NovelToon NovelToon

Bucin Dari Kecil

Ketujuh Anak

Di sarankan sebelum membaca novel ini membaca ANAK KEMBAR TUAN MUDA terlebih dahulu karena ini merupakan sekuel dari novel tersebut.

Halo kakak .. seperti janji author kemarin bakal up hari Selasa.

Author bakal uji coba rilis novel ini di lapak ini kalau banyak penggemar dan pendukung author bakal stay di sini. Jadi untuk memberikan dukungan cukup vote semampu nya saja. Tapi author harapkan tinggalkan LIKE DAN KOMENTAR DI SETIAP BAB NYA agar author semangat 🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏 Bantu karya ini masuk rangking karya baru 🥰

Happy reading

...----------------...

Pada pagi hari ada sinar matahari yang sinarnya indah dan menghangatkan badan kita di ujung timur sana. Ada ayam berkokok yang bertugas membangunkan warga setempat kalau hari sudah pagi.Awan di atas sana sangat cerah.Tumbuhan tumbuhan hijau pun tampak segar dan hijau karena terkena cahaya matahari. Burung burung pun berterbangan diatas sana. 

Di sebuah mension mewah yang indah bak negeri dongeng. Dekorasi nya yang indah bernuansa modern Eropa, tampak suasana di mension tersebut begitu riuh karena penghuni mension tersebut begitu ramai.

"Maura, Maheer, Mauza, Lala, Lilly .. apa kalian bisa diam, huh?! Kita ini lagi sarapan .. bukan lagi nonton bola!" Remaja cantik berambut pirang itu menekankan perkataannya. Dia berusaha memelankan suaranya agar tak terdengar oleh sang mommy yang sedang sibuk di dapur.

Sontak kelima adiknya itu langsung bungkam tak berani menyela sepatah katapun. Mereka mengangguk patuh bak anak kecil yang takut di marahi oleh ibunya.

Seorang pria dewasa namun masih sangat tampan tersenyum senang melihat anak-anaknya yang sudah besar. Pria itu terlihat sibuk membantu sang istri menghidangkan makanan untuk keluarga besarnya.

"Honey .. tolong tuangkan sup ayam ke dalam mangkuk! Jangan lupa taburi bawang goreng di atas nya karena Lilly sangat suka bawang goreng. Kalau sudah siap tolong bawa makanan yang sudah aku hidangkan ini ke atas meja makan. Suruh anak-anak menata makanan!" Wanita dewasa yang masih cantik jelita itu tampak sibuk menyiapkan sarapan untuk ketujuh anaknya.

"Perintah dari ibu negara akan segera saya lakukan!" Pria dewasa itu memberi hormat bak komandan militer pada sang istri. Hingga membuat wanita itu tertawa geli melihat suaminya yang sudah tak lagi muda itu namun masih mempunyai humor tinggi.

Pasangan romantis itu tak lain tak bukan adalah Arka Wijaya Lemos dan Humairah Putri Ashab. Pernikahan mereka berjalan lancar tanpa adanya badai yang menerpa. Kejujuran, kepercayaan serta saling memahami dan mengintropeksi diri selalu mereka terapkan dalam hubungan mereka. Sehingga membuat pernikahan mereka begitu awet. 

Bukan tidak ada badai akan tetapi saat badai itu datang keduanya saling menguatkan satu sama lain. Arka yang tampan dan kaya kerap kali di goda oleh wanita murahan di luar sana. Namun pria itu memiliki kesetiaan yang amat tinggi. Tak pernah sekalipun pria itu tergoda dengan jajan di luar sana. Begitu juga dengan Putri yang merupakan sosok istri lemah lembut serta penurut dan mampu menyenangkan hati Arka. Tentu saja setiap pernikahan yang awet itu terjadi karena kerja sama antara suami istri begitu bagus. Pernikahan mereka sudah berusia 13 tahun.

Arka menenteng nampan besar yang berisikan makanan lezat yang dimasak dengan penuh cinta oleh sang istri.

"Makanannya datang!" Arka berteriak seperti pelayan di pinggir jalan yang mempromosikan dagangan mereka.

Sontak ketujuh anaknya itu langsung terpekik senang. 4 tahun setelah melahirkan trio M, Putri kembali hamil anak kembar perempuan. Yaitu Lala Ashab Lemos dan Lilly Ashab Lemos, kehadiran dua putri itu membuat suasana di mension Lemos semakin berwarna. Di antara Aarin, Maura, Lala dan Lilly hanya Lala yang mempunyai kepribadian kalem dan polos. Gadis kecil itu begitu penurut dan tak banyak berbicara. Berbeda dengan kembarannya Lilly yang sebelas dua belas dengan Aarin yang barbar, namun Lilly lebih tomboi.

Aarin dan Aaron berumur 17 tahun.

Trio M berumur 12 tahun.

Lala dan Lilly berumur 8 tahun.

Sampai sekarang Putri tidak meminum pil KB, wanita itu sangat percaya atas takdir Allah. Bila memang dia ditakdirkan memiliki banyak keturunan bersama Arka maka dengan senang hati Putri terima. Terlebih lagi Arka merupakan sosok ayah yang bertanggung jawab dan kaya. Meski ada orang yang berkata hidup tak selalu di atas tali Putri percaya bahwa suaminya itu tak akan jatuh miskin. Karena sifat Arka yang sosial dan pemurah meski pria itu dingin. Banyaknya yayasan dan rumah sakit yang bergantung pada Arka. Jadi Putri yakin betul bahwa suaminya itu tidak akan miskin karena melalui harta suaminya itu banyak sekali anak-anak yang hidup berkecukupan serta kepala rumah tangga yang hidup tenang karena bergantung pada sosok Arka.

"Ye .. ada sup ayam!" pekik Lilly riang, gadis kecil berambut hitam seperti sang mommy nya itu bertepuk tangan riang.

"Tentu sayang .. mommy memasak semua makanan kesukaan kalian agar anak-anak Daddy dan mommy bisa semangat sekolah. Ada udang kres kres kesukaan kakak Aarin, kepiting kecap asin kesukaan Abang Aaron. Cumi sambal ijo kesukaan trio M dan juga ada telur mata ayam untuk Lala!" Arka menata makanan tersebut di bantu oleh Aarin dan Maura.

"Daddy .. itu telur mata sapi bukan mata ayam!" sungut gadis kecil cantik berambut keriting itu.

"Lala .. benar kata Daddy! Itu telur mata ayam bukan mata sapi. Nanti kalau ada ayamnya pak jago dengar telurnya di sebut telur sapi nanti dia bakal marah loh! Dan kalau ayam marah dia bakal patuk Lala." Gadis cantik berambut panjang itu menakuti kembaran nya.

Terlihat Lala yang notabenenya polos langsung menggeleng takut kepalanya. Mata gadis itu sudah berkaca-kaca bak lampu taman yang hampir kehabisan Watt.

"Lala gak mau di patuk ayam Lilly!" 

Aaron yang melihat kelakuan Lilly pun menghela nafas berat. Adik bungsu nya itu sangatlah jahil pada kakak kembarnya yang sangat polos.

"Lilly .. jangan menakuti Lala! Dan kamu Lala jangan mau di jahili Lilly lagi. Kamu itu kakak jadi jangan mau di tipu Lilly?!" tegas Aaron lembut sambil mengusap pucuk kepala Lala. Remaja laki-laki tampan itu sengaja bila sarapan duduk di samping Lala karena dia tahu betul bagaimana usil nya Lilly. Karena gaya bercanda Lilly kerap kali kelewatan batas.

"Abang .. selalu bela Lala!" desis gadis kecil itu menekuk bibirnya.

Putri yang baru tiba pun hanya bisa tersenyum kecil melihat pertengkaran kecil itu.

"Sayang .. Abang Aaron itu cuma ingin Lilly tidak jahil lagi pada Lala. Dia juga sayang sama Lilly jadi jangan ada perasaan iri di hati Lilly, okey. Karena setan itu sangat suka memecah belah persaudaraan." Putri berucap lembut namun penuh ketegasan membuat Lala mengangguk kepalanya pelan.

"Aduh .. duh. Anak gadis Daddy sudah dewasa! Perasaan baru kemarin Lilly pup dalam gendongan Daddy." Sontak mendengar ucapan Arka membuat Maura yang lagi makan tersedak.

"Daddy .. kita lagi makan! Jangan ngomong pup lagi." Gadis cantik berambut coklat dan bermata abu-abu itu menekuk bibirnya membuat Arka tersenyum kikuk.

"Hehe .. maaf! Daddy lupa." Arka mengangkat dua jarinya menandakan tak sengaja.

"Benar .. Daddy lupa! Karena Daddy sudah tua jadi nanti Aaron bakal jadi kandidat pertama sebagai pria paling tampan di mata mommy?!" Lelaki remaja itu menyisir rambutnya ke belakang menggunakan lima jari nya. Sudah menjadi style Aaron bila berlagak keren di depan wanita menyisir rambutnya dengan lima jari.

Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰

Bucin stadium akhir

Arka menjewer telinga Aaron hingga membuat lelaki remaja berwajah bule itu meringis kesakitan.

"Haduh Daddy .. ini telinga Aaron bukan setir mobil yang bisa di putar-putar!" Aaron mengusap telinganya yang memerah akibat ulah sang Daddy.

"Kamu ini .. dari kecil sampai dewasa masih saja suka bersaing dengan Daddy. Kamu tampan juga karena bibit Daddy, coba kalau kamu lahir pakai bibit murah pastinya wajah mu itu mirip penjual seblak!" Lagi-lagi Arka menggerutu karena ulah Aaron. Ayah dan anak itu selalu saja berdebat bila dekat dan perdebatan itu kerap terjadi jika bukan Arka yang memulai maka Aaron yang mendahului perdebatan tersebut.

"Daddy dan Abang apa tidak malu tiap hari berdebat di depan kami. Tolonglah Dad, Abang .. sesekali biarkan kami hidup tenang tanpa melihat kalian berdebat. Dan Abang juga kenapa sangat suka mengajak Daddy berdebat. Sudah SMA bukannya makin dewasa tapi makin kekanakan?!" Bocah laki-laki berwajah rupawan dengan mata yang tajam menatap jengah Daddy dan kakak laki-lakinya itu.

"Bukan Abang atau Daddy yang kekanakan tapi kamu saja yang kedewasaan Maheer!" cetus saudara kembarnya yang tak lain adalah Mauza. Di antara semua anak-anak Arka cuma Maheer yang memiliki kepribadian berbeda. Bocah laki-laki yang baru saja berusia 12 tahun itu memiliki karakter tenang, dewasa dan juga cerewet. Apalagi bila itu bersangkutan dengan uang. Bocah itu sangat berhemat.

Putri memijat keningnya melihat suasana di meja makan setiap harinya selalu diisi dengan perdebatan kecil. Lala yang notabenenya lembut dan perhatian pun langsung menyela perdebatan kecil itu karena tak tega melihat mommy nya yang pusing.

"Daddy .. Abang .. please jangan ribut lagi. Kasian mommy sakit kepala tiap pagi melihat kalian berdebat!" Lala berucap lembut dengan mata puppy eyes. Sontak mendengar sang mommy sakit kepala mereka semua langsung menoleh ke arah Putri.

"Are you okey mommy?" Aaron ingin bangkit dari kursinya menghampiri sang mommy.

"Mommy okey sayang .. cepat habiskan sarapan kalian lalu berangkat ke sekolah. Dan untukmu honey .. jangan mengajak Aaron berdebat lagi!" Putri berucap lembut namun penuh ketegasan tapi tak membuat wibawa Arka sebagai kepala rumah tangga hilang. 

"Baik mommy."

***

Sedangkan di sisi lain tepatnya di sebuah mension yang lebih megah daripada mension keluarga Lemos.

"Bray .. kamu yakin ingin masuk ke sekolah farmasi?" tanya Kemal serius pada anak laki-laki nya yang sudah remaja.

"Serius, Pa." Brayen mengangguk kepalanya santai lalu kembali mengunyah nasi.

"Kenapa kamu ngotot ingin sekolah di sana. Padahal sebelumnya kamu ingin satu sekolah dengan Bryan?" Kemal bertanya seperti itu karena sebelumnya Brayen ingin masuk sekolah bisnis, mengikuti Aaron dan Bryan.

"Karena Aarin, Pa." Bukan Brayen yang menjawab melainkan saudara kembar Bryan. 

"Karena Aarin?" Kemal menaikkan alisnya sebelah karena tak mengerti maksud Bryan.

"Bener, Pa. Brayen terkena virus Bucin akut stadium akhir. Dia tidak bisa jauh-jauh dari Aarin. Apalagi saat dia tahu di sekolah farmasi ada banyak cowok-cowok tampan membuat Brayen sudah seperti cacing kepanasan!" Bryan berucap santai membuat Kemal tersedak ludahnya mendengar penuturan Bryan.

"Apa benar begitu, Bray?" Kemal bertanya serius membuat Brayen menghela nafas berat.

"Brayen cuma tidak ingin ada laki-laki lain yang menikung Brayen, Pa. Brayen hanya ingin menjaga Aarin dari laki-laki buaya buntung di luar sana!" ujar Brayen membuat Kemal tertawa kecil.

"Alasan mu tidak masuk akal. Karena papa yakin tidak akan ada buaya buntung yang berani macam-macam dengan Aarin. Bisa-bisa mereka mati muda karena di sunat oleh Aarin!" Kemal tertawa geli melihat Brayen yang salah tingkah.

"Biarkan saja Brayen sekolah di sana hubbie .. dan kamu sayang! Jaga Aarin jangan sampai di tikung orang karena sekarang kita hidup di jaman nya pelakor dan pebinor. Jadi kamu harus ekstra hati-hati menjaga Aarin agar tak di ambil orang, okey!" Bilqis yang sedari tadi diam pun menyela lembut dengan semangat yang berapi-api.

"Love .. Brayen dan Aarin belum menikah jadi tidak ada istilah pebinor dan pelakor di antara mereka!" Kemal tak dapat menahan senyumnya melihat sang istri kecilnya masih sama seperti dulu. Barbar dan energik.

"Karena belum menikah makanya Brayen harus hati-hati Hubbie .. istilah sebelum jalur kuning melengkung itu juga berlaku pada putra kita. Masa karena dia teledor sedikit Aarin di bawa kabur orang. Jangan sampai putra kita hanya menjaga jodoh orang!" Wajah Brayen langsung menegang membayangkan kalau benar selama ini dia hanya menjaga jodoh orang.

Tidak .. Brayen tak sanggup membayangkan bila Aarin bukan jodoh nya! Lelaki remaja itu memukul kepalanya pelan sehingga membuat Kemal dan yang lainnya bingung.

"Abang seperti orang gila pukul-pukul kepalanya sendiri!" Gadis cantik bertubuh mungil seperti mama nya itu bergidik ngeri melihat sang kakak yang memukul kepalanya sendiri. Dia tak lain tak bukan adalah Bella Saphira Pahlevi Lubis yang sekarang berusia 12 tahun.

"Betull .. Abang Blayen shepelti holang gila .. Bubu takut lihat nya!" Suara imut itu terdengar menggemaskan di telinga mereka.

Brayen langsung tersenyum manis melihat sang adik kecilnya itu sudah pandai berbicara. Remaja laki-laki itu mengangkat tubuh kecil sang adik duduk di pangkuan nya.

"Abang bukan orang gila sayang .. kamu ini kenapa kecil sekali hemm .. kapan kamu bisa tinggi seperti Yofia!" Brayen mencubit gemas pipi gembul sang adik.

Lima tahun yang lalu Bilqis di berikan kepercayaan oleh Allah untuk mengandung lagi. Kehamilan keduanya itu membuat Kemal semakin melekat seperti perangko dengannya. Apalagi setelah tahu bahwa jenis kelamin anak nya itu juga perempuan.

Bilqis menamai anaknya itu Beby Pahlevi Lubis. Kehadiran bayi menggemaskan itu membuat suasana mension semakin ramai. Dan wajah Bubu sangat mirip dengan Kemal berbeda dengan Bella yang mirip dengan Bilqis.

***

Seorang gadis remaja yang berparas cantik dengan rambut pirang di gerai indah berlari terburu-buru di lorong sekolah. Tampaknya gadis itu datang terlambat sehingga membuat dirinya tak memperhatikan kiri kanan.

Gadis cantik itu terpental ke belakang karena tak sengaja menabrak seseorang.

"Shitt .. siapa yang berani menabrak ku?!" Suara barinton itu kian menusuk pendengaran telinga gadis itu.

**Bersambung.

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak biar karya ini masuk rangking karya baru 🙏🥰

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰❤️**

Tendangan maut Aarin

Gadis itu bangkit berdiri, dia menepuk bokongnya guna membersihkan debu yang menempel pada rok abu-abunya. 

"Maaf, Kak. Aku tidak sengaja menabrak kakak tadi!" Gadis itu menundukkan kepalanya sebagai bentuk minta maaf.

"Dasar tak berguna! Pagi-pagi mood ku rusak karena ulah mu." Remaja laki-laki itu berdecak kesal membuat gadis itu mendongak kepalanya menatap remaja laki-laki itu.

"Waw .. ternyata ada gadis bule cantik juga di sekolah kita!" ujar salah satu teman remaja laki-laki itu yang terpesona melihat kecantikan gadis remaja itu yang tak lain adalah Aarin.

"Sekali lagi aku minta maaf, Kak. Aku permisi dulu!" Aarin ingin beranjak pergi namun teman remaja laki-laki tadi mencekal tangan Aarin.

"Kenapa buru-buru cantik? Apa kamu tidak mau berkenalan dengan kami pria tertampan di sekolah ini?" Remaja laki-laki itu tersenyum genit membuat Aarin memutar bola matanya malas.

Bibit uncle Leo ada dimana-mana batin Aarin kesal.

"Maaf, Kak. Aku lagi buru-buru!" Aarin menepis halus tangan remaja laki-laki itu. Gadis cantik berparas bule itu ingin segera pergi namun lagi-lagi tangannya di cekal.

Aarin tak mampu menahan rasa kesalnya lagi. Berani sekali kakak kelasnya itu menyentuh tangan nya itulah pikir Aarin.

"Jaga etitut, Kak. Jangan karena kakak laki-laki dan senior di sekolah ini kakak berani berbuat seenaknya!" Aarin menepis kasar tangan remaja laki-laki itu. Bola mata safir nya itu kian memerah menandakan dirinya benar-benar marah.

Remaja laki-laki yang di tabrak oleh Aarin tadi menarik sudut bibirnya berbentuk senyuman kecil melihat keberanian Aarin.

"Aku hanya ingin bertanya kamu keturunan siapa kok bisa punya wajah bule cantik seperti ini?" Remaja laki-laki itu mengusap bibir ranum Aarin.

Nafas Aarin sudah naik turun menandakan kesabarannya sudah mulai habis. Gadis itu mengepalkan tangannya erat tak terima di perlakukan rendah seperti ini.

Tanpa di duga oleh remaja laki-laki itu Aarin mengambil ancang-ancang menendang burungnya.

Bugh.

"Ah …" Semua siswa laki-laki yang tak sengaja berlalu-lalang di sekitar lorong itu pun berteriak kesakitan. Padahal bukan burung mereka yang di tendang tapi selaku sama-sama punya burung mereka tahu pasti bahwa yang di rasakan remaja laki-laki itu sangatlah sakit.

Bahkan remaja laki-laki yang di tabrak oleh Aarin tadi segera memegang burungnya. Sakit .. pasti sangat sakit yang di rasakan oleh temannya itu.

Mendengar betapa kerasnya suara tendangan itu membuat semua kaum laki-laki yang menyaksikan itu merasa ngilu.

"Perkenalkan nama ku Aarin keturunan Muhammad Ali dan Mike Tyson!" Gadis itu tersenyum polos tanpa dosa, ketika melihat remaja laki-laki yang menyentuh nya tadi sedang merintih kesakitan sambil memegang burung nya.

Semua murid laki-laki yang mendengarnya pun tak tahu harus tertawa atau menangis. Mungkin kalau kulit Aarin eksotis pasti mereka akan percaya bahwa Aarin merupakan keturunan Muhammad Ali petinju legendaris dunia.

"Kakak kenapa diam saja? Siapa nama kakak!" Aarin menekuk kakinya sebelah mensejajarkan tingginya dengan remaja laki-laki yang sedang merintih kesakitan itu.

"Ah .. nama kakak Adam Malik ternyata!" Aarin mengangguk kepalanya pelan ketika melihat name tag remaja laki-laki itu.

Tak lama kemudian terdengar suara bel berbunyi menandakan sudah waktunya masuk kelas. Aarin bangkit berdiri gadis itu memasang senyum manis nya.

"Besok-besok kalau kakak berani menyentuh ku lagi maka aku berjanji akan membuat kakak tidak punya masa depan lagi!" Aarin tersenyum manis lalu segera berbalik tubuhnya dengan wajah yang datar tak berekspresi.

Oh Aarin .. kamu terlihat seperti ratu julid yang sangat pandai mengubah ekspresi mu.

"Kenapa kau tidak membantu ku untuk memberi pelajaran pada gadis itu Angkasa?" ujar Adam kesal ketika melihat temannya yang di tabrak oleh Aarin tadi hanya diam dan menonton.

"Aku masih sayang burung!" Angkasa tersenyum mengejek Adam yang seperti susah berjalan.

"Kau mirip seperti bocah laki-laki yang baru saja di sunat!" Angkasa tertawa lepas melihat penderitaan sahabat nya itu.

"Si Alan, kau .. awas saja kalau aku jumpa dengannya lagi. Maka akan aku pastikan dia menyesali perbuatannya tadi!" Adam mengepalkan tangannya erat.

"Hati-hati .. dia keturunan Muhammad Ali! Bisa-bisa kau tidak punya masa depan lagi." Angkasa membantu Adam yang terlihat kesusahan berjalan.

"Aku tidak takut. Kalau dia keturunan Muhammad Ali maka aku keturunan Bruce Lee!" cetus Adam membuat Angkasa tertawa cekikikan.

***

Aarin masuk ke dalam kelas nya. Gadis itu tersenyum ramah pada teman-teman sekelasnya dan di sambut baik oleh mereka.

"Ar, kamu tau tidak kalau hari ini kita kedatangan murid pindahan yang akan masuk kelas kita!" Seorang gadis cantik memakai kacamata duduk di samping Aarin.

"Aku tidak tahu dan tidak mau tahu. Sebaiknya kamu lebih fokus belajar Cika. Jangan hanya menggosip saja kerjaan mu!" sungut Aarin yang begitu kesal dengan sahabatnya yang sangat suka bergosip.

"Ish .. kamu tidak asik. Padahal aku 'kan baik orangnya, mana ada aku menggosip!" elak Cika membetulkan kacamata nya.

"Up to you." Aarin berucap acuh, gadis itu mengeluarkan buku pelajaran dan juga kotak pensilnya.

"Wah .. kotak pensil mu sangat bagus! Apa ini juga hadiah dari pacar mu?" Cika terkejut melihat kotak pensil Aarin yang tampak berkilau dengan permata kecil-kecil tertata cantik di kotak pensil tersebut.

Aarin tersenyum kecil seraya mengangguk kepalanya. Cika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, gadis itu sangat penasaran dengan sosok kekasih masa kecil Aarin.

"Pacar mu benar-benar baik. Kamu beruntung mendapatkan kekasih masa kecil yang begitu setia dan tentunya bucin dengan mu!" puji Cika membuat Aarin tersenyum kecil. Dia juga tak menyangka akan menjadi kekasih Brayen hanya karena di iming-imingi kue ulang tahun milik Brayen dulu.

Jika bertanya tentang bagaimana perasaan Aarin pada Brayen maka gadis itu tak tahu harus menjawab apa! Istilah kata Brayen sudah seperti bayangan nya yang akan mengikuti ke manapun Aarin pergi. Hanya di sekolah saja tidak ada karena dulu saat lulus SMP Brayen ikut masuk ke sekolah bisnis bersama dengan Aaron dan Bryan.

"Ya kamu benar, Ci. Aku sangat beruntung!" gumam Aarin mengusap kotak pensil cantik pemberian Brayen.

Aarin mengeluarkan ponselnya dari saku. Dia melihat ada pesan masuk yang ternyata dari Brayen.

Assalamu'alaikum sayang .. aku punya kejutan untuk kamu.

Aarin menaikkan alisnya sebelah membaca isi pesan Brayen. Kejutan? Apalagi yang Brayen siapkan untuknya? Apa laki-laki itu tidak bosan memberi kejutan setiap hari untuknya? Bahkan saking seringnya Aarin tak tahu lagi harus berekspresi seperti apa saat Brayen memberikan kejutan untuknya!

Kejutan apa, Bray? 

Namun sudah 3 menit Aarin menunggu balasan dari kekasihnya itu tak juga ada. Brayen hanya membaca pesan Aarin.

Apa Brayen sedang sibuk batin Aarin bingung.

Tak lama kemudian masuklah seorang guru cantik bertubuh gempal. Guru tersebut merupakan Bu Dina guru paling baik di sekolah itu. Semua murid tersenyum manis menyambut kedatangan sang guru tercinta.

"Selamat pagi anak-anak!" sapa Bu Dina tersenyum ramah.

"Pagi, Bu." Mereka semua menjawab serempak membuat guru cantik gendut itu tersenyum hangat.

"Hari ini kita akan kedatangan murid baru pindahan dari SMA 1 Tanah Luas. Mungkin kalian semua tahu bahwa SMA 1 Tanah Luas merupakan sekolah bisnis elit sama seperti sekolah kita yang bergerak di bidang farmasi. Jadi ibu harap kalian bisa berteman baik dengannya!"

"Baik, Bu."

"Masuk, Nak!" Bu Dina menaikkan suaranya membuat murid baru itu segera masuk.

"Gila .. itu manusia atau kartun anime .. ganteng nya kelewatan!" gumam Cika dengan air liur yang hampir keluar. Aarin yang penasaran pun langsung menatap ke depan melihat siapa murid baru itu.

Degg

**Bersambung.

Author tebak pasti kakak semua bakal komentar, like nya banyak dan vote juga kan habis ini😘😘😘🤭🥺🥺

Bantu karya ini masuk rangking karya baru ya kakak .. sama-sama berjuang kita agar si Brayen semakin semangat mengejar Aarin 😘😘😘😘🏃🏃🏃🏃

Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰

Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰

Mau triple up 😘😘

Vote dan secangkir kopi serta komentar yang banyak**!!

**Jangan lupa mampir ke novel milik author kece satu ini ..

tinggalkan jejak like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🙏**

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!