NovelToon NovelToon

ZHANG SAN

Bab 1 Memasuki hutan larangan

Berderu angin di atas lautan yg tenang, membawa ombak memburu karang, menepis sunyi hati nan bimbang. tak tau arah kemana tujuan.

Perjalanan ini sungguh sangat menyedihkan bagi seorang anak muda yg dilanda keterpurukan, marah dan benci terhadap dunia. tapi tak punya daya dan upaya. sungguh hidup yg merana...

Di benua ini yg kuat akan di akui, yg lemah akan di sakiti. tak terhindarkan banyak pertikaian, perkelahian individu ataupun kelompok untuk bersaing menggapai yg nama nya kedudukan tinggi, demi menjaga martabat ataupun menaikan pangkat,,

Ironi sekali kenyataan, berbanding terbalik dengan keinginan..

Di pesisir pantai seorang anak muda terlantung kesana kemari berlari dan terus saja berlari tak peduli kaki yg perih.

Kemudian dia melihat ada hutan, tanpa banyak pikir dia pun memasukinya. "Lebih baik aku sembunyi di hutan" Itulah pikir nya

Tak jauh dari anak muda tersebut, ada satu sosok bayangan yg mengintip di balik rimbunnya semak belukar.

"Roaaaar!"

"Apa itu suara binatang buas" batin anak muda tersebut,, "tidak, aku tak ingin mati cepat, Aku harus cepat pergi dari sini, aku masih punya dendam yang harus ku balaskan" ucap nya berlari tergopoh gopoh.

Suara itu semakin dekat dan sangat dekat. "Aah sial! kenapa aku lari semakin kedalam hutan... tak ada lagi banyak waktu" gumamnya, sambil terus berlari meski terpincang pincang. Karena kelelahan dia pun tak bisa mempertahankan keseimbangan, Al hasil ! tersungkur lah ia.

"Aduh sakit" teriak nya

Suara itu Semakin dekat terdengar, Jantungnya pun berdetak dengan sangat cepat, Bagaimana mungkin tidak panik, Kemudian dia melihat bayangan cakar menderu ke arah nya.

"Inikah akhir hidupku!" batinnya. "Tuhan kenapa kau tak adil padaku!" teriaknya sambil memejamkan mata..

"Eeh! Apakah kematian tak begitu menyakit kan pikir nya. tapi kenapa orang lain berteriak ketika menghadapi kematian." Masih larut dalam pikiran nya sendiri, dia dikejutkan oleh suara.

"Hei bocah! Apa kau mati ketakutan?"

"Suara siapa itu! aku tak melihat nya, apa dia malaikat." gumam nya

"Plak! dasar bocah,  jelas kau tak melihat. matamu masih terpejam bodoh."

"Aduh kepalaku! Hei siapa kau pak tua, kenapa kau memukul kepalaku?" tanya nya berteriak.

"Dasar anak muda tak tau sopan santun, di tolong malah teriak teriak. jika tau begini, ku biarkan kau di makan macan," ucap pak tua itu.

Dia pun mulai sadar setelah melihat binatang macan yg tadi hampir membunuh nya sekarang sudah terbunuh.

Dia nyengir sambil menggaruk kepala "Terima kasih pak tua, Jika tak ada kamu, Pasti aku akan mati" imbuh nya dengan perkataan tulus "Maukah kau mengangkat ku jadi murid? Aku akan berbakti, pasti berbakti" ucap nya langsung bersujud dengan kepala di sentuhkan nya ke tanah.

"Hahahaha" Orang tua itu Lantang tertawa. "Bocah bodoh yg tak tau diri, pergi ke hutan sendiri memang mencari mati" sambil berjalan meninggalkan anak muda tersebut.

"Hei pak tua, kau belum menjawab pertanyaanku" sambil tertatih dia mengejar orang itu. "Angkat lah aku jadi muridmu" sambil memegang kaki pak tua itu dia berbicara.

"Aaaaaaaaaa, turun kan aku. turun kan aku. aku takut ketinggian" Teriak anak muda tersebut.

"Tadi kau yg meminta diangkat bukan?" tanya pak tua tersebut sambil terbang dan tertawa melihat tingkah konyol anak muda itu.

"Maafkan aku, maafkan aku, aku mohon!" ucap nya dengan wajah pucat.

"Baiklah, Jika itu maumu"

Braak...!! Anak muda tersebut dilempar hingga terguling guling kemudian dia tertawa lagi.

"Awas kau pak tua, Akan Ku balas kau nanti" batin pemuda itu.

"Apa kau bilang? kau kira aku tak tau isi hatimu bocah" kata pak tua itu dengan mata melotot dan sambil mengelus jenggot nya yg sudah memutih.

"Ampun, Aku tidak bera–"

"Sudah lah" kata pak tua itu menyela. "Istirahatlah! Cari lah tempat untuk kau istirahat sesukamu di goa ini"

"Baik Guru" jawab nya mulai sopan.

"Hei tunggu sebentar! siapa namamu bocah?"

"Zhang Yan kek."

"Oke baiklah. Panggil aku Fei Long"  balas nya.

......

Pagi menyapa. menghirup udara menyegarkan rongga dada yg terluka.

"Apakah udara nya segar?" tanya Fei long mengejutkan Zhang San yg melamun menatap keindahan alam.

"Iya Kakek Guru, di sana pemandangan sangat indah dan juga sejuk, kicau burung yg berseru, pepohonan yg lebat juga ada sungai jernih yg mengalir dari lembah"

"Hohoho. sini mendekatlah akan ku obati luka luka mu"

"Baik kek!" sambari berjalan mendekat dia menyahut..

"Apa yg membuatmu berani memasuki hutan larangan ini sanger?" Tanya Fei Long.

"Kala itu aku di kejar-kejar oleh anggota klan ku sendiri, aku di buru layak nya penjahat, mereka tak peduli meski aku tak bisa bela diri"

"Terjadi gejolak internal dalam klan, hingga pembantaian yg menyebabkan ayah serta ibuku meninggal" dia bercerita sambil meneteskan air mata, mengingat pembunuhan itu tepat di depan mata nya.

"Saat terjadi nya perkelahian itu, aku di suruh sembunyi oleh ibuku di balik tirai, di situ aku di beri tahu, bahwa ada lorong yg mengarah keluar dari klan, kemudian aku mengikuti lorong itu."

"Ayahku adalah seorang penatua kelima, karena suatu hal yg tak sejalan dengan pemikiran penatua kedua, Ayahku pun di fitnah dan kami keluarga di buru oleh orang suruhan penatua kedua, kakak serta adikku mati di tangan mereka, aku lah yg tersisa dan terus berlari hingga ke hutan ini, mungkin karna mereka tau tentang hutan ini, jadi tidak mengejar lagi tutup nya sambil menyeka air mata"

"Sungguh kejam perbuatan mereka" Fei Long pun memeluk tubuh Zhang San yang bergetar

"Tenang lah, jangan bersedih, Masih ada aku! Anggaplah aku keluarga mu yg tersisa" Sambil tersenyum dia menepuk punggung Zhang San.

"Terima kasih Kek" sahutnya

"Sekarang sebaiknya tuangkan aku secangkir teh." Fei Long mengalihkan pembicaraan,

Zhang San pun sigap mengambil teh lalu menyerahkan nya kepada Fei Long,

"Sekarang kau resmi menjadi murid ku" ucap Fei Long. Dengan semangat Zhang San menjawab

"Terima kasih Kek!" hatinya terenyuh dengan mengepal tangan ke depan dia memberi hormat.

"Tunggulah kehancuran kalian semua klan Zhang. akan ku balas sakit hati ini. tak kan reda dendam ini jika kalian masih bernyawa," suara batin nya

"Beberapa hari kedepan baru kita mulai latihan. lebih baik kamu perbanyak istirahat. agar cepat menutup luka-luka mu."

" Baik Kek!" jawab nya. dia pun mengambil air lalu minum obat yg sudah diberikan Kakek Fei Long, kemudian melangkah ke tempat pembaringan..

.....

Sedangkan di sisi lain, di ruangan Penatua kedua.

"Kraaak! hancur pegangan kursi di remas nya."

"Kenapa kalian lepas kan? Hah!!" amarah nya menggebu...

Bab 2 Latihan

"Kenapa kalian lepaskan, Hah?" kaki nya sambil menendang, Penatua kedua bertanya dengan amarah..

"Ugh," murid klan Zhang tersebut mengelus dada nya.

"Bukan maksud melepaskan nya! Kami tak berani mengejar, karena anak itu memasuki hutan larangan!!" jawab salah seorang yg tugaskan mengejar Zhang San.

"Sudah biarkan saja. dia tak mungkin bertahan di hutan itu. karena kita semua tahu bagaimana angker nya hutan tersebut," tutur penatua keempat.

"Sudahlah! lupakan" ucap penatua ketiga menimpali ucapan Zhang Bufan.

"Yang harus kita pikirkan bagaimana menjelaskan kejadian ini kepada penatua pertama Zhang Bei!" imbuh Zhang Da.

"Kita semua tau disini bahwa penatua pertama sangat akrab dengan penatua kelima."

"Nanti kita diskusikan lagi, aku akan memikirkan cara nya nanti," ucap penatua kedua yg bernama Zhang Lei. sembari meninggalkan ruangan pertemuan. mereka pun serentak menggelengkan kepala. kemudian satu persatu keluar dari ruangan itu..

Disisi lain, Tergesa gesa seorang pelayan berjalan, membuat geriknya mencurigakan

Pelayan yang sedang ditugaskan oleh penatua pertama Zhang Bei untuk memata matai pergerakan yang dilakukan oleh Zhang Lei bersama komplotannya"

"Tuan..." tok tok tok Seru pelayan tersebut sambil mengetuk pintu dengan perlahan. sekejap terdengar bunyi. kliik,

Kretek bunyi pintu terbuka. "Masuklah" ucap orang yang di dalam.

"Apa yg mau kau sampaikan ?" pelayan itu pun mulai bercerita tentang kejadian tersebut. hingga membuat marah zhang bei. dia menghentak hentakan tangan nya di meja.

"Brengsek, sekumpulan binatang yg suka memfitnah. aku harus membicarakan ini dengan patriark, maafkan aku Zhang Hou. aku tak bisa menjagamu dan keturunanmu" seru nya sambil menangis.

"Baiklah! silahkan kamu pergi. kabari aku lagi kalo ada hal yg penting," ucap Zhang Bei.

"Baik tuan!" Jawab pelayan sambil berjalan mundur. kemudian meninggalkan ruangan.

°°°°°

Beberapa hari pun berlalu.

"Zhang San, hari pertama latihan kau harus berlari seratus putaran. kemudian bergantung di pohon dengan kaki di atas selama sebatang dupa. lakukan lah setiap pagi hingga matahari berada di atas kepala."

"Baik Kek." jawab nya sambil memulai langkah cepat.

"Jangan terlalu cepat Saat nanti kau lekas lelah." Tapi Zhang San sudah jauh. mana dia mendengar...

Sore hari dia berendam di dalam sungai selama tiga batang dupa. Malam dia bermeditasi untuk menyerap aura spiritual langit dan bumi.

"Makan lah dulu Zhang San. Jangan terlalu dipaksa dalam berlatih!"

"Baik Kek!" Ucapnya sambil mendekat ke arah sang guru. kemudian mereka berbincang-bincang hingga larut malam..

Di dunia ini terbagi dalam beberapa benua. seperti Benuah Barat. Benua Selatan. Benua Timur. juga Benua Utara yg sekarang ditempati oleh Zhang San.

"Untuk menjadi kultivator kau harus belajar dan berlatih dengan giat San 'er. karena kehebatan cultivator bukan hanya pada tekniknya. juga pada pemahaman dan kekuatan fisiknya. jika semua itu bisa digabung, maka terjadilah keajaiban. Tidur lah lebih awal dan besok pagi mulai lagi berlatih" ucap Fei Long

Esok hari pun tiba dengan cepat.

Huh! hah! Huh! ayah capek nya, sambil menghempas batu yg di angkat nya.

"Zhang San! kemari, duduklah disini!" sambil menunjukan arah dimana Zhang San harus duduk.

"Mulailah berkultivasi dan rasakan energi Qi alam. jika kau sudah mengerti, maka ajarkanlah energi itu ke arah titik dantianmu yang ada di bawah perut!"

Di alam bawah sadar nya. Energi yg besar terus merangsek masuk dan terjadi seketika ledakan kecil Boom! Bintang pemula tahap awal.

"Hooo. Rupa nya kau sangat berbakat Zhang San!"

"Iyaa Kek, aku juga tak menyangka!" ucap nya dengan gembira.

"Jangan terlalu senang dulu. Lanjutkan!" ucap Fei Long. "Kokohkan pondasi, minum ini" seraya melempar pil berwarna putih kepada Zhang San,

Zhang San pun langsung meminum nya dan dia mulai merasakan sensasi panas yg masuk. Dan mulai mengarah kan ke tiap aliran darah nya...

"Sungguh pemuda yg berbakat" gumam Fei Long dari kejauhan. Kemudian dia melanjutkan aktivitasnya.

Tingkat kultivasi di benua ini :

Bintang pemula ada awal. Tengah, puncak.

Bintang perunggu awal, tengah, puncak

Bintang perak awal, tengah, puncak

Bintang emas awal, tengah, puncak

Bintang prajurit awal, menengah, puncak

Bintang raja awal, menengah, puncak.

Bintang kaisar awal, menengah, puncak

Bintang suci awal menengah. puncak,

Bintang dewasa,  awal, menengah, puncak

Sementara di tempat penatua Zhang Lei. Dia sudah memikirkan rencana untuk menghancurkan penatua Zhang Bei.

"Penatua keempat. Coba kau panggilkan penatua ketiga kesini. Katakan pada nya kita akan secepat nya memulai rencana.."

"Baik.." Ketika penatua keempat berdiri dia merasa ada orang yg menguping pembicaraan mereka. "Ssst" sambil meminta penatua kedua untuk mengecek dengan indra spiritual nya."

"Kau benar saudara keempat" ucap nya.

Sementara di luar pelayan itu lari terbirit birit. Berdoa selamat hingga tujuan. Tapi rencana hanya tinggal niat ketika.

"Aaaaaah." Dia menatap dada nya yg tertusuk pedang dari belakang. Penatua keempat langsung menyarungkan pedangnya dan dia berbisik,

"Selamat jalan temui lah yama."

"Ka- kau" Tercekat suara pelayan itu.

Sreeeet penatua Zhang Bufan menarik pedangnya. Kemudian dia membawa mayat pelayan itu lalu membuangnya ke hutan belakang rumah..

Di sisi Zhang San dia sudah melewati bintang pemula tahap puncak. Tinggal sedikit  dorongan maka dia bisa mencapai bintang perunggu tahap awal.

"Terimalah ini!" terdengar suara guru Fei Long.

Happ! Dia menyambut gulungan yg di lemparkan guru nya. "Apa ini Kek?"

"Buka lah. Pelajari!" Ucap Kakek Fei Long. Sambil menjelaskan.

Gulungan itu berisi teknik telapak dunia. Seperti telapak pada umum nya. Seperti itu lah serangannya, tapi dengan tingkatan yang berbeda. Berbeda pula lah daya kejut serangan nya, Teknik ini berada pada tingkat langit.

"Sambutlah!" ucap Fei long. Lagi lagi melempar gulungan. "Itu adalah teknik api matahari. Kalo di gabung kan dengan telapak dunia. Maka bisa menjadi teknik tingkat suci.."

Dia pun mulai memperagakan jurus jurus dalam teknik telapak dunia. Ada beberapa tingkatan seperti tapak penghakiman. Tapak sepuluh ribu. Hingga tapak pengguncang semesta.

Hiyaat! "Lah Kok ga ada yg keluar? Apa ada yg terlewat!" Gumamnya

Dia kembali membuka gulungan untuk memastikan. "Ahh ya disini. Pantas tak bisa. Biar ku coba lagi" ucapnya berbicara sendiri.

"Tapak penghakiman!" Booom....! Satu tapak keluar mencetak di batu.

"Akhirnya bisa juga hehehehe" dia tertawa

"Dasar bocah! malah cengengesan, lanjutkan lagi" ucap Kakek Fei dengan tegas lalu berjalan ke tempat duduknya

Beberapa tahun kemudian. Zhang San kini berada di tahap prajurit tingkat menengah. Selama dua tahun kemarin Zhang San belajar banyak kepada Kakek Fei Long, Pemahaman nya pun sudah lebih baik. Dia dapat dengan mudah menganalisa dan memahami teknik jurus..

Bab 3 Berkah Surga

Zhang San sudah bisa menggabungkan dua teknik yg berbeda. Seperti teknik telapak dunia di gabung dengan teknik api matahari. Juga masih banyak jurus yg lain nya..

"Kau tumbuh besar San'er. Tubuh mu jauh lebih tinggi dari awal kita bertemu. Dan kau juga bertambah gagah" canda Kakek Fei.

"Terima kasih Kakek, keberada'an mu adalah hal terbaik yg ku miliki sa'at ini,"

Mereka pun kembali berbincang santai sambil menyesap minuman yg tersedia.

Di dalam goa ada tempat perpustaka'an yg menyimpan beberapa informasi tentang kultivasi, obat hingga tinggakatan senjata. Zhang San pun mulai mencari cari informasi tentang dunia ini.

Di katakan dunia ini begitu luas. Bahkan Di Benua Utara ini saja ada kekaisaran Tang yang menguasai banyak Kota dan Klan besar lain nya. Termasuk Klan Zhang nya sendiri..

Saking terlalu asik nya dia membaca berbagai informasi hingga malam pun berganti pagi.

"Ugh...!! Sambil meregangkan tangan dan tubuh nya dia berdiri. "Sa'at nya berlatih fisik lagi.." ucap nya

Kemudian dia izin dengan Kakek Fei untuk berlatih dan berburu binatang buas. "Kek aku mau berlatih dan berburu" ucap nya

"Baiklah, jangan terlalu jauh. dan jangan sesekali kau melewati pembatas kabut yg berada di tengah hutan larangan"

"Baik Kek" jawab nya sambil undur diri.

Dia terus berlari sesekali melompati pohon dan berlari kembali. "Swuuuus.... Swuuuus!

Sa'at nya praktekan jurus. "Api matahari keluar lah."

Wuss...! Sambil mengarah kan tangan nya kedepan dia mengkombinasikan jurus telapak dunia.

"TAPAK PENGHAKIMAN" teriak nya.

Bayangan telapak tangan besar dan panas pun keluar menghantam batu besar.

Duaaar.... Duaaaaaar....!!

Zhang San merasa puas. sangat luar biasa teknik ini. kekuatan nya menghanguskan hampir seperempat hutan. tapi sepadan dengan banyak nya energi yg di kuras nya.

Kemudian dia melatih teknik langkah bayangan. didalam teknik itu juga terdapat teknik penekan kultivasi. sehingga terlihat seperti manusia biasa.

Setelah seharian berlatih dan ketika dia berjalan menuju pulang. Zhang San bingung menentukan arah pulang. dan dia pun terus berjalan tanpa sadar sudah memasuki penghalang kabut. dan terus saja berjalan hingga menemukan goa. lalu dia memasuki nya

"Semoga goa ini aman," gumam nya

Kemudian dia pun mulai duduk untuk mengembalikan stamina nya yg tekuras. mengambil sikap lotus dia pun hanyut dalam kultivasi.

Sementara di sisi lain,

Fei Long begitu menghawatirkan keada'an Zhang San.

"Kemana anak ini, Kenapa masih belom pulang? Semoga dia baik -baik saja" kata nya lalu merebahkan tubuh nya.

☆☆☆☆☆

Zhang San yg sedang dalam kultivasi, tubuh nya di tarik paksa oleh sesuatu. dan di bawa menembus dinding..

"Tempat apa ini? kenapa aku tersedot kesini?"

Wuuuuuuss! Api matahari berpendar di tangan Zhang San. menerangi lorong yg gelap mencoba terus memasuki lebih dalam.

Lorong itu pun meluas dan di atas dinding dinding goa terlihat bebatuan yg bercahaya menerangi kedalaman goa.

Kemudian dia terus melangkah hingga mencapai ahir dari goa. Ketika itu mata nya terbelalak melihat gunungan emas yg meninggi. Banyak nya senjata dan ada beberapa pil dalam botol yg tersusun rapi, juga ada beberapa teknik bela diri..

Swuuush...!! Tiba- tiba sosok transfaran muncul dari kekosongan.

"Ma'afkan saya yg masuk tanpa izin" Sambil berlutut dan mengepal kan tangan kedepan. untuk memberi hormat.

"Kau pemuda yg baik. Aku lah yg menarik mu kesini, Aku memilih mu karna melihat kau pemuda yg memiliki hati bersih juga keteguhan jiwa, aku ingin kau mewarisi semua ilmu ku. berlatihlah disini" ucap sosok tersebut.

"Terima kasih, Saya bersedia menjadi murid" kemudian dia bersujud tiga kali.

"Ambillah pil yg ada di dalam botol, Pil yg berwana merah, kemudian duduk dan berkultivasi lah" Perintah nya.

Tanpa banyak bertanya. Zhang San pun meminum nya lalu dia duduk dan menyerap khasiat pil tersebut. Selang beberapa sa'at, Booom....!

Suara teredam dalam tubuh nya menandakan dia naik tingkat. "Wah secepat ini sudah naik tingkat. efek obat ini sungguh luar biasa"

"Boom...! Booom...! Booom...!

Tiga kali bunyi teredam terdengar. sekarang dia berada di tingkat pendekar raja tahap awal. Sungguh ini keberuntungan. lalu dia mengkondisikan pondasi nya agar seimbang.

Waktu terlupakan. sudah setahun Zhang San di dalam goa berlatih dan menekuni beberapa teknik yg baru. Seperti teknik berpedang dan tingkat pemahaman nya tehadap pedang pun sudah berada di tingkat ahli.

"Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang."

Booom..!! Dua larik cahaya menyiring tanah dan menggetarkan dinding.

"Teknik Pedang Petir, Amarah Dewa"

Booom...! Ribuan arus listrik menghancurkan batu besar hingga membuat lubang yg dalam di tanah.

"Cukup murid ku" Sosok tersebut menghampiri dan berkata,

"Sudah sa'at nya kau kembali ke atas." ucap nya sambil memberikan sebuah cincin dimensi. "Ambillah semua harta yg ada disini. teteskan darah mu di lingkaran cincin ini" perintah nya

"Baik guru, Terima kasih atas ajaran yg guru berikan selama setahun ini." ucap nya dengan tulus.

Kemudian tubuh nya tersedot dan kembali ke tempat dia duduk berkultivasi dulu.

"Hemm. apakah ada perbeda'an waktu yg jauh hingga aku merasa tak ada yg berubah di goa ini"

kemudian dia pun keluar dari goa untuk kembali menemui Kakek Fei Long, Akan tetapi setelah berjalan keluar, dia di hadang oleh srigala taring hitam yg besar nya setinggi tiga meter.

"Fuuuuih. ini lawan yg cocok menguji jurus."

Geeeer...!!

Air liur srigala menetes tak sabar memakan mangsa. Dia mengira mangsa nya hanya bocah biasa.

Srigala pun mengejek dangan seringai nya. menampilkan taring hitam yg begitu tajam. seolah ingin menghancurkan mental lawan nya.

Tapi tak semudah yg terlihat, Ketika cakar srigala mencoba mengoyak dengan serangan nya. Zhang San pun berkelit dan langsung mengeluarkan jurus.

"Tapak penghakiman" gumam nya.

Beeeeng...!! tubuh srigala yg besar itu termudur. Srigala terkejut tak menyangka mangsa nya begitu kuat.

Tapi Zhang San tidak memberikan ruang. dia kembali menyerang dan melepaskan jurus,

"Teknik Pedang Petir, Tebasan Dua Gelombang"

Blaaaar....!! Dua baris cahaya yg datang dari energi pedang menghanguskan tubuh besar srigala itu.

"Maka nya jangan sombong" tutur nya. tubuh srigala itu pun di masukan nya kedalam cincin dimensi. lalu dia melompat dan melanjutkan tujuan nya.

Disisi lain lembah, Fei Long sedang mondar mandir tak enak hati karna Zhang San tak pulang- pulang , Hingga sebuah teriakan memberi nya semangat.

"Kakek aku pulang" teriak Zhang San dari seberang sungai.

"Dasar bocah nakal, Kemana kau pergi? kenapa tak pulang semalaman?" Sambil bertanya dia hendak mengetok kepala Zhang San.

"Tenang lah dulu Kek, kemarin aku berlatih dan tersesat kedalam pembatas kabut hutan. hingga aku tak menemukan jalan pulang"

Mendengar itu kening Fei Long berkerut.

"Tapi aku menemukan berkah surga Kek!" imbuh Zhang San dengan senyum percaya diri..."

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!