NovelToon NovelToon

Kisah Sang Mafia : Tawanan Cinta Sang Mafia Kejam

Episode 1 : Pilot

Di malam yang gelap seorang wanita lari dengan sangat kencang ia memiliki rambut yang panjang dan lurus dan terus berlari ketakutan

Ia bersembunyi di pohon cukup besar dan menarik nafasnya setengah setengah

Ia melihat kebelakang pohon tak ada siapa siapa

Ia menarik nafas panjang

Bruppp

Ia di bekap dari belakangnya dan mendapatkan nafas hangat seorang pria di telinganya yang berbisik mencekam

"kau kalah dalam permainan ini bersamaku sayang !".tekan lelaki misterius tepat di telinganya

Di tangan sang lelaki yang satunya ia memegang pisau yang mengancam gadis tersebut dengan sedikit sentuhan dari pisau itu

Lelaki itu segera menggendongnya seperti karung beras lalu membawanya pergi dan wanita itu berteriak memukulinya

"lepaskan aku ! Lepaskan aku ! Lepaskan aku !".

•••

3 Hari Sebelumnya

pagi yang cerah suasana hangat mata Indah bewarna brown hazel layaknya iblis itu terbuka sempurna.Seorang pria tampan nan rupawan memiliki postur tubuh sempurna terbangun dari tidurnya ia bangkit dari ranjang extra king size miliknya dan mempersiapkan dirinya untuk membasuh dirinya

dirinya kemudian bersiap siap memakai kaus kemeja mahalnya yang seharga langit tak lupa dasi hitam di leher miliknya serta jasnya yang bermerek Ralph Lauren

Dia berjalan ke mobil mahal miliknya dengan seluruh anak buahnya yang mengekor nya

semua menghormatinya ia tersenyum dan masuk mobil mahal miliknya dan begitu pula anak anak buahnya yang mengikutinya mereka membawa mobil mereka bersamaan mengikutinya

kini sampailah ia di gedung pencakar langit miliknya.Ia turun,menginjakkan sepatu mahal dan kaki miliknya di kantor kekuasaannya

"selamat pagi tuan ".bungkuk semua anak buah lelakinya

Semua patuh terhadapnya tidak ada yang berani membangkangnya pria itu sangatlah berkuasa

dia menjalankan rapat pribadi miliknya dengan baik walaupun para dewan perusahaan kini tengah berdebat

ia memutar kursinya kemudian melihat dinding kaca yang menampilkan indahnya kota SISILIA

ia memasukkan kedua tangannya dalam saku dan menutup kedua mata Iblisnya

DUARRRRRR

Ponselnya berdering ia mendial ponselnya

📞 : "bagus kalian selesaikan tugas kalian ! ."ucap pria tersebut sambil tersenyum devil

📞 : "ikuti dia kemana pun ! "

📞 : "aku akan kembali dari sisilia nanti malam." ucap pria tersebut

kemudian sang pria pun berdiri dari tempat duduknya dan melempar ponselnya tersebut ke meja dan memasukan tangan ke saku celananya lalu menatap pencakar langit dan melihat keindahan kota Sisilia dan tersenyum smirk

•••

Richmond,Virginia

orang orang berjalan cepat dengan lalu lintas yang padat di sebuah pinggiran kota tepatnya di panti asuhan yang sangat besar dengan halaman yang sangat luas

seorang wanita cantik dengan rambut bergelombang warna cokelat miliknya dengan mata Hijau indahnya tengah bersiap siap dia berada di depan cermin dan memilih milih pakaian yang cocok ia gunakan

"tidak cocok ".ucapnya

Melempar pakaian ke kasur

"tidak cocok ".ucapnya

Melakukan hal yang sama seperti tadi

"gunakan warna pink atau navy atau safir ".ucap seorang remaja dengan rambut pirang miliknya sambil membaca majalah pria tampan diatas kasur

wanita itu berbalik menghadap remaja itu

"Yasmin ".tegur Dilla

Yasmin menaikan wajahnya

"what ".ucapnya

"ini praktekku hari ini akh harus kelihatan cantik ".ucapnya

"kakakku sayang mau bagaimanapun apapun yang kau gunakan itu cantik ".ucapnya kembali melihat majalah pria tampan

"berhenti melihat pria tampan atau matamu buta !".ucapnya

"tidak tidak mau !".ucapnya

Mereka sempat berkelahi bantal namun bercanda saja

"oh god ".ucap Rhaelle

"ibu ".ucap mereka

"berantakkan sekali !".ucapnya

"kak Dilla yang memulainya ibu !".ucap Yasmin

"sembarangan kau !".crocos Dilla

"dimana Roselie ?".tanya Rhaella

"oh dia sedang bersama hobi gilanya itu !".ucap Yasmin

Seorang remaja pirang tengah bersiap bermain anggar dengan lawan miliknya dia tersenyum devil dan yakin akan mengalahkan lawannya

dia memakai kostum miliknya dan melakukan serangan dan lawan nan yang sangat baik

hingga mampu hampir melukai lawannya dan menjatuhkan lawan miliknya

"Serangan yang bagus Roselie ".ucap Dilla

Rosalie melihatnya dan melepas masker pelindung nya

"kakak,kau ingin melawanku".ucap Roselie menghampirinya

Dilla tersenyum dia tahu Rosalie kini ingin menentangnya dalam duel anggar seperti biasanya sayangnya Rosalie justru sering kalah dari Dilla

Rhaella datang menjewer salah satu anak kembarnya Rosalie dan Yasmin adalah kembar beda identik Rosalie tomboy sementara Yasmin feminim

"aduh aduh... ringis Roselie

"kenapa kau menantangnya kau ingin kalah lagi !".ucap Rhaella

"ibu ampun ampun ibu !".ucap Roselie

Rhaella membawa anaknya Roselie Dilla dan Yasmin tertawa

Mereka semua ke meja makan dan makan

"doakan kakak kalian dia akan menjadi Jaksa yang hebat nanti !".ucap Rhaella menyediakan makanan

"aku berharap kau bisa kakak !".ucap Roselie

Dilla tersenyum

"tapi jika kau jadi Jaksa nanti hati hatilah jangan menjadi nakal kau nantinya !".ucap Yasmin

"YASMIN !".tegur Rhaella

Mereka semua tertawa

Dilla pergi ke kampus dengan taksi dan berpamitan kepada keluarga ratna dan panti Rhaella melambaikan tangan jauh rasanya seakan ia akan jauh dari Dilla dia merasakan itu di hatinya

•••

Malam harinya bintang bintang terasa tak ada suasana terasa gelap dan tertutup awan rasanya sangat dingin dan mencekam sebuah jet mendarat sempurna di sebuah bandara pribadi milik seseorang yang sangat kaya raya seorang pria tampan nan rupawan membenarkan jasnya dan keluar dari pesawat menghirup udara

"koruptor ".ucapnya

dia memiliki tubuh tegap tinggi berortot mata lentik dan berwarna brown hazel serta memiliki bulu halus di rahangnya

Dia adalah Don Domenico Alessio seorang mafia besar dia timur tengah dan merupakan yang paling kuat dalam penjualan serta perdagangan monopoli dia selalu mendapatkan semua yang ia inginkan dia menghalalkan segala cara apapun agar keinginannya tercapai dengan berkhianat,membunuh menyakiti serta mengancam dengan ancaman serta siksaan yang tak pernah terpikirkan sebelumnya

"selamat datang kakakku sayang ".ucap seorang pria rupawan dengan bulu halus di rahangnya serta berwajah turki ke arab arabian di depan mobil mewah dia memiliki mata hazal kehijauan dan bekas sayatan kecil di mata kirinya

mereka saling salam dan pelukan

"selamat datang kakak ".ucap seorang pria rupawan dengan wajah timur tengah berambut keriting tebal

Dengan alis tebal dan paras yang sangat rupawan dan mata brown Hazal yang memikat dan tubuhnya lebih besar dan berotot dari pria satunya

"Adam , Gabriel ".ucapnya

mereka bertiga berpelukkan kemudian

"suruh anak buah kita bawa semua barang barang !".titah Dominico pada tangan kanannya

"Baik Tuan !".ucap Ron anak buahnya

Di sebuah mansion yang mewah bergaya ke Eropaan bak istana

Domenico tengah terduduk di mansion nya

Ia terduduk diatas sofa mewah di ruangan khusus miliknya ia menatap sebuah lukisan sambil meminum red wine

Lukisan seorang wanita cantik dengan rambut tergerai

Ia mencengkram kuat gelas kaca dan menegak kuat red wine itu

"Dilla".lirihnya

aku ternodai

Liberty University

Dilla sedang ada di kampusnya ia menjalankan praktik sidang miliknya dengan sangat baik hingga para dosen dan dekan sendiri terkesima dengan caranya

Tes Sidang di selesaikan dengan cepat oleh Dilla sendiri

Para dosen dan dewan kampus tersenyum dan bertepuk tangan mereka bangga dengan presentasi darinya

Ia memang terkenal di kampus selain sangat cantik ia sangatlah baik dan ramah ia berteman dengan siapa saja tak jarang banyak lelaki yang mengejarnya dan ingin menggodanya

"bell pulangnya bareng aku yuk ". Ucap lelaki sambil mengejarnya

Ada seorang lelaki yang kembali di sampingnya berkata sama Dilla tersenyum

" maaf ya aku mau buka loker dulu ".ucapnya

Kemudian ia menutupnya

Brakkk

" aku ada acara habis ini jadi maaf ".ucapnya

" bell kamu sudah siapkan partner untuk pesta prom ?".ucap lelaki lain

Dilla hanya tersenyum padanya

"aku masih pikirkan untuk tawaran ikut atau tidaknya".ucap Dilla

Dekan Kampus mendekati Ketiga dewasa muda itu kemudian membuat teman teman lelaki Dilla takut dan menghindar pergi

kini tersisa Dilla saja dengan pak Dekan

"Dilla !".tekan Pak Dekan

Sungguh Dilla ketakutan sebenarnya ia tak tahu ada apa,mengapa Dekan mendekatinya ? Atau ia membuat salah dalam sidang

"iya pak".ucap Dilla tertekan

Pak dekan tersenyum

"ikut saya".ucap Pak Dekan

Dilla patuh dan kemudian mengikutinya ke ruangannya

"terus terang aku sangat bangga akan presentasi darimu tadi dan aku berencana untuk memberikan Beasiswa khusus untukmu melanjutkan Magister secara penuh".ucap pak Dekan

Dilla terkejut akan apa yang di ucapkan oleh pria yang ada di hadapannya ini yang merupakan Dekan Kampus

Dia sendiri juga merasa terkejut dan senang tentunya

"jika kau tertarik dengan itu kau bisa mengambilnya donatur baru kita sendiri yang memberikan beasiswa penuh itu".ucap pak Dekan

Dilla nampak bingung namun pak Dekan tersenyum ia menyentuh tangan Dilla tiba tiba hingga Dilla menarik tangannya kemudian dan berdiri

"saya akan pikirkan pak ! saya perlu waktu".ucap Dilla

Dilla keluar dari ruangan pak Dekan dengan langkah cepat ia tahu pak Dekan akan menyentuh dirinya secara tak pantas tadi.

Saking cepatnya ia melangkah ia menabrak seseorang di hadapannya yang tak lain temannya Mathilda

"Matilda".lenguh Dilla

"kau tak apa Bella ?".ucap Isabell

Dilla menceritakan apa yang pak dekan lakukan padanya tadi pada Mathilda

"benarkah ? sialan dia itu !".umpat Mathilda

"apa benar ada beasiswa dari donatur baru kita ?".ucap Dilla

Mathilda tersenyum smirk kemudian dan justru terkekeh

"aku dengar memang benar seperti itu kau tahu keluarga Alessio aku kenal mereka".ucap Mathilda

"bagaimana kau mengenal mereka ?".tanya Dilla

Mathilda terdiam sejenak mengapa Dilla menanyai itu

"Kau akan tahu nanti,lagian kau tak perlu menanyakan itu padaku".

Mathilda memang di kenal dekat dengan beberapa orang kaya dan ia punya banyak teman di sini yang merupakan musuh musuh Dilla yang sering membully dirinya tapi tidak dengan Mathilda

Mathilda tahu semua rahasia kampus ini tapi tak ada yang tahu Rahasianya

Miranda pernah mengingatkan Dilla jangan pernah menjalin hubungan dengan Mathilda karena Miranda telah tahu siapa Mathilda yang sebenarnya

Miranda dan Mathilda tidaklah saling kenal karena berbeda fakultas sayangnya Dilla tetap menghiraukannya dan berteman dengan Mathilda

"aku ingin mencoba daftar di sana". Ucapnya

"kau sebaiknya menjadi seperti aku aku tahu cara tercepat ".ucap mathilda tersenyum jahat

Dilla pergi bersama Mathilda lewat taksi mereka ke sebuah bangunan gedung pencakar langit dan perkantoran besar

"siang saya mau bertemu dengan atasan anda ".ucap Dilla

"maaf apa anda sudah buat janji ?".tanya seketaris

"belum tapi saya ada perlu ".ucap Dilla

"baiklah tunggu".ucap seketaris

Domenico mendapat pesan dari ponselnya

📨 : sesuai keinginamu .M

Anak buahnya bernama Ron datang

" tuan ada yang ingin bertemu denganmu ".ucapnya

Domenico tetap melihat jendela kaca

" suruh mereka masuk ".ucapnya

Mereka masuk kemudian Domenico berbalik menatap Dilla dengan datar dan angkuh namun menahan rasa marah dan benci di hatinya

"ini gadisnya dia yang ingin ikut beasiswa tersebut ".ucap Mathilda menatap Domenico

" pergilah kau ".ucapnya

Dilla terkejut dan menunduk dia hanya diam

Domenico mengecek laporan IPK milik Dilla yang bernilai tinggi di mejanya sambil duduk

kemudian ia menaruh kasar berkas berkas milik Dilla di mejanya lalu berdiri kemudian mendekati Dilla

" angkat wajahmu ".pinta dom

Wajah dom terlihat seram

Dilla mengangkat wajahnya

"siapa namamu ? " tanya dom

"Dilla tuan ".ucap Dilla dengan malu

"nama yang cantik sama seperti orangnya".ucap dom

Dilla tersenyum

"baiklah.Aku melihat nilai IPK milikmu terlihat menyenangkan semua dan aku suka itu sebelum itu aku meminta sesuatu darimu malam ini akan ada pesta di rumahku datanglah dan berdandanlah ! itu pesta untuk kerja sama ku dengan kampusmu ! Aku telah mengundang semua anak anak yang berada di kampus sana yang berbakat serta para dewan kampus,dosen dan Dekan kampus itu !". perintah Domenico

"tapi aku... untuk apa kesana?" ucap Dilla

"ikuti perintahku atau kau mau beasiswamu takkan aku terima !". ucap Domenico tegas

" baik tuan ". ucap Dilla

Rupanya Mathilda telah pergi meninggalkannya tanpa disadari tiba tiba dia berkata pada Dilla ia ada urusan mendadak

Dilla pergi ia meninggalkan kantor Domenico dengan senang

Domenico melihatnya dari atas jendela ruangannya sambil meminum wine miliknya dan mencekam gelasnya kuat serta menatap Dilla dengan kemarahan dan benci

Rupanya Ia menelpon Rhaella dan memberitahukan tentang sidangnya dan kabar bahwa ia mendapat Beasiswa

Rhaella tentu senang mendengarnya

Dilla pulang cepat dan menceritakan tentang Mathilda yang membantunya dan keinginan tuan Dom

mendengar nama Dom membuat Rhaella merasa teringat sesuatu hingga ia kembali bersikap normal kemudian pada Dilla tiba tiba

Dilla mempersiapkan dirinya ia pergi ke salon dan merias dirinya ia juga terpaksa harus agak boros toh dia sudah dapat beasiswa

dia membeli dress berwarna merah selutut membentuk lekuk pinggang miliknya yang indah di tambah rambutnya yang berombak tergerai olehnya

Di panti

entah kenapa Rhaella merasa tidak enak pada Dilla setelah ia mengucapkan kata Dom yang membuatnya takut akan masa lalu Dilla dan dirinya

tak lama Dilla pun naik taksi dan menuju mansion mewah Dom

sungguh Dilla nampak cantik sekali kali ini ia sangat bersinar

begitu terkejutnya dia sampai dan melihat Hotel Resort yang sangat mewah di Virginia dan terkenal akan kemahalan harganya

yang begitu mewah bergaya ke Eropa klasik dan banyak sekali petinggi dan orang orang kaya di sana

dia masuk suasana sangat meriah

banyak anak anak seangkatannya yang tentunya dari keluarga Elite datang ke pesta itu namun ia tak melihat teman temannya yang pintar yang sepertinya juga seharusnya mendapat beasiswa Miranda atau bahkan Mathilda tak ada

dia menjadi was was tiba tiba namun ia berusaha setenang mungkin

Mathilda datang kemudian menyambutnya mereka berpelukkan dan Mathilda meminta maaf meninggalkannya di kantor Domenico

"Bella kau di sini ?".tanya Bianca temannya yang berasal dari keluarga Elite dan suka membullynya

Dilla hanya diam tersenyum

"seperti yang kau lihat ?"tanyanya

"cantik sekali kau dengan gaun ini ".ucapnya sinis

ia tersenyum

Bianca dan kawan kawannya mengundangnya untuk menemani pesta

saat menikmati pesta malam Mathilda ditelpon dan meninggalkan lagi Dilla dengan terburu buru

tak lama seseorang mendekatinya lalu menepuk pundaknya yang ternyata Dom

"tuan ". Ucapnya

Domenico tersenyum

" kau suka pestanya ?".tanyanya berbisik dari belakang

Dilla tersenyum

"minum ini hadiah dariku ?". tawarnya memberi gelas

Dilla berbalik menerima gelasnya

"tapi aku ....."

"aku tidak pernah minum ini tuan ! Maafkan aku".ucap Dilla

"minumlah itu bukan alkohol ". Ucap dom

dengan pasrah Dilla meminum minuman itu

Domenico tersenyum devil melihat Dilla meminum jus khusus untuknya

•••

disisi lain gabriel dan adam sudah membayar mathilda dengan uang cukup besar karena telah membantu kakak mereka dan mereka juga tak tahu sendiri membantu karena apa

" ambil uangmu itu ".teriak adam

"terima kasih tuan" .ucap mathilda

" kenapa kakak menyuruh kita memberi dia uang dan pergi ke apartemen ya?" tanya gabriel

"sudahlah ayo ikuti saja kemauannya?".ucap adam yang langsung ke mobil dengan gabriel

•••

kembali ke Dilla dia kini merasa aneh akibat minuman tersebut dia merasa riang panas dan pusing dia ikut pesta dan menggerakkan tubuhnya ia mabuk bersama Bianca dan teman temannya

ia bergerak bersama dengan beberapa pria dewasa beberapa pria bahkan ingin menyentuh tubuhnya apalagi para pria dari teman temannya yang berasal dari kaum elite termasuk dosen dan dekan yang tadi menggodanya dan kembali menyentuhnya seseorang merekamnya

Domenico datang semua menjauh

ia menyentuh Dilla

"ahhhhh.."

lenguh Dilla

" Bagaimana sayang ?".ucap Domenico di belakang Dilla meremas area belakangnya dengan kuat hingga Dilla melenguh kuat

Sial

Aset Domenico kini menjadi tegang karena ulah Dilla yang terus meliuk sambil Domenico mencium jejang leher miliknya yang harum

Dilla kini berbalik melihatnya. mata mereka saling beradu iris mata green Hazal itu kini menatap mata devil milik Domenico yang sangat indah jarak mereka hanya 1 cm dan bibir mereka saling dekat sambil Dilla mengelus dada bidang milik Domenico

•••

Belum apa apa Dilla sudah tertidur di dada bidang Domenico Domenico pun langsung menyuruh anak buahnya untuk menaruh Dilla di kamarnya

"ingat baik baik jangan sentuh dia dan jangan biarkan dia keluar dari ruangan tersebut !".ucap dom

"baik tuan".ucap anak buah dom

dengan cepat anak buah dom membaringkan tubuh Dilla ke kasur king size dan menjaga Dilla dari luar ruangan dan tak lupa memborgol tangan Dilla dan dom pun datang dari luar ia menatap Dilla yang tertidur

ia tersenyum ia ke kamar mandi dan keluar dari kamar mandi

dia mengelus pipi Dilla yang halus

"sialan kau cukup menggairahkan karena dirimu aku tersiksa seperti ini !".batin dominic

"malam ini aku akan balaskan dendamku pada kakakmu itu ".ucap dominic sambil mengelus pipi Dilla

" aku akan lakukan dengan halus ".ucapnya

Ia menyalakan kamera perekam yang hanya merekam Dilla dan tidak merekam tubuhnya

tak lama Dilla terbangun ia merasa wilayah kepalanya terkena sapuan bibir seseorang dengan lembut hingga sesapan itu ke ceruk lehernya dan ke dadanya dia terkejut ketika dia melihat Domenico menindihnya dan memberinya banyak kecupan hangat serta meremas miliknya dan memberinya kiss mark pada dadanya

dia sangat menikmatinya namun dalam beberapa saat ia sadar ini salah

"uhhhh lepasin aku dom" .pinta Dilla pada dom lenguh

dom pun segera membuka kancingnya satu persatu memperlihatkan tubuhnya yang atlentis bagaikan roti sobek dan dadanya yang bidang yang membuatnya terkesima

"indah bukan ?".ucap Dom

dom pun melempar seluruh pakainya secara sembarangan dan pakaian Dilla asal dan melanjutkan aksinya

"please stop it ".lenguh Dilla

"not baby girl i know you want this ".lenguh Domenico

Menurunkan tangannya ke milik Dilla hingga Dilla mengerang nikmat dan menciumnya

ia mencium pucuk ranum milik Dilla

"AHHHH...."

"AHH...

tak butuh lama Domenico yang sudah merasakan sesak di area celananya pun langsung menerkam tubuh Dilla yang suci dan tidak berdaya itu dia memberikan kenikmatan di awal hingga Dilla sangat terlena

"AHHHHH".Teriak Dilla

ia menangis kemudian

Damn

Rapat sekali seumur umur Domenico baru merasakan kenikmatan dari seorang gadis sejati dia bangga dialah pertama membukanya dan mendapatkannya ia benar benar sangat puas

Domenico kemudian mengambil paksa kesucian Dilla berkali kali dengan kasar dan brutal tanpa memperdulikan Dilla yang menangis dan berteriak kesakitan karena permainannya yang kasar dan melibatkan kekerasan fisik padanya ia kemudian meninggalkan benihnya di sana

"Arrrghhhhhh.....".lenguh Domenico

hancur sudah hidup Dilla kini dirinya sudah lagi tak suci dia sudah kotor karena ulah Domenico

"ini pantas untukmu karena apa yang sudah kakakmu lakukan pada keluargaku".bisik Domenico

Domenico tersenyum smirk sementara Dilla kini pingsan

Kakak

Dubai,Emirates Arab

Adegan beralih terlihat ada seorang pria yang menghadap pencakar langit di sebuah apartemen yang sangat mewah dan berbalik badan wajahnya yang sangar dan serius kemudian ia turun berjalan kaki ke jalan raya semua menatap kagum padanya namun dia hanya melewat saja

"sudah 20 tahun aku mencari dirimu seperti apa kau sekarang ya".

"gadis gadis disini mengingatkanku padamu ".ucap pria tersebut

yang ternyata dia adalah kakak kandung Dilla yang berbeda usia 20  tahun lebih tua dari Dilla yang bernama murat abdullah

kilas balik kejadian 20 tahun lalu

dahulu saat ayah mereka berperang dengan Marco Alessio yang merupakan ayah Domenico dimana Marco dan seluruh anak buahnya Menyerang rumah mewah mansion milik Hakan Abdullah yaitu ayah mereka yang ternyata salah satu mafia terkaya dan berpengaruh tinggi di Malaysia yang berdarah timur tengah

"Kau nak apa hah !".teriak Hakan

Marco tersenyum devil

"Aku tidak ingin apapun tapi kau tahu maksudku".ucap Marco

Marco kemudian membunuh Hakan dengan menembaknya berkali kali

Ia juga menyuruh semua anak buahnya menembak anak anak yang semuanya adalah lelaki Hakan dan Amartha dengan membabi buta

Saat itu Murat tidak ada sebagai anak pertama ia melindungi Dilla yang paling kecil dan muda diantara ia dan saudara saudaranya

Ia membawanya ke Markas rahasia keluarga Abdullah yang jauh dan aman dari siapapun ia membawa juga pasukannya yang besar

Rhaella yang merupakan pengasuh Dilla dan teman dari Amartha ibu Dilla dan ibu Murat sekaligus seorang anggota anak buah yang terlatih oleh Hakan kemudian segera kabur membawa Dilla namun sebelumnya ia bertemu dengan murat di ruang rahasia yang tak pernah diketahui siapapun ruang rahasia itu menuju ke luar helikopter pribadi milik keluarga abdullah

"bibi ini nomor pin ku di bank aku mohon jaga dia sayangi dia".ucap murat

"ini semua salahku,andai aku bertanggung jawab pada Layla "

"aku janji akan selalu mengingat kalian berdua dan kembali suatu saat nanti "

"i love her so much" .ucap murat pada Rhaella sambil mencium kening Dilla

"pergilah bibi !".ucap Murat sambil mengantarnya ke ruang rahasia dan meninggalkan mereka membawa pistol

Di mansion Abdullah

Amartha istri Hakan yang marah akan kematian suaminya dan anak anaknya  mengambil pistol dan ingin menembak Marco namun Marco justru tepat menembak jantungnya berkali kali

DUARRRRR

DUARRRRR

DUARRRRRR

melihat hal itu Murat yang marah orang tuanya dan adik adiknya  mati di tangan musuhnya itu segera menembak kepala marco hingga tewas dan pecah berkali kali

DUARRRRR

DUARRRRR

DUARRRRRR

Ia juga menembak dada Dominico yang akan menembaknya sebanyak 2 kali

DUARRRRR

DUARRRRR

DUARRRRR

•••

kembali ke masa kini

Dilla tersadar kini ia menangis dalam diam air mata terus membasahi pipinya dan ia hanya bisa melihat langit atap

Ia melihat Domenico yang Shirtless tengah menyalakan korek dan menghirup nikotin tembakau dengan perasaan yang sangat terluka dan mata yang terus berkaca kaca

Ia pun berusaha bangkit dari tempat tidurnya dan melihat Dom yang tengah menghirup nikotin disampingnya

sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya yang seakan ingin remuk dan intinya yang terasa perih serta menutupi dirinya dengan selimut sebab ia tak memakai sehelai benang pun

"kenapa enak kan ?" .ucap Domenico

PLAKKK

suara tamparan dari Dilla untuk Dom

"bangsat !"

"bajingan kamu !" ucap Dilla

Domenico  menjambak keras Dilla hingga kesakitan ia juga mencekiknya dengan kuat serta membenturkan kepalanya ke tembok belakang kasur miliknya

"aku sudah terbiasa melakukanya dengan para gadis bahkan mereka ada yang  jauh dibawah usiamu ! Dan mereka terbiasa dengan uang berapapun yang aku berikan".ucap Dominic pada Dilla

" ja...hat kamu bajingan !".ucap Dilla menekan

'' terserah !"

"berani kamu tampar saya lagi saya buat hidup kamu menderita" teriak dom

"Kalau kau macam macam awas kau maka video kau tengah bersetubuh denganku tadi akan ku sabar luaskan  !" .ucap Dom

Dilla melihat kamera di sampingnya yang tengah merekam dan kini ia melihat Domenico  di hadapannya

"Aku ti...dak...takut padamu !".ucap Dilla

Domenico  tersenyum smirk padanya

"Jika kau melaporkan hal ini kau akan kehilangan ibu angkat mu,saudari saudarimu dan seluruh keluarga pungut mu itu !".

"akan aku kirim mereka ke tempat yang dimana mereka takkan bisa merasa ingin hidup sekalipun dan akan kubiarkan tempat tinggal mu itu hancur kalau perlu akan ku hancurkan bersama orang orang di dalamnya sekaligus !".

"Ja....Ngan....!"...lirih Dilla

Domenico kembali menindih Dilla dan kembali akan melecehkannya lagi

" ternyata kamu masih perawan cih ! kupikir perempuan rendahan seperti dirimu sudah tidur dengan banyak pria pria dewasa diluar sana aku bisa bayar kau lebih mahal dan dengan kau menjadi budak nafsuku !". ucap dom kembali

CUIHHHH

Dilla meludahi Domenico

Domenico  tentu tak terima wajah tampannya di ludahi ia kembali melakukan kekerasan fisik pada Dilla

Ia menamparnya kemudian dan menjambaknya semakin kuat lalu memukulnya dan kembali memperkosanya secara brutal

Dilla berusaha meminta maaf,memohon dan melawan namun percuma saja

Domenico  kembali bermain panas dan brutal serta kasar padanya

Begitu banyak teriakan disana

Dilla yang kesakitan

dan Domenico  yang sangat mendominasi permainan mereka serta melenguh dengan nikmatnya

Domenico  tersenyum setelah melakukan kekerasan yang sangat brutal pada Dilla

Dilla kini hanya diam ketakutan dan menangis dalam diam

Domenico  memakai pakaiannya kembali secara lengkap ia memberi cek pada pada Dilla namun Dilla hanya diam menangis

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!