NovelToon NovelToon

PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG

BAB 1.

Hari ini adalah hari Senin. hari dimana semua Mahasiswa akan kembali masuk kekampus untuk kembali melakukan rutinitas belajar setelah kemarin libur.

Jerry yang juga adalah seorang mahasiswa tidak terkecuali. dia yang terburu-buru berjalan cepat menaiki tangga. namun tidak disangka dia secara tidak sengaja bertemu dengan empat orang siswa di lorong menuju ke kelasnya.

Jerry mengenal keempat anak itu. dia adalah Anton, Zeck, Herman dan jhon.

Jerry yang saat ini sedang terburu-buru segera bergegas pergi. namun tanpa di duga Anton yang dikenal sebagai ketua keempat anak itu menghadang langkahnya dan berkata

"hei teman-teman, lihatlah kucing kurap ini!. dia kelihatannya sedang tergesa-gesa."

Herman yang berada di samping Anton segera menimpali. " seperti nya kamu sedang buru-buru Jerry. apa yang membuatmu seperti dikejar-kejar hantu?" kata Herman bertanya sambil tersenyum jahat.

"Maaf Herman aku buru-buru ke kelas karena saat ini aku telah terlambat." kata Jerry dengan senyum kecut. dia dapat membayangkan bahwa saat ini dia akan mendapat masalah. karena seperti biasa, sebagai siswa miskin yang menyedihkan, dia hanya dijadikan sebagai objek hinaan dan cacian para siswa yang memang anak orang kaya.

"oh... kenapa harus terburu-buru Jerry? duduk lah disini bersama kami." kata Anton membujuk".

"maafkan aku Anton, tapi aku benar-benar sedang terburu-buru. jika aku disini pasti aku akan terlambat ke kelas." Kata Jerry dengan nada memelas.

saat Anton mendengar penolakan dari Jerry tampang nya langsung berubah marah.

"sungguh berani kamu menolak keinginan ku Jerry. Apa kamu tidak tau siapa aku?" Kata Anton yang mulai marah lalu melanjutkan, "percayalah bahwa aku akan membuatmu sulit jika mencoba membangkang kemauanku."

"Anton,. tolonglah sedikit beri aku pengertian!

aku harus menghadiri kelas. aku takut jika aku terlambat pasti akan dihukum. kamu kan tau bahwa aku disini tidak boleh melakukan kesalahan. jika itu sampai terjadi, pihak kampus pasti akan menarik kembali bantuan subsidi kuliahku." Jerry berusaha untuk meminta pengertian dari Anton agar dia segera di izinkan untuk segera pergi dari tempat itu.

Saat itu Herman yang berada di samping Anton segera berkata

"Jerry, kamu terlalu banyak alasan. aku tidak perlu berkata basa basi padamu. kau telah menolak keinginan kami sekarang rasakan ini!"

Herman langsung mengirim sebuah tinju kearah perut Jerry. Jerry yang tidak menduga akan diperlakukan seperti itu hanya bisa terkejut. saat tinju itu menyapa bagian perutnya dengan telak, seketika Jerry terbungkuk merasakan mual di perutnya.

Saat itu Anton menghampiri Jerry lalu berkata,

"Jerry kamu terlalu berani menolak ajakan kami. sekarang apakah kau masih akan menolak?" kata Anton sembari menarik kerah baju Jerry.

Jerry yang saat ini telah kembali tegak berkata,

"Anton, tolong lepaskan aku. bukannya aku ingin menolak ajakanmu. tapi kamu kan tau bahwa hari ini aku ada kelas. aku harus pergi. jika tidak pasti aku akan mendapat hukuman."

mendengar penolakan Jerry, Anton segera memelototkan matanya lalu berkata

" apa? lepaskan? kami justru akan menghajarmu disini. percaya lah kata-kataku bahwa kau akan menyesal karena telah menolak ajakanku."

Setelah itu Anton langsung memerintahkan Zeck dan jhon untuk memegangi tangan Jerry. setelah mereka memegangi tangan Jerry. Anton yang bertindak sebagai tukang pukul mulai mengepalkan tinjunya. menggosok-gosok tinjunya lalu. mengarahkan ke arah perut Jerry. namun sebelum tinju itu sampai ke sasaran, tiba-tiba sebuah suara berteriak dari belakang.

" HENTIKAN!!!"

Anton segera menghentikan aksinya. memutar tubuhnya dan berbalik menghadap kearah datangnya suara tadi. dan ternyata suara itu datang dari seorang gadis.

Anton menyeringai, tersenyum sumbing kemudian segera memperbaiki dan merapikan kerah baju Jerry sambil berbisik, "kali ini nasib mu baik. tapi awas kalau kamu berani bicara macam-macam!."

kemudian Anton berbalik tersenyum dan berkata

"Lisa.... ngapain kamu disini? apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu?"

lalu Lisa menjawab.

"Aku kebetulan akan pergi ke kelas untuk bertemu Rina. Tapi tidak ku sangka aku bertemu dengan mu disini. dan yang paling tidak ku sangka adalah kamu membully Jerry.

Anton menjawab.

"Ah kamu salah faham Lisa. Aku, Herman, jhon dan zeck hanya becanda. semua tidak seperti yang kamu bayangkan. bukan begitu Jerry?" tanya Anton.

Jerry hanya mengangguk pelan dan berkata,

"benar Lisa. Anton hanya becanda. tidak berniat untuk menyakitiku." kata Jerry gugup.

Lisa menghela nafas dan berkata, "ok baiklah jika begitu." Setelah itu Lisa kembali berkata, "Eh Jerry aku ingin meminta bantuanmu. bukan kah kamu sekelas dengan Rina?"

Jerry hanya mengangguk sebagai tanda mengiyakan pertanyaan Lisa.

kemudian Lisa kembali berkata. "tolong sampaikan kepada Rina bahwa aku akan menunggu nya di perpustakaan sore ini! jangan sampai lupa ya!" Kata Lisa sambil tersenyum.

Jerry hanya mengangguk kemudian segera berlalu pergi. sambil menarik nafas yang terasa sangat berat dia segera menuju kelas.

Dalam hat,i Jerry terus diliputi rasa tidak nyaman.

"sampai kapan aku harus terus-terusan mengalah begini? aku bukannya tidak mampu melawan, namun jika Aku melawan itu pasti akan sangat berdampak terhadap pelajaran dan kuliahku disini. padahal untuk membayar biaya kuliah aku hanya bisa mengandalkan Bea Siswa dan bantuan dari subsidi sebagai pelajar golongan miskin."

"Bagaimana pun aku harus bisa bertahan terhadap semua penghinaan yang aku alami disini."

Jerry terus melangkah masuk ke kelas. disana semua siswa telah hadir semua untuk mengikuti mata pelajaran yang disampaikan oleh dosen bernama pak Robert.

"hmmmm untung saja pak Robert belum masuk. Jika tidak, pasti aku akan dalam masalah lagi kata Jerry dalam hati sambil menarik nafas legah.

begitu Jerry masuk ke kelas, teman-temannya yaitu Ryan, Daniel dan Riko segera menyambutnya.

"Hey Jerry..., mengapa kamu terlambat? kata Daniel bertanya begitu Jerry sampai di kursinya.

Jerry hanya menarik nafas lalu berkata, "tidak ada apa-apa. Aku tadi bertemu dengan Lisa."

lalu Jerry segera memutar kepalanya mencari sosok Rina. begitu dia melihat Rina di kursinya Jerry segera berseru. "Oh ya Rin,. Lisa titip pesan padaku kalau dia akan menunggumu sore ini di perpustakaan."

"Ok makasih ya Jerry." Kata Rina sambil tersenyum kepada Jerry.

Riko yang sedari tadi hanya memperhatikan segera bertanya. "Jerry, jawab aku dengan jujur! mengapa kamu kelihatan sangat gugup? apakah Anton dan teman-temannya mengganggu kamu lagi?"

"Tidak kok" Jawab Jerry.

"Ah...., sudahlah jangan di perpanjang lagi. Aku benar-benar tidak ingin menimbulkan masalah." Kata Jerry sambil menatap serius kearah Riko.

Daniel yang duduk di samping Riko segera berdiri dan berkata "Jerry,, kamu tidak boleh terus-terusan diam dan pasrah begitu dong. kamu harus melawan. jika tidak, percayalah dengan kata-kataku ini. jika kamu terus menerus diam diperlakukan begitu kamu akan semakin di injak-injak oleh mereka."

"Huh..., kita harus membalas! Siang ini kita tunggu mereka di jalan menuju kantin." Kata Daniel dengan kemarahan yang meluap-luap.

Jerry yang mendengar rencana Danil segera berkata. "Danil... sudahlah! jangan menambah masalah. kamu, aku Riko dan Rian harus sadar diri. kita harus tau siapa kita ini dan siapa mereka itu. mereka adalah anak orang-orang kaya di kota ini. apa kamu tidak tau bahwa ayah Anton selalu menyumbangkan dan berinvestasi di kampus kita ini? Jangankan kita, bahkan bapak Rektor pun tidak berani menegur Anton dan teman-temannya."

Mendengar ini Riko lantas menyelah. "Tapi Jer..., kita tidak boleh hanya pasrah saja menerima perlakuan mereka. Aku yakin andai kita melawan, mereka pasti bisa kita hajar sampai babak belur." Kata Riko sambil mengepalkan tinju nya.

Memang diantara mereka berempat, Riko adalah jenis orang dengan temperamen yang cepat panas. Dia tidak pernah takut dengan siapa pun. Tapi, justru itu yang membuat dia sering mendapat masalah di kampus.

Jerry tersenyum pahit kemudian berkata "Riko, Rian, Danil, aku tau kita pasti mampu menghajar mereka. tapi kalian harus ingat seperti apa aku di kampus ini. aku tidak lebih dari seorang pelajar miskin yang hanya bisa belajar dengan bantuan Bea siswa dan Subsidi dari dewan kampus. kalian tau kan bahwa subsidi aku, aku peroleh dari persatuan mahasiswa di kampus ini. keadaanku berbeda dengan kalian. walau kalian bukan anak orang kaya, tetapi orang tua kalian mampu. sedangkan aku? Aku hanyalah seorang anak yang malang."

"Aku hanya yatim piatu yang kebetulan di adopsi oleh pak yosep. mereka hanya seorang petani yang sudah tua. mereka mengasuhku hanya atas dasar kemanusiaan. Jika tidak, mungkin mereka tidak akan mengangkatku sebagai anak mereka karena aku tau untuk mengisi perut seorang aja mereka kepayahan. Apa lagi ditambah dengan perutku. untuk makan mereka harus berpindah pindah dari mengerjakan kebun milik mereka di pagi hari setelah itu mereka harus mengambil upah di kebun orang lain pada sore harinya."

Saat menceritakan keadaan kehidupannya, Jerry hanya bisa tertunduk lesu.

Banyak pasang mata yang bersimpati melihatnya. Namun tidak sedikit juga pasang mata yang merasa jijik melihat orang miskin seperti Jerry ini.

Riko dan Rian menepuk bahu Jerry dan berkata, "Maafkan kami Jerry. kami terbawa amarah sehingga tidak berfikir akan akibatnya jika sampai kami menyebabkan kamu jatuh kedalam masalah."

"Andai kalian menuntut balas atas apa yang mereka lakukan padaku, sudah pasti mereka juga akan mempersulit kalian disini. ingatlah bahwa mereka memiliki banyak uang. selalu ada cara yang akan mereka lakukan untuk menyakitimu. aku berharap kalian tidak terlibat dalam masalahku. Saat ini aku masih mampu bertahan." Kata Jerry sambil meletakkan tas nya lalu bergegas duduk.

Disaat yang bersamaan ketika Lisa akan meninggalkan Anton dan kawan-kawannya, tiba-tiba Anton memberanikan diri berkata.

"Lisa em... em... em... apakah kamu... eh.. maksud ku siang ini bolehkah aku mentraktirmu untuk makan siang di kantin?"

Lisa menjawab. "Terimakasih atas tawaranmu. tapi siang ini aku akan makan dikantin bersama Rindi dan Jenny." Kata Lisa menolak dengan halus ajakan Anton.

"Oh kebetulan kalau begitu aku akan mentraktir kalian bertiga. bagaimana jika kita dan kedua teman mu itu makan bersama siang ini di kantin? Kebetulan Herman, Zeck dan Jhon juga ingin lebih akrab dengan kedua sahabtmu itu. Please Lisa jangan menolak ajakanku." Kata Anton seraya mengatupkan tangannya didepan dada sebagai bentuk permohonan.

Melihat Anton yang memelas seperti seorang anak kecil akhirnya Lisa tidak tega untuk terus menolak.

Dia kemudian mengangguk dan berkata "kalau begitu sampai ketemu siang ini di kantin." Kata Lisa sambil melangkah pergi.

"yessss..... yesssss....yessssss....." Kata Anton dengan sangat bersemangat. dia segera melompat kegirangan seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. namun dia. segera berhenti melakukannya setelah dia berpaling dan menyadari bahwa Lisa sedang menatapnya dengan ekspresi wajah yang sukar diartikan.

Anton membuang wajah malu-malu. menatap kearah Herman kemudian mengangkat alisnya.

Sambil menggelengkan kepalanya, Lisa kembali berjalan meninggalkan mereka untuk kembali ke dalam kelas.

Anton tampak sangat ceria. sambil tertawa bangga dia berkata, "Lisa bagianku" Kata Anton sambil menepuk dadanya.

" awas jika ada diantara kalian yang berani mengganggunya!" Ancam anton dengan serius.

Zeck, Jhon dan Herman tertawa terbahak-bahak sambil berkata. "siap boss.... jangan khawatir. kami tidak akan mengganggu lisa." Kemudian Herman berkata lagi. "Rindi juga sangat cantik. tidak kalah cantik dengan Lisa. aku akan berusaha untuk mendapatkannya." Kata Herman.

Anton tidak memperdulikan ocehan yang keluar dari mulut Herman. Dia sangat sibuk dengan pikirannya sendiri terhadap Lisa.

"Lisa oh Lisa..."

Siapa yang tidak tau dan mengagumi kecantikan kembang kampus ini. dia sangat cantik dan juga anak orang kaya. dia adalah pejajar yang sarat dengan prestasi. Dia cantik bagaikan bidadari yang turun kebumi yang menjelma menjadi mahasiswi dikampus ini.

"Pokoknya aku harus mendapatkannya." Kata Anton dalam hati.

memang siapa yang tidak kenal Lisa. salah satu dari empat bidadari di Golden university.

Semua kaum Adam selalu berusaha sekuat tenaga utuk hanya sekedar bisa mendekatinya. Bahkan hanya untuk sebuah kata hallo saja para mahasiswa harus rela berdiri di depan gerbang kampus. Dan hari ini Anton berhasil mengajaknya untuk makan di kantin kampus. Baginya ini adalah sebuah prestasi yang sangat luar biasa. Sesuatu yang bisa dibanggakan kepada mahasiswa2 lainnya.

Saat mengikuti mata kuliah, Anton tidak benar-benar bisa fokus terhadap materi yang diberikan oleh dosen.

Saat ini hatinya terlalu sibuk memikirkan tentang Lisa.

Seluruh penjelasan yang diberikan oleh dosen benar-benar tidak masuk ke otaknya.

Saat dosen melihatnya seperti itu dia hanya bisa menggeleng pasrah. jelas dia tidak berani menegur Anton.

Semua dosen tau bahwa ayah Anton adalah orang yang menginvestasikan sejumlah uang untuk pembangunan di Golden university ini.

Jadi, walau pun Anton tidak fokus mengikuti mata pelajaran, asalkan tidak berbuat onar di kelas itu sudah lebih dari cukup.

Saat ini Anton kembali melihat waktu di jam tangannya.

Melihat waktu masih kurang dari jam sepuluh, Anton segera menggerutu didalam hatinya.

"Dasar jam sialan. Mengapa begitu lambat? Apakah batrei nya habis?" Kata Anton sambil membolak balik jam tangannya, memejamkan matanya sebelah kemudian mengintip kearah jam tangan.

Spontan tindakan Anton ini membuat geli dihati teman-temannya. Namun untuk menertawakannya sama saja dengan mencari penyakit.

BERSAMBUNG.......

PEWARIS YANG HILANG BAB 02

Siang itu disaat mahasiswa yang lain sedang di kantin untuk menikmati makas siang mereka, Jerry yang terkenal sangat miskin di kampus hanya bisa tinggal didalam kelas.

Dia duduk sambil memegang tas plastik merah berisi goreng kerak nasi yang dia bawa dari rumah ayah angkatnya saat hari minggu kemarin dia mengunjunginya di rumah reot dikawasan kumuh di belakang Hillstret.

Jerry memasukkan sedikit demi sedikit makanan kemulut nya. kemudian meminum air yang dia bawa dari asrama menggunakan botol bekas kemasan air mineral.

Dia meneguk air tersebut lalu kembali memasukkan makanan nya kedalam mulutnya.

Terus terang sebagai mahasiswa di university elit seperti tempatnya belajar, orang tidak akan pernah menyangka bahwa ada siswa yang sangat miskin.

Ini bisa di lihat dari setiap mahasiswa yang menuntut ilmu disini adalah dari golongan kelas menengah ke atas. Walau pun ada beberapa siswa yang dari golongan menengah kebawah, namun para mahasiswa itu tidak begitu memprihatinkan seperti Jerry saat ini.

Ambil contoh seperti Daniel, Riko, Ryan dan beberapa mahasiswa yang lain. Mereka memang dari golongan menengah kebawah. namun untuk pakaian, makanan serta kebutuhan lainnya masih bisa dikatakan sangat layak.

Tapi hal itu berbeda dengan Jerry. Dia sungguh sangat memprihatinkan bahkan untuk makan pun dia harus menahan seleranya demi untuk bisa bertahan di keesokan harinya.

Ini lah Jerry, mahasiswa yang sangat miskin di Golden university.

Dikantin saat itu Riko dan Danil sangat muak melihat tingkah Anton yang dirasakan sangat berlebihan.

Semakin lama dia berada disana semakin muak yang dia rasakan didalam hatinya.

Semakin mual dan ingin muntah dia jadinya.

segera setelah itu, Riko berkata kepada Daniel.

"Daniel aku ke kelas dulu kata Riko lalu kembali berkata.

"semakin lama aku disini semakin aku ingin muntah melihat tingkah Anton yang norak itu."

Daniel hanya mengangguk dan berkata.

"Ok Riko. kamu pergi lah duluan. Sebentar lagi aku akan menyusulmu." Katanya sambil tersenyum.

Riko mengangguk lalu bergegas mengambil Roti beberapa bungkus, berjalan menuju kasir, membayar kemudian berlalu pergi meninggalkan kantin itu.

Daniel yang tadi nya masih ingin tetap duduk disana kemudian bergegas kekasir. membayar tagihannya kemudian berlari menyusul Riko lalu segera mensejajarkan langkah kaki nya dengan Riko.

Sesampainya di kelas, Riko memberikan Roti yang dia beli dari kantin kepada Jerry lalu berkata:, "Jerry,. makan lah Roti ini. Aku tau bahwa kamu tidak ke kantin siang ini. Ini pemberian ku dan jangan di tolak. aku tau bahwa kamu tidak suka menerima pemberian orang lain secara gratis. tapi kamu harus ingat bahwa kita adalah sahabat. ini terima dan makanlah tanpa banyak berfikir yang bukan-bukan." Kata Riko seraya menyerahkan bungkusan Roti ketangan Jerry secara paksa.

Jerry hanya menatap Riko dan Danil. Menerima Roti dan mengucapkan Terimakasih.

"Terimakasih Riko. tapi lain kali tolong jangan repot-repot menyusahkan diri kalian hanya untuk aku." Kata Jerry dengan wajah serius lalu melanjutkan. "Aku tau bahwa kamu juga butuh berhemat. Jadi, jangan susahkan dirimu demi aku. Yakinlah aku tidak apa-apa. aku telah lama terbiasa dengan keadaan ini." Kata Jerry bersungguh-sungguh.

"Oh Jerry.,, jangan katakan hal seperti itu.' Kata Riko.

"Aku tidak pernah berfikir akan menjadi seorang yang bisa kaya raya hanya karena hari ini aku tidak memberikan kamu Roti ini. kamu terlalu banyak berfikir yang bukan-bukan Jerry." Kata Riko sedikit cemberut. "Yang terpenting sekarang adalah kamu harus makan dulu. untuk hal-hal lainnya itu urusan nanti" Kata Riko acuh tak acuh.

Jerry mengangguk patuh. membuka bungkus Roti pemberian sahabatnya itu kemudian memakannya dengan sangat nikmat. Ada rasa haru menyelinap masuk kedalam lubuk hatinya.

Betapa setiap kekurangan yang aku rasakan namun aku selalu merasa bersyukur karena memiliki sahabat seperti mereka. kehangatan ini, rasa kasih sayang ini, rasa cinta ini bahkan tidak dapat dibeli oleh orang-orang kaya walau pun mereka memiliki pohon uang yang banyak.

Tak lama setelah itu, dari pintu kelas tiba-tiba Ryan muncul. Dia berjalan cepat menuju kearah mereka. ditangannya terlihat dia tengah membawa minuman susu kemasan dalam kotak.

Sesampainya kearah Jerry, dia langsung memberikan kotak minuman susu yang dia bawa lalu berkata;

"ini Jerry minum lah. sengaja aku belikan untuk mu." Kata Ryan sambil tersenyum.

Jerry mengangguk kemudian menerima kotak minuman yang di berikan Rian sambil tersenyum terharu.

"Terimakasih ku ucapkan kepada kalian karena telah memikirkan ku di hati kalian."

Daniel lalu berkata; "Jerry.. mengapa kamu begitu sungkan? kita ini adalah sahabat. apa pun itu kita tidak akan bisa tetap tenang jika satu diantara kita sedang membutuhkan bantuan. ini adalah hari mu. kemungkinan besok adalah hari kami. siapa yang tahu?" Kata Daniel penuh dengan kebijaksanaan yang dipaksakan.

Melihat ekspresi Danil layaknya seperti Ustadz atau pendeta yang sedang berkhotbah, membuat Ryan dan Riko tertawa terbahak-bahak.

Menyadari akan hal itu, Daniel juga kemudian ikut tertawa terbahak-bahak. "

hahahahahaha..."

Ruangan itu penuh dengan suara tawa mereka.

namun tak lama setelah itu Ryan berkata.

"Hei..., apakah tadi kalian melihat Anton mentraktir Lisa? Huh... Keong itu sungguh pandai menjadikan dirinya seolah-olah dia adalah seorang Hero yang tampan.

Puuih... aku sangat jengkel melihat senyum bangga di wajahnya. Padahal dia tidak tau bahwa Lisa sangat tertekan. aku tadi sempat melihat Lisa beberapa kali menarik nafas menahan jengkel di hatinya. Dasar Keong.... dimana ada wanita cantik disitu dia akan menempel." Kata Rian menggerutu.

"Suatu saat kita harus membuat perhitungan dengan Keong sawah itu agar dia tau seperti apa rasanya menjadi orang yang teraniaya."

Mendengar Ryan sedang berbicara dengan nada marah, Jerry yang baru saja selesai minum berusaha menenangkannya lalu berkata.

"Ryan,... Sudahlah! Tahan sedikit emosi mu! Biarkan Anton dan Lisa itu. apa yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan kita.

ingat Rian.! Mereka bebas dengan urusan mereka selagi tidak mengganggu dan menyinggung kita. atau???" Sebelum melanjutkan kata-katanya Jerry tersenyum menggoda dan kembali melanjutkan kata-katanya.

"Atau jangan-jangan kamu suka ya dengan Lisa?"

Mendengan Jerry menebak dengan begitu saja membuat Rian tergagap dan berkata,

"Aku... ah aku... aku aku tidak. aku tidak." Katanya sambil mengangkat tangan.

"Aku tau diri. aku tidak pantas untuk menyukai Lisa. siapa aku ini yang berani untuk memimpikan kembang kampus

" Kata Ryan dengan tergagap lalu melanjutkan, "Tapi yang membuat aku jelas tidak senang adalah saat melihat Jenny juga ada disana. aku dapat melihat kalau Zeck selalu menatap kearah Jenny disetiap kesempatan. ini benar-benar membuatku marah. aku benar-benar marah saat ini." Kata Ryan dengan sorot mata yang tajam.

Melihat ekspresi Ryan yang marah, Daniel segera menggoda dan berkata,

"cieeee.... cieeee.... ternyata kamu suka ya sama Jenn" kata Danil sambil tertawa.

"hahahahaha..... percayalah Ryan!. Serahkan padaku. Aku akan mengatur perjodohan antara kau dan Jenny. Aku akan memastikan untuk mencari cara yang baik untuk menjadi mak comblang mu hahahaha..." Kata Danil tertawa.

Melihat Danil tertawa begitu Rian tersenyum kecut dan berkata dengan nada pasrah,.

"Aku tau itu akan sangat sulit. Mana mungkin dia akan menghitung kehadiran ku. Sudah lah! Daripada aku nantinya akan kecewa dan sakit hati, sebaiknya aku ihklaskan saja." Kata Ryan tertunduk lesuh.

Jauh didalam hatinya dia menyadari sesadar sadarnya bahwa jika Jenny adalah Bulan, maka dia hanyalah seekor Kunang kunang. perbedaannya sangat jauh.

Oleh karena itu, cara yang terbaik adalah menjaga jarak dan tetap mengagumi Jenny didalam hati nya saja. dia tidak perlu untuk mengutarakan isi hatinya. Baginya cukup melihat Jenny bahagia maka dia juga akan merasakan kebahagiaan yang sama.

Walau bukan lagi menjadi rahasia bahwa Jenny adalah salah satu dari ke empat bidadari kembang kampus yang sering menjadi pusat perhatian di kampus tempat mereka belajar.

Banyak para siswa lelaki yang memiliki kehidupan yang mewah mencoba untuk mendapatkan salah satu dari empat kembang kampus ini. Tetapi sejauh ini belum ada yang benar benar berhasil mendapatkan nya. ini yang membuat persaingan diantara mereka masih tetap terbuka dengan sangat lebar.

Banyak diantara anak-anak orang kaya yang selalu mencari kesempatan untuk bisa dekat dengan ke empat gadis ini. diantara mereka adalah Anton, Herman, Zeck dan Jhon. tetapi sejauh ini, mereka juga kelihatannya belum berhasil menaklukkan hati salah seorang dari gadis ini.

Terus terang saja, bagi para siswa laki-laki ini semacam kompetisi. selain mendapatkan nilai bagus di setiap mata pelajaran, hal yang juga tidak kalah begengsi lainnya adalah bisa mendapatkan salah satu dari ke empat bidadari ini.

Saat itu terjadi maka seluruh kampus akan gempar dan dapat dipastikan bahwa itu adalah prestasi terbesar bagi mereka.

Saat ini Jerry telah sepenuhnya selesai makan. tepat ketika dia mengusap tangannya dengan tisu, bel sekolah pun berdering menandakan bahwa mereka telah memasuki waktu belajar.

Saat itu seluruh siswa telah masuk ke ruangan kelas dan bersiap-siap untuk mengikuti mata pelajaran yang akan di pimpin oleh profesor Rudolf.

Tepat setelah mata pelajaran yang mereka ikuti sepenuhnya selesai, Rina yang berada dibangku paling depan berdiri. Dia berjalan menghampiri Jerry kemudian berkata,

"Hey.. Jerry. apakah kamu ada kegiatan sore ini? tanya Rina dengan senyum dan suara ramah.

Jerry mengangguk dan berkata,.

"Iya Rin... setelah ini aku akan pergi ke Restoran Bahagia untuk bekerja disana sebagai pelayan sampingan. yah lumayan lah buat nambah-nambah penghasilan." Kata Jerry sambil tersenyum.

Sedikit pun dia tidak pernah merasa malu untuk berkata jujur dan berterus terang bahwa dia akan mencari pekerjaan setelah urusan kuliah selesai.

Dan sudah bukan rahasia bahwa dia adalah mahasiswa miskin. Jadi, tidak ada yang memperdulikannya.

Jerry lalu melanjutkan.

"Kebetulan disana sedang kekurangan tenaga pelayan. jadi, menejer di Restoran ini menerima lamaran saya untuk bekerja setengah waktu disana. Tapi Rin ada apa yah kamu bertanya tentang kesibukan ku sore ini?" Tanya Jerry sedikit merasa penasaran.

Mendengar Jerry bertanya, Rina sedikit tersipu dan menjawab,.

"Ah tidak. tidak apa-apa. tadinya aku hanya ingin mengajakmu ke perpustakaan. yah.. hanya sekedar untuk berdiskusi tentang hal hal yang tidak aku mengerti. Semua orang kan tau bahwa kamu adalah siswa dengan segudang prestasi dan selalu mendapatkan nilai tertinggi diantara siswa yang lain. tapi yah tidak apa-apa jika kamu sibuk sore ini mungkin lain kali kita bisa belajar bersama secara kelompok." Kata Rina tersenyum malu-malu.

Jerry juga tersenyum dan berkata,

"Maafin aku ya Rina! aku benar-benar tidak bisa memenuhi ajakanmu. Tapi walau pun aku tidak bisa ikut, kamu masih bisa mengajak Riko. dia juga kan seorang mahasiswa yang memiliki prestasi yang tidak kalah hebat dibanding yang lain." Kata Jerry berusaha untuk rekomendasi kan sahabatnya yaitu Riko.

Dia tau bahwa Riko telah lama menyimpan rasa suka terhadap Rina. hanya saja sama seperti Ryan, dia tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Rina.

Semua ini adalah karena status rendah yang dia miliki dimasyarakat kelas atas. oleh karena itu dia hanya bisa menyimpan rasa sukanya dan hanya bisa melirik sesekali kearah Rina dalam setiap kesempatan.

Tidak jarang juga Rina memergoki Riko yang sedang memandang kearahnya. Namun untuk ukuran wanita yang baik seperti Rina, dia tidak pernah mempermasalahkan tindakan Riko yang seperti maling ini. paling dia hanya tersenyum melihat Riko seperti kucing yang tertangkap basah mencuri seekor ikan.

Setelah mendengarkan saran dari Jerry, Rina pun mengangguk dan berkata. Terimakasih Jerry untuk saran mu. setelah ini aku akan coba menanyakan kepada Riko apakah dia bersedia untuk belajar bersama ku."

Mendengar kata-kata Rina, Jerry segera berkata.

"Pasti. pasti dia akan sangat bersedia. dia tidak akan menolak ajakanmu percaya padaku!"

Dalam hati Jerry berkata. "mana mungkin Riko akan melewatkan kesempatan langka seperti ini. Akan sangat bodoh jika sampai Riko menolaknya."

Seperti diketahui bahwa di Golden university ada empat bidadari yang sangat cantik. dan mereka dijuluki sebagai empat bidadari dari syurga. dan Rina adalah salah satu di antara ke empat bidadari itu. bersama nya ada Lisa, Rindiy dan Jenny. Riko sebagai pengagum setia pasti tidak akan melewatkan kesempatan baik ini.

Mendengar Jerry berkata bersungguh-sungguh Rina pun mengangguk lalu pamit untuk pergi. Setelah Jerry menganggukkan kepalanya, Rina pun segera berpaling dan melangkah pergi meninggalkan ruangan kelas tempat mereka tadi belajar.

Sesampainya di luar kelas, Rina buru-buru berjalan. dia sedang mengedarkan pandangannya mencari-cari sosok Riko.

setelah beberapa lama mencari akhirnya dia pun menemukan dimana Riko berada.

Saat itu Riko sedang berjalan santai bersama Ryan dan Daniel.

Rina segera menghampiri dan berkata,

"Hey Riko... apakah kamu tidak sedang sibuk sore ini?" Tanya Rina.

Riko yang mendengar suara yang sangat dikenalnya ini segera mengarahkan pandangannya kearah suara tersebut.

Seperti mimpi di siang bolong. Dia melihat Rina berdiri dihadapannya sambil tersenyum dan kembali mengulangi pertanyaannya.

Riko dengan kikuk menjawab sambil sedikit tergagap.

"Tid.. tid... eh tidak." Kata Riko menjawab.

Dia tergagap karena tidak menyangka bahwa Rina, gadis impiannya berinisiatif untuk menghampirinya dan bertanya.

Lalu Riko bertanya kepada Rina,

"Maaf Rina, kalau boleh tau ada apa kamu menanyakan itu padaku?"

Rina hanya tersenyum lalu berkata,

"Jika kamu tidak sibuk, aku ingin mengajakmu sore ini ke perpustakaan. aku ingin belajar secara kelompok dengan mu. itu pun jika kamu bersedia." Kata Rina penuh harap.

Riko yang pendengar ini spontan mengangguk mirip burung pelatuk sambil berkata,

"baik... baik... aku bersedia. aku tidak sibuk. aku akan menunggumu nanti sore di perpustakaan." Kata Riko dengan cepat.

Bagaimana tidak, kesempatan ini seperti sekali seumur hidup baginya. walau pun dia memiliki agenda lain, dengan sangat senang hati dia akan membatalkannya hanya untuk bisa lebih dekat dengan Rina.

Mendengar kesediaan Riko, Rina pun mengangguk. tersenyum manis lalu berkata.

"baiklah jika begitu aku akan segera pulang untuk mengganti pakaian." Kata Rina.

Setelah itu, Rina langsung berbalik dan melangkah pergi.

Riko, menatap Daniel dan Ryan seperti tidak percaya.

"Katakan sesuatu Ryan! Apakah aku tidak sedang bermimpi?" Tanya Riko.

Daniel yang berdiri disamping Ryan mengirimkan tamparan di pipi Riko.

Riko sangat kaget ditampar oleh Daniel. Dia segera berteriak. "woy Danil... sakiiit...." kata Riko sedikit marah.

Sambil tertawa Danil bertanya. "Apakah benar-benar sakit?"

Riko mengangguk sambil bersungut sungut.

Daniel tertawa sambil berkata. "Berarti kamu tidak sedang bermimpi" Katanya sambil menarik tangan kedua sahabatnya itu untuk terus melangkah pergi.

Ketiga sahabat ini pun berjalan pergi dengan perasaan masing masih penuh kebahagiaan.

Bersambung......

PEWARIS YANG HILANG BAB 03

Malam ini di Restoran Bintang, Anton, Herman dan kawan-kawannya datang untuk makan malam. sebenarnya mereka tidak lapar, melainkan tujuan mereka datang ke Restoran ini hanya untuk membuat keributan. karena dari kabar yang mereka terima di kampus siang tadi bahwa Jerry, mahasiswa miskin di kampus tempat mereka belajar sedang mendapat pekerjaan sampingan menjadi pelayan separuh waktu di restoran ini.

Ini sedikit banyaknya membuat Anton yang selalu merasa gatal melihat Jerry tergerak hatinya untuk datang kesini guna mempermalukan Jerry.

Dengan gaya Arogan Anton dan teman teman nya melangkah memasuki Restoran. Melenggang berjalan dengan sikap cuek terhadap beberapa pasang mata yang memandang kearah mereka.

Anton tidak perduli dengan tatapan itu. Dia dengan angkuh berjalan dan memilih sebuah meja besar tepat di samping jendela besar.

Melihat ada tamu yang datang, Jerry sebagai pelayan terburu buru menghampiri. Namun yang tidak dia duga adalah bahwa tamu yang masuk ke Restoran tempatnya bekerja itu adalah Anton dan kawan kawan nya. Ini sedikit membuat Jerry merasa bahwa sesuatu pasti akan menjadi tak terkendali. Dia tau dengan sangat baik siapa Anton ini. Orang yang selalu memiliki sikap permusuhan terhadap dirinya walau pun dia tidak pernah berbuat kesalahan kepada Anton.

Namun atas rasa profesional yang harus dia terapkan dalam bekerja, maka Jerry segera menghampiri meja dimana Anton dan kawan kawannya duduk lalu berkata dengan hormat.

"Maaf tuan, apakah anda ingin memesan sesuatu?" kata Jerry dengan sangat hormat.

Anton mengangkat kepalanya dan berkata,

"hei... berikan padaku buku daftar menu di Restoran ini!. aku ingin melihat-lihat dulu." Kata Anton dengan Arogan.

ketika Jerry mendengar permintaan Anton, Jerry segera memberikan buku daftar menu yang memang berada di tangannya kepada Anton.

Anton merenggut daftar menu itu dengan kasar dari tangan Jerry, dan membolak balik lembar demi lembar dari daftar menu tersebut. Tidak berapa lama, dia memandang ke arah Jerry dengan tatapan merendahkan lalu berkata.

"Hei kucing kurap..., aku akan memesan ini, ini dan ini." Kata Anton kepada Jerry.

Jerry menjerit didalam hatinya mendengar panggilan yang tidak pantas itu. Dia benar-benar merasa malu di dalam hatinya. Terlebih lagi saat ini semua mata menatap kearahnya. Ini setidaknya memberikan pukulan terhadap harga dirinya. Namun dia tetap bersabar dan berkata, "Baiklah tuan, anda akan menerima pesanan anda sebentar lagi." Kata Jerry lalu bergegas melangkah pergi untuk mengambil pesanan yang dipesan oleh Anton dan kawan kawan nya.

Sesaat setelah Jerry pergi meninggalkan meja dimana mereka duduk, Herman yang berada di kursi depan Anton tepat di seberang meja tersenyum licik.

Di benak nya saat ini timbul idea-idea yang jahat. Saat ini yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana agar dia dan teman temannya yang lain dapat mempermalukan Jerry di depan orang ramai. Dan yang paling penting juga adalah agar Jerry segera kehilangan pekerjaannya.

Sambil tersenyum, Herman membungkukkan sedikit tubuh nya merapat ke meja dan membisikkan sesuatu kepada Anton, Zeck dan Jhon yang berada di kiri kanan Herman juga merapatkan tubuhnya membungkuk. Mereka saat ini layaknya seperti team sepak bola yang akan memulai sebuah pertandingan.

Setelah Herman selesai dengan rencana jahatnya dia lalu bertanya kepada Anton, Zeck dan Jhon,

"Bagaimana?" Tanya Herman.

Mendengar pertanyaan Herman, Anton segera menjawab sambil melambaikan tangannya.

"Aku tidak mau. Tidak...! Itu pasti panas." Kata Anton menolak dan sedikit gugup.

Mendengar Anton ketakutan seperti itu membuat Herman mengerutkan keningnya.

Dia mandang kearah Anton, lalu tertawa terbahak bahak sambil berkata,

"Anton, aku tidak mungkin mencelakaimu. apa yang akan aku lakukan semata-mata hanya untuk menjebak Jerry. Disaat dia melakukan kesalahan, dengan mudah kita akan memojokkannya. Membuat sedikit keributan yang mungkin bisa membuat Jerry kehilangan pekerjaan tanpa gaji." Kata Herman meyakinkan Anton dengan semangat.

Anton berfikir sejenak lalu berkata.

"Ok baiklah. Kalian atur aja bagaimana caranya. Biarkan aku yang menyelesaikan sisa nya." Kata Anton sambil menyeringai.

Setelah kata sepakat diambil oleh mereka, kemudian mereka memasang raut wajah serius dan menunggu Jerry datang membawa pesanan.

Tak lama setelah itu, Jerry kembali ke meja tempat Anton dan kawan-kawannya duduk dengan membawa nampan berisi gelas minuman.

Melihat ke arah Jerry yang berjalan mendekati meja mereka, Herman tersenyum dan menarik nafas legah.

"untung saja bukan makanan yang panas." Katanya dalam hati.

Jerry yang tidak tau apa apa tentang rencana jahat mereka hanya berjalan semakin mendekat.

Dia tidak tau bahwa Herman telah merencanakan sesuatu yang jahat kepadanya.

Tepat ketika Jerry akan sampai ke meja tempat Anton dan kawan kawannya duduk, tiba tiba saya Herman menjulurkan kakinya tepat disaat Jerry hendak melangkah.

Jerry yang tidak menduga bahwa Herman akan menjegal langkahnya kehilangan keseimbangan lalu jatuh terjerembab kedepan.

Dengan jatuh seperti itu maka secara tidak terkendali nampan berisi gelas minuman yang dibawanya terbang melintasi meja dan tepat jatuh kearah Anton dan Jhon.

kecuali Herman yang mengalami sedikit percikan, tetapi tidak dengan ketiga temannya yang lain. Terutama Anton dan Jhon yang duduk bersebelahan. Mereka adalah yang paling basah terkena percikan air yang tumpah menyiram kepala mereka.

Saat ini ekspresi wajah Anton sangat sulit dibayangkan.

Seluruh tubuhnya berubah menjadi warna hijau akibat tersiran Juice Alpukat. Dalam hati dia mengutuk kebodohannya karena tidak segera bertukar kursi dengan Zeck.

Saat itu, Zeck juga basah. Tapi tidak separah dirinya saat ini.

Herman adalah orang yang paling beruntung karena ketika Jerry jatuh tersungkur akibat hadangan kakinya, saat itu posisi Herman berada di belakang Jerry. Ini yang membuatnya hanya terkena sedikit percikan.

Saat itu Anton yang sudah kesal mulai sadar dari keterkejutannya. Dia memandang kearah Jerry dengan tatapan yang sulit ditebak artinya.

Dia kemudian bangkit dari kursinya, menghampiri Jerry yang terduduk dilantai dengan ekspresi bodoh dan dengan kemarahan yang sudah sampai di ubun ubun maka Anton segera menarik kerah baju Jerry untuk memaksanya berdiri.

Jerry yang tidak tau apa yang akan dilakukan oleh Anton hanya pasrah mengikuti arah tarikan tangan Anton.

Setelah dia sedikit berdiri tiba tiba dia merasakan panas di pipinya. Karena saat itu Anton telah melayangkan tamparan menggeledek kearah pipinya sambil Membentak "Sialan kamu Jerry... apakah kamu tidak bisa bekerja dengan benar?" Bentak Anton yang sangat marah.

"Lihat ini! Gara-gara kamu aku jadi basah kuyup begini. Kau memang benar benar kucing kurap yang harus di beri pelajaran supaya kau tau bagaimana caranya melayani tuan dengan benar."

Saat ini Anton benar benar sangat marah. Dia kembali menarik baju Jerry lalu mengirimkan sebuah pukulan kearah perut.

Jerry yang menerima pukulan itu segera terbungkuk. Mendadak dia merasa mual yang teramat sangat dan saat itu mendadak dia ingin muntah.

Setelah menerima pukulan dari Anton, Jerry yang masih terbungkuk berkata,

"Maafkan aku Anton. aku tidak sengaja." Kata Jerry dengan raut wajah antara sakit dan penyesalan. lalu melanjutkan.

"Aku tidak berniat membuatmu basah kuyup seperti ini. tadi saat aku sedang hampir mencapai meja, tiba tiba Herman menjulurkan kakinya. aku tidak menyangka karena itu sangat tiba tiba. Aku kehilangan keseimbangan dan terjatuh. aku harap kamu mau memaafkan aku Anton. ini sebenarnya bukan salahku." Kata Jerry memelas meminta pengertian Anton.

Herman yang mendengar Jerry mulai menyalahkan dirinya segera bangkit dari duduk nya lalu menarik rambut Jerry.

"Apa katamu? katakan sekali lagi! beraninya kamu membuat alasan dan menyalahkan aku atas kebodohanmu sendiri. Kau benar-benar mencari penyakit Jerry." Kata Herman dengan marah.

Jelas dia tidak mau disalahkan oleh Jerry.

Mereka semua tau bahwa ini adalah kejadian yang telah direncanakan oleh Herman. Dan mereka juga telah setuju dengan rencana ini. Namun jelas bagi Herman jika dia mengakui kesalahan dan mengatakan bahwa dia dengan sengaja menjegal kaki Jerry maka bukan hanya dia merasa malu, tapi tujuannya tidak akan terlaksana. Bukankah tujuan mereka untuk datang ke Restoran ini hanya untuk mencari gara gara dengan Jerry. Dan kalau bisa, sekalian membuat Jerry kehilangan pekerjaannya di sini.

Memikirkan akan Hal ini, adalah sebuah kemustahilan bagi Herman untuk mengalah dan mengakui kesalahannya.

Demi untuk menutupi tindakannya dan juga demi kesempurnaan acting, dia dengan lantang berkata, "Jika kamu tidak bisa bekerja dengan baik, maka jangan bekerja. Dengan adanya pelayan yang bodoh seperti kamu, cepat atau lambat Restoran ini akan sepi pengunjung. Tidak ada lagi yang akan sudi singgah ke tempat ini karena mereka akan merasa tidak nyaman dengan adanya pelayan yang bodoh dan tidak pandai melayani tamu seperti anda." Kata Herman dengan nada yang tinggi.

Mendengar suara Herman yang tinggi, seluruh tamu yang sedang menyantap hidangan di meja Restoran itu mengalihkan perhatiannya kearah meja Anton dan kawan kawan.

Berbagai ekspresi terpancar di wajah mereka melihat keadaan Anton, Zhek dan Jhon yang basah oleh air minuman yang mereka pesan.

Mereka tidak menduga minuman yang seharusnya diminum ternyata dibuat menjadi air mandi oleh Jerry.

Melihat hal ini, ada yang tersenyum merasa adegan itu lucu. Ada yang merasa kasihan dan tidak sedikit yang mulai berbisik diantara mereka.

Anton yang melihat sekilas ke tamu yang lain dari sudut matanya merasakan sedikit tekanan dihatinya.

Dia belum pernah dipermalukan seperti ini di tempat umum. Apa lagi ini adalah rencana yang mereka atur sendiri secara mendadak.

Saat rasa malu itu telah menguasai dirinya, dia hanya bisa mengertakkan giginya dan kembali mendaratkan tinjunya keperut Jerry. Saat itu Jerry kembali terbungkuk menerima tinju dari Anton.

Herman yang melihat Jerry kembali membungkuk menahan rasa mual juga tidak tinggal diam. Dia segera menyodok kaki Jerry dengan kaki nya.

Mendapat tekel yang seperti itu membuat Jerry jatuh terhentak dengan pantat menghantam lantai. Apa lagi saat ini lantai tersebut menjadi licin karena tumpahan air minuman semakin memuluskan proses jatuhnya.

Saat ini Jerry benar-benar menjadi bulan bulanan Anton dan kawan kawannya.

Keributan yang di timbulkan di tempat itu membuat pelayan yang lain segera melaporkan kejadian itu kepada Menejer Restoran.

Menejer yang menerima laporan itu segera bergegas menuju ke tempat kejadian.

Setelah tiba di tempat itu, Pak Menejer langsung bertanya dengan nada Hormat.

"Maaf tuan, apa sebenarnya yang telah terjadi disini?" Tanya Menejer itu

Dia memperhatikan dan mencoba menganalisis keadaan yang sebenarnya.

Ketika dia melihat Jerry yang duduk di lantai dengan wajah menyedihkan, maka dia dapat memastikan bahwa pelayan ini telah melakukan kesalahan. Maka dari itu, dengan menekan nada suaranya seramah mungkin sambil tersenyum dia kembali berkata,

"Maaf tuan tamu yang terhormat, apakah ada kesalahan yang telah dilakukan oleh pelayan Restoran kami? jika ada, kami dengan sangat rendah hati memohon maaf atas ketidak nyamanan ini."

Mendengar seseorang datang dan meminta maaf, tiba tiba Anton mengalihkan pandangan nya kearah sang Menejer lalu bertanya,

"Apakah anda menejer disini?" Tanya Anton dengan nada angkuh.

Sang Menejer buru buru menganggukkan kepalanya dan menjawab.

"Benar tuan. Saya Tom Menejer pelayan di Restoran ini." Kata Tom dengan nada di buat seramah mungkin.

Anton mengangguk dan berkata,

"Apakah Restoran anda merekrut pelayan dengan sembarangan? apakah sampah bodoh seperti ini bisa menjadi pelayan di Restoran sebesar Restoran Bintang yang terkenal di Starhill ini?" Tanya Anton dengan angkuh.

"Jika pelayan yang kalian pekerjakan memiliki kualitas rendah seperti ini, maka ini dapat merusak citra dan reputasi Restoran ini. Dengan ini, cepat atau lambat tidak akan ada lagi yang sudi datang kesini." Anton berkata sambil menatap wajah Menejer itu dengan tajam.

Mendengar perkataan Anton, sang Menejer buru buru mengangguk, membungkuk sedikit lalu berkata,

"Maafkan atas ketidak nyamanan ini tuan. ini semua adalah kesalahan saya yang secara sembarangan merekrut pelayan yang tidak profesional. Ini semua karena untuk saat ini Restoran kami sedang kekurangan pelayan. Jadi, kami merekrut pelayan tidak secara ketat karena ada beberapa diantara mereka adalah pelayan separuh waktu dan bukan pelayan tetap." Kata Menejer Tom menjelaskan.

Mendengar permintaan maaf dari Menejer pelayan dan juga penjelasan yang panjang lebar itu tetep tidak membuat Anton sedikitpun mengendurkan tekanannya.

Dengan tetap bersikap angkuh dia berkata,

"Tujuan kami datang ke Restoran ini adalah untuk makan, minum dan bersenang senang. ini karena kami telah mengetahui reputasi yang di miliki oleh Restoran ini. Tapi tanpa di duga pelayan anda telah membuat kesalahan yang sangat fatal. apakah anda tau kerugian yang saya derita akibat kecerobohan pelayan anda ini? lihat diriku!" Kata Anton kepada Menejer itu. "Apa kamu tidak melihat bagaimana keadaanku saat ini? apakah ini bisa selesai hanya dengan permintaan maaf?"

Mendengar ini sang Menejer mulai merasakan tekanan. Sial baginya karena telah menerima lamaran Jerry untuk bekerja di Restoran sebagai pelayan sampingan.

Dengan ini Menejer itu kembali Berkata.

"Tuan, mungkin pelayan kami memang melakukan kesalahan yang fatal. Namun ada hal-hal yang mungkin di luar kendali kami. Untuk itu sebagai tanda permohonan maaf dari kami, kami ingin mengajukan tawaran kepada anda untuk datang besok ke restoran ini di lantai 3. Kami akan menyiapkan kamar platinum untuk anda secara gratis dan dipastikan bahwa anda akan mendapatkan pelayanan yang ekslusif dari kami. jika tuan bersedia maka saya harap masalah hari ini cukup hanya sampai disini." Kata Menejer itu memberikan tawaran yang menggiurkan.

Mendengar tawaran dari Menejer itu, hati Anton melonjak gembira.

Dia tau di restoran ini memiliki tingkat level yang berbeda di setiap tingkat lantai dan kamarnya terbagi menjadi beberapa kategori.

Kategori perunggu yang paling rendah dan kategori Diamond yang paling tinggi.

Namun untuk tawaran menikmati makan dia kamar platinum juga tidak terlalu buruk. Ini jauh lebih baik daripada kamar silver dimana dia dan kawan-kawannya berada saat ini.

Namun untuk mempertahankan sikap arogan, dia tetap memberikan syarat.

"Baiklah, aku dapat menganggap bahwa masalah ini selesai disini. Tapi aku ingin agar pelayan bodoh ini segera dipecat saja untuk menghindari masalah di kemudian hari."

Lalu anton melanjutkan, "Jika pelayan seperti ini tetap berada disini dan membuat kesalahan lagi, maka Restoran ini akan menjadi bahan tertawaan bagi banyak orang. Pak Menejer, saya menerima tawaran anda untuk datang besok plus pemecatan pelayan bodoh ini" Kata Anton.

Menejer yang mendengar bahwa Anton menerima permintaan maafnya segera mengangguk dan berkata,

"Anda dapat yakin bahwa besok disaat anda datang ke Restoran kami, maka anda tidak akan melihat pelayan ini lagi." Kata Menejer.

Baginya, tidak masalah untuk memecat Jerry yang hanya seorang pelayan sampingan. Namun jika berita tentang pelayanan yang buruk di restoran ini tersebar keluar, maka dia pasti akan mendapat masalah besar dari atasannya.

Atas alasan ini, dia merasa bahwa memecat Jerry akan dapat menghindari masalah di kemudian hari.

Kemudian dengan hormat Menejer Tom berkata,

"Baiklah tuan. jika masalahnya telah selesai maka saya akan mengurus pelayan ini dulu. Dan saya mohon diri." Kata menejer itu sambil membungkuk hormat.

Anton hanya mendengus dan menganggukkan sedikit kepalanya.

Melihat respon dari Anton, Menejer buru-buru berkata pada Jerry

"kamu ikut ke ruangan ku sekarang....!"

Bersambung......

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!