NovelToon NovelToon

OVERSOLDIER

BAB 01

Hiduplah seorang pria dewasa berumur 35 tahun. Ia hidup bersama anak laki-lakinya yang baru berusia 15 tahun. Saat itu sang anak tengah pergi, karena mengikuti acara sekolahnya hingga menginap.

Disuatu kejadian, di malam hari, dimana ada sebuah benda jatuh dari langit. Tepatnya terlihat seperti meteor jatuh. Benda itu jatuh dan menghantam ke tanah hingga membuat lubang berdiameter 10 meter.

Telihat ada seorang pria dewasa berusia 35 tahun itu keluar dari rumahnya karena fenomena itu. Ia keluar dari rumah, dan berjalan mendekati benda jatuh itu yang tak jauh di belakang rumahnya.

Pria itu terkejut melihat sebuah benda logam sebesar orang dewasa dengan lebar 3 meter. Orang itu berjalan mendekat dan memeriksa logam itu. Ia kembali terkejut, karena logam itu terlihat logam langka.

Lalu dengan segala cara, ia memasukan logam ke dalam rumahnya. Ia akan menutup mulutnya agar tidam ada yang curiga padanya. Meski ia tinggal di dalam hutan, ia tetap harus waspada. Bahkan ia juga akan merahasiakan hal ini dari anaknya juga.

Pria itu bernama Alexander, biasa dipanggil Dr. Alex. Kebetulan, ia adalah seorang profesor, ilmuwan dan sekaligus doker yang memiliki penghargaan. Ia juga tengah melakukan eksperimen penting. Ditambah logam asing yang datang padanya.

Jadi Dr. Alex sangat penasaran dengan benda yang jatuh yang baru ia temui. Ekperimennya, ia tunda terlebih dahulu. Pria itu ingin memeriksa logam asing yang baru ia dapatkan. Rasa penasarannya tinggi. Hingga beberapa minggu ia memeriksa logamnya.

Hasilnya sungguh diluar nalar. Logam itu setelah ia periksa, ada kemungkinan datang dari dunia lain. Namun Dr. Alex menyampingkan kesimpulan itu. Meski terbukti logam itu sulit dirusakkan.

Kemudian ia mencoba-coba mengolah logam itu. Rasa penasaran yang tinggi karena mengingat logam itu benar-benar sangat langka yang belum pernah ia temui selama hidupnya.

.....

8 tahun kemudian.

Disebuah bumi yang tadinya damai setelah sekian lama. Kini terjadilah perang kembali. Tepatnya perang dunia ke-3. Semua berawal dari majunya teknologi. Hingga setiap negara menginginkan menjadi siapa yang pantas berkuasa.

Sudah 1 tahun lebih terlewati, sejak awal Perang dunia ke-3 dimulai. Hingga sekarang perang masih berlangsung. Banyak sekali para mekani senjata yang sedang membuat senjata agar bisa membela Negara mereka.

Terlihat seseorang pemuda berusia 23 tahun yang tengah terbaring di ranjang rawatnya. Keadaan sungguh mengenaskan. Ia memiliki luka-luka di tubuhnya. Ada alat-alat dan beberapa selang untuk membuat pemuda itu agar tetap hidup.

Pemuda itu adalah Sean Alexander.

Sean adalah salah satu anggota Tentara. Dia adalah anggota terbaik, dan juga menguasai ilmu bela diri. Namun sayang, kini ia kehilangan tangan kirinya akibat perang yang saat ini masih terjadi demi melindungi negaranya.

Dia tak sadarkan diri karena luka-luka yang ia dapat dan dalam keadaan koma. Dr, Alex, sang ayah sangat menyayangi Putranya. Dari kecil memang Putranya bercita-cita menjadi anggota tentara.

Dan sekarang, semenjak perang dunia ke-3 dimulai, Sean memang harus ikut dalam perang demi melindungi negaranya. Hingga akhirnya ia harus kehilangan bagian lengan tangan kirinya akibat perang itu. Sang ayah menjemputnya. Ia ingin merawat sang Putra sendiri.

Dr. Alex kini sedang melakukan percobaan kepada Putranya, agar bisa terselamatkan. Lalu ia berjalan masuk ke dalam ruangan yang tak pernah dimasuki oleh siapa pun, termasuk Putranya.

"Hidupmu masih panjang. Apapun, akan ayah lakukan agar kamu tetap hidup, nak. Karena ayah telah berjanji kepada ibumu agar selalu menjagamu." ucap Dr. Alex dalam hatinya.

Di dalam ruang itu, banyak sekali peralatan-peralatannya. Lalu ia membawa masuk ranjang tempat Putranya terbaring koma. Ia pun memulai percobaan.

.....

1 tahun kemudian.

Beberapa bulan yang lalu, Sean Alexander akhirnya tersadar. Sungguh mengejutkan, hasil percobaan Dr. Alex berhasil. Sean adalah manusia pertama yang berhasil dari hasil percobaan ayahnya.

Sean kini sembuh menyeluruh. Luka-lukanya sembuh semua. Tidak memiliki lengan tangan kirinya, tapi kini ia telah memilikinya. Ya, sang ayah memasangkan lengan tangan kirinya dengan logam.

Logam tangan kirinya adalah logam yang telah ia olah selama ini. Logam yang digunakan adalah logam yang ia temui 9 tahun yang lalu.

Tidak hanya itu, yang lebih mengejutkan adalah, kini Sean memiliki kekuatan regenerasi. Bahkan kekuatan fisiknya sangat melebihi kata normal pada umumnya. Luka-luka yang ia terima, tidak ada 2 detik lukanya tertutup kembali.

Sean tidak percaya apa yang terjadi pada dirinya. Namun sang ayah menjelaskan, ia terpaksa melakukan percobaan demi sang anak tetap bertahan hidup.

Akhirnya Sean menerimanya, dan ia akan berjanji menggunakan kemampuan dan kekuatannya demi membela negaranya dan melindungi ayahnya. Dan menjaga rahasia ayahnya selama ini ditutupi.

.....

2 tahun kemudian.

Perang dunia ke-3 masih berlanjut. Sean yang sudah menginjak usianya 25 tahun, kini ia dikenal sebagai prajurit super. Tak ada yang tau siapa dirinya.

Karena setiap ia muncul, ia selalu menutupi sebagian wajahnya. Dia suka muncul tiba-tiba di tengah medan perang, dan pergi begitu saja setelah selesai perang.

Sean lakukan itu, karena para prajurit dan atasannya yang dulu, hanya mengetahui kalau dirinya telah berhenti karena luka-lukanya yang parah. Namun, sekarang Sean sendiri yang ingin menutupi identitasnya saat membela negaranya.

Kekuatan dan kemampuannya yang diluar nalar. Regenerasinya yang sangat hebat, fisik yang sangat luar biasa, dan lengan logamnya yang sangat kuat, membuat para musuh tak bisa berkutik.

.....

Hingga suatu hari, identitas Sean terbongkar. Ditambah Dr. Alex dicap sebagai buronan, sebelumnya ia sudah dibayar mahal untuk membuat serum yang seharusnya digunakan untuk memperkuatkan para prajurit di negaranya.

Namun Dr. Alex merahasiakan serum buatannya, dan digunakan untuk Putra agar pulih sekaligus sebagai tes percobaan pertamanya tanpa izin.

Ternyata, 3 tahun yang lalu, sebelum Sean berangkat untuk perang, diam-diam Dr. Alex diminta oleh pemimpin negaranya untuk membuat serum agar memperkuatkan para prajurit negaranya agar bisa menguasai dunia.

Sebenarnya, Dr. Alex ingin menolak permintaan itu, tapi karena yang menyuruhnya adalah pemimpin negaranya, ia tidak berani menolak.

Saat serum buatannya telah berhasil dibuat, Dr. Alex merahasiakannya, karena belum ada bukti serum buatannya berhasil atau tidak.

Namun, hingga ia terpaksa menggunakan serum buatannya untuk menyembuhkan Putra tersayangnya. Pada akhirnya, Dr. Alex dan Sean menjadi buronan.

Sebelum melarikan diri, Dr Alex dan Sean menghancurkan kediamannya, hingga tak tersisa. Mereka terus melarikan diri dari pasukan yang mencoba menangkapnya. Meski memiliki kamampuan diluar nalar, Sean harus menjaga ayahnya.

Jika ia maju, dan menghadapi semua pasukan, maka tidak ada yang menjaga ayahnya, dan bisa saja ayahnya tertangkap, ditambah, punggung ayahnya terkena tembakan.

Sean terus berlari sambil menggendong ayahnya di punggungnya ke dalam hutan. Di dalam hutan, ia menemukan sebuah goa. Sean memasuki goa itu. Setelah masuk, ia meletakan ayahnya dan duduk.

"Ayah bertahanlah, aku akan mencari tumbuhan herbal untuk mengobati lukamu." ucap Sean.

"Tidak perlu, Sean." kata Ayahnya lemas.

"Tapi.."

Dr. Alex memotong ucapan Putranya. "Ayah ingin bicara kepadamu. Sebenarnya ayah memiliki rahasia lagi."

Tiba-tiba terdengar suara beberapa langkah kaki mendekati mulut goa itu. Ya, para pasukan telah di dekat persembunyian Dr. Alex dan Sean.

"Cukup ayah, jangan berbicara. Ayah tetap tenang disini. Aku akan maju menghadapi mereka." ucap Sean.

"Tidak Sean. Ayah harus mengatakan ini sebelum ajal menjemputku." ucap Dr. Alex.

"Tidak ayah. Ayah akan tetap hidup." kata Sean.

"Sean.., sebenarnya, ibumu masih hidup." ucap Dr. Alex.

Sean terdiam. Dr. Alex mengeluarkan kotak kecil, ia kembali bersuara. "Ini adalah peninggalan ibumu."

Dr. Alex memberikan kotak kecil ukuran panjang 5 cm dan diameter yang sama. Dr. Alex berkata. "Ini untukmu, dan cepatlah pergi."

"Tapi ayah.."

"Cepat pergi, atau aku akan membencimu hingga nafas terakhirku."

Sean pun segera berdiri. Ia perlahan berjalan mundur. "Ayah, aku pergi."

"Jagalah dirimu." ucap Dr. Alex.

Sean pun membalikan tubuhnya dan berlari mendalami goa itu dan meninggalkan Dr. Alex. Dr. Alex tersenyum dan menutup kedua matanya. Ia pun berbicara dalam hatinya. "Maafkan aku, karena tidak bisa terus menjaga Putra kita."

Terserah suara langlah-langkah kaki mendekat. Pasukan negaranya telah menemukannya, Dr. Alex tersenyum. Para pasukan membawanya.

Baru saat keluar dari mulut goa, diam-diam Dr Alex menekan tombol kecil.

DUAR !!

Sebuah bom meledak. Ya, Dr. Alex melakukan bom bunuh diri.

Sean yang sedang berlari jauh ke dalam goa pun terhenti. Ia membalikkan tubuhnya setelah mendengar suara ledakan. Sean menjadi marah, ia kembali berlari menuju ayahnya.

Sungguh botoh ia menuruti permintaan ayahnya. Seharusnya ia maju saja menghadapi para pasukan yang berusaha menangkapnya.

Sean berlari, ia telah keluar dari mulut goa. Sean menghentikan larinya. Ia terkejut bukan main saat melihat sekelilingnya setelah keluar dari dalam goa. "Dimana ini ?!"

BAB 02

"Dimana ini ?!"

Sean terkejut bukan main melihat sekelilingnya. Semua berubah, padahal belum ada satu jam ia melewati tempat itu kini berubah total.

Semua tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohon yang ia lihat sungguh berbeda. Perasaan hutan yang ia lewati tidak selebat sekarang. Perlahan ia berjalan menjauhi goa.

Sean berjalan sambil melihat-lihat. Hutannya memang lebat dan banyak sekali buah-buah bergantungan. Ia pun mengambul salah satu buah apel. Rasanya pun juga sama seperti pada umumnya.

Bruukk !!

Dari belakang ada yang menghantamnya hingga membuatnya terdorong dan mengantam sebuah pohon, hingga pohon itu rubuh. Sean terbangun, ia mendapat luka pertamanya setelah keluar dari goa.

Tapi dengan kekuatan regenerasinya, tidakada dua detik, lukanya hilang dan sembuh kembali. Sean berdiri, ia melihat seekor badak, dan membuatnya mengerut dahinya.

"Badak apaan itu ? Kenapa memiliki tanduk ?" guman Sean.

Pasalnya badak yang ia lihat bukan hanya memiliki cula satu, melainkan juga memiliki tanduk di samping kanan kiri kepalanya.

Badak itu berlari ke arahnya. Sean tidak pergi beranjak dari tempatnya, ia tetap berdiri. Ia memasang kuda-kuda, dan lengan kiri siap untuk menyerang.

BUGH !!

BOOM !!

Kepala badak itu terkena pukulan oleh lengan logamnya, hingga membuat badak itu terdorong beberapa meter. Pukulan tangan logam kirinya memang bukan main.

Badak itu masih hidup, hanya saja, tidak berani untuk bangun. Mungkun karena tengkoraknya pecah akibat pukulan Sean barusan.

Sean melompat ke atas tubuh badak itu. "Inilah akibatnya jika kamu tiba-tiba menyerangku."

JLEB !!

Dengan menggunakan tangan logamnya, Sean menusuk tubuh badak itu. Kulit hewan itu memang keras, tapi lengan logamnya mampu mematahkannya.

Sean menarik tangan kirinya. Di dalam telapaknya, ia menggenggam jantung badak itu. Tentu saja, itu membuat hewan itu mati seketika. Sean membuang jantung itu. Sean pergi meninggalkan mayat badak itu begitu saja.

Ia berjalan mencari jalan keluar dari hutan. Sudah hampir satu jam ia berjalan, tiba-tiba ia teringat kotak kecil pemberian ayahnya. Sean segera mengambilnya dari saku celananya.

Kotak kecil itu kini dalam genggamannya. Sean membukanya. Terlihat ada cincin dan sebuah kertas. Kertas itu tulisan ayahnya. Sean pun membacanya.

.

.

.

Sean, Jika kamu membaca surat ini. Berarti ayah sudah tidak bersamamu dan menjagamu. Perlu kau tau, kau adalah putra ayah satu-satunya. Ayah memiliki rahasia yang belum disampaikan kepadamu. Ibumu masih hidup.

Mungkin kamu tidak akan percaya, jika mendengar kata 'Dunia Lain'. Ya, ibu kandung berasal dari dunia lain, tepatnya dimensi lain yang tidak sama seperti dunia kita.

Sebelum ibumu pergi, ibumu berpesan kepada ayah agar selalu menjagamu. Alasan Ayah dan ibumu berpisah, itu demi keselamatanmu.

Apakah kamu penasaran wajah ibumu ? Benar kamu belum pernah melihat wajah ibumu semenjak dirimu lahir. Ayah hanya memiliki foto ibumu, dan sudah ayah selipkan di dalam kotak bersama surat ini.

Apa kau juga lihat, ada sebuah cincin ? Itulah cincin pemberian ibumu. Cincin itu bukanlah cincin biasa. Cincin itu adalah cincin ruang penyimpanan tak terbatas. Ayah juga sudah menyimpan persiapan semuanya di dalam cincin itu untukmu kelak.

Ayah harap, setelah kamu membaca surat ini, kamu bisa pergi sejauh mungkin agar bahaya atau perang tidak mendekatimu. Meski kamu memiliki kemampuan luar biasa, tapi tetap saja, seorang ayah akan selalu khawatir terdapat anaknya.

Dan ayah juga berharap, kamu bisa pergi ke dunia lain tempat ibumu berasal dan menemuinya, atau ibumu datang ke dunia asal kita untuk menjemputmu. Katakan padanya jika kamu bertemu dengan ibumu, kalau ayah sangat mecintainya.

Mungkin itu saja yang bisa ayah sampaikan kepadamu. Kamu jaga diri baik-baik. Ayah selalu menyayangimu.

Ayahmu,

Alexander.

.

.

.

Sean memenjam kedua matanya setelah membaca isi surat itu. Ia terduduk lemas. Ia masih tidak percaya isi surat itu. "Ibuku masih hidup ?"

Lalu ia teringat kembali isi surat itu tentang dunia lain. "Dunia lain ?"

Sean tertawa kecil, membacanya. "Mana mungkin ada dunia lain."

Beberapa saat kemudian, Sean menghentikan tawanya. Lalu ia melihat sekelilingnya. Dan ia kembali teringat semenjak dirinya keluar dari dalam goa.

Dan ia kembali teringat saat ia bertarung dengan hewan badak bercula satu dan bertanduk. "Apa ini di dunia lain ?" Lalu ia melihat dan kembali isi surat ayahnya.

Setelah beberapa menit kemudian, ia telah selesai membaca. Sean membaca ulang isi surat itu berkali-kali agar ia lebih paham. Di dalam kotak kecil itu ternyata ada sebuah foto sepasang pria dan wanita.

Pria di foto itu sudah pasti ayahnya saat masih muda, dan tampan. Lalu ia melihat wajah wanita muda, dan cantik yang bersanding dengan ayahnya. "Apa ini ibuku ?"

Lalu Sean melihat ada sebuah cincin dengan satu permata kecil. "Cincin penyimpanan ?"

Karena penasaran, ia mengarahkan permata kecil pada cincin itu ke tanah. Seketika mata Sean terbelalak tak percaya yang ia lihat. Cincin dalam genggamannya mengeluarkan sebuah senjata.

Ya, cincin itu mengeluarkan senapan BARRETT M82. Tak hanya itu, bahkan ada ratusan, tidak !! Beribu-ribuan peluru di dalamnya. Lalu keluar juga senapan AK-47 dan Pistol DESERT EAGLE. Melihat ketiga senjata andalannya bisa tersimpan di dalam cincin, Sean melotot tak percaya.

Tidak hanya ketiga senjatanya saja, hampir semua peralatan perang dan pakaiannya juga ada di dalamnya. Sungguh diluar logika, sebuah cincin bisa menyimpan barang-barang. Sean segera memasukannya kembali ke dalam cincin penyimpanannya.

Ia tak menyangka, kalau ayahnya telah menyiapkannya semua untuknya. Kini ia melihat kembali sekelilingnya. Setelah dipikir-pikir, memang benar suasana hutan sungguh asing baginya.

Tidak ingin ambil pusing, Sean langsung memakai cincin penyimpanannya di jari tangan kanannya. Setelahnya, ia berjalan dan mencari jalan keluar dari hutan. Dibilang percaya atau tidak sekarang dirinya sudah berpindah di dunia lain, Sean memilih untuk menuruti takdir yang datang padanya.

Sean pun teringat sewaktu dirinya masih duduk di bangku sekolah. Ia pernah membaca sebuah buku tentang dunia lain. Namun tidak ada bukti, karena itu hanya sebuah teori dari para ilmuwan.

Jika dirinya memang terkirim ke dunia lain, mengingat isi surat ayahnya yang mengatakan ibunya masih hidup dan berasal dari dunia lain, maka ia harus memulai mencari ibunya.

.....

Sudah satu hari ia berjalan menusuri hutan, namun ia belum menemukan jalan untuk keluar dari hutan itu. Sudah ada beberapa hewan-hewan aneh datang menyerangnya, namun dengan mudah ia mengatasinya.

Sean masih bingung, entah ingin percaya atau tidak percaya, kalau dirinya ada di dunia lain, sudah cukup banyak ia mengalahkan moster. Terutama saat ia melawan monster ular berkaki. Awalnya ia mengira kalau monster itu adalah siluman.

Terkadang ia menemukan hewan kelinci bertanduk, lalu ia tangkap. Sudah 6 ekor ia menangkapnya, karena ia akan memakan daging kelinci itu, saat lapar.

.....

Hari memang telah siang, namun karena kondisi hutan yang sangat lebat, terlihat seperti malam, sesekali ada sorot cahaya kecil yang masuk melalui celah kecil dedaunan.

Tiba-tiba indra pendengaran tajam milik Sean, ia menangkap suara pertarungan. "Apa ada perang ? Tapi suaranya seperti suara pedang."

Sean segera menutup sebagian wajahnya. Ia segera berlari dan melompat tinggi ke arah dahan pohon yang cukup besar. Kemampuan indra pendengarannya benar-benar menangkap sumber suara pertarungan. Sean segera mencari sumber suara itu. Ia melompat dari pohon ke pohon.

Beberapa saat kemudian, ia telah sampai. Dari atas pohon, dari jarak kurang lebih 50 meter, dari tempatnya, Sean melihat 4 orang tengah melawan sekumpulan monster.

Tubuh para monster seperti manusia dan berwarna hijau. Telinganya runcing, memakai kain untuk menutupi bagian terlarangnya. Wajahnya cukup menyeramkan.

Sean terbelalak melihatnya. "Monster apaan itu ??!!"

BAB 03

Terlihat 4 manusia yang masih muda, mungkin lebih muda dari Sean. Ke-4 manusia itu tengah melawan sekelompok goblin. 2 laki-laki dan 2 perempuan. Sekelompok mahluk hijau itu terdiri 5 goblin.

Setiap dari mereka bertarung melawan lawannya masing-masing dengan menggunakan pedang. Namun hanya satu goblin saja yang berdiam

Goblin itu berbadan besar. Mungkin dia adalah ketua kelompoknya. Tingginya mungkin 2 meter lebih, dan anak buahnya hanya mungkin tingginya hanya 1 meter saja.

Salah satu dari mereka berhasil mendorong satu perempuan hingga terjatuh. "Goblin sialan !!" Perempuan itu, dan kembali berdiri, ia langsung melancarkan ayunan pedangnya.

Terlihat goblin berbadan besar, mulai menyerang dengan menggunakan gada besarnya. Semua keempat orang itu menghidari serangnya.

Boom !!

Serangan Goblin itu cukup lumaya. Lalu salah satu dari mereka berempat, seorang laki-laki mengeluarkan Api dari telapak tanganya, lalu membesar, dan mengarahkannya ke sekelompok goblin itu.

"Serangan Bola Api !!"

Laki-laki itu berucap bersamaan menyerangkan Bola apinya.

Boom !!

Namun serangan bola apinya masih belum bisa menjatuhkan kelima goblin itu. Lalu kedua temannya mengarahkan tangannya ke arah lawannya.

Di telapak tangan mereka berdua muncullah sebuah pusaran air. Lalu mereka berdua melepaskan serangannya, secara bersamaan mereka berucap. "Serangan Pusaran Air !!"

.....

Sementara disisi Lain, Sean menganga dan kedua matanya melebar apa melihat pertarungan ke-4 manusia dengan ke-5 moster hijau itu. "What !! Dunia ini juga ada sihir ?"

Sean terduduk lemas di dahan pohon besar itu. Pikirannya entah kemana. Tempat dunia yang sekarang ia tempati ternyata dunia sihir. "Siapapun sadarkan aku dari mimpi ini."

Sean masih tak percaya kalau dirinya terlempar dunia sihir. Ia mengira kalau dirinya terlempar dunia lain yang sewajarnya, namun hal mengejutkan kalau duniany sekarang adalah dunia sihir.

Sean memang tak asing dengan sihir. Karena waktu masa kecil ia menyukai film action yang berbau sihir. Dan sekarang dirinya benar-benar terlempar di dunia sihir.

"Setelahnya, apa akan ada yang membuatku terkejut lagi ?" Sean bertanya sendiri.

DUAR !!

Sean menoleh kepalanya. Ia melihat sumber suara ledakan itu. Ia melihat ke-4 manusia itu saling berjaga. Rupanya salah satu teman mereka terluka.

Terlihat ke-5 goblin mulai maju mendekati mereka. Sean yang nelihatnya tentu saja tidak akan diam saja. Ia mengeluarkan senapan sniper terbaiknya, BARRETT M82.

Sean menurunkan satu lututnya untuk berlutut berlutut. Ia mulai melihat goblin dari teropong senapannya. Saat melihat wajah mahluk hujau itu, Sean sampai merinding.

"Astaga wajahnya tak hanya menyeramkan, tapi juga sangat jelek." batinnya.

Sean menarik nafasnya, dan mengeluarkannya dari mulutnya. "Haaaahhhh..."

Dor !!

Craattt !!

Brukk !!

Salah satu goblin terjatuh dan mengeluarkan darah dari kepalanya. Tentu saja, semua terkejut melihat salah satu goblin tiba-tiba jatuh mengeluarkan darah dan mati begitu saja.

Salah satu dari ke-4 manusia itu berkata. "Apa yang terjadi ?"

"Kenapa dia tiba-tiba mati ?" tanya salah satu temannya.

"Kalau dia yang mati, siapa yang membunuhnya ?" tanya temannya yang mereka yang perempuan.

Sementara, disisi Sean, ia tersenyum. Ia tak manyangka kalau senapannya mampu membunuh mahluk hijau itu. Lebih kerennya lagi, pelurunya sampai tembus ke belakang kepala.

"Ternyata, Senapanku mampu membunuh mahluk jelek itu."

Krek-krek..!!

Sean kembali melihat goblin berikutnya dari teropongnya. Tanpa ragu dan yakin akan kena ke targer berikutnya, ia langsung menekan pelatuknya.

Dor !!

Craattt !!

Brukk !!

Salah satu goblin terjatuh lagi dan mati, dengan luka yang sama di kepala. Darah keluar dari lukanya. Ke-4 manusia yang melihat semakin penasaran, siapa yang menolong mereka.

Krek-krek..!!

Sasaran kali ini sungguh indah. Kenapa tidak ? 2 goblin berdiri dengan posisi yang sangat pas. Sean kembali menekan pelatuknya.

Dor !!

Craattt !! Craattt !!

Brukk !! Brukk !!

2 goblin terjatuh. Sungguh mengejutkan bagi yang melihatnya. Tiba-tiba 2 goblin mati lagi di luka yang sama. Tinggallah, satu goblin berbadan besar, karena ke-4 anak buahnya telah mati.

Krek-krek..!!

Sementara disisi ke-4 manusia itu.

"Hei, siapa yang membunuhnya ?"

"Kau bertanya kepadaku, aku hanya bertanya kepada siapa ?"

"Sungguh luar biasa, siapa yang membunuh mereka dengan mudah."

"Tapi, tinggal satu goblin lagi."

Itulah percakapan ke-4 manusia itu. Sedangkan goblin berbadan besar marah, karena anak buah telah mati. Ia menyerang sembarang arah dengan gada besarnya.

Disisi Sean, ia menarik kembali pelatuk senapannya.

Dor !!

Goblin itu tidak tumbang setelah mendapat luka tembakan dari senapan. Melainkan membuat kulit hijaunya berlubang, dan berdarah. Goblin berbadan besar itu semakin marah.

Sean mendengus kesal, ia segera kembali memasukkan BARRETT M82 ke dalam cincin penyimpanannya. Lalu ia berlari cepat ke goblin itu yang tengah mengamuk.

.....

Sementara Ke-4 manusia itu, segera menghindar dari serangan bruntal oleh goblin itu. Namun ada satu perempuan yang masih terluka, dia tidak bisa berlari cepat. Ia dibantu oleh teman satunya.

Namun goblin itu mendekati mereka berdua. Goblin itu mengayunkan gada besarnya ke arah dua manusia itu. Mereka berdua pasrah.

Sedangkan dua temannya lagi, ingin berbalik dan membantu, tetapi apa daya. Mereka tak sanggup, meskipun berbalik juga akan tidak akan sempat menolong.

Tiba-tiba seseorang berambut hitam sedikit panjang sebahu, dan berpakaian aneh serba hitam berlari melewati mereka berdua dan membuatnya terkejut. Pasalnya larian orang itu sangatlah cepat.

Sean yang berlari mendekat mendekati sepasang laki-laki dan perempuan yang akan diserang oleh goblin berbadan besar itu. Sean langsung melompat dan ia siap memberi pukulan tangan logam kirinya.

BUGH !!

Wajah Goblin itu terkena pukulan Sean. Tubuhnya sedikit terdorong, gada dipegangannya terjatuh. Hantaman di wajahnya sangatlah sakit, seperti dihantam sebuah benda yang keras

Sean yang kini berdiri dihadapan goblin itu, ia memukul tubuhnya. Gerakkan cepat. Ia memukul-pukul perut goblin itu dengan kedua tangannya.

BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!!

BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!!

Tubuh goblin itu cukup keras, namun pukulan Sean mampu membuat goblin itu kesakitan. Sean melompat mundur, bersamaan ia mengeluar pistol dari cincin penyimpanannya.

Dor...!!

Dor...!!

Sean menembaki Goblin itu dengan pistol DESERT EAGLE. Ia menembaki ke arah kedua mata goblin itu. Jika kulitnya keras, maka, ia hanya perlu menembaki kedua matanya. Karena hampir semua mahluk hidup kedua matanya adalah salah satu kelemahannya.

Bruukk !!

Goblin berbadan besar itu akhirnya berlutut sambil memegang kedua matanya. Ke-4 manusia itu menganga tak percaya melihat Goblin berlevel diatas mereka mampu dilakukan oleh satu orang saja.

Wajah orang itu tidak jelas. Namun bisa dilihat, karena sebagian wajahnya tertutup, hanya kedua matanya yang terlihat. Rambutnya hitam panjang sebahu. Dari kulit di wajahnya yang terlihat bisa ditebak, putih mulus.

Setelah memasukan kembali pistolnya ke dalam cincin penyimpanannya, Sean menendang wajah goblin itu hingga terjatuh dan tergeletak di tanah. Sean meloncat dan menaiki atas tubuh mahluk hijau itu.

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!