NovelToon NovelToon

My Adventure In Another World

Chapter 01 : Sebuah Permintaan

Prolog :

Di dalam sebuah ruangan yang redup itu seorang gadis berbaring selagi menatap langit-langit kamarnya, ini bukanlah kamar miliknya melainkan kamar yang dikhususkan untuk para pasien. Benar, ini adalah rumah sakit. Sudah sekitar beberapa tahun semenjak gadis itu di rawat di sini, tubuhnya telah mengalami lumpuh dan hanya bisa mengandalkan orang lain untuk melakukan segala aktivitasnya walaupun dia hanya bisa berada di luar selagi menyaksikan taman bunga dari kursi roda miliknya.

Satu hal yang bisa dianggap kebaikan baginya hanyalah kematian, ketika gadis itu memikirkannya sebuah suara mencapai isi kepalanya.

Ia melihat sebuah bola cahaya terang di kamar itu.

"Halo Leona?"

"Siapa?"

Si gadis berkata pelan akan sosok disampingmu.

"Namaku Iris, aku seorang Dewi... aku akan mengabulkan satu permintaanmu? Jika ada yang kau inginkan katakan saja."

Air mata mengalir di wajahnya.

"Ahh, jangan menangis.. selama ini kau sudah berjuang keras, silahkan katakan keinginanmu?"

"Aku ingin berpetualang dengan tubuh sehat dan kuat."

"Berpetualang kah? Bagaimana jika kamu bereinkarnasi ke dunia lain dimana ada monster dan sihir, tempat seperti itu memiliki banyak petualangan yang menarik... sebagai bonus akan kuberikan kehidupan abadi padamu serta statistik yang over power."

"A-aku ingin pergi ke sana."

"Apa ada permintaan lain?"

"Aku ingin terlihat imut dan cantik."

"Tentu, semua hal yang kau inginkan akan kuberikan.. aku akan memberikan tubuh abadi dimana kau akan terus terlihat berumur 15 tahun."

"Terima kasih," bersamaan perkataannya gadis itu menghembuskan nafas terakhirnya.

***

Aku membuka mata dan kutemukan pantulan diriku di atas permukaan air danau yang tenang, aku sempat berfikir siapa gadis cantik di hadapanku ini, setelah memandanginya beberapa saat aku akhirnya tahu bahwa itu aku.

Mata berwarna merah muda, rambut panjang berwarna merah muda juga, serta telinga kucing dan ekor di belakangku... tidak salah lagi aku telah hidup kembali, aku menjadi gadis kucing.

Bukannya ini sangat imut, aku bahkan masih mengingat kehidupan lamaku serta pertemuanku dengan Dewi di ruangan itu, dengan ini aku akan memulai petualanganku.

Aku melebarkan tanganku sembari berteriak keras-keras.

"Aku akan pergi berpetualang.. petualangan yang mengasikkan serta memiliki banyak orang yang bisa kutemui," teriakanku menggema di seluruh pepohonan di sekelilingku, tentu saja tidak ada orang di sini, jika melihat sekitar aku tahu bahwa ini berada di dalam hutan.

Aku segera memeriksa tubuhku dan kulihat ada surat tergeletak di dekatku, aku sempat berfikir kenapa aku hanya mengenakan pakaian lusuh dan pikiran itu terjawab dalam isi surat.

"Dari Dewi.... kita lihat."

[Selamat untuk Leona, aku sudah mereinkarnasikanmu ke dunia ini, hanya saja akan lebih baik jika kau memiliki masa lalu jadi aku tuliskan ini sebagai indentitasmu.. kamu adalah seorang gadis setengah hewan yang sebelumnya dijual oleh pedagang budak, kamu berhasil melarikan diri dan berakhir hidup sendirian di hutan, sekarang kamu bisa memulai kehidupan baru sebagai Leona yang baru... aku mendoakan kebahagianmu... satu lagi yang ingin aku katakan, kau memiliki keabadian tapi jika seseorang menusukmu tetap saja sakit jadi jangan melakukan hal ceroboh, salam hangat Dewi]

Surat tersebut melebur menjadi debu.

Aku menggabungkan tanganku lalu berdoa padanya.

"Terima kasih Dewi Iris," setelah mengatakan itu aku melangkah pergi. Pergi ke kota adalah tujuan awalku sebisa mungkin aku ingin segera sampai sebelum hari gelap.

Chapter 02 : Guild

Dalam perjalanan aku bertemu seekor beruang raksasa yang cukup menakutkan, dia membuka rahangnya selagi mengaung ke arahku.

"Berisik," teriakku meninjunya hingga ia tumbang setelah menabrak beberapa pohon besar di belakangnya.

Aku yang sedikit terkejut sesaat akhirnya melompat-lompat dengan riang.

Aku kuat, aku kuat... yeeeeh.... apa mungkin aku juga harus merubah gaya bicaraku mulai sekarang? Aku meletakkan ujung jariku di bibir, sebaiknya aku menambahkan kata Nyan~ atau Kyun~ di akhir kalimatku saja, itu akan terlihat manis bukan.

Mari kesampingkan hal itu dulu, aku berjalan ke arah beruang yang kehilangan nyawanya lalu mengangkatnya pergi bersamaku. Aku berpikir bahwa akan ada seseorang yang membelinya di kota... sejujurnya aku tidak memiliki uang sepeserpun dan itu akan berakhir dengan masalah kalau aku membiarkannya begitu saja.

Tak perlu berpikir apapun lagi, mari pergi ke kota, sesampainya di sana aku bertanya ke arah seorang penjaga yang berada di gerbang kota.. kota ini cukup besar dimana sekelilingnya dibatasi tembok-tembok yang menjulang tinggi hingga hanya ada satu jalan untuk masuk maupun ke luar.

"Anu.. dimanakah aku bisa menjual makhluk ini?"

Si penjaga sedikit menjerit takut padaku.

"Apa kau yang mengalahkannya sendirian?"

"Tentu, hewan ini tiba-tiba saja menyerangku."

"Be-begitu, jika kau ingin menjualnya kau bisa pergi ke guild petualang."

"Begitukah.. kalau begitu, terima kasih banyak, nyan~"

"Aah ya."

Ia mungkin sangat terpesona denganku.

Aku melanjutkan langkahku, walau membawa hewan seberat ini rasanya tidak berpengaruh padaku, orang-orang mulai memperhatikanku yang menyusuri jalanan utama seraya berbisik satu sama lain.

Aku berhenti di tempat yang dinamakan guild itu, walau tulisan tampak berbeda aku masih bisa membacanya dengan jelas, mungkin ini juga pemberian Dewi Iris.

Saat memasuki guild semua orang seketika terdiam, apa aku berbuat salah? Aku menjatuhkan beruang itu di lantai lalu pergi ke loket receptionis.

Di sana tampak seorang wanita berpenampilan rapih menyambutku dengan ramah, ia memiliki rambut biru sebahu.

"Aku ingin menjual itu nyan."

"Apa nona sudah terdaftar di guild?"

"Sepertinya belum."

"Mungkin nona harus bergabung dulu, ada beberapa formulir yang harus di isi terlebih dulu serta biaya yang harus di keluarkan, apa nona ingin melanjutkannya?"

"Biaya kah? Sebenarnya aku tidak memiliki uang," balasku lemas.

Receptionis itu terdiam sesaat lalu berkata ke arahku.

"Bagaimana kalau kami memotong dari biaya hewan yang ada tangkap?"

"Aku menerimanya."

"Hmm baiklah, oh yah.. namaku Lena, boleh tahu siapa nama nona?"

"Aku Leona."

Setelah menyelesaikan beberapa formulir aku akhirnya mendapatkan kartu petualangku sendiri, Lena sempat memintaku untuk mengukur kemampuanku tapi aku menolaknya dan mengatakan bahwa aku bisa berada di rank E saja.

Meski sempat terkejut Lena pun akhirnya mengiyakan lalu memberikanku sisa dari pembelian beruang tersebut, semuanya berjumlah 5 koin perak dimana 1 koin perak lagi untuk biaya pendaftaran guild.

"Terima kasih banyak.. nanti aku akan kembali lagi," aku berkata itu selagi berjalan keluar guild, pakaianku tampak lusuh jadi kuputuskan pergi ke toko jahit.

Aku sempat mengambil quest yang di pajang di papan pengumuman secara asal asalan, jadi walau aku menghabiskan uangku di sini aku bisa mendapatkan uang baru dengan ini.

"Selamat datang, apa yang nona butuhkan sekarang?" seorang wanita pemilik toko menyambutku ramah, padahal aku terlihat sangat kotor dan lusuh tapi dia tidak menghiraukannya sama sekali.

"Anu aku memerlukan pakaian yang cocok untukku, apa ada yang murah? Paling tidak itu sekitar 5 koin perak."

"Lima koin perak itu terlalu murah... pakaian seperti itu tidak cocok dengan nona, tolong serahkan padaku. Aku akan memilihkan pakaian yang cocok untuk nona."

Tiba-tiba saja mata wanita itu bersinar melihatku, entah kenapa aku merasakan firasat buruk darinya.

Chapter 03 : Quest

Ketika aku bertanya-tanya apa yang akan dilakukan wanita ini dia malah menyodorkanku satu set pakaian yang di ambil dari lemari, terdiri dari pakaian lengan panjang serta celana pendek, agar menyesuaikan dengan rambutku ia memilih warna merah muda.

"Uwaahh.. imutnya, imutnya, kau sangat imut... karena imut aku memberikannya gratis padamu."

"Kau yakin memberikannya padaku begitu saja."

"Jangan khawatir, tokoku belakangan ini sangat ramai... bagaimana jika memperbolehkanku memelukmu beberapa menit?"

"Kurasa tidak masalah."

"Imutnya... imutnya."

"Jangan menggosok-gosokan wajahmu di dadaku."

Wanita ini berbahaya, tapi aku mengucapkan terima kasih untuk ini.

"Apa kau berniat tinggal di kota ini?"

"Ah tidak, aku hanya tinggal beberapa hari saja... aku seorang pengelana."

"Sayang sekali."

Wanita itu menunjukan wajah kecewa, aku hanya menundukkan badanku sekali selagi mengucapkan terima kasih sebelum akhirnya pergi dari toko.

Orang itu sangat baik.

Dengan uang yang masih utuh kurasa aku akan menyewa kamar penginapan dan membeli beberapa makanan lezat, soal quest aku akan mengerjakannya besok saja.

Aku menyerahkan pembayaran ke pelayan penginapan selama seminggu, selama itulah aku akan menetap di kota ini lalu memulai petualanganku.

Aku membaringkan tubuhku di ranjang yang empuk, ada beberapa yang harus kupersiapkan terlebih dulu sebelum pergi, pertama pisau kecil yang digunakan untuk memotong-motong bagian tubuh monster agar bisa dijual, kedua tas penyimpanan yang mampu membawa seluruh barang bawaan berat serta beberapa pakaian ganti juga.

Semuanya membutuhkan biasanya yang cukup besar, aku kembali membaca quest yang sebelumnya kuambil secara acak dari guild, kebetulan hadiahnya cukup besar dimana itu mencapai 10 koin emas hanya mengalahkan kumpulan serigala yang menyerang desa di utara.

Kurasa itu pekerjaan yang cocok denganku, aku menutup mataku dan saat kusadari hari telah berganti.

Ini adalah pagi hari yang cerah.

Aku melepaskan pakaianku lalu pergi ke kamar mandi, sensasi air hangat di pagi hari memang yang terbaik pikirku dalam hati sebelum kembali mengenakan pakaianku lalu pergi ke desa di Utara.

Perjalanannya akan cukup memakan waktu jadi aku menumpang kepada seorang pedagang.

"Maaf merepotkan," kataku padanya.

"Tidak, tidak, aku malahan senang bisa berpergian bersama gadis manis seperti nona."

Hanya dengan wajah cantik dunia pun menjadi baik padamu, sungguh kenyataan yang luar biasa. Aku memilih mengabaikannya lalu melihat ke arah depan.

"Oh yah paman, apa paman tahu beberapa kota yang sering dikunjungi para pelancong?"

"Apa nona juga seorang pelancong?"

"Iya, aku berencana untuk berpetualang ke seluruh Dunia."

"Heh, nona memiliki mimpi yang hebat.. jika dari sini mungkin kota Dewi air yang sangat populer."

"Begitu."

"Aku sarankan nona juga membuat jurnal sendiri, aku yakin banyak orang yang ingin mengetahui petualangan nona."

"Aku akan memikirkannya," kataku ringan.

Beberapa saat kemudian aku akhirnya sampai di lokasi, dari sini aku hanya harus berjalan lurus mengikuti jalan setapak di depan.

Aku hanya melambai ke arah kereta kemudian berjalan pergi, setelah cukup lama tampak sebuah desa telah menyambutku.

Desa itu tidak besar maupun kecil akan tetapi hampir seluruh areanya di kelilingi oleh blokade kayu, beberapa penduduk desa terlihat bersiaga di depannya.

"Halo nyan," aku menyapa dengan gaya kucing.

"Siapa kau?"

"Ah itu... aku dari guild."

Setelah aku menunjukan kartu guildku barulah mereka mengizinkanku masuk.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!