NovelToon NovelToon

Bertukar Jiwa

01

Di malam yang dingin nan sunyi, kala itu hujan deras mengguyur kota A. Karena derasnya hujan yang disertai angin ribut, banyak dari pengendara roda dua mau pun roda empat memilih untuk berteduh sejenak untuk menghangatkan tubuh, dengan menikmati semangkuk mie instan dengan segelas teh manis di sebuah warung sederhana di pinggir jalan.

Namun, disaat orang lain tengah sibuk untuk menghangatkan tubuh mereka seraya menunggu redanya hujan. Berbanding balik dengan Ruksa yang mengabaikan cuaca buruk itu, ia dengan kendaraan mobil mewahnya melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

Meski hujan deras yang disertai angin ribut turun menerjang laju kendaraanya. Namun wanita dengan paras cantik, dengan kedua mata sipit bundar, hidung mancung serta bibir ranumnya yang tipis, terus membawanya kendaraan mobilnya tanpa berhenti sejenak pun, ia bahkan menerobos lampu merah yang tengah berlangsung.

Akibat kelalaian yang dilakukannya, akhirnya membawanya kesebuah malapetaka, dengan laju kendaraan yang begitu tinggi, ia pun tak menyadari bahwa ada seorang gadis dengan seragam abu-abunya tengah melintas di depan matanya. Karena tak bisa mengontrol laju kendaraannya, akhirnya ia pun banting stir dan menabrak sebuah pohon besar, hingga membuatnya langsung tak sadarkan diri.

*

Dari balik gorden, seberkas cahaya menyelinap dari balik tirai putih. Ruksa yang tengah tertidur merasa terusik dengan cahaya yang menyinari wajahnya. Karena merasa sangat terganggu, ia pun mau tak mau membuka kedua matanya secara perlahan.

Kedua matanya mengerjap, ketika mendapati dirinya berada di sebuah ruangan serba putih dengan bau obat-obatan yang sangat menyengat ke dalam hidungnya. Ia pun meyakini bahwa dirinya tengah berada di sebuah rumah sakit.

Ia kemudian mencoba bangun dari posisi tidurnya, akan tetapi saat berusaha untuk bangun, kepalanya tiba-tiba berdenyut nyeri, secara spontan salah satu tangannya memegangi kepalanya yang sudah terbalut dengan perban.

Wanita yang sudah berkepala tiga itu pun meringis kesakitan, ia pun terdiam sejenak, berusaha mengingat-ingat apa yang sudah menimpanya, sekelebat ingatan tentang kecelakaan pun muncul di dalam benaknya.

Meski kepalanya terus berdenyut nyeri, namun akhirnya ia bisa mengingat apa yang sudah menimpanya, ia pun dengan paksa melepas selang infus yang berada di tangannya, lalu beranjak turun dari ranjangnya yang kemudian berjalan tertatih-tatih meninggalkan ruangan tersebut untuk mencari udara segar.

Awalnya ia tak menyadari akan keanehan yang terjadi padanya, hingga sebuah panggilan alam datang padanya, ia pun bergegas pergi menuju kamar mandi.

Setelah menyelesaikan panggilan alamnya, Ruksa pun mencuci tangannya di wastafel, namun saat dirinya bercermin, kedua bola matanya terbeliak, ketika melihat bayangannya yang bukan dirinya melainkan sesosok gadis yang berusia sekitar enam belas tahun, dengan wajah yang di penuhi oleh jerawat batu, serta gigi yang memakai behel.

" Loh kok? " kedua tangannya mengucek kedua matanya seraya meyakinkan bahwa apa yang di lihatnya itu nyata, tapi tak ada perubahan sama sekali, ia pun berpikir bahwa itu mungkin sebuah mimpi buruk.

Plak! Suara tamparan di pipi pun terdengar sangat nyaring memenuhi toilet yang kebetulan sedang sepi.

Tubuh Ruksa seketika mematung, menyadari bahwa semua itu bukanlah mimpi melainkan sebuah kenyataan.

Kepalanya menunduk, lalu kemudian mendongkak, menatap bayangan rupa buruk dirinya di dalam cermin itu.

Prang!! Ruksa pun memukul cermin itu hingga menciptakan sebuah retakan besar, bahkan meninggalkan luka di tangannya.

" Oh emji sis~ itu tangan ngapain mukul-mukul cermin, memangnya nggak sakit cyin~ " tiba-tiba seseorang dengan menggunakan pakaian ketat dengan warna serba hitam dengan make up yang senada dengan pakaiannya, rambutnya yang panjang hitam kriting tergerai dengan sebuah topi kecil yang menghiasi kepalanya, serta di tangannya memegang sebuah tongkat yang ujungnya menyerupai sebuah sabit, muncul begitu saja.

Bukannya takut, kedua alis Ruksa malah mengernyit heran ketika mendapati seorang tamu tak di undang, apalagi tamu itu memiliki paras seorang pria dengan rupa pas pasan. Namun dengan percaya dirinya memakai riasan serta pakaian seorang wanita. " Lo banci dari mana? " tanyanya secara spontan.

" Idih, siapa yang kamu panggil banci? Sembarangan yah, ay ini bukan banci tapi malaikat maut. " terangnya.

" Huh? Modelan begini di sebut malaikat maut? " ungkap Ruksa yang merasa tak percaya dengan ucapan orang itu seraya menunjuk pada orang itu. " Please yah kalau mau ngamen itu jangan di rumah sakit, kalau mau ya di jalan raya, atau nggak di lampu merah. " tambahnya.

Berkat ucapan yang terlontar dari mulut Ruksa membuat Sang malaikat maut itu pun menjadi murka, dia memukul tongkatnya ke atas lantai sebanyak tiga kali.

Ruksa yang masih belum percaya pun menatap jenuh orang itu, hingga tak lama kemudian, lampu di dalam toilet itu menjadi hidup mati berulang-ulang, tak hanya itu saja, bahkan semua pintu di dalam kamar mandi itu terbuka dengan sendirinya, dengan angin yang berhembus kencang, yang datang entah dari mana.

Bulu kuduk Ruksa pun meremang, kedua lutut kakinya terasa lemas, bahkan sudah tak mampu menahan beban tubuhnya. Ia pun terduduk di atas lantai kamar mandi rumah sakit.

" Okeh, gue percaya, jadi please lo bisa berhenti sekarang. " Ruksa berkata dengan nada gemetar.

Malaikat maut itu pun menyunggingkan senyumnya, ia pun kembali memukul tongkatnya keatas lantai satu kali dan seketika suasana di dalam ruangan itu kembali menjadi normal.

Tanpa sadar, Ruksa pun menghela nafas lega, ia pun berusaha bangkit dari posisi duduknya, meski pun kedua lututnya masih terasa lemas.

Di rasa bahwa dirinya merasa tenang, Ruksa pun memberanikan diri untuk bertanya pada sang malaikat maut, dengan bertanya. " Apa tujuannya datang menemuinya?

Sang malaikat maut itu tak langsung menjawab, terlebih dahulu ia meminta pada Ruksa untuk berpindah tempat terlebih dahulu, selain tak nyaman dan bau, dia juga harus mempertemukan Ruksa dengan seseorang.

Tanpa berpikir panjang, wanita yang sudah berkepala tiga itu pun langsung menyetujui usulan sang malaikat maut.

Sebelum pergi meninggalkan kamar mandi itu, Si malaikat maut itu terlebih dahulu memperbaiki cermin itu terlebih dahulu.

Setibanya di atap rumah sakit, seorang wanita dengan pakaian rumah sakit, tengah berdiri membelakangi mereka, dan Ruksa sangat mengenal siluet tubuh itu.

Tak ingin membuang waktu lagi, Si malaikat maut pun menjelaskan tentang kesalahannya, saat itu dia tak sengaja mencabut nyawa keduanya, namun saat ingin mengembalikan jiwa mereka, dia malah salah menempatkan jiwa di tubuh yang salah.

" Jadi, aku harus menunggu selama tiga puluh hari, dan kamu akan mencari cara untuk mengembalikan aku seperti semula, dan selama itu aku harus menjalani kehidupan gadis jelek ini. " tunjuknya pada diri sendiri. " Jangan bercanda, siapa juga yang mau hidup di tubuh jelek begini?!" protes Ruksa tak terima.

" Pokoknya ay sudah jelasin semuanya, sisanya terserah you and you, kalau begitu ay pamit dulu bye bye. " Malaikat maut itu pun langsung menghilang begitu saja meninggalkan keduanya di atap rumah sakit

02

Namanya Dania, seorang gadis yang baru saja duduk di bangku di kelas satu SMA, di sebuah sekolah internasional yang sangat terkenal di kota A dengan kemegahan, serta kualitas pembelajaran nya yang sudah terkenal di negara bahkan sampai ke mancanegara.

Bahkan hasilnya sudah di akui dunia, banyak alumni yang berasal di sana sudah memecahkan berbagai rekor di dunia, salah satunya seorang pengusaha muda terkenal yang memiliki bisnis perangkat lunak bernama Dream

Perangkat ini memiliki penyimpanan besar, dengan kapasitas tiada batas, banyak perusahaan telepon genggam dari belahan dunia yang mengunakan perangkat ini sebagai perangkat utama.

Karena hal itu, membuat gadis yang memiliki orang tua dengan berpenghasilan pas-pasan, belajar mati-matian untuk mendapatkan slot beasiswa yang di sediakan oleh pihak sekolah.

Pihak sekolah hanya menyediakan sepuluh slot saja, dan peringkat satunya di isi oleh Dania, seorang gadis cupu yang tinggal di rumah sederhana bersama ayah tunggalnya yang berprofesi sebagai penjual makanan kering di tepi jalan.

Meski otaknya memiliki kepandaian di atas rata-rata. Namun karena penampilannya yang di bilang jelek itu, dengan gigi behel, rambut yang selalu ia kepang dua, dengan jerawat batu yang memenuhi seluruh wajah nya, serta keadaan ekonomi yang berbanding jauh dengan teman-teman sebaya nya yang selalu memakai barang branded dari desainer terkenal di dunia.

Karena perbedaan jauh yang di milikinya itu membuatnya di kucilkan di kelasnya. Bahkan tak ada dari mereka yang berniat mau menjadi temannya, tapi Dania tak pernah ambil pusing, asalkan ia bisa lulus dengan nilai sempurna dan menggapai cita-citanya sebagai seorang jaksa..

Namun, untuk menggapai mimpinya itu, ada banyak sekali guncangan yang harus ia lalui, salah satunya adalah perlakuan temannya yang memperlakukannya layaknya sampah, bahkan mereka menamainya dengan Gomi yang artinya sampah dalam bahasa Jepang.

Tentunya semua itu tak lepas dari peran Queensha yang sangat membenci akan kehadirannya. Gadis yang memiliki paras yang amat sangat cantik, dengan bentuk tubuh dan tinggi yang sudah proposional, serta rupanya yang menyerupai bak seorang putri Raja.

Kedua bola matanya yang sipit bulat layaknya mata boneka, hidungnya yang mancung bangir, serta bibirnya yang tipis membuat siapa pun akan terpana akan kecantikannya, tak hanya itu saja, keluarganya bahkan memiliki perusahaan pertambangan terbesar di dunia nomor empat. Bahkan Ayahnya, Wadana Kusuma juga menjabat sebagai walikota yang sangat di hargai dan di hormati oleh publik.

Di tambah, kakaknya Bismo Kusuma yang merupakan pemilik dari perusahaan Dream. Bahkan kakaknya juga memiliki seorang kekasih yang digadang-gadangkan memiliki status yang sangat berpengaruh di dunia bisnis.

Karena latar dan penampilan yang di milikinya yang nyaris sempurna itu, membuat semua siswa di sana setuju untuk menobatkannya sebagai Ratu sekolah.

Meski parasnya bak seorang putri, namun karakternya sangat berbanding balik dengan penampilannya yang berhati dingin.

Saat mengetahui bahwa akan ada murid beasiswa yang akan tinggal di dalam kelasnya, gadis dengan rupa bak seorang putri itu, tentu tak sudi harus satu kelas dengan seorang Gomi.

Tapi karena harus menjaga imagenya, ia pun hanya bisa membuat teman-temannya berbuat sesuka hati pada Dania.

Terkadang, saat dirinya sedang ingin melampiaskan amarahnya, ia akan menyuruh teman-temannya untuk membawa Dania kesebuah gudang yang sudah tak terpakai.

Di sana, ia dan teman-temannya, memperlakukan Dania bak sebuah sampah, seperti memaksanya untuk memakan makanan anjing yang sudah kadaluarsa dan membuatnya menggonggong seperti hewan anjing.

Tak cukup sampai di situ saja, Ratu sekolah itu bahkan menyuruhnya untuk bertelanjang, merekamnya dan menghasilkan uang dari video yang ia dapat dari tubuh Dania.

Baginya hal itu sangat menghibur dirinya untuk menghilangkan stres, tapi tidak bagi Dania, karena baginya hal itu seperti siksaan dari neraka.

Suatu hari, karena sudah tak tahan di perlakukan bak seorang sampah , Dania pun memutuskan untuk bolos sekolah.

Di sisi lain, seorang wanita yang bernama Ruksa Wisesa. memiliki kehidupan yang sangat amat layak. Di usianya yang masih di awal tiga puluh tahunan, dia bahkan sudah bisa mendirikan sebuah perusahaan toko online yang dikelola oelh kedua tangannya sendiri.

Memiliki parasnya yang sangat cantik namun memiliki kepribadian tegas bak seorang militer, membuat semua orang akan merasa enggan untuk mendekatinya, dia bahkan di juluki Si Mawar merah.

Julukan tersebut ia dapat sebab ia memiliki kecantikan yang luar biasa namun memiliki banyak duri di sekitarnya. Hal itu di karena kan oleh ayahnya yang seorang ketua geng Mafia yang sangat berpengaruh no tiga di dunia.

Ayah Ruksa, Bagaskara Wisesa di kenal dengan sifatnya yang sangat bringas dalam menghadapi musuh, dia bahkan mampu membunuh sepuluh anggota khusus militer dengan tangan kosong.

Karena hal tersebut, banyak yang enggan berurusan dengannya bahkan pihak kepolisian sekalipun. Dia begitu di hormati di dunia Mafia.

Meski kehidupan Ruksa sudah terbilang sempurna itu, nyatanya tak membuatnya bahagia, selain karena kematian Sang ibu yang terjadi dua puluh tahun yang lalu, akibat sebuah aksi balas dendam terhadap ayahnya, membuat hubungannya dengan sang ayah menjadi renggang bahkan sampai sekarang.

Keduanya tak pernah berkomunikasi lagi sejak saat itu. Meski ayahnya selalu berusaha untuk memperbaiki hubungan itu, namun Ruksa tak pernah peduli, sebab, sejak meninggalnya sang ibu, ayahnya tak pernah datang atau pun mengunjungi makan ibunya, beliau bahkan tak ada niatan balas dendam terhadap orang-orang yang sudah membuat nyawa ibunya melayang.

Hal tersebut tentu membuat Ruksa semakin kecewa akan sosok ayah yang pernah ia kagumi itu.

Di ulang tahunnya yang ke tiga puluh lima tahun, Bagaskara menghadiahinya sesuatu yang tak terduga.

Bukan rumah mewah atau pun sebuah pulau, melainkan secarik surat undangan yang sudah tertera jelas nama pasangan, tempat dan tanggal di mana mereka akan melangsungkan pernikahan.

Ruksa mendengus begitu mendengar berita tersebut, ia pun beranjak dari kursi makan, dan melenggang pergi meninggalkan restoran berbintang lima itu.

Satu-satunya tempat yang bisa ia tuju adalah kekasihnya, Bismo yang di mana, pria itu tinggal tak jauh dari tempat ia makan bersama sang ayah.

Namun, bukannya merasa lebih baik, hatinya malah semakin hancur ketika melihat kekasih yang amat di cintai tengah bercinta dengan seorang pelacur di apartemen yang ia beli seharga tujuh miliar, yang mana tempat itu akan menjadi menjadi tempat tinggal mereka.

Dengan perasaan yang sehancur-hancurnya, Ruksa meninggalkan apartemen itu, dan membawa laju kendaraannya dengan kecepatan tinggi, hingga kecelakaan pun tak bisa di hindari.

Entah sudah berapa banyak dosa yang ia lakukan sehingga tuhan sangat mempermainkan kehidupannya, setelah mendengar berita pernikahan ayahnya, kekasihnya yang berselingkuh, dan sekarang apa? Jiwa tertukar dengan seorang gadis jelek karena kekeliruan si malaikat maut, yang salah mengembalikan jiwanya.

Apa ini sebuah film? Rasanya ini seperti bohongan!

03

Setelah di nyatakan sehat dan di perbolehkan pulang oleh pihak dokter masing-masing. Kedua perempuan itu pun pada akhirnya menjalani kehidupan dengan jiwa yang masih tertukar.

Dan sejak kepulangan mereka ke rumah masing-masing, Sang malaikat maut tak pernah menampakkan batang hidungnya sama sekali. Membuat Ruksa di buat frustasi olehnya.

Karena masih dalam pemulihan, Dania maupun Ruksa di larang banyak bergerak pasca kecelakaan oleh dokter.

Meski pun keduanya tak bisa bertemu, namun keduanya masih bisa saling berkomunikasi melalui smartphone mereka.

Terkadang, Ruksa ingin membanting smartphone milik Dania yang terbilang sangat lemot itu, tak hanya itu saja, bahkan layar touch screen nya begitu sulit untuk di gunakan.

Ia pun meminta Dania untuk bertemu besok dan membawakannya sebuah smartphone baru untuk dirinya.

Setelah bertemu di sebuah restoran mewah, kedua perempuan itu saling bertukar informasi, mengenai siapa saja orang-orang yang patut di hindari dalam kehidupan ini.

Ruksa tentunya memiliki banyak orang yang harus di waspadai dan dihindarinya. Dua di antaranya adalah mantan kekasihnya dan juga ayahnya, ah dan jangan lupakan asisten pribadinya, sebab ia tak mau jadi bahan olok-olok bawahannya itu.

Sedangkan Dania, tentunya Queensha lah orang nya, dan juga teman-temannya, meski mereka terlihat bersikap acuh tak acuh saat berada di lingkungan sekolah. Namun, saat mereka bertiga mengajaknya pergi ke sebuah bangunan terbengkalai, di sana lah mereka menampakkan sosok aslina.

" Tak heran jika kamu di perlakukan seperti itu, lagi pula penampilanmu ini sudah ketinggalan zaman. " Ruksa Berkata seraya menyeruput jus mangga yang ia pesan, awalnya ia ingin memesan wine, tapi Dania menolaknya karena ayahnya pasti akan tahu.

Ruksa sedikit tertegun lali tersadar, bagaimana bisa ia melupakan bahwa kini jiwanya tidak berada di dalam tubuhnya? ia pun menghela nafas dan memilih untuk memesan jus mangga saja.

Di hari yang begitu cerah, Ruksa dengan penampilan cupunya berjalan memasuki lingkungan sekolah elit itu, seperti siswa lain pada umumnya.

Dan benar saja apa yang di katakan gadis itu, meski Dania sudah tak masuk beberapa hari, namun tak ada satu pun dari teman sekelasnya yang menanyakan tentang kabarnya, semuanya bersikap acuh tak acuh, seolah-olah Dania tak pernah ada di kelas itu.

Saat pelajaran kelas tengah berlangsung, Ruksa mati-matian menahan kantuk, sebab ia harus bersikap seperti Dania yang selalu rajin menyimak pelajaran. Karena jika tidak, maka identitasnya pasti akan terbongkar.

' Ini pelajaran kapan selesainya anjir? Perasaan dari tadi nggak selesai-selesai. ' batin Ruksa, karena kantuk yang tak kunjung pergi itu, Ruksa pun hanya bisa mencoret-coret bukunya dengan membuat gambar yang tidak jelas bentukannya.

Saat bel istirahat berbunyi, Ruksa pun terbangun dari tidurnya, ia pun bergegas pergi menuju kantin.

Setibanya di sana, semua mata tiba-tiba mengarah padanya. Tatapan mereka terlihat menatapnya dengan tatapan jijik, namun tak ada satu pun dari mereka yang mau berbicara atau pun menegurnya. Dan tentunya Ruksa tak peduli akan arti tatapan itu, karena yang terpenting sekarang adalah mengenyangkan perutnya.

Memang pantas di sebut sekolah internasional, selain pihak sekolah yang menyediakan tempat makan yang begitu nyaman, koki mereka juga termasuk koki yang handal, sebab mereka sangat memperhatikan gizi makanan murid di sana.

Saat hendak mencari tempat duduk, tiba-tiba ia tersandung, hingga menjatuhkan semua makanan yang ada di atas nampannya.

Semua siswa di sana terkekeh geli melihat penampilan kacaunya.

Sungguh tragis hidup gadis ini, sudah jelek tak ada yang peduli pula. Batin Ruksa yang merasa kasihan.

Karena tak bisa tertolong, mau tak mau Ruksa pun melewatkan jam makan siangnya.

Kring!!!! Kring!!! Bel pun berbunyi, menandakan bahwa kelas telah berakhir.

Di dalam hati, Ruksa berteriak penuh kemenangan, ia pun dengan antusias merapihkan peralatan tulisnya lalu pulang ke rumah.

Akan tetapi, tiba-tiba dua orang gadis muda menghampirinya, dengan memiliki tinggi yang sama serta memiliki rambut panjang hitam yang mereka ikat secara asal namun masih meninggalkan kesan mode.

" Ayo ikut. " ucap salah satu gadis yang di ketahui bernama Kayla.

Ruksa pun dengan patuh mengikuti mereka, hingga akhirnya mereka membawanya kesebuah bangunan terbengkalai, di sana Queensha sudah terduduk cantik menunggu kedatangannya.

Setibanya di sana, tiba-tiba tubuhnya tersungkur ke tanah, hingga di kedua tangannya mendapat beberapa lecet.

Setelah membuatnya tersungkur, Kayla dan Diska pun mulai memukul tubuhnya dengan sebuah balok kayu, menarik rambutnya serta membuatnya meminum susu basi.

" Ayo menggonggong. " Queensha berkata.

' Cuih. ' dengan sengaja, Ruksa meludahi wajah cantik Queensha yang terduduk di depannya.

Membuat sang empu menjerit histeris karena jijik, gadis itu terlihat sangat panik. Ruksa yang melihat tingkah Queensha yang bersikap berlebihan itu tak bisa menahan tawanya.

Tawanya begitu menggema.

Plak! Tiba-tiba sebuah tamparan mendarat di pipinya, namun hal tersebut tak membuatnya tak berhenti untuk tertawa, bahkan ketika tubuhnya di pukuli oleh Kayla dan Diska, dia terus tertawa.

Hingga pada akhirnya membuat Queensha tak tahan dengan suara tawa Ruksa yang tak ada tanda-tanda untuk berhenti.

Merasa sedang di remehkan, Gadis cantik itu mengambil sebuah balok kayu yang kemudian ia gunakan untuk memukul tubuh Ruksa hingga babak belur.

Tapi hal tersebut tak membuatnya berhenti tertawa, tapi tiba-tiba tawanya berhenti, tatapannya menjadi gelap, menatap tajam pada Queensha seraya menyunggingkan senyumnya. " Kenapa berhenti? apa segini hanya segini kekuatan mu YANG MULIA? " ucapnya dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya

Dada Queensha menjadi kembang kempis, awalnya ia berniat untuk melampiaskan kekesalannya pada Dania, namun ternyata, gadis itu malah membuatnya semakin marah dan juga takut di waktu bersamaan. " Lo, kerasukan setan halus yah! Hah! "

" Kan setannya lo, ups salah, lo kan bukan setan, melainkan penghuni neraka jahanam! " timpal Ruksa secara gamblang, membuat gadis di depannya naik pitam

" N*jis! Bangs*t! Berani lo yah sama gue! " ucapnya dengan nada kesal. " Kita lihat, apa mulut najis lo masih bisa berbicara?!" tambahnya seraya mengambil sebilah pisau kecil dari tas nya yang kemudian ia tusukkan pisau itu perut Ruksa

Darah merembes keluar dari balik seragam putih milik Dania.

" Ahh!! " tiba-tiba Queensha berteriak ketakutan, tangannya menjatuhkan pisau berlumuran darah ke tanah. Menyadari bahwa sikapnya sudah keterlaluan. rona di wajahnya mulai memucat, apalagi melihat Ruksa yang sudah tak sadarkan diri dengan bersimbah darah.

Kayla dan Diska yang melihat genangan darah tersebut, ikutan menjadi panik. Tapi bukannya menolong dan membawa Ruksa ke rumah sakit, ketiga gadis itu malah berlari terbirit-birit.

Di rasa Queensha and the geng telah pergi, Dania pun muncul dari balik bangunan, seraya membawa p3k yang sudah disediakannya untuk berjaga-jaga. Meski jiwanya tak berada di dalam tubuhnya, namun ia bisa merasakan kesakitan yang di alami Ruksa.

" Apa perlu bertindak sejauh ini? " tanya Dania

" Jika tidak, maka orang-orang tak akan percaya begitu saja, jadi kita harus bertindak secara ekstrem. " Ruksa berkata seraya bangun dari posisi tidurnya sembari berjalan tertatih-tatih menuju kamera tersembunyi yang sudah ia dan Dania siapkan.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!