NovelToon NovelToon

Gate Hunter

Chapter 1: Seorang Pembunuh Yang Berbakat

Suku Mata Biru terkenal akan keindahan warna mata yang mereka punya. Banyak sekali manusia yang tidak manusiawi ingin memiliki bola mata mereka untuk dijadikan sebuah koleksi hingga suatu hari tepatnya pada tengah malam terjadi sebuah penculikan yang disebabkan oleh pembunuh professional dari luar negeri.

Mereka membunuh seluruh orang tua bahkan remaja yang sudah menginjak umur 17 tahun tanpa belas kasihan, terdengar kalau mereka hanya membutuhkan anak yang masih umur 5-16 tahun karena kondisi mata yang masih baik dan terawat. Seluruh anak-anak yang sudah diculik langsung mereka bawa ke markas yang berdiri tanpa diketahui oleh Pemerintahan Indonesia.

Napasnya sesak, kepalanya panas dan tubuhnya keringatan saat ini dia hanya bisa melihat kegelapan walaupun matanya sudah terbuka lebar. Suara ban mobil berjalan di permukaan tanah yang tidak rata membuat guncangan sehingga mereka semua ketakutan.

Dia berusaha untuk tenang tapi ingatan saat kedua orang tua serta kakaknya mati terbunuh tepat di depan

matanya membuat trauma tertanam di dalam dirinya. Mobil berhenti bersama dengan terbukanya pintu truk mobil lalu senter mengarah ke mata setiap anak hingga membuat silau, terlintas senyuman puas dari wajah penculik hingga membuat korbannyaketakutan.

Satu persatu anak-anak itu diperiksa kondisi mata mereka oleh dokter yang sudah diancam hingga salah satu anak memiliki kondisi mata rabun seketika anak itu langsung ditembak mati di depan mereka semua sampai membuat teriakan histeris.

Dia masih berusaha untuk tenang walaupun darah telah mewarnai pipinya, anak-anak yang masih histeris

akan langsung diberikan suntikan penenang, sedangkan dia yang masih kuat melihat itu semua membuat salah satu pembunuh professional tertarik.

Brakk...

Dia langsung dibawa ke tempat pribadi pembunuh tersebutyang tertarik dengannya walaupun ketakutan memenuhi pikirannya tapi dia masih berani menatap mata pembunuh tersebut.

"Kamu cukup menarik!" ucapnya sambil tersenyum puas seakan sudah mendapatkan mainannya

Untuk mengetahui nama anak yang membuatnya tertarik itu langsung saja dia lakukan permainan pematah jari sambil mengikat kaki serta menutup kedua mata anak itu.

"Jawab setiap pertanyaan yang aku berikan kepadamu kalau begitu mari kita mulai.Siapa namamu?" tanyanya sambil memegang jari telunjuk anak itu

Tubuhnya gemetar, suaranya tidak mampu keluar karena tidak menjawab pertanyaan tersebut dengan sadis pria itu langsung mematahkan jari telunjuknya hingga jeritan kesakitanmembuat ruangan sepi menjadi ribut.

Ternyata dia tidak mematahkan jari anak itu melainkan menggeser sendi tulangnya seakan-akan patah

benaran. Tangisan membanjiri wajah dan tubuhnya yang meronta-ronta berusaha untuk melepaskan ikatan di tangannya, pembunuh itu mengulang pertanyaannya.

"Siapa namamu?" tanyanya dengan wajah serius untuk mematahkan jari manis anak itu

"Namaku Ryan!" teriaknya dengan keras

"Ryan, mulai saat ini nama panggilanmu adalah Jack dan kamu bisa memanggilku dengan sebutan Cero.

Perlu aku ingatkan kepadamu Jack karena mulai saat ini kamu akan menjadi bahan siksaanku!" ucap Cero

Walaupun umurnya masih 5 tahun, dia mengerti dengan arti dari bahan siksaan yang membuatnya langsung ketakutan hingga tubuhnya tidak bisa bergerak lalu Cero meninggalkannya. Tubuhnya terikat dengan kuat sampai tidak bisa terbuka sedikitpun. Oleh karenaitu,dia memilih untuk diam dan berusaha menenangkan pikiran dan hatinya.

...

Dua bulan berlalu dengan Jack terus-menerus mendengar suara teriakan dari teman-temannya yang sudah seperti neraka buatnya walaupun dalam seminggu ini dia tidak tersiksa tapi jeritan dari luar membuat kepalanya terasa ingin meledak. Namun, dia tidak bisa melakukan apapun bahkan tubuhnya sama sekali belum makan ataupun minum.

Rasa lapar membuatnya menderita hingga satu nama terlintas di pikirannya lalu dia berusaha untuk memanggil orang itu dengan nada kecil yang perlahan-lahan mulai membesar, satu tarikan napas dia kumpulkan lalu mengeluarkannya.

"Cero!" teriak Jack

Brakk...

"Kenapa kamu memanggilku dasar bocah bodoh saat ini aku lagi sibuk mengeluarkan mata rekanmu!" teriak Cero tanpa perasaan apapun selain marah

Jack yang mendengar kalau mata temannya mau dikeluarkan membuat dia langsung muntah asam lambung sampaimembuat Cero sadar kalau dirinya belum memberikan makanan kepada Jack. Piring dengan makanan dan segelas air putih langsung Jack santap tanpa pikir panjang walaupun Cero memiliki sifat dingin dan sadis entah kenapa Jack merasakan kalau orang di depannya ini berbeda dengan pembunuh yang lain.

"Jack, dengarkan aku kalau kamu tidak ingin ini terus berlanjut yang mengakibatkan dirimu mati seperti rekanmu yang lainnya. Aku akan memberikan kamu dua pilihan yaitu mati seperti rekanmu atau berjuang untuk melawan balik mereka semua!" ucap Cero berwajah serius

"Cero kamu berbeda dengan yang lain, katakan kepadaku kenapa kamu ingin menolongku?" tanya Jack dengan wajah lesu

Pertanyaan Jack membuat Cero tertawa lalu dia menjelaskan kalau dirinya bosan dengan kehidupan seperti

ini bahkan dia membenci hidupnya sendiri. Jack yang mendengar itu semua kini mulai paham dan akhirnya menerima panggilan Jack tanpa rasa takut, dia berdiri berhadapan dengan Cero.

"Sungguh kamu ini sangat menarik!" ucap Cero melihat bakat terpendam di dalam dirinya Jack

Entah kenapa Jack merasa dirinya lebih berani daripada sebelumnya mungkin ini efek dari adaptasi yang

dia miliki hingga memahami situasi yang terjadi tapi dirinya tidak akan bisa lupa dengan apa yang dia  dengar dan lihat.

...

Lima tahun berlalu dengan Jack yang kini hanya dirinya saja yang tersisa dari Suku Mata Biru. Tubuhnya

terluka parah karena siksaan dari Cero yang mereka buat menjadi sebuah sandiwara untuk melindungi Cero supaya rencana tidak gagal.

"Aku akan melatihmu hingga menjadi seorang pembunuh professional sama sepertiku!" ucap Cero dengan wajah serius

"Terserah dirimu akan aku ikuti seluruh perintah darimu,Cero!" ucap Jack dengan wajah murung melihat rekannya mati

Cero mengelus kepalanya Jack dengan sangat lembut bagaikan pengganti orang tuanya yang sudah meninggal. Dalam lima tahun ini, Jack mengerti kenapa Cero melakukan itu semua karena organisasinya selalu memberikan ancaman untuknya jika berkhianat dan untuk itu adanya Jack sebab dirinya yang akan menyelesaikan semuanya.

Dalam lima tahun ini, Jack sudah mendapatkan pelatihan dari Cero secara diam-diam dan betul sekali firasat ketika melihat Jack sebab dirinya sangat berbakat dalam bidang seperti ini bahkan Cero takjub melihat bagaimana Jack dapat menguasai seluruh skill yang Cero latih selama 20 tahun tanpa henti, sedangkan untuk Jack hanya perlu waktu sebanyak 5 tahun untuk menguasai seluruh skill tersebut.

"Anak ini akan menjadi pembunuh terbaik di seluruh dunia jika pelatihan ini terus berlanjut tapi aku tidak akan membiarkannya membunuh orang yang tidak bersalah seperti diriku ini!" gumam Cero menyesal dengan perbuatannya selama ini

Jack sudah menguasai teknik senjata, teknik bela diri dan lainnya yang sangat dibutuhkan jika ingin menjadi seorang pembunuh professional saat ini Jack sudah menguasai itu semua dengan sempurna di usia10 tahun.

"Cero, apa yang membuatmu bengong seperti itu?" tanya Jack

Latihan terakhir yang sangat tidak ingin Cero berikan tapi latihan ini sangat perlu dilakukan untuk membuat Jack selalu ingat perasaan ketika membunuh sesama manusia.

"Jack, latihan terakhir untukmu adalah membunuh. Apa kamu siap?" tanya Cero

Mendengar kata membunuh seketika membuat Jack teringat dengan masa lalu kelamnya hingga rasa mual

muncul membuat Cero panik.Namun, Jack dengan tekad yang luar biasa membuat Cero merasakan tekad tersebut kalau dirinya akan melakukan latihan tersebut.

Jack tahu kalau saat ini Cero menyembunyikan keberadaan Suku Mata Biru terakhir jika ketahuan oleh

organisasi akan membuatnyadalam berbahaya. Oleh karena itu, Jack harus segera bisa melindungi dirinya sendiri daripada membuat Cero menjadi musuh organisasi.

...

Tepat pada tengah malam, Cero menggunakan rekan pembunuhnya untuk dijadikan target oleh Jack dengan memberikan alasan kepada rekannya kalau dia ditugaskan menjaga hutan dari kejauhan Cero terus mengawasi pergerakan Jack.

"Hutan adalah salah satu tempat terbaik untuk melakukan pembunuhan dan lebih bagusnya lagi ini

adalah tengah malam. Jadi, penglihatan terkadang tidak bisa melihat semuanya tapi berbeda dengan Suku Mata Biru seperti kami karena mata ini sangatlah spesial jika keadaan gelap seperti ini." gumam Jack yang kini mata birunya mulai bersinar di kegelapan

Cero sudah menganalisis seluruh tentang Suku Mata Biru bukan hanya mata mereka yang indah tapi

keterampilan bertahan hidup serta yang paling membedakan adalah kemampuan mata biru yang bisa melihat keadaan gelap sekalipun tanpa cahaya ini terbukti kuat dengan Suku Mata Biru yang selalu beraktivitas setiap malam hari untuk berburu.

Tempat tinggal mereka di Indonesia tepatnya Pulau Buton yang saat ini sudah menjadi kabar hangat karena Suku Mata Biru telah menghilang dari pulau tersebut. Cero tahu kalau hutan dan suasana gelap adalah tempat terbaik untuk Suku Mata Biru melakukan peburuan dan inilah mengapa Jack memiliki bakat seorang pembunuh.

Srak...Srak...Srak...

Jack berlari melewati semak-semak membuat suara seketika target mulai waspada terhadap asal suara tersebut. Ini dia lakukan dengan senjaga supaya target fokus ke arah suara daripada sekitarnya, Jack memanfaatkan momen ini untuk mendekati target sambil mengarahkan pistol ke dada kiri target.

Cero melihat itu dari kejauhan mengetahui kalau itu adalah gerakan salah yang akan mengantarkan Jack

menuju kematian dengan cepatnya dia berlari untuk menolong Jack. Namun, ketika sampai betapa terkejutnya dia melihat kawat besi yang sudah meregang mengikat di setiap pohon dan sudah memotong tangan kanan target ketika ingin mengambil psitol yang Jack pegang.

Dor...

Pistol dengan peredam suara seketika menembus jantung target hingga tidak bernyawa lagi, Cero berniat untuk melihat wajah Jack ketika sudah membunuh untuk pertama kalinya.

"Berhenti!" ucap Jack

Cero berhenti melangkah dan dia mulai sadar kalau setiap hutan di sekitar target sudah ada banyak sekali

kawat besi tipis yang sangat tajam siap untuk memotong apapun membuat Cero takut dengan kecepatan Jack dalam mengatur seluruh rencananya.

Jack membuat keributan di semak-semak saat itulah dirinya mengikat kawat besi di setiap pohon untuk

dijadikan sebuah senjata tanpa target mengetahuinya. Terlihat tatapan pembunuh yang sangat kuat berasal dari Jack membuat Cero merasakan apa itu ketakutan tapi di lain sisi dirinya bangga melihat Jack berhasil melakukan latihan terakhir.

"Jack dengan ini latihan terakhirmu selesai. Jadi, persiapkan dirimu untuk membalaskan dendam yang selama ini kamu simpan!" ucap Cero

Bersambung...

Chapter 2: Memilih Keduanya

Setelah latihan mencari pengalaman membunuh kini Jack harus melaksanakan balas dendam tapi semuanya gagal karena Cero sudah ketahuan telah menyimpan Suku Mata Biru yang terakhir sehingga dirinya harus mendapatkan siksaan dari para rekan sesama pembunuh walaupun tubuh dan mentalnya terluka tetap saja Cero tidak memberitahu lokasi Jack berada.

Jack terkadang mampir melihat keadaan Cero yang sedang terluka parah ketika seluruh rekan Cero mencari keberadaan Jack di sekitar hutan. Melihat luka di tubuh Cero membuat Jack teringat dengan seluruh sukunya seketika keadaan mental Jack mulai berubah dan ini sangat membuat Cero khawatir lalu dia memberikan senyuman lebar tapi mengerikan.

"Jangan melakukan tindakan ceroboh!" minta Cero sambil menatap tajam ke arah Jack

Tatapan tajam itu langsung membuatnya berpikir jernih lalu Jack membalas dengan tatapan tajam yang membuat Cero kembali tenang.

"Berapa lama aku harus menunggu?" tanya Jack

"Kamu harus menunggu lima tahun lagi untuk bisa seimbang melawan pria dewasa tepatnya saat kamu umur 15 tahun!" balas Cero

Terdengar banyak sekali suara langkah kaki yang menuju ruang penyiksaan kini Jack harus meninggalkan Cero. Mereka semua berjumlah 10 orang yang merupakan rekannya Cero dalam melakukan pembunuhan dan saat ini dia harus menutup mulut untuk tidak memberitahu lokasi Jack.

Pukulan terus mendarat ke bagian wajah dan perut hingga Cero muntah darah dari kejauhan sudah membuat luapan amarah yang berasal dari Jack tapi dia teringat dengan Perintah Nomor yang dibuat oleh Cero untuk digunakan ketika kehilangan konsentrasi.

"Perintah Nomor 3: Selalu mematuhi perintah atasan!" ucap Jack sambil menatap tajam ke arah targetnya

Jack langsung pergi ke hutan untuk memahami seluruh medan yang akan dia gunakan untuk membunuh seluruh targetnya. Lima tahun akan dia gunakan untuk melatih seluruh keterampilannya hingga titik darah penghabisan sampai tidak ada yang bisa melampaui dirinya lagi.

...

Lima tahun telah berlalu kini Jack sudah umur 15 tahun yang sudah siap untuk menyelesaikan semuanya. Terlihat penampilannya sudah banyak berubah walaupun begitu tetap saja tujuannya tidak berubah yaitu melakukan balas dendam. Namun, saat sudah siap tiba-tiba terjadi sebuah gempa bumi yang luar biasa dahsyat hingga muncul sebuah protal seperti pintu lalu keluar makhluk yang sangat menyeramkan dengan taring serta tubuh yang seperti manusia tapi berwarna hijau.

Jack langsung bersembunyi sambil menghilangkan keberadaannya lalu muncul dua portal lagi betapa terkejutnya dia melihat makhluk yang sangat besar dengan sayap keluar dari portal seketika Jack tahu kalau makhluk itu adalah seekor naga.

"Apa yang terjadi?" gumam Jack dalam keadaan bingung

Satu langkah kaki dari naga tersebut membuat getaran bagaikan gempa bumi lalu makhluk ini bergerak menuju markas pembunuh professional yang membuat Jack harus mengikutinya tapi muncul beberapa monster yang merupai manusia tapi dengan tubuh yang sudah seperti mayat.

Analysis!

"Jumlah mereka sebanyak 20 dan mereka semua mengeluarkan bau yang tidak enak kemungkinan ini adalah Undead atau lebih tepatnya mayat hidup berjalan!" gumam Jack sambil meloncat ke dahan pohon

Kemunculan portal terjadi pada malam hari bertepatan dengan rencana Jack saat ingin membalaskan dendamnya kini bulan sudah pada puncaknya yang mengakibatkan suasana hutan menjadi gelap gulita seketika mata biru Jack mulai bersinar di dalam kegelapan.

Jack mengeluarkan pisau yang dia simpan di dalam tas penyimpanannya kemudian dengan gerakan cepat mulai menebas tubuh para Undead tapi serangan tersebut tidak memberikan dampak kerusakan kepada mereka.

Sesuai dugaan Jack kemungkinan hanya air suci dan cahaya matahari yang bisa melukai para Undead tapi dia tidak memiliki kedua hal tersebut bahkan saat ini para Undead mulai bertingkah aneh dengan mata berubah menjadi merah terang serta pergerakan mereka semakin ganas dan agresif.

Untung saja saat ini Jack berada di dahan pohon tapi waktu terus berjalan karena naga itu masih menuju ke arah markas. Jack tidak mau membuang waktunya karena itu dia terus berpikir cara untuk membunuh Undead, dia memeriksa tas penyimpanan yang isinya ada air mineral, garam laut, kawat besi dan pistol dengan lima peluru di dalamnya.

"Air suci didapatkan ketika air biasa di doakan tapi aku bukan penganut agama yang baik dan garam juga bisa menjadi garam suci jika...aku kurang tahu cara mendapatkannya tapi yang pasti garam bisa menjadi suci." gumam Jack

Jack memiliki satu ide yaitu mencampurkan kedua bahan tersebut hingga menjadi air garam kemudian menyiramkannya ke salah satu Undead tiba-tiba tubuh mereka seperti mengering sampai menjadi debu kini senjata ampuh untuk melawan Undead sudah Jack dapatkan yaitu air garam.

"Berhasil dengan ini aku bisa membunuh mereka semua!" gumam Jack sambil bergerak menyiram air garam

Tiba-tiba muncul tulisan di depan matanya Jack yang membuatnya terkejut hingga menabrak batang pohon dengan sangat keras dan untungnya para Undead sudah dia basmi.

Selamat anda sudah menjadi seorang Pemburu Gate!

Level 1 telah naik menjadi level 5!

Kemampuan spesial saat ini masih kosong dan untuk mendapatkannya anda harus mencapai level 10!

Jumlah monster yang telah dibunuh adalah 20 monster Rank E!

"Tulisan ini tiba-tiba muncul dan apa ini Pemburu Gate nanti saja aku cari tahu saat ini aku harus menuju markas!" ucap Jack sambil berlari menuju markas

Buarr...

Napas api keluar dari naga tersebut hingga membakar hutan yang mengakibatkan Jack tidak bisa melewatinya dengan menggunakan seluruh air mineral yang dia punya untuk membasahi tubuhnya lalu Jack menerobos api hingga mencapai markas yang sudah hancur lembur karena terinjak oleh kaki naga tersebut.

Terlihat targetnya sudah mati dengan bentuk tubuh yang sulit untuk dijelaskan tapi yang pasti tubuhnya sudah remuk. Jack khawatir dengan keadaan Cero dengan beraninya dia masuk melewati kaki naga tersebut lalu dia melihat tubuh Cero sedang tertimpa batu besar.

Jack langsung panik dan berusaha untuk mengangkat batu besar tersebut tapi batu tersebut tidak bergerak hingga tangisan keluar darinya saat melihat Cero dalam keadaan mengerikan. Naga terus menyemburkan apinya ke seluruh hutan sampai membakar monster lain yang keluar dari portal bahkan raungan naga tersebut membuat seluruh hutan menjadi ribut.

Roaarrr...

"Jack tidak perlu sedih, ini semua adalah karma yang sudah pasti aku dapatkan karena sudah banyak membunuh orang yang tidak bersalah seperti keluargamu. Jadi, sebelum aku pergi ada sesuatu yang harus kamu pilih walaupun balas dendam tidak bisa kamu lakukan tapi hidup ini tidak selalu balas dendam untuk membuatmu terus maju, masih ada tujuan lain!" ucap Cero dalam keadaan sekarat

Jack tidak peduli dengan apa yang terjadi di masa lalunya bahkan dia tidak menganggap kalau Cero adalah pembunuh sukunya tapi di lain sisi saat ini Cero merasa sangat menyesal karena membunuh suku serta keluarganya Jack.

"Bertahanlah Cero akan aku cari sesuatu untuk menyelamatkanmu!" teriak Jack

"Tidak perlu!" ucap Cero

Jack langsung mengetahui kalau tubuh Cero sudah sepenuhnya hancur karena tertimpa batu besar walaupun batu berhasil diangkat tetap saja nyawanya tidak bisa diselamatkan, Cero mengatakan kata terakhir sebelum dia mati yaitu memberikan sebuah pilihan kepada Jack.

"Kebebasan kini berpihak kepadamu jadi pilihlah hidup bebas atau tetap menyimpan balas dendam yang masih kamu simpan?" tanya Cero dengan napas terengah-engah

Jack bingung dengan pilihan tersebut lalu Cero menghembuskan napas terakhirnya dengan memperlihatkan mata berwarna putih serta tubuhnya tidak terasa hangat lagi membuat mental Jack seketika hancur. Naga yang tadi tidak menyadari keberadaan Jack kini mulai bisa merasakannya karena Jack tidak menyembunyikan keberadaannya lagi dengan tatapan penuh amarah melihat ke arah sang naga seketika memberikan rasa takut kepada monster tersebut.

"Bebas atau balas dendam kepada para kolektor sampah?" tanya Jack kepada dirinya sendiri

Mata biru mulai memancarkan tatapan tajam yang membuat naga menjadi waspada, Jack mengambil Sniper Barrett milik Cero lalu dia fokus mengarahkan tembakannya tepat di kepala naga tersebut.

Dorr...

Jack menembak tepat arah mata yang langsung menembus otak naga tersebut sampai tubuhnya tumbang ke tanah. Hutan masih terbakar karena api yang naga tersebut keluarkan lalu Jack pergi dari hutan menuju ke kota dengan menaiki sebuah speed boat.

Selamat anda telah membunuh Dragon Hell Rank S!

Level 5 telah naik menjadi level 20!

Kemampuan Spesial telah ditambahkan sesuai dengan karakter anda!

Jumlah monster yang telah dibunuh adalah 20 monster Rank E dan 1 monster Rank S!

"Cero, aku memilih keduanya yaitu bebas dan melakukan balas dendam!" ucap Jack

Bersambung...

Chapter 3: Era Baru

Gempa bumi berskala besar terjadi di seluruh dunia yang mengakibatkan bangunan bersejarah hancur bukan hanya itu tiba-tiba di sebuah langit, dataran dan lautan mulai muncul sebuah portal yang terbuka lebar lalu keluar makhluk seperti zombie, serigala mutasi dan masih banyak lagi untuk itu seluruh negara mulai membentuk barikade dengan menggunakan senjata berat.

Pertempuran antara manusia dengan makhluk portal terjadi begitu sengit karena senjata api tidak mempan pada makhluk portal sehingga para ilmuwan terus meneliti hingga menemukan cara untuk melawan balik sehingga manusia menjadi unggul dalam pertempuran. Namun, semuanya tidak bertahan lama karena makhluk portal mulai bermunculan jenis baru yang mengakibatkan pertempuran kembali menjadi sulit.

Sekali lagi seluruh negara mengalami kehancuran akibat dari makhluk portal ketika umat manusia mengalami putus asa dan rasa ingin menyerah tiba-tiba muncul sosok manusia dengan kemampuan spesial yang mampu melancarkan serangan sihir, tubuh super kuat serta senjata yang sangat asing kini mereka disebut sebagai Gate Hunter

Gate Hunter adalah manusia yang memiliki kemampuan spesial serta memiliki sistem bersama mereka yang membantu dalam perkembangan karakter sehingga memiliki kekuatan diluar akal manusia. Jadi, kasus mempunyai kekuatan ini tidak sembarang mendapatkannya karena mereka harus mendapatkan pengakuan dari sistem yang kini diberi nama Gate System.

Dengan adanya Gate Hunter yang bermunculan di seluruh dunia membuat portal yang terbuka mulai perlahan menutup hingga satu tahun kemudian kini seluruh portal atau pintu sudah tertutup rapat tetapi akan terbuka lagi sesuai hitungan waktu mundur yang terpajang di atas pintu bagaikan sebuah bom waktu.

Gate, portal, pintu atau gerbang inilah sebutan untuk sebuah alat penghubung dunia monster dengan dunia manusia yang saat ini sudah tertutup rapat dan dijaga oleh para Gate Hunter dan akan melakukan raid atau serangan jika sudah waktunya. Gate memiliki kesulitan tersendiri contohnya Gate Class S, A, B, C, D dan E itulah seluruh tingkatan gate setelah berhasil membuat seluruh gate tertutup kini seluruh dunia membuat Gate Hunter menjadi sebuah pekerjaan yang akan mendapatkan penghasilan tergantung dari raid dan jumlah monster yang sudah terbunuh.

Bukan hanya itu kini dengan adanya batu kristal yang muncul ketika membunuh monster membuat teknologi menjadi maju dengan energi-energi tiada habis membuat dunia yang sebelumnya hancur kembali menjadi megah dengan hal-hal yang baru. Namun, monster gate akan terus berdatangan jika sudah waktunya karena itu mereka mendirikan sebuah guild yang terdiri banyak sekali Gate Hunter dari berbagai dunia.

Batu kristal digunakan sebagai sumber daya seperti listrik, air, api, tanah dan lain-lainnya sesuai unsur dari batu kristal tersebut bahkan dengan bahan tersebut membuat manusia bisa menciptakan sebuah senjata yang akan mempan ketika mengenai monster gate dan masih banyak lagi kegunaan dari batu kristal tetapi ilmuwan masih terus meneliti serta melakukan eksperimen untuk membuka seluruh manfaat dari batu kristal.

Kini kedamaian tercipta dengan adanya Gate Hunter membuat seluruh masyarakat yang tidak terpilih menjadi tenang dengan keberadaan mereka. Namun, ada beberapa Gate Hunter yang memanfaatkan status mereka untuk mendapatkan kekuasaan tapi tenang saja karena Gate Hunter seperti itu hanya akan terkena karma yang mereka sebut adalah karma gate.

Karma gate membuat Gate Hunter akan berhenti berkembang jika melakukan pembunuhan kepada manusia yang tidak terpilih oleh Gate System tapi untuk membuat Gate Hunter lebih dihormati kini para pemerintah membangun Asosiasi Hunter yang akan menciptakan keharmonisan antara Gate Hunter dengan masyarakat umum yang mana akan saling bekerja sama yaitu Gate Hunter memburu monster dan menciptakan kedamaian, sedangkan masyarakat umum akan memberikan hadiah seperti uang dan jabatan kepada Gate Hunter yang sudah berjasa.

Kini tahun 2060 telah menjadi era baru untuk seluruh umat manusia yang akan selalu hidup berdampingan dengan gate tanpa tahu sebab munculnya pintu tersebut. Namun, para ilmuwan tidak akan berhenti mencari tahu hingga mereka mendapatkan informasi tentang pencipta dari gate ini.

...

Dua tahun setelah kejadian tersebut kini aku sudah umur 17 tahun dengan menjadi Gate Hunter Pemerintahan Indonesia tepatnya sebuah guild nomor 5 di seluruh dunia yang menjadi akses untuk teleport ke guild lain dengan status nomor tertinggi adalah guild nomor 1 yang berada di Amerika Serikat.

Status kami bisa dilihat oleh resepsionis yang akan menentukan kita mendapatkan rank serta gate dengan tingkat tergantung dari rank yang kita dapatkan contohnya diriku yang mendapatkan Rank C berarti aku akan mendapatkan gate dengan tingkatan Class D atau setingkat dengan rank milikku tapi tidak semuanya bisa dilihat oleh resepsionis karena memerlukan ijin dari pemilik itu sendiri dalam kasus ini, aku berpura-pura sudah membunuh monster dengan Rank E-C dengan menyembunyikan kebenaran kalau sudah mengalahkan naga dengan Rank S.

Tentu saja aku tidak mau menjadi alat negara karena aku masih memiliki tujuan yang harus aku selesaikan dan aku lupa memberitahu kalau Gate Hunter tidak akan terkena karma jika membunuh sesama Gate Hunter tapi ini jarang terjadi karena mereka pasti akan berpikir ulang saat melawan sesama kekuatan diluar akal manusia.

Saat ini aku sudah menjadi Gate Hunter selama 2 tahun, sedangkan menjadi Gate Hunter resmi baru 1 tahun walaupun umurku masih tergolong muda tapi ketua guild mengetahui kekuatan yang aku punya sehingga dia memberikan aku ijin untuk mengikuti gate sesuai dengan rank tapi di negara lain ada banyak sekali Gate Hunter dengan umur sangat muda bahkan aku pernah dengar ada yang berumur 15 tahun.

Tapi itu semua bukan urusanku karena saat ini aku membutuhkan uang, koneksi dan status untuk membuat diriku lebih leluasa dalam bergerak tapi masih aku tegaskan kalau status yang aku maksud bukan menjadi aset negara melainkan lebih dipercayai oleh mereka yang sering disebut sebagai petinggi asosiasi hunter sehingga aku akan mendapatkan kebebasan bergerak.

Brak...

"Kakek tua jelaskan kepadaku tentang ini semua!" ucap Jack sambil memperlihatkan kertas

"Jackie seharusnya kamu lebih pelan saat membuka pintu jangan menghancurkannya padahal ini sudah aku perbaiki lalu tentang kertas itu..."

Jack menatap tajam ke arah ketua guild hingga dia memberitahu kalau Jack memang harus berada di sebuah Gate Class B karena kemampuannya sudah mencukupi. Namun, Jack tidak mau dia lebih cepat naik karena akan membuat curiga petinggi asosiasi hunter yang akan mengakibatkan dirinya akan dipaksa menjadi aset negara dan itu tidak boleh sampai terjadi.

"Tch, kakek tua kamu suka sekali bermain denganku bukannya kamu sudah tahu tujuan asliku!" ucap Jack sambil mengeluarkan aura membunuh

Kakek tua ini bukan sembarangan walaupun umur sudah memang tua tapi dia ini setingkat Gate Class S yang mendapatkan julukan White Tiger. Jadi, siapapun akan merasa mati rasa atau mental down ketika melihat aura putih keluar dari tubuhnya dan saat ini kelihatannya dia serius.

Fuuu...

"Aku memberikan kamu Gate Class B tidak sembarangan untuk membuang nyawamu dan aku sangat tahu kalau balas dendam yang kamu simpan tidak akan ada habisnya sampai kamu sendiri yang menyelesaikannya dengan kedua tanganmu!" ucapnya dengan serius

Mental down tidak akan mempengaruhi diriku karena aku kebal terhadap seluruh status buruk yang aku dapatkan setelah membunuh naga di pulau sebelumnya walaupun begitu saat ini aku akan kalah melawannya karena perbedaan pengalaman dalam bertarung.

"Kalau sudah mengetahuinya lalu kenapa memberikan aku Gate Class B?" tanya Jack menatap tanpa rasa takut

Asisten dari ketua guild nomor 5 masuk ke dalam suasana yang tidak mengenakan bahkan hampir tidak bisa bergerak sedikitpun saat melihat aura putih.

"Kakek tua sebaiknya kamu simpan aura putihmu itu!" ucap Jack melirik ke arah asisten

Fuuu...

"Apa yang kalian berdua lakukan dasar bocah tidak tahu diri dan kakek tua yang tidak ingat dengan umurnya sendiri. Jadi, berhenti membuat sesuatu yang kekanak-kanakan seperti ini!" teriak asisten sambil mengeluarkan auranya

"Tch, wanita tua bisakah kamu tidak memperburuk keadaan lagi dengan aura busukmu itu!" ucap Jack sambil membuang wajahnya

Asisten itu langsung memukul dengan seluruh kekuatannya hingga hembusan angin membuat lantai menjadi hancur tapi Jack berhasil menghindari pukulan tersebut tanpa terluka sedikitpun.

"Aku tidak akan bertanya tentang alasannya karena kamu sudah banyak membantuku. Jadi, aku mempercayaimu tapi lain kali beri tahu aku jika memberikan sesuatu seperti ini!" ucap Jack di depan pintu sambil melirik ke belakang lalu pergi

Asisten itu masih marah kepada Jack bahkan ingin sekali mendaratkan pukulan tepat arah wajah Jack tapi dia selalu gagal bahkan hampir sama sekali tidak mengenai sehelai rambut darinya.

"Lucia hentikan nanti kecantikanmu hilang sepenuhnya dan suamimu akan memutuskan pernikahan kalian!" ucapnya dengan serius

Punch...Duarrr...

"Abbay bisakah kamu lebih serius!" ucap Lucia dengan tatapan marah

"Hahaha, tentu saja aku serius tapi kamu tidak akan bisa mendaratkan pukulan kepadanya bahkan aku tidak bisa melawannya!" ucap Abbay dengan wajah serius

Benar karena itu semua terjadi saat masa penerimaan Jack yang mengharuskan dia melakukan duel dan saat itu hanya ada Lucia dan Abbay tidak ada yang lain karena sedang melakukan raid. Pada saat itu umurnya masih 16 tahun tapi entah kenapa aura miliknya sanggup melawan aura putih milik Abbay bahkan tidak ada satupun pukulan Abbay yang mengenainya, anak ini sudah setingkat dengan Gate Hunter Class S.

"Hmm, pemikiranmu itu benar tapi saat dia melawanku dengan tangan kosong tentu saja yang akan menang adalah aku tapi saat dia menggunakan senjata contohnya Sniper Barrett yang dia bawa pasti aku tidak akan bisa berkutik sedikitpun sungguh dia adalah Gate Hunter terkuat yang pernah aku lihat setelah Jacob Wister!" ucap Abbay

...

Sebuah Gate Class B sedang menghitung mundur dan waktunya adalah 10 menit saat ini banyak Gate Hunter Rank B dan Rank A berkumpul. Masing-masing memiliki kelompok mereka sendiri dan inilah salah satu alasan mengapa aku tidak mau naik terlalu cepat karena aku selalu sendiri dalam menyelesaikan gate bukannya ini akan menjadi pusat perhatian jika aku melakukan sesuatu yang berlebihan.

"Tch, sebaiknya aku mencari kelompok yang masih ada slotnya!" ucap Jack dengan nada pelan

Bersambung...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!