NovelToon NovelToon

CINTA DI DALAM PERJODOHAN 2

Bab 1. Berlibur.

Faris dan Aleta akan berangkat bersama teman-temannya menuju Bali. Teman-teman Faris diantaranya Bram, Alex dan Kelvin. Mereka semua berangkat membawa pasangan masing masing, dan mereka juga meminta Faris untuk membawa seseorang biar dia tidak menjadi pengganggu. Akhirnya Faris memutuskan untuk mengajak Aleta walaupun dengan cara sedikit memaksa.

Faris yang sudah selesai bersiap siap memilih untuk menunggu Aleta yang sedang berdandan, di depan meja Rias yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat duduknya.

"Kamu harus menemaniku kemanapun saat di Bali," kata Faris sambil fokus membalas pesan dari Bram, sahabatnya yang ingin merayakan hari jadinya bersama pacar barunya di Bali.

"Kenapa harus begitu?" tanya Aleta yang baru selesai berdandan.

"Karna aku membawamu ke Bali untuk menemaniku di sana," jawab Faris sambil memasukan ponselnya ke dalam saku celananya, kemudian langsung berdiri dan melangkah keluar dari apartemennya.

Aleta yang tidak bisa melawan dan menolak, hanya terdiam sambil mengikuti Faris yang sudah menunggunya di luar apartemen. Setelah mengunci apartemennya, Faris dan Aleta langsung pergi menuju bandara di antar oleh supir pribadi Faris.

Aleta dan Faris tidak sadar kalau mereka sama-sama memakai celana warna sepadan. Setelah mereka sampai di bandara, semua teman-teman Faris yang sudah menunggu sejak beberapa menit yang lalu, saling melirik sambil tersenyum melihat kekompakan Faris dan wanita cantik itu.

Menyadari ekspresi beberapa orang dihadapan mereka, barulah Faris dan Aleta sadar dengan penampilan mereka berdua, karna bukan hanya pakaian mereka yang berwarna sama, tapi sepatu mereka pun sama-sama berwarna putih.

Tapi Faris yang aslinya tidak terlalu pusing, hanya cuek dengan memasang tampang dinginnya. Sementara Aleta yang berada di sampingnya sudah salah tingkah, dengan tatapan orang-orang di hadapannya.

"Sebelum pergi aku ingin foto dengan mereka," ucap Vina pacar barunya Bram yang memang banyak maunya.

Bram yang baru jadian tidak bisa menolak apa yang Vina mau, akhirnya dia setuju untuk berfoto setelah mereka semua selesai berkenalan dengan Aleta.

Sebenarnya Faris tidak ingin berfoto, karena dia memang sangat tidak suka bergaya di depan kamera. Tapi demi teman baiknya itu akhinya dengan terpaksa dia ikut apa yang di inginkan Vina pacar barunya Bram.

Tanpa sepengetahuan Bram ternyata Vina itu bukan wanita yang baik, dia itu sudah sering merebut pacar temannya bahkan pacar saudarinya sendiri. Dan di saat dia melihat Faris, dia langsung berfikir untuk mendekati Faris. Apalagi dia sudah dengar dari Bram kalau Faris itu anak dari salah satu pengusaha tersukses.

Vina menatap Faris dengan tatapan liciknya. Dalam hati dia berniat untuk menyingkirkan Aleta dan ingin memiliki Faris. Dia sudah tidak memikirkan Bram yang berada di sampingnya saking tergila-gilanya dia sama Faris, yang memang lebih segala-galanya di bandingkan dengan Bram.

Bram dan yang lainnya tidak menyadari tatapan Vina kepada Faris saking hebohnya mereka berkenalan dengan Aleta, dan yang menyadari tatapan licik Vina hanyalah Faris yang sejak tadi hanya terdiam di samping Aleta.

Setelah melihat tatapan Vina yang aneh terhadapnya, Faris langsung beralasan menelfon seseorang tapi matanya terus tertuju kepada Vina. Dan karena Faris mengenakan kaca mata hitam, sehingga Vina yang sudah sangat penasaran dengannya tidak menyadari kalau Faris sedang memperhatikannya.

Setelah mereka semua selesai berkenalan dengan Aleta, Vina langsung buru-buru mendekat ke samping Faris untuk mau berfoto. Tapi dengan gerakan cepat Faris segera mendekat ke arah Aleta sampai dada bidangnya menempel di belakang Aleta, yang membuat Aleta terkejut, berbalik menatapnya bingung..

Vina yang begitu kesal karena tidak bisa mendekati Faris mencoba untuk menenangkan dirinya. Dia menatap Aleta dengan senyum yang di paksakan sambil bergeser sedikit menjauh.

Kemudian di susul Bram yang baru selesai memberikan Kameranya kepada Kelvin untuk memotret mereka.

Vina yang sudah berdiri di antara Aleta dan Bram sesekali melirik ke arah Faris, dan Faris yang menyadarinya langsung menarik Aleta, sambil melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Aleta yg ramping, sehingga membuat Aleta tersentak saking kagetnya.

Aleta yang di peluk Faris tetap tidak bersuara, walaupun dia sangat kaget dan bingung dengan sikap Faris yang aneh. Apalagi dia juga sudah tidak merasa asing dengan sentuhan tangan itu. Faris yang memang sengaja memeluk Aleta tambah mempererat pelukannya di pinggang Aleta sambil tersenyum ke arah kamera.

Setelah selesai berfoto, mereka langsung bergegas melangkah masuk karena 20 menit lagi pesawat yang akan mereka tumpangi akan take off. Sesampainya di dalam pesawat Faris yang berada di depan Aleta langsung duduk di samping jendela dan menarik Aleta untuk duduk di sampingnya.

Tapi karena Faris menariknya sedikit kencang, membuat Aleta yang masih menatap ke sana ke mari langsung terjatuh tepat di atas pangkuangnya.

"Aduuuh..," teriak Aleta karena kepalanya terbentur kepala Faris.

"Kamu kenapa sih?" tanya Aleta sedikit kesal sambil mengusap-ngusap kepalanya.

"Pelan-pelan saja kawan," sambung Kelvin yang sudah duduk di belakang Faris.

Faris yang di ejek hanya terdiam sambil menatap Aleta yang masih berada di pangkuannya dengan tatapan dinginnya. Saat itu juga dia menyadari tatapan Vina yang masih tertuju kepada mereka. Hal membuatnya kembali berfikir untuk menunjukkan pada wanita itu, kalau dia sangat mencintai wanita cantik yang masih tetap berada di pangkuannya.

Dengan penuh kelembutan dia mengusap kepala Aleta, yang malah membuat Aleta tambah kebingungan. Belum sempat Aleta tersadar dari kebingungannya, Faris kembali mengecup pundak Aleta dengan mesranya. Seketika Aleta pun tersentak sanking kagetnya, dengan sikap tak biasa yang ditunjukkan Faris.

Semua teman-teman Faris tersenyum sambil melirik satu sama lain setelah melihat apa yang baru saja Faris lakukan, karena mereka belum perna melihat Faris melakukan hal seperti itu apalagi di depan umum.

Betapa malunya Aleta diperlakukan seperti itu oleh Faris di depan umum. Karena dia tahu kalau Faris tidak mencintainya. Dia merasa seperti seorang wanita yang tak punya harga diri. Perlahan dia bergeser dari pangkuan Faris, duduk di sampingnya tanpa bersuara. Sementara Faris yang sama sekali tidak menyadari keadaannya, malah terlihat santai, apalagi saat menyadari ekspresi Vina yang berubah seketika, melihat perlakuannya pada Aleta.

Alera yang sudah terlanjur sakit hati dengan perlakuan Faris terhadapnya, hanya menundukkan kepala berusaha menenangkan diri, yang hampir hilang kendali saking kesalnya. Ingin sekali dia menampar Faris, biar tidak seenaknya melakukan hal seperti itu. Tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu, mengingat dirinya hanyalah orang asing yang hanya menumpang hidup dalam keluarga pria dingin itu.

Apa yang dilakukan Faris adalah keputusan yang tepat. Vina seketika dibakar api cemburu melihat kedekatan dia dan Aleta. Wanita itu sungguh tak tahu malu, mencintai seorang pria yang memiliki hubungan dekat dengan kekasihnya sendiri.

Bab 2. Kekesalan Aleta.

Aleta menundukan wajahnya sambil menghapus air mata yang sudah mengalir membasahi wajah cantiknya itu. Dia tambah sakit hati dan malu karena teman-teman Faris tidak henti-hentinya mengejek Faris.

"Ris, tahan-tahan dulu,,! Ini masih di dalam pesawat. Kata Bram mengejek kemudian mereka tertawa.

"Hahahahahaha.

Sedangkan Faris yang sedang membaca koran di samping Aleta hanya bersikap tenang dan santai, seperti orang tidak berdosa. Dia tidak menyadari kalau Aleta yang sedang duduk di sampingnya itu sudah menangis karena perbuatannya.

"Ini minuman kamu,,! Kata Faris sambil menyodorkan satu botol Air Mineral ke arah Aleta, sambil tetap fokus membaca koran.

Tanpa menjawab apa-apa, Aleta mendorong tangan Faris sedikit kasar sehingga membuat Faris langsung menatapnya dengan tatapan bingung. Dan dia semakin bingung lagi, di saat melihat wajah Aleta sudah di penuhi air mata yang keluar tanpa henti.

"Kamu kenapa,,? Bisik Faris di kuping Aleta tapi tidak di hiraukan oleh Aleta.

"Aleta ada apaaa,,? Tanya Faris lagi dengan nada yang sudah kesal tapi tidak di dengar yang lain, karena Faris bertanya dengan cara berbisik.

Aleta tetap tidak menjawab pertanyaan Faris, karena tidak di jawab, akhirnya Faris memilih untuk kembali membaca koran di tangannya tanpa memperdulikan Aleta yang yang masih terus menangis.

Setelah beberapa menit, Aleta yang sudah merasa lebih tenang memilih untuk tidur dengan menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi, sedangkan Faris yang berada di sampingnya tidak menengok ataupun melirik dia sama sekali.

Faris memilih untuk tidak memperdulikan Aleta, tapi di dalam hatinya dia sangat penasaran dengan Aleta yang tiba tiba menangis. Karena merasa Aleta sudah terlelap, dia langsung berbalik menatap Aleta sambil berbicara dalam hatinya.

"Ada apa dengannya,,? Apa dia punya masalah,,? Tanya Faris dalam hati.

Selain tampan dan Kaya, Faris adalah laki-laki yang mempunyai kecerdasan luar biasa, tapi dia sangat tidak peka dengan wanita dan itulah yang menjadi kekurangannya.

Jangankan Aleta yang berstatus orang lain, Mama Alira dan Almira adik satu-satunya itu saja, dia tidak peka dan tidak mengerti apa yang mereka mau kalau mereka tidak memberitahukan dia. Tapi walaupun seperti itu, dia tetap super hero bagi keluarganya.

Setelah tiba di Bali mereka langsung bergegas ke vila Faris yang letaknya tidak terlalu jauh dari pantai, sebenarnya Faris memiliki beberapa buah vila juga hotel berbintang dan apartemen di Bali, tapi dia memilih vila itu karena mengikuti keinginan teman-temannya yang mau menginap di dekat pantai.

Vila itu di jaga oleh Pak Maman orang kepercayaan Faris bersama istrinya. Rumah Pak Maman bersebelahan dengan vila Faris, dan mereka yang menjaga juga mengurus vila mewah itu selama ini.

Sampainya di vila mereka di sambut dengan jamuan yang lengkap oleh Pak Maman juga istrinya, karena Faris sudah mengabari mereka saat masih di Jakarta. Selain jamuan, mereka juga sudah di siapkan kamar masing-masing oleh pak Maman.

Vila Faris yang mewah itu terdapat tiga lantai, lantai pertama ada ruang tamu dan tiga kamar tidur juga dapur, lantai dua juga ada satu kamar tidur, mini bar, juga tempat karoke, sedangkan lantai tiga, terdapat kolam renang yang luas, tempat bersantai dan ruang olah raga.

Kelvin, Alex dan Bram bersama pasangan mereka di antar oleh Pak Maman ke kamar mereka masing-masing yang terletak di lantai satu, sedangkan Faris dia memilih kamar yang ada di lantai dua bersama Aleta. Karena kamar itu adalah kamar pribadinya yang tidak bisa di tempati orang lain.

"Pak, tolong antar teman-temanku ke kamar mereka,,! Kata Faris setelah mereka semua selesai menikmati hidangan yang di siapkan oleh istri Pak Maman tadi.

"Baik Tuan,,! Jawab Pak Maman penuh hormat dan langsung mengajak teman-teman Faris ke kamar masing-masing.

Vina yang sudah melangkah bersama Bram dan teman-temannya yang lain, masih sempat melirik Faris tapi Faris tidak memperdulikannya sama sekali. Vina tambah tergila gila dan ingin memiliki Faris setelah dia melihat dan mengetahui aset aset Faris yang sangat mewah seperti vila yang sedang mereka tempati itu.

Sedangkan Aleta yang dari tadi berdiri di depan jendela menatap keindahan pantai, hanya terdiam tanpa memperdulikan yang lainnya. Dia tidak ingin berlama-lama di samping Faris karena dia masih sangat kesal dan murka di saat melihat wajahnya.

"Ayo kita ke atas,,! Ajak Faris setelah berada di belakang Aleta.

"Buat apa ke atas,,? Tanya Aleta dengan nada kesalnya tanpa menatap Faris.

"Ya buat taruh barang-barang kita,,! Jawab Faris santai.

"Lagian ini sudah jam lima sore, apa kamu tidak mau mandi,,? Tambah Faris.

Dan belum sempat Aleta menjawab, Faris sudah menarik tangannya menuju tangga, karena dia melihat bayangan Vina yang sedang berjalan ke arah mereka dari kaca jendela yang berada di depan.

Di saat mereka sudah menaiki tangga, Aleta sedikit melawan dengan menghentikan langkahnya dan hendak menarik tangannya, tapi dengan segera Faris langsung mempererat cengkramannya di tangan Aleta sambil berkata.

"Apa kamu ingin di gendong,,? Kalau kaya gitu sini aku gendong,,! Kata Faris sedikit keras dan di dengar oleh Vina.

Faris memang sengaja membuat Vina mendengarnya, dan Vina yang mendengar perkataan Faris itu langsung berbalik kemudian kembali melangkah ke arah kamarnya dengan tampang yang tidak bisa di artikan.

Setelah Vina pergi Faris kembali menarik tangan Aleta, dan Aleta yang merasa terancam hanya melangkah mengikuti Faris dengan wajah yang sudah sangat merah karena menahan emosi.

Faris menghindar dari Vina karena selain dia tidak suka dengan wanita seperti itu, dia juga tidak mau persahabatan dia dan Bram hancur hanya karena satu wanita. Apalagi menurut Faris Bram sepertinya tidak mengetahui sifat buruk pacarnya itu, sambil melangkah Faris memikirkan semuanya.

"Lepaskan aku brengseeek,,! Teriak Aleta setelah mereka berada di lantai dua dan membuat Faris langsung kaget.

"Aku tidak ingin tidur sekamar sama kamu,,! Kamu fikir aku ini wanita apaan,,? Yang selalu kamu perlakukan sesuka hatimu. Tambah Aleta dengan nada yang sedikit naik dan mata yang sudah berkaca-kaca lantaran sakit hati terhadap Faris.

"Ada apa sebenarnya denganmu,,? Tanya Faris dengan tampang kebingungan.

"Apa,,? Ada apa denganku,,? Bisa-bisanya kamu bertanya seperti itu,,! Kamu memperlakukanku seperti wanita yang tidak punya harga diri, kamu melakukan semua yang kamu inginkan tanpa memikirkan perasaanku,,! Hiks,,, hiks,, hiks,, aku benci bangat sama kamu,,! Hiks,,,hiks,,,hiks. Aleta berkata panjang lebar sambil menangis.

"Kamu bersandiwara di depan teman-temanmu kalau aku ini kekasihmu, kamu anggap apa akuu,,? Mainan kamu,,? Kamu telah menghancurkan masa depanku dan jadikan aku korban kebiadapanmuu,,! Hiks,, hiks,, hiks. Aleta kembali menangis sambil mengeluarkan semua yang dia rasakan.

"Aletaa,,! Aku tidak bermaksud seperti itu, dengarkan dulu penjelasanku,,! Kata Faris sambil menatap Aleta yang sedang menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua belah tangnnya.

"Percuma penjelasanmu, kamu mau menjelaskan seperti apapun aku tetap tidak perduli. Karena penjahat tetap penjahat. Kata Aleta dan langsung membuang muka dari Faris.

Bab 3. Rahasia yang tidak di ketahui Faris.

Aleta membuang muka dari Faris sambil menghapus air matanya, dan Faris yang berada di sampingnya hanya menatapnya tanpa bisa berkata apa-apa. Faris sangat bingung dengan jalan fikiran Aleta, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskan semuanya agar Aleta tidak salah faham.

"Aletaa,,! Faris kembali memanggil Aleta sambil meraih pergelangan tangan Aleta setelah membuka pintu kamarnya.

Faris ingin berusaha menjelaskan semuanya, tapi dengan kasarnya Aleta menarik tangannya dari genggaman Faris dan langsung melangkah masuk ke dalam kamar.

Aleta masuk ke dalam kamar dan langsung mengambil perlengkapan mandinya kemudian melangkah menuju kamar mandi. Sedangkan Faris yang sudah terduduk di kursi sofa yang terdapat di dalam kamar itu, hanya menatap Aleta yang sedang berlalu di hadapannya tanpa bersuara.

Selesai mandi Aleta memakai handuk yang tergantung di gantungan pintu, kemudian dia berdiri di hadapan cermin dengan tampang kebingungan karena dia lupa membawa pakaian gantinya. Akhirnya dengan ragu-ragu dia mengintip dari pintu untuk melihat keberadaan Faris.

Karena tidak melihat keberadaan Faris, dengan buru-buru Aleta segera keluar menghampiri kopernya yang terletak di samping tempat tidur dan mengambil pakaian gantinya, tapi tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara Faris di belakangnya.

"Aleta,, kita harus bicara,,! Kata Faris yang sudah berdiri di belakang Aleta dengan rambut yang masih basah karena dia baru selesai mandi di kamar mandi yang lain.

"Aku tidak ingin bicara sama kamu. Jawab Aleta dan segera melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

"Aleta, kamu harus dengar dulu penjelasanku. Faris berkata sambil mengikuti Aleta tapi Aleta dengan segera langsung mengunci pintu dari dalam.

"Aleta, Aku tidak ada maksut apa-apa,,! Aku lakukan semua itu semata-mata hanya ingin menghindar dari Vina.

"Aku merasa Vina punya maksud lain dengan cara dia menatapku,,!

"Aku tidak ingin persahabatanku dengan Bram hancur hanya karena Vina. Aku minta maaf kalau perbuatanku itu menyakitimu. Kata Faris panjang lebar di depan pintu kamar mandi.

Sedangkan Aleta yang sudah selesai berpakaian, bersandar di pintu kamar mandi sambil meneteskan air matanya? Hatinya sangan hancur mendengar penjelasan Faris, karena sebenarnya Aleta sudah terlanjur mencintai Faris.

Aleta berharap kalau Faris juga punya perasaan yang sama dengannya, sehingga Faris memaksanya untuk ikut ke Bali dan memperlakukannya seperti seorang kekasih, tapi ternyata semua hanyalah harapan yang menyakitkan untuk Aleta.

"Aletaa,,! Aleta apa kamu dengar semua yang aku katakan,,? Aku tidak bermaksut menyakitimu, dan kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan itu lagi Karena bukan kamu yang aku cinta. Kata Faris yang membuat hati Aleta semakin hancur.

"Iya aku dengar,,! Jawab Aleta dari dalam kamar mandi dengan suara yang tegar, namun air matanya terus mengalir membasahi wajah cantiknya.

Setelah mendengar jawaban Aleta, Faris langsung melangkah keluar dari kamar menuju tangga. Tapi di saat dia mau menuruni tangga, dia menabrak Vina yang memang sengaja naik ke lantai atas untuk mau melihatnya, dan karena Vina hampir jatuh, akhirnya Faris dengan segera memeluk Vina.

Vina tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, diapun langsung memeluk Faris dengan senyuman licik yang terukir di wajahnya. Tanpa mereka sadari Aleta yang baru mau keluar dari kamar melihat mereka yang sedang berpelukan.

Aleta sangat terkejut dengan apa yang dia lihat, karena baru beberapa menit yang lalu Faris mengatakan kalau dia mau menghindar dari Vina, tapi sekarang yang Aleta lihat sangat bertolak belakang dengan penjelasan Faris.

Karena tidak tahan dengan apa yang dia lihat, Aleta segera kembali masuk ke dalam kamar dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Aleta makin membenci Faris dan dia yakin kalau apa yang di katakan Faris tadi hanyalah sebuah kebohongan.

"Dasar bajingaan,,! Pembohoong,,! Setelah aku yang dia jadikan korban, sekarang dia kembali mencari korban yang baru. Kata Aleta sambil berlinang air mata.

Sedangkan Vina di luar sana masih tetap memeluk Faris sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Faris, dan tanpa malu dia berkata.

"Aku sangat menginginkanmu, aku rela memberikan seluruh tubuh dan juga hidupku untukmu. Kata Vina yang membuat Faris langsung geram.

Tanpa berfikir panjang Faris segera mendorong Vina sampai membuatnya hampir terjatuh dari tangga, dengan tatapan membunuh Faris menatapnya sambil berkata.

"Jangan pernah kamu ulangi hal seperti ini lagi kalau kamu tidak ingin celaka. Kata Faris dan segera pergi menuju lantai bawah.

Vina yang dasarnya memang tidak tau malu semakin penasaran dengan Faris yang terlihat begitu dingin dan kasar, baginya laki-laki seperti itulah yang sangat menantang, sambil menatap Faris yang sudah menuruni tangga dengan senyum liciknya dia berfikir untuk mencari cara memiliki Faris.

Sampainya di lantai bawah, Faris melihat teman-temannya sedang duduk di ruang tamu sambil membahas rencana mereka untuk besok. Dan Faris langsung bergabung.

Tidak berapa lama Vina pun ikut bergabung, Vina duduk di samping Bram tapi dia terus melirik Faris yang sedang asik bercerita dengan Alex, dan Faris yang menyadarinya tidak memperdulikannya sama sekali.

Lirikan Vina ke arah Faris yang terlihat aneh itu membuat Sindi pacarnya Alex makin curiga, karena sejak kemarin Sindi memang sudah memperhatikannya, dan itu bukan tatapan biasa menurut Sindi.

"Di mana Aleta,,? Tanya Maya pacarnya Kelvin karena hanya Aleta yang tidak ada di situ.

"Dia lagi di kamar,,! Jawab Faris.

"Dia sudah tidur,,? Sambung Sindi.

"Tadi sih belum, tapi tidak tau sekarang. Jawab Faris.

Dan belum beberapa lama mereka menyebutkan namanya, tiba-tiba Aleta sudah muncul menuruni tangga dengan penampilannya yang begitu cantik dan seksi dengan senyuman manis yang terukir di wajah cantiknya itu.

Mereka semua yang melihat Aleta langsung terpana termasuk Faris juga Vina, Faris menatap Aleta dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, dan Vina yang melihat tatapan Faris itu langsung geram sambil mengepalkan kedua tangannya.

Sedangkan Aleta dia melangkah tanpa memperdulikan Faris sama sekali. Sebenarnya Aleta masih sangat sakit hati dan tidak sanggup melihat wajah Faris setelah apa yang dia lihat tadi, tapi dengan sekuat hati dia mencoba untuk tetap tegar walaupun hatinya sangat hancur.

Aleta tidak ingin Faris tahu tentang perasaannya yang sebenarnya setelah dia tahu perasan Faris terhadapnya. Dan dia juga sudah memutuskan untuk menutup rapat-rapat sesuatu yang tidak di ketahui Faris selama ini.

Selama ini Faris tidak tahu kalau Aleta pernah mengandung anaknya setelah kejadian beberapa tahun lalu di Amerika, dan yang mengetahui itu hanyalah Reza sepupu Aleta yang bersamanya waktu itu.

Sebenarnya Aleta ingin memberitahukan Faris setelah dia sadar kalau dia sudah terlanjur jatuh cinta padanya, tapi karena mendengar penjelasan Faris tadi membuat Aleta memutuskan untuk menutup rapat dan membuang jauh kenangan pahit itu.

Bukan hanya itu saja, Aleta juga ingin mengubur dalam-dalam rasa cintanya kepada Faris, karena dia tidak mau menghabiskan waktunya untuk mencintai orang yang tidak mencintainya sama sekali.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!