NovelToon NovelToon

Kingdom Of Heaven

Kingdom Of Heaven

Ruang Utama

Ruang Utama Kingdom Of Heaven, berbentuk segi lima. Di antara kedua sudut ruangan terdapat sebuah singgasana yang menghadap ke arah matahari terbit dan dua pintu raksasa di depannya. Di tengah ruangan terdapat sebuah meja berbentuk persegi panjang yang membentang panjang. Di ruangan tersebut terdapat tiga bangsawan terkemuka Kingdom Of Heaven, Queen Qlarion, Prince Al Fatih dan Princess Azusa.

“Queen sebenarnya saya ingin mencari sebuah misteri yang sangat bersejarah.” Princess Azusa berkata dengan hati berseri. Princess Azusa adalah seorang wanita berumur 18 tahun, dengan mata yang berwarna merah, menampilkan aura kecerdasan dan alis berwarna coklat yang melengkung indah membentuk sebuah wajah yang cantik dan mempesona. Ia memakai kerudung berwarna merah tua dan sebuah tiara indah berhiaskan rubi merah tersemat diatas kepalanya. Ia memakai gaun berbahan tebal dan berlengan panjang yang juga berwarna merah. Sebuah ikat pinggang dengan kristal merah terpasang di tengahnya, terpasang melingkar di pinggangnya. Pisau dan pedang yang melengkung dan membentuk paruh burung di ujungnya terpasang di sabuknya. Walaupun ia seorang Princess, Azusa juga pandai dalam keterampilan berkuda, memanah dan berpedang, Azusa sudah lama ingin berpetualangan, tetapi ia tidak pernah menggali misteri.

“Wow, Kalau begitu mari kita cari bersama pasti menyenangkan.” Sahut Prince Al Fatih. Ia adalah seorang pemuda yang tampan dan gagah, umurnya sebaya dengan Azusa, matanya berwarna biru muda dengan sorot mata yang tajam dan tegas, memakai baju panjang yang terbelah ketika di bawah pinggang yang berwarna biru muda, rompi kulit berwarna hitam dan ikat pinggang berwarna hitam yang dipakai selain untuk mengencangkan pinggangnya, juga untuk memasang pisau di bagian perutnya dan pedang bermata dua di pinggang kanannya. Sebuah tiara berhiaskan kristal biru melingkar di kepalanya. Ia mengenakan celana biru tua. Sebenarnya ia sangat sebal bila Azusa mengusulkan sesuatu.

“Baiklah, pergilah ke perpustakaan bawah tanah, di sana banyak buku bersejarah. Mungkin King Zetto tidak akan marah bila kalian pergi untuk mencari misteri.” Kata Queen Qlarion. Seorang wanita berumur 21 tahun, wajahnya cantik dan berwibawa. Ciri khas seorang ratu. Mahkota besar tersemat di kerudungnya yang berwarna putih kehitaman, Silver. Dan pakaian yang berwarna sama dengan kerudungnya. Sebuah benda berbentuk tabung terpasang di ikat pinggangnya yang terbuat dari besi.

“Bukankah sudah lama tidak ada orang yang pergi kesana?” Tanya Azusa.

“Mungkin kita akan ditemani beberapa teman.” Lanjut Al Fatih.

“Kalian bisa meminta kuncinya ke King Zetto, jika kalian mau.” Tambah Q.Qlarion.

“Baiklah.“ Jawab prince dan princess secara bersamaan.

“Hei!, kalian membahas apa? Mengapa tidak mengajakku?“ Suara seseorang pemuda yang berumur satu tahun di bawah Queen. Aura berwibawa terpancar dari raut wajahnya yang tegas. Badannya tegap, sebuah mahkota tersemat di kepalanya. Dia memakai pakaian kebesaran raja. Sebuah shotgun terpasang di punggungnya. Dialah King Zetto, penguasa Kingdom Of Heaven.

Wajah Prince Al Fatih dan Princess Azusa langsung pucat, mereka malu, dan takut bila Q. Qlarion mengatakan tentang perpustakaan dan misteri kepada King Zetto, yang sebenarnya hanya bercanda. Itulah keadaan yang terjadi di ruang kumpul kerajaan.

KANDANG KUDA

Sementara itu dikandang kuda terjadi perdebatan antara General dan Colonel tentang cara menunggang kuda sambil memanah tepat sasaran.

“Hei, Kamu itu dibilangin kalo naik kuda itu jangan suruh kudanya merunduk terlebih dahulu, baru kamu naik. Terbalik seharusnya kamu menaikinya saat kudanya berdiri tegak, dasar!“ Nasihat G. Arrai. Pemuda tampan, berbadan tegap dan pemberani. Rambutnya hitam dan sedikit ikal, umurnya satu tahun di bawah Prince Al Fatih. Memakai baju berwarna hijau khas militer, dengan rumbai-rumbai berwarna merah dan rajutan benang kuning yang membentuk persegi panjang di kedua bahunya. Ikat pinggang militer melilit pinggangnya. Dan ia memakai celana hijau tua. Sebuah machine gun yang ia beri nama Hire terpasang melingkar di lengan kirinya.

“Udah kamu, diam aja! Benarkan Freez? Kamu lebih suka pakai caraku yang simple kan? “ kata C. Anna bertanya pada Freez kudanya. Anna adalah seorang wanita yang cantik dan keras kepala. Wajahnya seperti Princess Azusa, namun sedikit lebih muda. Dan pakaiannya juga seperti Princess Azusa tanpa pedang dan tiara. Akan tetapi ia memiliki panah cantik berwarna merah yang terpasang di punggungnya.

“Huh, Kamu ini bagaimana sih? Tadi meminta untuk diajari oleh General yang gagah ini, sekarang diajari justru membantah!” Tambah G. Arrai dengan kesal. G. Arrai terus berusaha hingga C. Anna yang akhirnya mau berguru di G. Arrai. Saat C. Anna mulai bisa ia mencoba tanpa di dampingi oleh general yang saat itu hanya melihat di jarak dekat. Hingga tiba-tiba—

“Eh..eh..tolong mau jatuh eh—” Tiba-tiba C. Anna berteriak karena kudanya tersandung batu dan akan terjatuh, Namun General Arrai lebih sigap dan menangkap tubuh Colonel Anna yang hampir terjatuh.

“Huh, Hampir saja kamu ini terjatuh, beruntung aku ada di dekat sini.” kata G.Arrai sembari memegangi C. Anna yang akan terjatuh.

“Thanks ya, sudah menolongku” C. Anna berterima kasih dengan senyuman merekah.

“Baiklah, akan tetapi kamu itu kalau di nasehati jangan keras kepala, Oke?” Tanya G.Arrai yang sedang membersihkan luka Freez.

“Baik General!” kata C. Anna dengan hormat dan suara yang lantang.

“Hhh!” dengus G. Arrai sembari tersenyum. Begitulah yang terjadi di kandang.

RUANG KHUSUS NAVY-ADMIRAL FORCE

Hari menjelang malam. Suara teriakan memenuhi ruangan khusus para Admiral Force dan Navy.

Sebenarnya sang Admiral Force berteriak karena hal yang sepele. Ya hal sepele—

“Tikus! Pergi, pergi dari ruangan ini!! pergi tikus nakal pergi!!” Teriak A.F. Zilver. Zilver adalah seorang wanita, umurnya sebaya dengan King. Di wajahnya terdapat kacamata, selain menambah kecantikan sekaligus menggambarkan sosok yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan, namun sedikit barbar. Memakai baju tempur dengan rok panjang dan kerudung berwarna coklat muda. Ia juga perancang MRCHZA dan Zeerosplane, armada tempur paling mutakhir Kingdom Of Heaven

“Oi!! tenang dong, berisik tau, dasar pengecut!, itu cuma tikus sirkus yang nyasar. Nanti juga pergi sendiri!” Ejek N. Scouth yang membuat Admiral Force marah. Seorang pemuda, umurnya sebaya dengan Prince. Wajahnya tampan dan kulitnya sedikit gelap. Ia memakai pakaian seperti Zilver akan tetapi diubah agar sesuai untuk laki-laki, Couple.

“Apa! Pengecut! Coba diulangi perkataanmu barusan! Mungkin kamu salah! Dasar lemah!” sambung A.F. Zilver dengan marah.

“Kamu berani menghinaku lemah! Kalau begitu mari bertarung untuk membuktikan siapa yang lebih lemah.” Usul Navy memberi tantangan.

Tiba-tiba mata A.F memerah itu adalah tanda bahwa akan terjadi perang dunia dan sesuatu yang membuat seluruh kerajaan bergetar. A.F mulai mencabut bulu di tangannya. Itu adalah tanda-tanda akan adanya batu bara yang menjadi sebuah senjata “meihuwabang“. “Hiyaaa” A.F mulai mengayunkan meihuwabang.

“Eh! Aku Cuma bercanda! Eh, ah, woi!” Navy berteriak seraya menghindar.

“Hiih! Kemari! Jangan menghindar! Dasar kucing!“ ”hiyaaa“ A.F tetap ingin bertarung dan menyebabkan N. Scouth murka dan bernafsu perang.

“Dasar! The fire ball, hiyaa!” ''desh!'' N.Scouth menendang bola apinya dan mengenai meihuwabang hingga tiba-tiba meihuwabang menjadi lebih besar karena pengaruh api dari bola.

“loh eh” A.F bingung plus takut.

”Hey jangan diam saja!”

“Awas!” Teriak N. Scouth sambil menarik tangan A.F.Zilver.

“Bruk, bruk, bruk” Ruang Navy-Admiral Force dan sekitarnya hancur lebur. Mereka akhirnya diperintah oleh sensei Hana untuk bertanggung jawab, memperbaiki kerusakan. Mereka berdua saling membantu dengan semangat dan ikhlas dan tulus tidak lupa selingan candaan diantara mereka berdua begitulah yang terjadi di ruang khusus Navy-Admiral Force.

DI RUANG PASUKAN KHUSUS

“Bayangkan kita berperang diatas kuda di dalam air sembari memanah.” Canda Captain Fazzura. Seorang gadis berumur 16 tahun, akan tetapi sudah pandai bertarung—terutama menggunakan kapak. Wajahnya persis dengan Zilver, akan tetapi lebih muda dan tidak memakai kacamata. Memakai kerudung dan pakaian tempur, juga rok panjang berwarna biru muda. Sebuah kapak berwarna biru es tergantung di pundaknya.

“Mantap! Pasti kita bisa menaklukan seluruh dunia!” Kata Military Azzura. Seorang gadis, umurnya sebaya dengan Fazzura. Wajahnya seperti Al Fatih, namun dia perempuan. Pakaiannya nyaris seperti Fazzura, hanya saja lebih polos.

“Haaah! Seluruh dunia?” Teriak Military Idzhar dan Military Silver Black hampir bersamaan, karena merasa aneh dengan perkataan M. Azzura yang terlalu berharap untuk menaklukan seluruh dunia. Idzhar adalah seorang pemuda, umurnya sebaya dengan Arrai. Memakai pakaian tempur dan celana berwarna hijau. Dan sebilah katana beserta sarungnya menggelantung di pinggangnya. Sedangkan Silver Black juga seorang pemuda, umurnya setahun lebih muda dari Idzhar. Wajahnya persis seperti King Zetto, namun lebih muda dan dipenuhi oleh bekas luka. Pakaiannya seperti Izdhar dengan pedang di pinggangnya.

“Gila! Kamu terlalu berharap untuk menaklukan seluruh dunia, menaklukan kuda aja belum bisa!” Sahut M. Jazzura dengan semangat menyindir Azzura, Military saingan berat nya, lebih pantas disebut Double Rival. Jazzura adalah seorang gadis sebaya dengan Azzura dan Fazzura, Bajunya juga sama dengan Azzura. Sebuah Crossbow tergantung di punggungnya

“Hehe, iya baru ingat kemarin aku jatuhin Horice saat aku latihan!” M. Azzura tertawa karena malu harapannya di umbar-umbar itulah yang terjadi di Istana tak selalu senang dan bahagia pasti selalu ada permasalahan.

Istana yang selalu asri itu dipenuhi tanaman- tanaman yang indah nan subur. Di depan dan belakang istana tampak sungai jernih yang dipenuhi oleh beraneka macam ikan. Jauh diatas sana berkibarlah bendera yang melambangkan kemegahan KINGDOM OF HEAVEN. Dilengkapi dengan pelangi abadi, tampak pula kubah emas yang menyilaukan pandangan pasukan musuh. Kerajaan itu berwana putih terang tanpa noda sedikitpun. Para pelayan bekerja dengan disiplin, Di pimpin oleh seorang King dan di dampingi Queen, Kingdom Of Heaven kerajaan darat yang beraroma surga.

Di Sana lengkap berbagai macam senjata, Pusatnya ilmu dan budaya tersimpan pula armada-armada canggih seperti MRCHZA, Zeerosplane dan masih banyak lagi. Kerajaan yang aman dengan tak terhitung jumlah nya prajurit bersenjata lengkap, di lengkapi dengan Navy-Admiral Force yang tegas, di tambah dengan General dan Colonel yang serasi dan setia. Lalu Qizise seekor naga yang setia menjaga kerajaan ini dari ribuan hingga jutaan serangan.

Bahan-bahan bangunannya pun diambil dari bekas puing-puing kuil sulaiman, Namun di dunia ini tidak ada yang abadi entah kapan kerajaan yang kuat nan megah itu hancur.

Houyya Baciu

LIBRARY

“Mohon maaf, King, kita dan kawan-kawan boleh pergi ke perpustakaan bawah tanah?”Tanya P. Al Fatih gugup.

“Boleh saja tapi hanya kau yang boleh masuk kau tidak boleh memberi tahu siapa-siapa kecuali jika sudah berhasil menemukan misteri yang mungkin sangat bersejarah itu.” Kata K. Zetto dengan bijaksana.

“Hmm, bolehkah aku mengajak Princess? Karena dialah yang menginginkannya, tapi belum bisa menemukannya.” Kata Al Fatih.

“Hmm, tentu saja boleh. Aku sangat mengizinkan, nya,” Kata K. Zetto sambil memerintahkan pelayan kepercayaannya memberikan kuncinya.

“Terima kasih, King. Aku sangat berterimakasih karena diizinkan melihat buku-buku kuno,” jawab Al Fatih sangat bergembira.

“Namun kalian harus berhati-hati agar tidak ada buku yang rusak dan hilang!!, Karena buku-buku itu sangat penting dan bersejarah.” Syarat King Zetto.

“Baiklah, ayo Princess, kita berangkat sekarang sebelum subuh menjelang. Agar kita tidak tergesa-gesa, mumpung malam hari, teman-teman pada tidur,” jelas Prince panjang lebar.

“Baiklah, Ayo segera menuju perpustakaan.” Ajak Princess dengan semangat.

Mereka berdua pun segera menuju perpustakaan bawah tanah. Mereka begitu menikmati perjalanan menuju bagian paling bawah dan misterius dari Istana ini selama 45 menit.

Ditengah perjalanan mereka mendengar suara gaduh semacam dua senjata yang saling beradu kekuatan, Ternyata sumber suara itu adalah Navy dan Air Force yang sedang latihan di battle room. Nyata nya mereka lebih mirip bertarung daripada latihan.

“Hiya, ha, kyaa, bergaya sekali kau!” Terdengar suara tangkisan dan pembicaraan N. Scouth dengan A.F Zilver.

“Bergaya gimana?, bukannya kamu yang bergaya bisa menguasai jurus-jurus yang diajarkan sensei Hana apalagi jurus “subjection the weapon arms.” Bantah N. Scouth yang terdengar di telinga Prince and Princess.

“Mereka sebenarnya latihan apa debat sih, haduh dasar pasangan paling sensitive.” Ungkap Prince ke P. Azusa.

“Iya, Mereka itu cocoknya memang duel kalau mimpin pasukan kayaknya tidak mungkin deh, soalnya debat terus malah tidak jadi maju nanti.” Jawab P. Azusa membenarkan.

Mereka terus saja berjalan, melewati ruangan- ruangan hingga akhirnya anak tangga terakhir. Maka segera saja Prince Al Fatih menyalakan obor.

“Azusa tolong pegangin obornya!! aku mau membukakan pintunya, Haduh ini menggunakan sandi segala.” Perintah sekaligus keluhan prince. Setelah sekian lama sang Crown Prince yang cerdas itu menjawab sandi yang lebih mirip tebak-tebakan akhirnya pintunya terbuka juga.

“Alhamdulillah.” Desah mereka berdua. Ruangan itu sangat gelap dan penuh buku yang berdebu. Diterangi oleh cahaya obor yang tak begitu terang mereka mulai mencari.

“Princess mulailah mencari!!!, Aku akan membersihkan perpustakaan ini sebentar, Mmm.. mungkin kau bisa memulainya dari rak ke 10 dari kanan tampaknya rak itu penuh buku yang sangat bersejarah dan kuno.” Jelas Al Fatih sambil memulai mengelap buku-buku dan rak yang sudah berdebu menggunakan power nya.

“Tapi bukannya kau tahu aku tidak pandai mencari misteri? Aku butuh bantuanmu sobat.” Sang Princess mulai khawatir.

“Aaaah, Kalau begitu lain kali saja aku membersihkan ruangan paling kuno di Istana ini.” Ujar P. Al Fatih pasrah.

“Makasih, ya Al.” Sambung P. Azusa sangat senang.

“Yaa, sama-sama, Santuy aja kalau ngomong sama aku.” Jawab Prince Al Fatih sembari mengedipkan sebelah matanya.

“Yaudah, ayo kita cari misteri nya kata nya keburu pagi, ayo!” Ajak P. Azusa semangat.

“Oke, let’s go! ” Jawab Al Fatih.

Mereka mulai mencari kesana kemari tapi belum ditemukan juga misteri yang bersejarah. Malah mereka mendapati kisah-kisah bersejarah yang sudah dipecahkan oleh leluhur mereka.

“Aduh..kok tidak ada ya, ini juga buku peraturan kerajaannya banyak sekali.” Keluh P .Al Fatih dengan kesal.

“i…ii…ni sungguh…”Tiba-tiba P. Azusa berteriak dengan gelagapan.

“Ada apa?” Tanya Prince.

“Ini ceritanya seru banget tentang Frozzy sudah lama aku ga baca yang beginian…Mantap!”Jawab Azusa dengan PD nya mengangkat buku bergambar Dua adik kakak yang seorang putri di sebuah kerajaan es.

“Huuh, Dasar bantuin cari dong!! malah baca yang gak jelas.” P. Al Fatih marah melihat pendamping nya seperti itu. Tetapi sebenarnya dia sangat sayang kepadanya.

“Prince lihat sana!!” Ujar Princess seraya menunjuk tiga buah buku bercahaya di sudut paling tersembunyi dan susah di jangkau.

“Hah!! Tapi bukankah itu tinggi sekali!!” Teriak P. Al Fatih setelah melihat buku yang dimaksud.

“Hmm, sebenarnya aku aku punya ide, tapi aku malu.” Kata P. Azusa dengan malu-malu.

“Ayolah, Kenapa malu aku kan suamimu.” Nasihat P.Al Fatih.

“Mmm, baiklah tapi kamu jangan marah ya!” Jawab P. Azusa.

“OK!” Jawab balik P. Al Fatih.

“Kamu menggendongku, nanti akan kuambil bukunya.” Usul sang Princess dengan malu-malu.

“Ha, menggendong mu, baiklah.” Jawab Prince gelagapan, sebenarnya usul sang princess sempat terlintas di kepalanya.

Akhirnya berhasil tiga buah tersebut, buku sudah lapuk dan berdebu dan lembarannya sudah banyak yang terlepas dari sampulnya dan yang lebih aneh lagi ketiga buku tua dan lapuk tersebut menceritakan hutan translyvania atau segitiga Bermuda yang berada di daratan dan biasa disebut…

HOYYA BACIU

Adalah hutan yang dihuni ribuan makhluk halus.pohon-pohon nya berbentuk tanda tanya, buahnya berbentuk kepala iblis, itulah beberapa lembar yang telah dibaca prince dan princess.

Akhirnya mereka telah menentukan misteri yang akan mereka pecahkan. Mereka berencana mengajak teman-temannya berpetualangan. Mereka kembali dari perpustakaan tanpa berkata sepatah kata pun, mereka masih memikirkan misteri yang akan mereka pecahkan.sampai mereka tidak menyadari bahwa hari sudah pagi.

P. Al Fatih dan P. Azusa pergi ke kamar mereka. Mereka akhirnya memutuskan untuk memberi tahu kawan-kawan lainnya.Mereka memulai dari kamar yang paling dekat yaitu kamar G. Arrai dan C. Anna mengajak nya memanggil yang lainnya. Al Fatih menemui King-Queen. Azusa mengajak Navy-Admiral Force. Sedangkan Arrai dan Anna memanggil Military terhebat. Setelah semua berkumpul, Crown Prince and Lady Princess memulai pembicaraan.

“Begini, aku dan princess sudah menemukan misteri yang akan kita pecahkan.” Kata P. Al Fatih memulai pembicaraan setelah mengucapkan salam.

“Mmm, kita akan memecahkan misteri yang mungkin, agak berat bagi kita.” Sambung Azusa.

“Woi cepetan misteri apa nih?!” Tanya yang menjadi sebuah bentakan sang A.F berjiwa detektif itu.

“Misteri hutan kawasan hitam hoyya baciu…yang katanya konon di dalam sana berdirilah kastil yang sangat angker bernama poenari.” Sambar P. Al Fatih.

“Apaaa!!!, Houyya Baciu!” Teriak King dan Queen.

“Iya…tapi ada apa dengan houyya baciu?”Tanya Al Fatih.

“Sebenarnya dulu leluhur kita juga akan memecahkan misteri ini, tapi mereka tidak pernah kembali lagi, leluhur ini atau lebih tepatnya kakek dan nenek buyut, Princess dan Colonel yang juga suka memecahkan misteri.”Jelas K. Zetto panjang lebar. Mendengar itu P. Azusa termenung,memikirkan sesuatu. Sampai tidak menyadari bahwa adik dan suaminya menatapnya dalam-dalam.

“Apakah aku juga akan seperti nenek moyangku hilang karena misteri? Apakah aku...” Hati P. Azusa berkata demikian. Seolah tau perkataan hati Azusa, Sang Pangeran mulai angkat bicara.

“Mmm Princessku, Sekarang bagaimana? Apakah kita jadi memecahkan misteri ini atau tidak? Kami hanya menurutimu.” Tanya Al Fatih. Namun tidak terdengar jawaban dari Sang Princess.

“Princess cantikku, Ayolah!” Bujuk Prince.

“Ayolah, Kak” Akhirnya sang Colonel ikut membantu Prince Al Fatih untuk membujuk kakaknya.

“Baiklah aku berani, aku berani membuktikan bahwa di hutan itu tidak ada apa-apa—”

“Oke, teman-teman mari persiapkan diri bawa bekal dan senjata yang lengkap!” Belum selesai Princess Azusa berbicara P. Al Fatih langsung memutus kalimatnya.

“Jangan lupa latih fisik kita, asah senjata kita dan tingkatkan ilmu kita, Insya Allah kita akan berangkat besok pagi.” Saran Al Fatih. Langsung saja mereka melakukan persiapan. mereka mengumpulkan energy, berlatih lebih giat, meningkatkan keimanan dan perbekalan yang cukup.

Berangkat

KAMAR NAVY-ADMIRAL FORCE

“Zilver siapkan perbekalan yang cukup, jangan sampai terjadi hal buruk kepadamu, siapkan senjata yang kuat dan istirahatlah” Ujar N. Scouth perhatian, sambil tersenyum.

“Hmm terima kasih, kamu juga istirahatlah biar aku yang menyiapkan semuanya Scouth sayang.” Balas Zilver.

“Ss…sa..sayang…kamu…”sambar Scouth gelagapan,akhirnya mereka selesai menyiapkan perbekalan lalu istirahat, Zilver memang menyukai Scouth tapi tidak tahu apakah Scouth menyukainya, Karena sebenarnya mereka menikah karena terpaksa. Bola Api dan meihuwabang mereka sedang dibakar agar semakin kuat.

KAMAR KING-QUEEN

“Zetto, aku sangat khawatir jika nanti kita semua tidak bisa…” kalimat itu terpotong saat King mulai bicara.

“Tenang saja, Semua akan baik-baik aku percaya mereka bisa.” Sambung King. Akhirnya King dan Queen menyiapkan semuanya.

KAMAR GENERAL-COLONEL

“Hei Arrai, aku sangat cemas, aku mencemaskan kakakku dia tadi kelihatan gelisah sekali.” Kata Anna.

“Aku justru mencemaskan mu, kau tidak bisa berkuda, Bagaimana jika nanti kau menumpang di kudaku?” Tanya G. Arrai.

“Mmm, Baiklah lagipula aku harus menjagamu dari musuh.” Jawab C. Anna.

“Ngapain melindungi ku yang ada nanti malah aku yang menjagamu, dasar!” Dengus G. Arrai kesal.

“Hehe, oke-oke-oke. ya udah, yuk lanjutin beres-beresnya” Ajak C. Anna. Mereka memang sangat akrab walau tidak seromantis Prince Al Fatih dan Princess Azusa, mereka akrab sejak kecil.

KAMAR PRINCE-PRINCESS

“Princess cantik ku kau tidak apa-apa, kulihat Princess sedari tadi gelisah, Apa yang membuatmu gelisah Princess?” Tanya prince dengan hati-hati.

“Hmm, tidak aku hanya membayangkan ketika kita sudah di hutan nanti.” Jawab P. Azusa yang sedang tiduran di ranjang nya yang luas. Al Fatih lalu menghampiri princess dan menyusul tiduran di sampingnya seraya melihat ke langit-langit kamar seperti yang dilakukan Princess. Princess terkejut.

“Hei, Apa yang kau lakukan?” Tanya Azusa sembari memandang Al Fatih.

“Tenang saja kita kan mahram, aku akan tidur disini sembari menenangkan mu sampai kegelisahanmu tentang kisah leluhurmu itu hilang.” Jawab Al Fatih polos.

“Tapi, tapi…” Tiba-tiba Azusa menangis sambil memeluk Al Fatih. Al Fatih membalas pelukan nya. Hingga akhirnya mereka tertidur pulas, sungguh kisah yang sangat dramatic and romantic.

RUANG KUMPUL KERAJAAN

“Ok, kita hanya akan mengutus 5 Komandan Military Elit dan satu Captain terlatih, Dua Navy-Admiral Force, Dua General-Colonel dan dipimpin oleh Prince-Princess.” Ujar King Zetto dengan tegas. Setelah itu semua meneliti buku kuno tersebut, ketika sudah halaman 1.531.

“Apa ini kok kosong” Kata Scouth.

“Lihat ada tulisan kecil” Tunjuk A.F.

“Biar aku bacakan, disini tertulis ''hati-hati pada halaman selanjutnya adalah pintu masuk menuju houyya baciu''.” Baca Azusa.

“APAAA!!” Mereka semua secara serentak berteriak. Setelah itu atmosfer di dalam ruangan itu menjadi semakin mencekam. Senjata mereka menyala. Dengan hati yang berdebar-debar dan tangan yang gemetaran Al Fatih atau orang yang memiliki gelar Sang Singa Putih tersebut mulai membuka halaman selanjutnya dan—

"Zaaap!!!"—tiba-tiba ada semua petinggi yang berada di tempat tersebut tersedot masuk kedalam buku tersebut. Mereka semua tersedot oleh cahaya yang menyebar ke seluruh ruangan dan membawa mereka ke tujuan. Mereka semua muncul ditempat yang berbeda masing-masing ditemani oleh pasangan dan sahabat.

“Kok kita bisa disini, Dimana yang lainnya? Apakah kita sudah berada di hutan houyya baciu?” Tanya Queen kepada King dengan tergesa-gesa.

“Aku juga tidak tahu, akan tetapi sepertinya kita memang sudah di hutan, lihatlah pohon-pohonnya! Yasudah yuk kita cari yang lain, Bagaimana?” Tanya King.

“Yasudah kalau begitu, Ayo!” Jawab Queen.

King dan Queen mulai berjalan menyusuri hutan misterius itu.

“Qlarion, berhenti!!” Kata K. Zetto sambil memberi isyarat berhenti, di seperempat jam perjalanan mencari yang lain.

“Eh itu, bukannya...” Q. Qlarion memicingkan matanya, Berusaha untuk melihat jelas lurus ke depan.

“Triple Zura!!” Queen Qlarion yang berhasil menebak sosok tersebut berseru kaget. K. Zetto yang ada disampingnya tersenyum bahagia. King dan Queen segera mendekati Triple Zura. Cap. Fazura, M. Azura, M. Jazura.

“Bagaimana? Kalian baik-baik saja? Dimana yang lainnya?” K. Zetto langsung mengajukan pertanyaan, setibanya di sana.

“Kami baik-baik saja, tapi mohon maaf, kami belum mengetahui keberadaan yang lainnya.” Cap. Fazura menjelaskan.

“Baiklah, kalau begitu daripada mengulur waktu, sekarang lebih baik kita mulai mencari yang lainnya.” King berkata dengan bijaksana. Semua setuju dengan keputusan king untuk mencari. Semua menunggangi kudanya dan bergegas pergi memulai misi pencarian. Di hutan yang lembab dan gelap. Cahaya matahari bahkan tidak bisa memasuki area dalam hutan, Karena sangking lebatnya pohon-pohon di sana. Pohon di sana memang terlihat subur karena lebatnya dedaunannya, Tapi semuanya mengerikan. Pohonnya berbentuk nenek bongkok yang ganas. Yang kapan saja bisa memangsa tumbalnya.

Banyak tulang berserakan. Bangkai-bangkai yang mati akibat sistem rimba. Bangkai itu menumbuhkan bau menyengat. Kamu tidak akan tahan dengan tempat itu. Tempat yang kotor dan menjijikan. Suara hewan mengerikan bersahut- sahutan. Menyajikan hawa hutan yang lebih mencekam. Banyak lumut yang tumbuh di sana sehingga jalan menjadi licin dibuatnya. Konon kata nya bertahun-tahun lalu terdengar kisah aneh. Ada anak kecil dari pemukiman yang masuk ke hutan ini tanpa rasa takut. Setelah bertahun-tahun anak ini tidak kunjung pulang ke rumah nya. Sampai lima tahun mendatang anak itu kembali ke rumah nya tanpa kurang sedikit pun dan tidak bertumbuh sedikit pun.

Di suatu hari juga ada satu warga yang memasuki hutan ini. Tepatnya seorang pengembala dengan dua ratus ternaknya. Semua hilang, Tak pernah kembali. Semua itu masih aja misteri. Sampai detik ini kami masih berjalan menuju tempat yang lebih berbahaya lagi.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!