NovelToon NovelToon

Ranjang Sang Mafia

Perkenalan Karekter

1. Maya Larasati

Seorang gadis yang sangat cantik, seksi dan suka berdandan. Sangat pintar, rajin, baik hati, sabar, pintar masak, tidak boros dan mandiri. Maya bekerja sebagai sekretaris. Maya menguasai ilmu bela diri untuk menjaga dirinya juga bisa membantu orang yang membutuhkan.

2. Kevin Graham

Seorang manager berwajah tampan, arogant dan bersikap kasar, kejam dan dingin walau begitu banyak wanita yang mengejar - ngejar dirinya. Hanya pada keluarga dan orang yang dicintainya Kevin berubah menjadi pribadi yang lembut dan sayang serta patuh.

3. Jonathan Alexander

Jonathan atau Nathan anak ke empat dari tujuh kembar identik dari pasangan Gloria William dengan Thomas Alexander. Nathan seorang pemuda yang sangat tampan berumur dua puluh empat tahun sangat pintar, angkuh, kejam, membunuh tanpa ampun dan paling benci dengan nama pengkhianat.

Nathan juga seorang CEO dan juga seorang ketua mafia yang sangat ditakuti karena terkenal dengan kekejamannya. Tidak ada satupun musuh yang hidup jika berhadapan dengan Nathan walau musuh itu memohon ampun sekalipun. Nathan menguasai ilmu bela diri dan juga berbagai senjata karena banyaknya musuh yang mengincar dirinya.

4. Bela Aliandra

Bela seorang artis papan atas dan foto model, cantik dan seksi. Banyak yang tergila - gila pada Bela karena kecantikannya. Bersikap manja dan sangat boros suka belanja yang tidak ada perlunya.

5. Aurora Borealis

Sahabat Maya waktu mereka sekolah dari sekolah dasar hingga lulus kuliah. Aurora Borealis nama panggilannya Aurora mengambil jurusan sama yaitu bisnis. Sifat Aurora sangat lembut, keibuan, tidak boros, cantik dan bisa bela diri.

6. Yohanes Alexander

Yohanes anak ke lima dari tujuh kembar identik anak dari pasangan Gloria William dengan Thomas Alexander. Yohanes seorang pemuda yang sangat tampan berumur dua puluh empat tahun sangat pintar, angkuh, kejam, membunuh tanpa ampun dan paling benci dengan nama pengkhianat.

Yohanes juga seorang CEO dan juga seorang wakil ketua mafia yang sangat ditakuti karena terkenal dengan kekejamannya. Tidak ada satupun musuh yang hidup jika berhadapan dengan Yohanes walau musuh itu memohon ampun sekalipun. Yohanes menguasai ilmu bela diri dan juga berbagai senjata karena banyaknya musuh yang mengincar dirinya.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

" Maya." panggil mommy dan daddy bersamaan di ruang keluarga.

" Ada apa mom, dad?" tanya Maya sambil tersenyum

" Kamu sudah hampir lulus kuliah bagaimana hubunganmu dengan Kevin?" tanya Daddy Maya

" Baik-baik saja dad, memang kenapa dad?" Tanya Maya.

" Kapan kalian berencana menikah?" Tanya daddynya tanpa menjawab pertanyaan putri semata wayangnya.

" Belum tahu dad, apalagi aku rencana lulus kuliah ingin berkerja terlebih dulu." jawab Maya apa adanya.

" Kan bisa menikah sambil berkerja." Jawab daddynya.

" Kalau sudah menikah pasti repot dad ngurus anak, ngurus suami dan ngurus kerjaan kantor." Jawab Maya.

" Sudahlah dad, kalau memang sudah jodoh tidak akan kemana." Ucap mommynya berusaha menengahi suaminya yang ingin secepatnya putri semata wayangnya menikah.

Suaminya Menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

" Baiklah tapi ingat pesan daddy dan mommy selama kalian masih pasangan kekasih jangan mau di cium." Nasehat daddynya.

" Memang kenapa dad?" Tanya Maya penasaran karena selama ini mereka berpacaran hanya berpegangan tangan saja.

" Kalau ciuman ujung-ujungnya merembet kemana-mana. Iya kalau Kevin bertanggung jawab kalau tidak kamu yang rugi sendiri belum lagi omongan pedas orang-orang yang mengatakan hamil di luar nikah." Ucap daddynya menasehati putri semata wayangnya.

" Baik dad, Maya mengerti dan tidak akan mempermalukan daddy dan mommy." Jawab Maya dengan nada yakin.

" Bagus, daddy dan mommy percaya sama kamu." Ucap daddynya.

" Sudah malam istirahatlah." Ucap mommynya.

" Baik mom, dad." Jawab Maya

Maya berdiri dan berjalan ke arah kamarnya untu beristirahat. Maya berjalan ke arah balkon dan duduk di kursi sambil menikmati udara malam. Maya ingat tentang pertemuan pertama dengan Kevin.

xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx

Maya duduk di kelas satu sekolah menengah atas ketika bel istirahat Maya bersama teman-temannya pergi ke kantin bersama-sama salah satu temannya di dorong oleh seseorang membuatnya terdorong ke arah depan dan mengenai Maya.

Maya yang belum ada persiapan nyaris terjatuh tengkurap jika tidak ada tangan kekar menolongnya. Maya sangat terkejut dan berusaha agar berdiri dengan tegak.

" Terima kasih kak." Ucap Maya sambil tersenyum manis ketika mengetahui kakak kelasnya menolong dirinya.

deg

deg

Jantung kakak kelasnya berdetak kencang melihat senyuman manis Maya.

" Sama-sama, siapa namamu?" Tanya kakak kelasnya sambil mengulurkan tangannya.

" Maya kak, kalau kakak?" Tanya Maya balik sambil membalas uluran tangan kakak kelasnya.

" Kevin." Jawab Kevin

" Maaf kak, aku sama teman-teman mau ke kantin dulu." Ucap Maya sambil berusaha melepaskan tangannya karena tangannya masih digenggam oleh Kevin.

" Ok." Jawab Kevin singkat sambil melepaskan tangannya yang tadi menggenggam tangan Maya.

Maya tersenyum dan berjalan bersama teman-temannya ke arah kantin.

" Maya, apakah kamu tidak tahu dia itu salah satu kakak kelas yang paling tertampan dan terkaya di sekolah kita." Ucap temannya.

" Kamu suka ya? dekati saja kak Kevin " Ucap Maya yang masih memikirkan pendidikan dari pada pacaran.

" Aish.... Selama ini aku dekati kak Kevin menganggapku tidak ada." Keluh temannya.

" Jangan menyerah selama janur belum melengkung dekati saja." Ucap teman lainnya.

" Baiklah akan aku coba." Ucap temannya.

Sejak kejadian insiden tersebut besoknya Kevin mulai mendekati Maya. Awalnya Maya bersikap biasa saja hingga di bulan ke tiga Kevin memberanikan diri untuk menyatakan cinta di sebuah kafe yang dekat dengan rumah Maya.

" Maya, sejak pertama kali bertemu denganmu aku mulai menyukaimu dan sekarang aku memberanikan diri untuk mengatakan aku mencintaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" Tanya Kevin penuh harap.

" Aku bersedia saja menjadi kekasih kak Kevin tapi dengan satu syarat selama kita menjadi pasangan kekasih kakak hanya diperbolehkan menyentuh tanganku." Ucap Maya.

" Biasanya orang berpacaran saling berpegangan dan berciuman." Ucap Kevin berusaha membujuk Maya.

" Terserah kak Kevin mau atau tidak dengan syarat yang aku berikan." Ucap Maya dengan tegas.

Kevin menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menganggukan kepalanya tanda setuju.

Sejak saat itu Kevin dan Maya menjadi pasangan kekasih. Kabar Kevin dan Maya menjadi pasangan kekasih diketahui oleh seluruh kelas ada yang mengucapkan selamat dan ada yang sangat iri dan benci terhadap Maya.

Begitu pula dengan teman sekelas Maya diam-diam membenci Maya karena Maya tahu kalau dirinya sangat menyukai Kevin tapi dengan teganya berpacaran dengan Kevin.

Setahun kemudian Kevin lulus sekolah dan masuk kuliah semester satu sedangkan Maya naik ke kelas dua dan hubungan mereka baik-baik saja hingga empat tahun kemudian Kevin mendapatkan pekerjaan sebagai staf biasa tapi karena keuletan dan pintar membuat Kevin naik jabatan menjadi manager sedangkan Maya mahasiswi semester enam.

" Kak Kevin, selama kita berpacaran kakak tidak pernah memperkenalkanku ke orang tua kak Kevin dengan alasan kak Kevin harus sukses dulu dan sekarang kan sudah sukses kapan dong aku dikenali?" Tanya Maya penuh harap ketika mereka berada di kafe dekat kampus Maya.

" Hari ini tidak ada jadwal kuliah kan?" Tanya Kevin tanpa menjawab ucapan Maya.

" Tidak ada kak, memang kenapa kak?" Tanya Maya

" Kalau begitu aku kenali kamu ke orang tuaku sekarang." Ucap Kevin

" Benaran kak?" Tanya Maya dengan wajah berbinar-binar.

" Benar, ayo kita pergi." Ajak Kevin

" Ayo kak." Jawab Maya.

Mereka berdua keluar dari kafe tersebut, Kevin mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga tidak membutuhkan waktu lama sekitar sepuluh menit mereka sudah sampai di mansion milik Orang tua Kevin.

Kini Kevin dan Mata duduk bersebelahan dan di hadapannya orang tua Kevin dan ke dua adiknya yang hanya di batasi oleh meja. Mereka menatap Maya dari atas hingga ke bawah tanpa bicara sedikitpun membuat Maya salah tingkah.

Hanya obrolan singkat menanyakan tentang namanya, nama orang tuanya dan statusnya yang sekarang sebagai mahasiswi setelah itu pergi meninggalkan mereka berdua.

" Kakak mau ke kantor, kamu pulang naik taksi ya?" Pinta Kevin.

" Ok." Jawab Maya tidak mempermasalahkan hal tersebut karena Maya merupakan wanita mandiri.

Maya pulang naik taksi menuju ke mansion milik ke dua orang tuanya sedangkan Kevin mengendarai mobil pribadinya menuju ke perusahaan di mana dirinya berkerja.

Sejak saat itu Kevin tidak pernah lagi mengajaknya ke mansion orang tuanya jika di tanya Kevin akan menjawab kalau keluarganya tinggal di luar negri.

Maya yang selalu berfikir positif percaya apa yang dikatakan oleh Kevin hingga setahun kemudian Maya magang di tempat perusahaan dimana Kevin berkerja.

xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx

Tidak terasa Maya lulus kuliah dengan hasil yang sangat memuaskan dan di tempat di mana dirinya dulu magang managernya menawarkan Maya untuk berkerja sebagai administrasi.

Dua tahun kemudian Maya direkomendasikan untuk menjadi sekretaris CEO, Maya sangat senang sekali begitu pula dengan kekasihnya Kevin. Bekerja sebagai seorang sekretaris membuat Cantika selalu berpenampilan cantik dan energik hingga banyak karyawan yang menyukai Maya.

" Maya, ada yang ingin kukatakan padamu." Ucap Kevin dengan nada serius sambil duduk di restoran dekat dengan kantor.

" Apa itu kak?" Tanya Maya

" Aku ingin minggu depan kita menikah jadi seminggu sebelum kita menikah aku ingin kamu mengundurkan diri dari pekerjaan." Ucap Kevin.

" Tapi aku sangat betah dengan pekerjaanku kak. Ucap Maya merasa keberatan.

" Hubungan kita sudah sangat lama dan kini aku sudah mantap untuk menikah denganmu. Apa kamu sudah bosan padaku dan ingin hubungan kita putus?" Tanya Kevin dengan nada curiga.

( " Maaf sebenarnya aku sangat cemburu melihatmu dikelilingi oleh pria tampan dan kaya . Kamu hanya milikku dan tidak aku ijinkan orang lain memiliki dirimu karena itulah aku memintamu untuk berhenti bekerja." Ucap Kevin dalam hati ).

( " Aku masih betah berkerja dan sangat sayang kalau berhenti kerja tapi aku sangat mencintai kekasihku." Ucap Maya dalam hati sambil berfikir).

" Baiklah aku berhenti bekerja." Ucap Maya pasrah.

" Terima kasih sayang, sekarang kamu mengurus surat pengunduran diri." Ucap Kevin.

" Ok." Jawab Maya singkat.

Mereka berdua keluar dari kantin dan menyebrang jalan karena kantornya berada di sebrang.

Maya pun membuat surat pengunduran diri dan pihak perusahaan tidak bisa melarang Maya. Maya mengajari anak baru yang akan menggantikan dirinya.

Seminggu kemudian Maya dan Kevin menikah, acara diadakan di rumah Maya sesuai adat istiadat mereka.

Membeli Rumah Yang Lebih Besar

Sehari setelah menikah Kevin memboyong Maya di rumah yang dulu pernah dibelinya sebelum Kevin menikah dengan Maya.

" Sayang, aku lihat kamu dapat pesangon besar bagaimana kalau kita membeli rumah yang lebih besar dan rumah ini kita jual." Usul suaminya

" Baiklah." Jawab Maya

" Tapi rumah atas namaku ya?" Usul suaminya.

" Ok." Jawab Maya singkat tanpa ada rasa curiga sedikitpun.

" Kalau begitu kita cari yuk." Ajak suaminya sambil berdiri.

" Ayuk." Jawab Maya.

Merekapun pergi untuk mencari rumah setelah berkeliling mereka menemukan sebuah rumah yang cocok.

" Cakep banget rumahnya." Ucap Maya dengan mata berbinar.

" Iya benar, bagaimana kalau kita beli rumah ini." Usul Kevin

" Tapi kalau pakai uang pesangon ku dan menjual rumahmu uangnya masih kurang, lalu sisanya?" Tanya Maya

" Benar juga sih." Jawab Kevin sambil berfikir.

" Maaf nyonya dan tuan, sisanya bisa di kredit." Ucap broker memberikan usulan.

" Sebulan berapa?" Tanya Kevin

" Tergantung tuan dan nyonya mengambil berapa lama." Ucap broker tersebut.

" Lebih cepat lebih baik." Ucap Kevin

" Maaf tuan bisa nyicilnya sebulan berapa?" Tanya broker

" Saya sanggup sebulan sepuluh juta rupiah." Ucap Kevin

" Sebentar ya pak saya hitung dulu." Ucap broker tersebut.

Broker tersebut mulai menghitung hingga lima menit kemudian broker memberi tahukan berapa lama mereka menyicilnya.

" Kira - kira di tahun ke tujuh rumah ini sudah lunas." Ucap broker tersebut.

" Baiklah saya setuju." Jawab Kevin penuh semangat.

" Baik pak, kalau begitu besok kita bertemu lagi untuk membayar rumah ini dan sisanya dibayar dengan cara menyicil." Ucap broker tersebut.

" Kapan kami bisa menempati rumah ini?" Tanya Kevin penuh harap

" Setelah semua surat-surat beres tuan dan nyonya bisa menempati rumah ini." Jawab broker tersebut.

" Ok." Jawab Kevin singkat.

" Tapi aku ingin lihat-lihat dulu." Ucap Maya

" Oh maaf saya lupa." Ucap broker.

Mereka berjalan ke arah pintu utama dan broker tersebut mengambil kunci yang di simpan di dalam tas dan membuka pintu utama. Mereka mengelilingi semua ruangan kamar dan di dalam kamar sudah ada kamar mandi dalam, dapur, ruang keluarga dan halaman belakang hingga dua jam lamanya mereka selesai berkeliling.

Seminggu Kemudian

Kini mereka tinggal di rumah baru dan mereka sedang santai di ruang keluarga.

" Maaf sayang, selama kita menikah aku belum menyentuhmu sama sekali karena aku belum ingin mempunyai anak terlebih jika nanti kamu hamil dan melahirkan pasti membutuhkan biaya yang sangat besar dan kamu tahu sendiri setengah gajiku buat bayar cicilan rumah dan sisanya untuk sehari-hari kita." Ucap Kevin

" Tidak apa - apa sayang, aku mengerti." Ucap Maya.

Ting tong

Tiba-tiba terdengar suara bel rumah Kevin berdiri dan berjalan ke arah pintu utama.

" Ayah, ibu, Rena, Rina." Panggil Kevin dengan wajah terkejut pasalnya mereka berempat masing-masing membawa koper.

" Kamu tidak menyuruh kami masuk!" Teriak ibunya dengan nada kesal

" Maaf, masuk bu." Jawab Kevin sambil berjalan mundur agar keluarganya masuk ke dalam.

Mereka berempat menatap ke arah sekeliling rumah baru milik putranya.

" Rumahmu lumayan, kami akan tinggal di sini." Ucap ibunya tanpa dosa.

" Apa??" Teriak Kevin dengan nada sangat terkejut.

" Ada apa sayang kok sayangku teriak?" Tanya Maya sambil berjalan ke arah Kevin

" Ayo ayah kita pilih kamar." Ucap ibunya dengan nada cuek tidak memperdulikan keberadaan menantunya.

" Tunggu dulu memang mansion milik ibu dan ayah kenapa?" Tanya Kevin penasaran

" Mansion dan perusahaan di sita bank." Jawab ibunya dengan nada santai sambil menarik tangan suaminya.

" Maaf aku sangat lelah ingin istirahat." Ucap Rena anak ke dua

" Sama kak aku juga sangat lelah." Ucap anak ke tiga

" Kami bebas milih kamar kan kak?" Tanya ke dua adiknya sambil berjalan.

" Iya asal jangan kamar tengah lantai atas." Ucap Kevin

" Maaf sayang keluargaku menumpang di rumah kita." Ucap Kevin tidak enak hati.

" Tidak apa-apa santai saja." Jawab Maya sambil tersenyum.

cup

" Kamu memang istriku yang sangat baik." Puji suaminya

" Kan keluargamu juga keluargaku." Ucap Maya

" Kalau begitu kita istirahat dulu." Ajak Kevin

" Ok." Jawab Maya

Mereka berdua berjalan menaiki anak tangga untuk beristirahat begitu pula dengan ke dua orang tua dan ke dua adiknya Kevin.

Penderitaan Maya

Sore hari seperti biasa Maya sudah bangun dan menuruni anak tangga untuk memasak karena ke dua mertuanya dan ke dua adik iparnya menumpang di rumahnya membuat dirinya memasak agak banyak. Setengah jam kemudian dirinya selesai memasak, Maya menaiki anak tangga untuk membersihkan diri.

Lima belas menit kemudian Maya sudah selesai mandi dan memakai pakaian santai. Maya menuruni anak tangga ke ruang makan dan melihat suaminya, ke dua mertuanya dan ke dua adiknya sedang makan dengan lahap.

Maya melihat semua masakannya sudah pindah ke piring mereka dan tidak menyisakan sedikitpun membuat Maya menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

( " Sabar Maya, orang sabar di sayang Tuhan." Ucap Maya dalam hati ).

Maya berjalan ke arah dapur dan membuka kulkas hanya ada telur dan sayur. Maya terpaksa makan mie rebus karena bahan makanan sudah habis.

" Sayang, kamu masak mie instan ya? aku bikinin ya." Ucap Kevin tanpa dosa.

" Aku juga ya kak." Jawab ke dua adik iparnya.

" Kami juga mau." Jawab ke dua orang tuanya.

Ingin rasanya memukul mulut mereka serempak dengan menggunakan codet yang sedang dipegangnya tapi itu tidak mungkin. Maya hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun.

Sungguh dirinya sangat kesal karena masakan dihabiskan oleh mereka dan di tambah tanpa punya rasa malu sedikitpun meminta dibuatkan mie instan. Setelah setengah jam akhirnya Maya selesai memasak mie instan dan semuanya langsung makan selesai makan mie instan dan minum mereka langsung pergi tanpa memperdulikan piring-piring dan gelas-gelas kotor membuat Maya hanya menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

( " Sepertinya aku harus kerja kalau tidak gaji suamiku mana cukup kalau mereka berempat menumpang di rumah ini." Ucap Maya dalam hati ).

Maya mencuci piring dan gelas yang menumpuk hingga setengah jam kemudian dirinya sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangga termasuk membersihkan meja makan.

Maya berjalan ke arah ruang keluarga dan melihat mereka sedang mengobrol. Maya duduk di samping suaminya dan mendengarkan keluarga suaminya mengobrol.

" Kakak sebentar lagi aku masuk SMA dan belum daftar sekolah, akhir bulan daftar ya kak." Pinta Rena

" Iya kak, aku juga akhir bulan daftar ya kak masuk SMP?" Pinta Rina

" Pinta sama ayah kalian dong kok minta sama kakak." Ucap Kevin yang merasa keberatan karena mana cukup gajinya jika menyekolahkan ke dua adiknya.

" Memang kamu tidak dengar apa yang ibu katakan? kalau perusahaan ayah dan rumah di sita bank!" kata ibunya dengan nada ketus.

" Tapi bu..." Ucapan Kevin terpotong oleh ibunya.

" Hei menantu tidak tahu diri, kamu jangan coba-coba meracuni anakku ya!!!" kata ibu mertuanya dengan nada naik satu oktaf.

" Maaf bu, saya kurang mengerti." Ucap Maya dengan nada bingung

" Jangan sok polos kamu, aku tahu kamu pasti mengerti kamu menghasut putraku agar pelit dengan keluarganya, ayo ngaku!!" Bentak ibunya.

" Ya ampun ibu, aku sama sekali tidak ada pikiran seperti itu." Ucap Maya

" Jangan bohong kamu!!" Bentak ibu mertuanya.

" Sudah cukup, baik akhir bulan ke dua adikku akan daftar sekolah." Ucap Kevin yang tidak suka ribut.

" Lain kali kamu tegas sama istrimu, ibu tidak suka kamu terlalu baik memperlakukan istrimu." Ucap ibunya sambil berdiri dan meninggalkan mereka.

Maya hanya bisa diam tanpa banyak bicara karena percuma saja sedangkan Kevin hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

" Aku sangat lelah mau istirahat." Ucap ayahnya.

" Aku juga kak." Jawab ke dua adiknya serempak

Kevin mengajak istrinya untuk istirahat di kamarnya sambil berbincang-bincang.

" Sayang, bagaimana kalau aku berkerja lagi?" Usul istrinya.

" Aku tidak setuju." Jawab suaminya dengan nada tegas.

" Masalahnya kalau aku tidak berkerja gajimu tidak akan cukup buat sehari-hari." Ucap Maya.

" Bukannya selama ini selalu cukup dan lebih." Ucap Kevin

" Kalau kita berdua memang cukup tapi kan ada keluargamu dan belum lagi di tambah ke dua adikmu yang sekolah." Ucap Maya menjelaskan.

" Memang benar, tapi aku tetap tidak setuju. Aku kepala rumah tangga cukup tidak cukup kamu harus bisa bikin cukup dan jangan protes." Ucap suaminya dengan nada tegas sambil berjalan ke arah ranjang untuk istirahat sedangkan Maya masih duduk di balkon menatap bintang di langit.

( " Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Maya dalam hati ).

Angin malam yang berhembus membuat Maya menutup pintu balkon dan berjalan ke arah ranjang. Maya melihat suaminya sudah tertidur dengan membelakangi dirinya.

( " Apakah aku salah Tuhan menikah dengan pria yang telah menjadi suamiku." Ucap Maya dalam hati ).

Maya yang tidak bisa tidur membuka ponsel dan iseng-iseng membuka aplikasi noveltoon untuk membaca novel karena Maya sangat suka membaca novel terutama tentang cerita Mafia karangan Yayuk Triatmaja yang menjadi idolanya.

( " Apa aku bikin novel saja ya? Kan lumayan kalau dapat duit buat tambah-tambahan." Ucap Maya dalam hati ).

Maya mulai membuat novel, karangan pertamanya sudah berhasil di kirim dan sedang menunggu lulus review hingga di bab ke tiga belum juga lulus review. Maya iseng membuat lagi tapi tetap sama membuat Maya sempat frustasi.

Maya membuat kembali novel dengan total tiga novel dan masing-masing empat bab karena lelah Maya meletakkan ponselnya dan berbaring di ranjang.

Esok harinya Maya membeli roti keliling untuk sarapan pagi.

" Kok sarapan roti sih!" Omel ibu mertuanya.

" Maaf Bu nanti siang kita baru makan siang." Ucap Maya.

" Huh punya menantu nyebelin banget." Ucap ibunya dengan nada ketus.

Maya hanya diam dan berjalan ke arah meja makan. Mereka semua sarapan roti tawar dengan selai yang di simpan di kulkas.

Satu Tahun Kemudian

Setiap hari Maya diperlakukan seperti seorang pelayan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sedangkan ibu mertuanya dan ke dua adiknya enggan membantunya.

Maya selalu bersabar dan tidak pernah mengeluh, setiap malam tanpa sepengetahuan suaminya Maya membuat cerita novel dan dirinya sangat senang karena penghasilan dari novel bisa membayar semua kebutuhan sehari-hari bahkan membayar cicilan motor ke dua orang tuanya dan juga ke dua adiknya.

Maya yang dulu sangat cantik dan merawat tubuhnya kini menjadi kusam dan tidak menarik lagi karena dirinya tidak ada waktu untuk merawat tubuhnya. Hingga suatu hari ibu mertuanya datang dengan membawa seorang gadis yang sangat cantik.

" Sayang kamu kenal dengan Bela kan?" Tanya ibunya sambil duduk di ruang keluarga.

" Kenal donk Bu, diakan cinta pertamaku." Ucap Kevin tanpa memperdulikan perasaan Maya.

" Kak Bela, artis papan atas dan foto model, cantik dan seksi dan banyak orang-orang yang tergila - gila dengan kak Bela karena kecantikan kak Bela." Puji ke dua adiknya Kevin

" Hallo sayang." Panggil Bela sambil mendorong tubuh Maya hingga terjatuh ke lantai dan duduk di samping Kevin.

Kevin tersenyum dan memeluk Bela tanpa memperdulikan perasaan Maya yang sangat hancur. Maya langsung berdiri dan meninggalkan mereka menuju ke kamarnya.

" Hiks... hiks.. hiks... kalian semua jahat padaku padahal aku baiknya seperti apa dengan kalian." Ucap Maya sambil terisak.

Hati Maya sangat hancur membuat Maya menangis sambil memeluk bantal guling karena lelah Maya tertidur. Tengah malam Maya terbangun dan melihat suaminya tidak ada di sampingnya.

" Mungkin suamiku sedang minum di dapur." Ucap Maya tanpa curiga.

" Aku juga haus, mau minum dulu." Ucap Maya

Maya keluar kamarnya kemudian berjalan menuruni anak tangga sayup-sayup terdengar suara aneh karena penasaran Maya berjalan ke arah ruang keluarga dan matanya membulat sempurna melihat Bela berada di bawah sedangkan Kevin berada di atas tanpa menggunakan sehelai benang pun sedang melakukan hubungan suami istri.

" Kak Kevin!!!" Teriak Maya

Sepasang yang bukan pasangan suami istri tersebut sangat terkejut dan adik kecil Kevin langsung di tarik kemudian berjalan ke arah Maya dengan tatapan membunuh.

plak

" Jangan sekali-kali teriak di depanku!!" Bentak Kevin sambil menampar pipi kanan Maya untuk pertama kalinya.

plak

" Ini hukuman karena kamu mengganggu kesenangan kami." Ucap Kevin naik satu oktaf sambil menampar pipi kiri Maya.

Ke dua sudut bibir Maya mengeluarkan darah segar. Maya hanya menatapnya dengan tatapan tajam.

" Aku punya dua pilihan jika kamu memilih wanita itu maka ceraikan aku tapi jika kamu tidak ingin bercerai maka usir wanita itu." Ucap Maya dengan nada tegas sambil menatap tajam ke arah suaminya.

Maya sangat marah sekaligus sangat kecewa dengan sikap suaminya membuat Maya menatap Kevin dengan tatapan membunuh.

" Kau berani melototi aku hah!!! bahkan menyebutku dengan kata kamu!!!" Bentak Kevin sambil tangannya di angkat ke atas bersiap menampar kembali Maya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!