NovelToon NovelToon

Xiao Xia Putri Jendral Perang

Bab 01. MISI

Xiao xia adalah seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai Intelijen Negara. Dia di tugaskan untuk mengumpul kan informasi musuhnya, yang tak lain adalah sebuah Organisasi yang memperjual kan belikan manusia.

Dalam misi ini, Xiao di tugaskan untuk menyelamatkan semua tawanan bersama dengan anggota nya. Dan saat ini mereka masih memantau pihak musuh, mencari celah untuk menyelamatkan tawanan itu.

Dalam satu ruangan itu terdapat banyak gadis dan anak anak. Semuanya adalah wanita yang masih muda. Mereka semua di sekap di suatu ruangan itu untuk di perjual belikan ke suatu Negara dan di jadikan sebagai wanita penghibur atau pun yang lainnya.

.

.

.

Beberapa Pria berjalan menuju ruangan itu.

Cklekk....

Pintu di buka.

"Pilihlah wanita yang kalian suka. Bos menyuruh kita untuk mengambil beberapa wanita untuk kita buat senang-senang," perintah seorang diantara pria tadi.

Mereka pun memabawa beberapa gadis untuk mereka ajak senang-senang.

Setelah mereka mengambil beberapa wanita itu, mereka semua membawanya ke suatu tempat khusus, temoat dimana mereka akan menikmati para gadis-gadis itu.

Mereka berpesta dan melakukan hal gila dengan para gadis itu tanpa memperdulikan mereka yang terus meronta dan memohon.

.

.

Tak jauh dari sana, Xiao xia dan anggota pengintai lainnya yang melihat semua itu menjadi geram. Apalagi saat melihat mereka semua memperlakukan wanita wanita itu dengan sangat brutal dan tanpa kasihan.

Xiao Xia dan anggota lainnya sudah tidak untuk cepat cepat menyelamatkan mereka semua. Di lihatnua suasana yang sepertinya aman, mereka semua keluar dari persembunyian dan menyelamatkan orang orang yang telah di tawan itu.

Mereka semua memasuki sebuah ruangan dimana para gadis dan anak-anak itu di sekap. Saat di depan pintu penyekapan itu, perlahan mereka membuka pintu sambil melihat sekeliling apakah aman atau tidak.

Ckleek....

Semua yang ada di dalam ruangan itu melihat kearah pintu, di lihat nya beberapa orang berdiri di pintu melihat ke arah mereka semua. "Jangan takut, kami akan menolong kalian," ucap Xiao Xia menenangkan, karena di lihatnya mereka takut dan mengira bahwa dia dan lainnya adalah anggota yang sama yang menculik mereka semua.

Semua yang mendengar sangat senang, berpikir akhirnya mereka semua akan bebas.

"Cepat! Kita harus menyelamatkan mereka semua sebelum mereka menyadari keberadaan kita," perintah Xiao xia kepada anggota nya dan diangguki oleh mereka semua.

Mereka pun membawa semua gadis dan anak-anak itu menuju mobil yang sudah di sediakan untuk membawa mereka semua. Namun tiba tiba suara tembakan mengarah ke arah mereka.

Door....

...Door......

^^^Door..^^^

"Tangkap mereka semua, jangan sampai ada yang tersisa. Bila perlu bunuh mereka semua," perintah orang yang menjadi tangan kanan Geng Cobra.

Anggota Geng Cobra menyerang begitupun dengan anggota Xiao xia yang melawan mereka.

Mereka semua akhirnya bertarung saling adu tembak.

Door..

...Door......

^^^Door...^^^

Mereka terus saja menembak tanpa ada yang mengalah. Namun, jumlah dari Geng Cobra yang lebih banyak membuat semua anggota Xiao xia kewalahan.

Melihat anggota nya kuwalahan dan ada yang terluka oleh tembakan, Xiao xia memerintahkan anggotanya untuk meninggalkan tempat itu dan membawa gadis dan anak-anak itu pergi dari tempat itu.

"Ando, cepat bawa mereka semua pergi dari sini, selamatkan mereka semua. Aku akan menghalau mereka bersama dengan yang lainnya. Kau pergilah, serahkan semuanya disini pada kami." ucap Xiao xia kepada salah satu anggotanya.

"Tidak! Saya tidak bisa meninggalkan anda, dan yang lainnya disini," ucap Ando khawatir

"Cepat lah, tidak ada banyak waktu lagi. Selamatkan mereka, cepat!" teriak Xiao xia

"Cepat pergi, cepat!"

Door.. Door.. Door..

Baku tembak pun berlangsung kembali. Xiao xia yang menghalau mereka sedikit kesusahan, dikarenakan anggota mereka semakin bertambah banyak.

Melihat rekan-rekannya ada yang teluka bahkan ada yang mati, Xiao xia meminta Ando untuk segera pergi dari sana tanpa memperdulikannya. Dan akhirnya Ando pun membawa semua yang mereka selamatkan pergi meninggalkan tempat itu.

Ando yang melihat Xiao xia dan semua rekannya yang masih bertarung, bersedih. Air matanya perlahan menetes saat melihat rekan rekan nya gugur dan bahkan ada juga yang sudah mati. Ando tidak ingin mengecewakan pengorbanan mereka, dia terus melajukan mobilnya dan pergi meninggalkan tempat itu dengan kecepatan penuh.

.

.

Di tempat perkelahian

Musuh musuh Xiao xia akhirnya mati berjatuhan. Dan kini tinggal Bos mereka dan tangan kanannya yang masih hidup. Sedangkan di anggota Xiao-Xia hanya tinggal dirinya dan Andre yang masih hidup.

Saat mata itu melihat ke arah samping, di lihatnya seorang Sniper mengarahkan senjatanya ke arah Andre. Xiao xia yang melihat langsung berlari dan menghalau tembakan itu hingga peluru itu bersarah di tubuh nya.

Xiao xia yang mengetahui bahwa ajalnya akan tiba, hanya bisa tersenyum bangga dengan aksinya yang heroik. Dia bangga karena bisa mati demi melindungi rekan nya yang tak lain seorang lelaki yang sangat ia sukai. Walaupun kenyataan Andre tidak mengetahui bahwa Xiao xia sangat mencintainya, tapi dia begitu bahagia melihat Andre yang baik baik saja.

Xiao Xia menoleh ke arah Bos Geng Cobra, yang ternyata Bos Geng dan wakilnya itu juga mati di tangan Andre. Andre marah dan dengan kesetanan dia membunuh Bos itu dan anggota yang masih tersisa.

Andre marah karena melihat Xiao Xia yang tertembak karena dirinya.

Andre berlari dan membuang senjatanya, menghampiri Xiao Xia yang terkulai lemas dengan bersimbah darah.

"Xia, bangun Xia," pinta Andre mengangkat kepala itu di pangkuan nya. Andre menangis sambil menciumi wajah Xiao Xia.

Xiao Xia yang masih setengah sadar mendapat perlakuan itu tersenyum, perlahan dia berkata. "An,"

"Xia, jangan tinggalin aku. Kenapa kamu melakukan semua ini? Seharusnya aku yang melindungi mu. Tapi kenapa kamu malah yang melindungi ku?" ucap Andre menangis histeris.

"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku. Ku mohon, aku sangat mencintai mu Xia."

Xiao xia yang masih bisa mendengar hanya bisa mengucapkan kan dalam hati, "Aku juga mencintai mu Dre," Setelah mengucapkan itu perlahan semuanya menjadi gelap dan Xiao Xia pun menutup matanya untuk terakhir kalinya.

.

.

Andre berencana setelah Misi yang meraka jalani ini selesai dan berhasil. Andre akan mengungkapkan isi hatinya kepada Xia, wanita yang selalu membuat hatinya bergetar.

Namun sepertinya takdir berkata lain. Xiao Xia lebih dulu meninggalkan nya seorang diri tanpa jawaban cinta dari Xiao Xia.

Xiao Xia di Dunia Modern, si cantik anggota Intelijen Negara.

**SELAMAT MEMBACA

JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA

DENGAN CARA

LIKE

KOMEN

TAP FAVORIT, HADIAH DAN VOTENYA**

Bab 02. MASA LALU XIAO YUN

Di suatu tempat di Kekaisaran Han, tepatnya di kediaman Jenderal Choe Yeong, di sebuah kamar berbaringlah seorang Gadis cantik bernama Xiao Yun

Xiao Yun adalah putri ketiga dari dua bersaudara. Dia mempunyai seorang Ge-ge dari istri pertama dan Jie-jie dari Selir ke dua. Sedang kan Xiao Yun sendiri adalah putri dari Selir ketiga.

Walaupun pun mereka bertiga berbeda ibu, Jenderal Choe Yeong selalu memperlakukan Putra Putri nya dengan baik dan adil tanpa membedakan satu sama lain.

Ibu pertama bernama Li-wei memiliki putra bernama Xiang Yeong, yang saat ini sedang menjabat sebagai Jenderal muda di Kekaisaran Han.

Ibu kedua bernama Jiao Xing memiliki putri bernama Lian Xing

Sedang kan Xiao Yun sendiri di lahir kan dari seorang Ibu bernama Mei Yun.

Setelah Xiao Yun di lahir kan, Ibunya mengalami pendarahan hebat dan akhirnya meninggal dunia. Xiao Yun pun lalu di rawat oleh Ibu pertama Li Wei dengan sangat baik . Ibu kedua pun juga ikut membantu Li Wei merawat Xiao Yun. Namun karena Jiao Xing yang masih memiliki anak kecil, Li Wei pun melarang dan meminta nya untuk fokus merawat Lian Xing.

Ya, disini Xiao Yun aku dan Lian Xing hanya bertaut umur 1 Tahun setengah.

Keluarga Jenderal Choe Yeong selalu hidup harmonis walaupun Choe Yeong memiliki beberapa isyri. Semuanya pun selalu akur dan tidak ada yang saling membenci. Namun suatu kejadian merubah semua nya.

*POV. XIAO Y***UN**

Suatu hari di saat umur ku 8 Tahun. Aku pergi ke pasar bersama ibu Li Wei dan juga kakak Lian Xing. Tapi saat perjalanan pulang dari pasar, tiba tiba kami di hadang oleng sekelompok perampok berbaju hitam.

Kami hanya bisa ketakutan dan tidak bisa melawan, karena ibu Li Wei sama sekali tidak bisa ilmu beladiri. aAku dan kak Lian Xing pun akhirnya di jadikan sandra oleh mereka demi mendapatkan harta benda milik kami semua. Sedangkan kami berdua hanya bisa menangis histeris tanpa perlawanan. Pengawal kami pun juga tidak berkutik karena jumlah mereka yang cukup banyak sehingga dengan mudah di kalahkan oleh mereka.

Kelompok Perampok itu berjumlah 15 orang. Sedangkan pengawal yang mengawal kami hanya 2 orang saja. Bukan kah itu sangat tak seimbangkan? Jelas saja tak seimbang.

.

.

Ketua kelompok yang menyandera kami menodongkan pedangnya di leher kami, "Serah kan uang kalian jika tidak ingin melihat anak anak ini mati," ucap Ketua Perampok mengancam.

"Jangan!!! Tolong jangan bunuh putri putri ku," teriak ibu Li Wei sambil menangis.

Sedang kan tak jauh dari sana, Putra Mahkota Xiuhuan yang yang saat itu berumur 11 tahun sedang bersama para pengawalnya melihat kejadian itu. Dan akhirnya mereka membantu kami dari para Perampok yang menyandera kami.

Prajurit kerajaan dan Perampok akhirnya saling menyerang.

Tang ....Ting....Tang....Ting ...suara pedang beradu

(anggap saya suaranya seperti itu ya)😁😁🙏

Sreek...

Pedang seorang Prajurit Kerajaan berhasil melukai tangan Ketua Perampok itu. Ketua Perampok yang melihat tangannya terluka menjadi sangat marah. "Bajingan."

Ketua Perampok itu maju dan menyerang Prajurit Kerajaan dengan membabi buta. Tapi karena para Prajurit Kerajaan sudah terlatih, sehingga membuat pertarungan itu akhirnya di menangkan oleh Prajurit Kekaisaran.

Pangeran Xiuhuan yang melihat kami sudah selamat dari Perampokan itu langsung melangkahkan kaki dan menghampiri kami. "Apakah kalian tidak apa apa?" tanya Xiuhuan kepada kami berdua.

"Kami baik-baik saja Pangeran. Terimakasih telah membantu kami," jawab kami bersama.

.

.

Setelah kejadian itu, aku dan Pangeran Putra Mahkota Xiuhuan memiliki suatu hubungan hingga umur ku 14 Tahun. Dan kami pun akan melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan.

Tapi, suatu hari tiba tiba Kak Lian Xing datang kekamar ku

"Mei-mei," panggilnya kepada ku

"Ada apa Jie-jie? Sepertinya ada yang ingin Jie-jie katakan?" jawab ku kepada kak Lian Xing.

Dan tiba tiba kak Lian berlutut di hadapan ku. Aku yang melihat sangat terkejut, ada apa pikirku? Aku yang mendapatkan perlakuan itu jelas saja bingung. Apa yang terjadi?

"Mei-mei, aku mohon kepada mu berikan Putra Mahkota Xiuhuan kepadaku. Saat ini Jie-jie sedang hamil anak Putra Mahkota. Aku tidak ingin jika anak ini lahir nanti tanpa memiliki seorang Ayah. Jadi ku mohon berikan Putra Mahkota kepada ku," ucap Lian Xing memohon sambil menangis.

Aku yang mendengar perkataan kak Lian Xing tentu saja terkejut. "Hamil? Apakah mereka memiliki hubungan," pikiran ku berkelana kemana mana, dan aku hanya bisa menangis mendengar semua itu. pikirku kenapa bisa seperti ini.

Sedang kan kak Lian Xing terus saja memohon kepada ku untuk menyerahkan Putra Mahkota kepada nya.

"Sejak kapan Jie-jie?" tanya ku kepadanya sambil menangis menatap kosong ke arah depan

"Sejak Jie-jie mengantarkan mu bertemu Putra Mahkota di Kekaisaran," jawabnya menunduk sambil memegang tangan ku.

"Putra Mahkota Xiuhuan mengatakan bahwa dia menyukai Jie-jie, dan Jie-jie pun juga menyukai nya. Dan kami pun akhirnya memiliki hubungan. Maafkan Jie-jie Meimei," imbuhnya lagi.

Dan sejak saat itu hubungan ku dengan Jie-jie dan ibu kedua ku tidak baik. Jie-jie yang selama ini aku sayang ternyata tega melakukan semua ini kepada ku. Dan sekarang malah memutar balikkan fakta kepada semuanya bahwa sebenarnya akulaj yang telah merebut Putra Mahkota darinya.

Dan sejak saat itu aku pun akhirnya di cap kalangan masyarakat sebagai perebut kekasih orang hingga akhirnya semua orang membenci ku.

( Semua keluarga memang tidak ada yang tau kalau Xiao Yun memiliki hubungan dengan Putra Mahkota. Hanya ayah nya jenderal Choe Yeong yang mengetahui.

Dari situlah semua keluarga mulai membenciku karna merks berpikir aku telah tega merebut kekasih kakaknya sendiri. Hingga akhirnya aku Frustasi dan bertambah frustasi saat melihat ibu Li Wei yang juga ikut membenci ku.

Hari demi hari aku selalu mendapat perlakuan yang tidak baik dari Jie-jie dan ibu Jiao Xing. Entah kenapa lambat laun kulit ku menjadi rusak dan penuh dengan nanah, hingga semua orang perlahan menjauhi ku. Hanya Ayah dan Xinxin, pelayan pribadi yang setia ada di dekat ku .

Hingga tiba tiba dada ku terasa sesak, sesak sekali dan aku pun menghembuskan napas terakhirku.

💟💟💟💟💟💟

Xiao yun putri jendral Cheo yang di anggap tidak berguna dan tidak memiliki bakat dalam kultivasi selalu di cemooh. Namun ia diam saja. Hanya demi untuk membuat jie-jie nya d pandang semua orang. Tapi sebaliknya dengan teganya dia menusuk Xiao yun dari belakang.

Sebenarnya Xiao yun sudah berada di Qi jing level 3 namun hanya berhenti disitu entah kenapa tidak bisa naik tingkat, tapi dia menutupinya dari semua orang termasuk ayahnya😁😁

POV END.

Author suka novel time travel .

Tapi ternyata susah buatnya apalagi versi Cina, nama nama bikin gedek bingung suka lupa😂😂😂😂😂😂😂😂

BAB 03. PINDAH DIMENSI

Xiao yun yang sudah tiada masih berbaring di atas ranjang dengan di temani Xinxin pelayan setianya. Tidak ada satu pun keluarga yang menjenguknya, baik itu ibu maupun jie-jie nya. Sedang kan ayah dan Ge-ge nya sedang melaksanakan tugas dari kaisar .

Xinxin yang melihat nona nya sudah tidak bernyawa hanya bisa menangis histeris. Baginya tuan putri nya ini adalah segalanya untuknya.

Xinxin yang masih setia menggenggam tangan Xiao yun tiba tiba merasakan pergerakan di tangannya. Xinxin pun mendongak melihat wajah pucat nona nya, apakah yang di rasakan tadi benar atau hanya halusinasinya saja.

Dan benar saja, suatu keajaiban pun terjadi. Nona yang di anggapnya sudah tiada ternyata hidup kembali. Xinxin sempat tak percaya dengan apa yang di lihatnya . Sedangkan tadi sang Tabib sudah memeriksa bahwa nona nya ini benar benar sudah tiada.

Xinxin yang bahagia melihat Nona nya sadar langsung membantu untuk duduk menyandarkan badan Xiao yun di sandaran tempat tidur.

"Uuh, kenapa kepala ku sakit sekali?" gumam Xiao xia pelan.

Ya, yang menempati tubuh Xiao yun sekarang adalah Xiao xia dari jaman modern.

"Nona, akhirnya anda bangun," ucap Xinxin sambil menangis.

"Maaf nona kalau Xinxin menangis, Xinxin sangat bahagia karena nona sudah bangun. Oh iya, biar Xinxin panggilkan tabib terlebih dahulu nona," imbuhnya lagi dan langsung keluar kamar mencari Tabib untuk memeriksa keadaan nona nya. Sedangkan Xiao xia terus berfikir siapa wanita tadi? Dan ada dimana ini? Kenapa tempat ini sangat aneh, batin Xiao xia sambil melihat kamar yang di tempati nya saat ini.

Cukup lama Xinxin keluar, akhirnya dia datang bersama seorang lelaki paruh baya masuk ke dalam kamar yang Xiao xia tempati. Pikirnya mungkin ini tabib yang di maksud Xinxin.

Xiao xia yang di periksa pun hanya diam, memandang apa yang sedang di lakukan tabib itu kepadanya. Dan setelah selesai tabib itu memeriksa, dia berkata. "Sungguh keajaiban bagi anda Tuan Putri Xiao yun. Hamba saja tidak percaya bahwa anda sadar kembali."

Xiao xia yang di ajak bicara hanya diam tidak tau maksud dari sang tabib. Dan untuk berterima kasih kepadanya akhirnya Xiao xia pun berbicara agar tidak di curigai.

"Terima kasih tabib karena sudah merepotkan anda," ucap Xiao xia sopan

"Itu sudah menjadi kewajiban hamba tuan putri, semoga tuan putri selalu di beri kesehatan," jawab tabib dan Xiao xia menganggukkan kepala.

Setelah pemeriksaan selesai dokter itu pun pamit undur diri, "Kalau begitu hamba pamit dulu tuan putri," ucapnya lagi sambil membungkukkan badannya, memberi hormat.

Namun sebelum tabib itu keluar, dia berbicara kepada Xinxin. Setelah selesai Xinxin menghampiri Xiao xia yang masih setia menatapnya.

"Nona, apakah masih ada yang sakit?" tanya Xinxin kepada Xiao xia dan Xiao xia pun mengangguk.

"Ya kepala ku masih terasa sakit," jawab nya sambil memegang kepala nya.

"Baiklah, Xinxin akan mengambilkan obat dulu buat nona. Nona disini dulu, dan jangan kemana-mana," ucap nya sambil membungkukkan badan dan pergi.

..

..

Xinxin pergi menuju dapur, membuatkan sup obat untuk Xiao Xia yang batu sadar. Cukup lama membuat obat itu, akhirnya selesai juga membuat ramuan obat yang di anjurkan oleh sang Tabib. Xinxin pun meletakkan ramuan obat nya di dalam mangkuk kecil di atas nampan, dan bergegas membawa ke kamar dimana Xiao xia berada.

"Nona ini obat yang sudah Xinxin buat. Nona harus meminumnya supaya nona lekas sembuh," ucap Xinxin lembut sambil menyerahkan obat buatannya.

Xiao xia menerima obat pemberian Xinxin. Saat Xiao xia melihat cairan di dalam mangkuk serta bau yang sangat menyengat, rasanya Xiao xia ingin sekali muntah.

Namun saat melihat wajah Xinxin yang terus memperhatikan Xiao xia untuk segera meminum obat buatan nya itu, akhirnya dengan terpaksa Xiao xia meminumnya walaupun perutnya berasa seperti diaduk-aduk tidak jelas.

Bersambung.

Hanfu yang di gunakan Xiao xia saat sakit.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!