NovelToon NovelToon

System Sang Psikopat

EPISODE 1 [ Reboot ]

...Sistem Sang Psikopat : Season 1 (Balas Dendam)...

Episode 1 - Prolog

JLEB... JLEB... JLEB...

Suara tusukan pisau yang menusuk manusia berkali-kali.

Malam ini hujan sangatlah deras, aku sangat susah memindahkan mayat ini ke jurang. Aku telah membunuh kurang lebih 20 orang setiap harinya dalam 3 tahun terakhir ini. Aku hanya membunuh untuk bersenang-senang dan memuaskan hasrat dan gairah ku. Ketika aku sudah bermain dengan organ dalam tubuh sang korban, aku membuangnya ke jurang yang berada tak jauh dari kota.

Namun hari ini sangatlah beda, aku membunuh lebih banyak dari angka biasanya. Aku membunuh 35 orang sekaligus, rata-rata dari korban ku adalah gadis SMA.

Karena banyaknya korban yang kubawa hari ini, mobil pickup ku tak kuat untuk menanjak bukit dan akhirnya mogok. Aku terpaksa untuk membawa satu persatu menuju hutan dan itu membuat ku capek. Namun sialnya, polisi datang dan mengecek mobil yang ku parkir kan tak jauh dari hutan.

Diriku merasa panik dan aku mencoba untuk menenangkan diri. Aku mengangkat mayat yang ku bawa tadi dan membuangnya ke jurang. Polisi mendengar suara benda yang jatuh ke jurang dan segera mereka mengeceknya.

" Ah sial, aku sangat ceroboh. "

Aku segera bersembunyi dibalik pohon dan mencoba untuk menenangkan diri.

" Hei!!! Siapa disana? " Teriak salah satu polisi yang sedang mencahayai dasar jurang menggunakan senter.

" Untung saja yang datang hanya 2 orang. Mungkin mereka bisa menjadi mainan penutup ku. "

Tak berselang lama, ternyata datang helikopter dan beberapa mobil polisi ke hutan. Ternyata mereka telah dihubungi oleh salah satu polisi dan mengatakan bahwa masih ada pembunuh yang tak jauh dari hutan. Itulah mengapa semua polisi yang berada di kota datang semua ke tempat perkara. Tak hanya itu, ternyata tentara ikut datang. Aku yang melihatnya hanya bisa pasrah dan diam.

Aku yang tadinya bersembunyi memberanikan diri untuk lari dari kepungan mereka semua. Dan bodohnya, aku malah lari ke mobil untuk bisa kabur dengan cepat. Tak berpikir lama, polisi yang melihat diriku melarikan diri langsung menembak ke arah kakiku dan membuat diriku terjatuh.

Aku yang melihat mereka semua mendekati diriku hanya bisa pasrah dan menunggu ajal menjemputku.

Mereka lalu membius ku dan memasukkan ku kedalam mobil dan dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi secara lebih lanjut.

...----------------...

Aku mendengar suara wanita yang tengah membangunkan diriku. Aku membuka sedikit mataku, namun aku merasakan rasa sakit dibagian wajahku. Tak hanya itu, dari atas hingga bawah tubuhku merasakan kesakitan, mungkin ketika aku pingsan aku dipukuli dengan mereka.

" Hei... bangunlah. Waktu tidurmu telah selesai. " Teriak seorang penyidik wanita.

Aku mencoba untuk membuka mata perlahan dan melihat wanita cantik berada tepat di hadapanku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya tepat di wajahku. Aku mencium aroma parfum yang sangat wangi. Seketika aku mulai berkhayal dia menjadi kekasihku.

BRAK!!!

Aku kaget mendengar suara gebrakan meja, padahal tadinya aku sudah berkhayal telah menikah dengannya.

" Apa yang sedang kau pikirkan? " Tanya Wanita itu.

" Ntahlah, aku seperti melihat bidadari cantik disini. " Jawabku yang ngelantur.

" Menurut hasil catatan, kau telah membunuh 20 orang setiap harinya dan telah melakukannya selama 3 tahun. Apakah benar? " Sentaknya.

" Tenanglah sedikit Nona cantik. Jika kamu marah-marah, nanti kecantikan mu akan hilang. " Ucapku yang lagi-lagi ngelantur.

" Aku tidak bercanda lho. Lihat disekeliling mu sudah ada beberapa polisi yang akan menembak mu jika dirimu tak mau menjawab pertanyaan ku. " Ucap wanita itu.

" Oke deh, iya aku melakukannya. Tapi nggak setiap hari juga, mungkin ya... iya sih setiap hari. " Ucapku yang agak takut tapi santai.

" Menurut data, namamu adalah Yoga Maharaja. Umurmu 20 tahun dan dirimu tak memiliki keluarga satupun. Kamu akan dijatuhi hukuman mati yang mungkin akan dilaksanakan setelah pengadilan dan hakim memberi waktu yang ditentukan. Jika keluarga korban ingin dirimu tetap hidup, mungkin akan diberi keringanan seperti hukuman seumur hidup. Namun sepertinya itu tidak mungkin, karena dirimu telah membunuh lebih dari ribuan orang. " Ucap wanita itu yang panjang dan membuat ku bosan.

" Ah... Aku bosan, jika kalian ingin membunuhku. Lakukan saja sekarang, aku sudah menyerahkan diri bukan. " Ucapku yang sudah tak punya harapan untuk hidup lagi.

Polisi yang mendengar ucapanku seketika langsung menodongkan pistolnya ke arahku.

" Hentikan!!! Kalo kita langsung membunuhnya yang ada kita disalahkan dengan pemerintah. Jangan main hakim sendiri. " Teriak Wanita itu.

" Hei wanita cantik. Siapa namamu? " Tanyaku kepadanya.

Dia lalu melirik ku seperti lirikan orang penuh kebencian.

" Apa mau mu menanyakan namaku? "

" Ayolah... beritahu saja. "

" Natasya Nabila. "

" Terima kasih telah menjawabnya. Aku harap, di surga nanti kita bisa bertemu kembali. " Ucapku yang hanya penuh kepasrahan.

" Ya. " Jawabnya singkat.

Wanita yang bernama Natasya itu pergi meninggalkan diriku dan disusul dengan polisi yang menodongkan pistol ke arahku, sekarang aku merasakan kesepian.

...----------------...

Tibalah hari dimana aku pergi ketempat persidangan yang dimana sudah banyak orang menunggu kehadiran diriku. Ketika aku masuk, aku dilihat dengan banyak sekali orang yang menatapku dengan tatapan kebencian.

Aku lalu ditempatkan di kursi terdakwa dengan tangan yang diborgol. Entah kenapa, meski diriku tak diborgol aku tak ingin melarikan diri sekalipun.

Hakim lalu melemparkan pertanyaannya satu persatu dan diriku hanya bisa diam. Aku juga tak punya pengacara dan mungkin aku juga tak akan selamat dari persidangan ini.

Hakim telah menyatakan diriku bersalah dan ditetapkan hukumanku adalah hukuman mati. Semua keluarga korban yang mendengar hukuman itu merasa senang namun sedih karena anak yang menjadi korban ku telah tiada.

Aku dibawa oleh 2 orang polisi dan kepalaku ditutup dengan kain. Aku mencoba bertanya kepada para polisi tentang wanita yang menginterogasi ku kemarin tapi mereka tak menjawab.

Sampainya aku di tempat eksekusi, kain yang ada di kepalaku langsung dibuka. Aku diikat ke sebuah tiang dan aku juga melihat banyak polisi yang sudah bersiap untuk menembak ku.

Aku tak berfikir bagaimana rasa sakitnya terkena tembakan, namun aku berfikir akan ditempatkan dimana aku nantinya, di surga atau di neraka. Aku juga berfikir, bagaimana jika aku hidup lagi dan mengulang hidupku menjadi orang baik.

Aku melihat wanita kemarin yang berada diposisi belakang penembak jitu. Aku hanya bisa melihat wajahnya untuk terakhir kali dan akhirnya aku mendengar suara aba-aba untuk melakukan eksekusi.

Aku memejamkan mata dan berharap aku diampuni dengan Sang Pencipta.

DOR!!! DOR!!! DOR!!!

Suara tembakan itu sangat membuat diriku takut. Tanpa rasa penuh penyesalan, aku melemaskan diriku. Satu persatu peluru telah melubangi dadaku, perutku, kepalaku serta anggota tubuh yang lain.

" Aarrrggghhhh. "

Aku merasakan darah yang mengalir dari tubuhku. Perlahan-lahan mataku mulai memburam, aku sempat melihat wanita itu yang tidak lain adalah Natasya. Lalu mataku tertutup sendiri dan aku mungkin mati.

...----------------...

Ding dong!!!

...[ Selamat, anda telah terpilih menjadi host dari Crime System dari perusahaan berteknologi canggih bernama Zyrux Company yang berpusat di planet Zelta galaxy Megalonia. System akan mengunduh data dari server. ]...

Yoga merasa bingung ketika ada tulisan yang berada tepat didepan matanya. " Tulisan apa ini? " Ucapnya yang bingung.

...[ System meminta persetujuan. Apakah anda ingin mengunduh data dari server? ]...

...[ Ya/Tidak ]...

Yoga lalu memilih tulisan Ya dengan matanya. Yoga tak dapat bergerak dikarenakan seluruh anggota tubuhnya sudah mati total.

...[ System akan mengunduh, silahkan tunggu hingga system selesai. ]...

[ 0%]

[ 6% ]

[ 19% ]

[ 59% ]

[ 75% ]

[ 99% ]

[ 100% ]

[ Data telah diunduh. Selamat datang di Crime System.]

[ Silahkan pilih pilihan yang dibawah ini. ]

[ Reinkarnasi/Bangkit Kembali ]

Yoga kaget melihat kedua tulisan tersebut. Ia berfikir mungkin ia sedang mengalami masa kematian. Jadinya para malaikat sedang iseng kepadanya dan memberi khayalan tersebut. Sempat berfikir untuk memilih Bangkit Kembali, namun jika benar-benar nyata mungkin ia akan bangkit dari kubur. Tanpa berfikir panjang, ia memilih Reinkarnasi.

[ System sedang mencari tempat yang layak untuk tuan. ]

[ System menemukan tempat yang layak. ]

[ Apakah Tuan ingin pindah ke tubuh yang sudah saya temukan? ]

" Hah? Siapa itu? Eee... jika bisa. Tolong hidupkan aku kembali!!! " Teriak Yoga keras hingga batuk.

" Uhuk... ternyata di alam kubur bisa batuk juga. " Ucapnya.

[ System menerima. ]

[ Anda akan dikirimkan ke tubuh seseorang. ]

" Hah? benarkah? Kalau begitu aku siap. "

Seketika Yoga keluar dari tubuhnya yang hendak dibakar. Yoga yang sempat ingin memilih bangkit kembali akhirnya senang dan pilihannya. Ia lalu dikirimkan ke Surabaya yang dimana ada sesorang remaja yang ingin meloncat dari atas gedung.

" Hei System. Kau tidak bercanda kan? Setelah aku hidup aku akan merasakan kesakitan gitu? "

System tak menjawab.

" Hei... ayolah. Kembalikan saja aku ke tubuhku!!! " Teriak Yoga.

[ Maaf tuan, Saya tak bisa membatalkannya. ]

Seorang remaja yang akan menjadi tubuh baru Yoga, langsung terjun dari atas gedung. Yoga yang melihatnya hanya bisa pasrah untuk kedua kalinya.

" Ah... sudahlah. Merasakan kematian dua kali mungkin menjadi prestasiku. "

BRUKKK!!!

" Aaaaaaa.... "

Terdengar teriakan histeris dari warga yang melihat remaja yang bunuh diri tadi terkapar di tanah. Yoga lalu masuk kedalam tubuhnya dan System kembali bertanya.

[ Apakah anda ingin menyembuhkan luka anak ini? ]

Yoga lalu berkata. " Tentu saja. " Mendengar Yoga menyetujui nya, system itu langsung meregenerasi tubuh remaja tersebut kembali seperti normal.

[ Tuan, apakah anda ingin melihat biodata anak ini? ]

" Tentu saja. Hehehe... " Jawabnya dengan tertawa kegirangan.

...****************...

EPISODE 2 - Ingatan

Yoga melihat kearah sekitar dan tak ada siapapun didekatnya. Ia mencoba berdiri dan ternyata bisa. Ia sempat mengira jika itu bohongan.

KLING!!!

[

...STATUS...

Nama : Yoga Hari Wibowo

Umur : 19

Jenis Kelamin : Male

Tempat dan Tanggal Lahir : Surabaya,12-Januari-2010

Hobi : Membaca, Menulis dan Bermain Game

Tinggi Badan : 170 cm

Berat Badan : 70 Kg

Kepintaran : 120 IQ

Kemampuan : -

^^^]^^^

Yoga sempat terkejut dengan nama pemilik tubuh tersebut dan melihat kepintarannya. Yoga lalu meminta ingatan dari pemilik tubuh sebelum ia melakukan bunuh diri. " System, perlihatkan aku ingatan dari pemilik tubuh ini sebelumnya! "

[ System Recovery Data ]

[ Iya/Tidak ]

Yoga memilih Iya dan melihat semua ingatan pemilik tubuh yang dipakainya. Yoga lalu menekan video ingatan sebelum pemilik tubuh melakukan bunuh diri.

...----------------...

14.49 WIB

Empat Jam sebelumnya, nampak seorang anak sedang melihat papan pengumuman yang berisi daftar kelulusan murid dari SMA Negeri 1 Surabaya.

" Ahhh... aku ternyata lulus dan berada diperingkat pertama ya. Pasti Ibu akan bangga mendengarnya. " Ucapnya dalam hati.

Diperjalanan pulang, ia dihampiri dengan temannya. " Mau bareng nggak? "

" Nggak usah, lagian deket kok. " Jawabnya.

" Yaudah, duluan ya. Kalo mau bareng telpon aja. " Lanjut temannya.

" Oke deh. " Jawabnya singkat.

Sesampainya ia di rumah, ia membuka pintu dan melihat seluruh rumahnya acak-acakan. Ia mencari ibunya kesana kemari namun tak ada. Ia mencoba untuk bertanya kepada tetangga sekitar dan ternyata ada seorang bapak yang tahu.

" Tadi Ibumu dibawa sama Debt Collector. Katanya hutang ayahmu belum lunas. Jadinya Ibumu dibawa, maaf ya nggak bisa nolong Ibumu. Mereka tadi bawa sajam, makanya saya nggak berani buat nolong. "

" Makasih ya pak. " Jawabnya dan berlari ke tempat para debt collector.

Sesampainya ia ke sebuah apartemen, ia masuk dan mencari kamar nomor 201 karena itu adalah tempat para debt collector berkumpul.

Ia mengetuk pintu dan keluarlah pria berbadan kekar. " Ada apa dek? "

" Apakah kalian membawa Ibuku? " Tanya nya.

" Ibumu ya? Kami nggak ada urusan seperti itu. Tapi biasanya bos yang tahu. " Jawab pria kekar.

" Boleh minta alamatnya? "

" Kamu yakin mau kesana? Itu tempat para gangster dan mafia berkumpul lho. "

" Iya, karena Ibuku dibawa. Aku akan pergi menjemputnya. "

Pria itu memberikan alamatnya dan masuk kembali.

Ketika ia keluar dari apartemen, pria yang tadi berlari dan menghampirinya.

" Hei!!! Tunggu!!! " Teriaknya.

" Sebentar, siapa namamu? " Tanya nya.

" Yoga Hari Wibowo, panggil aja Yoga. "

" Aku adalah Joseph. "

" Ada yang bisa saya bantu? " Tanya Yoga.

" Aku dari Kepolisian Surabaya, aku adalah seorang intelijen. Aku sudah lama memata-matai organisasi ini. Sebenarnya aku juga sedang mencari Ibumu karena atasan yang menyuruhku. " Jawab Joseph.

" Hah? Polisi? Siapa yang melaporkan? " Tanya Yoga lagi.

" Katanya sih, tetanggamu. Baiklah, daripada kelamaan langsung ikut aku. " Jawabnya dan mengajak Yoga pergi ke basement untuk mengambil mobil.

...----------------...

Sesampainya mereka di rumah yang sangat besar. Mereka dihadang dengan beberapa gangster yang berdiri di gerbang masuk. Mereka mencoba untuk mengecek didalam mobil dan terlihat tidak mencurigakan. Terlebih lagi, Joseph juga seorang debt collector yang menyamar dan pernah bekerja bersama mereka.

" Halo Joseph, bagaimana tugasmu? " Tanya seorang gangster.

" Sudah selesai semua. Aku masuk ya? " Jawabnya dan meminta untuk masuk.

Dua gangster itu membuka pintu gerbang dan Joseph langsung memasukinya.

" Sudah aman sekarang. " Bisik Joseph yang ternyata Yoga bersembunyi di bagasi mobil.

Joseph memarkirkan mobilnya di basement dan membantu Yoga untuk keluar.

Mereka masuk kedalam rumah dan melihat banyak sekali wanita yang sedang diikat. Seorang penjaga melihat Joseph dan melambaikan tangan.

Sempat melihat Joseph membawa Yoga, tapi penjaga itu tak menghiraukannya.

" Ibu!!! " Teriak Yoga yang keceplosan.

Ternyata Ibunya sedang digendong dengan seorang penjaga untuk dibawa ke suatu kamar.

Penjaga yang tadinya menghiraukannya langsung menodongkan pistol ke arah Yoga dan Joseph. Dia menekan tombol darurat dan memanggil semua penjaga.

" Maafkan aku. " Bisik Yoga ke Joseph.

Joseph hanya melihat dengan tatapan kosong. Tanpa berpikir panjang, ia lalu mengambil pistol dari jaketnya dan menembak penjaga yang ditemuinya tadi.

" Ternyata Ibumu masih muda, berapa umurnya? " Tanya Joseph sambil menembak penjaga yang berdatangan.

" 37 tahun. " Jawab Yoga yang ketakutan.

" Ibumu seorang Janda kan? " Tanya Joseph lagi.

Yoga hanya mengangguk. Joseph mengeluarkan satu pistolnya lagi dari dalam jaketnya dan memberikan ke Yoga.

" Selamatkan Ibumu, jangan biarkan ia dibawa pergi begitu saja. " Ucap Joseph dan melindungi Yoga dari semua penjaga yang akan menangkapnya.

Yoga berlari mengejar Ibunya dan melihat Joseph tertembak. Joseph menyuruh Yoga untuk tidak memperdulikan dirinya dan ia bertahan sampai titik darah penghabisan.

Yoga membuka pintu kamar dan melihat Ibunya sedang dipermainkan dengan beberapa laki-laki. Yoga yang melihatnya langsung menutup mata dan keluar.

Karena ia merasa kasihan dengan Ibunya. Ia masuk kembali dan menembak para laki-laki yang mempermainkan Ibunya. Namun satu peluru meleset ke arah Ibunya dan mengakibatkan Ibunya sekarat.

Ia mendekati Ibunya sambil menangis. " Ibu... maafkan aku. " Tangisnya yang sangat keras.

" Nak, ini bukan salah kamu. Ibu hanya terpaksa melakukan ini agar kamu bisa hidup tenang. "

" Ibu... jangan tinggalkan aku dulu. Oh iya, aku mendapatkan peringkat 1 lagi. Ibu senang kan? "

" Iya... Ibu senang. "

Karena melihat darah mengalir dari perut Ibunya. Yoga mencoba mengikatnya menggunakan dasi untuk menghentikan pendarahan. Yoga menggendong Ibunya untuk dibawanya keluar dan diantarkan ke rumah sakit.

Ketika hendak keluar, ia melihat Joseph yang sudah menunggunya di dalam mobil. Yoga lalu masuk dan duduk bersama Ibunya di kursi belakang.

Mobil lalu berjalan keluar dari pintu gerbang. Tiba-tiba, segerombolan gangster mengejar mereka dan menembaki mobil yang mereka naiki.

Joseph terkena tembakan dibagian pundak namun masih bisa bertahan walaupun sedikit lama. Lalu, ada seorang gangster yang melompat ke mobil mereka dan langsung menusuk leher Ibu Yoga dan mengakibatkan tewas seketika.

" Ibu!!! " Teriak Yoga dan menembak gangster yang masih bergelantungan di pintu mobil.

Joseph membanting setir ke arah kanan dan menjepit gangster hingga terjatuh dan terlindas dengan mobil yang dibelakangnya.

Terjadilah kejar kejaran diantara mereka. Hingga akhirnya mereka berhasil bersembunyi di basement sebuah gedung apartemen.

Yoga mencoba untuk membangunkan Ibunya namun tak bisa.

" Hei... maafkan aku yang tak bisa menyelamatkan Ibumu. " Ucap Joseph.

Yoga hanya menangis dan menangis hingga tak mengeluarkan suara sama sekali. Yoga lalu keluar dari mobil dan menuju ke tangga gedung.

Joseph yang melihatnya meninggalkan mobil, memanggilnya namun Yoga tak menyahut. Joseph lalu turun dan mengikuti Yoga menaiki tangga.

Hingga sampailah mereka diatap gedung. Yoga menatap kosong ke arah bawah.

" Yoga!!! Jangan bilang kamu ingin bunuh diri. " Teriak Joseph.

Yoga hanya diam dan selalu menatap ke bawah gedung.

Ia lalu menoleh ke Joseph dan berkata.

" Tolong makamkan aku berada disamping Ibuku. "

Setelah mengatakan itu, Yoga melompat dan membuat Joseph panik. Sempat ingin menangkapnya, ia malah tak sempat dan juga ingin jatuh ke bawah. Untung saja kakinya tersangkut diantara tiang.

Joseph turun dari atas gedung dan membawa mayat Ibu Yoga untuk segera dimakamkan. Ketika ia hendak menghampiri Yoga, ternyata tubuhnya sudah tidak ada disana. Namun bekas darahnya masih ada.

Ia bertanya ke pejalan kaki disekitar namun tak ada yang tahu. Ia lalu bertanya kepada seorang pengemis yang tak jauh dari sana dan hanya menunjuk ke arah kedai makanan. Joseph lalu menuju ke kedai makanan yang ditunjuk oleh pengemis dan masuk ke dalam.

Joseph kaget melihat Yoga yang sedang makan dengan keadaan yang normal. Tak ada luka sedikit pun di badannya. Namun bajunya masih berlumuran darah.

Joseph bertanya kepada salah satu pelayan namun tak ada yang tahu. Mereka juga awalnya takut melihat Yoga terjun dari gedung 10 lantai namun tak mati. Itulah mengapa mereka memberikan Yoga makanan.

Joseph lalu terduduk dan senang karena Yoga masih hidup. Namun ia masih tak percaya dengan apa yang dia lihat. Ia melupakan kejadian itu dan duduk disebelah Yoga untuk menunggunya.

...****************...

EPISODE 3 - Bertemu Lagi

Kembali ke Yoga sang psikopat, ia telah melihat ingatan pemilik tubuh sebelum bunuh diri. Yoga merasa risih karena tak bisa mematikan rekaman ulang ingatan pemilik tubuh. Ia bertanya kepada System. " System, bagaimana cara mematikan rekaman ini? "

Rekaman telah hilang, kini tinggal tampilan layar yang mengambang seperti hologram. Meski Yoga seorang pembunuh, ternyata ia sering membaca komik dan buku. Itulah mengapa, ia merasa tak asing lagi dengan manusia yang mendapatkan System.

" Mmm... System. Bagaimana kau bisa memilihku? " Tanya Yoga.

Tak ada jawaban dari System, Yoga lalu berdiri dan menekan tombol silang di pojok kanan layar. Sekarang ia melihat ada tiga icon dibagian bawah, icon bergambar manusia, icon bergambar petir dan icon bergambar tas.

Tak hanya itu saja, ia juga melihat di pojok kanan atas ada tulisan $0.0 yang berarti itu adalah saldo rekening yang dimilikinya.

Yoga menekan icon bergambar manusia dan muncul sebuah papan yang mengambang menampilkan status dirinya saat ini.

[

...STAMINA DAN KONDISI TUBUH...

Stamina : 77%

Kondisi Tubuh

> Kepala : 98%

> Badan : 86%

> T. Kanan : 91%

> T. Kiri : 95%

> K. Kanan : 83%

> K. Kiri : 81%

^^^]^^^

Sempat kaget dengan apa yang dilihat, Yoga menutup papan mengambang dan menekan icon bergambar petir. Ingin menekan tombol tersebut, ia dihampiri dengan seorang lelaki tua dan mengajaknya untuk makan di kedai makan mie instan.

" Hei nak, kenapa tubuhmu berlumuran darah? Dan kulihat barusan, kamu baru saja jatuh dari atas gedung. " Ucap lelaki tua itu yang mengajak bicara Yoga.

" Mmm... ahh... iyaaa... aku tak sengaja terjatuh dan terpleset. Tapi entah mengapa aku bisa selamat, untuk darah ini, ini cuma darah seekor burung yang tak sengaja tertimpa. " Jawab Yoga sambil mencari burung yang tak tau ada dimana.

Lelaki tua itu hanya tertawa kecil dan masuk ke dalam kedai miliknya. Yoga lalu duduk di meja yang telah disediakan oleh pelayan di kedia tersebut. Ingin diberi baju pengganti, namun Yoga menolaknya.

Mie kuah instan dengan segelas es jeruk diantar ke meja Yoga. Yoga lalu menyantap makanannya dan menikmatinya, sudah lama ia tak merasakan ketenangan hidup miliknya.

Ia hanya selalu merasakan ketakutan, kesengsaraan, kesedihan. Yang membuat dirinya menjadi seorang pembunuh tak bermoral. Membuat dirinya menjadi seorang monster yang mampu membunuh dua puluh orang dalam sehari nya.

Saking ia sangat menikmati makanannya tersebut. Ia tak sadar bahwa disampingnya telah ada pria bertubuh kekar, Joseph. Ingin berdiri untuk membersihkan mejanya, ia malah kaget melihat Joseph yang sudah berada tepat disamping dirinya.

" Astaga!!! Ngagetin aja. " Yoga yang kaget.

" Hahaha, syukurlah kau tidak apa-apa. " Ucap Joseph dan menyalakan rokoknya.

Yoga merogoh kocek nya namun tak ada uang yang tersisa.

" Biar aku aja yang bayar, duduk dulu sini. " Teriak Joseph.

" Nggak usah, untuk dia hari ini gratis. " Teriak lelaki tua pemilik kedai.

" Terima kasih pak. " Ucap Yoga dan membungkukkan badan.

Yoga berjalan ke arah Joseph dan duduk di sebelahnya.

" Sebentar, kalo misalnya dia menginterogasi ku. Bisa-bisa aku ketahuan kalau Yoga pemilik tubuh ini udah mati. " Gumamnya dalam hati.

" Ah... gawat nih, kalo dia bertanya. Langsung aja ku cabut dari sini. " Pikirnya.

Yoga menenangkan dirinya agar tak terlihat seperti ketakutan. Joseph menatapnya terus seperti ingin menyantap dirinya. Yoga yang merasa risau akhirnya membuka pembicaraan.

" Kenapa selalu menatapku? Paman nggak normal ya? " Bentak Yoga.

" Ti-tidak kok... aku hanya bingung aja dan penasaran. Masa orang lompat dari atas gedung masih bisa hidup dan tak ada luka sedikitpun. " Ucap Joseph yang merasa bingung.

Yoga dibuat keringat dingin dengan ucapan Joseph. Yoga lalu berdiri dan mengajak Joseph untuk keluar agar ia tak banyak ditanyai. Yoga berterimakasih sekali lagi dengan pemilik kedai dan keluar menuju mobil milik Joseph.

...----------------...

Yoga dan Joseph lalu pergi ke rumah sakit untuk mengurus jasad ibunya Yoga untuk segera dimakamkan. Sesampainya mereka di rumah sakit, mereka dibuat terkejut karena para gangster sudah menunggu mereka disana.

Jelas saja mereka panik dan memutar balik mobil, sialnya mobil mereka ditembak tepat di ban yang membuat mobil tersebut tak dapat berjalan sempurna.

" Tch... sialan, padahal aku hanya ingin hidup tenang dikehidupan kedua ku ini. " Gumam Yoga dalam hati.

Yoga turun dari mobil meninggalkan Joseph seorang diri. Ia membawa jasad ibunya menuju ke ruang mayat agar bisa bertemu dengan mayat lainnya, pikirnya.

Para gangster berlari dan menyerang Yoga, Joseph membantunya dengan menembaki para gangster yang mendekati Yoga.

" Setelah menaruh orang ini ke tempatnya, aku akan membunuh mereka semua tanpa tersisa. " Pikir Yoga.

" Bunuh, bunuh, bunuh, bunuh, bunuh. " Bisik yang keluar dari kepala Yoga.

Yoga menendang ruangan para dokter berkumpul, dan meletakkan jasad ibunya dihadapan mereka semua.

" Dokter sialan, bukannya bekerja, malah diam disini. Keluar semuanya, Ibuku ini telah tiada, jadi berikan pemakaman yang layak baginya. Aku akan membereskan para gangster secepatnya. " Bentak Yoga.

Lima dokter yang berada di ruangan mengangguk dan keluar bersamaan dengan membawa jasad ibunya Yoga.

Yoga menghampiri para gangster dengan aura ingin membunuh, tapi.

DORRR!!! DORRR!!! DORRR!!!

...----------------...

Joseph sedang duduk termenung di ruang tunggu. Ia menunggu dokter keluar dari ruang IGD. Dokter keluar dari ruang IGD dengan wajah sedih.

Joseph berdiri dan langsung masuk ke dalam ruang IGD. Yoga masih terbaring dengan badan penuh tembakan. Karena banyaknya peluru yang masuk kedalam tubuh Yoga, membuat para dokter kewalahan untuk mengambilnya. Jalan satu-satunya adalah dengan cara membedah tubuhnya agar bisa mengambil peluru dengan mudah.

" Yoga, bodohnya dirimu malah maju sendiri tanpa pikir panjang. Padahal aku sedang mengambil senjata di bagasi mobil. " Ucap Joseph yang duduk disamping Yoga.

Joseph melihat keadaan Yoga yang parah lalu pergi keluar. Sebelum ia sempat membuka pintu, ia mendengar suara langkah kaki kearahnya. Joseph menoleh secara cepat ke belakangnya, ternyata Yoga sudah tidak ada lagi.

KRAAAK...

Suara pintu terbuka, Joseph kaget, hampir ia ingin mengeluarkan pistol dan ternyata ia melihat Yoga sedang berjalan santai keluar.

" Hei Yoga... Bukannya kamu... Ah sudahlah, lagian terjun dari atas gedung juga nggak mati. " Ucap Joseph dan berlari mengejar Yoga.

" Oh, Joseph, eh maksudku Paman. Dimana tempat kremasi mayatnya? Aku ingin melihat untuk terakhir kalinya. " Kata Yoga yang melihat Joseph menghampiri dirinya.

" Oh, ikuti aku. " Balas Joseph.

Yoga mengikuti Joseph untuk pergi ke ruang kremasi dan melihat ibunya untuk terakhir kalinya. Sebenarnya bukan ibunya, tapi ia hanya ingin terlihat sebagai sangat pemilik tubuh asli. Jika ia menjadi Yoga sang psikopat, mungkin Joseph akan merasa curiga dan bisa jadi ia tidak bisa bebas.

Yoga dan Joseph membawa abu kremasi untuk dibawa pulang. Joseph mengantarkan Yoga pulang ke rumah dan memberikan amplop coklat yang berisi uang.

" Ini, mungkin tidak seberapa, tapi mungkin dapat mencukupi kebutuhanmu sehari-hari. Carilah kerja dan jangan berniat untuk bunuh diri lagi. " Ucap Joseph yang menyalakan rokoknya.

Yoga mengacungkan jempolnya dan berterima kasih kepada dirinya karena sudah menemani hingga saat ini. Joseph menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan Yoga.

...----------------...

" Akhirnya, aku bebas, aku bisa hidup dengan tenang. Kira-kira, berapa uang yang diberikan olehnya, mari kita buka. " Gumam Yoga dan membuka amplop coklatnya itu.

" Wah... Dua puluh juta, yang bener aja. Meskipun masih kurang sih, tapi yasudahlah ini juga dikasih. " Ucapnya dan memasukkan uang itu kembali ke dalam amplop dan menyimpannya.

Sebelum ia tidur, ia menekan tombol bergambar petir dan keluar menu yang merujuk kepada kekuatan.

[

...SKILL...

{Regenerasi}

Skill ini dapat meregenerasi atau menyembuhkan pengguna secara cepat tanpa melakukan pengobatan.

Cooldown 5 detik

{Invisible}

Skill ini dapat membuat pengguna menjadi tembus pandang, sehingga tidak dapat dilihat dengan orang lain.

Skill ini memiliki durasi 3 menit.

Cooldown 10 menit

{Night Vision}

Skill ini dapat membuat pengguna melihat tempat yang gelap, sehingga pengguna dapat bergerak bebas ditempat yang gelap sekalipun.

Skill ini memiliki durasi 6 menit.

Cooldown 10 menit

^^^]^^^

.

.

.

.

Setelah melihat tiga skill yang dimilikinya, Yoga merasa puas dan tertidur pulas hingga ia tak sadar kalau System sedang melakukan update user.

...****************...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!