NovelToon NovelToon

Sistem Dewi

Perkenalan

Namaku Allysa Cecilia Yanuar, biasa di panggil AL, umurku 17 tahun siswi senior menengah di SMA 1 Kota M, seorang yatim piatu yang di angkat anak oleh sepasang suami istri yang sangat baik, yah... aku dulu ditemukan ibu panti di depan pintu panti asuhan Kasih Bunda di perkirakan saat itu belum genap 40 hari, aku di temukan dibungkus dengan selimut tebal dan mengenakan sebuah kalung berbentuk bulan sabit berwarna perak dan terukir nama Allysa di belakang liontin tersebut.

Aku di adopsi sejak umur 6 tahun, ibu angkatku Tanti Purwanti dan Ayah angkatku Dandi Pramudya Yanuar, memperlakukanku seperti anak kandungnya sendiri, kehidupan kami sangat bahagia, meskipun keluarga kami terbilang cukup karna ayah sebagai karyawan kantor yang gajinya 4 juta perbulan, dan ibu sebagai guru TK di dekat rumah meskipun gaji tidak besar tapi ibu dengan bahagia menjalaninya.

Saat usiaku 15 tahun, kehidupan bahagiaku sirna setelah kecelakaan bus yang di tumpangi kedua orang tua angkatku menabrak pembatas tebing dan terjun di kedalaman 19 meter dan meledak. Sejak saat itu aku hidup sendirian tanpa sanak saudara. Aku yang dulu ceria berubah menjadi dingin dan mandiri. Aku sekolah sembari kerja shift sore hingga malam di sebuah minimarket dekat rumah.

Suatu hari saat aku sedang bekerja, saat itu jam sudah menunjukkan jam 00.30 dini hari, setengah jam sebelum aku pulang 3 orang pelanggan laki-laki menggunakan masker datang.

"Selamat datang di Betamart" ucap Al setiap ada pelanggan yang datang

Ketiga orang itu masuk dan berpencar sambil menoleh kanan kiri seperti mencari sesuatu atau melihat keadaan yang sepi karena waktu yang sudah tengah malam. Lalu tiba-tiba salah seorang yang berdiri di depan kasir menodongkan pistol.

"Serahkan semua uang dalam laci!" bentak orang itu, Al saat itu karena terkejut terdiam dan gemetar. Melihat kasir yang terdiam orang itu lanjut bicara "Hai, kau cepat keluarkan uang dalam laci itu, kalau tidak aku tembak!!"

Al yang saat itu bimbang karena dalam kondisi yang serba salah, dia bisa di pecat jika menyerahkan uang tersebut, tapi jika tidak dia juga bisa mati tertembak.

"Ba Baik, to tolong jangan tembak saya" Al pasrah jika harus di pecat di bandingkan nyawa yang harus menghilang. Lalu dia ambil semua uang total Rp. 7.495.000 di laci. Setelah mengambil uang tersebut ketiga perampok itu keluar dari minimarket.

"Hiks... Apa yang harus aku lakukan sekarang hiks hiks" Al yang menangis meratapi nasibnya

setelah 15 menit kejadian perampokan, datang satu orang, dia buru-buru menghampiri Al yang sedang terduduk menangis di lantai dekat kasir. "Hei Al, kenapa kamu menangis?" Tanya Aldo teman yang akan bergantian sift dengan Al.

"Bang Aldo, hiks... aku habis dirampok, hiks,apa yang harus aku lakukan" cerita Al

"Apaaa.. Kamu dirampok? kapan? terus kamu enggak kenapa-napa kan Al"

"Aku enggak kenapa-napa bang, tapi semua uang di ambil, gimana ini bang? aku bisa dipecat hiks" Aldo yang juga bingung, dia tidak bisa membantu karena sudah resiko pekerjaan.

setelah 1 jam pemilik minimarket datang, Al hari itu juga kehilangan pekerjaan pulang dalam keadaan sedih, lemas tak bertenaga. "Apa yang harus aku lakukan setelah ini" batin Al, bingung harus bagaimana melanjutkan hidup.

Saat melewati taman dekat rumah, Al melihat nenek-nenek dengan pakaian compang camping membawa karung kosong duduk di bangku taman memegang perutnya menahan sakit. Al lalu menghampiri nenek itu.

"Nenek kenapa?" tanya Al sembari duduk disamping nenek itu

"Nenek lapar nduk, nenek belum makan dari kemarin, perut nenek sakit sekali, nenek belum dapat barang bekas setelah seharian berkeliling" jawab nenek,

Al yang mendengar nenek itu sedih dan sadar kalau ada uni lebih menderita dari dirinya, setidaknya dirinya masih bisa makan untuk beberapa hari kedepan. Al lalu mengambil roti dari tasnya, roti yang dia beli sore hari sebelum berangkat bekerja, lalu dia berikan ke nenek itu.

"ini nek, saya punya Roti buat nenek, maaf ya bek cuma itu yang saya punya, saya sedang tidak bawa uang cah sekarang" ucap Al

"Benar ini buat nenek nduk? ini punya kamu, lalu kamu makan apa?" tanya nenek itu

"Aku Udah makan kok nek" jawab Al, padahal sejak sore dia juga belum makan juga.

"Terimakasih" Ucap Nenek itu, dan memakan roti yang diberikan Al. Lalu mengambil bungkusan kecil yang dia simpan dikantong bajunya dan menyerahkannya kepada Al.

"Apa ini nek?" tanya Al

"itu benda yang nenek temukan kemarin saat berkeliling, itu terlihat bagus jadi nenek ambil, nenek kasih itu buat kamu walaupun itu tidak berharga, tapi itu ucapan terimakasih nenek" jawab nenek itu tulus. Al menerimanya dengan tersenyum, lalu membuka bungkusan itu. Di dalamnya ada sepotong batu berwarna biru sedikit transparan, Al mengangkat abisnya melihat batu itu. "Batu apa ini? ko aneh?" batin Al, dia mengelus batu itu dan menoleh ke nenek. Tanpa Al sadari batu itu mengeluarkan sedikit cahaya saat Al mengelus batu itu, dan batu itu tiba-tiba menghilang seperti meresap masuk ke telapak tangan Al. Al yang kaget melihat batu itu menghilang.

"kenapa batu itu tadi? ko hilang?" gumam Al,

tiba-tiba saja kepala Al terasa sakit seperti tertusuk ribuan jarum. "Aakkhhh...!!" teriak Al sambil memegang kepalanya. Dia menoleh lagi ke nenek itu, ia melihat nenek yang tersenyum menatap dirinya dan berkata "Kamu anak baik, kamu berhak mendapatkan kehidupan yang lebih baik, ini balasan terimakasih ku untukmu gadis manis, berbahagialah" ucap nenek dengan wajah yang masih tersenyum., lalu menghilang di kegelapan malam menuju pagi itu.

Al yang mendengar itu kaget, bingung juga mengerang karena merasakan sakit yang teramat.

DING..!!!

[Pemasangan sistem dengan host sedang diproses]

[Hitung mundur dimulai]

[3..2..1.].

[pemasangan dimulai 1%... 10%... 20%... 30%...]

"Akkhhh...!!! "Al yang masih teriak tak kuat menahan sakit di kepalanya Tak sadarkan diri.

[90%...100%...]

DING!!!

[Pemasangan selesai!!]

_____________

Waktu berlalu, matahari sudah berada di tengah peraduan,

"Uugghh... " Al terbangun sambil memegang kepalanya yang sudah berangsur hilang sakitnya.

Setelah sadar sepenuhnya, Al terkejut melihat sekelilingnya, Yaa, Al sekarang berada di dalam kamarnya.

"Bukannya aku ada di taman tadi, kok aku sekarang ada di kamar?" ucap Al Keheranan. "Apa yang tadi itu mimpi? Aahh enggak enggak, kalau itu mimpi kenapa terasanya nyata sekali dan sakit itu juga nyata" Al yang bangun, langsung duduk termenung memikirkan hal yang terjadi sebelumnya.

DING!!!

[Selamat untuk host, pemasangan sistem berhasil..]

"Aaaahhh" teriak Al karena terkejut.

Apartement Mewah

"Aaaahhh" teriak Al karena terkejut.

"Si..si..siapa kamu? keluar!! kamu hantu, jurig, wewe, genderuwo dan sekawannya?"Cecar Al yang ketakutan.

Ding!!!

[menjawab host, saya bukan hantu,jurig,apalagi genderuwo, saya adalah Sistem Dewi yang membantu host agar menjalani kehidupan yang Bahagia. Coba host katakan "Sistem Tampak" secara langsung atau dalam hati, agar bisa melihat sistem]

ditengah ketakutan dan kebingungan Al, dengan ragu-ragu dia berkata "Sistem Tampak" kemudian sebuah layar hologram tembus pandang muncul di depan Al, Al yang terkejut bergumam "Apa aku berhalusinasi, jangan-jangan aku sudah gila" Al ketakutan.

Ding!!!

[Host tidak sedang berhalusinasi, ini nyata]

Al yang mendengarnya seketika lega mengetahui dia tidak gila. kemudian dia bertanya lagi "Sistem, apa kamu sama seperti yang aku dengar dari teman-teman di sekolahku, sistem seperti yang di novel-novel?" Al yang sering mendengar dari teman-temannya di sekolah tentang sistem di novel, karena Al hanya punya HP jadul, jadi tidak pernah membaca novel karena HP-nya hanya bisa telepon dan kirim pesan SMS. Dulu dia punya android sewaktu Orang tua angkatnya masih ada, setelah itu di jual untuk makan sambil menunggu gaji turun.

Ding!!!

[Kurang lebih seperti itu host]

Al menganggukan kepalanya. "Bagaimana caranya aku menggunakan sistem ini?"

Ding!!!

[Host bisa katakan "Status" terlebih dahulu]

"hmm, sistem bisa kau hilangkan kata Ding itu? aku kaget terus dengarnya"

[Proses menghilangkan Ding Mulai 10%..20%..30%........100%.. proses selesai!!]

"Oke,bagus sistem, coba kita lihat Status"

STATUS

Nama : Alyssa Cecilia Yanuar

Umur : 17 Tahun

Kekuatan : 5

Kecerdasan : 8

Penampilan : 8

Keterampilan : -

Undian : 1X [bonus sistem]

Level : 0 [0/1.000.000 kenaikan Level berdasarkan uang yang di belanjakan, tidak termasuk berjudi/hadiah]

Kekayaan : 529.500

Toko : tidak tersedia [toko bisa di akses mulai dari level 1]

Misi : Belum ada

"Hmm... Benar juga uangku tinggal segitu, aku harus cari kerja sambilan baru, kalau enggak gimana ku bisa makan, kalau sekolah aku enggak pusing karena ada beasiswa"Gumam Al

[Host belum "masuk" untuk mendapat Hadiah Harian sistem, apa Host ingin masuk?]

"Hadiah Harian, apa itu? coba deh" Batin Al...

"Masuk" Lanjut Al

[Selamat buat Host mendapat uang 10 Juta]

Alis Al berkedut antara percaya dan tidak, dia mendapat uang 10Juta kalau iya itu setara gajinya selama 5 bulan kerja di minimarket, lalu tiba-tiba.

Tolelet!!!

Bunyi SMS masuk di HP jadulnya

[Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 11.00 WIB menerima uang Rp10.000.000]

Al terkejut sekaligus senang, "Ternyata itu nyata, hahaha" Al tertawa senang. Dia ingat di statusnya tentang undian, dia penasaran keberuntungannya sebesar apa. "Sistem Buka Undian"

[Selamat Host mendapatkan 1 buah Apartement di Luxury Residence]

Tiba-tiba Sertifikat lengkap beserta Kunci tergeletak di atas kasur.

"Apaaa Apartement di Luxury Residence?Bukankah itu Apartement paling mewah di Kota M yang harganya paling murah 10 Miliar?? Aahhh aku beruntung sekali,ini bukan mimpikan" teriak Al bahagia.

Al buru-buru mandi dan bersiap, kemudian dia memesan taxi, setelah taxi datang ia bergegas keluar rumah menuju ke Pusat Elektronik Kota M. Mumpung hari minggu, sekolah libur, dia ingin membeli HP Android karena dia sekarang lebih dari mampu sekedar membeli Handphone baru.

Al berjalan di salah satu gerai HP Oppo

"Selamat datang di Oppo Kakak, ada yang bisa saya bantu?" tanya mbak SPG yang berwajah oval dengan tersenyum.

"Saya mau beli HP mbak, bisa kasih rekomendasi HP apa yang bagus?" tanya Al

"Boleh saya tahu kira-kira budgetnya berapa kak? biar saya coba cari model seperti apa" tanyanya sopan

"Hmmm... kira-kira yang 10 juta kebawah ada mbak?"

"Oh ada kak, yang ini Oppo Reno 6 5G Harganya 6.999.000 kak" mbak SPG itu memperlihatkan dan menjelaskan spesifikasi HP tersebut.

"Oke saya beli yang ini" jawab Al

"Cash atau menggunakan Kartu kak?" tanyanya

"Kartu saja, tolong gesek ya mba" Al menyodorkan kartu ATM nya

"Silakan PIN nya Kak" Al langsung menekan PIN nya, dan TING!!! Transaksi Sukses.

"Ini HP, kartu dan struk belanjanya Kak, terimakasih sudah datang di Oppo" ucap Mbak SPG sambil menyerahkan HP baru yang di bungkus di tas khusus berlogo "Planet Selular" tersebut.

Al yang sudah membeli HP baru, langsung pulang menuju Apartement yang baru dia dapatkan. Setelah sampai ia bertemu security yang berjaga di pintu masuk.

"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu Dek?" tanya bapak security yang berusia sekitar 40 tahun itu.

"Selamat siang Pak, saya kesini mau lihat apartement yang baru saya beli,Pak" jawab Al

"Boleh saya lihat surat-suratnya Dek"

"Ini Pak" Al mengambil sertifikat dan kunci dari tas ransel dan dia berikan ke Bapak security

"Oh benar, kalau begitu mari saya antar" Pak security mengantar Al ke Tower A, lantai 16 Apartement nomer 16A.

"Terimakasih Pak Gandi" ucap Al, yang mengetahui nama security tersebut dari nama tag nya

"Sama2, kalau begitu saya pamit, kalau ada apa-apa bisa panggil saya" Pamit Pak Gandi

Al berjalan masuk dan terperangah melihat Apartement mewah miliknya, furniture yang cantik, pemandangan kota M yang indah terlihat dari balkon Apartement nya. Al malam ini tidur di kasur empuk mewah miliknya, dia tidak pulang kerumahnya karna ingin menikmati miliknya ini. Dia sengaja membawa baju seragam dan perlengkapan sekolahnya kedalaman ranselnya dan besok berangkat sekolah dia mungkin akan pesan taxi online dari sini karena dia belum punya kendaraan untuk saat ini. Dia tidak tahu saja nanti akan punya berbagai kendaraan berjibun. Kini Al tidak lupa mengerjakan PR Matematika yang harus di kumpulkan besok.

__________________

Keesokan harinya, Al bangun tidur menatap sekeliling, senyum terbit di wajah cantiknya. "Ternyata ini bukan mimpi"gumam Al masih dengan wajah cerianya.

"Masuk"

[Selamat Host ada mendapat uang 10Juta dan +1 penampilan]

"Wooowww, uangku Nambah lagi, kalau gitu aku enggak usah nyari kerja lagi dong, hehehe" Al tertawa senang.

Ting!!!

[Bank Central Asia, Nomer Rekening 123*** pada pukul 05.00 WIB menerima uang Rp10.000.000]

"Status" ucap Al setelah tersenyum melihat SMS dari bank di HP barunya.

STATUS

Nama : Alyssa Cecilia Yanuar

Umur : 17 Tahun

Kekuatan : 5

Kecerdasan : 8

Penampilan : 9

Keterampilan : -

Undian : 0

Level : 1 [5.999.000/10.000.000 kenaikan Level berdasarkan uang yang di belanjakan, tidak termasuk berjudi/hadiah]

Kekayaan : 13.530.500

Toko : tersedia

Misi : Belum Ada

kemudian Al beranjak pergi membersihkan diri dan bersiap berangkat kesekolah. Saat bercermin ia kaget melihat penampilannya.

"Wooww, Cantiknya" Alyssa yg melihat bayangannya sendiri di cermin terpesona.

Sebelumnya Alyssa cantik di atas rata-rata dengan tinggi 160cm sekarang mungkin sekitar 167cm.Rambut panjang hitam kini kian lebat. Kulit yang dulu sudah putih kini kian halus putih merona, Hidung yang mancung indah, Alis cantik yang terbentuk, Mata hitamnya kini makin tajam, dan Bibir mungilnya kemerahan, Dia seperti seorang Dewi dalam wujud manusia.

"Menarik sekali, kehidupanku yang baru saja di mulai, semoga saja dengan ini aku bisa menuju kesuksesan besar dan mendapatkan kebahagiaanku dalam hidup ini" Al berucap penuh harap dan semangat.

Belajar Di Sekolah

Waktu masih jam 6 Pagi, Alyssa Berjalan keluar dari Apartement nya, jarak dari Apartement ke sekolah hanya 5 kilometer, hanya butuh waktu 5 menit naik kendaraan untuk sampai sekolah. Sekolah masuk jam 07.30, masih ada waktu untuk sarapan, Alyssa berjalan menuju Restoran mewah tepat di samping Tower A tempat Alyssa tinggal. Begitu Alyssa melangkahkan kaki masuk ke dalam Restoran, suara sistem terdengar.

[ Misi tersembunyi : Lari sejauh 5 kilometer

Hadiah : peningkatan kekuatan +1 dan jam tangan Patek Philippe Complications ]

"Misi tersembunyi" batin Al sambil sedikit tersenyum, jika tidak di perhatikan tak terlihat senyum itu karena tipis sekali. Alyssa melanjutkan masuk ke dalam restoran, karena menyelesaikan misi butuh tenaga, bukan?

"Selamat datang, maaf apa sudah reservasi sebelumnya kak?" tanya pelayan restoran

"Belum mbak, apa harus reservasi dulu?" tanya Al

"Tidak juga kak, tapi biasanya orang reservasi dulu, karena kursi selalu penuh setiap saat, kalau Kakak belum reservasi kebetulan kami masih ada beberapa bangku kosong karena jam segini belum terlalu ramai" jelas pelayan

"kalau begitu tolong ya mbak" pinta Al

"maaf kak untuk berapa orang?" tanya pelayan

"saya sendiri mbak"

"Baik, lewat sini kakak, silahkan" Al mengikuti pelayan, lalu duduk di bangku dekat jendela.

"silakan kan, ini menunya kak" kata pelayan sambil menyodorkan menu Restoran

Al mengambil menu tersebut dan melihat-lihat dia cukup terkejut melihat harganya tapi tidak tampak di raut wajahnya jika dia terkejut. "Gila nasi goreng aja 400 ribu, gorengnya enggak pake nasi kali ya, uang segitu kalau beli di abang-abang yang jualan tiap malam di pinggir jalan bisa dapat 40 piring, hehe" Al ketawa didalam hati, lalu dia melihat 1 menu dan ingin mencobanya yaitu Foie Gras, walau harganya mahal banget, tapi dia penasaran rasanya.

"kalau begitu aku pesen Foie Gras, Orange juice dan Mineral water, mbak" pesan Al

"Baik, tunggu sebentar kak" Pelayan mencatat pesanan Al, lalu beranjak pergi. 15 menit kemudian pelayan datang membawa pesanan Alyssa. "Selamat menikmati" ucap pelayan itu lalu pergi.

"Hmmm... Enak juga pantas harganya mahal, coba kalau rasanya nggak enak, pasti ngedumel aku 7 hari 7 malam sama kaya ibu-ibu beli minyak goreng harganya naik pas Udah beli besoknya harga minyak turun, hehe" batin Al sambil menganggukkan kepalanya.

selesai makan Al menuju Kasir, sarapan hari ini adalah sarapan termahal sepanjang hidupnya sampai detik ini, karna menghabiskan 1juta 30ribu. Al menghela nafasnya, namun dia juga puas karena rasanya yang lezat.

jam sudah menunjukkan jam 06.35, Al kemudian berlari menuju sekolahnya dan sampai setengah jam kemudian.

"Huft.. hah.. hah.. Udah lama banget enggak lari pagi, capek juga ternyata" ujar Al sambil ngos-ngosan, lalu duduk sebentar di bangku taman sekolah.

[ Selamat host misi tersembunyi berhasil di selesaikan, mendapatkan +1Kekuatan dan jam tangan Patek Philippe Complication, jam sudah ada di dalam tas host ]

Setelah mendengar pemberitahuan sistem, Al membuka tasnya dan melihat jam tangan mewah itu sudah ada di dalam tasnya, bibir Al berkedut "sungguh aneh tapi nyata, jika dipikir secara logika, bagaimana caranya ini barang bisa nyangkut di dalam tas, sedangkan dari tadi ini tas aku pegang dan jelas hanya ada buku pelajaran, dompet, kunci dan kartu akses Apartement, sudahlah tak usah difikirkan" batin Al, lalu menghela nafas panjangnya, kekuatan terasa hangat mengalir ke tubuh Al, setelahnya Al mengambil jam tangan itu lalu memakainya dan bergegas ke kelas.

Alyssa berjalan menuju kelasnya, kelas 12 IPA3, saat ia melangkah masuk, kelas yang awalnya ramai tiba-tiba sunyi, semua mata memandang ke arahnya. Al mengabaikan tatapan mata itu, lalu berjalan kearah bangku nya berada dan duduk. Dia menoleh ke kanan mendapati Diana sahabat satu-satunya di sekolah menatapnya tanpa berkedip. Diana adalah anak salah satu pengusaha furniture di kota M, keluarganya termasuk keluarga kaya dengan total aset puluhan Miliar.

"Al, Alyssa... " ucap Diana lirih

"hmm" jawab Alyssa

"ini beneran Alyssa sahabat aku?" tanya Diana

Al mengangkat alisnya bingung, lalu berkata "kalau bukan Alyssa, kamu pikir aku siapa?"

"Astaga naga, ini beneran kamu Al, Cantik banget, kamu beda banget hari ini Al" seru Diana, Al cuma menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya itu. "Kamu makin tinggi,cantik dan badan kamu Wow sexy" lanjut Diana

"Oh, jadi menuruti kemarin-kemarin aku pendek, jelek dan badanku rata begitu?" goda Al, dia suka menggoda sahabatnya ini karena menurutnya Diana lucu kalau di goda.

"Eh, eh, bukan gitu maksudku Al, mak..maksudku tuh kamu kemarin cantik, tapi hari ini kamu lebih cantik, dan aku hari ini baru sadar kalau badan kamu body goals banget Al, Sexy!! " ucap Diana

"Sorry Na, aku masih normal, aku masih suka laki-laki" goda Al lagi.

"Isshh, siapa juga yang suka kamu Al, aku juga normal tau, tau gitu nggak usah muji" ucap Diana Cemberut

"iya iya percaya, ya Udah sih itu bibir nggak usah majuin 5cm juga kali" Al tertawa kecil.

"Ih, dasar Al jeleeekkk"

"Lah, bukannya tadi kamu bilang aku cantik banget ya" ucap Al

" Au Ahh" melihat Diana ngambek Al terkekeh

TENG!!!

Bel sekolah berbunyi, Guru pun datang, aktivitas belajar mengajar berjalan lancar, tugas PR matematika pun sudah di kumpulkan. dan Guru mengumumkan minggu depan ujian tengah semester akan di adakan, dan mengingatkan semua murid agar belajar dengan rajin, karena hanya Selang waktu tidak lama lagi ujian masuk perguruan tinggi pun di adakan.

Alyssa bertekad untuk masuk Universitas Ibu kota, sesuai keinginannya dan keinginan Almarhum kedua orang tua angkatnya. Dia akan berusaha sekeras mungkin untuk bisa masuk ke universitas itu.

TENG!!!

Bel istirahat berbunyi, hampir semua murid keluar kelas.

"Al, ke kantin yuk" Ajak Diana

"Hmm.." jawab Al sembari berdiri dan keluar kelas menuju kantin sekolah bersama Diana.

Sesampainya di kantin Alyssa dan Diana menuju kedai langganannya.

"Bu, bakso 1 biasa ya jangan di kasih mie kuning, minumnya es teh manis ya, Bu" ucap Alyssa

"Bu, kalau saya pesen 1 bakso sama sayur aja, minumnya samain sama punya Al ya, Bu" pesan Diana

"Iya neng, tunggu sebentar" jawab Ibu penjual bakso langganan Al dan Diana.

"Al, pulang sekolah ada acara nggak?" tanya Diana

"Hmm, kenapa emang?" tanya Al balik

"ini lagi, orang nanya bukannya jawab malah nanya balik, aku mau minta anter ke mall mau beli baju" jawab Diana

"Sorry, sore ini enggak bisa, aku harus pulang ke rumah ambil barang buat di pindahin ke tempat baru, kalau besok kayanya bisa sekalian aku beli baju juga" jawab Al

"Pindah? kamu pindah rumah?"

"Iyah lebih dekat dari sekolah" jelas Al

"kalau gitu aku bantuin kamu pindahan aja Ya, belanjanya besok aja biar bareng" pinta Diana

"Oke" jawab

Selesai makan Al dan Diana kembali ke kelas, di tengah jalan tak sengaja berpapasan dengan Hendra, cowok paling populer di sekolah.

"Alyssa.. " Ucap Hendra Lirih, terpesona menatap wajah cantik Al tanpa berkedip. Al menoleh ketika merasa namanya di panggil, setelah tau siapa yang memanggilnya, matanya memitar matanya dan memandang jijik ke arah Hendra. Lalu pergi tanpa sepatah kata pun.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!