aja yang traktir beb"ucap Zico kepada Keyla.
"Nggak usah, gue masih mampu buat bayar" tolak Keyla
"Eh beneran Lo mau traktir? makasih banget ya, tumbenan Lo baik" ucap Sisil yang senang akan ditraktir.
"Denger ya, gue cuma mau traktir ayang ebeb Keyla bukan Lo! Lo bayar aja sendiri" ketus Zico pada Sisil.
"Beb gue aja ya?" ucap Zico seraya mengedipkan matanya pada Keyla, yang mana hal itu membuat Keyla memutar bola mata. namun terlintas sesuatu diotaknya.
"Oke gue mau ditraktir, tapi nggak sekarang! suatu hari nanti gue bakal kasih tau Lo, oke! ucap Keyla dengan seringai licik di bibirnya yang mana hal itu hanya diketahui oleh satu orang. sebelum meninggalkan kantin, Keyla meminum es teh yang disodorkan Zico padanya.
"Beb habisin dulu biar nggak haus" tawar Zico pada Keyla
Keyla menerima nya, sedangkan Zico memperhatikan setiap kali Keyla meneguk air tersebut sampai kerongkongan. hingga tanpa sadar Zico menelan saliva melihat pemandangan itu.
"njir...cuman liat dia nelen air doang udah panas dingin badan gua" fikiran mesum Zico mulai bekerja
errreegggggg.....
Bunyi sendawa Keyla tepat didepan Zico yang mana membuat beberapa murid yang mendengarnya menoleh. namun Kayla yang menyadari itu, hanya cuek-cuek saja dan langsung melengos pergi. sedangkan Zico terdiam ditempatnya dengan tatapan kosong.
"Buset, tu cewek nggak ada kalem-kalemnya" ucap Zico yang tersadar
"Uwekk uwekk, gila bau mie ayam" gerutu Zico yang mual akibat bau sendawa Keyla tepat dihadapannya.
"Untung Lo cantik, kalo jelek udah gue tendang lu" sungut Zico pelan
"Emang enak hahahaha" ledek salah satu murid dikantin
"Berisik Lo, gue gampar pantat Lo baru tau rasa" sentak Zico tidak terima dan cepat cepat meninggalkan kantin untuk menyusul Keyla dan Sisil yang sedari tadi telah meninggalkannya.
Kejadian tersebut, tidak lepas dari mata elang Ben yang sedari tadi memperhatikan hal itu. mulai dari Zico yang pura-pura sakit, hingga seringai licik dibibir Keyla.
"Lo tertarik sama tu cewek" tanya Bram salah satu most wanted disekolah yang lihai dalam basket dan bela diri
"Cih...nggak usah sok tau" jawab Ben datar
"Tapi kalau diliat-liat tu cewek menarik, gue suka" timpal Kenzo sambil memainkan hp, yang mana membuat Ben dan Bram melihat kearahnya.
"Kenapa?" tanya Kenzo dengan tampang polos nya.
*
*
*
bersambung.....
Di lain tempat, Keyla dan sisil yang sudah sampai dikelas langsung duduk ditempat duduk masing-masing.
"Key lo nggk malu apa, ngeluarin toa kebesaran Lo?mana didepan Zico lagi. gue yakin anak-anak sekarang pasti pada ngegosipin lo" tanya Sisil yang tidak habis fikir dengan kelakukan sahabatnya itu, diakhiri tawa kala mengingat ekspresi Zico pada saat itu.
"Biasa aja, lagian siapa suruh didepan gue" jawab Keyla mengedikkan bahu acuh tak acuh.
"Oh iya key, ntar pulang nongki di kafe depan sekolah yuk" ajak sisil pada Keyla.
"Sorry gue nggak bisa, gue mau beli sepatu sekolah gue soalnya" tolak Keyla
"Lah, kan yang dipake Lo sepatu sekolah...ngapain beli lagi?"tanya Sisil bingung
"Ini tu bukan sepatu gue, tapi sepatu tetangga gue. sepatu gue udah kaya sundel bolong gara-gara anjingnya ibu kosan" jawab Keyla kesal kala mengingat bentuk sepatunya. apalagi 2 hari pindah 2 hari pula sepatunya raib akibat peliharaan laknat Neni ibu kosan.
"Prrrfftthhhhhh...."Sisil tertawa lepas mendengan ucapan Keyla yang lebih tepatnya curhatan.
"Seneng amat Lo liat temen lagi susah" sinis Keyla memutar bola matanya malas.
"Hehehe...abisnya Lo sih sepatu bukannya ditaroh didalem rumah malah diluar" ucap Sisil disela tawanya.
"Ya udah gue temenin Lo ya, sekalian gue pengen ke tempet Lo. Lo bawa kendaraan nggak?" ucap Sisil sambil bertanya
"Gue nggak bawa kendaraan, Lo bawak?"tanya Keyla balik.
"Gue bawa motor, ya udah bareng gue aja yak" tawar Sisil yang dibalas anggukan kepala oleh Kayla.
Ddrriinngg
Lonceng tanda pulang sekolah, murid berhamburan untuk pulang. begitu pula dengan Sisil dan Keyla, mereka sudah mengendarai motor keluar gerbang sekolah menuju tempat sepatu.
*****
Di lain tempat dikelas XI IPA 1, tepatnya kelas Ben, Bram dan Kenzo. mereka bertiga bersiap-siap untuk pulang.
"Kalian mau ikut gue ke toko sepatu nggak?" tawar kenzo
"Ngapain?" jawab serempak Ben dan Bram
"Beli celana dalem" ketus Kenzo yang mendapat tatapan tajam dari Bram dan Ben.
"Abis Lo berdua pertanyaannya aneh banget. udah disebut toko sepatu, masih aja nanya mau beli apa" jawab Kenzo sewot
"Dasar nggak beres" ucap Bram menanggapi Kenzo, sedangkan Ben hanya geleng-geleng kepala melihat kedua sahabatnya itu.
Ya mereka bertiga sering kali cekcok mulut atau sekedar bercanda khususnya Kenzo. dari mereka bertiga Kenzo lah yang paling suka bercanda tapi itu hanya ditujukan pada dua sahabat nya dan orang terdekat. mereka bertiga akan bersikap dingin dan datar pada orang yang tidak kenal atau tidak dekat. terutama Ben yang dikenal sangat dingin di antara mereka bertiga.
"Mau sampai kapan Lo berdua, hah?" ucap Ben datar pada dua sahabatnya itu. pasalnya sudah 10 menit tapi keduanya masih cekcok kayak betina. Sontak Bram dan Kenzo melihat ke arah Ben yang menatap mereka datar, mereka saling pandang kemudian tertawa menyadari tingkah mereka.
Mereka pun pergi menuju area parkiran motor, Ben and the geng mengendarai motor sport mereka masing-masing. mereka bertiga adalah anak konglomerat namun, Ben lh diantara mereka bertiga yang paling kaya. sebab perusahaan Dady nya tersebar dibeberapa titik di dalam negeri maupun diluar negeri. sekitar 20 menit Ben and the geng tiba di mall xx terbesar di kota Jakarta. mereka segera menuju salah satu toko sepatu yang ada diarea tersebut.
****
"Eh ini bagus banget sumpah, astaga yang itu, ya ampun yang itu juga" jerit Sisil kala melihat outfit yang terpampang di sana.
Ya setelah membeli sepatu Keyla berniat untuk langsung pulang, namun baru dua langkah keluar dari tempat sepatu Sisil sudah menarik duluan tangan Keyla menuju ke salah satu toko pakaian wanita.
"Key, kira-kira mana yang bagus?" tanya Sisil menempelkan dua helai baju ke tubuh nya bergantian
"Hmmmm...yang ini cantik" ucap Keyla memegang dagu sambil munjukkan dress warna sotf pink yang menurutnya cocok untuk Sisil yang berkulit sawo mateng. Sisil yang mendengarnya pun melihat dress yang ditunjuk Keyla, Sisil mengernyitkan dahinya lalu menggelengkan kepala.
"Pilihan Lo nggak cocok buat gue, gue pengen yang merah ini aja biar kulit gue bersinar"ucap Sisil yang menolak mentah-mentah pilihan Keyla. Keyla yang mendengarnya pun langsung menatap Sisil datar.
"Temen ****** lo, ngapain nanya ke gue kalo ujung-ujungnya Lo milih sendiri." ucap Keyla dengan nada yang kesal. rasanya ingin sekali Keyla mengangkat tubuh Sisil lalu melemparnya dari lantai atas mall ini, namun diurungkan mengingat dia masih waras.
Sedangkan Sisil tidak menanggapi, dia langsung membayar belanjaannya ke kasir tanpa memperdulikan Keyla yang sedang mengumpat kesal kearahnya. setelah membayar, mereka bergegas untuk pulang. setelah hampir sampai di pintu masuk mall, dari arah belakang terdengar kegaduhan. sontak Keyla dan Sisil memutar badannya dan terkejut melihat apa yang terjadi. dimana ada seorang pria dengan bekas luka di wajahnya sedang menyandera seorang gadis kecil menggunakan pisau, terlihat gadis tersebut menangi ketakutan.
"Lepaskan anakku brengsek, jangan menyakitinya!berapa yang kau inginkan hah?" bentak seorang lelaki paruh baya kepada sang penjahat. nafasnya naik turun kala melihat putrinya menjadi sandera orang yang tidak dia kenal.
"Hahahaha..." tawa menakutkan dari penjahat tersebut.
"Aku tidak membutuhkan uangmu, yang aku inginkan nyawamu, NYAWAMU!" ucapnya dengan nada tinggi 3 oktaf dengan mata memerah penuh amarah dan penekanan diujung kalimatnya. hal tersebut membuat orang tua gadis kecil itu yok. pasalnya dia tidak ada masalah dengan orang yang kini tengah menyandera anak semata wayangnya.
"Apa yang kau katakan hah? aku tidak mengenalmu sama sekali, kenapa kau ingin nyawaku?" tanya pria yang diketahui bernama Bambang kepada penjahat tersebut.
"Ya kau memang tidak mengenal ku, tapi kau mengenal Tika. dia adikku yang ku yang kau buang begitu saja setelah apa yang kau perbuat padanya dan dia mengakhiri hidupnya, semuanya karena mu keparat!" bentak Riki sang penjahat
DEG
Bambang mematung, karena dia tahu betul siapa Tika, Tika adalah mantan kekasihnya dulu. dia memang meninggalkan wanita itu karena telah mengkhianatinya. tapi dia tidak tahu bahwa mantannya tersebut telah tiada.
Kejadian itu disaksikan semua pengunjung mall, para penjaga kemanan mall sudah memberi peringatan namun nihil. Riki yang sudah diselimuti amarah dan dendam atas kematian adik semata wayangnya pun menjadi gelap mata.
"Aku akan membuatmu merasakan kehilangan orang yang kau sayangi....haahahaha! ucap Riki tertawa seraya ingin menggores pisau tajam ke leher gadis itu. istri Bambang yang melihat itu sontak histeris.
"Jangaaaaaannn......
*
*
*
bersambung.....
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!