NovelToon NovelToon

Hasrat Kakak Ipar

Episode 1

Seorang gadis cantik pemilik mata indah baru saja memasuki kamar apartemen, Ya Kaira baru pulang dari butik yang dikelola oleh dirinya sendiri.

Dia merebahkan tubuh rampingnya di atas ranjang. "Sudah lama sekali aku tak bertemu mama papa..." Gumamnya mengingat suasana rumah.

Dalam waktu bersamaan tiba-tiba handphone-nya berdering sontak wanita itu menerima panggilan. "Hallo pah apa kabar?.."

"Papa langsung saja Kai, bagaimana dengan keputusanmu akan perjodohan itu?.." Ujar pak Rangga dari seberang.

Tampak Kaira membuang nafas sambil memutar mata malas. "Kaira sudah bilang berapa kali tidak mau menerimanya, lagian kan masih ada kak Indah kenapa harus aku?.."

Terdengar tidak ada jawaban dari pak Rangga. "Kamu harus bertemu dengannya dulu baru menyimpulkan menolak atau tidaknya.."

"Tidak pah Kai sudah yakin, untuk saat ini ingin menikmati masa muda dulu!."

"Oke papa tidak akan memaksa lagi, sekarang yang akan menjalani perjodohan ini adalah Indah. Tapi.... Sebagai gantinya dua bulan ke depan kamu pulang ke Jakarta papa butuh peran designer-mu di perusahaan, ingat itu tidak ada bantahan!..." Tegas Rangga.

"Iya-iya pah..."

Setelah selesai bicara panggilan itu berakhir, Kaira kembali merebahkan tubuhnya di kasur. "Akhirnya terlepas juga..."

Kaira membuka jendela membiarkan angin malam yang sepoi-sepoi masuk ke dalam, ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.

Dari luar sana terdengar kegaduhan bahkan orang-orang sekitar apartemen keluar dari apartemennya, Kaira tidak mendengar itu ia hanya fokus mandi.

Sebuah lengan kekar muncul dari jendela kamar Kaira, masuklah seseorang memakai topeng menutupi wajahnya, ia sontak mengunci kembali jendela. "Sial!.."

Lelaki itu menatap pintu kamar mandi yang terbuka, Kaira keluar sambil mengacak-acak rambutnya yang masih basah dengan handuk.

Mata indahnya melotot ia terkejut melihat sosok lelaki mengenakan topeng di kamarnya. "Siapa kau!!! sedang apa di kamarku?.." Pekik Kaira dengan nada tinggi lengannya mencari benda untuk jaga-jaga.

Lelaki itu sontak mendekati Kaira yang memelototinya. "Jangan mendekat!!! selangkah lagi atau aku akan....."

Srett...

Topeng itu perlahan dibuka memperlihatkan bentuk wajah blasteran tampan yang sempurna, Kaira tertegun namun ia tetap pada pendiriannya memelototi lelaki itu dengan tajam.

"Ini memang lancang tapi tolong bekerja samalah!.." Ujar lelaki itu kepada Kaira.

Dalam waktu bersamaan tiba-tiba pintu apartemen Kaira diketuk seseorang, sontak saja telunjuk lelaki itu menutup bibir Kaira untuk diam. "Sssstt..."

"Aku butuh bantuanmu nona, temui orang itu jangan bilang kehadiranku. Sebagai balas Budi aku akan menggantinya dengan uang.."

Kaira menatap intens mata biru itu. "Apa kau seorang pencuri yang sedang diburu polisi? jika ia aku tak segan menyerahkanmu kepada mereka!."

"Bukan aku seorang detektif..."

Kaira sedikit terkejut lelaki itu menunjukkan identitasnya dengan kartu untuk membuatnya percaya. "Baiklah..." Kaira sontak menghampiri pintu menemui mereka.

"Apa kau melihat orang bertopeng!.."

"Aku tidak melihatnya, mengganggu waktu tidurku saja!.." Sinis Kaira sambil menguap.

Segerombolan orang itu melirik apartemen Kaira setelahnya berlalu pergi, Kaira kembali mengunci pintu dan melangkah menghampiri lelaki itu.

"Berikan nomor rekeningmu akan ku transfer..."

Kaira patuh saja sambil menikmati keuntungan itu lumayan menurutnya untuk keperluan butik.

"Sudah ku transfer, terimakasih..."

"Oke."

Tampak handphone lelaki itu berdering ia menerima panggilan dan bicara penuh kemalasan terhadap yang menghubunginya, setelah panggilan selesai ia kembali mengenakan topeng menutupi wajah tampannya itu. "Aku akan pergi sekarang, ada urusan pribadi yang harus diurus.."

Kaira hanya manggut-manggut saja. "Oke..."

Saat lelaki itu hendak pergi.... "Tunggu siapa namamu?."

"Arka Bryanditama..."

Setelah berucap Arka pergi meninggalkan apartemen Kaira.

Kaira terdiam pikirannya tertuju pada Arka yang memiliki wajah tampan juga tubuh tinggi kekar. "Jika papa menjodohkanku dengan orang seperti dia, mungkin aku tak menolaknya.." Lirihnya dengan sedikit kekehan.

Bersambung....

Note: Karakter Kaira sengaja dibuat sedikit agresif oleh thornim, jika ada yang tak suka boleh skip! have fun 🤗❤️❤️

Episode 2

...~...

Indah sontak menggebrak meja mendengar ucapan papanya. "Menikah malam ini pah? yang benar saja!.."

"Kau sudah cukup umur untuk menikah Indah! papa tidak bisa menolak ajakan om Ditama dia memiliki peran penting dalam perusahaan kita." Tegas Rangga.

Indah mendelik mendengar itu pasalnya ia juga sudah memiliki seorang kekasih yang sangat dicintainya.

"Dan juga akhiri hubunganmu dengan Novan papa tak suka kamu berhubungan dengannya!.." Lanjut Rangga.

"Apa???..."

Rangga berdiri dari duduknya. "2 jam lagi keluarga Ditama akan sampai persiapkan dirimu, tidak ada bantahan atau jabatanmu sebagai divisi keuangan di coret!."

"Jangan pah!.." Rengek Indah. "Mah bantu aku dong kenapa diam saja?."

Mama Luna menggeleng. "Mama tidak bisa menghalangi papa.."

"Kamu ditunggu di ruang rias pengantin ya.." Lanjut Luna.

Kedua orang tua itu berlalu pergi meninggalkan Indah di sana. "Cih! apa karena aku anak angkat mereka yang harus menjalani ini?, oke baiklah Kaira mungkin dengan ini kesempatanku untuk hidup bergelimang harta bisa menyaingimu..."

***

Keluarga Ditama sudah datang, sambil menunggu Indah selesai dirias dua keluarga itu mengobrol tentang pernikahan yang akan dilangsungkan.

"Putri keduaku menolak perjodohan ini katanya Kaira mau menikmati masa muda dulu, sebagai gantinya Indah putri pertamaku yang akan menikah..." Ujar Rangga kepada keluarga Ditama.

Tampak raut wajah istri Ditama terlihat sedih, pasalnya ia sangat menginginkan Kaira yang menjadi menantunya tapi kehendak berkata lain. Namun ia sontak kembali tersenyum untuk menerimanya. "Baiklah tak apa..."

Rangga dan Luna tersenyum.

Ditama melirik putranya yang dari tadi hanya diam mendengar percakapan itu. "Arka apa kau siap?...."

"Hmmm..." Jawabnya singkat.

"Kalian nanti pasti akan lebih mengenal, tenang saja cinta dan kasih sayang akan muncul seiring berjalannya waktu." Ujar Rangga kepada calon menantunya.

"Iya om..."

Arka terpaksa menerima pernikahan ini, ia tidak bisa menolak keinginan orang tuanya itu.

Indah turun dari lantai atas ia terlihat cantik dengan balutan kebaya putih juga make up, tatapan matanya tak lepas dari Arka. "Apa dia yang akan menjadi suamiku?." Batinnya ia merasa kagum dengan ketampanan lelaki blasteran itu.

"Ini calon istrimu Arka.." Ujar Ditama kepada putranya.

"Iya..." Balas Arka sambil menatap ke arah Indah.

"Baiklah kita langsungkan pernikahan ini."

Dengan disaksikan oleh keluarga, Arka mengikuti ucapan penghulu sehingga resmilah hubungan keduanya sah sebagai suami istri.

Sebelum pulang Arka melihat raut wajah mamanya Veena yang tampak tak bahagia ia sontak menghampirinya. "Ada apa ma bukankah aku sudah melaksanakan keinginanmu?."

"Sebenarnya mama menginginkan Kaira yang menjadi istrimu tapi demi menghargai Rangga mama terima Indah."

"Wanita itu menolakku bagaimana lagi?."

"Baiklah tak apa semuanya telah terjadi, mama dan papa pulang.." Ujar Veena mengusap kepala putranya.

"Baiklah hati-hati."

Mereka berlalu pergi begitupun dengan Arka melangkah menuju kamar yang telah disediakan.

Indah terkejut saat Arka masuk ia sontak mengakhiri panggilan dengan seberang sana, tidak ada reaksi dari Arka dia merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"Apa dia akan meminta haknya? tidak aku harus cepat pergi.." Batin indah yang sudah siap-siap.

"Aku ada urusan dengan teman kantor ini sangat penting, kuharap kau mengizinkannya.." Ujar Indah kepada Arka.

"Pergilah..." Lirih Arka.

"Oke terimakasih..." Indah sontak berlalu pergi meninggalkan rumah itu.

...***...

Pintu hotel diketuknya seorang lelaki membuka pintu, ia tersenyum menyeringai langsung menarik orang itu ke dalam kamar.

"Indah aku merindukanmu..." Lirih Novan yang sontak mengangkat tubuh wanitanya, ia bahkan meremas bagian bawah belakang wanita itu.

"Aku lebih merindukanmu..." Lirih Indah mengalungkan tangannya di leher Novan.

Keduanya berciuman penuh gairah saat ini tangan Novan sudah menjelajahi tubuh Indah yang terlentang di bawah kekuasaannya.

"Bagaimana sayang?.." Tanya Novan sambil tangannya tak diam bermain.

"Mmmm, aku menyukainya..." Lirih Indah dengan mata terpejam.

Bersambung....

Episode 3

Erangan Indah benar-benar membuat gairah Novan semakin menjadi, lelaki itu terus menggempurnya dengan berbagai gaya demi kepuasan.

Peluh sudah membasahi tubuh polos keduanya, Indah ambruk diikuti Novan nafas mereka tak karuan akan adegan panas itu.

Sekali lagi Novan ******* bibir Indah sambil tangannya tak lepas bermain di dua gundukan kenyal itu. "Aku mencintaimu..."

Indah hanya tersenyum karena kelelahan.

"Suatu saat nanti aku akan menikahimu membuat om Rangga merestuinya..."

Seketika raut wajah Indah berubah ia mengingat pernikahan dadakannya dengan Arka. "Aku akan terus menyembunyikan hubungan ini sampai waktunya tiba.."

"Sampai kapan? bagaimana dengan suamimu itu? aku tidak mau jika dia menyentuh tubuhmu kau milikku!." Tegas Novan.

"Tenang saja aku hanya milikmu sayang, pernikahan ini akan ku ambil keuntungannya divisi keuangan papa aku yang pegang. Setelah berhasil ku kuasai, kita berdua pergi dan hidup bersama..." Lirih Indah mengedipkan matanya sambil mengelus benda pusaka Novan.

Lelaki itu memejamkan matanya akan sentuhan sang kekasih. "Kau nekat sekali sayang..."

"Aku tak peduli mereka hanya orang tua angkatku..."

"Apa kau yakin tidak akan jatuh hati kepada suamimu itu? awas saja ingat diriku terus!.." Timpal Novan yang kembali menindih tubuh Indah.

"Tidak akan pernah sayang, lagian dia orangnya terlihat dingin..." Balas Indah yang mencium bibir Novan duluan.

"Oke..."

Keduanya kembali mengulang adegan panas penuh gairah, tanpa memikirkan hal apapun yang menjadi penghalang penyatuan itu.

***

Pukul 05:00 pagi.

Indah mengendap memasuki rumah besar itu berharap tidak ada yang melihatnya.

"Darimana kamu?..." Tanya mama Luna kebetulan dari dapur.

Indah sontak tersenyum menyeringai ke arahnya. "Tadi malam ada keperluan dengan rekan kantor ma aku tidak bisa menundanya."

"Bagaimana dengan Arka kau meninggalkannya sendirian? Indah sekarang kau sudah bersuami jeda dulu pekerjaan!."

"Iya ma..." Jawab Indah sedikit kikuk.

Luna menatap penampilan putrinya. "Kenapa baju kamu kusut kayak gitu?."

"Ah ini aku tidak sempat menyetrikanya karena buru-buru." Bohong Indah.

Luna hanya manggut-manggut. "Baiklah..."

Setelah itu Indah memasuki kamar, di sana sudah terlihat Arka duduk mengotak-ngatik handphone-nya dengan sebuah map di tangan. "Baru pulang?.."

"Iya maafkan aku..."

Tanpa berbicara lagi Arka memberikan map itu kepada Indah, sontak saja Indah membacanya.

"Pernikahan ini hanya keinginan orang tua, setelah kerjasama proyek perusahaan usai dari kedua belah pihak, aku akan menceraikanmu. Di hadapan mereka kita harus berlagak layaknya sepasang suami istri yang saling mencintai, apa kau paham nona Indah?." Ujar Arka tanpa ekspresi.

"Tentu aku setuju..." Antusias Indah.

"Oke, aku sibuk dengan pekerjaanku setiap bulan aku akan kesini sebanyak 4 kali. Kau bebas melakukan apapun tetapi harus bersandiwara di depan orang tua!."

"Baiklah, tapi kau harus tetap menafkahiku sebagai istrimu!..."

"Hmmm..." Singkat Arka.

Batin Indah begitu senang mendengarnya.

Mereka berdua menemui Luna dan Rangga, Arka sendiri langsung berpamitan ia beralasan tidak membawa Indah karena Indah sendiri bekerja di perusahaan.

...***...

2 bulan berlalu...

Begitulah hubungan Arka dan Indah mereka berhasil menjalaninya penuh sandiwara pura-pura saling mencintai di hadapan orang-orang.

Kebetulan hari ini Arka pulang ke rumah keluarga Rangga, mereka sedang makan bersama dengan khidmat.

"Ah iya Kaira sedang dalam perjalanan pulang menuju ke sini.." Mulai papa Rangga ia terlihat bahagia.

"Wanita yang menolak dijodohkan denganku?." Batin Arka namun ia tampak acuh kembali.

"Benarkah?." Tanya Indah yang sedikit tak suka.

"Tentu.." Jawab mama Luna.

"Papa yang menyuruhnya untuk pulang, nak Arka sendiri belum tahu kan adik ipar sendiri?." Tanya Rangga.

"Belum.."

"Oke nanti kalian bertemu juga.."

Acara makan selesai, mereka menunggu kedatangan Kaira di ruang keluarga..

Dari kejauhan terdengar langkah kaki yang berlari memasuki ruangan itu. "Mama! papa!...."

"Kaira...."

Kaira tanpa pikir panjang sontak berhambur ke pelukan Rangga dan Luna. "Rindu sekali..."

"Kami juga sayang...." Balas keduanya.

Setelah puas pelukan pun terlepas. "Itu ada kakakmu dan suaminya.." Tunjuk Luna.

Kaira mengikuti telunjuk mamanya, seketika senyumnya hilang saat bertatapan dengan lelaki yang tak asing bagi Kaira.

Arka sendiri sedikit membulatkan matanya. "Jadi dia yang menolak dijodohkan denganku?..."

"Hah!!! lelaki ini? yang benar saja Arka?..." Batin Kaira terkejut.

Bersambung....

Tinggalkan jejaknya sebagai dukungan, kasih saran juga kritiknya di kolom komentar!..🤗

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!