NovelToon NovelToon

Istri Diatas Kertas

Bab 1 : Kᴇɴᴀᴘᴀ ʜᴀʀᴜs Aᴋᴜ ʏᴀɴɢ Mᴇɴɪᴋᴀʜ?

🌻 H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

Senin, 24 Januari 2022 adalah hari dan tanggal penantian keluarga angkat nya melangsungkan pernikahan putri kandung nya kakak angkat dari Qila.

Intan Siska Darmanto biasa di sapa Siska anak satu-satunya dari Lion Bikram Darmanto dan Ajeng Ana Patri.

Menjalin hubungan 2 Tahun tidak menjamin Siska mencintai Arka. Siska sadar bahkan sangat sadar, Arka Dirgantara anak orang kaya no 1 di Indonesia. Ketampanan Arka tidak bisa di ragukan lagi. Banyak wanita yang rela memberikan tubuhnya untuk Arka, tapi semua nya tak di gubris bagai angin yang lewat.

Arka Dirgantara sangat mencintai Siska tak ada satu permintaan Siska yang di tolak Arka. Besar perasaan nya membuat ia takut kehilangan Siska. Siska adalah cinta pertama Arka dan akan menjadi yang terakhir.

🌠_-_-_🌠

Tamu undangan semakin banyak berdatangan satu persatu mulai berbincang keterlambatan pengantin wanita yang belum hadir saat ini.

Asumsi buruk keluar dari mulut tamu undangan. Keluarga Iqbal menjadi tegang melihat waktu acara yang telah di siapkan sudah kelewat.

Qila melihat suasana menjadi tegang tidak kondusif mulai cemas. Ia sama dengan yang lain tidak melihat batang hidung kakaknya sejak tadi.

"Kemana Kakak kenapa belum datang juga." Monolog Qila mengarah setiap sudut ruangan.

Matanya menangkap Kedua sosok yang ia kenali yaitu Ayah dan Ibu tidak ada Siska di dekat mereka.

Dari kejauhan Qila dapat melihat keluarga calon suami kakaknya marah, tapi Qila tak mendengar apa pembicaraan mereka. Dari wajah sudah terpancar jelas amarah begitu besar dari mereka yang merasa di permainkan oleh Siska kakak angkatnya.

Melihat pergerakan orang tua nya yang mendekati dirinya membuat Qila tak enak firasatnya.

"Qila ikut Ibu ke dalam!" Kata nya kembali jalan dengan Qila yang masih bingung maksud perkataan ibunya.

Melihat tidak ada pergerakannya dari anak angkatnya Ibu Ajeng berhenti membalikan badan dengan mengulangi katanya. "Ikut Ibu jangan diam disitu!"

Mendengar perkataan tak bersahabat dengan muka nya firasat Aqila menjadi kuat ada yang tidak beres kenapa ibu menyuruh dirinya mengikutinya.

"Ada apa Bu?" kenapa Ibu menyuruh Qila kesini?" Bingung Qila melihat ruang pengantin.

"Dengarkan perkataan Ibu baik-baik." Menatap Qila sebelum menjelaskan maksud tujuan nya."Kamu tahu kan kakak kamu belum datang sampai sekarang?"

"Iya Bu. Qila tahu itu, tapi kaitannya apa dengan ibu membawa Qila kesini?" Tanya nya lagi yang belum mendapat jawaban dari Ibu.

"Kamu harus mengantikan posisi Kakak mu hari ini!"

"Maksud Ibu Qila harus menikah dengan calon kakak ipar Qila sendiri?" Kaget Qila tak menyangka Ibu nya bisa berkata semudah itu.

Qila kaget mendengar perkataan Ibunya, apa yang terjadi hingga ia harus mengantikan posisi Kakaknya. Ia tak dekat dengan calon kakak ipar nya, bahkan jika bertemu mereka jarang bertegur sapa. Dan sekarang ini harus menikah dengannya, apa ibu pikir pernikahan sekedar janji.

"Iya. Sekarang bersiaplah tidak ada waktu untuk berbincang." Kata Ibu Ajeng.

"Tapi Bu kenapa harus Qila? kemana kak Siska ini hari pernikahan nya, kenapa jadi Qila?" Protes Qila masih sama tidak terima keputusan Ibu nya.

"Jangan membantah Qila! Apa kamu tidak sadar Ibu dan Ayah yang sudah merawat dan membesarkan kamu saat keluarga kandung kamu sendiri tidak menginginkan kamu untuk ada di dunia ini. Dan kamu bisa anggap ini sebagai balas Budi pengorbanan kami untuk kamu selama ini." Jelas Ibu membuat Qila tak berkutik.

"Baik jika itu mau Ibu, Qila akan menikah dengan nya, tapi bagaimana dengan kak Siska apa dia setuju keputusan ibu ini? Qila gak mau semua menjadi kacau dengan Qila menikah." Balas Qila, hati kecilnya ragu dengan keputusan ini.

Qila ingin menolak keinginan Ibu nya, tapi ia tak ingin di cap sebagai anak tak tahu diri.

Belum sempat membantah lebih dalam Ibu nya sudah mengungkit jasa mereka, bagaimana kalau terus berlangsung sudah dapat dipastikan Ibu nya akan berkata anak tidak tahu terima kasih.

"Kamu jangan khawatir Ibu akan menghandle itu nanti. Bersiaplah 30 menit lagi ibu akan kesini." Balasnya meninggalkan Qila.

Qila hanya bisa meratapi nasib nya setelah menikah nanti apa jadi dirinya? menikah dengan seseorang yang tidak ia cintai apa bisa bertahan lama.

Qila ragu Arka bisa menerima ini. Ia tahu Arka sangat mencintai Kakak nya Siska. Semua sudah jelas dengan perilaku dan sikap Arka yang baik dan selalu menuruti semua keinginan Siska tanpa terkecuali. Semua itu dapat dibilang Bucin (Budak Cinta.) Tanpa mengetahui sebenarnya.

Di tempat lain, Siska bersama seorang pria menemaninya di sebuah hotel di Luar Negeri.

"Apa kamu tidak takut calon suami mu menemukan kita disini?" Mengusap lembut rambut Siksa.

Satu hari sebelum izab kabul di lakukan Siska sudah merencanakan untuk kabur, bukan karena tidak cinta, tapi karena ia ingin mengapai impian nya.

Bersama dengan Arka membuat ia tak bisa mengapai karena Arka tak mengizinkan Siska bekerja di dunia entertainment.

Bukan Siska kalau tidak bisa mencapai tujuan nya. Ia rela melakukan apa saja demi tercapai semua keinginan nya.

"Itu tidak akan terjadi, Arka sangat mencintaiku bahkan tergila-gila." Percaya Siska yakin dengan ucapan nya.

"Kenapa kamu bisa yakin begini? bukan nya dia bersih keras melarang mu? bagaimana jika dia tau kamu meninggalkan nya demi ini." Balas sahabat Siska agensi model.

"Kamu jangan khawatir, setelah aku berhasil menjadi model, Arka tidak akan marah dengan semua yang terjadi saat ini." Percaya Siska.

Siska sangat yakin Arka tidak akan marah pada nya. Arka sangat bucin semua keinginan Siska tidak ada yang dibantah kecuali bekerja di entertainment.

Bersih keras Arka melarang Siska karena Ia tahu bekerja di entertainment akan membuat Siska sibuk. Waktunya bersama akan sedikit jika di biarkan bekerja.

Arka masih bisa menafkahi Siska tanpa Siska harus bekerja, keluarga nya terkaya no 1 di Indonesia.

"Kenapa kamu bisa seyakin ini?" Penasaran nya pada Siska tidak ada ketakutan setelah kabur meninggalkan acara pernikahannya sendiri.

"Semua nya karena Cinta." Jawab Siska.

"Yah selalu saja karena cinta, apa kamu kira dengan cinta Arka bisa memaafkan kamu semudah itu. Setelah kamu melarikan diri dari pernikahan itu sama saja kamu memalukan dia dan seluruh keluarga nya bahkan keluarga kamu. Pikir itu Siska jangan banyak percaya dan yakin karena itu tidak menjamin." Kata teman nya bernama Roland.

Roland adalah agensi model yang sudah lama menyukai Siska, tapi ia tak berani mengatakan perasaan nya karena ia tahu Siska memiliki kekasih bahkan lebih kaya dari dirinya yang hanya pemilik agensi model, meski besar tetap saja tak bisa menandingi Arka.

"Kamu tenang saja Roland, aku dan dia sudah 2 Tahun menjalin hubungan suka duka sudah kami lewati bersama. Tidak ada yang tidak aku ketahui tentang Arka. Cinta kami berdua sangat besar melebihi cinta Romeo dan Juliet." Tatap Siska menyakinkan Roland."Terima kasih sudah menghawatirkan hubungan aku dan Arka, kamu memang sahabat terbaik ku." Peluk Siska terharu betapa besar care nya Roland.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

🥀Tidak pernah terpikir oleh ku untuk menikah dengan pria yang tidak ku cintai. Tapi ini apa? sekarang aku harus menjalani ini di kehidupan nyata ku. Menangis tak mengubah segalanya selain bertahan dan berdoa datangnya keajaiban.🥀~~~By: Aqila💞

Bab 2 : Sᴀʜ

🌻 H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

🌹✨💞✨🌹

SAH.......

Terdengar jelas suara tamu undangan. Kini Arka dan Aqila resmi menjadi sepasang suami istri.

Meski awal Arka menentang keras pernikahan ini. Arka tidak ingin menikah dengan wanita yang tidak ia cintai, wanita yang tidak ia kenali meski Aqila adik dari kekasih hatinya yang kabur dari acara pernikahan mereka.

Arka kecewa dengan Siska yang kabur tanpa mengabari ia dan keluarga, jika Siska ingin menunda pernikahan ini Arka akan melakukan nya.

"Selamat atas pernikahannya Pak, Bu."

"Langgeng sampai maut memisahkan."

"Cepat diberi momongan."

Ucapan dan selamat keluar dari mulut satu persatu tamu undangan mendoakan pernikahan mereka.

Mendengar doa tamu undangan, Arka menjadi muak ingin rasanya ia menyuruh mereka menarik perkataan yang lontarkan.

Meski sudah menikah tidak membuat Arka menganggap Aqila istrinya. Sampai kapan pun Arka tidak akan dan tidak mungkin bisa mencintai orang lain selain Siska cinta pertama dan terakhir bagi nya.

"Jangan merasa senang dengan pernikahan ini, karena aku tidak Sudi menganggap mu Istriku." Bisik Arka tepat di telinga Aqila yang duduk duduk disamping nya.

"Terserah mau kamu menganggap aku apa." Balas Aqila tanpa memandang Arka." Yang jelas dan harus kamu ingat sekarang aku istri mu, istri sah di mata hukum dan agama." Sambung nya berhasil memancing amarah Arka yang sejak tadi ia pendam.

"Jangan memancing amarah ku perempuan kampung. Kamu kira kamu siapa bisa berkata seperti itu? Istri sah di mata hukum dan agama tidak membuat ku menganggap kamu ada. Bahkan aku akan semakin menganggap kamu butiran debu tak berarti." Mencengkram tangan Aqila hingga ia meringis kesakitan.

"Sakit.... aku mohon lepaskan...." Pinta Aqila kesakitan dengan cengkraman Arka yang kuat.

Mendengar perkataan Aqila memancing amarah nya Arka seakan hilang kendali tanpa peduli tamu undangan yang ada. Arka mencengkram kuat tangan Aqila tanpa peduli ucapan Aqila meminta lepas.

Arka seakan tuli dengan ucapan Aqila yang terus memohon di lepaskan.

"Aku mohon lepaskan.... tangan ku sakit...." Pinta ulang Aqila tak di tanggap Arka lagi.

"Sakit yah?" Tanya Arka sinis. "Aku kira kamu tidak bisa merasakan sakit, ternyata kamu bisa." Puas Arka melepas cengkraman nya pada Aqila.

Aqila tak membalas perkataan sinis nya. Mata nya mengelus tangan yang di cengkram Arka tadi. Merah dan berbekas terlihat jelas di tangan putih Aqila.

"Aku peringatkan padamu jangan sekali membuat ku marah jika tidak ingin lebih menyakitkan dari ini. Kamu belum tahu aku bisa lebih nekat dari ini jika kamu ingin melihat akan aku tunjukan nanti." Senyum sinis Arka memperingatkan Aqila yang semakin takut.

"Kenapa kamu tega melakukan ini padaku? bagaimana juga sekarang aku istrimu. Apa tidak bisa kamu bersikap baik sedikit saja, aku tidak minta banyak hanya sedikit tidak lebih. Apa itu sulit untukmu? di sini aku korban nya bukan kamu." Balas Aqila yang muak pada Arka.

"Aku tidak salah dengar kamu korban?" tanya Arka mengulangi kata Aqila tadi."Dari sisi mana kamu korban bukannya ini keinginan kamu seperti wanita luar sana mengincar pria kaya untuk di jadikan suami. Atau ini rencana kamu dengan hilang nya Siska?" Tuduh Arka mencurigai Aqila dalang dari hilang nya Siska kekasihnya.

"Aku bukan orang jahat yang tega sama kakak sendiri, meski kak Siska bukan kakak kandungku, ia sudah aku anggap kakak ku sendiri. Sebelum bicara pikir dahulu mana ada adik yang jahat sama kakak." Bantah Aqila tidak terima tuduhan Arka pada nya.

Aqila tidak terima di tuduh menjadi dalang dari hilangnya kak Siska hanya karena sebuah asumsi tuduhan tidak benar adanya dari Arka yang mengatakan ia sama dengan wanita luaran sana mengincar pria kayak.

Terlihat jelas wajah Aqila yang marah setiap perkataan tuduhan dari Arka. Aqila tidak menyangka kekasih dari kakaknya yang kini telah resmi menjadi suaminya ini, pria arogan, kasar, tak berhati dan suka semau nya.

"Kata siapa tidak ada adik yang tega sama kakak nya apalagi bukan sekandung. Kamu jangan bermimpi bisa membohongiku dengan muda, karena aku bukan orang bodoh yang bisa mudahnya kamu tipu seperti orang di luar sana yang sudah kamu tipu, entah berapa korban yang sudah kamu tipu dengan wajah polos kamu." Sersa Arka yakin ucapan nya benar.

"Terserah mau kamu percaya atau tidak karena kepercayaan kamu tidak penting untukku. Dan satu yang harus kamu tahu dan selalu kamu ingat aku bukan orang jahat dan tidak tahu terima kasih pada orang yang sudah membesarkan ku." Balas Aqila makin muak ingin rasanya ia pergi meninggal Arka.

Dari kejauhan orang tua Arka melihat perbincangan Arka dan Aqila tiada henti. Mereka berpikir jika Arka dan Aqila sedang berbincang untuk lebih dekat mengenal satu sama lain karena pernikahan dadakan.

"Kalian sedang berbicara apa? Papa dan Mama perhatikan kayaknya menarik. Iyakan Ma?" Tanya Papa Arka pada sang istrinya.

"Benar Pa. Mama merasa dunia milik mereka berdua saja yang lain ngontrak." Jawab Mama Arka mencibir pengantin baru.

"Kalian apaan sih, kata siapa pembicaraan kita asyik?" Protes Arka.

"Kenapa dengan kamu nak, apa Papa dan Mama menganggu?" Bingung Papa Arka melihat reaksi Arka aneh.

"Asal Papa dan Mama tahu semua yang terjadi hari ini rencana dari Aqila. Wanita ini sudah menargetkan Arka menjadi sasaran untuk dijadikan suaminya. Dan sekarang rencana nya telah berhasil. Wanita licik ini berhasil menyingkirkan Kakak nya sendiri demi tujuan nya." Jelas Arka kepada orang tua nya.

Papa, Mama nya kaget mendengar perkataan Arka, mereka tidak menyangka menantunya sejahat ini jika benar perkataan Arka barusan.

"Apa itu benar Nak?" Tanya Mama Arka yang mulai terhasut.

"Semua itu tidak benar Tante, Qila bisa jelaskan." jawab Aqila

"Sekarang jelaskan apa benar perkataan Arka tadi!"

"Semua itu tidak benar. Qila berani bersumpah Om, Tante semua ini murni bukan campur tangan Qila. Qila gak tahu ini sama sekali." Balas Aqila menyakinkan orang tua Arka kalau tuduhan Arka salah tidak benar.

"Apa yang bisa kamu buktikan jika kamu tidak terlibat dengan hilangnya Siska?" Tanya lagi Mama Arka belum puas jawaban Aqila.

Mama Arka curiga dengan Aqila, ada benarnya perkataan Arka jika Aqila dalang semua ini.

Melihat wajah Aqila kebingungan, ia menjadi yakin jika Aqila ada sangkut pautnya dengan Siska.

"Kenapa diam? jawab apa kamu bisa buktikan?" Tanya ulang Mama Arka kali dengan nada dinaikan satu oktaf.

Aqila masih terus diam mendengar pertanyaan Mama Arka yang sama, menjawab apa pun itu percuma saja, jika ujungnya diminta bukti.

"Jawab Nak, jangan diam." Tatap Papa Arka buka suara melihat Aqila diam tak menjawab.

"Jawab apa kamu tidak punya mulut, hah?" Bentak Arka muak dengan diam nya Aqila sejak tadi.

...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......

...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

🥀Diam bukan berarti bersalah, ada saatnya yang benar harus diam, dan yang salah akan berkoar.🥀~~ Aqila💞

Bab 3 : Isᴛʀɪ Bᴀɢᴀɪ Sᴀᴍᴘᴀʜ

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻

✨🌹💞🌹✨

Setelah perbincangan panas Papa Arka menghentikan dan akan dilanjutkan setelah acara selesei, ia tak enak jika di dengar tamu undangan.

Semua tidak akan baik jika di dengar orang luar, bukan nama baik keluarga yang rusak tapi juga perusahaan keluarga.

Dikediaman Keluarga Dirgantara, semua mata menatap Aqila meminta penjelasan. Setelah acara selesei dan berpamitan orang tua Arka meminta izin untuk segera membawa Aqila ke rumah seharusnya ia tinggal sekarang.

Dan kini Aqila telah berada di mansion keluarga Dirgantara, mansion yang megah dan interior bak kerajaan istana. Bukan merasa senang berada di mansion besar 2X lipat dari tempat yang ia tinggalin dulu Aqila merasa sesak nafas ingin rasanya ia kembali ke rumah lama meski kecil, tapi nyaman ditempati.

"Qila sekarang kamu bisa lanjutkan. Kita semua ingin mendengar penjelasan kamu." Perintah Mama Arka membuka suara melihat semua telah duduk di ruang keluarga.

"Bukan Qila yang merencanakan ini Ma, Pa. Qila memang gak punya bukti untuk ditunjukkan, tapi bukan begitu Qila bersalah. Tidak ada niat Qila untuk menjadi istri anak Mama. Bermimpi saja tidak pernah bagaimana yang lain dengan tuduhan Qila dalang nya." Jawab Aqila memandang Mertua nya.

"Apa kata mu tidak niat, tapi ini apa? sekarang kau menikah dengan ku! Apa masih mau mengelak lagi? Hentikan sandiwara mu itu tidak mempan di sini. Aku sarankan padamu sebaiknya ikut privat acting." Kata Arka mencibir Aqila.

"Aku berkata jujur tidak berbohong. Aku tahu, aku tidak mempunyai bukti sekarang, tapi semua itu bukan menjadi alasan untuk kamu menuduh ku." Tegas Aqila muak dengan semua tuduhan keluarga Arka yang menghakimi nya.

Aqila muak terus di hakimi seperti maling yang ketangkep basah warga, jelas-jelas ia tidak tahu menahu hilangnya Siska. Bagaimana ia bisa dituduh tanpa bukti.

Hatinya sakit, Qila tak menyangka hidupnya akan lebih menderita setelah menikah dengan Arka pria arogan tak berhati.

Mama Arka menjadi bimbang mendengar perkataan Aqila ada benar nya. Ia menjadi ragu dengan tuduhan nya dan keluarga kepada Aqila tanpa bukti.

"Maafkan Mama Nak, Mama sempat meragukan kamu dengan tuduhan yang jelas tidak kamu perbuat." Tak enak hati Mertua nya pada Aqila mantu nya.

"Papa juga minta maaf Nak, maaf Papa bersikap keras padamu tadi." Tulus nya meminta maaf. "Arka kamu juga, jangan diam di situ, cepat minta maaf semua ini karena kamu asal menuduh Qila!" Perintahnya pada anaknya.

"Arka tidak sudi, Arka tidak salah. Papa dan Mama saja yang gampang di kibuli Qila." Protes Arka masih batu dengan dugaan nya.

Mendengar respon Arka berbalik terbalik dengan orang tuanya. Aqila menghela nafas pasrah dengan tuduhan Arka yang akan terus berlangsung.

Bagi Aqila sampai kapan pun Arka tidak akan bisa mempercayai nya, karena hati dan pikiran Arka sudah dibutakan api dendam untuknya. Sebesar usaha membuktikan tidak akan bisa kecuali Arka nya sendiri menyadari semua nya salah tidak benar.

🌠_-_-_🌠

Negara Prancis.

"Besok jam 09:00 kita sudah harus berada di tempat atau kamu akan di diskualifikasi juri." Roland Memperingati Siska agar tidak lupa.

"Iya, aku tidak lupa Roland. Aku pusing dengar perkataan kamu yang terus sama, aku bukan anak kecil yang harus di ingatin setiap menit." Balas Siska.

"Yah sudah kalau begitu kamu istirahat sekarang, siapkan stamina untuk besok."

Memandang kepergian Siska memasuki kamar, Roland menghembus nafas kasar, lagi dan lagi ia harus kuat memendam perasaan ini. Entah sampai kapan ia bisa menyimpan ini dari Siska.

Jujur Roland tak sanggup terus begini, semua ini hanya menambah rasa sakit hatinya. Memendam perasaan cinta kepada Siska bertahun-tahun bukanlah waktu yang mudah.

"Apa yang harus aku lakukan, apa sudah saat nya aku memberitahu Siska tentang perasaan ku ini. Tapi bagaimana jika Siska marah dan malah menjauh dari ku." Monolog Roland bertanya-tanya."Apa sebaiknya tetap begini saja, aku tidak yakin jika Siska tahu semua akan baik-baik saja."

Di kamar Siska duduk termenung di kasur empuk nya.

"Roland apa kamu hanya menganggapmu sekedar sahabat, apa perasaan kamu tidak akan berubah." Batin Siska sedih.

Berbicara dengan batin sendiri Siska menguap dan mulai membaringkan diri. Semoga bangun nanti semua akan lebih baik. Siska sudah berada di alam mimpi dengan guling di peluk.

Berbeda dengan Aqila yang bingung. Saat ingin tidur di kasur dengan tegas suara Arka memperingati nya untuk jangan menginjak kan kaki dan badan di kasur empuk nya, hal itu menjadi kendala Aqila pikir nya, dimana ia harus tidur jika di larang.

"Di mana aku harus tidur, jika kamu melarang ku menginjak kan kaki di kasur." Bingung Aqila dengan Arka yang arogan.

"Bukan urusan ku, kamu bisa tidur di lantai. Jangan sekali-kali kamu pindah di kasur ku atau sofa yang berada di sini... atau hidup mu akan aku buat lebih sengsara dari ini." Ancam Arka serius, tidak terlihat becanda dari wajah nya.

"Kenapa harus di lantai, jika kamu tidak mengizinkan aku untuk tidur di kasur mu, biarkan aku tidur di sofa. Apa itu sulit bagimu?" Tanya Aqila.

Dia bingung kenapa Arka melakukan ini kepada nya, apa Arka masih dendam soal tadi pikir Ku mengiyakan dan yakin jika itu benar.

"Apa harus aku ulangi perkataan ku?" Tanya Arka bangun dari kasur."Kamu di sini bukan nyonya Arka Dirgantara, tapi pembantu yang akan aku siksa tiap hari, Apa kamu paham sekarang." Mencengkram kuat dagu Aqila hingga ia meringis kesakitan.

"Sakit...." Sendu Aqila kesakitan.

"Sakit yah?" Tanya Arka balik." Semua ini bukan akhir, tapi awal kehidupan mu." Senyum Licik Arka membenci Aqila.

"Lepaskan... aku mohon...." Pinta Aqila kesakitan.

"Sayang nya aku belum mau." Jawab Arka masih terus mencengkram lebih kuat dari sebelum nya.

Aqila tak kuat membendung sakit nya lagi, akhirnya tetesan bening mengalir jatuh di pipi. Kuat cengkraman Arka membuat ia susah berbicara jelas.

Wajah nya terlihat jelas bahagia melakukan ini pada Aqila, tak ada rasa kasihan atau simpati mendengar pilu tangisan Aqila menangis kesakitan, yang ada suara itu menyemangati Arka untuk terus melakukan lebih.

"Jangan menangis karena tangisan mu tidak membuat ku kasihan pada sampah. Semakin kamu menangis semakin aku puas, paham itu." Melepaskan cengkraman dengan kuat menghempas badan Aqila terjatuh terpental di lantai kubik.

"Auwh." Tangis Aqila merasa kesakitan amat kuat.

Sampai kapan akan begini, ini baru awal pernikahan nya. Tidak pernah terpikir Aqila akan melewati semua ini, Ia pernah berharap jika pernikahan nya menjadi pernikahan bahagia yang bisa melupakan nya tentang kehidupan awal.

"Apa aku tidak pantas bahagia, kenapa harus aku yang melewati ini? kenapa bukan orang lain Tuhan, kenapa harus aku." Batin Aqila menangis pilu.

...Bersambung✓•••••...

✨_______________🌼🌼🌼_______________✨

🥀.Aku cape terus begini, kapan kebahagian datang menghampiri ku. Aku juga ingin merasakan kebahagian meski kecil, tapi bisa merasakan.🥀~~~By: Aqila💞

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!