First Love
Bertemu Lagi
Author Cans
Hai - hai! Salam kenal><
Author Cans
Ini karya pertama author dan ini murni dari imajinasi sendiri. Harap bijak dalam membaca dan maklum dengan segala kekurangannya yaaa:)
Author Cans
Semoga suka & happy reading♡
Pukul 12.00 waktu setempat.
Di sebuah perusahaan ternama, satu - persatu pegawai mulai meninggalkan ruangan mereka untuk pergi makan siang.
Dia Yeri, sahabat Youna semasa kuliah. Dia adalah sekretaris CEO di perusahaan ini.
Kebetulan, ini adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan ini.
Namun untungnya dia berhasil menguasai hari pertamanya dengan mudah.
( Tok tok! )
( Ceklek! )
Yeri memasuki ruangan untuk menemui bosnya, sambil membawa beberapa berkas di tangannya yang akan diperlukan untuk siang ini.
Yeri
Sekarang sudah masuk jam makan siang.
Yeri
Anda memiliki jadwal meeting dengan klien di restoran *****.
Yeri
Apa kita akan pergi sekarang, tuan?
Erland, pria yang sejak tadi di ajak bicara ini hanya diam dan fokus pada laptop di hadapannya.
Yeri
( Duhh... selalu kaya gini... )
Yerin kesal lantaran merasa di abaikan.
Ia pun menanyakan ulang pertanyaannya tadi.
Yeri
Jadi, bisa kita pergi sekarang, tuan?
Tak ingin wanita di hadapannya terus mengoceh, pria ini pun bangkit dari duduknya.
Ia merapikan pakaiannya kemudian pergi meninggalkan ruangannya dan diikuti oleh Yeri.
Dia Erland, putra tunggal dari keluarga Alexander, salah satu keluarga konglomerat terpandang di kota ini.
Ia cukup tampan, namun sayang sikapnya yang dingin tak jarang membuat orang lain merasa kesal padanya. Ya, udah jelas Erland ga peduli tentang itu.
Dan kini Erland sudah menjadi CEO di Timeless Interiors, perusahaan milik ayahnya.
Yeri
( Oke Yeri... sabar... kalau ga, bisa - bisa dia memotong gajiku nanti )
Dalam hatinya Yeri masih aja ngedumel karena merasa kesal melihat sifat bos nya itu.
Sebenarnya ia lelah, tapi ia sangat membutuhkan pekerjaan sekarang ini.
Setelah sampai, Erland dengan Yeri pun memasuki restoran dan duduk di salah satu meja kosong yang sudah mereka pesan sebelumnya.
Yeri
Mungkin sebentar lagi datang, tuan.
Tak lama setelah keheningan mulai melanda mereka berdua, terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah Erland.
Sky
Lama ga bertemu, Erland.
Dia Sky. Sky dan Erland sudah berteman baik sejak duduk di bangku SMA.
Mereka terpisah semenjak kelulusan SMA karena harus kuliah di universitas yang berbeda.
Berkat inisiatif dari Sky, akhirnya meraka berdua kini bisa bertemu lagi setelah berpisah bertahun - tahun lamanya.
Bukan hanya sebagai teman, melainkan mereka bertemu lagi sebagai sesama CEO muda yang sukses.
Sky
Iya aku Sky. Udah lupa sama sahabat sendiri?
Sky
Haha... dasar kau ini. Kejam banget. Ga pernah berubah ya.
Erland bangkit untuk memeluk sahabatnya sejenak, dan dibalas hangat oleh Sky. Setelah puas mereka pun kembali duduk.
Walau cuek bagaimanapun Erland tetap ramah dengan orang - orang terdekatnya.
Erland
Jadi kau klien hari ini?
Sky
Haha... bener banget. Aku sengaja mau kerjasama dengan perusahaanmu biar bisa sekalian ketemu. Udah lama juga kan ga ketemu.
Yeri
( Hadeh... kok aku malah terjebak di sini sih? Pasrah aja deh... )
Lagi dan lagi, Yeri merasa terabaikan.
Pada akhirnya dia tetap mencari aman dan memilih untuk diam.
Erland pun berbincang dengan Sky melepas rasa rindu mereka sebagai sahabat semasa SMA.
Mereka bertiga juga makan siang bersama, hinga melanjutkan meeting untuk membahas urusan pekerjaan mereka.
Setelah makan siang dan perbincangan yang cukup panjang, meeting akhirnya berakhir dengan lancar.
Sky
Aku mengandalkanmu, Erland. Senang bisa kerjasama lagi denganmu.
Mereka berdua pun berjabat tangan untuk mengakhiri meeting hari ini.
Mereka kemudian berpisah dan kembali ke perusahaan masing - masing.
Zoya
Gaunku beneran udah siap kan, kak? Ga bohong kan? Udah ga sabar loh ini!
Youna
Dasar Zoya. Tenang aja, udah siap kok.
Ini Zoya, seorang mahasiswi.
Dia adalah wanita riang yang sudah menjadi sahabat sekaligus pelanggan tetap Youna.
Hampir setiap minggunya Zoya selalu datang mengunjungi Youna dan membeli gaun - gaun indah buatan Youna yang sudah menjadi favoritnya sejak lama.
Mereka pun berbincang sembari berkeliling untuk melihat - lihat gaun di ruangan tersebut.
Youna
Nih gaun pesanan kamu. Coba liat! Kamu suka ga?
Zoya
Huwaaa cantik bangettt!
Zea berteriak kegirangan sembari mendekati dan memperhatikan gaun idamannya itu.
Gaun yang sempurna, persis dengan yang ia harapkan.
Youna yang melihat itu pun akhirnya tersenyum puas.
Zoya
Kakak ngerti banget deh sama seleraku. Ini perfect! Makasih kak!
Zoya langsung memeluk Youna dengan erat dan disambut senang oleh Youna.
Youna
Iya Zoya sama - sama. Syukurlah kalo kamu suka.
Dan ini Youna, tokoh utama kita dalam cerita ini.
Youna merupakan seorang gadis cantik yang baik hati dan juga mandiri.
Di usia muda ia bahkan sudah memiliki perusahannya sendiri.
Berkat usaha dan skill luar biasa yang dimilikinya, ia selalu berhasil memuaskan hati para pelanggan yang terus berdatangan setiap harinya.
Di sisi lain.
Erland dan Yeri sedang dalam perjalanan kembali ke kantor.
Erland
Apa masih ada jadwal yang lain?
Yeri
Tidak ada, tuan. Hanya perlu menyiapkan beberapa berkas lagi untuk rapat besok.
Erland
Hm, aku lelah. Kerjakan semuanya untukku. Jangan sampai ada kesalahan. Mengerti?
Erland pun mengantarkan Yeri sampai ke kantor.
Sementara itu Erland memilih langsung pulang dan meninggalkan pekerjaannya pada Yeri.
Yeri
( ih! Dasar bos egois! )
Yeri pun melangkah dengan kesal memasuki ruang kerjanya untuk mengerjakan berkas - berkas yang tadi perintahkan Erland.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Kenalan?
Sesampainya di rumah, Erland langsung masuk ke kamarnya dan tertidur karena merasa lelah.
( Ceklek! )
Seorang wanita memasuki kamar tersebut.
Baru saja di ambang pintu, Shin sudah mendapati Erland yang tertidur lelap di ranjangnya.
Shin pun mendekati Erland dengan perlahan supaya tidak membangunkan putra semata wayangnya itu.
Ia kemudian duduk di tepi ranjang dan mengusap lembut kapala putranya yang sedang tidur lelap.
Dia Shin, ibunya Erland.
Dia bekerja sebagai seorang dokter sekaligus CEO di rumah sakit milik keluarga Alexander.
Shin
( Kayanya dia cape banget ya... sampai ketiduran gini... )
Shin
( Biarin deh. Nanti aja kasih tau dia. )
Shin kemudian mengecup kening putranya dan kembali ke kamarnya sendiri.
Sebenarnya ada yang ingin ia beritahu, tapi ga tega mau bangunin Erland.
Di sisi lain
Pukul 17. 00 waktu setempat.
Youna masih bersantai di kursinya, menyandarkan kepala dan menutup matanya untuk beristirahat sejenak sebelum ia pulang.
Baru beberapa menit berlalu, Youna kembali terusik dengan nada dering ponselnya yang berbunyi.
Youna pun terpaksa menegakkan kepalanya lagi dan meraih ponselnya itu untuk melihat siapa yang menghubunginya.
Youna
( Duhhh dasar Yeri. Baru juga istirahat. )
Suara Yeri terdengar lesu.
Youna
Kenapa? Kok ga semangat gitu? Kamu sakit?
Youna
Haha... kan ini hari pertamamu, kok udah cape aja?
Yeri
Aku ceritain nanti aja deh. Ketemu yuk!
Youna
Hm boleh deh. Aku juga bosen. Dimana?
Berhubung jam kerja memang sudah usai, mereka berdua pun sepakat untuk bertemu.
Youna dan Yeri akhirnya bertemu.
Mereka juga sudah memesan minuman dan juga camilan sebagai teman mengobrol mereka.
Youna
Terus gimana pekerjaanmu? Lancar ga hari pertamanya?
Yeri
Eh iya baru inget! Tau ga?
Yeri
Bos baru aku tuh! Ngeselinnn banget! Udah cuek, ga perhatian, terus suka ngacangin orang lagi! Kok ada ya manusia kaya gitu?
Youna
Haha... sabar Yeri...
Yeri
Hihhh! Kesel banget tau ga!
Youna yang melihat Yeri mengomel pun hanya bisa tertawa gemas.
Youna
Yaudah - yaudah. Yang penting kerjaannya lancar kan?
Yeri
Ya... lancar sih. Cuma agak kesel aja.
Yeri
Kamu kenal ga sih sama bos ku itu?
Yeri
Erland, CEO Timeless Interiors.
Youna
( Erland? Jangan - jangan... )
Youna
( Ga mungkin dia kan? )
Mereka pun melanjutkan perbincangan hingga petang, dan memutuskan untuk pulang.
Mansion Xion, pukul 18.00 waktu setempat
Youna memasuki rumah dan langsung menuju dapur untuk mencari keberadaan ibunya.
Lia
Hei cantik! Udah pulang?
Youna langsung memeluk bundanya dari belakang.
Benar dugaannya bahwa bundanya sekarang sedang menyiapkan makan malam.
Ia lalu melepaskan pelukannya dan memperhatikan bundanya memasak.
Ini Lia, ibunya Youna. Cantik banget, kan? Jadi, kecantikan Youna sudah jelas menurun dari ibunya ini.
Youna
Loh? Kok masaknya banyak banget bun? Memangnya mau ada acara apa?
Biasanya Lia masak sendiri tapi kali ini dia sampai dibantu sama pelayan, makanya Youna heran.
Lia
Oh ini? Nanti kita kedatangan tamu, sayang. Jadi nanti kita bakal makan malam bareng sama mereka.
Belum sempat Lia menjawab, sudah terpotong oleh suara anak kecil yang berlari menghampiri Youna.
Youna pun langsung menggendong anak tersebut.
Youna
Halo... kangen ga sama tante?
Yuan
Tante kok lama sih pulangnya? Kan Yuan pengen main bareng tante.
Ini Yuan, keponakan Youna.
Yuan adalah anak dari kakak laki - lakinya Youna.
Sayang sekali ibunya meninggal dunia saat ia masih balita. Kini usianya 5 tahun dan ia masih TK.
Biarpun Yuan hanya punya ayah, tapi dia masih punya Youna sebagai tante sekaligus pengganti sesosok ibu baginya.
Youna
Maaf ya sayang. Kan tante banyak kerjaan.
Youna
Ayah? Belum pulang juga?
Lia
Kakakmu bilang hari ini dia lembur, mungkin lagi banyak kerjaan.
Youna
Eh Yuan udah mandi belum?
Yuan
Sudah dong! Sudah wangi...
Youna
Yaudah tante mau mandi dulu ya. Nanti kita main lagi.
Youna tersenyum dan mengecup pipi Yuan, lalu menurunkannya.
Lia
Youna. Jangan lupa nanti kamu pakai dress ya. Yang cantik.
Youna
Loh kenapa bun? Kan di rumah doang.
Lia
Bunda mau kenalin kamu sama seseorang.
Lia
Udah deh nurut aja. Ya? Buruan sana.
Youna hendak pergi ke kamarnya untuk bersiap. Sementara Yuan tetap di dapur dan bermain bersama neneknya.
Saat Youna melintasi ruang tamu, kebetulan ia bertemu dengan ayahnya yang baru saja memasuki rumah.
Ini Xion, ayahnya Youna sekaligus kepala keluarga di rumah ini.
Dia adalah seorang chairman di Phoenix Ventures, perusahaan milik keluarga Xion.
Youna mendekat dan berpelukan sesaat dengan ayahnya.
Hal kaya gini memang udah biasa. Walau tiap hari ketemu tapi mereka tetap harmonis satu sama lain.
Xion
Gimana hari ini? Baik - baik aja kan? Ga ada hal buruk kan?
Youna
Ga ada ayah. Youna baik - baik aja kok.
Youna
Oh iya ayah! Siapa sih tamu yang mau dateng nanti?
Xion
Itu... dia temen ayah kok. Dia mau berkunjung bareng istri sama anaknya.
Xion
Nanti ayah juga mau kenalin kamu sama anaknya temen ayah itu. Dia pengusaha sukses, ganteng, juga anak baik - baik. Mungkin bakalan cocok sama kamu.
Youna
Buat apa? Kan Youna masih nyaman sendiri. Youna belum mau punya pasangan, ayah.
Xion
Kenalan dulu, Youna. Ga kenal maka ga sayang, kan?
Akhirnya Youna pun pasrah dan menuruti perkataan orangtuanya.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Dinner
Youna
( Ayah apa - apaan sih? Kok pake acara kenalan segala? )
Youna
( Kok aku jadi curiga ya? Jangan - jangan ada yang di sembunyiin lagi. )
Youna
( Ah terserah deh... )
Setelah puas ngedumel sendiri, Youna pun bergegas mandi dan bersiap untuk makan malam.
Mansion Xion, pukul 19.00 waktu setempat
Saat ini semua orang sudah berkumpul di ruang tamu termasuk Alexander dengan keluarganya yang menjadi tamu malam ini.
Hanya Youna yang belum kelihatan.
Shin
Akhirnya ya bisa ketemu lagi.
Lia
Iya ya, udah lama ga ketemu. Ternyata anak kamu ganteng banget ya.
Erland yang di tatap Lia pun hanya tersenyum tipis.
Betul! Tamu yang sejak tadi di maksud tak lain adalah Alexander, ayahnya Erland.
Alexander berasal dari keluarga terpandang dan dikenal sebagai pengusaha yang sukses.
Alexander atau yang biasa di sapa Al, memang sudah bersahabat dengan Xion sejak lama.
Lia juga udah akrab dengan Shin karena mereka sudah pernah bertemu beberapa kali. Cuma baru kali ini aja mereka ngadain dinner keluarga di rumah.
Sedangkan Youna dan Erland sama - sama belum tau kalau orangtua mereka sahabatan.
Erland sebelumnya juga menolak untuk ikut, tapi dia terus dibujuk oleh Shin dan akhirnya ia pun menurut.
Shin
Aduh Lia kamu bisa aja deh. Tapi, anak itu juga ganteng kok. Siapa dia?
Lia
Oh iya, kenalin ini cucuku namanya Yuan.
Lia
Yuan, ayo sapa nenek Shin.
Shin
Halo juga anak manis. Duh senangnya udah punya cucu.
Lia
Makanya Erland cepetan nikah, biar kamu bisa punya cucu juga.
Shin
Iya ya, jadi ga sabar. Hihi...
Erland sama sekali tidak merespon dan hanya mendengarkan pembicaraan mereka.
Xion
Jadi gimana perkembangan bisnismu sekarang?
Alexander
Bisnis? Hm lumayan pesat. Setidaknya udah bisa jadi saingan berat buat perusahanmu.
Xion
Haha... dasar kau ini.
Alexander
Haha... aku bercanda.
Shin
Oh iya, mana anak kamu? Kok belum keliatan?
Lia
Aland hari ini lembur, jadi dia ga bisa ikut makan malam. Kalo Youna masih di kamarnya, mungkin sebentar lagi turun.
Mereka melanjutkan pembicaraan dan asik mengobrol, kecuali Erland yang lebih memilih bermain ponsel.
Tak lama berselang Youna akhirnya turun ke ruang tamu, membuat mata semua orang tertuju padanya.
Youna
Halo om, tante. Aku Youna.
Youna menyapa dengan tersenyum manis.
Awalnya tak ada yang aneh, namun akhirnya ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang dikenalinya.
Youna
( Kak- kak Erland? )
Youna
( Apa ini beneran dia? )
Youna dengan Erland sempat bertatapan sejenak, namun Erland hanya acuh dan langsung mengalihkan pandangannya ke ponsel.
Youna pun berusaha untuk biasa saja dan langsung duduk di samping bundanya.
Shin
Wahhh jadi kamu Youna?
Youna
Ah I- iya tante, salam kenal.
Youna
Ah ga kok, hehe... tante bisa aja.
Yuan
Nenek Shin bener tau! Kan tante memang cantik.
Youna
Yuan ih! Dasar anak nakal!
Lia
Udah lengkap nih, kita makan sekarang yuk!
Mereka pun beralih ke meja makan dan mulai makan malam bersama.
Makan malam berjalan lancar diiringi dengan obrolan ringan di antara mereka.
Tanpa Youna sadari, Erland ternyata menatapnya sejak tadi lantaran merasakan sesuatu.
Erland
( Kok kaya ga asing? )
Xion
Kenalin, dia Erland, anaknya om Al.
Alexander
Erland. Dia Youna, anaknya om Xion.
Youna kembali menatap Erland, dan akhirnya tersadar.
Youna
( Apa dari tadi kak Erland liatin aku? )
Xion
Apa kalian saling kenal?
Xion
Oh gitu. Yaudah, ga masalah kok. Nanti lama - lama juga bakalan kenal.
Erland mengangguk dengan tenang, berbeda dengan Youna yang masih kebingungan.
Youna
( Ternyata kan Erland beneran ga kenal samaku? Tapi, syukurlah. Ini lebih baik. )
Mereka pun melanjutkan makan malam hingga selesai.
Ruang tamu, pukul 21.00 waktu setempat
Mereka berkumpul untuk melanjutkan perbincangan. Sedangkan Yuan sudah di antarkan ke kamarnya untuk pergi tidur.
Alexander
Erland, ada hal serius yang mau papa bicarakan.
Seketika suasananya menjadi tegang, dan semua orang memperhatikan Al.
Alexander
Erland. Kamu anak papa satu - satunya. Kamu udah dewasa dan papa harap kamu bisa menikah secepatnya.
Alexander
Sebelumnya papa udah kasih kamu waktu seminggu buat cari pasangan, tapi sampai sekarang masih belum ada juga. Iya kan?
Youna
( Kenapa ini? Apa jangan - jangan- )
Xion
Youna sayang. Gimana, kalo kamu menikah sama Erland? Kamu mau kan?
Youna dan Erland menyahut bersamaan lantaran sama - sama terkejut.
Erland
Pa, apa maksudnya ini?
Alexander
Erland, papa udah sepakat sama om Xion untuk menjodohkan kalian.
Alexander
Papa mau, kamu nikah sama Youna!
Erland
Ga, aku menolak. Permisi.
Erland tidak mendengarkan dan langsung beranjak keluar meninggalkan rumah itu.
Alexander
Xion, maafkan kelakuan anakku.
Xion
Youna, gimana sayang. Kamu mau kan?
Youna
Ma- maaf ayah, aku juga keberatan. Aku permisi, selamat malam.
Youna bangkit dari duduknya. Ia membungkuk sesaat untuk memberi salam pada tamunya, kemudian melangkah memasuki kamarnya.
Lia
Duh... pasti mereka marah banget deh.
Shin
Ini ulah kalian sih! Ngapain pake acara perjodohan segala, kan mereka jadi kaya gitu.
Xion
Bukanya bagus kalo kita jadi besan?
Lia
Ya bagus, tapi ga gini caranya! Kalian itu terlalu memaksakan tau ga?
Xion dengan Al akhirnya terdiam mendengarkan omelan istri mereka.
Berhubung hari semakin larut, Al dan Shin pun akhirnya memutuskan untuk pulang.
Kemudian Lia langsung menuju kamar Youna untuk mengecek keadaan putrinya itu.
Lia
Youna, kamu udah tidur?
( Tok! Tok! )
Lia berkali - kali mengetuk pintu kamar Youna, namun tetap tidak ada jawaban.
Xion
Mungkin dia udah tidur.
Lia
Aku takut Youna jadi kepikiran.
Xion
Mungkin Youna butuh waktu sendiri kan? Ga usah khawatir. Biarkan Youna istirahat.
Lia pun menurut dan kembali ke kamarnya bersama Xion.
Jangan lupa =
❀ Gift
❀ Like
❀ Vote
❀ Komen
❀ Subscribe
Maaciii><
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!