NovelToon NovelToon

Kaisar Langit

Di Alam Dewa

Seorang pria tampan mengenakan Jirah emas terlihat duduk di singgasana utama istana alam Dewa sambil memasang wajah gelisahnya.

“Yang Mulia, Dewa Api benar benar melakukan pengkhianatan besar, kini kota Dewa telah dikepung oleh pasukan mereka,” ucap Dewa Naga yang merupakan orang kepercayaan Kaisar Langit menjelaskan pengamatan diluar kota Dewa.

“Lalu apakah ada laporan lain lagi?” Kaisar Langit mencoba bersikap tenang.

“Yang Mulia, dari penglihatanku pasukan mereka membawa lima juta pasukan elit, dua juta pasukan tingkat tinggi, dan satu juta pasukan formasi.” Dao Fang berjuluk Dewa Petir juga memberikan informasinya.

“Shen Long…,” Ucap Luo Jian lirih sambil mengeratkan rahangnya.

Karena bagaimanapun pasukannya saat ini tidak akan mampu mengimbangi jumlah pasukan milik Shen Long. Di saat akan menjelaskan hal lainnya, tiba tiba Komandan pasukan elit datang tergesa gesa, dan berlutut didepan Luo Jian, Cao Yuan, Bai Lu, serta Dao Fang dengan wajah cemas.

“Komandan bagaimana informasi mengenai Klan Luo?” Luo Jian segera menghampiri komandan itu dengan hati yang berdebar debar.

“Yang Mulia, klan Luo te-telah dibantai…,” Komandan tersebut berucap lirih.

“Apa!” Luo Jian, Cao Yuan, Bai Lu, serta Dao Fang terkejut setengah mati mendengarnya.

“…” Luo Jian jatuh berlutut.

Sedangkan sang Komandan yang telah melaporkan informasi segera keluar dari aula istana Dewa karena isyarat dari Cao Yuan.

“Yang Mulia, Shen Long benar benar sangat gila, demi kekuasaan mereka bahkan berani membunuh seluruh Klan Luo yang tak bersalah, ini benar benar tidak bisa dibiarkan!” Cao Yuan tak bisa menahan emosinya.

Luo Jian hanya diam, air matanya menetes, sekian detiknya setelah menangis. Matanya tiba tiba memerah, aura sangat agung menyapu aula istana Dewa.

“Shen Long!” Luo Jian berteriak sangat keras, hingga suara tersebut sampai di telinga Shen Long yang bersiap menyerang kota Dewa.

Saat Luo Jian akan membuat segel teleportasi, tiba tiba Dao Fang sang Dewa Petir menghentikan aksi Luo Jian.

“Yang Mulia, harap redakan amarah anda, karena Shen Long dapat memanfaatkan keadaan ini,” ucap Dao Fang.

Luo Jian terdiam, matanya terpejam sejenak, sambil menghela napas panjang. Tiba tiba Jendral istana kota Dewa memasuki ruangan dengan langkah tergesa gesa.

“Lapoor!” Teriak sang Jendral langsung berlutut dihadapan empat Dewa utama.

Luo Jian membuka matanya, dan menatap Jendral tersebut dengan ekspresi yang sulit digambarkan.

“Katakanlah,” balas Luo Jian.

“Yang Mulia, pasukan Shen Long telah berada didepan gerbang dan meminta anda untuk turun dari tahta. Jika anda tidak menurutinya Shen Long mengatakan akan membunuh seluruh penduduk kota Dewa.” Jendral tersebut berlutut sambil tidak berani menunjukan wajahnya.

Dhuuuaar!

Saat akan menjawab ucapan sang Jendral, tiba tiba sebuah ledakan keras, serta suara Shen Long menggema di dalam kota Dewa.

“Luo Jian menyerahlah atau seluruh penduduk kota Dewa akan lenyap ditanganku!” Shen Long memberikan peringatan pada Luo Jian.

“Jendral, apakah pasukan kita sudah siap…,” Luo Jian berkata dingin.

“Yang Mulia, pasukan kita memang sudah berada didepan kota, namun saat ini mungkin mereka sudah mulai bertarung.”

“Baik, Cao Yuan, Bai Lu, Dao Fang, kalian ikuti aku. Sedangkan kamu pergi menghentikan pasukan Shen Long digerbang barat,” ucap Luo Jian.

“Baik Yang Mulia.”

Setelah itu, suara ledakan dari tiap sudut kota Dewa mulai terdengar. Luo Jian menatap ketiga Dewa kepercayaannya dengan serius.

“Jika aku mati, aku harap kalian mencari penerusku. Sekarang kita bergerak menemui Shen Long dan para Dewa keparat lainnya!” Luo Jian berucap tegas kearah tiga Dewa kepercayaannya.

“Baik Yang Mulia.” Mereka semua berucap kompak.

Swuuuuush!

Dengan mudahnya mereka berempat menghilang lalu muncul di atas langit gerbang timur istana kota Dewa dengan tatapan tajam.

“Shen Long!” Ucap murka Luo Jian yang melihat pasukannya dibuat kewalahan menerima serangan dari segala sisi.

Swuuuush! Baaaaams! Dhuuaar!

Tapak emas muncul dari kehampaan melesat kearah pasukan Shen Long, dan meledakan tubuh mereka yang terkena serangan dari Luo Jian. Disaat akan melesat dan membantu pasukan mereka, tiba tiba enam Dewa utama lainnya muncul, termasuk Shen Long menghentikan pergerakan Luo Jian, Bai Lu, Cao Yuan, dan Dao Fang.

“Hahaha ingin kemana? Membantu mereka?” Shen Long bertanya sambil menunjuk pasukan dibawah yang sedang bertempur.

Pandangan Luo Jian terarah pada Shen Long menggunakan tatapan tajamnya.

“Shen Long, aku benar benar kecewa denganmu …” Ucap Luo Jian terpotong.

“Kecewa? Anda ingin mengatakan soal kesetiaan padaku? Ciiih! Hanya yang kuat akan menjadi penguasa, dan untukmu yang lemah hanya akan jadi budakku setelah pertarungan ini,” ucap penuh kesombongan Shen Long.

“Shen Long kau sungguh berani!” Cao Yuan yang sudah emosi melesat kearah Shen Long.

Dhuaaaar!

Namun Dewi Langit muncul dihadapannya sambil melepaskan serangannya, sehingga Cao Yuan yang tak siap menerima serangan kejutan terpental.

“Hahahaa! Dewa Naga menyerahlah, maka setelah membunuh Luo Jian aku tidak akan membunuhmu,” ucap Shen Long tertawa.

“Naiif!” Balas sengit Cao Yuan.

“Hahaha baiklah, tunggu apa lagi kalian serang tiga Dewa bodoh itu, sedangkan aku, Dewa Pedang, dan Dewa Air akan memberikan pelajaran pada Kaisar yang akan mati hari ini,” ucap Shen Long.

“Baik Yang Mulia!”

Swuuuuush!

Dewi Es, Dewi Langit, Dewa Gunung melesat kearah Cao Yuan, Bai Li, dan Dao Fang. Mereka mulai bertarung satu lawan satu, sedangkan Luo Jian harus bertempur melawan Shen Long, Bao Yun, dan Yan Fang secara bersamaan.

Dhuuuaar! Dhuuuaar!

Pertempuran mereka dimulai dengan suara ledakan dahsyat yang bersahut sahutan. Tak hanya itu saja, mereka mulai melepaskan seluruh kekuatan Dewa mereka.

Kaisar Langit yang mencoba menahan emosinya terus menghindari serangan brutal ketiga lawannya. Jika satu lawan satu mungkin Luo Jian akan mudah menghadapi mereka, namun kali ini ia harus menghadapi ketiganya sekaligus, sehingga kini ia hanya bisa menghindari serangan cepat mereka.

Swuuuush! Swuuush! Swuuush!

Luo Jian mencari tempat yang lebih luas untuk melanjutkan pertarungannya, diikuti oleh ketiga lawannya.

Dhuuaar!

Tapak tangan Luo Jian bertemu dengan tapak tangan Shen Long. Terlihat jelas bahwa Luo Jian lebih unggul dari segi kekuatan, karena Shen Long terpukul mundur sepuluh langkah dari pijakannya. Bao Yun, serta Yan Fang yang melihat Shen Long terpukul mundur kini bergantian menyerang Luo Jian dengan brutal.

“Yan Fang, Bao Yun, aku tidak tahu apa yang membuat kalian berpihak pada bajingan ini, tapi yang pasti aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan kalian ini!” Luo Jian berkata sambil menghindari serangan keduanya.

“Hahaha mau mati saja masih bisa berkata kata,” balas Yan Fang.

“Api Nirwana pelahap surga!” Shen Long yang kini hanya menonton akhirnya melepaskan serangannya.

Swoooooosh!

Api merah kehitaman yang sangat panas mengedar dari tubuhnya, setelah itu api merah kehitaman itu berkumpul disatu titik.

“Yan Fang, Bao Yun menghindarlah!” Shen Long berteriak sebelum melepaskan serangannya.

Swuuuush!

Bao Yun, serta Yan Fang yang mendengar peringatan Shen Long segera bergerak kearah berlawanan. Setelah itu sebuah bola api yang sangat besar melesat kearah Luo Jian.

Dhuuuuuaaar!

Pertempuran Sengit

Suara ledakan, serta daya kejut mereka rasakan saat bola api dari Shen Long menabrak tubuh Luo Jian. Darah emas menetes dari bibir Luo Jian, matanya memerah saat tiba tiba ucapan Komandan elit kembali ia ingat.

“Yang Mulia klan Luo telah dibantai oleh Shen Long,” ucapan tersebut terus terngiang ngiang dipikirannya saat ini.

Setelah mengelap darah emas dibibirnya, wajah datar dan dingin Luo Jian terarah pada Shen Long.

“Benarkah kalian yang telah membunuh saudaraku…,” Luo Jian mengucapkan dengan nada dinginnya.

“Hahaha itu benar, dan yang harus kau tahu aku hanya membantai keluargamu selama satu jam saja, karena klan Luo hanyalah sampah dimataku.”

Kata kata pedas yang dilontarkan Shen Long membuat Luo Jian lepas kendali. Aura yang sangat agung menyebar kesegala penjuru kota Dewa. Matanya yang memerah berubah menjadi keemasan, Jirah emasnya pun bersinar. Darah klan Luo penguasa elemen cahaya kini ia perlihatkan.

“Kau mengatakan klan Luo adalah sampah? Aku akan membuktikan pada kalian, bahwa kalianlah sampah yang terkubur di dalam perut alam Dewa ini!” Luo Jian berteriak sambil melepaskan kekuatannya ditingkat Dewa Surga Lima yang sebentar lagi menginjak tingkat Keabadian.

“Hahahaha! Penguasa elemen Cahaya sepertinya ingin menunjukan taringnya. Tunggu apa lagi, mari kita juga segera tunjukan kekuatan kita.”

Swooooosh! Swoooosh! Swoooosh!

Api merah kehitaman menutupi tubuh Shen Long yang memiliki darah klan Shen penguasa elemen api, Bao Yan yang berasal dari keluarga Bao, memiliki teknik pedang tertinggi mengeluarkan senjata tingkat Surgawinya. Yan Fang, penguasa klan Yan yang menguasai elemen air pun mengeluarkan kekuatan mereka.

Tiga aura kuat dari darah klan berbeda yang bergabung mencoba menekan aura agung Luo Jian.

“Luo Jian, Luo Jian, dasar Kaisar sampah!” Teriak Shen Long melesat.

Swuuuush! Swuuuush!

Keempatnya melesat kesana kemari, sebagai penguasa elemen Cahaya Luo Jian menunjukan kecepatannya yang diluar nalar. Sambil menyerang ketiganya secara bergantian, Luo Jian membuat pedang dari elemen cahayanya.

Tiiiing! Dhuuuar! Dhuuuaar!

Ledakan terus bersahut sahutan, mereka berempat terlihat seperti empat warna berbeda yang saling benturan, bahkan luapan energi mereka terasa menyebar kesegala penjuru Alam Dewa. Langit yang tadinya normal kini menjadi gelap, angin berhembus sangat kencang, petir menggelegar kesana kemari. Pertempuran ini merupakan pertama kali dalam sejarah dialam Dewa.

Keempatnya terus melakukan serangan mematikan mereka. Luo Jian yang tadinya diatas angin menyerang dengan kecepatan diluar nalarnya mulai terpojok. Karena bagaimanapun lawannya adalah tiga kekuatan yang sama dengannya, hanya saja Luo Jian hampir mencapai tingkat Keabadian, sehingga ia masih dapat bertahan menghadapi ketiganya.

“Api Nirwana Sukma!”

“Air Naga Utara!”

“Seribu Pedang Pemakan Roh!”

“Cahaya Penghancur Alam Semesta!"

Keempatnya mundur ketempatnya masing masing, setelah itu mereka melepaskan jurus dahsyat mereka.

Swuuuuush! Swuuush!

Luapan energi dari jurus keempatnya kembali menyebar kesegala penjuru alam Dewa. Bahkan angin, awan, serta gunung mulai ikut menunjukan kekuatan mereka.

“Matii!” Teriak Shen Long, Bao Yan, dan Yan Fang melepaskan serangan mereka.

Begitu juga dengan Luo Jian, ia juga ikut melepaskan jurusnya.

Swuuuuush! Swuuuush!

Keempat jurus melesat berlawanan arah, ribuan pedang, api merah kehitaman, serta gulungan air seperti tsunami besar bersiap menabrak sinar cahaya keemasan yang sangat menyilaukan terlihat.

Dhuuuuuuuuaaaar!

Ledakan yang sangat dahsyat terjadi saat keempat jurus bertemu, luapan energi dari jurus yang terpakai pun kembali meluas. Luo Jian yang terpental sejauh lima puluh meter kebelakang akhirnya jatuh berlutut diatas langit.

Sedangkan Shen Long, Bao Yun, Yan Fang hanya terpukul mundur dua puluh langkah kebelakang. Meskipun mereka terluka, itu hanya luka ringan saja, berbeda dengan Luo Jian yang terluka parah karena memaksa melawan tiga jurus yang sama kuatnya.

“Seandainya aku mencapai tingkat Keabadian, pasti aku akan membunuh kalian dengan mudah…,” Ucap lirih Luo Jian sambil memegangi dadanya.

“Luo Jian, aku akui kamu adalah lawan yang kuat, tapi sayangnya kini aku harus melenyapkan mu.”

Swooooosh!

Api merah kehitaman Shen Long kembali berkobar, namun terlihat kini lebih mengerikan lagi. Sedangkan Bao Yun juga mulai membuat segel pedang untuk membunuh Shen Long. Begitu juga dengan Yan Fang yang bersiap melepaskan ribuan jarum yang terbuat dari air.

“Selamat tinggal Kaisar sampah…,” Shen Long berucap dingin.

Swuuuuush!

Api merah kehitaman menari nari, bersama dengan ribuan jarum air, serta ribuan pedang melesat kearah Luo Jian. Melihat bahaya menghampiri Kaisar Langit, Dewa Naga, Dewa Angin, dan Petir yang kekuatannya lebih tinggi dari ketiga lawannya segera melesat kearah Kaisar Langit.

Swuuuuuush! Swuuuush!

Kaisar Langit yang mengalami luka dalam parah hanya bisa memejamkan matanya. Namun tiba tiba tiga aura kuat yang tak lain tiga Dewa kepercayaannya memblokir tiga jurus milik Shen Long, Bao Yun, dan Yan Fang.

“Yang Mulia! Pergilah dari alam Dewa balaskan kematian kami pada suatu hari nanti!” Teriakan Dewa Naga.

Dewa Naga, Dewa Angin, dan Petir yang membuat segel pelindung untuk memblokir serangan Shen Long, Bao Yun, dan Yan Fang telah sepakat untuk mati bersama agar Luo Jian tetap hidup. Seketika wajah Luo Jian pucat pasi dibuatnya ketika melihat ketiga Dewa kepercayaannya mau mengorbankan diri mereka.

“Tidak, aku akan mati bersama kalian,” ucap Luo Jian berusaha berdiri.

Dewa Angin menatap Dewa Naga sejenak, tidak ada percakapan namun terlihat Dewa Naga menganggukan kepalanya.

Swuuuush!

Dewa Naga tiba dibelakang Luo Jian, dengan segera ia menggenggam erat lengan Luo Jian.

“Yang Mulia! Balaskan kematian kami suatu saat nanti!”

Swuuuuung!

“Ti-tidaaak!” Luo Jian berteriak saat tubuhnya memasuki gerbang dimensi.

Shen Long yang melihat dari kejauhan Dewa Naga bermaksud memindahkan Luo Jian kesuatu tempat tak tinggal diam.

“Aktifkan pemblokiran seluruh gerbang teleportasi, dan segera ganti dengan gerbang reinkarnasi!” Teriak cepat Shen Long.

Seluruh alam Dewa bergetar, dan setelah itu Luo Jian yang tidak bisa berbuat apa apa memasuki gerbang teleportasi milik Dewa Naga terus berteriak. Menghilangnya Luo Jian dibarengi dengan ledakan dahsyat saat tiga jurus bertemu dengan gabungan pelindung dari Dewa Naga, Angin, dan Petir.

Dhuuuuaar! Dhuuuuaar!

Ledakan yang sangat keras mengguncang alam Dewa kembali mereka rasakan. Tanpa diduga, Kaisar Langit yang telah keluar dari alam Dewa kini memasuki gerbang reinkarnasi yang disiapkan oleh Shen Long.

Luo Jian yang lemah, dan air matanya tak berhenti menetes saat melihat pengorbanan tiga Dewa kepercayaannya, dan kini ia tiba tiba merasakan seluruh energinya menghilang, bahkan juga kesadarannya.

***

Dialam Dewa, Dewa Naga, Angin, Petir akhirnya tertangkap oleh Shen Long.

“Cao Yuan, Bai Lu, Dao Fang, tunduk kepadaku atau mati…,” Ucap dingin Shen Long sambil menginjak wajah Cao Yuan.

“Ciiiih! Lebih baik aku mati,” ucap sengit Cao Yuan.

“Benar, kami bertiga lebih baik mati dari pada menjadi budakmu!” Timpal Dao Fang.

“Ternyata kalian keras kepala juga ya, hahahaha! Baiklah karena ambisiku telah tercapai, dan tentunya aku tak ingin kekuatan alam Dewa turun, maka kalian tidak akan mati saat ini, namun seumur hidup kalian hanya akan ada didalam penjara Nirwana!”

kedua orang tua

Di alam bawah, tepatnya Benua Merah. Sebuah gerbang teleportasi muncul diatas langit sekte Naga Langit, sontak para murid sekte Naga Langit keluar dari asrama mereka untuk melihat hal yang jarang terjadi tersebut.

Swuuuung!

Segel teleportasi bergetar hebat, sesaat setelah itu muncul sinar keemasan yang melesat cepat kearah area suci sekte Naga Langit.

Swuuuush!

Sinar keemasan tersebut merupakan sosok Luo Jian yang telah melewati masa reinkarnasinya. Para murid, dan tetua sekte pun segera bersikap waspada, karena bagaimanapun mereka mengira akan adanya serangan kearah sekte mereka.

Dhuuuuar!

Ledakan dahsyat saat tubuh Luo Jian menabrak tanah diarea suci sekte Naga Langit. Para tetua, serta murid yang melihat itupun segera berbondong bondong menuju area suci, dan mengeluarkan senjata mereka untuk berjaga jaga.

Setelah melihat sosok pemuda tampan yang menggunakan jubah compang camping ternyata sosok cahaya keemasan, salah satu tetua menaikan alisnya karena penasaran.

“Tetua Fang Lao, dia siapa?” Tanya tetua tingkat tinggi sekte Naga Langit.

Fang Lao yang menjabat sebagai Tetua Agung tingkat tinggi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Aku juga tidak tahu, namun sepertinya pemuda ini terluka parah,” ucap Fang Lao kemudian menghampiri tubuh Luo Jian yang tak sadarkan diri.

Sesampai di samping Luo Jian, Fang Lao segera memeriksa denyut nadi Luo Jian dengan wajah seriusnya.

“Heeem … Meridian, dan Dantiannya telah hancur, ta-tapi …” Ucap Fang Lao terkejut saat merasakan tingkat taaulang pemuda itu ditingkat Dewa.

Sekilas Fang Lao menatap para tetua agar membubarkan kerumunan muridnya, sedangkan ia mengangkat tubuh Luo Jian dengan berhati hati.

“Aku akan mengobatinya, kalian laporkan pada Ketua Sekte tentang masalah ini, dan jika bisa jangan sampai berita ini tersebar keluar sekte,” ucap Fang Lao memerintah pada tetua yang ada didepannya.

“Baik Tetua Agung,” ucap para tetua.

Setelah Fang Lao membawa tubuh Luo Jian, para murid dan tetua lainnya segera bubar dari kerumunan, para tetua sekte pun mengingatkan para murid agar berita tersebut tidak disebar luaskan keluar sekte.

Fang Lao yang telah tiba di kediamannya, dengan segera mentransferkan energi Qinya kepada Luo Jian yang masih terbaring tak sadarkan diri. Selang beberapa menit, tiba tiba Yan Long memasuki kediaman Fang Lao dengan wajah penasarannya.

“Fang Lao, bagaimana kabar pemuda ini?” Tanya Yan Long.

“Ketua, aku telah memberinya sedikit energi Qiku, setidaknya ia nanti akan tersadar.”

Fang Lao kemudian menceritakan kejadian yang secara tiba tiba itu, Yan Long mengangguk anggukan kepalanya sebagai tanda mengerti, namun saat Fang Long mengatakan bahwa kualitas tulang pemuda itu ditingkat Dewa, seketika membuat keterkejutan diwajah Yan Long tidak bisa disembunyikan lagi.

“Fang Long pemuda ini …” Ucap yang tidak bisa dilanjutkan Yan Long.

Mereka berdua akhirnya memutuskan meninggalkan Luo Jian yang masih terbaring tak sadarkan diri, untuk membahas sosok Luo Jian yang tiba tiba muncul di langit, dan tiba disekte mereka.

*

Dialam mimpinya Luo Jian.

“A-ayah! I-ibu!” Ucap terkejut Luo Jian melihat kedua orang tuanya yang telah meninggal pada waktu jutaan tahun lalu kini berdiri ada dihadapannya.

“Jianer, sudah lama kami tidak mengunjungimu,” ucap lembut Luo Ying.

“Ibu …” Ucap Luo Jian yang tak bisa melanjutkan ucapannya karena bingung harus mengatakan apa.

“Katakanlah Jianer,” balas Luo Ying.

“Apakah aku telah mati?” Tanya Luo Jian.

Kedua orang tua Luo Jian tersenyum hangat kearah Luo Jian.

“Jianer, saat ini kamu belum mati,” timpal Luo Pang.

“Maksud ayah?”

Luo Pang, serta Luo Ying kemudian menjelaskan pada Luo Jian bahwa mereka bertiga berada dialam mimpi milik Luo Jian. Kedatangan mereka berduapun bukan hanya sebatas pertemuan saja, melainkan bencana besar yang akan menimpa seluruh alam akan segera tiba.

“Tapi ayah mereka saja mengkhianatiku, bahkan membunuh seluruh anggota Klan kita, a-aku…” Ucap Luo Jian yang tidak tahu harus berbuat apa lagi.

“Aku tahu nak, beban hidupmu memang lebih berat dari pada masaku dulu, tapi ayah dan ibu percaya bahwa kamu mampu menghadapinya. Kini kamu harus hidup mulai dari awal lagi. Dan membangun kekuatan kembali untuk merebut tahtamu yang telah tergeser nak,” ucap Luo Pang menjelaskan.

Setelah semuanya telah dijelaskan oleh Luo Pang, serta Luo Ying, kedua orang tua Luo Jian tersebut akhirnya berubah menjadi asap, dan memberikan senyum hangat mereka kearah Luo Jian.

“Jianer ingatlah, lawan terbesarmu bukan hanya para Dewa, tapi para Iblis yang kini mulai bergerak.”

Swuuuuush!

Kedua orang tua Luo Jian akhirnya benar benar menghilang dari kehampaan. Sesaat setelahnya, roh Luo Jian kemudian kembali kedalam tubuh nyatanya. Setelah bangun dari pingsannya, Luo Jian membuka mata dan melihat area sekitarnya.

“Aku berada dimana?” Tanya dipikirannya sendiri.

Namun tiba tiba ia merasakan ranah Kultivasinya yang telah turun hingga Fondasi Yuan tingkat Satu. Tak hanya itu saja, penampung energi sumber daya yang tak lain Dantiannya juga telah rusak, serta meridiannya yang hancur.

“Ki-kini aku menjadi cacat?” Tanya dipikirannya sendiri.

Saat akan merenungi nasibnya itu, dan tentunya ada tugas yang diberikan oleh kedua orang tuanya, tiba tiba pintu kamar terbuka. Tatapan tajam Luo Jian kini tiba pada Fang Lao, serta Yan Long.

“Anak muda, ternyata kau telah sadar.”

“Senior apakah kalian yang telah menyembuhkan lukaku?” Tanya Luo Jian.

“Bisa dikatakan begitu, namun aku tidak berani mengatakan bahwa aku sepenuhnya yang telah menyembuhkanmu,” ucap penuh kehangatan Fang Lao.

Tatapan tajam Luo Jian kini berganti dengan tatapan hormat menatap keduanya.

“Senior terimakasih,” ucap Luo Jian sambil menangkupkan tinjunya.

“Nak jika boleh tau siapa namamu? Dan dari mana kamu berasal?” Tanya Yan Long yang penasaran.

Luo Jian tanpa ragu mengenalkan dirinya, dan ia hanya mengatakan bahwa ia berasal dari Benua Merah yang sama dengan mereka. Meskipun keduanya tidak mempercayai ucapan Luo Jian, Fang Lao, serta Yan Long yang tak ingin mengetahui lebih lanjut identitas Luo Jian, akhirnya mereka membiarkan Luo Jian beristirahat.

Melihat kepergian mereka, Luo Jian segera melihat isi cincin ruangnya. Raut wajah kebahagiaan terukir disenyumnya yang tampan.

“Meskipun aku telah terjatuh dari alam Dewa, dan Dantian, serta Meridianku telah hancur. Tapi siapa sangka aku masih menyimpan bahan bahan penyembuh kerusakan Dantian dan meridian,” ucap Luo Jian kemudian mengeluarkan lima bahan yang sangat langka dari dalam cincin ruangnya.

Kelima bahan tersebut merupakan Gingseng Akar Langit, Anggur Abadi, Mutiara Dewa Laut, Rumput Daun Surgawi, serta Dahan Dewana. Semua bahan tersebut telah berumur jutaan tahun, sehingga ke efektifitasannya tentu lebih tinggi dibandingkan umur yang lebih muda.

Swooooosh!

Seuliet cahaya putih bersinar ditelapak tangannya, melihat itu helaan nafas panjang Luo Jian lakukan.

“Setidaknya aku masih memiliki akar roh elemen Cahaya didalam tubuhku…,” Ucap lirih Luo Jian kemudian mulai meningkatkan ekstensi kepanasan elemen cahaya yang ia gunakan sebagai pengganti api.

“Dengan ranah Kultivasiku saat ini, mungkin aku benar benar akan kehabisan energi saat membersihkan kotoran kelima bahan ini,” ucap Luo Jian kemudian membakar kelima bahan secara bergantian.

Luo Jian seorang mantan Kaisar Langit tentunya ahli dalam segala bidang, seperti saat ini ia terus memurnikan kelima bahan untuk membuat Pill penyembuh Dantian, serta Meridiannya. Keringat selalu menetes disaat Luo Jian terus memaksakan energinya untuk memurnikan kelima bahan.

Luo Jian terus memurnikan kelima bahan itu dengan teliti, setiap kotoran yang menempel pada kelima bahan akan lenyap disaat elemen cahayanya membakar kotoran yang ada. Meskipun berjalan lancar, nyatanya Luo Jian setiap lima menit sekali harus menghentikan pemurniannya untuk mengisi energi yang telah terpakai. Sehingga kini ia berhasil memurnikan kelima bahan selama dua jam lebih lamanya

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!