NovelToon NovelToon

Pengantin Tuan Arogan

Kau pembunuh

Episode 1 : Kau pembunuh 

“Tuan, Nona Alina mencoba melarikan diri lagi,” seru Ben pada atasannya yang sedang menatap ke layar komputernya, dia sedang mengerjakan pekerjaannya di ruang pribadinya.

“Dimana dia sekarang?” ketus Barata dengan tanpa ekspresi, tetapi matanya tajam seolah tidak suka hanya dengan mendengar nama wanita itu.

“Dia sedang ada di kurungannya, Tuan,” jawab Ben masih menunduk hormat.

“Wanita menjijikkan itu, dia masih mencoba kabur? kali ini patahkan kakinya sampai dia tidak bisa berjalan!” geram Barata memukul dengan keras mejanya.

Dia berjalan dengan angkuh dan penuh amarah ke ruangan kurungan Alina, pengantinnya yang masih dua hari ia nikahi.

“Brak!”

Barata membuka pintu ruangan itu dengan kasar, sembari memasukkan tangan ke sakunya dia melihat dengan sangat sinis kearah Alina.

“Wanita murahan! kau masih berani menentang ku? apakah kau tidak puas dengan hukumanku? Haruskah aku memotong kedua kakimu dan membuang mu ke hutan?” teriak Barata membuat Alina ketakutan setengah mati

Alina yang tahu jika Barata, suaminya telah memasuki ruangan membuat Alina bergetar ketakutan, tanda biru lebam yang ada di sekujur tubuhnya dan bibirnya yang kering dan pecah pecah, juga kakinya yang berdarah akibat semak duri yang ia lewati saat berlari kabur dari mansion Barata, suaminya sendiri.

Alina yang pendiam dan polos sekarang berubah menjadi seseorang yang sangat takut melihat orang lain apalagi Barata, padahal mereka baru dua hari melakukan pernikahan.

“Aku tanya apa alasanmu membunuhnya?” pertanyaan yang berulang kali ditanyakan Barata pada Alina, pertanyaan yang sepihak yang menjebloskannya ke penderitaan yang tidak seharusnya ia rasakan.

“Aku sudah bilang, aku tidak melakukannya, kau yang tidak mempercayaiku dan ….” Belum sempat Alina melanjutkan ucapannya, tangan bidang Barata sudah terlanjur mencengkeram dagu Alina sampai Alina merintih kesakitan.

Alina sudah tidak memiliki tenaga untuk melawan barata, dia sudah sangat lemah, dan kekurangan nutrisi, apalagi tubuhnya yang lebam-lebam akibat para pelayan yang disengaja Barata untuk memberikan siksaan pada Alina.

“Tutup mulut kotor mu ini sebelum aku benar-benar membunuhmu sialan! kau tidak pantas membela dirimu disaat kau merencanakan pembunuhan tunangan ku, Freya! wanita murahan! aku akan memberimu penderitaan yang lebih menyakitkan dari kematian itu sendiri!”

Geram Barata dengan pancaran mata paling menyeramkan yang pernah Alina lihat.

Semuanya ini bermula sejak dua hari lalu, saat dia dengan paksa dinikahi oleh Barata, tunangan adik tirinya sendiri yang telah tiada satu bulan yang lalu akibat kecelakaan mobil.

Entah mengapa satu bulan kemudian Barata datang kepadanya dan menikahinya, tetapi penderitaan sesungguhnya terjadi setelah pernikahan itu usai, setelah Barata menikahi Alina, gaun yang dikenakan oleh Alina dirobek sampai membuat tubuh Alina membiru karena kuatnya cengkeraman tangan Barata.

Malam itu juga kesucian Alina direnggut dengan begitu sadis sampai membuat Alina trauma, belum sampai disitu, tangannya diikat dan dia dijebloskan ke sebuah ruangan kedap suara dimana dia di siksa oleh dua orang pelayan wanita, rambutnya di jambak, tubuhnya di pukul dan makian ia dengar selama dua hari penuh.

Setelah Barata merenggut kesuciannya, Barata selalu mengancamnya dengan bahasa mengerikan, menuduh Alina membunuh adik tirinya sendiri karena Alina cemburu pada Freya, yang selalu mendapatkan perhatian dan bahkan menjadi tunangan Barata.

***

Ini adalah novel baru sebagai permintaan maaf karena hilang lama yaa hehe, semoga kalian suka.

Terimakasih

Jangan lupa follow IG author : @nitanaiibaho

Kalian bisa DM dan tanya2 disana. 🥰

Ancaman Barata

Episode 2 : Ancaman Barata

***

Saat mendengar ancaman Barata, Alina terdiam dan bibirnya bergetar, matanya menutup dan dia merintih kesakitan, setiap kali tubuhnya disentuh rasa perih dari siksaan selama dua hari akan semakin terasa menyakitkan.

“Apakah kau kesakitan?” bisik Barata yang seolah senang melihat penderitaan Alina.

“Iya, aku kesakitan, tapi aku tahu kau senang kan?” ketus Alina membuka matanya tetapi tidak bisa menutupi rasa takut dan getaran tubuhnya.

“Iya, aku senang melihat kau kesakitan dan merintih karena menderita, itu adalah kesenangan bagiku!” bisik Barata tersenyum sinis, wajah menyeramkan yang terlihat seperti iblis ini membisik dekat sekali di telinga Alina.

“Tinggalkan ruangan ini!” perintah Barata pada assiten nya Ben dan beberapa pelayan yang juga ada di ruangan itu.

“Apa yang ingin kau lakukan? jangan!” teriak Alina seperti sudah tahu apa yang hendak dilakukan oleh Barata padanya.

“Ssstt! diamlah, aku hanya ingin memberimu pelajaran tambahan karena berani kabur dariku walau kau hina dan kotor!” bisik Barata tidak membuka ikatan tangan atau kaki Alina, melainkan merobek bajunya dan mendorongnya sampai terjerembab jatuh.

Barata jelas bisa melihat tubuh Alina penuh tanda biru akibat luka penyiksaan, kakinya juga masih sedikit berdarah, mata Alina menunjukkan rasa takut yang berlebihan dia melihat Barata layaknya seorang monster yang akan melahapnya hidup-hidup.

“Kenapa kau membunuhnya?” tanya Barata lagi, dia sudah membuka bajunya dan mendekat, matanya tajam dan suaranya rendah penuh ancaman.

“Aku sudah bilang aku tidak melakukannya, tolong jangan lakukan, aku masih sakit, tolong,” keluh Alina memohon, wajahnya sangat menyedihkan, dia memohon sebisanya agar Barata tidak menidurinya karena rasanya masih sakit dan perih sejak terkahir kali.

Jawaban Alina malah membuat Barata semakin murka, dia datang mendekat dan memberikan gigitan tipis, seperti memberikan tanda kepemilikan nya.

“Aaa, sakit, tolong,” Alina berteriak tetapi tidak ada yang mendengar, tidak ada yang datang untuk menolongnya.

“Sakit? tapi bagaimanapun, adikmu, freya jauh lebih sakit karena perbuatan kotor mu, ini belum seberapa, dasar kau pembunuh!”

Dihina lagi, dilecehkan lagi, disakiti lagi, rasanya dunia telah hancur bagi Alina, dia merasa sangat sakit, tubuhnya sakit dan hatinya sakit.

Tidak bisa ia bayangkan akan menerima penyiksaan oleh sesuatu yang bukan kesalahannya.

Malam itu, di dalam ruangan itu, Alina ditiduri oleh Barata untuk kedua kalinya, permainannya sangat kuat, sampai ditahap Alina sudah tidak bisa menahan rasa sakit dan jatuh pingsan.

“Ho? pingsan? dasar tidak berguna!” ketus Barata tidak merasa kasihan atau iba, tujuannya memang untuk membuat Alina menderita, dia segera menyudahi permainannya dan memakai bajunya kembali.

Dia meninggalkan Alina dalam keadaan pingsan begitu saja,

“Pakaikan dia baju dan jangan biarkan dia bisa kabur lagi!” seru Barata pada kedua pelayan yang seperti nya adalah pelayan baru di mansion nya.

“Baik Tuan,” sahut mereka berdua dan langsung masuk kedalam ruangan, mereka melihat keadaan menyedihkan Alina, pakaiannya sobek dan memar ditubuhnya semakin parah dan terlihat sangat menyakitkan.

***

Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.

Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.

Makasih ya semuanya, lope you.

***

Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho

Kalian bisa DM dan tanya2 disana

Kilas balik hidup Alina.

Episode 3 : Kilas balik hidup Alina.

Dua hari lalu adalah kilas balik hidup Alina, tiba-tiba menikah dan mendapatkan siksaan, ayahnya tidak peduli dengannya karena Barata memberikan uang untuk menopang bisnis keluarganya, kematian adik tirinya, Freya yang merupakan seorang model terkenal itupun tidak membuat ayahnya melepas obsesi pada perusahaan.

Saat kecelakaan satu bulan lalu terjadi, Freya ditemukan sudah tidak bisa dikenali lagi jasadnya oleh tenaga medis dan kepolisan, jasadnya disimpulkan freya karena plat mobil yang terbakar itu adalah milik freya, adik tiri Alina.

Walau kepolisian menyatakan jika kecelakaan murni karena lalainya pengemudi, Barata sama sekali tidak percaya, dia yakin jika ini disebabkan oleh Alina, kakak tiri Freya yang sering ia dengar membcni Freya dan menyukainya sejak masa kuliah dahulu.

Barata dan Alina memang satu kampus, tetapi Alina terlalu pendiam dan tidak dekat dengan siapapun, jadi Barata tidak terlalu memperhatikannya.

Barata sering mendengar Freya membicarakan tentang Alina, bahwa Alina adalah perempuan yang suka bermain dengan lelaki manapun, juga Freya mengatakan Alina membenci Freya karena freya merebut lelaki yang ia sukai yaitu Barata sendiri.

Setelah Barata menyelidiki mengenai kecelakaan itu, ditemukan jika Alina hari itu tidak ditemukan dimanapun, yang membuat kesimpulan jika Alina lah yang membuat kevcelakaan itu terjadi, karena perasan iri dan tidak suka pada adiknya sendiri.

Setelah Barata menikahi paksa Alina, dengan tujuan penyiksaannya tidak akan tercium oleh siapapun, Barata menyeret Alina ke sebuah kamar, dia menyeret Alina sampai Alina meringis kesakitan.

Alina tidak tahu mengapa dia tiba-tiba dinikahi tetapi dia bisa melihat kemarahan dan dendam yang sangat besar pada wajah Barata, pria yang memang ia cintai selama beberapa tahun itu.

“Apa yang kau lakukan Barata, lepaskan aku!” teriak Alina mencoba melarikan diri, rasa sakit di kaki dan pergelangan tangannya karena diseret paksa membuat Alina takut pada Barata.

“Diam kau perempuan hina, ini adalah hukumanmu karena menjadi manusia paling kotor di dunia!” berang barata menjatuhkan Alina ke lantai, dia bahkan tidak membiarkan Alina terbaring dikasur, karena bagi Barata, Alina tidak pantas mendapatkan kenyamanan sedikitpun.

Barata kemudian mencengkeram dagu Alina, begitu kuat sampai dagunya sedikit membiru, “Kenapa kau membunuh tunanganku, padahal kami sudah akan menikah? KENAPA?” teriak Barata melepaskan amarahnya dan membuat Alina ketakutan setengah mati.

“A … apa maksudmu? aku tidak melakukannya, kenapa kau menuduhku secara sembarangan?” tanya Alina dengan nada yang bergetar dan ketakutan, dia meringis kesakitan tetapi tidak dihiraukan oleh Barata.

“Ada dimana kau saat kejadian itu terjadi? hmm?” tanya Barata lagi tetapi sekarang semakin menekan dan nadanya semakin memekik membuat Alina bergetar ketakutan, dia sudah tidak berani melihat wajah menyeramkan Barata lagi.

“A … aku tidak tahu, hari itu aku pingsan dan bangun di tempat yang tidak aku kenali, tetapi sungguh, aku tidak membunuh Freya, Barata, percayalah padaku,” Alina memohon, mencoba meminta tolong pada Barata agar percaya padanya.

“Omong kosong, aku akan memberimu pelajaran, rasanya jika aku memenjarakanmu, hatiku tidak akan puas dan rela, jadi aku akan menghabisimu dengan tanganku sendiri!” bisik Barata mulai menahan tangan Alina diatas kepalanya, salah satu tangannya merobek baju Alina sampai terlepas.

“Tubuhmu yang menjijikkan ini layaknya dijadikan menjadi pemuas di bar, setelah ini aku akan menjadikanmu pelayan para pria, kau akan menjadi pelacur Alina, karena itulah yang pantas kau terima!” geram Barata percaya dengan kata-kata Freya yang mengatakn jika Alina sudah tidak suci karena sering bermain dengan lelaki yang lain.

***

Jangan lupa berikan saran membangun nya ya, trimakasih dan follow IG author : @nitanaiibaho

Kalian bisa DM dan tanya2 disana. 🥰

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!