NovelToon NovelToon

Permaisuri Rebutan

kata author

Hallo semuanya, ini adalah karya yang sebelumnya udah pernah publish.

Author hanya sekedar buat yang baru, sedikit berbeda awalannya dan penulisannya pun author perbaiki.

Ini cerita yang sama kok yaitu Permaisuri Rebutan yang tentang Fung Li dan Kaisar Xiao Zhan.

Selamat membaca yah semuanya, jangan lupa tinggalkan komen, hadiah, vote, like dan lainnya. Terima kasih.

Awal Mula

Diawali dengan penghianatan dari kekasihnya yang tertangkap basah sedang melakukan hubungan panas yang sungguh menyakiti rasa cinta dan kepercayaannya.

Gadis itu bernama Fung Li agen pembunuh bayaran sekaligus Mafia terkejam dijaman itu. Dia dicap jenius oleh semua orang karena kepintarannya yang diatas rata rata bahkan diluar pemikiran.

Akan tetapi percintaan gadis itu tidaklah beruntung saat dimana pada hari itu hal yang tidak pernah diharapkannya terjadi.

***

Pada hari itu, di kamar hotel tampak dua sosok orang berlawanan jenis yang sedang berpelukan di atas ranjang dengan posisi duduk menyandarkan punggung pada dua bantal yang tersusun.

Mereka berbincang hangat sambil tersenyum-senyum dan saling berlaku mesra.

Sosok Lelaki yang tampak bertelanjang dada memamerkan tubuh kekarnya itu mengelus-elus belakang rambut gadis di pelukannya, "Ruw Si, hal ini kita rahasiakan yah dari Fung Li," katanya.

Lelaki itu tiada lain adalah kekasih Fung Li yang baru pertama kali melakukan hal yang dinantikannya namun dengan orang yang salah, karena Fung Li sang kekasih gadis yang luar biasa sibuknya jadi dia sudah tidak tahan hingga melampiaskan nafsunya pada sahabat dari kekasihnya sendiri tanpa pikir panjang.

Ruw Si sang sahabat pun menerimanya dengan senang hati karena sudah lama begitu menyukai Lelaki itu tanpa sepengetahuan Fung Li.

Di luar kamar tepatnya dihadapan pintu tebal, gadis cantik yang memakai baju kaos putih polos, ditutupi mantel coklat panjang dengan celana jeans panjang mulai menekan tombol memicik kata sandi yang keluar dari bibirnya.

"Tiga puluh satu, dua belas dan dua kosong dua puluh satu, Zhu Xi pasti sedang menungguku " gumam gadis itu sambil tersenyum manis penuh rasa senang.

Berhasil memicik tombol kata sandi yang benar, pintu canggih itu otomatis terbuka dengan bergeser kesamping dalam hitungan detik bersamaan mengeluarkan suara decitan.

Suara decitan itupun mengalihkan pandangan dua orang dalam kamar yang asiknya bermesraan.

Pintu terbuka menampakkan isi kamar, pandangan gadis itu tertuju pada dua orang yang berada di atas ranjang saling berpelukan nyaman dengan pandangan yang tertuju kearahnya.

Gadis itu yang tiada lain adalah Fung Li seketika mematung ditempat, hatinya terasa sakit bagai disayat-sayat bilahan pisau bertubi-tubi, napasnya terasa sesak melihat dua orang yang sangat dikenalnya itu.

Fung Li menutup mulutnya dengan wajah sangat syok, "kalian." Dia menunjuk kearah dua orang itu yang tiada lain Zhu Xi kekasih dan Ruw Si si sahabat dekatnya sendiri.

Zhu Xi dan Ruw Si kaget bukan main melihat Fung Li yang langsung melangkah masuk dengan mulut yang ditutupi sebelah tangan.

Fung Li mengepalkan tangannya begitu erat dengan gigi yang menggertak, matanya tampak berkaca-kaca, pikirannya berkecamuk berusaha memahami situasi saat ini.

Sontak Zhu Xi ingin beranjak dari atas ranjang niat ingin menghampiri Fung Li namun ditahan oleh Ruw Si yang menahan lengan tangannya.

Air mata tak kuasa Fung Li bendung lagi, isak tangis kian terdengar seiring dia mendekat ke tepi ranjang.

"Fung Li, ini tidak seperti yang kau pi ...," jelas Zhu Xi terpotong.

"Cukup kalian berdua!, teganya kalian mengkhianati kepercayaanku selama ini!," sela Fung Li dengan suara meninggi.

Dengan perasaan benci bercampur kecewa, Fung Li menghentikan langkahnya tepat di sisi samping ranjang dekat Zhu Xi.

Fung Li menatap Zhu Xi dengan air mata yang tak sengaja mengalir membasahi pipi mulusnya.

Sebelah tangannya perlahan merogoh dalam saku celananya dan mengeluarkan satu buah pistol lalu mengarahkannya pada Zhu Xi dan tanpa berpikir lagi saking sakitnya langsung menembak pria secara tak terduga.

Doorrr ...

Suara tembakan pistol itu terdengar jelas lalu suara jatuhnya pistol yang di pegang Fung Li menyentuh lantai.

Ruw Si kaget melihat sosok pria di sampingnya yang tak bisa berkutik lagi di tempat dengan mulut sedikit terbuka terlihat darah segar mengalir keluar.

Keraguan sempat menghantui Fung Li akan kekasih dan sahabatnya itu namun itu tidak menghilangkan rasa sakitnya melihat hal yang tak disangkanya terjadi.

Zhu Xi menahan sakit akibat tembakan Fung Li padanya, dia pun berusaha juga mengambil pistol diatas meja dengan cepat lalu kejadian tidak terduga pun terjadi.

Dorrr ... dorrr ...

Karena tak sempat pergi, Fung Li tertembak peluru tepat menembus bagian jantungnya oleh kekasihnya itu. Tembakan itu tepat sasaran karena kekasih Fung Li adalah seorang ketua mafia yang berada di atas Mafia Fung Li. Tentu keahlian Pria itu tidak diragukan lagi.

Fung Li pun ambruk dilantai dengan wajah kebencian campur rasa kecewanya, dengan menutup mata dia mengangkat sedikit bibirnya, "aku benci penghianatan," lirihnya yang terdengar pilu lalu tak lama menutupkan mata bersamaan menghembuskan napas terakhir karena sudah tidak kuasa lagi menahan sakit.

Akhirnya gadis cantik itu mati dengan pengkhianatan dari orang yang dicintainya sendiri begitu menyakitkannya. Bagaimana lagi memang seperti itulah kenyataannya.

***

Di lain tempat yang begitu kuno dan juga terlihat begitu kumuh.

Lantai yang hanya terlihat tanah tanpa lapisan apapun terbangun seorang gadis yang memekik kesakitan.

"Akkh..dimana ini?," bingungnya. Dia menatap sekeliling tempat yang begitu kumuh dengan dinding yang bolong bolong dan atap yang rusak.

Seketika terlintas ingatan asing dalam dirinya yang begitu memusingkan kepala. Gadis itu ialah Fung Li yang masuk dalam tubuh Putri seorang Jenderal perang ternama di Kerajaan Wuxi.

Ingatan beribu bayangan masuk dalam pikiran Fung Li membuat gadis itu semakin merasa bingung.

"Dimana ini ... aku kan sudah mati kenapa masih hidup?," tanyanya pada diri sendiri karena merasa bingung. Dia perlahan membangkitkan tubuhnya duduk dari baringannya.

Tiba tiba masuk seorang gadis muda berumur lebih muda dengan langsung berlari memeluk tubuhnya, "Putri... anda sudah sadar ... apakah anda baik baik saja?, hiks hiks aku tidak akan meninggalkan Putri lagi," tangisnya sesegukan.

Gadis muda itu menangis memeluk Fung Li yang berada ditubuh Putri yang bernama Fung Si.

"Siapa kau?, "tanya Fung Li dengan wajah dingin melepas pelukan gadis didepannya.

Gadis yang memeluk itu terkejut dengan reaksi junjungannya, bagaimana bisa setelah dicambuk habis dan ditusuk pedang oleh Kaka perempuan dari Putri Fung Si jadi sangat berubah.

Tatapan yang sebelumnya selalu takut berubah jadi begitu dingin dan menakutkan.

"Putri Fung Si saya adalah pelayan anda yang selalu bersama anda sedari kecil," jawab pelayan itu yang bernama Silli.

Gadis dari abad dua puluhan itu mengingat ingatan asing yang muncul dibenaknya, dia pun akhirnya mengerti apa yang tarjadi padanya. Jadi aku masuk dalam tubuh putri ini? batin Fung Li.

Fung Li melirik gadis didepannya dan berucap, "iya aku ingat," jawab Fung Li dengan wajah datar.

Dia masih merasakan sakit dari kejadian yang begitu menyakitinya, itulah mengapa wajahnya begitu dingin pada siapapun.

"Putri saya akan mengobati luka anda di bagian perut, kaka perempuan anda telah membuang anda dijurang hutan kematian itu Putri ..., aku rasa ingin sekali membunuhnya sekarang juga," geram Silli menggertakan giginya.

Fung Li berpikir apakah putri dari tubuh ini begitu malang nasibnya sampai dibunuh dan dibuang seperti itu.

Mulai saat ini dia bertekad untuk merubah pandangan orang lain terhadap putri yang bernama Fung Si, atau lebih tepat tubuh Putri yang dia masuki.

Fung Li bersyukur masih bisa hidup kembali walau bukan ditubuh aslinya. Dia berusaha menerima tubuh itu walau rasanya akan sangat sulit.

"Biar aku saja yang mengobati lukanya dan kau carikan aku tumbuhan yang bisa mengobati luka ini dengan ampuh. Apa disini ada tumbuhan sirih?," tanya Fung Li pada gadis dihadapannya.

Silli terkejut dengan perubah sikap junjungan mudanya ini. Bukankah Putri tidak tahu tentang apapun dan ini Putri mencari sebuah tumbuhan yang tidak pernah aku dengar sebelumnya? batinnya.

Bersambung...

Menikah hari ini?

Silli terkejut dengan perubah sikap Junjungan mudanya ini. Bukankah Putri tidak tahu tentang apapun dan ini Putri mencari sebuah tumbuhan yang tidak pernah aku dengar sebelumnya batin Silli.

"Putri tumbuhan itu saya baru pertama kali mendengarnya," ujar Silli dengan wajah heran pada nonanya itu.

"Oh baiklah ... carikan tumbuhan apa saja yang ada disini," timpal Fung li pada gadis didepannya.

"Baiklah ... anda tunggu disini jangan bergerak nanti luka di tubuh anda akan semakin terbuka," pesan Silli pada Fung Li.

"Iya - iya," jawab Fung li menganggukan kepalanya.

Silli pun pergi mencari tumbuhan lagi seperti sebelumnya dia mengobati luka junjungannya tadi dan beruntung junjungannya masih bisa terbangun namun dengan sikap yang begitu berbeda dan aneh.

Sebelumnya Putri Fung Si atau tubuh yang ditempati Fung Li saat ini dicap sebagai anak Jenderal ternama yang tidak memiliki kemampuan khusus apapun. Dia dicap sebagai Putri sampah tidak berguna oleh orang orang termasuk keluarganya juga.

Bahkan Fung Si sering mendapat caci dan makian dari orang-orang hingga dia selalu menundukan kepalanya jika berjalan kemanapun.

Di jaman ini orang-orang hanya mementingkan kekuatan terkuat mereka. Yang lemah harus tunduk pada orang yang lebih kuat.

Kembali lagi ...

Fung Li berduduk dengan menatap sekeliling tempat yang kumuh ini. Dia mengingat ingatan dari pimilik tubuh ini yang begitu mengenaskan.

"Kasian sekali gadis ini, sudah dibenci dibunuh lagi oleh kaka perempuannya sendiri. Baiklah aku akan membalaskan kematian tidak adil dirimu," ucap Fung Li.

Dia mengingat kematian dari pemilik tubuh ini yang ditusuk pedang dan dicambuk berulang kali lalu dibuang dijurang hutan kematian dengan tak berperasaan sama sekali.

Tubuh Fung Si jadi berada disini itu karena Silli yang sedang mencari keberadaan junjungannya mulai malam hari namun tidak menemukan titik adanya Fung Si.

Saat pagi hari ini dia baru menemukan junjungannya itu lalu membawanya kegubuk dan langsung mengobatinya karena terluka begitu banyak.

"Namanya persis sama denganku, Fung Si berarti bemarga SI, Putri seorang Jenderal perang Kerajaan Wexi. Memiliki tujuh saudara dan Fung Si anak yang termuda dari tujuh saudaranya itu, hmm ... banyak sekali," ucap Fung Li mengingat identitas dari pemilik tubuh ini diingatan yang muncul dalam benaknya.

Tidak lama berselang datang Silli membawa daun besar yang didalamnya terdapat tanaman obat obatan.

Silli mendekati Fung Li dan meletakan daun dari pohon pisang itu diatas tanah lantai itu.

Fung Li mengambil salah satu tumbuhan yang seperti daun sirih. Bukankah ini lah tumbuhan sirih? batin Fung Li.

"Tumbuhan apa ini namanya?," tanya Fung li melirik gadis didepannya.

"Namanya tumbuhan Beibei," jawab Silli tersenyum pada Fung li.

Beibei?... nama aneh batin Fung Li.

Fung Li melirik gadis didepannya sepertinya sangat baik. "Namamu siapa?," tanya Fung Li.

"Apa Putri tidak ingat nama saya Silli atau biasa anda panggil Lili," jawab Silli tersenyum pada Fung Li.

"Ohh, bisakah kau membantuku untuk mengambil air?," titah Fung Li pada gadis didepannya.

"Ah tentu Putri. Di sekitar tidak jauh dari gubuk ini ada sungai, saya akan mengambilkan anda airnya," jawab Silli berdiri lalu berbalik untuk pergi.

Fung Li melirik Silli yang sudah pergi lalu pandangannya beralih ketumbuhan yang silli bawa. Dia meletakan daun sirih yang dipegangnya didaun pisang itu.

Fung Li mengalihkan pandangannya kesekitar mencari sesuatu, matanya menangkap batu kecil yang tidak jauh darinya.

Dengan keinginan kuat Fung Li mengesot untuk mengambil batu itu. Alhasil dia berhasil lalu kembali lagi, dia sebenarnya tidak merasa kesakitan hanya karena tubuh yang ditempatinya dalam keadaan lemah

Fung Li menumbuk satu persatu daun sirih itu hingga jadi menghalus dengan batu kecil ditangannya. Selesai Fung Li menunggu Silli yang mengambilkannya air.

Tidak lama datang Silli membawa satu kendi yang berisi air didalamnya. Dia menghampiri Fung Li dan duduk didepannya.

"Ini Putri ... biar aku saja yang mengobati anda," ucapnya meletakan kendi itu.

"Dimana kau dapat kendi itu?," tanya Fung Li mengalihkan topik.

Apa dia mulung? batin Fung Li. Dia merasa heran dengan kendi yang dibawa Silli tiba-tiba tidak tau darimananya.

"Ini saya menemukannya dipinggir sungai," jawab Silli dengan menggigit bibir bawahnya.

Benarkan, ah biar saja batin Fung Li.

Fung Li hanya diam mendengar jawaban Silli. Dia mengambil halusan daun sirih itu dan meletakannya ditelapak tangan lalu menuangkan sedikit air didalam kendi itu ditelapak tangannya.

Setelah itu Fung Li mengaduknya agar sedikit membasah lalu mengaplikasikan kebagian tubuhnya yang terkena cambuk dan tusukan pedang.

Silli melongo tidak percaya junjungnya seperti ahli dalam pengobatan, terlihat diwajah Fung Li begitu tenang mengobati lukanya tanpa merasakan sakit sama sekali.

"Putri biarkan saya membantu anda," ucap Silli dengan wajah memelas.

"Baiklah kau bantu aku oleskan dibagian leher ini." Fung Li menunjuk kebelakang lehernya.

"Baik." Silli beranjak dari dudukannya lalu mendekati belakang tubuh gadis itu.

Dia pun mulai mengobati leher yang terkena sayatan pedang di wajah, Silli seperti merasakan kesakitan yang sama.

Sedangkan yang terluka hanya diam tanpa meringis ketika diobati. Itu karena Fung Li sudah terbiasa mendapat luka ditubuhnya di jaman modern tentu karena dia adalah seorang Mafia dan pembunuh bayaran.

Sambil mengobati luka Silli seketika teringat akan hari ini junjungannya itu akan menikah dengan Raja Zha Wey. Raja yang memimpin dibawah Kekaisaran Wexi.

Raja Zha Wey terkenal akan ketampanannya, dingin dan hebat. Dia dijodohkan dengan Putri Fung Si karena perintah Kaisar Kerajaan Wexi namun dia sebenarnya tidak menerima pernikahan itu karena dia mencintai Kaka perempuan dari Putri Fung Si yaitu Putri Yux si.

Bahkan dia sangat benci dan jijik pada Putri Fung Ki yang seperti sampah saja ditambah wajah yang jelek, dimana dia harus memasang mukanya sebagai Raja jika permaisurinya seperti itu dipikirannya.

"Putri malam ini adalah pernikahan anda dengan Raja Zha Wey..bagaimana ini nona tubuh anda masih terluka," ucap Silli khawatir.

Gadis dari jaman modern itu terkejut mendengar akan menikah, baru dia masuk dalam tubuh seseorang langsung juga menikah hari ini. Sungguh ia tidak menyangka akan itu.

Kenyataan macam apa ini?, aku tidak akan menikah! batin Fung Li.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!