NovelToon NovelToon

Be With You, Damian And Ainsley

Hari Yang Kacau Gara-Gara Pengacau

#Supaya paham, baca Two M, Son of Mafia yang pertama#

Pintu restoran terbuka dan seorang pria tampan melangkahkan kakinya memasuki restoran sambil merapikan jas mahal yang dia gunakan. Mata elangnya mencari, mencari sosok wanita yang dia idamkan selama ini. Senyum menawan terukir di bibir ketika melihat wanita pujaan hatinya sedang berbincang dengan seorang wanita lainnya.

Pria itu segera melangkah, menghampiri si wanita cantik pujaan hati yang sudah dia dambakan sejak lama tapi sayangnya, ketika melihatnya, wajah sang pujaan hati tampak tidak senang bahkan terlihat kesal. Itu wajar, karena pria itu selalu mengganggunya sampai membuatnya muak.

Pria itu Harry Windston si pengusaha muda yang sudah berusia tiga puluh lima tahun. Harry mendekati meja di mana pujaan hatinya berada dan wanita itu adalah Ainsley Smith putri seorang mafia yang ditakuti di kota itu. Karena kencan yang gagal membuat Harry tidak menyerah mengejar Ainsley apalagi ketika dia tahu, siapa Ainsley Smith sebenarnya. Walau Ainsley menolak, dia tidak perduli karena apa pun caranya dia harus mendapatkan gadis itu.

Wajah Ainsley tampak tidak senang melihat kedatangan Harry, Padahal dia sudah berusaha menghindari pria itu tapi lagi-lagi Harry menemukan keberadaannya dan mengganggu harinya. Rasanya ingin dia lubangi kepalanya tapi dia masih menahan diri.

"Ainsley, apa aku mengganggu?" tanya Harry basa basi.

"Sangat!" jawab Ainsley dengan nada kesal.

"Ayolah, jangan seperti itu padaku!" Harry duduk tanpa permisi sampai membuat Ainsley dan sahabatnya saling pandang dengan wajah tidak senang.

"Siapa dia, Ainsley?" tanya sahabat baiknya.

"Entahlah, aku tidak kenal!" jawab Ainsley dengan ketus.

"Jangan begitu Ainsley, aku menyukaimu apa kau tidak tahu?" tanya Harry. Matanya menatap Ainsley dengan lembut dan penuh cinta tapi sayangnya Ainsley muak melihat tatapan yang Harry berikan.

"Aku sudah punya pacar Harry, pergilah jangan ganggu aku!" ucap Ainsley.

"Tidak mungkin, aku sudah mencari tahu jika kau tidak punya pacar. Aku juga tidak pernah melihat kau jalan dengan seorang pria jadi jangan menipu aku!" jawab Herry.

"Brak!" Ainsley menggebrak meja dengan kencang sampai membuat Harry terkejut begitu juga dengan sahabat baiknya bahkan para pengunjung restoran juga melihat ke arah mereka.

"Kau mencari tahu tentang aku, Harry?" ekspresi wajah Ainsley berubah dan dia semakin terlihat tidak senang. Jika Harry mencari tahu siapa dirinya berarti pria itu sudah tahu siapa dia. Pantas saja Harry begitu gigih dan tidak menyerah walau dia sudah menolak pria itu sedemikian rupa.

"Jangan marah, Ainsley. Aku hanya ingin tahu kau sudah punya pacar atau tidak," pinta Harry seraya menenangkan Ainsley tapi tatapan tajam yang dia dapatkan.

"Berhentilah mengejarku, sudah aku katakan aku punya pacar," ucap Ainsley seraya menyambar tasnya.

"Tidak, aku tidak akan menyerah karena aku benar-benar menyukaimu!" tolak Harry.

"Whatever!" ucap Ainsley seraya menarik tangan sahabatnya dan mengajaknya pergi, "Ayo kita pergi, Ave!"

Mereka melangkah keluar tapi sayangnya Harry tidak menyerah, tidak untuk gadis istimewa seperti Ainsley Smith. Ainsley benar-benar kesal dan mempercepat langkahnya, sedangkan Ave melihat ke arah Herry sesekali.

"Ainsley, kenapa kau tidak memberikan kesempatan untuknya?" tanya Ave seraya menahan tangan Ainsley.

Dilihat bagaimanapun, pria itu tampan dan mapan lalu apa yang membuat Ainsley menolaknya? Jika dia jadi Ainsley, maka dia tidak akan menolak apalagi Harry terlihat dewasa dan matang.

"Ck, jika kau mau, buatmu saja!" jawab Aisley dengan ketus.

"Ainsley, tunggu!" teriak Harry.

"Shi*t! Ave, aku pergi dulu!" teriak Ainsley dan setelah itu dia lari.

Ave hanya mengangguk dan melihat Ainsley melarikan diri dari kejaran Harry. Pria itu benar-benar tidak menyerah dan masih mengejar Ainsley. Selama berlari, Ainsley menghubungi supir pribadinya, jangan sampai dia tertangkap karena dia tidak mau berdebat dan jangan sampai pula image gadis lemah lembut yang selama ini dia jaga jadi hancur.

"Ainsley, tunggu!" teriak Harry lagi dan dia masih mengejar.

"Oh my, pria yang sangat menyebalkan!" gerutu Ainsley sambil mempercepat larinya.

Sebaiknya dia mencari cara untuk menghindari kejaran Harry,  Ainsley terus berlari berusaha menghindari Harry. Pria itu tidak menyerah dan masih terus mengejar Ainsley. Apa pun caranya, dia tidak akan membiarkan Ainsley lepas.

"Shi*t, jangan mengejarku dasar pria menyebalkan!" teriak Ainsley kesal.

Dia masuk ke dalam sebuah restoran untuk bersembunyi. Semoga Harry tidak menemukannya karena dia benar-benar muak dengan pria itu. Ketika dia masuk, seorang pria melihatnya, pria itu tampak heran karena Ainsley terlihat terengah-engah bahkan dia terlihat sedang bersembunyi dari sesuatu.

Pria itu beranjak, meninggalkan sekretarisnya. Dia segera mendekati Ainsley dan menepuk bahunya dari belakang, "Ainsley, ada apa denganmu?" tanyanya.

Ainsley terkejut, karena dia mengira jika pria itu adalah Harry, Ainsley memegangi telapak tangan pria itu dan segera menariknya sambil berteriak, "Menyebalkan!" dan tidak lama kemudian, "Gubrak!" pria itu jatuh ke atas lantai sambil berteriak, "Ainsley!"

Ainsley kembali terkejut, sial! salah orang!

"Dam-Dam, oh my God, im Sorry," Ainsley mendekati pria itu dan membantunya. Image gadis lemah lembutnya semakin hancur di hadapan pria itu.

Ya, pria itu adalah Damian Maxton, putra angkat Jager Maxton dan pemimpin organisasi Black King. Mereka sudah kenal lama apalagi adik Damian adalah kakak iparnya.

"kau benar-benar luar biasa!" puji Damian.

"Sorry, aku kira kau Harry," ucap Ainsley dengan nada bersalah sambil menepuk debu yang ada di jas Damian.

"Harry?" Damian melihatnya dengan penuh selidik.

"Yes, oh dia datang!" Ainsley bersembunyi di belakang tubuh Damian saat Harry berdiri di depan restoran itu dan mencari keberadaannya.

Damian diam saja, melihat seorang pria mencari keberadaan Ainsley. Pria itu terus mencari dan setelah itu, pria itu pergi karena tidak menemukan Ainsley.

"Dia sudah pergi," ucap Damian. Rasanya ingin bertanya, siapa pria itu tapi dia urungkan.

"Oh, syukurlah," Ainsley mengelus dada.

"Terima kasih, Dam-Dam," ucap Ainsley sambil tersenyum manis.

"Tidak apa-apa, kenapa dia?" ucapan Damian terhenti karena ponsel-nya berbunyi.

Damian mengambil ponsel-nya dan setelah melihat siapa yang menghubunginya, Damian  segera menjawab.

"Moshi Moshi," Damian melangkah agak menjauh dari Ainsley.

"..."

"Nani?" dia tampak terkejut mendengar ucapan seseorang yang sedang berbicara dengannya.

"..."

"Mayumi, sokode watashi o matte kudasai. Mosugu kimasu."

(Tunggu aku di sana, Mayumi. Aku akan segera datang.)

Ainsley dapat mendengar pembicaraan Damian walaupun dia tidak mengerti apa yang dia ucapkan. Mayumi? Siapa wanita yang dipanggil Damian?

Setelah berbicara dengan wanita yang bernama Mayumi, Damian menghampiri sekretarisnya karena dia harus segera pergi. Begitu mengambil barangnya, Damian menghampiri Ainsley dan menghentikan langkahnya sejenak.

"Sorry Ainsley, aku harus pergi," ucapnya.

"It's oke, thanks for your help," Ainsley tersenyum, sedangkan Damian segera melangkah pergi dengan terburu-buru.

"Ck, pria yang sibuk!" gerutu Ainsley. Dia meminta supirnya untuk datang dan setelah situasi aman, Ainsley pergi dari sana.

Ainsley pulang ke rumah, sedangkan Damian akan pergi ke Jepang untuk menemui wanita yang bernama Mayumi. Siapa sebenarnya wanita itu dan siapakah nanti yang akan mendapatkan hati Ainsley? Apakah Damian yang cuek saja, atau Harry Windston yang selalu mengejar Ainsley?

Let's follow their story.

#Damian# susah cari yang cakep kalau blesteran, anggap gen bokapnya lebih dominan.

#Ainsley#

Tragedi Di Tokyo, Jepang

Tokyo, Jepang beberapa waktu lalu sebelum Damian mendapat telepon dari Mayumi.

Bentrokan terjadi antara tiga kubu Yakuza yang berkuasa di kota itu. Dua kubu bekerja sama menyerang satu kubu yang menjadi target mereka. Malam itu, pertumpahan darah tidak terhindarkan. Mayat bergelimpangan dan puluhan pedang yang berada di tangan para yakuza sudah berlumuran darah.

Dua kubu terus bergerak masuk, membantai setiap musuh yang mereka temui. Misi mereka adalah mencari pemimpin dari organisasi itu dan putrinya. Setelah menangkap mereka, mereka akan membunuh si pemimpin dan menangkap putrinya.

Di dalam sebuah ruangan, seorang pria paruh baya sedang bersembunyi dan pria itulah sang pemimpin, dia bersama putri semata wayangnya Mayumi Ichimura. Keadaan mereka sudah dipenuhi dengan luka, mereka diserang secara mendadak oleh musuh malam itu. Tanpa persiapan apa pun, mereka terpukul kalah. Puluhan anak buah mereka sudah mati, tinggal sedikit yang berusaha bertahan dan sedang menghadang musuh, sedangkan mereka berdua berusaha mencari cara untuk melarikan diri.

Rumah berantakan karena di geledah, anak buah mereka banyak yang mati. Mereka terpojok dan tidak berdaya, hanya satu jalan keluarnya, mereka mati bunuh diri secara terhormat atau mati di tangan musuh dan yang pastinya, jika Mayumi tertangkap, dia akan mengalami kejadian yang tidak dia inginkan.

Bentrokan itu terjadi karena Mayumi menolak lamaran dari pemimpin salah dari kelompok yang sedang menyerang mereka malam ini. Karena tidak terima penolakan Mayumi, kerja sama antar yakuza terjadi dan bentrokan itu pun tidak bisa dihindari. Imbalan dari hasil kerja sama itu adalah tubuh Mayumi yang bisa mereka nikmati secara bergilir sampai gadis itu mati.

Mayumi dan ayahnya Ryo Ichimura tampak putus asa apalagi suara teriakan anak buah mereka yang gugur terdengar di luar sana. Mereka menggenggam pedang mereka dengan begitu kuat dan akhirnya keputusan sulit harus Ryo Ichimura ambil.

"Mayumi, pergi dari sini dan carilah Damian. Dia bisa membantumu melarikan diri dari sini!" ucap ayahnya.

"Tidak mau, jika aku pergi bagaimana dengan ayah?" tanya Mayumi.

"Aku hanya akan memperlambatmu jadi aku akan melakukan hara-kiri!"

"Tidak!" Mayumi memeluk ayahnya. Apa hara-kiri adalah jalan terakhir yang harus ayahnya ambil?

...(Just info, hara-kiri adalah ritual bunuh diri secara terhormat di jepang dengan cara merobek perut dengan pedang. Biasanya dilakukan untuk menebus kesalahan dan biasanya dilakukan oleh seorang samurai.)...

"Kita tidak punya pilihan, ini salahku karena menerima permintaan mereka tanpa mencari tahu kau bersedia atau tidak. Anggap sebagai penebus kesalahan yang telah aku lakukan sehingga kau harus seperti ini!" ucap ayahnya sambil mengusap kepala putrinya dengan lembut.

"Otosan!" Mayumi menangis, sepertinya itu terakhir kali dia bertemu dengan ayahnya.

"Itte, isoide!"

Ryo Ichimura mendorong tubuh putrinya karena putrinya sudah harus pergi jika tidak dia akan tertangkap. Sambil berderai air mata, Mayumi pergi meninggalkan ayahnya dan tentunya dia juga menghubungi Damian dan meminta bantuannya. Dia akan bersembunyi untuk sementara sampai Damian tiba.

Di luar sana, para yakuza itu sudah mendekat. Ryo Ichimura membuka baju yang dia pakai dan setelah itu, dia berlutut dengan sebilah pedang yang diletakkan di sampingnya.

Para Yakuza masuk ke dalam dan mereka mendapati Ryo Ichimura sedang duduk bersimpuh di atas lantai yang dialasi dengan tatami.

"Mana Mayumi?!" teriak salah satu peminpin yakuza itu dan dialah yang ditolak oleh Mayumi.

"Kau tidak akan menemukannya!" jawab Ryo Ichimura dan dia harap, putrinya bisa melarikan diri dan Damian mau membantunya.

"Jika begitu aku tidak akan melepaskannya!" ucap Akira.

"Tangkap dia!" perintah Akira pada anak buahnya tapi tanpa mereka duga, Ryo Ichimura mengambil pedangnya dengan cepat, anak buah Akira berteriak karena mereka menyangka Ryo Ichimura mau melukai bos mereka tapi mereka salah karena pedang yang berada di tangan Ryo Ichimura sudah merobek perutnya sendiri.

Ryo Ichimura mati seketika dan hal itu semakin membuat Akira murka karena dia tidak menyangka Ryo Ichimura akan melakukan hara-kiri.

"Sialan, cari Mayumi sampai dapat!" teriak Akira lantang.

"Sudahlah, kita pasti akan menemukannya. Dia tidak akan bisa lari dari kita dan setelah mendapatkannya, kita akan mempermainkannya sampai puas!" Seorang pria mendekati Akira dan menepuk bahunya dan dia adalah Katsuo, pemimpin kelompok yang satunya. Mereka sahabat, itu sebabnya mereka bekerja sama untuk menghancurkan kelompok itu.

Akira terlihat marah dan menendang tubuh Ryo Ichimura yang sudah tidak bernyawa, "Mayumi, jangan kira kau bisa lepas dariku. Aku akan mencarimu walau kau lari ke ujung dunia sekalipun!" ucap Akira marah. Penolakan yang Mayumi lakukan adalah penghinaan terbesar untuknya jadi akan dia cari gadis itu sampai dapat.

"Hancurkan tempat ini!" perintahnya.

Akira dan Katsuo berjalan keluar dan setelah mereka sudah menjauh, kediaman Ryo Ichimura meledak dan terbakar. Dari kejauhan, Mayumi melihat kediamannya sambil menangis, dengan perasaan sedih kehilangan ayah dan tempat tinggal, Mayumi pergi dengan terburu-buru. Jangan sampai dia tertangkap dan pengorbanan ayahnya menjadi sia-sia.

Mayumi bersembunyi, menghindari anak buah Akira dan Katsuo yang mencari keberadaannya. Dia menunggu Damian datang, karena hanya sahabatnya saja yang bisa menolongnya dan membawanya dari sana. Semoga Damian cepat datang karena dia takut tertangkap.

Setelah mendapat telepon dari Mayumi, Damian segera pergi ke Jepang. Dia mencari keberadaan sahabatnya di sebuah desa yang ada di prefektur Saitama karena Mayumi berkata dia ada di sana. Damian sudah berada di desa itu sekarang, dia akan membawa Mayumi pulang jika gadis itu mau.

"Di mana kau?" tanya Damian.

"Aku tidak bisa langsung keluar, Damian. Aku takut anak buah Akira dan Katsuo sampai ke sini untuk mencariku," jawab Mayumi.

"Tenang saja, tidak ada siapa pun. Mereka tidak mengenalku jadi keluarlah sambil menyamar!"

"Baiklah," jawab Mayumi.

Setelah menyamar dan melihat keadaan, Mayumi keluar dari persembunyiannya dan berlari ke arah Damian yang sudah menunggunya. Mayumi memeluk Damian sambil menangis, sekarang hanya pria itu satu-satunya yang menjadi harapannya.

"Tolong Damian, tolong bawa aku pergi dari sini," pinta Mayumi.

"Di mana ayahmu?"

"Ayahku sudah bunuh diri, rumahku juga sudah hancur. Akira dan Katsuo menyebar orang-orang mereka untuk mencari keberadaanku, aku takut Damian dan hanya kau yang bisa aku andalkan sekarang jadi aku mohon, tolong bawa aku pergi dari sini karena aku tidak mau tertangkap!" pinta Mayumi memohon.

Dia tahu tidak ada satu orang pun di Jepang yang mau membantunya, begitu juga dengan sahabat-sahabatnya. Mereka tidak akan pernah mau terlibat masalah apalagi jika mereka tahu, jika mereka akan terlibat dengan dua yakuza berbahaya yang ada di Tokyo.

"Baiklah, ikut aku ke California. Kau akan aman di sana," ucap Damian.

"Apa ayahmu tidak keberatan?" tanya Mayumi.

"Tidak," jawab Damian singkat.

"Pacarmu?" tanya Mayumi lagi.

Damian tersenyum dan setelah itu, dia menjawab, "Tidak!"

Mayumi diam saja, apa Damian sudah punya pacar? Padahal dia hanya berpura-pura bertanya demikian tapi jawabannya di luar dugaan.

Tidak mau berlama-lama, mereka pergi dari sana apalagi Mayumi khawatir anak buah Akira dan Katsuo melihat keberadaannya. Damian membawa Mayumi pulang ke California tanpa pikir panjang karena dia hanya ingin membantu sahabat baiknya tapi sayangnya, niatnya itu akan menjadi masalah besar untuknya nanti.

Best Friend

Jager Maxton terlihat kurang senang saat melihat putranya membawa seorang gadis pulang ke rumah.  Dia tambah tidak suka melihat kedekatan mereka, walaupun Damian berkata jika gadis itu adalah sahabat baiknya tapi tetap saja, dia takut putranya jatuh hati pada gadis itu.

Bukan tanpa alasan, baginya hanya satu gadis yang boleh menjadi menantunya tapi mereka berdua, entah kenapa hubungan mereka begitu-begitu saja. Jager melirik Mayumi dari balik majalah yang sedang dia baca saat Damian mengajak Mayumi menghampiri ayahnya yang sedang menikmati tehnya.

"Dad, ini temanku Mayumi," Damian memperkenalkan Mayumi pada ayahnya.

"Hai, Uncle," sapa Mayumi sambil membungkukkan badannya.

"Hm," jawab Jager singkat.

"Dad," Damian memanggil ayahnya sambil menekan nada bicaranya. Bisa dia lihat jika ayahnya tidak begitu suka dengan Mayumi tapi Mayumi tidak akan lama di sana.

Dia juga tidak punya pilihan selain membawa Mayumi pulang karena jika dia membiarkan Mayumi berada di Jepang maka Mayumi akan tertangkap dengan mudah. Lagi pula dia juga tidak bisa berada di Jepang terlalu lama.

"Antar dia beristirahat dan setelah itu Daddy mau berbicara denganmu!" ucap ayahnya seraya meletakkan majalah yang dia baca.

Mayumi tampak tidak enak hati, sepertinya ayah Damian tidak begitu suka melihatnya. Sesuai permintaan ayahnya, Damian mengajak Mayumi ke kamar yang akan dia tempati nanti.

"Dam, sepertinya ayahmu tidak suka denganku," ucap Mayumi.

"Tidak, Daddy memang seperti itu dengan orang baru," jawab Damian.

"Benarkah?" Mayumi tampak tidak percaya.

 

"Yes, kau tidak perlu memikirkannya."

"Baiklah, mana pacarmu? Bolehkah aku bertemu dengannya?" tanya Mayumi sambil melihat rumah itu dengan teliti.

"Dia sedang sibuk!" jawab Damian asal.

Mayumi hanya mengangguk dan mengikuti langkah Damian menuju kamar. Semoga saja para yakuza itu tidak mengetahui keberadaannya dan menyerah mencarinya tapi sayangnya, Akira dan Katsuo mengerahkan semua orang mereka untuk mencari keberadaan Mayumi. Mereka tidak akan berhenti sampai mereka menemukan Mayumi.

"Ini kamarmu, ayahku tidak suka dengan wanita yang berpakaian tidak sopan jadi aku harap kau selalu memakai pakaian yang sopan," ucap Damian mengingatkan Mayumi.

"Tentu, maaf merepotkanmu, Damian."

"Tidak apa-apa, aku akan memantau situasi. Kita harus waspada jangan sampai mereka tahu keberadaanmu."

"Sekali lagi, thanks. Jika tidak ada kau, aku tidak tahu mau meminta bantuan kepada siapa lagi," ucap Mayumi dengan ekspresi sedih apalagi dia teringat dengan ayahnya.

"Sudahlah, kita teman. Sebaiknya kau beristirahatlah! Selama kau tinggal di sini, aku akan menjamin keamananmu."

Mayumi tersenyum dan mengangguk, dia sangat bersyukur masih memiliki seorang sahabat baik seperti Damian. Damian keluar dari kamar,  meninggalkan Mayumi dan setelah itu dia mencari ayahnya. Entah apa yang akan ayahnya bicarakan tapi bisa dia tebak, ayahnya pasti ingin bertanya tentang Mayumi.

Jager sudah menunggu putranya di kamar, dia tidak mau pembicaraan mereka di dengar oleh gadis Jepang itu. Damian menghampiri ayahnya yang sedang duduk di depan jendela, dia bahkan duduk di samping ayahnya, siap mendengar pertanyaan ayahnya.

"Siapa gadis itu, Damian?" tanya ayahnya karena Damian tidak mengatakan jika dia akan membawa Mayumi pulang.

"Dia sahabat baikku selama aku di Jepang, Dad."

"Lalu kenapa kau membawanya pulang?"

"Mayumi meminta bantuanku karena dia sedang melarikan diri."

"Kenapa?" tanya ayahnya lagi.

"Dia sedang mengalami masalah, Dad. Rumahnya hancur dan ayahnya sudah meninggal. Sebagai seorang teman sudah seharusnya aku membantunya," jawab Damian.

"Baiklah, kau tidak memiliki perasaan spesial dengannya, bukan?"

Damian memandangi ayahnya dengan lekat, kenapa ayahnya bertanya seperti itu?

"Tentu tidak!" jawabnya.

"Bagus dan dengarkan aku, Damian!" Jager memandangi putranya dengan serius, begitu juga dengan Damian.

"Aku tidak mau kau mengalami seperti apa yang aku alami sehingga aku kehilangan istriku. Kau tahu bukan jika kau membantunya berarti kau sudah melibatkan diri ke dalam masalah yang sedang dia hadapi?"

"Aku tahu Dad, tapi aku tidak bisa berdiam diri melihatnya dalam masalah."

"Aku tidak melarang, Damian. Tapi aku hanya ingin kau berhati-hati dan ingat, aku tidak mau Ainsley salah paham ketika melihat kau bersama dengannya."

"Dad, memangnya apa hubungannya dengan Ainsley?"

"Ck, dasar kau tidak peka!" jawab ayahnya dengan ketus.

Damian diam saja, entah kenapa dia jadi teringat dengan pria yang mengejar Ainsley waktu itu. Apa pria itu menaruh hati pada Ainsley?

"Sudah sana keluar, Daddy mau menghubungi adikmu!" ucap ayahnya.

"Dad, kau tidak keberatan bukan Mayumi tinggal di sini untuk sementara waktu?" tanya Damian memastikan.

"Tidak, tapi kau tidak boleh terlalu dekat dengannya jika kalian berdua hanya teman saja!"

"Aku tahu, thanks Dad."

Jager hanya mengangguk, tidak bisa seperti ini. Keinginannya menjadikan Ainsley Smith sebagai menantu bisa semakin jauh dari harapan. Sebaiknya dia mendiskusikan hal ini pada putrinya. Mungkin mereka bisa membuat rencana bersama.

Ponsel diambil setelah Damian keluar dari kamar, semoga putrinya punya solusi dan rencana. Tanpa membuang waktu, Jager menghubungi putrinya Vivian. Dia juga melihat keadaan karena dia tidak mau putranya mendengar pembicaraan mereka.

"Ada apa, Dad?" tanya Vivian.

"Kau tahu? Kakakmu membawa pulang seorang wanita ke rumah," ucap ayahnya.

"Benarkah?" Vivian terdengar terkejut dan tidak percaya.

"Untuk apa Daddy berbohong padamu!"

"Lalu? Kenapa Daddy terdengar tidak senang?" tanya putrinya.

"Tentu saja tidak! Daddy tidak mau Ainsley salah paham melihat mereka berdua nanti!"

Vivian terkekeh, sepertinya ayahnya benar-benar menginginkan Ainsley sebagai menantunya tapi mereka berdua? Kakaknya sibuk dengan dunianya, sedangkan Ainsley juga begitu. Entah mereka memiliki perasaan atau tidak, tidak ada yang tahu.

"Dad, mungkin mereka tidak berjodoh," ucap Vivian.

"Jika tidak berjodoh, aku yang akan menjodohkan mereka!" jawab ayahnya.

"Caranya?"

"Akan Daddy pikirkan nanti!"

"Dad, jangan melakukan hal yang konyol."

"Tidak, tunggu saja nanti."

"Dengar Dad, aku dengar Ainsley dikejar oleh seseorang dan sekarang Kakak membawa seorang gadis pulang, jika mereka berdua berjodoh dan memiliki perasaan satu sama lain maka itu hal yang bagus. Mereka akan merasa cemburu atau semacamnya jika salah satu dari mereka melihat ada orang lain atau semacam saingan. Jadi aku rasa Daddy tidak perlu melakukan hal yang tidak perlu untuk mendekatkan mereka."

"Hng, kau benar juga!" jawab ayahnya sambil mendengus.

"Jadi? Daddy tahu bukan apa yang harus Daddy lakukan?"

"Tentu, putri Daddy memang pintar," jawab ayahnya.

"Jika begitu, selamat berusaha, Dad," ucap Vivian memberi semangat.

"Pasti, jangan remehkan si tua bangka ini! kakakmu memang payah, tidak punya pengalaman pada wanita!" jawab ayahnya dan memang demikian karena Damian tidak pernah dekat dengan wanita yang dia anggap spesial bahkan dia belum pernah pacaran selama tinggal di Jepang karena kesibukannya dan sekarang, dia semakin sibuk mengelola perusahaan ayahnya dan juga organisasi yang dia pimpin.

Vivian hanya terkekeh mendengar ucapan ayahnya, seorang pria dewasa yang belum pernah menjalin hubungan, sangat jarang dan dia tidak percaya tapi nyatanya, kakaknya memang seperti itu.

Pembicaraan mereka berakhir, Jager tersenyum dan banyak rencana di dalam otaknya. Sepertinya dia harus turun tangan untuk membantu putranya yang tidak peka. Tapi mau siapa pun jodoh putranya, Ainsley atau Mayumi, dia tidak bisa mencegahnya.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!