NovelToon NovelToon

God Of Darkness 2

Cuci Otak

Karena membuat pemikiran seperti itu, Dewa Laut pun langsung bergerak ke tempat Xinxin berada. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk membenarkan spekulasinya walaupun kemungkinannya sangat kecil.

Clan Chu

Xinxin saat ini sedang bermeditasi seperti biasa di tempat khusus di clan Chu. Selama hampir 20 tahun ini, ia telah melewati ujian dan sudah memenuhi setengah dari janjinya kepada leluhurnya di planet Desolate.

Tetapi Xinxin merasa ragu untuk memenuhi janji setengahnya lagi karena ia harus menikah dengan seseorang orang dari clan Chu dan menjadi bagian dari mereka. Ia telah mewarisi penuh garis darah Dewa Penjaga sebelumnya dan itu merupakan setengah janji yang dibuat oleh leluhurnya di masa lalu.

Tetapi, setengah janji lagi hanya dibuat secara pribadi oleh Goddess Of The Sea generasi pertama di planet Desolate. Karena janji itulah maka semua penguasa Nether Sea Continent di planet Desolate adalah seroang wanita.

Bisa dikatakan, Goddess Of The Sea di planet Desolate yang merupakan generasi pertama tergila-gila dengan Dewa Laut saat ini yang memberinya sebuah warisan. Ia sadar bahwa tidak mungkin pergi ke Realms Of The Sea sebelum pemegang Trident Of Destiny muncul dan membuat pengaturan seperti itu. Ia ingin penerusnya menjadi bagian dari clan Chu, jika memungkinkan, maka lebih baik menjadi istri Dewa Laut.

Xinxin belum mengatakan tentang hal itu kepada siapapun termasuk Ren Yuu juga. Ia tau tugas itu adalah keinginan pribadi pendahulunya. Walaupun tidak dikatakan bahwa itu diharuskan ataupun dipaksakan ataupun penggantinya dapat memilih, tetap saja Xinxin ingin mewujudkannya dahulu, tetapi kini ia sangat ragu karena tentu saja ia masih sangat menyayangi Ren Yuu.

Xinxin yang memikirkan banyak hal pun membuka matanya, tatapannya sangat kosong saat memikirkan Ren Yuu lagi. Ia tentu sangat sedih mendengar tentang Ren Yuu yang telah membunuh banyak Atlantis Race di Realms Of The Sea.

“Ada apa denganmu, Ren Yuu? Apa yang kau pikirkan saat ini? Kenapa kau mencoba memusuhi Atlantis Race? Lalu, apa artinya aku bagimu?” Batin Xinxin.

Xinxin terus melamun dan akhirnya suara seseorang membangunkannya.

“Xinxin, Patriak memanggilmu ke kediamannya.” suara seroang pria yang merupakan Chu Di terdengar dari luar.

Selama 20 tahun ini, Xinxin telah dekat dengan Chu Di walaupun dia sama sekali tidak menaruh perasaan pada pria yang selalu mencoba untuk mendekatinya.

Tetapi selama 20 tahun ini pun, Chu Di tidak menyerah sama sekali. Ia merasa bahwa hanya dirinya yang layak bersama dengan Xinxin. Sebab, ia adalah jenius terbaik saat ini yang diakui berasal di clan Chu. Karena banyak rumor tentangnya di Clan tentang dirinya yang akan menjadi Dewa Penjaga selanjutnya, itu membuat Chu Di sedikit sombong dan ia merasa bahwa hanya ia yang layak untuk mengklaim Xinxin.

Walaupun telah ditolak berkali-kali, Chu Di tetap seperti biasa. Ia yakin ketika statusnya telah meningkat, Xinxin akan datang secara sukarela kepadanya.

“Ya.” Sahut Xinxin bingung sedikit karena ia tidak pernah sebelumnya di panggil secara pribadi oleh Patriak. Akan selalu ada seseorang yang memberinya instruksi selama hampir 20 tahun ini.

Xinxin keluar dari tempat kultivasi itu dan menatap Chu Di yang selalu tersenyum ramah kepadanya.

“Ayo, Patriak sudah menunggu.” ucap Chu Di lembut dan menuntun Xinxin ke kediaman Patriak dan Xinxin hanya diam mengikuti.

Sesampainya di kediaman Patriak, mereka berdua langsung masuk ke dalam dan di dalam ruangan tertentu, sudah ada dua individu yang duduk di sana menunggu kedatangan mereka berdua.

Chu Di di sisi lain terkejut karena tidak menyangka bahwa Dewa Laut saat ini akan berada di dalam ruangan juga. Ini adalah hal yang tidak ia harapkan sama sekali tetapi tetap bersemangat karena ini adalah kedua kalinya ia melihat Dewa Laut secara langsung.

Sementara Xinxin sudah mengenal siapa Chu Feng tetapi tidak untuk Dewa Laut.

“Kalian berdua duduklah.” perintah Chu Feng.

Chu Di dan Xinxin hanya duduk disebuah bantalan yang terlihat sangat nyaman.

“Kau pasti sudah mengenalnya, Chu Di.. dan untukmu..” Chu Feng melihat ke arah Xinxin dan melanjutkan. “Beliau adalah Dewa Laut saat ini dan juga merupakan sosok yang membawa semua benda yang diwarisi di duniamu di masa lalu.” ucap Chu Feng memperkenalkan Dewa Laut.

Xinxin terkejut mendengarnya dan menatap ke arah Dewa Laut dengan seksama. “Inikah Atlantis Race yang membuat pemimpin generasi pertama tergila-gila?” Batin Xinxin.

“Tidak perlu perkenalan yang berlebihan, Chu Feng.” ucap Dewa Laut dan menatap Xinxin dengan seksama lalu melanjutkan. “Kau pasti bertanya-tanya mengapa aku datang.”

“Aku tidak akan berbelit-belit. Aku telah memutuskan bahwa kalian berdua akan mengikuti ujian untuk mewarisi semua hal yang dimiliki oleh Dewa Laut sebelumnya!” ucap Dewa Laut.

Chu Di dan Xinxin terkejut mendengarnya. Mereka berdua tidak mengerti mengapa Dewa Laut saat ini ingin melakukan hal seperti itu.

Chu Feng di sisi lain sudah tau sedari awal dan hanya diam saja. Ia tentu tentang mengerti tentang sesuatu yaitu, mereka harus memiliki seseorang yang mampu menggunakan Trident Of Destiny bagaimana caranya. Dan saat ini, dihadapan mereka sudah ada dua jenius yang mungkin akan mencapainya.

Tetapi Chu Feng tidak sadar tentang sesuatu yang disebut sebagai pewaris sah Realms Of The Sea karena hanya para Dewa Laut yang mengetahui hal itu.

Chu Feng terus menatap ke arah Xinxin yang telah berhasil mewarisi Bloodline penuh Gurunya. Ia sudah bertemu dengan Xinxin dari waktu ke waktu ketika ia melatihnya secara pribadi walaupun Xinxin tidak tau bahwa yang melatihnya adalah Chu Feng karena Chu Feng terus menyamar.

Selama waktu itu, Chu Feng telah mencoba mencuci otak Xinxin dan memang ada terlihat yang berbeda dari Xinxin. Terkadang ia akan melihat jejak kebencian dan kemarahan dan membuat Chu Feng merasa puas.

Tetapi, Chu Feng sama sekali tidak tau tentang fakta penting. Xinxin tentu menyadari apa yang ingin dilakukan oleh seseorang yang melatihnya dalam waktu hampir 20 tahun ini.

Xinxin sadar bahwa para Atlantis Race mencoba untuk membuatnya membenci Ren Yuu dan menggunakan dirinya untuk berurusan dengan Ren Yuu suatu hari nanti.

Tentu saja Xinxin tidaklah bodoh, ia juga seorang penguasa sebelumnya walaupun itu hanya di alam mortal. Tetapi tetap saja semua pengaturan apapun, rencana, pencucian otak dan sebagainya tentu Xinxin tau dengan pasti. Karena itu, mau tak mau Xinxin harus berpura-pura untuk membenci Ren Yuu dari lubuk hatinya.

Membenci Ren Yuu? Itu adalah hal yang mustahil bagi Xinxin. Ia telah mendengar banyak tentang kekejian Ren Yuu dalam memusnahkan Atlantis Race. Apakah itu membuatnya marah?

Jawabnya tentu saja tidak karena Chu Feng tidak tau bahwa Xinxin telah sangat mengenal Ren Yuu dengan sangat baik. Xinxin sangat tau bahwa Ren Yuu tidak akan melakukan hal keji seperti itu tanpa sebab yang pasti. Dan semua hal yang diketahui oleh Xinxin tentang Ren Yuu membuatnya tetap bertahan dalam pencucian otak yang dilakukan oleh Chu Feng.

Dan juga, dari peristiwa ini Xinxin menyadari satu fakta bahwa keputusan Ren Yuu tidak ingin dikendalikan memang jalan yang seharusnya diambil.

Reinkarnasi Kedua

Xinxin terus berpikir banyak hal tentang semua yang telah terjadi selama ini. Dan ia sebenarnya sedikit terkejut bahwa Dewa Laut saat ini menawarkan warisan Dewa Laut sebelumnya.

“Apakah kalian menerima ujian untuk mewarisi warisan Dewa Laut sebelumnya? Ujian ini akan sama dengan yang pernah kau jalani sebelumnya, Xinxin, walaupun ada sedikit perbedaan.” ucap Dewa Laut sambil menatap Xinxin dengan wajah serius.

Xinxin terdiam saat mendengarnya. Ia tidak tau harus menjawab apa karena memikirkan banyak hal. “Apa tujuan Dewa Laut memberi warisan kepada kami?” Batin Xinxin.

“Aku akan mengambil ujian,” ucap Chu Di dengan wajah tegas. Ia tentu tidak akan melewatkan kesempatan untuk mendapatkan warisan yang akan mengangkat namanya dan mungkin ia juga bisa menjadi Dewa Laut selanjutnya.

Chu Feng mengangguk puas dengan jawaban Chu Di. Ia pun menatap ke arah Xinxin untuk menunggu jawabannya walaupun ia yakin bahwa Xinxin akan menerimanya.

Bahkan Dewa Laut pun menunggu jawaban Xinxin karena ia merasa bahwa Xinxin adalah kunci untuk keselamatan Realms Of The Sea tanpa Ren Yuu ambil bagian.

Karena tatapan kedua sosok hebat itu, Xinxin mengambil keputusan walaupun sebenarnya ia sudah tidak ingin berurusan dengan hal yang ada di Realms Of The Sea dengan kepergian Ren Yuu.

“Ya. Aku akan mengikuti ujian.” Xinxin mengangguk setuju.

Dewa Laut dan Chu Feng mengangguk puas dengan jawaban Xinxin.

“Baiklah, dalam beberapa hari lagi kita akan pergi ke tempat pewarisan.” Dewa Laut berkata sambil berbicara dan menatap ke arah Chu Feng lalu melanjutkan. “Aku menyerahkan sisanya padamu Chu Feng.”

Chu Feng mengangguk kecil dengan perkataan Dewa Laut dan setelah itu, Dewa Laut pun menghilang dari tempat itu dalam sekejap.

Kemudian Xinxin pun kembali ke kediamannya sambil memikirkan semua yang telah terjadi. Ia merenung dalam waktu yang sangat lama.

“Tampaknya mereka ingin menjadikanku alat juga. Ini seperti yang diperkirakan oleh Ren Yuu. Karena itu dia dengan sengaja mengembalikan Trident Of Destiny dan Sea God Palace karena tidak ingin dikendalikan. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak menyangka bahwa Dewa Laut dan Dewa Penjaga Realms Of The Sea akan berencana untuk memanfaatkan aku juga demi kepentingan semesta ini.” Batin Xinxin.

Wajahnya sedikit dingin karena ia juga tidak ingin dikendalikan oleh siapapun. Terutama seseorang yang mengajarnya dan terus mencuci otaknya agar suatu hari nanti membereskan Ren Yuu.

“Kalian tidak akan bisa mengendalikan ku para orang tua! Suatu hari nanti kalian pasti akan menyesal!” Batin Xinxin. Ia telah memutuskan untuk membuat rencana kedepannya.

Dan kali ini pun, Dewa Laut dan Chu Feng telah membuat kesalahan karena memanfaatkan Xinxin demi kepentingan mereka.

**

Sementara itu, Ren Yuu di sisi lain sedang berada di sebuah dunia tingkat atas di Realms Of The Sea. Ia saat ini sedang menyerap inti dunia tersebut.

Dunia yang ia serap intinya adalah yang ke dua puluh dua. Ren Yuu juga tidak menyangka bahwa ia akan menyerap dunia ke dua puluh dua hanya untuk menembus Tier True God 3rd Heavenly Layer.

Di sisi lain, Mei saat ini berada di luar angkasa menunggu Gurunya selesai menyerap inti sebuah dunia.

Selama hampir dua puluh tahun ini, Mei telah menembus Tier True God 2nd Heavenly Layer. Juga, Origin Core Darkness miliknya telah berevolusi sehingga sama dengan milik Gurunya yang tidak akan dikekang oleh Dao Surgawi dan juga Profound Emperor Darkness. Dengan ini, ia bisa dikatakan sebagai setengah keturunan dari Ren Yuu walaupun sebenarnya tidak.

“Guru akan segera selesai. Waktu sudah sangat banyak berlalu semenjak kami memasuki semesta ini. Dan setelah ini, Guru akan menjalani Reinkarnasi sebanyak dua kali. Mungkin waktunya lebih singkat dari sebelumnya saat Guru melakukan Reinkarnasi pertama.” gumam Mei di ruang hampa sambil menatap ke arah dunia tempat Ren Yuu berada.

Mei mengangkat tangan kanannya dan memperhatikan energi Kegelapan yang merembes dari tangannya. Ia tersenyum kecil karena tau bahwa kekuatan garis darahnya kini sangatlah kuat. Kali ini, walaupun kecepatan kultivasinya tidak sebesar Yu Ling Er dan Xue Ling Long, ia memiliki kelebihannya sendiri yaitu bisa berkembang dengan cara lainnya menggunakan Bloodline-nya.

Sebelum Mei membuat gerakan untuk menggunakan energi Kegelapan miliknya, ledakan besar terjadi di hadapannya.

Duar!

Planet tersebut meledak saat Gurunya melakukan terobosan besar.

“Akhirnya Guru berhasil! Dan kekuatan Guru tampaknya sangatlah besar kali ini walaupun belum mencapai tingkat menengah Tier True God.” ucap Mei saat menatap ledakan besar yang tampak seperti kembang api menurutnya.

Ren Yuu yang baru saja selesai menerobos pun tersenyum kecil.

“Tier True God 3rd Heavenly Layer!” Gumam Ren Yuu.

“Sekarang sudah waktunya untuk memulai reinkarnasi. Juga, saat itu terjadi, aku akan memodifikasi Bloodline milikku. Walaupun sulit, pasti ketika itu terjadi, kekuatanku akan meningkat pesat.” Lanjut Ren Yuu.

“Mei! Ayo kita pergi ke suatu tempat. Aku akan memulai reinkarnasi kedua dan ketiga.” ucap Ren Yuu sambil menatap Mei yang menatapnya dengan tatapan kagum.

“Baik Guru!” Jawab Mei langsung dengan senyum kecil karena ini adalah saat baginya untuk bertugas. Tetapi ia sangat senang mengurusi Gurunya yang akan menjadi bayi kembali.

Ren Yuu mengangguk puas karena muridnya itu sangatlah patuh. Ia pun membuat lubang kegelapan lalu menggunakan teknik Darkness Shift dan melesat ke suatu tempat.

Mei juga tidak tinggal diam, ia melakukan hal yang sama dengan Gurunya. Tentu saja selama dua puluh tahun ini ia telah berhasil mempelajari teknik Darkness Shift. Ia pun langsung mengikuti Gurunya di arah yang sama.

Beberapa hari kemudian, Ren Yuu dan Mei tiba di pinggiran Realms Of The Sea. Tempat yang mereka tuju adalah sebuah dunia mortal yang dihuni oleh sedikit Atlantis Race.

Mereka tiba di sebuah pulau kecil dan itu adalah tempat mereka menetap dalam waktu yang lama kali ini.

“Baiklah Mei, aku akan mencoba untuk memahami bagian kedua kitab Samsara Life And Death. Berkultivasi lah di tempat ini. Walaupun ini adalah dunia Mortal, tetapi inti planet ini memiliki sumber energi dewa yang lumayan tinggi. Alasan mengapa tempat ini lemah, itu dikarenakan tidak ada energi Ilahi yang beredar sehingga tidak akan ada Atlantis Race kuat di tempat ini.” Ujar Ren Yuu.

“Baik Guru.” Balas Mei serius.

Ren Yuu pun langsung duduk bersila dan memulai memahami bagian kedua kitab Samsara Life And Death.

Walaupun Ren Yuu saat ini tidak memiliki Profound Emperor Darkness yang membuatnya sangat cepat memahami sesuatu, tetap saja kemampuannya untuk memahami sesuatu sama seperti biasa karena itu sudah menjadi kebiasaan baginya untuk belajar dengan cepat.

Beberapa bulan kemudian, Ren Yuu yang sedang bermeditasi untuk memahami bagian kedua kitab Samsara Life And Death, menaikkan sudut bibirnya.

Tanpa membuang waktu, Ren Yuu pun memulai reinkarnasi keduanya.

Teknik Reinkarnasi!

Dan reinkarnasi kedua Ren Yuu telah dimulai.

Potensi Xinxin

Tahun terus berlalu dan sudah lebih dari 30 tahun berlalu. Kali ini Ren Yuu lebih cepat dalam melakukan Reinkarnasinya yang kedua. Ia terlahir kembali setelah tiga puluh tahun lamanya. Dan setelah itu, Mei pun merawatnya karena itu adalah tugas untuk Mei.

Dan ketika Ren Yuu telah tumbuh di usia dua puluh tahunan, ia tidak menunggu kekuatannya untuk pulih dan langsung memahami bagian ketiga kitab Samsara Life And Death.

Setelah itu, waktu juga telah terlewati selama kurang dari dua puluh tahun dan Ren Yuu kembali menjadi bayi karena telah selesai melakukan Reinkarnasinya yang ketiga.

Untuk itu pun, ia sudah melewati waktu selama tujuh puluh tahun di dunia tersebut. Dan untuk memulihkan kekuatannya ke puncaknya, ia tau bahwa akan butuh waktu selama lima puluh tahun paling tidak.

Ketika Ren Yuu telah melakukan reinkarnasi ketiga, tiga kelopak muncul di dahinya ketika ia menggunakan kekuatan Samsara.

Selama itu, Mei terus merawat Ren Yuu dengan hati-hati. Ia juga sudah menembus Tier True God 3rd Heavenly Layer dalam waktu itu. Meskipun bakat kultivasinya tidak tinggi, kerja keras Mei memang membuahkan hasil.

Dan lima puluh tahun pun telah berlalu begitu saja. Saat ini Ren Yuu juga telah mencapai Tier True God 3rd Heavenly Layer kembali.

Walaupun Kultivasinya sama dengan Mei saat ini, itu tentu dikarenakan oleh ia berinkarnasi. Tetapi, setiap kali ia berinkarnasi, kekuatannya akan semakin cepat tumbuh karena itu memupuk bakatnya terus-menerus. Bisa dikatakan, bakatnya telah mencapai pemegang Profound Emperor Darkness seperti sebelumnya.

Dan itu tidak memiliki efek samping sama sekali seperti Ren Yuu sebelumnya yang kekuatannya memakan daya hidupnya. Ia juga tidak menyangka bahwa hanya dengan tiga kali reinkarnasi akan mampu meningkatkan bakatnya setinggi itu. Tetapi itu dikarenakan sejak awal bakatnya memang sudah sangat tinggi. Dan ketika bakatnya di pupuk kembali, tentu saja itu akan menjadi sangat mengerikan.

Saat ini Ren Yuu dan Mei sedang berada di luar angkasa. Mereka menatap ke arah kekosongan yang sangat jauh.

“Aku telah selesai melakukan tiga kali reinkarnasi. Kita telah tinggal di semesta ini selama hampir 150 tahun. Aku tidak menyangka akan selama ini.” ucap Ren Yuu.

“Ya Guru.. lalu, apa yang akan kita lakukan saat ini? Apakah kita akan pergi ke Realms Of The Beast?” Tanya Mei sambil menatap Gurunya dengan seksama.

“Ya. Karena peningkatan kekuatan sebelumnya, jalur kita jadi menjauh ke arah Realms Of The Beast. Untuk mencapai semesta itu, akan lama waktu yang kita butuhkan Mei.” Balas Ren Yuu.

“Tidak masalah Guru, yang penting kita bisa membawa para Beast Race untuk berperang melawan God Race dan Abyssal Race.” Ucap Mei serius.

“Kamu benar. Baiklah, ayo pergi jika begitu.” Ren Yuu pun langsung membuat luang Kegelapan dan masuk ke dalam saat menggunakan teknik Darkness Shift.

Mei pun melakukan hal yang sama dan mereka pergi menuju arah Realms Of The Beast.

**

Di sisi lain, saat ini di sebuah dunia yang berada di Realms Of The Sea terjadi sesuatu yang akhirnya membuat Realms Of The Sea berguncang.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah seseorang memiliki dua Bloodline Atlantis tingkat tertinggi yang pernah ada.

“Akhirnya dia telah berhasil. Tidak hanya itu, dia juga telah menguasai hukum Takdir karena berhasil mewarisi Bloodline Atlantis Dewa Laut sebelumnya.” satu pria paruh baya berbicara dengan senyum puas di wajahnya saat menatap ke arah sebuah dunia yang merupakan makam dari Dewa Laut sebelumnya.

“Dengan ini, pasti dia akan bisa mengunakan Trident Of Destiny. Tidak perlu untuk menggunakan bocah sialan itu! Dan dia akan mengerti bahwa dia telah membuat kesalahan dengan menolak ujian.” Lanjut pria paruh baya itu yang tidak lain adalah Patriak clan Chu saat ini, Chu Feng.

Xinxin yang baru saja selesai mewarisi semua yang dimiliki oleh Dewa Laut sebelumnya, membuka matanya sambil melihat ke sekelilingnya. Tatapannya sedikit berbeda karena ia menggunakan hukum Takdir secara tidak sadar.

“Inikah hukum Takdir yang dikatakan setara dengan hukum Waktu?” Gumam Xinxin karena merasa ketika ia melihat, banyak gambar yang tumpang tindih.

“Akhirnya kamu berhasil Xinxin.” suara pria yang terdengar sangat lembut masuk ke telinga Xinxin.

Xinxin pun menatap ke arah lain dan menemukan sosok pria tampan yang selalu memasang senyum di wajahnya ketika berada di sekitarnya. Dia tidak lain adalah Chu Di, jenius terbaik saat ini di Realms Of The Sea.

Saat ini Chu Di telah mencapai Tier True God 5th Heavenly Layer yang sangat mencengangkan. Jika God Race dan Abyssal Race mengetahui keberadaan Chu Di, mereka pasti akan memburunya dengan segala cara.

Sementara itu, Xinxin telah mencapai Tier True God 3rd Heavenly Layer dan tidak akan lama lagi menembus Tier True God 4th Heavenly Layer.

Sebelum Xinxin membalas, sosok Chu Feng tiba di dekat mereka.

“Ayo kita kembali ke Alam Dewa Laut untuk memberi tahu tentang prestasimu kepada Dewa Laut.” ucap Chu Feng dengan senyum lebar di wajahnya.

Chu Di langsung mengangguk setuju karena saat ini statusnya adalah murid Chu Feng. Ia sudah menjadi kandidat dari Dewa Penjaga dan Xinxin menjadi kandidat yang tidak pernah ada sebelumnya, yaitu Dewi Laut di Realms Of The Sea.

Xinxin pun hanya mengangguk dan Chu Feng tidak keberatan sama sekali dengan sifat Xinxin karena sedari awal dia memang seperti itu dan tidak pernah banyak berbicara. Mungkin hanya dengan Ren Yuu ia akan melakukan hal seperti itu.

Karena jarak dunia tempat mereka sangat dekat dengan Alam Dewa Laut, tidak akan butuh waktu lama untuk pergi ke sana.

Makam Dewa Laut sebelumnya berada di tempat yang berbeda dengan makam Dewa Penjaga yang sebenarnya berada di Alam Dewa Laut.

Itulah sebabnya sebelumnya Xinxin merasakan perasaan yang sangat familiar karena ia mewarisi Bloodline Dewa Penjaga sebelumnya.

Lalu mereka bertiga pun langsung kembali ke Alam Dewa Laut.

Dan ketika Xinxin mencapai Alam Dewa Laut, sudah pasti Dewa Laut saat ini akan menyuruh Xinxin menggunakan Trident Of Destiny. Sebab, kali ini Dewa Laut pasti yakin bahwa Xinxin akan berhasil karena telah menguasai hukum Takdir seperti Dewa Laut sebelumnya dan Ren Yuu.

**

Sementara itu, Ren Yuu tidak tau sama sekali dengan apa yang dilakukan oleh Xinxin. Ia saat ini sedang bergerak di kekosongan dengan kecepatan tinggi dan Mei tepat berada di belakangnya.

Saat sedang bergerak, Ren Yuu tentu akan terus menerus mengedarkan energi spiritualnya untuk melacak sesuatu.

Dan ketika hendak melewati dunia tertentu, Ren Yuu langsung memasang wajah serius dan berhenti tidak jauh dari dunia itu.

Mei pun bingung kenapa Gurunya berhenti dan ia pun berhenti juga.

“Ada apa Guru?” Tanya Mei penasaran saat tiba di sebelah Gurunya.

“Di dunia itu ada aura makhluk yang tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku!” Balas Ren Yuu dengan wajah serius.

Mei terkejut mendengar apa yang Gurunya katakan dan melihat ke arah dunia yang tidak jauh di depan mereka.

Ren Yuu yang telah mengenal sedikit aura dari sosok yang ada di dalam dunia tersebut pun menaikkan sudut bibirnya. Karena sudah waktunya untuk mencoba makhluk yang menjadi sumber masalah di Nine Realms, God Race.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!