NovelToon NovelToon

CEO ITU AYAH PUTRIKU

Kejadian Aneh Malam itu

"Dinda... nanti malam kamu aku jemput yaa." Ujar Reno. pacar Dinda

"Aku harus izin dulu mama ku Ren. kamu kan tau sendiri. mama dan papaku itu terlalu overprotektiv." jawab Dinda

"Yaahh.. nggak asyik, ini kan hari ulang tahunku Din. masak kamu tega nggak hadir. kita udah pacaran 3 tahun masak kita nggak pernah melakukan dinner." tambah Reno.

"Yaa udah.. nanti aku izin orang tuaku. Belajar kelompok gitu yaa." Usul Dinda

"Nahh.. ituu ide bagus Din. nanti aku jemput yaa.." tambah Reno.

"Ok Ren." jawabnya

Merekapun segera menaiki motor Reno. Dinda dan Reno adalah siswa SMA kelas XI. Mereka pacaran sejak mereka masih duduk di SMP. Dalam perjalanan mereka hanya diam. karena jika ngobrol pun mereka tak bisa mendengar ungkapan ungkapan mereka.

"Dah sampai Din. jangan lupa ntar malam aku jemput ok." Pesan Reno

"kita lihat nanti Ren.. semoga mama dan papaku tidak curiga." Jawabnya

"Hai Reno." sapa Mutiara mama Dinda

"Siang tante." jawab Reno. lalu mencium punggung tangan Mamanya Adinda.

"Nggak masuk dulu Ren?" Tanya Mutiara

"Terimakasih tan.. Reno langsung saja. soalnya Reno harus nyiapin berlajar kelompok nanti malam." jawabnya.

"Oohh.. ya udah. terimakasih ya Ren sudah ikuti jaga Dinda selama ini." ucap Mutiara

"Aahh.. tante. Reno kan sangat mencintai Dinda. tentu Reno akan menjaganya." ucapnya

"Oohh iyaa Tan. mohon maaf Nanti malam boleh nggak Reno jemput Dinda untuk belajar kelompok?" tanya Reno

"Kok malam malam belajar kelompok sihh.. apa nggak sebaiknya Sore saja Ren. soalnya tante hawatir jika Dinda pergi malam malam." jawabnya

"Reno janji tan, akan membawa Dinda sampai rumah dengan selamat dan utuh." Tambahnya

"Nanti tante bilang dulu sama Om Mawan ya. soalnya Om Mawan itu hawatir jika putrinya tidak di lihat saat di rumah." Ujar Mutiara

"Terimakasih tante. Kalo begitu Reno pamit pulang dulu ya tan, Din. " pamitnya

"Iyaa.. hati hati ya Ren." ucap Dinda dan Mutiara sang mama

Reno hanya mengangguk dan tersenyum pada kedua wanita itu.

"Sayang.. Masak iyaa belajar kelompok kok malam malam gitu sih?" tanya Mama Dinda

"Dinda juga nggak tau ma. tapi kalo mama nggak izinin nggak papa kok Dinda nggak berangkat." jawabnya

"Bukan begitu sayang. mama cuma hawatir sma kamu." Jelas Mutiara

"Maa.. Dinda kan udah gede mah. Dinda bisa jaga diri Dinda kok. Mama nanti izinin Dinda ke papa yaa.." pinta Dinda

"Iya sayang. tentu mama akan bantuin kamu buat izin sama papa." ucapnya

"Ya udah.. Dinda masuk kamar dulu ya mam." pamit Dinda

"Iyaa Sayang.. Cepet turun yaa.. Mama udah masak kesukaan kamu dan papa." ucap Mutiara

"ok mam."

Dinda pun segera berlari ke kamarnya. 'Yess.. semoga papa izinin.' Ocehnya di dalam kamar. sembari senyum senyum

Ting..

Bunyi notif pesan masuk.

^^^***Reno.^^^

^^^*Din.. siap siap yaa.. ntar aku jemput. *😘^^^

Dinda

"ok Ren. Aku pakai baju apa yaa?" 🤔

^^^Reno^^^

^^^"Yang penting tidak terbuka Din. "^^^

Dinda

"ok Ren. sampai ketemu nanti malam*."

Sudah tidak ada obrolan lagi. Dinda segera mencari pakaian yang Sederhana. 'Aku harus menyiapkan kado buat Reno. tapi apa yaa' Batin Dinda.

Dinda melihat jam dinding. lalu mengambil ponsel.

tuutttt...

tuutttt..

Dalam deringan ke tiga langsung di angkat.

"Hallo Din.. ada apa?" tanya Ratu dari sebrang sana.

"Rat.. Bantuin aku." Jawab Dinda

"Bantuin apa Din? "

"Rat.. hari ini kan Reno ulang tahun. aku mau kasih kado. enaknya kado apaan yaa? " tanya Dinda

"Bagaimana jika kita keluar cari kado buat Reno Din. mumpung aku sedang tidak nglakuin apa-apa dirumah? " usul Ratu

"Ok.. jemput aku yaa.. " jawab Dinda

"Ok. aku siap siap dulu." tambah Ratu

Panggilan pundi akhiri. Dinda segera bersia.

"Ma.. mamaaa.. " panggil Dinda. Setelah Keluar dari kamarnya.

"Sayang.. mau kemana cantik banget? " tanya sang mama

"Ma.. Dinda izin keluar dulu cari kado buat temen Dinda." pamitnya

"Cari kado.. sama siapa? " tanya nya

"Sama Ratu mam.. boleh kan? " rengeknya

"Iyaa ngak apa apa. " jawabnya

Tak berapa lama suara mobil Ratu sudah berada di depan rumahnya.

"Assalamu'alaikum Tante Tia." sapa Ratu

"Wa'alailumusaalaam.. Sayang" jawabnya lalu tersenyum pada Ratu

"Itu Dinda sudah menunggu." tunjuk nya

"Maa.. Dinda berangkat dulu yaa.." pamit Dinda. begitu juga dengan Ratu. setelah mereka berpamitan, mereka segera berangkat dengan menaiki mobil Milik Ratu.

Mereka pun asyik ngobrol dengan tema anak muda.

Tak berselang lama merekapun sampai di toko asesoris Muda mudi. Mereka asyik memilih kado yang pantas buat Reno. setelah mendapatkan yang sesuai. mereka segera pergi dari toko.

"kita nongki di cafe dulu yuk Din. udah lama nggak minum di cafe. " usul Ratu

"Tapi jangan lama lama ya Rat. aku kan harus siap siap." mohon Dinda

"iyaa.. " jawabnya.

Ratu pun segera memarkirkan mobilnya di antara mobil mobil yang sudah terparkir rapi di sini.

...•••...

Malam harinya

Setelah merengek rengek pada sang papa. ahirnya papanya pun mengizinkan. dengan satu syarat jangan terlalu malam pulangnya.

Tentu saja Mamanya juga membantu putrinya untuk izin pada sang suami.

Dinda sedang memakai gaun yang begitu indah. sangat cocok dengan tubuhnya. dengan polesan bibir yang begitu natural. tetap masih membuat Dinda begitu sangat cantik.

"Selamat malam Om.." sapa Reno

"Selamat malam Ren.. duduk sini, om mau bicara." ucap Papa Dinda

Reno pun segera duduk di samping papanya Dinda.

"kau tau kan. jika Dinda adalah putri satu satunya om? " tanya Darmawan.

Reno pun mengangguk.

"Malam ini kalian kan mau belajar kelompok. om ingin kau antar Dinda pulang sebelum jam 8 malam. dan tidak boleh terluka sedikitpun. " pesan Mawan.

"Siap om.. om kan tau jika Reno sangat mencintai putri om." jawab Reno.

"Iyaa om tau. tapi jangan macam macam sama putri om." ancam nya

"Ren.. paa.. " panggil Dinda

"Dinda.. papa percaya kamu bisa jaga dirimu. dan ingat papa mengizinkan kamu keluar malam. hanya malam ini saja. jadi Ingat pesan pap. " ucap Papa Dinda

"iya pa.. kalo gitu Dinda, berangkat dulu ya pa ma.." pamit Dinda. begitu juga dengan Reno.

kali ini Reno membawa mobil. agar Dirinya dan Dinda tidak terkena angin malam.

Dinda melepas jacket yang melekat di tubuhnya.

"Loh Din.." ucap Reno agak terkejut karena Dinda ternyata memakai pakaian yang begitu se*i.

"Maaf Ren.. ini kan hari ulang tahunmu. nggak papa dong. aku pakai pakaiyan seperti ini." jawab Dinda

"ehmm. i.. iyaa nggak papa kok." Ucap Reno gugup.

Reno segera menepikan mobilnya.

"Loh.. Ren kenapa berhenti.? " tanya Dinda

"Dinda.. boleh kah aku mengecup bibirmu. hanya sekali saja." rayu Reno

"Ren.. tapi Ren.."

"Hanya bibir Din. sekali saja." rengek Reno

Dinda pun ragu. 'Dalam hatinya berkata tak apalah cuma sekali saja.' Batinnya.

"Ren.. emm.."

👉* Mohon maaf.. Sebelum masuk ke sepisode selanjutnya. mungkin akan di landa rasa kecewa telah membaca cerita ini.

mungkin akan banyak menemukan komentar para readers yang sangat kecewa. karena alur pertemuannya terlalu lama. 🙏🙏👈

Dendam

Dinda pun ragu. 'Dalam hatinya berkata tak apalah cuma sekali saja.' Batinnya.

"Ren.. emm.."

"kenapa Din. nggak papa kok jika kamu keberatan. aku tidak memaksa. " jawabnya. Lalu Reno pun kembali menyalakan mobilnya

Melihat raut wajah kecewa Sang kekasih. Dinda pun jadi merasa bersalah.

*cuppp...* Tiba tiba Dinda punya keberanian untuk mengecup bibir Reno.

" Dinda.. " panggilnya setengah tidak percaya.

"Sudah deh Ren. aku kan jadi malu. " ucap Dinda sembari membuang wajahnya untuk menatap keluar jendela.

"Dinda.. terimakasih yaa.. aku pikir kau akan menolakku." Sahut Reno

"Sudah Ren.. ayo jalan lagi. mumpung masih sore." ucap Dinda

Reno pun segera menjalankan mesin mobilnya mereka kembali melanjutkan perjalanan. tak butuh waktu lama merekapun sampai di kafe yang sudah Reno pesan.

Disana sudah ada beberapa temannya. termasuk Ratu dan juga Lisa teman Dinda.

"Haii Din.. " Teriak Lisa.

Dinda hanya tersenyum dan menghampiri temannya.

"Ren.. Aku kesana dulu yaa. " pamit Dinda. yang di jawab dengan anggukan dan senyum.

Reno Bahagia melihat kekasihnya begitu sangat bahagia. Selama ini Dinda di kurung orang tuanya dari hiruk pikuknya Gedung gedung malam yang begitu menggoda.

"Aku seneng deh Din. ahirnya tante Tia dan om Mawan izinin kamu." celetuk Ratu

"Apalagi aku Rat. Aku sangat suka. ternyata begini penampilan malam. sangat ramai bahkan malah lebih ramai." Tambah Dinda

"Apa kau mau karaoke di dalam Din..? di dalam juga bisa kita nyanyi nyanyi sesuka hati kita." tambah Lisa

"Masak siihh.. ayukkk mau bangettt akuuu.. " begitu hebohnya Dinda dan juga Ratu beserta Lisa.

" Aku pamit Reno dulu yaa. " usul Dinda

"Iyaa.. cepet yaa aku tunggu." jawab Lisa

Dinda pun segera melangkah mencari Reno. namun pria itu tidak kelihatan batang hidungnya .

"Heii Din.. cari siapa? " tanya Raka teman dekatnya Reno

" Cari Reno kak. kemana yaa? " tanya Dinda

"Ohhh.. Reno sedang memesankan minuman untukmu. sebaiknya kau tunggu aja di sini." jawab Raka.

Dinda pun duduk di sebelah Rafel. sedangkan Raka sibuk dengan ponselnya.

Di tempat duduk yang beda ada seorang pria tengah menunggu kliennya. Sembari melihat 3 Remaja di sampingnya.

"Din.." panggil Reno

"Ren.. Aku mau masuk bersama Ratu dan juga Lisa aku ingin karaoke di dalam." pamitnya

"Nanti aja Din. duduk duduk sini dulu. ini sudah aku pesenin minum untuk kamu." bujuk Reno

"Cuma sebentar Ren." Rengek Dinda

"Tidak mungkin cuma sebentar Din. kau itu belum tau betapa asyiknya di dalam. bahkan kamu bisa lupa waktu." sahut Reno

"Sudah Ren. biarkan saja Dinda menikmati malamnya." sahut Raka

"Tapi Ka.." protes Reno

Sedangkan Raka menatap Reno sembari menunjuk minuman untuk Dinda.

"Yaa sudah Din. kalo gitu ini di minum dulu. soalnya pasti nanti kamu akan kehausan." ucap Reno. dan segera menyerahkan minuman pada Dinda.

"Makasih Ren. kau baik sekali padaku. aku semakin mencintaimu." Ucap Dinda. dan Dinda pun segera minum minuman yang Reno berikan. Dinda segera meneguk sampai tandas.

Sedang ketiga pria itu menatap penuh nafsu pada Dinda. melihat leher jenjangnya dan juga cara minumnya sungguh sangat membuat ketiganya hanya menelan saliva.

"Dah dulu ya Ren. aku masuk." pamitnya

Reno hanya, mengangguk.

"Apa kau sudah memasukkannya Ren? " tanya Rafel

"Sudah lah. Aku kan paling gercep kalo sola gituan." jawab Reno

"Kita lihat sebentar lagi pasti Dinda akan datang kesini dengan mengibas ngibaskan tubuhnya karena merasa kepanasan." Sahut Raka

Mereka pun tertawa bersamaan. menunggu hari kemenangan untuk mereka dan kekalahan untuk keluarga Dinda.

"Tenang Pah.. Aku akan segera menghancurkan keluarga yang sudah membuat papa masuk penjara." batin Rafel.

yaa Semua itu adalah ide Rafel. Rafel adalah Putra dari Basuki Dicki permana. Rekan bisnis Papa nya Dinda. Namun karena sesuatu kesalahan yang di lakukan Basuki sangat merugikan Papa nya Dinda. Papa Dinda pun menjebloskan Basuki ke penjara.

Dan mama Rafel kini tengah terbaring sakit di rumah sakit.

...°°°...

"Bagaimana Din.. apa kau suka?" tanya Ratu

"Suka sekali. baru kali ini aku masuk ke diskotik seperti ini." jawabnya sembari berjoget.

"Dinda.. kau harus sering sering kesini. Biar kau terbiasa tidak canggung begini." usul Lisa

"Iyaa pinginnya sih seperti itu. tapi orang tuaku pasti sangat melarang." jawabnya dengan sedikit keras

"Lis.. kok gerah yaa." ujar Dinda

"Nggak kok Din. enak begini kok bilang gerah." jawab Lisa

"Apa kau merasa kegerahan juga Ratu? " tanya Dinda

"Tidak Din. aku malh sedikit kedinginan." jawab Ratna

Dinda mulai tak nyaman. di tubuh bawahnya juga mulai merasakan geli geli pingin di sentuh.

"Din kau kenapaa? " tanya Ratu

"V ku kok Geli geli gimana mana gitu yaa Rat" jawab Dinda

Dan Dinda pun mulai tak bisa mengendalikan dirinya.

"Aku ke toilet dulu yaa. " pamit Lisa. yang di angguki oleh Ratu.

"Din.. jangan lepas di sini dong malu." bisik Ratu pada Dinda.

Dinda sudah tak mengingat apa apa. yang ingin dia lakukan adalah sebuah sentuhan. sentuhan untuk tubuh bawahnya.

Dinda mulai merasakan begitu panas . Dinda pun melangkah menuju tempat seorang Pria yang tengah meminum bir dengan di campur es batu.

Dinda segera meraih minuman itu dan menyiramkan pada dadanya.

Ratu yang melihat itu pun langsung keluar mencari Reno. Ratu yakin itu adalah ulah Reno dan kawan kawan nya.

byuurrrr... Ratu langsung menyiram minuman itu di wajah Reno.

"Apa yang kau masukkan pada minuman Dinda Ren.?" tanya Ratu emosi

"Apaaa??" Tanya Reno balik

"Aku sudah sering datang kesini. dan aku tau kau pasti telah memasukkan obat perangsang pada minuman Dinda kan?" tanya Ratu penuh Emosi

"Apa maksudmu?" tanya Reno dengan kebodohannya.

"keparatt kauu Ren. kau ingin mengambil keperawanan Dinda kan.? " tanya nya

"Sok tau kamu." jawab Reno

"Ren sebaiknya kau lihat Dinda. sebelum di mangsa oleh pria hidung belang di sini." sahut Rafel

Reno segera beranjak dari duduknya dan berlari ke dalam dengan di ikuti oleh ke 4 temanya.

"Ratu.. apa yang terjadi? " tanya Lisa pada Ratu.

"Ratuuu... di mana Dinda? " tanya Reno panik.

"Dinda... " cicit Ratu. Ratu lupa jika disini banyak pria hidung belang yang siap memangsa wanita yang kebingungan.

Ratu dan Lisa pun segera masuk kembali mencari keberadaan Dinda.

"Dindaaa... " teriak Ratu. begitu juga dengan Lisa

Reno dan juga kedua temanya ikut bingung meneriaki Dinda

mereka mencari Dinda Di setiap bilik yang ada di diskotik ini. Namun nihil mereka tidak menemukannya.

"Semua ini karena kamu Fel. kau memintaku untuk menjebak Dinda. sekarang lihat Dinda malah hilang." Teriak Reno sembari mengepalkan kedua tanganya.

"Jadi semua ini benar. ini adalah pekerjaan kalian. kalian semua biad*p." Teriak Ratu. sembari memukul dada Reno.

...Bersambung....

Bab 3. Pulang Pagi

"Jadi semua ini benar. ini adalah pekerjaan kalian. kalian semua biad*p." Teriak Ratu. sembari memukul dada Reno.

"Rat.. tenang.. kau jangan emosi." Ujar Reno sembari mencekal pergelangan tang Ratu

"Apa kau bilang.. tenang.. mana bisa aku tenang. temanku hilang. bagaimana jika di gituin sama pria jahat. atau bahkan di perkosa ramai ramai?" kesal Ratu.

Aarrgghhh... Teriak Reno frustasi.

"Ka.. Fel.. ayo kita kembali cari Dinda. Aku tidak tau apa yang harus aku katakan pada orang tua Dinda. aku sudah berjanji untuk menjaganya. " ajak Reno

"Yaa udah.. ayoo kita berpencar mencarinya." jawab Rafel dengan bangga atas kemenangan.

Ratu dan Raka pun mencari kearah parkiran. siapa tau saja Dinda akan di bawa pergi.

Sedangkan Lisa dan Reno mencari ke lorong bilik bilik husus. siapa tau saja Dinda sudah di bawa kesana.

Sedangkan Rafel. Rafel pura pura mencari Dinda. padahal dirinya hanya bermain ponsel. menghubungi sang kakak yang tengah menunggu mama nya di rumah sakit.

...°°°...

"Kak.. sentuh aku kak. akuu mohon.." pinta Dinda pada Pria yang tidak ia kenal.

Alexander. Pria yang saat ini tengah bersama Dinda di kamar Hotel mewah miliknya.

Flashback Of.

Alexander tengah duduk di taman sedang menunggu kliennya. Namun matanya melihat remaja yang begitu mempesona. Dengar suara lembutnya Alexander begitu terhipnotis oleh gadis itu.

Hingga Gadis itu masuk ke ruang karaoke. sedangkan Alexander tetap duduk di taman menunggu kliennya.

Telinganya tak sengaja mendengar Obrolan para remaja yang mungkin teman gadis yang tadi.

Tangannya terkepal emosi mendengar penuturan 3 remaja itu. 'tega teganya mereka menjebak seorang gadis lugu dengan obat perangsang. bahkan mereka berniat akan menggilir gadis itu. keterlaluan..' Batin Alex dalam hati.

Alex pun segera masuk ke ruang karaoke di mana Dinda bersama kedua temannya akan menikmati malam ini dengan berjoget dan bernyanyi.

Alex pun mendengar dengan samar samar obrolan mereka. 'ternyata gadis itu bernama Dinda. dan dia adalah anak semata wayang. pantas begitu sangat berbeda dengan teman teman yang lain."

Alex pun memesan minuman Bir untuk sekedar mengawasi Dinda. dengan satu gelas bir dan sudah di kasih es batu.

Alex menatap gadis yang bernama Dinda tanpa kehilangan pergerakan gadis itu sedikitpun.

Sudah Alex duga jika obat perangsang itu cepat bereaksi pada tubuh gadis itu. Alex tetap memperhatikan dari jarak jauh. jika ada pria hidung belang yaang merayunya, maka Alex akan segera menghampiri dan menghajarnya.

Namun dugaan yang salah. Dinda malah melangkah ke arah Alex dan segera mengambil minuman Alex lalu menyiramkan pada dadanya. membuat gunung kembar yang ranum itu begitu sangat tercetak di gaunnya.

Sebelum Di lihat oleh orang lain. Alex segera melepas jasnya dan memakaikan pada Dinda. lalu Alex membawa Dinda pergi dari diskotik itu.

"Apa yang kau lakukan dek. itu sangat tidak pantas." Ucap Alex

Alex segera membawa Dinda ke parkiran dan ingin mengantarnya pulang. Namun Dinda yang di tanya alamat rumahnya malah sibuk dengan tubuhnya yang sudah sangat ingin di sentuh.

"kak sentuh aku kak. aku mohon. Aku ingin sedikit sentuhan hangat mu." Rengek Dinda

"Jangan Dek. kau masih sekolah. kau tak boleh seperti ini. kakak antar pulang yaa.. di mana rumahmu?" tanya Alex

Bukannya menjawab Dinda malah menggigit bibir bawahnya sembari kedua tangannya memainkan gundukan dadanya.

Alex berusaha menahan birahi nya agar tidak terjebak dan menodai gadis yang masih belia. Namun seberapa Alex berusaha menahanya. semakin Dinda menggoda.

"Dek.. di mana rumahmu. biar kakaa ntar pulang." ucap Alex lagi. sembari menahan has*at yang sudah di ubun ubun.

Dinda pun malah sibuk dengan rasa yang entah Dinda sendiri tidak tau. yang Dinda inginkan hanya Sentuhan untuk tubuh bawahnya. Ingin segera tersalurkan.

Alex yang melihat naf*u Dinda pun tidak tega. namun juga tidak berani menggauli nya . Ahirnya Alex membawa Dinda Ke hotelnya. Alex hanya ingin menolongnya. tanpa harus menyentuh milik gadis itu.

Alex segera turun dan menggendong tubuh Dinda yang sudah tidak bisa menahanya.

Tangan Dinda malah menggerayangi rahang Alex. tangannya menyusuri dada bidang Alex.

Alex benar benar di buat bergai*ah.

Sampai di kamar hotel Alex segera menyerang Dinda. Entah akal sehat Alex pun tiba tiba hilang. yang dulunya dia sangat menghormati wanita apalagi wanita itu masih pelajar. kini Alex malah menggauli gadis yang tidak tau asal usulnya dan dimana dia tinggal.

Alex membawa Dinda ke tempat tidur king zise nya. Di mana merekapun mulai melakukan sentuhan sentuhan lembut.

Desa*an demi Desa*an pun keluar begitu saja. Alex berhasil menerobos dinding pepertahana Dinda .

Ouhh sakittt... Rintihan Dinda yang begitu merdu di telinga Alex.

"Aku akan pelan pelan. setelah ini kau tidak akan merasakan sakit lagi." bisik Alex.

Ohhh... Alex melihat darah perawan Dinda. Alex pun tersadar. dan menghentikan sejenak.

"Lanjutkan kak." bisik Dinda

Alex pun dilema. mau melanjutkan tapi tidak tega. tidak dilanjutkan tanggung sudah di jebol juga.

Ahirnya Alex pun melanjutkan hingga pelepasan pertamanya. karena mereka berdua sama sama pertama kali melakukan. Alex pun tak bisa menahan dan ahirnya pelepasan itu masuk kedalam.

"Aku akan bertanggung jawab jika terjadi ataupun tidak terjadi sesuatu padamu Dinda." bisik Alex.

Dinda yang di bisikin pun tak mendengar. karena masih di kuasai rasa nyeri dan nikmat.

Jam sudah menunjukkan Pukul 01.00 dinihari. Alex dan Dinda sama terlelap di atas ranjang yang sama. Alex dan Dinda berhasil melakukan 3kali.

...•••...

Derrttttt...

Derrtttt...

Suara ponsel berdering sejak tadi. Alex tak menghiraukanya. karena tubuhnya begitu lelah. Alex menatap wajah Dinda. jari telunjuknya menyusuri pipi mulus milik Dinda.

Alex pun mengambil tas Milik Dinda dan mencari petunjuknya. namun Alex tidak menemukan apapun.

Alex mengambil gambar Dinda saat tidur. lalu kembali berbaring di samping Dinda dengan memeluk pinggangnya.

...💕...

"Bagaimana ini Fel. om Mawan telpon terus." keluh Reno.

Reno menyesal telah mengikuti kemauan Rafel dan juga Raka.

"Bilang aja Dinda nginep di rumah Ratu." jawab Raka.

"hloohh jangan bawa bawa aku dong. semua ini karena kalian." Kesal Ratu

"Sekali ini aja Ratu bantuin kami. sampai nomer Dinda bisa di hubungi kembali." pinta Reno.

Sedari tadi nomer Dinda tak bisa di hubungi. membuat ke 4 temanya semakin hawatir. kecuali Rafel. Inilah yang Rafel tunggu pembalasan dendam kedua orang tuanya pada orang tua Dinda.

Ponsel Reno kembali berdering. kali ini mamanya Dinda.

Reno.

"Hallo Tantee.. "

^^^mama Dinda^^^

^^^"Syukurlah ahirnya kamu angkat juga Ren. ini sudah malam Ren. kenapa Dinda belum kau antar pulang. om sama tante sangat hawatir nihh. "^^^

Reno.

"i.. iyaa Tan.. maaf Dinda nya udah tidur di rumah Ratu tan. katanya ngantuk banget tadi."

^^^Mama Dinda^^^

^^^"Masak sihh.. Dinda udah tidur. terus kenapa panggilan om dan tante tidak kamu angkat dari tadi?"^^^

Reno.

Maaf tan. tadi ponselnya dalam mode silent. maaf banget ya tan.

^^^Mama Dinda^^^

^^^Ya sudah.. besok pagi kami harus antar Dinda pulang.^^^

Reno.

Baik tan. Reno janji akan antar Dinda pagi pagi sekali.

Panggilan pun berahir.

"Sudah yukk. kita bubar. besok pagi kita cari lagi kesini. mungkin Dinda akan kembali lagi kesini." usul Refel

Merekapun bubar. Reno masih menatap pintu keluar masuk Diskotik.

"Maafin aku Din. aku tidak bermaksud menghancurkanmu." Ucap Reno begitu lirih. menyesal telah mengikuti usulan Rafel. Namun semua sudah terjadi.

...°°°°...

Eungghhhh.....

Lenguh Dinda. Yang sudah membuka matanya. Dinda menatap langit langit ruangan yang sangat asing baginya. baunya pun tidak seperti di kamarnya sendiri.

"Aku... aku di mana..?" tanyanya pada dirinya.

Dinda mendengar dengkuran halus di sampingnya. dengan tanpa sehelai benang. Dinda pun langsung terjengkit dan menatap dirinya.

Huaaaa....

...Bersambung...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!