NovelToon NovelToon

Sincerity

Episode 1

disaat sedang hujan deras, Seorang gadis keluar dari rumah sambil menangis, berjalan menuju mobil dan masuk lalu melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan rumahnya.

ia terus melajukan mobilnya tanpa tujuan.

sampai akhirnya ia berhenti disebuah taman, lalu ia keluar dari mobil dan duduk di bangku yang ada ditaman tersebut.

"hiks.. kenapa si gue salah Mulu?? kenapa mami gak ngertiin aku sih? hiks.." lirihnya sambil terisak

entah sudah berapa menit ia duduk disana, dibawah derasnya hujan

tiba-tiba ada seseorang yang mendekatinya

gadis itu mendongak dan melihat seorang pria tampan sedang memayunginya dan menatapa ke arahnya.

"jangan nangis" ucapnya

"bukan urusan kamu" jawab gadis itu dingin

"jangan berlarut-larut kalau sedih, saya emang gak tau masalah kamu apa tapi kalau kamu sedih terus, galau terus gimana masa depan kamu? Apa kamu gak pikirin orang yang sayang sama kamu?"

"dan orang tua kamu terutama ibu kamu, apa kamu gak pikirin?"

gadis itu terdiam dan membuang muka

laki-laki itu tersenyum

"saya bukan orang jahat, jadi jangan takut"

"hm, nama kamu?" ucap gadis itu

"Xylon Rodriguez, kamu sendiri?"

"Helena" jawab gadis itu singkat

"Jangan hujan-hujanan, ayok bangun"

"gak"

"bandel banget"

"hiks.. hiks.." gadis itu menangis kembali

"hey" Xylon segera mensejajarkan tubuhnya dengan Helena

"kenapa nangis?" ucapnya sambil menghapus air mata gadis itu

"gapapa, kamu gak perlu tau"

"hm, yaudah tapi jangan kayak gini" ujar Xylon

"ayok saya anter kamu ke Xlen hotel deket dari sini" sambungnya

Helena tidak merespon

"hey ayo"

karena terus dipaksa Helena pun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan beriringan dengan laki-laki tersebut dan dipayungi olehnya sehingga satu payung berdua.

"itu mobil kamu?" tanya Xylon menunjuk ke arah mobil putih yang ada ditaman itu

"hm"

Xylon membukakan pintu mobil untuk gadis itu masuk dan Xylon lah yang menyetir

ketika mobil itu mulai akan berjalan tiba-tiba Helena terpikir sesuatu

'tunggu, apa? tadi dia bilang ke hotel kan? kalau dia orang jahat gimana? duh beg* banget gua, gara-gara badmood jadi gak kepikiran' Batin Helena

"stop stop! kamu keluar aja, saya bisa sendiri" ucap Helena sebelum laki-laki itu benar-benar akan melajukan mobilnya

"kenapa?"

"saya bilang kan saya bisa sendiri"

"mood kamu lagi bad, kalo kamu kecelakaan gimana?"

"dih bukan urusan kamu ya!! jangan-jangan kamu orang gak bener kan!? kamu sengaja ajak saya ke hotel yakan!? KELUAR!!!" bentaknya

"hey nona, saya cuma niat bantu kamu tapi kamu negative thinking, lagian ya kayaknya kamu cuma kamu perempuan yang gak suka sama saya" ucap Xylon

"bodoamat! sok akrab banget si, keluar!!!" Helena terus mendorong-dorong Xylon agar keluar dari mobilnya

"oke oke, hati-hati dijalan"

"serah!! keluar Sanah, buruan!!"

"Iya iya"

akhirnya Xylon keluar dari mobil Helena setelah itu Helena buru-buru mengkunci pintu mobilnya Dari dalam

"duh selamet gue" gumamnya

setelah itu Helena pindah ke kursi disamping dan mulai melajukan mobilnya

sementara itu Xylon menatap kepergian mobil itu sambil tersenyum tipis

"cantik, unik" gumamnya

setelah itu ia segera kembali ke rumah.

.

.

.

Helena bingung ia ingin pulang atau tidak, karena ia masih teringat kejadian tadi

Flashback On

Plakk

sebuah tamparan mendarat di pipi Mulus helena

"Ya ampun Helena!! ni kenapa ranking kamu turun huh??, bisa-bisanya ranking 11"

Gadis itu hanya menunduk sambil menahan tangisannya

Plakk

satu tamparan lagi di pipinya

"mi, udah mi.. lagian juga helena udah belajar" ucap Kakak Tiri helena yang tak lain adalah Angel

"enggak angel, masalahnya turun nya parah banget bisa-bisanya dari ranking satu malah jadi ranking sebelas, kenapa? gara-gara baca novel Mulu kan pasti? yakan?? liat aja mami buang novel-novel kamu!! dan satu lagi kamu gak boleh karaokean lagi! kamu gak boleh ikut-ikut les dance lagi, itu kan yang bikin ranking kamu turun??" Ucap Lily penuh amarah

"kamu liat dong kakak-kakak kamu, semuanya ranking satu" lanjutnya

"Sayang, coba kamu liat dulu nilai helena bagus-bagus kok malah aku heran kenapa bisa ranking 11" ujar Adelard papi tiri Helena

Adelard mencoba menenangkan istrinya yang sudah dipenuhi amarah itu, ia tidak rela jika helena terus dimarahi habis-habisan dan ditampar, walaupun helena bukan anak kandungnya tetapi dia sudah menyayangi helena dan adik-adiknya sama seperti dia menyayangi anak kandungnya yaitu angel dan Kevin.

Helena hanya bisa menangis terisak

Kevin yang tak lain kakak tiri helena juga menghampiri Helena dan memeluknya

"udah hel, Koko yakin kamu udah berusaha" ucap Kevin sambil mengelus rambut adiknya itu

"mi, udah dong mi!! lagian ini pertama kalinya helena dapet ranking segitu" lanjutnya beralih menatap Lily

"dah koh, i'm okay.." lirih helena

Helena melepas pelukannya lalu segera mengambil kunci mobil dan pergi begitu saja

Kevin hendak mengejar namun, Adelard menahannya

"udah Kevin, helena butuh waktu buat nenangin diri"

Kevin pun mengangguk

Flashback off

"dah gue pulang aja, walau gimanapun pasti mereka khawatir" gumamnya

"iya, gue pulang aja. lagian cuma masalah gitu aja masa gue lemah banyak kali orang yang punya masalah lebih berat dari gua" sambungnya

helena kemudian tiba dirumahnya, pak satpam segera membukakan pintu pagar untuk Helena

ketika Helena masuk, maminya langsung memeluknya

"helena, maafin mami sayang" ucap Lily sambil menangis

Helena hanya terdiam dan mengeluarkan air matanya kembali, ia tidak kuat jika orang-orang yang ia sayangi menangis

"mami.. mami aku minta maaf, aku udah bikin mami kecewa" lirih Helena

"enggak sayang, kamu gak pernah bikin mami kecewa, justru mami yang harusnya minta maaf" Lily melepas pelukannya

"maafin mami ya?" sambungnya

"iya mi" jawab helena

"kamu.. kamu kenapa basah kuyup gini si? ganti baju Sanah Sekarang, nanti sakit"

"iya mi"

"eh Helena kamu udah pulang, semuanya khawatir tau" ujar angel yang baru turun

"iya ci"

"kok basah kuyup? hujan-hujanan pasti, Sanah ganti baju, btw kamu tau gak kalau kamu itu ternyata ranking satu"

"APA??"

"kamu ranking satu Helena Jefferson"

"aku? tapi kok bisa?"

"iya jadi tuh tadi.."

Chapter 1

Seorang gadis cantik keluar dari rumah dan menuju mobilnya, setelah itu ia meninggalkan perkarangan rumahnya

ia terus melajukan mobilnya tanpa tujuan

akhirnya gadis itu berhenti di pinggir jalan, disebuah taman lalu ia keluar dari mobilnya , gadis itu nampak tidak peduli walaupun sedang hujan deras.

ia duduk di sebuah bangku taman dan menangis.

gadis itu semakin terisak.

entah sudah berapa lama ia menangis dibawah derasnya hujan hingga tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mendekatinya lalu memayungi gadis itu. ia mendongak dan melihat seorang laki-laki tampan tengah menatapnya juga.

"jangan nangis" ucap laki-laki itu

namun, gadis itu tidak merespon dan malah membuang muka

laki-laki itu mensejajarkan tubuhnya dengan gadis itu lalu menghapus air matanya

"listen to me! saya emang gak tau masalah kamu apa, tapi jangan berlarut-larut kalau sedih, galau terus gimana masa depan kamu? Apa kamu gak pikirin orang yang sayang sama kamu?" sambung laki-laki itu

"bukan urusan kamu" jawab gadis itu dingin

"ya emang bukan urusan saya, tapi kamu jangan nangis"

"siapa kamu?" tanya gadis itu

"Xylon" jawab laki-laki itu

"Xylon Rodriguez" sambungnya

"hm" gadis itu hanya berdehem

"kamu sendiri?" ujar Xylon

"Helena Jefferson" sahut gadis itu yang tak lain adalah Helena

"oke nona helena, sekarang stop nangisnya, hargai semua yang udah kamu miliki. jangan merasa kalau kamu manusia yang paling menyedihkan, saya gak tau seberapa besar masalah kamu sampe-sampe kamu sedih kayak gini tapi kamu harus liat ke belakang karna masih banyak orang yang lebih menderita dari kamu" ucap Xylon

"hm" Helena tidak tau harus bicara apa lagi memang benar yang dikatakan laki-laki itu, tidak seharusnya ia sampai seperti ini

"saya antar kamu pulang" ujar Xylon

"ayo" sambungnya sambil meraih tangan Helena

Helena manatap laki-laki itu.

'kok mukanya familiar?' -helena

Helena menurut saja saat laki-laki itu merangkulnya sambil memayunginya.

'wait, kalo dia orang jahat gimana?kalo dia macem-macem gimana?terus apa jangan-jangan dia lagi nyari kesempatan dalam kesempitan?' Helena terus berpikir macam-macam tentang Xylon

setibanya di mobil Helena langsung mencegah Xylon saat akan membuka pintu mobil.

"Stop!!"

"kenapa?" tanya Xylon

"saya bisa pulang sendiri, kamu jangan macem-macem ya, pasti kamu pengen sesuatu dari saya kan??" ujar Helena

"sesuatu apa?" Xylon sok polos padahal sebenarnya ia tahu apa yang gadis itu maksud

"gak usah pura-pura beg* deh, saya mau pulang sendiri!!" ucap Helena

"jadi kamu mikir saya orang jahat? calm! saya bukan orang jahat,harusnya kamu seneng dong bisa dapet perhatian dari saya"

'nyebelin' batin Helena

"emang anda siapa? sampe-sampe saya harus seneng dapet perhatian dari kamu? lagian saya gak minta perhatian ya!! bukannya kamu yang sok kenal?! dan bukannya kamu yang suka sama saya? makanya gajelas nyamperin saya tiba-tiba terus sok akrab, pede banget lagi"

"saya suka kamu? hm kalo iya kenapa?"

Deg

'salah ngomong gue keknya' -helena

"au ah, gajelas banget" ucap Helena yang langsung masuk kedalam mobil

Xylon terkekeh

lalu Helena segera melajukan mobilnya meninggalkan Xylon

"kita bakal ketemu lagi, see u later" gumam Xylon

***

diperjalanan Helena bingung, apa ia harus pulang atau tidak. tapi dia teringat dengan kata-kata laki-laki tadi

"jangan berlarut-larut kalau sedih, galau terus gimana masa depan kamu? Apa kamu gak pikirin orang yang sayang sama kamu?"

"jangan merasa kalau kamu manusia yang paling menyedihkan, saya gak tau seberapa besar masalah kamu sampe-sampe kamu sedih kayak gini tapi kamu harus liat ke belakang karna masih banyak orang yang lebih menderita dari kamu"

"Bener juga kata tu cowok, gue terlalu lemah baru masalah gini aja udah selebay ini haha" gumam Helena sambil menteskan air mata

Flashback On

Plakk

sebuah tamparan mendarat di pipi Mulus gadis itu

"Ya ampun Helena!! ni kenapa ranking kamu turun huh??, bisa-bisanya ranking 11"

Gadis itu hanya menunduk sambil menahan tangisannya

Plakk

satu tamparan lagi di pipinya

"mi, udah mi.. lagian juga helena udah belajar" ucap Kakak Tiri helena yang tak lain adalah Angel

"enggak angel, masalahnya turun nya parah banget bisa-bisanya dari ranking satu malah jadi ranking sebelas, kenapa? gara-gara baca novel Mulu kan pasti? yakan?? liat aja mami buang novel-novel kamu!! dan satu lagi pasti karna kamu sibuk ikut les dance itu kan? kamu jadi gak fokus buat belajar, pokoknya mami gak mau kamu ikutan les dance kayak gitu dan mami bakal buang semua buku-buku novel kamu!" Ucap Lily penuh amarah

"kamu liat dong kakak-kakak kamu, nilainya pada bagus semua" lanjutnya

"Sayang, coba kamu liat dulu nilai helena bagus-bagus kok malah aku heran kenapa bisa ranking 11" ujar Adelard papi tiri Helena

Adelard mencoba menenangkan istrinya yang sudah dipenuhi amarah itu, ia tidak rela jika helena terus dimarahi habis-habisan dan ditampar, walaupun helena bukan anak kandungnya tetapi dia sudah menyayangi helena sama seperti dia menyayangi anak kandungnya yaitu angel dan Kevin.

Helena hanya bisa menangis terisak

Kevin yang tak lain kakak tiri helena juga menghampiri Helena dan memeluknya

"udah hel, Koko yakin kamu udah berusaha" ucap Kevin

"mi, udah dong mi!! lagian ini pertama kalinya helena dapet ranking segitu" lanjutnya

"dah koh, i'm okay.." lirih helena

Helena melepas pelukannya lalu segera mengambil kunci mobil dan pergi begitu saja

Kevin hendak mengejar namun, Adelard menahannya

"udah Kevin, helena butuh waktu buat nenangin diri, lagian papi udah kasih Helena bodyguard bayangan jadi kamu jangan khawatir"

Kevin pun mengangguk

Flashback off

"dah gue harus pulang, biar nanti gue bicara baik-baik sama mami, mami juga pasti udah reda amarahnya" gumam Helena

"eh tapi kalo gue nambah di omelin karna kabur gimana?" sambungnya

Helena nampak frustasi

akhirnya ia memutuskan untuk pulang, ia harus menghadapi ini semua.

.

.

.

Sesampainya di rumah, Helena dikejutnya dengan maminya yang tiba-tiba memeluknya

"maafin mami hel, maafin mami hiks.." lirih Lily

Lily menangis sambil memeluk helena

"mami.."

"mami maafin aku juga udah bikin mami kecewa" ucap Helena kembali menangis

"enggak sayang,kamu gak bisa mami kecewa" Lily melepas pelukannya

"maafin mami sayang" sambung Lily

"iya mi" jawab Helena

"kamu kok basah kuyup gini sih hel? pasti hujan-hujanan ya? ganti baju buruan, nanti sakit"

"oke mi"

Tiba-tiba angel datang dari arah dapur

"Helena, kamu udah pulang?" ucap angel

"iya ci" jawab Helena

"kamu tau gak? kamu itu gak pernah ranking 11"

"maksudnya?" tanya Helena yang tidak mengerti apa yang dimaksud Cici nya, jelas-jelas dirapot tertulis bahwa ia Ranking 11

"tadi Cici telpon wali kelas kamu terus.."

To be continued

Chapter 2

diperjalanan Helena bingung, apa ia harus pulang atau tidak. tapi dia teringat dengan kata-kata laki-laki tadi

"jangan berlarut-larut kalau sedih, galau terus gimana masa depan kamu? Apa kamu gak pikirin orang yang sayang sama kamu?"

"jangan merasa kalau kamu manusia yang paling menyedihkan, saya gak tau seberapa besar masalah kamu sampe-sampe kamu sedih kayak gini tapi kamu harus liat ke belakang karna masih banyak orang yang lebih menderita dari kamu"

"Bener juga kata tu cowok, gue terlalu lemah baru masalah gini aja udah selebay ini haha" gumam Helena sambil menteskan air mata

Flashback On

Plakk

sebuah tamparan mendarat di pipi Mulus gadis itu

"Ya ampun Helena!! ni kenapa ranking kamu turun huh??, bisa-bisanya ranking 11"

Gadis itu hanya menunduk sambil menahan tangisannya

Plakk

satu tamparan lagi di pipinya

"mi, udah mi.. lagian juga helena udah belajar" ucap Kakak Tiri helena yang tak lain adalah Angel

"enggak angel, masalahnya turun nya parah banget bisa-bisanya dari ranking satu malah jadi ranking sebelas, kenapa? gara-gara baca novel Mulu kan pasti? yakan?? liat aja mami buang novel-novel kamu!! dan satu lagi pasti karna kamu sibuk ikut les dance itu kan? kamu jadi gak fokus buat belajar, pokoknya mami gak mau kamu ikutan les dance kayak gitu dan mami bakal buang semua buku-buku novel kamu!" Ucap Lily penuh amarah

"kamu liat dong kakak-kakak kamu, nilainya pada bagus semua" lanjutnya

"Sayang, coba kamu liat dulu nilai helena bagus-bagus kok malah aku heran kenapa bisa ranking 11" ujar Adelard papi tiri Helena

Adelard mencoba menenangkan istrinya yang sudah dipenuhi amarah itu, ia tidak rela jika helena terus dimarahi habis-habisan dan ditampar, walaupun helena bukan anak kandungnya tetapi dia sudah menyayangi helena dan adik-adiknya sama seperti dia menyayangi anak kandungnya yaitu angel dan Kevin.

Helena hanya bisa menangis terisak

Kevin yang tak lain kakak tiri helena juga menghampiri Helena dan memeluknya

"udah hel, Koko yakin kamu udah berusaha" ucap Kevin

"mi, udah dong mi!! lagian ini pertama kalinya helena dapet ranking segitu" lanjutnya

"dah koh, i'm okay.." lirih helena

Helena melepas pelukannya lalu segera mengambil kunci mobil dan pergi begitu saja

Kevin hendak mengejar namun, Adelard menahannya

"udah Kevin, helena butuh waktu buat nenangin diri, lagian papi udah kasih Helena bodyguard bayangan jadi kamu jangan khawatir"

Kevin pun mengangguk

Flashback off

"dah gue harus pulang, biar nanti gue bicara baik-baik sama mami, mami juga pasti udah reda amarahnya" gumam Helena

"eh tapi kalo gue nambah di omelin karna kabur gimana?" sambungnya

Helena nampak frustasi

akhirnya ia memutuskan untuk pulang, ia harus menghadapi ini semua.

.

.

.

Sesampainya di rumah, Helena dikejutnya dengan maminya yang tiba-tiba memeluknya

"maafin mami hel, maafin mami hiks.." lirih Lily

Lily menangis sambil memeluk helena

"mami.."

"mami maafin aku juga udah bikin mami kecewa" ucap Helena kembali menangis

"enggak sayang,kamu gak bisa mami kecewa" Lily melepas pelukannya

"maafin mami sayang" sambung Lily

"iya mi" jawab Helena

"kamu kok basah kuyup gini sih hel? pasti hujan-hujanan ya? ganti baju buruan, nanti sakit"

"oke mi"

Tiba-tiba angel datang dari arah dapur

"Helena, kamu udah pulang?" ucap angel

"iya ci" jawab Helena

"kamu tau gak? kamu itu gak pernah ranking 11"

"maksudnya?" tanya Helena yang tidak mengerti apa yang dimaksud Cici nya, jelas-jelas dirapot tertulis bahwa ia Ranking 11

"tadi Cici telpon wali kelas kamu terus.."

To be continued

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!