NovelToon NovelToon

PENGAWAL KESAYANGAN RAJA.

DOKTER JENIUS.

."Dokter..ada pasien yang baru datang , pasien karena tabrakan dok..!" seru seorang perawat pada Alea Agustin Pratama seorang dokter mudah yang sangat jenius.

Dia wanita mudah yang baru berusia 22 tahun, namun dia memiliki kwahlian dalam bidang penyakit dalam. Sudah beberapa orang yang dia sembuhkan di atas meja operasi. Dokter mudah putri dari tuan Handika Pratama dan nyonya Emilia Pratama juga sepasang Dokter ahli yang menjadi pemilik sebuah rumah sakit suasta yang sangat besar dan terkenal .

Dia putri ketiga dari tiga bersaudara yang kesemuanya menjadi dokter.

Alea merupakan anak bungsu yang sangat di manja oleh kedua orang tuanya dan kedua kakak laki- lakinya.

Alan Hadi Pratama yang sudah memiliki istri dan seorang putri. Serta Yuda Wira Pratama yang sekarang sudah memiliki seorang calon istri yang juga seorang dokter .

"Kenapa dengan pasiennya....?" tanya Lea sambil berdiri. Dia baru saja istirahat setelah menyelesaikan operasi pada pasien berpenyakit jantung .

"Pasien mengalami serangan jantung dok..." jawab sang perawat.

"Baik..aku akan segera kesana..." seru Lea dengan cepat . Dia segera menyambar jas dokternya yang dia taruh di cantolan baju di dalam ruangannya. Dengan setengah berlari dia berjalan kearah ruang IGD. ketika sampai di sana dia melihat ada beberapa korban yang sudah tergeletak di atas brangkar rumah sakit. Dan salah satu dari korban sedang di tangani , mungkin dia korban yang memiliki masalah jantung. Pikir Alea .

Dia segera mendekat kearah korban ,

"Dokter Alea..." seru dokter Arifin salah satu dokter teman sejawat Alea .

Melihat dokter Alea sudah datang, dokter Arifin segera memberi jalan pada Alea untuk mendekati sang pasien, dengan cekatan Alea segera memberi pertolongan, Karena keadaan pasien membahayakan nyawanya, maka Alea memutuskan pasien akan di operasi. untunglah keluarga pasien sudah ada yang datang. Saat korban harus di operasi dan butuh tandatangan , mereka bisa memberikan tandatangan mereka.

Hampir tiga jam Alea bersama beberapa dokter dan perawat melakukan operasi pada sang pasien, untunglah nyawanya bisa di selamatkan.

"Fuuh.... Lega rasanya Dok...elo emang punya tangan ajaib Dokter ." seru dokter Arifin.

.

"Tangan ajaib...?" tanya Alea tak mengerti.

"Hmm..." angguk dokter Arifin sambil tersenyum.

"Maksud lo apaan Dok....?" tanya Alea sambil menatap dokter Arifin dengan wajah penuh tanya.

"Maksud gue...tangan elo itu tangan ajaib... Habis setiap penyakit yang elo tanganin , pasti sembuh.. Tahu nggak sampai- sampai banyak pasien yang ingin elo yang menangani mereka..." jawab dokter Arifin sambil tersenyum dan menatap wanita cantik yang ada di sebelahnya. Wanita yang terlihat selalu tersenyum ramah pada setiap orang, walaupun dia adalah seorang dokter ahli dan putri satu- satunya dari sang pemilik rumah sakit mewah ini, dia wanita yang tak pernah terlihat sombong dan angkuh walaupun dia wanita kaya. Dia akan selaku terlihat sederhana bersahaja, namun kecantikan nya membuat siapapun akan terpesona .

"Ya elah dok... Lebay amat, semua itu hanyalah kehendak Tuhan...kita hanyalah sebagai perantara untuk menyembuhkan mereka, namun semua itu kita kembalikan pada sang maha kuasa, kalau Dia memang mengharuskan manusia itu masih di beri umur panjang dan sembuh, maka dia akan sembuh. Tapi kalau Dia menghendaki manusia harus kembali padanya, maka mereka tak akan bisa luput dari maut dan tak akan bisa tertolong juga..." jawab Lea dengan wajah ceriahnya.

Arifin menatap Lea dengan wajah kagumnya .

"wanita ini....dia selalu berfikir bijak dan rendah hati...batin Dokter Arifin.

"Inilah dirimu yang membuat kami selalu kagum padamu Le..." kata Arifin dengan wajah kagumnya.

"Udah dech Fin...jangan buat gue menjadi takabur.... Udah ach gue mau pulang, gue lelah setelah melakukan tiga operasi hari ini...gue pulang dulu ya gue ada sedikit kepentingan yang harus gue selesaikan, ...." kata Lea sambil berjalan meninggalkan Arifin. Dia berjalan kearah ruangannya untuk mengambil barang- barangnya.

Sedang Arifin yang di tinggalkan tersenyum menatap kepergian Lea yang berjalan menjauh darinya

"Hati- hati di jalan Le....!" teriak Arifin , Lea hanya melambaikan tangannya tanpa melihat Arifin.

"Elo emang gadis hebat Le... Gue bangga menjadi sahabat elo..." kata Arifin perlahan. Setelah itu dia berjalan menuju ruangannya.

Sedang Lea yang sudah sampai di ruangannya segera membuka baju prakteknya dan menggantungkannya di tempat gantungan baju. Setelah itu dia mengambil tas kerjanya dan keluar dari ruangannya. saat melewati lorong rumah sakit Lea mendapat sapaan dari para perawat atau dokter yang berpapasan dengannya.

"Sore dok...sudah mau pulang...?" tanya suster Reni menyapa Alea.

"Iya Ren...gue ada sedikit keperluan yang harus gue selesaikan..." jawab Lea sambil menatap dan tersenyum pada Reni yang sedang berjalan searah dengannya.

"Katanya tadi ada pasien gagal jantung yang sudah anda tolong ya dok..?" tanya Rani yang tidak mengetahui kedatangan pasien korban tabrakan tadi.

"Iya Ren, untung kami bisa menolongnya.." jawab Alea.

"Syukurlah dok... Dok...apa dokter tahu kebanggaan kami bekerja di rumah sakit milik keluarga dokter Alea...?" kata Rani lagi.

"Apa tuh..." tanya Lea penasaran sambil menatap orang yang berjalan di sebelahnya.

"Kami bangga bekerja di rumah sakit ini yang memiliki seorang dokter jenius sekaligus putri pemilik rumah sakit yang tidak sombong dan memiliki tangan ajaib seperti dokter Alea..." jawab Reni dengan bangga.

"Ya elah....bisa - bisa gue jadi manusia sombong nich...tadi si Arifin muji gue, ee...sekarang elo juga... Tolong jangan lagi ngomong kayak gitu ya...gue takut jadi orang sombong ..." kata Lea dengan mimik wajah menggemaskan.

"Ha ha ha....dok jangan memakai wajah kayak gitu.., Dokter nggak cocok tahu...bukannya terlihat menyedihkan malah terlihat wajah dokter imut banget..." kata Reni sambil tertawa .

"Ck...kau ini...pokoknya gue nggak mau mendengar perkataan kayak gini lagi. Bilang pada semua orang kalau gue nggak ingin mendengar omongan kayak gitu lagi,..." kata Alea sambil memperlihatkan wajah kesal. Namun bukannya takut, Reni malah kembali tertawa.

"Sudah dok, sudah...bukannya terlihat menakutkan malah dokter terlihat imut menggemaskan...." seru Reni yang tak henti tertawa.

"Udah ach...lo emang menyebalkan Ren..." seru Lea sambil meninggalkan Reni dengan kesal. Reni hanya tertawa melihat tingkah dokter Alea dan kembali melanjutkan lengkahnya menuju tempat yang dia tuju. Sedang Alea yang sudah sampai di loby rumah sakit bertemu dengan para resepsionis yang ada di loby.

"Sore dok...?" sapa mereka.

"Sore..." jawab Lea sambil tersenyum ramah. Dia segera berjalan keluar rumah sakit menuju mobilnya . ketika dia sampai di depan mobil miliknya tiba- tiba dia di datangi seorang pria tua yang memakai baju lusuh..

"Nak...kau seorang dokter...?" tanya kakek tua itu.

"Benar kek...ada apa kek...?" tanya Lea ramah.

"Nak...minggu lalu kakek mengalami kecelakaan dan mengalami luka , saat kakek pulang seharusnya kakek kontrol tapi karena kakek tidak memiliki uang kakek tidak berani datang kerumah sakit. Nak...apakah kau mau melihat luka kakek...?" tanya sang kakek dengan wajah sedih .

"Tentu Kek...apakah kaki kakek itu yang terluka...?" tanya Alea dengan wajah prihatin.

"Benar nak..." jawab sang kakek.

"Kalau begitu kita masuk kedalam rumah sakit yuk kek..." kata Alea lembut .

"Apakah kau tidak bisa menolong kakek di sini saja...?" tanya kakek dengan wajah memohon. Lea menatap sang Kakek yang ada di depannya.

"Baiklah kek...sekarang kakek masuk kedalam mobil Lea ya. ." kata Lea lembut.dia membukakan pintu mobil bagian belakang.

"Nak...apa nanti mobilmu nggak kotor, lebih baik kita duduk di bawah pohon itu aja ya...." pinta sang kakek.

"Jangan kek...di sana kotor, kakek masuk aja kedalam mobil ini, nggak jadimasalah kok kek...mobil Akeh nggak akan kotor hanya karena kakek duduk di dalamnya..." kata Alea dengan tersenyum lembut. Sang kakekpun akhirnya mau diajak masuk Alea walau dengan perasaan nggak enak. dia takut mengotori mobil mewah milik Alea. Perlahan Alea membawa sang kakek untuk duduk di dalam mobil.

"Sebentar ya kek... Lea akan mengambil kotak P3K dulu..." pamit Lea. Sang kakek hanya menganggukkan kepala. Lea segera beranjak menuju bagasi mobil. saat Lea berjalan meninggalkan sang kakek, tanpa di sadari Lea, terlihat senyum tipis di wajah sang kakek .

Sedang Lea yang sudah mengambil kotak P3K sudah berjalan kembali ke arah sang Kakek.

"Kek..maaf agak lama...soalnya Lea mencari botol air mineral ...." kata Alea meminta maaf.

"Nggak apa- apa nak..." jawab sang kakek.

"Ini minum dulu kek..." kata Alea sambil menyodorkan sebotol air mineral kemasan pada sang kakek .

"Trimakasih nak...." jawab sang kakek sambil menerima air dari tangan Alea.

Setelah sang Kakek meminum air yang dia berikan, Lea segera membuka perban yang menutupi luka kaki sang kakek. Saat Perban terbuka ternyata kaki sang kakek sudah mengeluarkan darah dan nanah .

"Kek...kenapa kaki kakek sampai seperti ini...?" tanya Alea penuh iba.

"Mungkin karena kakek tak membawanya ke rumah sakit lagi nak.." jawab sang kakek.

Dengan telaten Alea membersihkan luka itu tanpa rasa jijik. Setelah bersih dan memberikan salep , Alea kemudian memakaikan kembali luka sang kakek dengan perban bersih, Lalu dia berkata pada sang kakek.

"Kek...dua hari lagi kakek datang lagi kemari ya... Kakek langsung saja datang ketempatku ku... Tanya pada perawat ruang dokter Alea..." kata Alea dengan lembut.

"Tapi kaket nggak punya uang nak..." kata sang kakek sedih

"Kakek nggak usah mikirin soal uang... Lea nggak membutuhkan itu, Lea akan senang kalau kakek datang ..." kata lea dengan tersenyum lembut .

Kruuuk....kruuuk....

Tiba- tiba terdengar perut kakek tua itu berbunyi. Terlihat wajah sang kakek malu. Sedang Alea tersenyum lembut

"Kakek lapar....?" tanya Lea lembut.

"Maaf nak..." kata sang kakek pelan .

"Kalau gitu kakek ikut Lea dulu ya...Lea juga belum makan .." kata Lea lembut.

Lea segera membereskan alat P3K nya dan kembali menyimpan di garasi mobilnya . Setelah menutup pintu di dekat sang kakek, Alea segera berjalan kearah tempat kemudi .

Setelah masuk kedalam mobil , Alea segera menjalankan mobilnya menuju rumah makan terdekat dari rumah sakit.

Tak berapa lama Alea pun segera memarkirkan mobilnya di parkiran sebuah restoran . setelah itu dia turun dan berjalan kepintu tempat kakek duduk.

"Ayo kek kita makan dulu..." kata Lea sambil membukakan pintu mobil.

"Nak...apakah kau nggak malu membawa kakek kedalam rumah makan besar ini...?" tanya sang kakek canggung.

"Kenapa kek...? Bukankah kita akan membeli makanan...?" kata Alea dengan wajah lembut.

"Tapi nak...kakek seperti ini apakah kamu nggak merasa malu...?" tanya sang kakek lagi .

"Kenapa mesti malu kek..Alea akan malu kalau Lea mencuri atau membiarkan kakek kelaparan ...." jawab Alea sambil tertawa .

"Ayo kek kita masuk kedalam.... " kata Alea sambil menggandeng tangan sang kakek seperti seorang cucu yang sedang menggandeng tangan kakeknya.

tanpa Alea sadari ada senyuman tipis di bibir sang kakek.

sudah dulu ya....jangan lupa like , vote dan komennya author tunggu.

Bersambung.

KEMATIAN ALEA.

"Baiklah nak...kalau begitu ayo kita masuk.."kata sang kakek sambil berjalan agak terpincang- pincang.

"Kek sini Lea bantu..." kata Lea sambil memegang tangan sang kakek dengan lembut.

"Kau tidak malu nak..." tanya Kakek itu.

"Untuk apa malu kek...ayo kita masuk..." jawab Lea lembut. Mereka masuk kedalam restoran itu sambil tangan Alea menuntun sang kakek. Saat memasuki restoran Banyak mata menatap kearah mereka. Dengan wajah cuek Alea membawa si kakek kearah tempat yang agak sepi dan tenang. Alea segera memanggil pelayan rumah makan itu.

Seorang pelayan datang mendekati mereka. Sang pelayan yang sudah mengenal Alea tersenyum pada Alea.

"Mau pesan apa kak Lea...?" tanya pelayan wanita yang terlihat masih muda itu.

"Kakek mau makan apa...?" tanya Alea lembut.

"Terserah kau saja nak...?" jawab sang Kakek.

"Tan kau bawakan ayam goreng kampung dua bersama nasinya ya .. Dan bawakan juga sayur bening aja Tan..." pinta Lea pada pelayan yang bernama Tanti.

"Baik kak...minumnya apa kak...?" tanya Tanti lagi.

"Kakek mau es teh atau jus jeruk...?" tanya Alea pada sang kakek

"Es teh saja nak....." jawab sang kakek pelan.

"Dua es teh Tan, ..." kata Lea kembali. Pelayan itu segera pergi meninggalkan Alea dan sang Kakek untuk menyediakan pesanan mereka. Tak berapa lama pesanan merekapun segera datang. Pelayan bernama Tanti itu segera menata makanan di atas meja .

"Ayo kek dimakan..." kata Alea lembut.

Merekapun segera makan tanpa berkata. Alea tanpa rasa enggan memakan makanannya bersama kakek yang ber baju lusuh. Sang kakek tanpa setahu Alea tersenyum lembut menatap Alea yang sedang asik makan. Setelah selesai makan mereka segera meninggalkan restoran itu. Saat sampai di depan mobil Alea berkata pada sang kakek.

"Kek...di mana rumah kakek...biar Alea mengantar kakek sampai di rumah..." kata Alea pada sang kakek.

"Nak...biar kakek sampai di sini saja..rumah kakek tidak terlalu jauh dari sini kok..?" tolak sang kakek.

""Tapi kek..." kata Alea khawatir.

"Jangan khawatir nak...kakek akan baik- baik saja kok, sekarang pulanglah dan tolong kamu terima kalung pemberian kakek ini, tolong jangan kau tolak. dan tolong kalung ini jangan kau lepaskan dari lehermu.." kata sang kakek.

Alea terkejut mendengar omongan sang kakek , dia melihat kearah tangan sang kakek yang memberikan kalung berbandul batu giok hijau.

"Tapi kek... Lea nggak meminta imbalan pada kakek..." tolak Alea halus.

"Nak...trimalah pemberian kakek ini. Kakek harap kau tidak pernah melepaskan kalung ini..." pinta kakek tua itu. Dia menatap wajah Alea dengan penuh harap.

"Baiklah kek kalau memang itu permintaan kakek...." kata Alea dengan wajah lembut . dia segera memakai kalung yang di beri oleh kakek tua itu.

"Trimakasih nak.. Sekarang pulanglah, suatu saat kita akan bertemu kembali.." kata sang kakek.

"Baiklah kek, Lea pamit dulu..." kata Alea lalu berjalan meninggalkan kakek tua itu kembali kedalam mobilnya. Sesampainya di dalam mobil Alea menatap kembali sang kakek lalu menjalankan mobilnya meninggalkan restoran dan sang Kakek .

Setelah mobil Lea hilang dari pandangan sang kakek tersenyum.

"Kau memang wanita pilihan nak , kita akan bertemu kembali kelak. Sampai jumpa gadis pilihan...." gumam kakek tua itu perlahan. tak lama si kakek tiba- tiba menghilang entah kemana .

Sedang Alea kini sudah sampai di depan rumah besar sang Papa. Dia segera membunyikan klakson mobilnya untuk meminta di bukakan pintu gerbang rumah sang Papa. Tak lama terlihat bang parmin satpam rumah melihat kedatangannya.

"Non Alea....." seru bang Parmin .

"Iya bang ...bukain pintunya...." seru Alia ramah.

"Baik Non...." seru bang Parmin senang.

Parmin sangat suka pada Alia karena, putri tuannya itu sangat sopan, tidak sombong, bersahabat, dan baik hati . Parmin segera membuka pintu gerbang untuk sang putri majikannya.

Sedang Alia yang sedang menunggu pintu gerbang di buka dia memandang daerah sekitar rumahnya . dan saat melihat kearah Kanan mobilnya dia melihat seorang anak kecil keluar dari dalam pekarangan sebuah rumah sendirian . Dan Alia tahu siapa anak kecil itu.

Dia Mika putri kecil pasangan kak Rini dan kak Sofyan tetangga nya. Gadis kecil itu berjalan tertatih menuju jalan besar.

"Gila...kemana kak Sofyan dan kak Rini.. Mengapa mereka membiarkan Mika sendirian. ..." seru Alea khawatir.

Dengan segera Alea keluar dari dalam mobilnya dan berlari kearah gadis kecil itu. Tiba- tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi datang dari arah belakang. Alea yang melihat mobil yang melaju cepat segera berlari kearah Mika yang kini sudah berada di pinggir jalan.

Dengan sekuat tenaga Alea berlari kearah Mika. Untunglah sebelum mobil membentur tubuh Mika , Alea dapat menangkap tubuh Mika dan melempar pelan tubuh itu kepinggir jalan dan sialnya tubuh Alea lah yang terkena benturan mobil hingga terlempar keras menghantam pinggiran trotoar jalan hingga pingsan dan kepalanya berdarah- darah. Terdengar teriakan Parmin saat melihat kejadian itu. Sedang Alea merasakan kepalanya sakit sekali dan perlahan- lahan kesadarannya hilang.

******

Di tempat lain dan di masa lain terlihat seorang wanita sedang menangisi tubuh seorang gadis yang terlihat terbujur diam di atas pembaringan sebuah ranjang kecil dan usang.

"Putri tolong sadarlah... Putri, hamba berjanji akan menuruti semua keinginan putri jika putri sadar... " seru gadis yang berada di pinggiran ranjang usang itu. Dia sudah satu hari satu malam menangisi putri junjungannya yang terjatuh dan kepalanya menghantam sebuah batu karena di dorong oleh kakak tiri sang putri anak dari selir kedua sang ayah.

Ya ..dia yang tertidur atau pingsan di atas pembaringan lusuh itu adalah putri Lea Min Han putri sah dari seorang Jendral besar dari sebuah kerajaan dinasti Long.

Ibu sang putri sudah lama meninggal saat sang putri berusia lima tahun. Sang ibu meninggal karena terkena penyakit yang cukup parah hingga ajal menjemputnya . setelah kematian sang bunda, putri Lea hidupnya menderita. Karena sang Ayah yang sudah kehilangan istri tercintanya entah mengapa tidak pernah menghiraukan keadaan putri kecilnya. Diapun tahu kalau putri Lea sering mendapat siksaan dari kedua selir dan ketiga putri dari selir nya. Namun dia hanya diam saja. Sampai- sampai para pelayan yang ada di kediaman jendral ikut menghina sang putri. Apalagi sang putri terkenal dengan sebutan putri buangan karena tidak memiliki keahlian apapun. Dan putri Lea terkenal memilki wajah yang sangat jelek. Hanya pengasuh sekaligus sahabat sang putri saja yang selalu menyayangi putri Lea. Dia Mimi gadis yatim piatu yang di tolong oleh ibu Lea saat dia di temukan di sebuah kuil dekat pasar. Saat itu ibu Lea sedang berjalan - jalan, tiba - tiba dia mendengar tangis dari dalam kuil yang mereka ketahui kuil itu kosong dengan rasa penasaran ibu Lea dan pembantu serta pengawalnya masuk kedalam kuil. Saat sampai di dalam kuil mereka menemukan Mimi yang sedang menangis. Akhirnya ibu Lea membawa Mimi pulang ke kediaman sang jendral .

Sejak saat itulah Mimi tinggal dan di rawat oleh bunda Amerta nama ibu Lea.

"Putri bangun putri...sadarlah..." kata Mimi di sela tangisnya.

"Aauuu.. sakit.." tiba- tiba terdengar seruan dari mulut putri Lea .

"Putri kau sadar....?" seru Mimi tak percaya.

Mata itu perlahan- lahan terbuka. Dan saat matanya terbuka dia terlihat kaget.

"Lo gue ada di mana...? Apa gue sudah mati...? Bukankah gue tadi tertabrak mobil dengan keras, dan gue yakin gue terluka parah, Dan apakah ini akhirat...?" gumaman itu terdengar dari mulut putri Lea. Ternyata di dalam tubuh putri Lea sekarang adah jiwa dari Alea si dokter jenius yang ternyata mati tertabrak mobil di abad 21. Alea memandang keadaan di sekitarnya.

"Putri...kau sudah sadar...." seru seseorang menyadarkan Alea dari rasa herannya.

"Putri....?" tanya Alea perlahan. Dia menatap wanita yang ada di depannya. Seorang gadis yang kira - kira berumur 18 tahun sedang bersimpuh di dekat pembaringannya dengan wajah sembab. gadis itu memakai baju seperti yang ada di dalam cerita kerajaan di drakor yang sering Alea tonton.

Tiba- tiba kepala Alea kembali sakit. Dengan memegang kepalanya Alea berseru. terlihat bayangan- batangan seperti putaran film yang di putar secara cepat membayang di benak Alea. Bayangan itu berputar dengan cepat menunjukkan kehidupan putri Lea yang asli. Cukup lama Alea melihat kilas balik kehidupan putri Alea.

"Ya ampuun...apa roh gue masuk ketubuh wanita lain di jaman yang lain pula..? apa gue ada di jaman kerajaan...ya ampuun...kenapa jadi begini..." seru Akeh dalam hati.

"Putri...putri...kau tak apa- apa...?" tanya Mimi ketakutan. Ingin rasanya dia berlari mencari tabib yang ada di kediaman Jendral . namun Mimi akan merasa sia- sia. Karena saat putri Alea terjatuh dan kepalanya berdarah , tabib tidak di perbolehkan datang ke kediaman putri Alea oleh para selir. Jadi saat melihat sahabat sekaligus tuannya kesakitan Mimi hanya bisa menangis .

Alea yang Kini sudah merasa agak baikan membuka matanya yang sejak tadi terpejam karena menahan sakit. Dia menatap gadis yang berada di sebelah pembaringannya.

Kalau tidak salah gadis ini bernama Mimi. kara Akeh dalam hati. dia melihat gadis ini yang selalu merawat gadis yang tubuhnya sekarang jadi milik Alea.

"Apakah kau Mimi...?" tanya Alea perlahan.

"Benar putri...apakah kau masih merasakan sakit di kepalamu putri ..?" tanya Mimi dengan wajah sedih. Alea hanya mengangguk.

"Maafkan hamba putri.." kata Mimi dengan wajah sedih.

"Kenapa kau meminta maaf...?" tanya Alea pada Mimi.

"Karena Mimi tidak bisa memanggilkan tabib untukmu putri...mereka tidak memperbolehkan tabib datang kemari.. " kata Mimi dengan wajah sedih

"Nggak masalah Mimi...." kata Alea dingin

"Oh ya Mimi...apakah kau memiliki sebuah cermin...?" tanya Alea perlahan.

"Kalau benar perkiraan gue...ternyata gue masuk kedalam raga gadis malang ini... Dan itu berarti gue sudah mati di dunia abad 21. Dan gue masuk kedalam tubuh gadis malang ini ..." ucap Alea dalam hati.

"Ada putri.. Sebentar akan hamba ambilkan...?" kata Mimi dengan cepat. tak berapa lama Mimi telah kembali dengan sebuah cermin yang terlihat agak kusam .

"Ini putri..." kata Mimi sambil memberikan kaca itu. Alea segera melihat wajahnya di cermin .

"Ya Tuhan...kenapa wajah ini buruk sekali...banyak benjolan di wajahnya.... Tapi sepertinya ini karena sesuatu. Baiklah aku akan merubah wajah ini .." monolok Alea di dalam hati.

"Mimi...apakah kau bisa menceritakan semua kejadian masa laluku...?" kata Alea sambil menatap Mimi.

"Maksud putri...?" tanya Mimi rak mengerti.

"Setelah aku terjatuh dan kepalaku terantuk batu, aku merasakan ingatan kehidupanku banyak yang aku lupakan, karena itu maukah kau mencerirakannya agar aku ingat kembali masa laluku..." bohong Alea.

"Baik putri...." kata Mimi.

udah dulu ya ceritanya. jangan lupa like dan komen serta votenya Author tunggu

oh ya ini fisual Alea sebelum masuk kedalam tubuh putri Lea.

kalau kurang berkenan di hati kalian bayangin yang laun aja ya...

GADIS BODOH.

" jadi kau sekarang banyak kehilangan ingatanmu putri...?" tanya Mimi dengan wajah khawatir.

"Benar Mimi... Aku hanya bisa mengingat dirimu dan sebagian masa laluku...aku sudah lupa akan kedua orang tuaku serta saudara- saudaraku, jadi tolong kau cerirakan siapa aku dan nanti kalau kita bertemu dengan mereka bantu aku mengingatnya siapa mereka , tapi masalah ini jangan sampai ada yang tahu ..." jawab Lea dengan wajah masih menahan sakit di kepalanya.

"Baik putri..." jawab Mimi dengan wajah sedih.

"Sekarang tolong ceritakan masa laluku Mimi..." kata Lea lagi.

Akhirnya Mimi menceritakan semua kejadian yang pernah di alami putri Lea Min Han. Kehidupan putri Lea mulai dari kehilangan sang ibu sampai dengan sengaja di dorong oleh kakak tiri putri dari selir sang Ayah yaitu putri Mailan Han putri tertua dari selir sang Ayah. Dan itu seperti di sengaja. Karena sebenarnya satu bulan lagi pada usia putri Lea yang ke 17 tahun, putri Lea akan bertunangan dengan putra mahkota walaupun setahu Mimi putra mahkota tidak menginginkan putri Alea. Karena putra mahkota yang dingin pada wanita itu masih tidak mau menjalin hubungan dengan wanita manapun. Apalagi mendengar kalau Putri Lea adalah putri yang tidak memiliki keteampilan apapun atau putri Bodoh. Tapi karena perintah raja putra mahkota tidak bisa berkutik lagi .

Namun ternyata putri meilan Han kakak tiri dari selir Rolia jatuh cinta pada putra mahkota. Karena itu dia berusaha menyingkirkan putri Lea. Dan sialnya karena putri Lea tidak memiliki keahlian apapun dia mudah di tidas dan melancarkan niat putri Meilan menyingkirkannya .

"Terang aja dia di katakan putri buangan atau putri sampah atau putri Bodoh..tapi jangan khawatir putri aku akan menggantikan kehidupanmu yang sengsara itu, aku akan mencarikan keadilan buatmu .".batin Alea .

Kehidupan putri Lea Min Han sangat beda sekali dengan kehidupan Alea di abad 21. Dia seorang dokter yang jenius. Yang mendapatkan didikan dari kedua kakeknya. Pendidikan dari kakek yang dari sang Mama adalah pendidikan keahlian dalam pengobatan tradisional maupun modern dan bermacam- macam pengenalan terhadap racun serta pembuatan penawar racun . dia menjadi dokter ahli hingga ke ahliannya dalam soal pengobatan di akui semua orang . sedang pendidikan dari sang Kakek yang dari sang Papa adalah segala ilmu beladiri dari cara memainkan pedang belati serta panah, sampai pada keahlian senjata modern seperti pistol, granat , senapan . karena itulah di dalam kamar Alea banyak tropi kejuaraan yang dia dapatkan dalam bidang kejuaraan bela diri maupun panahan atau menembak, . Gadis Alea yang multi talenta berbanding terbalik dengan tuan putri Lea Min Hua . Ketika Mimi mengakhiri ceritanya Alea tersenyum .

"Terima kasih Mimi atas kesediaanmu yang mau menceritakan kembali kehidupanku. Dan aku juga berterimakasih kau masih mau menjadi sahabatku dan mau menjagaku..." kata Alia pada Mimi setelah gadis itu selesai dalam bercerita.

"Itu sudah menjadi kewajibanku putri..hamba akan selaku ada bersama tuan putri..." jawab Mimi. Tiba- tiba kepala Lea kembali sakit.

"Aaauu...sakit..." seru Alea. Dia memegang kepalanya yang terasa sakit.

"Putri...maafkan hamba...hamba tidak bisa memanggilkan. tabib buat pitri....." kata Mimi dengan menangis.

"Nggak apa- apa Mimi...sebentar lagi juga sembuh..." kata Alea menghibur. lintasan- lintasan peristiwa masa hidup putri Lea kembali membayang di dalam bwnak Alea, semua iru membuat Alea mengetahui kehidupan putri Alea yang sangat sengsara. Tak berapa lama sakit di kepala Alea benar- benar sembuh seiring berakhirnya lintasan kehidupan putri ALea Min Han .

'Putri...jangan khawatir aku akan membalas sakit hatimu, aku akan membuat namamu di kagumi oleh masyarakat kerajaan ini..." kata Alea berjanji dalam hatinya.

"Nach lihatlah sekarang aku sudah mulai sembuh kan..." kata Alea sambil tertawa.

"Syukurlah putri..." kata Mimi dengan wajah gembira.

"Mi..apakah kau bisa mencarikanku telor dan lemon ..?" tanya Lea pada Mimi.

"Untuk apa putri....?" tanya Mimi bingung .

"Untuk merawat tubuh dan wajahku, dan kalau bisa jangan kau katakan kalau aku sudah sembuh....biar mereka tetap menyangka aku masih sakit parah...kalau perlu kau bisa bilang kalau aku hampir mati, jika nanti ada yang bertanya padamu..." kata putri Lea pada Mimi.

"Baik putri .." jawab Mimi.

"Dan satu lagi , jangan memanggilku putri.. Aku tidak suka. Kau bisa memanggilku dengan namaku saja.." kata Lea atau Alea si gadis dari masa depan..

"Tapi putri...." Mimi masih ingin memprotes permintaan Alea.

"Tidak ada tapi- tapian Mimi... Ini perintah, kau adalah sahabatku bukan pelayanku..." tekan Alea .

"Baiklah kalau itu perintah darimu, apa boleh aku memanggilmu Lea'er....?" tanya Mimi sambil menatap Alea dengan wajah memohon. Alea menatap wajah Mimi yang terlihat memohon Padanya.

"Baiklah kau boleh memanggilku apapun yang kau suka asal jangan putri..." jawab Alea dengan wajah tersenyum.

"Ya ampun....gue bingung, kenapa gue masuk ketubuh putri Lea Min Han ya... Bukankah gue orang indonesia,..tapi gue juga heran, kenapa gue bisa mengerti dan bisa bahasa mereka...? bukankah ini daratan Cina tempo dulu...?aaah....masa bodoh...yang penting gue bisa ngebales perlakuan mereka pada pemilik tubuh ini,...." monolok Alea dalam hati.

"Satu lagi, kau akan ku panggil Kakak, jadi mulai sekarang kita bersaudara dan bersahabat. Sekarang sini peluk adik kecilmu ini...?" kata Alea pada Mimi sambil merentangkan tangannya. Mimi segera memeluk Alea sambil menangis. Dia tak menyangka gadis yang menjadi majikannya menganggap nya sebagai saudara.

"Sudah- sudah jangan menangis lagi kak.. Sekarang tolong kau ambilkan aku buah lemon dan telor satu biji , aku ingin merawat wajahku yang jelek ini..." kata Alea sambil mendorong dan mengusap wajah pengasuhnya yang masih menangis.

"Baik Lea'er...aku akan mengambilkan permintaanmu. Aku juga akan mengambilkan makanan buat kamu... tapi maaf jika aku nggak bisa membawa makanan yang enak buatmu, " kata Mimi pada Alea.

"Nggak masalah, pergilah....eee tapi tolong kau bersihkan dulu air matamu.." goda Alia pada Mimi.

Mimi tersenyum sambil mengusap matanya yang masih mengeluarkan air mata. Setelah itu dia berjalan keluar kamar Alea.

Setelah kepergian Mimi, Alea segera mengambil cermin yang ada di atas pembaringannya. Di tatap wajahnya yang terlihat penuh dengan luka. Bukan hanya wajahnya, tetapi tubuhnya juga penuh luka.

"Gila...ternyata ini gara - gara racun yang ada di tubuh gadis malang ini. Untung gue tahu soal racun dan cara mengobatinya. He he he...nggak sia- sia gue belajar pengobatan tradisional pada Kakek, ternyata di jaman ini gue harus menyembuhkan diriku sendiri yang terkena racun..." seru Alea sambil memandang wajah dan tubuhnya.

Tak berapa lama Mimi datang dengan membawa pesanan Alea serta semangkok nasi tanpa sayur dan ikan.

"Kak...ini apa...?" tanya Alea heran , sebab Mimi hanya membawa semangkok nasi .

"Maaf Lea'er kakak hanya bisa membawakan nasi putih ini saja..." jawabnya dengan wajah sedih.

Alea tercekat melihat itu semua. Akhirnya mau tak mau dia harus memakan nasi tanpa lauk dan sayur itu.

"Kak...kau sudah makan...?" tanya Alea pada Mimi.

"Makanlah Lea'er...soal kakak itu gampang nanti. Tiba- tiba terlintas di ingatan Lea, di mana dia sering melihat Mimi meringis menahan lapar . mungkin karena jatah makan mereka yang kurang, membuat Mimi memberikan semua nasi pada putri Lea. Hingga dia sendiri kelaparan.

"Kak...sini kita makan bersama..." kata Alea pada Mimi.

"Nggak usah Lea'er...kakak tadi sudah makan kok..." jawab Mimi menolak ajakan Alea.

"Kak...kalau kau tidak makan, aku juga nggak akan makan kak..." ancam Alea pada Mimi.

"Tapi Lea'er..nasinya cuma sedikit..." jawab Mimi dengan wajah sedih.

"Banyak atau sedikit kita makan bersama ..." jawab Alea tegas.

"Baiklah...." kata Mimi pasrah. Dia segera mendekati Alea, mereka segera makan bersama. Nasi yang hanya semangkok mereka makan berdua .Setelah makan Alea segera mengambil lemon dan mengusapkannya keseluruh permukaan kulitnya. Saat air lemon terkena wajahnya dia merasakan perih di permukaan wajahnya. Namun Alea menahannya. Tak berapa lama sakit itupun segera hilang. Alea kembali mengoleskan putih telur pada wajahnya. Sambil mendiamkan masker telor di wajahnya, Alea meminta Mimi untuk menyiapkan air hangat untuk mandi.

"Kak...apakah kau bisa menyediakan air hangat untuk mandi..."tanya Alea pada Mimi.

"Tentu Lea'er......aku akan membawakannya untukmu ..." jawab Mimi sambil berjalan keluar kamar Alea.

Tak berapa lama Mimi datang membawa beberapa ember air dingin dan air panas, dia segera menaruh kedalam bak mandi milik pitri Lea yang berada di dalam kamarnya. Setelah bak mandi sudah penuh dan sudah di beri taburan bunda mawar Mimi segera memberitahukan pada Alea.

"Lea'er...air mandinya sudah ada, kau mandilah agar tubuhmu segar..." kata Mimi lembut.

"Baik kak..." jawab Alea sambil bangun dari pembaringan. Alea segera berjalan kearah tempat bak mandi. Mimi segera mengikuti.

"Lo kak...kenapa kau ikut...?" tanya Alea heran.

"Kakak mau membantumu mandi Lea'er..." jawab Mimi .

"Nggak usah kak...Lea bisa mandi sendiri..." seru Alea dengan cepat.

"Lo bukankah kakak selalu membantumu mandi Lea' er..." kata Mimi heran.

"Tapi mulai sekarang Lea akan mandi sendiri kak...kalau kau ingin membantuku tolong kau siapkan saja baju ganti buatku...kau nanti bisa membantuku memakai hanfu itu ..." kata Alea lembut. Dia tahu di novel- novel yang pernah dia baca saat waktu senggang, kalau gadis atau wanita bangsawan akan memiliki pelayan yang akan membantunya di setiap hari kehidupan mereka.

"Baiklah Lea'er..." jawab Mimi dengan wajah masih keheranan. Dia segera meninggalkan Alea.

Alea segera membuka bajunya. Dan dia segera masuk kedalam bak mandi yang sudah di taburi bunga mawar itu. Saat badannya mengenai air hangat dia merasakan rasa perih di sekujur badannya.

"Ya ampun betapa menderitanya gadis ini..." gumam Alea sambil mengusap pelan tubuhnya. Dia merendam tubuhnya dengan air hangat .

"Aku harus mencari tanaman obat di hutan, biasanya di dalam cerita tanaman obat banyak di temukan di dalam hutan yang lebat. Tapi di mana tempat hutan itu...? Di dalam ingatan gadis ini aku tidak menemukan tempat hutan berada...apa dia tidak pernah keluar dari kediamannya ini ya..." ucap Alea perlahan.

"Aah biar gue tanyakan sama si Mimi nanti..." ucapnya bermonolok sendiri.

Setelah agak lama berendam, Alea segera keluar dari bak mandi. Dengan memakai kain putih polos yang sudah di sediakan Mimi , Alea segera keluar dari bak mandi dan menutup badannya dengan kain itu. Ketika dia sampai di dalam kamarnya kembali , dia melihat Mimi sudah menyiapkan baju hanfu yang terlihat bersih walaupun sudah terlihat usang. Setelah memakai hanfu dengan bantuan Mimi Alea segera menyisir rambutnya yang panjang hitam di bantu Mimi.

"Kak..apakah kau tahu di mana letak hutan di sini kak...?" tanya Alea pada Mimi.

"Untuk apa Lea'er..." tanya Mimi tak mengerti. Dia menatap Alea dengan wajah bingung nya. dia tak mengerti keinginan sahabat sekaligus majikannya.

************

Maaf sampai di sini dulunya ceritanya. kalau mungkin ada banyak typo nya mohon maaf ya...🙏🙏🙏

jangan lupa tinggalkan like, vote dan komennya ya agar Author tahu kesalahan author,

Bersambung.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!