Disebuah kota yang berada di negara A hidup lah seorang wanita cantik yang berstatus Single parent yang bernama Melia Lydiora Prameswary.
Melia harus Membesarkan anak semata wayang nya hasil dari pernikahan satu hari yang dia lakukan oleh seorang pria di kota S dan dengan tega dan brengseknya laki-laki yang baru saja berstatus suaminya itu langsung menceraikan dirinya setelah satu hari pernikahan mereka.
Disaat sebagian dari manusia yang berpasangan pasti melaksanakan pernikahan dengan komitmen untuk memiliki keluarga kecil yang bahagia,tapi beda hal dengan apa yang di rasakan dan di alami oleh Melia,kesalahan yang di buat oleh Abang nya di masa lalu membuat Melia harus merasakan sakit hati di campakan oleh suami nya .
Hujan deras mengguyur kota A sejak pagi dan langit pun berubah menjadi gelap.
Rasa sakit hati akibat di campakan oleh laki-laki itu masih sangat dia rasakan sampai sekarang walau kejadian nya sudah hampir terjadi 7 tahun silam.
Brian Putra Bramantyo,dialah malaikat yang hadir dari pernikahan satu hari nya dengan Damian alexander Bramantyo seorang pengusaha sukses di kota S.
Brian memiliki wajah yang tampan dengan mata coklat,hidung mancung persis seperti papa nya,dan saat ini putra nya itu sudah berusia 7 tahun dan sekarang Brian pun sudah masuk sekolah dasar.
Ketika Melihat masih Asyik dalam lamunan nya tiba-tiba saja wanita itu dikagetkan oleh suara malaikat kecilnya.
"Momi...kenapa momi masih berdiri disitu,hari ini aku ingin sekali makan spageti buatan momi"Tanya Brian saat melihat Momi nya melamun sambil memandang kearah jendela.
"Iya sayang,Momi akan segera buatkan untuk jagoan Momi ini".Ujar Melisa sambil mengacak rambut Putra nya dengan gemas,kemudian kedua nya keluar dari kamar dan Melia langsung berjalan kearah dapur untuk memasak Spaghetti kesukaan putra nya itu.
Tanpa menunggu lama Spaghetti kesukaan Brian pun matang dan Melia segera menyajikan nya di meja makan.
"Sayang..sini makan dulu, spaghetti untuk mu sudah matang"Panggil Melia kepada putra nya yang sedang duduk didepan televisi,mendengar panggilan sang Momi,Brian pun langsung bangkit dan berjalan ke meja makan.
"Jangan lupa baca doa dulu ya sayang.."Ucap Melia.
"Bismillahirohmanirohim..Allohumma barrik lana fiima rozaqtana waqinaa adzaabannaar"Ucap Brian.
Melia pun tersenyum melihat Brian karena walaupun Brian terlahir bukan dari keluarga yang utuh tapi Brian tumbuh menjadi anak yang pintar dan juga sehat .Kemudian Brian pun segera melahap spaghetti buatan Melia dengan sangat lahap,sehingga hanya hitungan beberapa menit saja spaghetti itu sudah habis tanpa sisa.
"Buaya Momi Memang paling the best"Ucap nya sambil mengacungkan kedua jempolnya ke arah Melia.
Melia pun ikut tersenyum manis kearah Brian sambil menyodorkan air putih untuk Putra nya itu.
"Sayang,besok Momi sudah mulai masuk kerja lagi..Brian tidak apa-apa kan jika Momi tinggal hanya berdua dengan Mbak Sani?"
"Tidak apa-apa Mom"ucap Brian sambil tersenyum.
Senyum haru pun langsung terlihat ketika Mendengar jawaban sang putra yang begitu pengertian terhadap nya.Melia sangat menyayangi Brian karena setelah peristiwa dimana dia diceraikan oleh mantan suami nya itu hanya Brian lah satu-satu nya semangat dan kebahagian Melia.
Setelah perceraian nya dengan Damian terjadi Melia memutuskan untuk pergi menjauh dari kota S ke kota A yang saat itu hanya dengan membawa brian didalam perut nya.
Karena saat itu Melia sangat hancur dan tidak ingin membebani orang tua nya dan abang nya dengan kejadian yang menimpa nya,cukup Melia saja yang merasakan sakit nya tapi tidak untuk orang tua dan abang nya yang sangat Melia sayangi.
🍀🍀🍀🍀🍀
Keesokan pagi nya Melia sudah rapi dengan stelan kantor,hari ini Melia menggunakan kemeja putih yang dipadukan dengan blazer Abu dan juga Rok span sepanjang lutut.Karena Hari ini Melia sudah mulai berkerja kembali setelah libur mengambil cuti selama tiga hari untuk Quality time bersama sang putra.
Saat ini Melia berkerja sebagai seorang Staff keuangan di perusahaan di kota A.
Setelah Melia selesai bersiap Melia pun keluar dari kamar nya dan saat itu Brian yang sudah rapi dengan seragam sekolah langsung menyambut sang Momi saat melihat kedatangan sang Momi.
"Morning Mom".Ucapnya sambil mengunyah Roti coklat kesukaan nya itu.
"Morning too sayang nya Momi"ucap Melia sambil mencium pipi Brian.
Kemudian Melia ikut bergabung dimeja makan bersama Brian,pagi ini Melia hanya sarapan dengan sereal saja dan setelah selesai Melia pun langsung berdiri.
"Ayo sayang...kita berangkat nanti kamu bisa kesiangan"ucap Melia.
"Ayo Mom"Jawab Brian yang langsung berdiri mengambil tas nya.
"Mba Sani..Saya dan Brian pergi dulu ya Mba,nanti jangan lupa jemput Brian sekitar jam 2 siang disekolah nya..."ucap Melia.
"Baik bu"Jawab Sani.
Melia dan Brian pun meninggalkan rumah nya dengan menggunakan mobil sedan milik Melia yang dia beli secara second menggunakan uang tabungan nya untuk menuju ke sekolah dan kantornya.
Meskipun Melia hanya mampu untuk membeli mobil kecil ini tapi setidak nya mobil ini bisa menjadi kaki ketiga nya untuk mengantarkan dia ke sekolah dan kantor.
Sekitar 15 menit dari kediaman Melia,mereka berdua pun sampai di sekolah Brian.
Melia langsung memberhentikan mobil nya tepat di depan gerbang sekolah Brian.
"Mom,Brian sekolah dulu ya"ucap Brian sambil mencium tangan dan pipi Melia.
"Iya sayang,belajar yang rajin ya dan jangan nakal disekolah"ucap Melia.
"Siap Momi,Momi juga hati-hati di jalan ya".Jawab Brian.
Kemudian Brian pun langsung keluar dari dalam mobil dan berjalan masuk kedalam sekolah nya.Setelah dari sekolah Brian Melia pun langsung melajukan mobil menuju tempat kerja nya.
Sesampainya diperusahaan Alexander Bramantyo(AB) Group Melia memarkirkan mobil nya di parkir khusus karyawan.
Melia masuk keperusahaan nya namun sat melewati lobby perusahaan Melia langkah kaki Melia langsung melambat karena dia terkejut melihat banyak karyawan yang sudah berbaris seolah ingin menyambut orang yang sangat penting di perusahaan ini.
Rani yang melihat Melia memasuki lobby kantor merekapun langsung menghampiri Melia...
"Mel..yuk buruan ikutan baris sebentar lagi CEO kita akan datang".Ajak Rani.
"Apa ??kok ga ada yang memberitahukan aku sih"Protes nya karena bisa-bisa nya hal penting seperti ini dia tidak tahu.
"CEO kita itu keperusahan ini memang mendadak Mel, lagian kemaren kan kamu tidak masuk jadi bagaimana aku bisa memberitahu kan mu"Ucap Rani.
Kemudian obrolan mereka pun langsung terhenti saat melihat rombongan CEO mereka masuk ke dalam perusahaan dan Semua orang yang berada disana langsung menunduk hormat.
Wajah tampan dan nyaris sempurna membuat karyawan wanita yang melihat nya seketika langsung terpesona tapi tidak untuk Melia.
Ketika Melia mulai menaikan pandangan nya tiba-tiba saja pandangan mereka bertemu.
...Deg..deg ..deg......
Keringat dingin langsung membasahi tubuh Melia dengan jantung yang terus berdetak hebat dan tubuh yang kaku seperti patung saat mengetahui ternyata yang menjadi CEO diperusahaan nya adalah laki-laki yang 7 tahun silam menghancurkan dan mencampakkan Melia,siapa lagi kalo bukan Damian Alexander Bramantyo mantan suaminya.
Memang selama ini CEO mereka jarang berkunjung ke perusahan ini karena beliau lebih banyak menghabiskan waktu nya dikota perusahaan pusat yang berada di kota S maka dari itu banyak karyawan termasuk Melia tidak mengetahui kalau perusahaan tempat nya berkerja adalah milik mantan suami nya.
......WAJIB LIKE DAN VOTE YA DIKARYA KEDUA KU.........
Setelah CEO mereka masuk dalam lift,semua para karyawan masuk keruangan mereka masing-masing.Sementara Melia masih terdiam disana karena masih sangat syok ketika mengetahui bahwa orang yang selama ini dia paling hindari adalah pemilik perusahaan tempat nya bekerja.
Melia baru kembali tersadar mendengar suara Rani teman nya.
"Mel,kok bengong gitu sih?jangan bilang kalo kamu tuh terpesona ya sama CEO kita??"Goda Rani.
"Ngaco kamu Ran"ucap Melia yang sambil berlalu dari hadapan Rani.
"Mel,kok ditinggal sih"ucap Rani yang langsung menyusul langkah Melia.
"Ran,kamu keruangan aja dulu ya aku mau ketoilet dulu soalnya kebelet he..he.."ucap Melia
Setelah berpamitan Melia pun langsung pergi ke toilet bukan untuk buang air kecil melainkan disana dia ingin menumpahkan air mata nya yang sejak tadi dia tahan .
...Hiks..Hiks ..hiks ......
"Ya allah kenapa engkau mempertemukan ku dengan Mas Damian lagi,hiks..hiks...hiks hati ku masih terlalu sakit ya allah untuk bertemu dengan nya lagi hiks...hiks...tujuh tahun aku menghindar dari nya tapi kenapa sekarang malah dipertemukan lagi dengan dia ya allah".Isak Melia
Tangis Melia begitu terdengar pilu bagi siapapun yang mendengar nya,setelah dirasa dia sudah lebih baik Melia segera mencuci wajah nya dan merapihkan sedikit riasan nya agar terlihat fresh,Karena Melia tidak mau teman kantornya melihat wajah nya yang kacau.
Setelah itu Melia mulai melangkahkan kaki nya menuju ruangan nya yang berada di lantai 5.
Sementara itu di dalam ruangan CEO saat ini Damian sedang duduk dikursi kebesaran nya.Dieinya masih benar-benar tidak menyangka jika wanita yang menjadi pelampiasan balas dendam nya itu berkerja di anak perusahaan nya di kota A.
Sebenarnya Damian pun sama terkejut nya seperti Melia,tapi Damian mencoba menetralkan perasaan nya yang bergejolak ketika mata mereka berdua bertemu.
Disaat Damian masih dalam lamunan nya memikirkan pertemuan dirinya dan Melia yang tidak disengaja Asisten Roy yang melihat itu pun segera bertanya.
"Tuan,Apa ada yang mengganggu pikiran ada Tuan?Karena saya perhatikan semenjak masuk kedalam ruangan ini anda terlihat melamun Tuan.."ucap Roy.
"Tidak Roy,mungkin saya hanya sedikit lelah karena perjalanan dari kota S"jawab Damian sambil mengenal nafas panjang nya.
"Oiya Roy,kumpulkan semua perwakilan dari Divisi yang ada di perusahaan ini,karena saya mau cek semua nya hari ini dan sekitar 25 menit lagi kita berkumpul diruang meeting"ucap Damian
"Baik pak"ucap Roy.
Setelah mendengar perintah Damian,Roy langsung berlalu dari ruangan Damian.Kemudian Roy mulai memberitahukan semua kepada kepala bagian untuk berkumpul diruang meeting.
Sedangkan Damian masih memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing.
"Selama ini ternyata kamu bersembunyi disini"ucap Damian.
Sebenarnya semenjak perceraian damian dan melia yang terjadi 7 tahun silam.Ada rasa kehilangan yang Damian Rasa kan setelah tidak pernah melihat Melia lagi apalagi mantan istrinya itu benar-benar seperti ditelan bumi setelah perceraian mereka.Tapi selama ini dia mencoba menepis perasaan itu didalam di diri nya.
Sementara di ruang divisi keuangan saat ini,Aryo langsung menghampiri Melia.
"Mel nanti kamu temani saya ya untuk meeting bersama pak Damian.."ucap Aryo.
"Maaf pak,jangan saya deh..gimana kalo rani saja yang menemani bapak untuk meeting dengan pak Damian?"Tolak Melia.
"Tidak bisa Melia karena CEO kita orang nya benar-benar sangat teliti dan tidak mentolerir sedikit saja kesalahan"Ujar Aryo.
"Lebih baik kamu bersiap sekarang,karena meeting sudah akan dimulai sebentar lagi"Ucap Aryo lagi.
Mendengar perkataan Aryo,Melia hanya bisa menghembuskan nafas kasar nya bagaimana tidak hatinya saat ini sedang tidak baik-baik saja dan sebisa mungkin Melia ingin menghindari laki-laki itu.
Akhir nya mau tidak mau Melia mengikuti meeting hari ini bersama Aryo.Melia dan Aryo memasuki ruang meeting dan ternyata disana sudah banyak perwakilan divisi lain yang sudah datang .
Melia duduk disamping Aryo sambil menarik nafas dan membuang nafas nya dengan berlahan agar mengurangi rasa sesak didada nya.
Tidak lama kemudian dari arah luar CEO yang mereka tunggu akhirnya datang juga bersama asisten nya.
Damian masuk keruangan meeting dan duduk di bangku kebesaran nya,seketika saja Aura kepemimpinan benar-benar sangat mendominasi di ruangan ini dan dari tempat duduk nya Damian memindai satu persatu karyawan yang mengikuti meeting hari ini.
Seketika mata nya berhenti di sosok perempuan dengan kemeja putih dipadukan dengan blazer Abu dan rok span dengan panjang selutut siapa lagi kalo bukan Melia mantan istrinya yang saat ini sedang menunduk.
Karena merasa ada yang memperhatikan nya,Melia mencoba mengangkat pandangan nya namun seketika Melia terkejut saat Padangan mata mereka berdua bertemu dan seketika Damian dan Melia merasa tiba-tiba saja jantung nya berdebar hebat.
Lalu Damian mencoba membuang segera pandangan nya dari Melia.
"Selamat siang semua...untuk mempersingkat waktu silakan kalian laporkan hasil kerja kalian masing-masing"ucap Damian dengan nada tegas.
Satu persatu perwakilan karyawan dari divisi masing-masing melaporkan semua hasil kerja mereka.
Dan saat giliran bagian divisi keuangan yang harus melaporkan semua hasil kerja mereka selama ini .Melia mulai berdiri dari kursi nya dan mencoba profesional walaupun sebenarnya sejak tadi dia menahan rasa sesak didada nya.Namun Melia tetap menjelaskan semua nya secara detail,terperinci dan jelas kepada Damian.
Sedangkan Damian yang melihat Melia berdiri untuk melaporkan hasil kerja divisi nya hanya terpaku oleh bibir ceri milik wanita itu.
" Bibir itu..bibir yang membuat ku candu"ucap Damian dalam hati.
Namun seketika Damian langsung merutuki kebodohan nya.
"Apa yang kamu pikirkan Damian,ingat di hanyalah adik seorang pembunuh kakak mu(ucap Damian dalam hati yang langsung menepis pikiran kotor nya).
Damian coba kembali bersikap dingin dan datar walau sebenarnya,ada rasa ingin memeluk wanita yang sudah berhasil memporak-porandakan hati nya tapi karena alasan balas dendam Damian membuang rasa itu dari pikiran dan hati nya.
Akhir nya sekitar 1 jam meeting pun selesai,karyawan yang lain sudah mulai berjalan keluar ruangan begitu juga dengan Melia yang berjalan keluar ruangan meeting sambil ngobrol dan tersenyum manis dengan Aryo.
Damian yang melihat itu,merasakan hati nya terbakar karena tak suka melihat Melia tersenyum manis kepada Kepala divisi keuangan perusahaan nya itu.
Damian terus berjalan dibelakang Aryo dan Melia tanpa mereka berdua sadari.
"Mel,kita langsung makan siang yuk"ucap Aryo sambil melihat ke arah jam tangan nya.
"Boleh Pak,tapi sebelum itu saya ingin ketoilet dulu ya,silakan Pak Aryo duluan saja nanti saya menyusul bersama Rani"ucap Melia.
"Oh gitu,baiklah saya duluan ke kantin ya dan saya tunggu kamu disana"Ucap Aryo sambil tersenyum.
Laki-laki tampan yang menjabat menjadi kepala Divisi perusahaan Damian itu memiliki perasaan khusus kepada Melia semenjak wanita itu masuk di perusahaan ini.
Aryo langsung berjalan menuju lift dan turun kelantai satu untuk makan siang sementara Melia masuk kedalam toilet perempuan untuk membuang air kecil.
Tanpa Melia sadari Damian dari tadi mengikuti nya dan laki-laki itu masuk kedalam toilet perempuan lalu langsung mengunci toilet perempuan.
Ceklek....Ceklek...(suara pintu terkunci)
Pintu toilet itu tertutup,Melia yang keluar dari bilik toilet dan ingin mencuci tangan langsung terkejut saat merasakan tangan kekar yang memeluk nya dari belakang dan ternyata itu adalah Damian.
"Hey sayang...akhir nya Aku menemukan mu."(ucap Damian dengan senyum licik nya).
Damian yang memeluk Melia dari belakang mulai menyusuri leher jenjang Melia dengan bibir nya mulai meningggalkan jejak merah keungguan dileher putih Melia sontak saja Melia terkejut dengan ulah Damian.
"JANGAN KURANG AJAR KAMU MAS??"teriak Melia sambil mencoba melepas tangan Damian yang melingkar di pinggang ramping nya.
"Aku merindukan kamu sayang"ucap Damian.
Mendengar perkataan Damian dan suara Damian yang sangat dekat dengan telinga nya membuat seketika tubuhnya langsung meremang.
"Jangan kurang ajar kamu ya Mas,kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi"ucap Melia.
Melia mulai mundur kebelakang karena Damian terus saja melangkah kehadapan nya sehingga tubuh belakang Melia benar-benar terpojok dan terbentur tembok,tentu saja melihat itu Damian langsung menarik tengkuk leher Melia dan mulai mendekatkan nya bibir nya dengan bibir Melia.
Seketika Damian langsung m***t bibir ceri Melia dengan lembut sementara Melia masih mencoba melepaskan diri dari kukungan Damian.Setelah Melia berhasil lolos dari Damian,Melia langsung menampar pipi Damian.
Ppplllaaaakk.....
"Brengsek kamu Mas"ucap Melia,setelah mengatakan itu Melia langsung lari dan membuka pintu toilet itu dengan kunci yang masih tergantung.Sedangkan Damian yang mendapatkan tampar dari Melia hanya memegang pipi nya sambil terus menatap punggung Melia yang menghilang di balik pintu.
"Sialan..Kenapa Aku tidak bisa menahan diri kalau sudah berhadapan dengan dia?ucap Damian dengan kesal kepada dirinya sendiri.
Kemudian Damian keluar dari toilet dengan perasaan kesal dan masuk kedalam ruangan nya,sementara itu Melia berjalan sambil menangis ke arah ruangan nya untuk mengambil tas nya.
Rani yang melihat wajah Melia kacau dengan airmata yang terus menetes mencoba menghampiri Melia.
"Mel,Are you oke?Apa sudah terjadi sesuatu sama kamu."Ucap Rani yang bingung sekaligus khawatir melihat kondisi Melia.
"Aku gpp Ran,tolong kamu izinkan aku ya ke Pak Aryo,karena tiba-tiba saja aku tidak enak badan jadi mau langsung pulang saja."(ucap Melia).
..."AREA WAJIB LIKE DAN VOTE YA UNTUK KARYA KEDUA KU"....
HAPPY READING
Melia melajukan mobil nya,tapi bukan untuk pulang kerumah melainkan untuk pergi menenangkan diri nya,karena tidak mungkin Melia pulang dengan keadaan kacau seperti ini...dia tidak ingin membuat putra nya melihat keadaan nya sekarang bisa-bisa akan banyak pertanyaan dari malaikat kecil nya itu.
Sampai disebuah taman yang terdapat danau serta kursi-kursi didepan nya dengan pepohonan yang sangat rindang di sekeliling nya.
Melia duduk di kursi pinggir danau mencoba menarik nafas nya dalam-dalam dan dikeluarkan secara perlahan untuk menghilangkan sesak yang ada didada nya.
Kejadian yang terjadi dikantor tadi sangat membuat Melia terpuruk ingin rasa nya keluar dari perusahan itu tapi Melia bingung,selain disana gaji nya besar juga Melia sudah nyaman dengan lingkungan dan teman-teman kantor nya.Apalagi ada Brian yang harus dia jamin masa depan nya.Bagaimana dengan malaikat kecil nya kalo saat ini Melia memutuskan untuk berhenti kerja disana.Semua nya benar-benar menjadi terasa sangat sulit sekali bagi nya saat ini,lagi dan lagi Melia mencoba menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan.
"Aku harus kuat demi anak ku"Ucap Melia mencoba memberi semangat untuk dirinya sendiri,mungkin memang uni sudah saat nya dia berani melawan masa lalu nya demi putra nya.
Setelah merasa lebih baik Melia coba bangkit dari kursi taman dan mulai beranjak untuk pulang dia ingin sekali bertemu dengan malaikat kecilnya dan memeluk tubuh kecilnya itu karena hanya malaikat kecil nya yang mampu membuatnya bahagia.
🍀🍀🍀🍀🍀
Sedangkan di Perusahan Alexander Group saat ini seorang CEO sedang merasa galau atas kejadian beberapa saat lalu yang dia lakukan kepada mantan istri nya.
Sebenarnya jauh di lubuk hati Damian,dia masih sangat menyayangi dan mencintai Melia bahkan meskipun perceraian sudah terjadi tapi hanya saja Damian selalu mencoba untuk menepis semua perasaan itu terhadap Melia karena terbukti semenjak perceraian nya dengan Melia dia tidak pernah berhubungan lagi dengan seorang wanita.Meskipun ada beberapa model dan para pembisnis yang menyukai nya tapi tidak pernah direspon baik oleh Damian.
Damian mulai menghubungi asisten nya melalui intercom.
"Roy..Keruangan ku segera"Perintah Damian.
Tidak lama datang Asisten Roy kedalam ruangan nya.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"Tanya Asisten Roy.
"Tolong kamu sambungkan semua Rekaman cctv setiap Divisi,Aku ingin memantau karyawan ku dari cctv yang tersambung di laptopku" ucap Damian.
Mendengar perintah atas nya itu Asisten Roy sempet mengkerutkan keningnya karena tidak seperti biasa nya Tuan nya itu meminta rekaman cctv perusahaan apalagi untuk semua Divisi.
Melihat Roy terdiam membuat Damian menaikan sedikit oktaf suara nya .
"Roy..Apakah kau tidak mendengar perintah ku?"Tanya Damian
"Ma...ma...Maaf tuan,Saya akan segera menyambungkan nya ke laptop anda"jawab Roy.
Setelah Asisten Roy mengutak-ngatik laptop yang ada dihadapan Damian seketika laptop itu langsung tersambung dengan rekaman cctv dari setiap Divisi,Damian yang melihat itu langsung tersenyum.
"Sudah tuan"Ucap Roy.
"Tolong kau perbesar rekaman cctv nya di bagian Divisi keuangan Roy"perintah Damian.
Meskipun awalnya sempat bertanya-tanya dan bingung melihat tingkah atasan nya itu namun sebagai Asisten Roy langsung melakukan nya.
" Baik tuan"Jawab Roy
Setelah Roy berhasil menyambungkan nya sambungan cctv itu senyum Damian langsung terbit.
"Sekarang kau silakan keluar dan kerjakan kerjaan mu Roy"Ucap Damian.
Roy mengangguk hormat kepada Damian setelah itu Roy keluar dari ruangan atasan nya.
Damian mulai memperhatikan cctv yang terhubung ke Divisi keuangan Damian dapat melihat jika semua karyawan nya sedang fokus meskipun ada beberapa yang masih berlaku lalang,mata elang pria itu mulai memindai satu persatu karyawan nya tapi tidak juga menemukan orang yang dia cari sampai pada akhir nya Damian memanggil kembali Roy lewat intercom nya.
"Roy,keruangan ku sekarang"Perintah Damian.
Sedangkan Asisten Roy yang baru saja sampai diruangan nya dan baru saja akan duduk tiba-tiba sudah dikagetkan dengan suara telpon nya.
Asisten Roy menarik nafas panjang dan membuang nya secara kasar sambil sedikit mengumpat pada Damian.
"Tuan..Tuan..baru juga mau duduk,kalau orang lain mungkin anda sudah saya tengelam kan ke dalam sungai Amazon Tuan".makinya dalam hati namun t tap saja Roy kembali berjalan menuju ruangan Damian.
"Permisi Tuan...Apa ada yang bisa saya bantu?"Tanya Roy saat dia sudah sampai dihadapan Damian yang masih terfokus menatap laptop.
"Roy...kamu kenal sama karyawan kita yang berada di Divisi keuangan yang ikut meeting tadi pagi?"Ucap Damian.
"Maksud anda apa nona Melia dan Aryo Tuan?" tanya Roy
"Ya".
"Memang ada apa dengan mereka berdua tuan?.."Tanya Roy.
"Ehm..maksud saya Melia kenapa dia tidak ada diruangan nya padahal ini masih jam kantor,tidak profesional sekali dia"Ucap Damian
Asisten Roy yang mendengar perkataan atasan nya itu sontak saja langsung membulatkan kedua mata nya karena tidak percaya dengan apa yang dikatakan atasan nya barusan,pasalnya sejak tadi dia dipangil bulak balik oleh bos nya hanya karena Atasan nya itu ingin tau dimana keberadaan Melia salah satu karyawan yang berada di Divisi keuangan.
"Astaga....ingin rasa nya anda saya tenggelam kan di ember bos" ucap Roy dalam hati saking kesalnya.
Melihat Asisten nya itu tidak menanggapi tentu saja membuat Damian sangat kesal.
"Roy..jangan mengumpat ku kalau tidak mau gaji mu Aku potong hingga 95% bulan ini" Ancam Damian.
Mendengar ancaman Damian tentu saja membuat Roy langsung syok.
"Mmmana saya berani saya Tuan mengumpat anda" ucapnya.
...WAJIB LIKE DAN VOTE UNTUK KARYA KEDUA KU YA🤗...
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!