NovelToon NovelToon

Strongest Hunter System

Prolog

15 Februari 2121

Terjadi hujan meteor yang membuat seperempat daratan di Bumi hancur. Gelombang tsunami akibat meteor yang jatuh ke laut semakin membuat hancur daratan yang telah hancur.

Ratusan ribu jiwa melayang akibat bencana yang bukan berasal dari bumi. Selain nyawa, jutaan manusia juga harus kehilangan tempat tinggalnya.

20 Februari 2121

Portal aneh mulai muncul di hampir seluruh kota besar yang ada di Bumi. Dari dalam portal keluar makhluk aneh yang langsung menyerang keberadaan makhluk hidup di sekitarnya.

Manusia maupun binatang tak ada yang selamat saat bertemu dengan makhluk yang keluar dari portal.

22 Februari 2121

Tentara mulai di kerahkan untuk membunuh makhluk-makhluk aneh yang keluar dari portal. Peluru-peluru tajam bahkan bom berdaya ledak tinggi di gunakan untuk memusnahkan makhluk yang sangat meresahkan bagi penduduk yang tinggal di kota.

25 Februari 2121

Banyak manusia dengan kekuatan super bermunculan dan membantu tugas tentara memusnahkan makhluk asing yang keluar dari portal.

Berkat bantuan dari manusia dengan kekuatan super, bencana makhluk asing yang keluar dari portal perlahan bisa di atasi.

01 Maret 2121

Di hari dan bulan yang baru, dimulailah ekspedisi pertama memasuki portal yang di lakukan oleh 50 orang dengan kekuatan super yang menjuluki dirinya sebagai hunter.

Mereka memasuki portal yang di anggap paling lemah, dan satu minggu kemudian ekspedisi itu berhasil dengan menutupnya portal, tetapi patut di sayangkan ekspedisi itu membuat 10 orang hunter mati, dan jasad mereka tak ada yang bisa dibawa keluar dari portal.

20 Maret 2121

Sebuah Guild di dirikan oleh sekelompok hunter, dan hari itu dimulailah era baru para hunter yang memiliki tugas menghancurkan portal.

Tak lama setelah berdirinya Guild hunter, banyak sekolah hunter di dirikan oleh pemerintah, ratusan remaja yang memiliki kekuatan super bergabung ke sekolah hunter untuk menjadi hunter yang bekerja di bawah naungan Guild pemerintah.

01 April 2121

Peringkat hunter mulai di publikasikan ke publik. Ada 17 tingkatan hunter, dari yang terendah tingkat F, sampai yang tertinggi tingkat Pahlawan.

[F, E, D, C, B, A, A+, S, S+, SS, SS+, SSS, SSS+, Jenderal, Raja, Kaisar, Pahlawan]

Di hari itu juga tingkatan portal juga di publikasikan ke publik. Portal tingkat E menjadi jenis portal dengan tingkat terlemah, sedangkan portal tingkat SSS+ menjadi portal dengan tingkat tersulit, dan selama ini belum ada yang berhasil menghancurkan portal tingkat SSS+.

Negara Indonesia menjadi negara terkuat ke tujuh di dunia setelah hanya memiliki 1 hunter tingkat Jenderal, dan 20 hunter tingkat SSS+. Di dunia, Indonesia lebih terkenal akan jumlah hunter tingkat A+ yang mencapai 10.000 orang, atau menempatkan Indonesia sebagai kekuatan nomor satu di dunia dalam segi jumlah.

25 April 2121

Akademi Garuda, satu dari lima akademi yang berada dibawah naungan Guild Nusantara, Guild nomor 1 di Indonesia yang di kendalikan secara penuh oleh pemerintah.

Kelas Hunter tingkat F [Kelas Hunter dengan 100% kegagalan misi]

“Lihat, si Nathan akan segera naik ke tingkat hunter tingkat E, dan lihat si pembuat masalah, aku dengar-dengar hari ini dia akan di keluarkan dari akademi.” Seorang wanita membicarakan Raka, seorang hunter tingkat F yang berada di rangking 30 dari 30 murid di kelas hunter tingkat F.

Seperti peraturan yang berlaku, seseorang yang berada di rangking 25 kebawah selama dua tahun berturut-turut dia akan di keluarkan dari akademi, dan mereka akan dipindahkan ke sekolah reguler bersama murid sekolah biasa.

Raka, 16 tahun. Remaja dengan tubuh tegap dan wajah rupawan. Biarpun memiliki kelebihan dalam fisik, Raka tak memiliki kekuatan yang mumpuni untuk tetap bertahan di akademi hunter, dan hari ini dia dan lima orang lainnya akan di kembalikan ke sekolah reguler.

Saat ingin meninggalkan kelasnya di akademi hunter, Raka bertemu dengan Helen, wanita yang sudah berteman dekat dengannya sejak kecil. “Maaf Helen, aku sepertinya belum bisa menepati janjiku untuk melindungi mu.” Ucap Raka penuh penyesalan.

Helen tersenyum sinis mendengar apa yang di ucapkan Raka. “Aku tidak butuh perlindungan mu!... Lihatlah dirimu yang sangat lemah, apa yang bisa kamu lakukan untuk melindungi hunter tingkat C sepertiku?. Kamu hanya manusia biasa yang tak memiliki kelebihan apapun, lebih baik kau segera pergi dari tempat ini!.”

Helen begitu saja pergi bersama dua remaja lainnya yang dulu juga merupakan teman Raka.

Bukannya marah atas hinaan yang baru dia terima, Raka justru tersenyum dan kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan akademi yang selama beberapa tahun ini menjadi tempatnya berlatih.

“Huh.... Jalan hunter sepertinya bukan jalanku.” Ucap Raka lalu dia melangkahkan kakinya menuju rumah kecil yang merupakan rumah yang di wariskan oleh orangtuanya.

Sampai di rumah Raka langsung memasuki kamarnya, dan menjatuhkan tas yang berisi perlengkapan hunter miliknya di sembarang tempat.

Di dalam kamar Raka melihat foto dirinya dan tiga teman masa kecilnya, termasuk Helen. “Mereka sudah di tingkat C, dan mungkin tak lama lagi mereka akan di promosikan menjadi hunter tingkat B. Mereka bertiga memiliki kekuatan yang tak aku miliki, wajar jika mereka bisa menjadi kuat dalam waktu singkat....” Ucap Raka sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang terasa cukup keras.

Raka sejenak menutup matanya, saat dia menutup mata, terlintas bayangan saat dia mengucapkan janji akan melindungi Helen. Seketika Raka bangkit dan dia melihat perlengkapan hunter nya. “Aku tetaplah hunter tingkat F walau aku tak lagi tergabung dalam akademi.” Ucap Raka lalu dia kembali memakai gelang hunter nya yang bisa menunjukkan status miliknya.

“Status....” Ucap Raka lalu muncul tabel status di depannya.

[Nama : Raka Adjie Syahputra]

[Umur : 16 Tahun]

[Level : 05]

[Rank : Hunter Tingkat F]

[Job : - ]

[HP : 500/500]

[MP : 50/50]

[STR : 5]

[AGI : 10]

[VIT : 10]

[DEX : 5]

[LUK : 5]

[Skill : - ]

[Teknik : - ]

“Seperti biasa, status yang sangat menyedihkan...” Gumam Raka lalu dia menutup tabel statusnya.

Raka dan kelima temannya yang di keluarkan dari akademi memiliki satu kesamaan yang mendasar, mereka sama-sama belum bisa membangkitkan job yang mereka miliki. Tanpa adanya job, mereka akan sulit berkembang, dan berada di akademi tanpa job, mereka tak akan ada bedanya dengan manusia biasa pada umumnya yang hidup di tengah-tengah manusia super.

“Huh....” Raka membuang nafasnya. “Aku memang bukan manusia super, tapi aku juga bukan manusia lemah. Tanpa membangkitkan sebuah job aku pasti bisa menjadi kuat, dan aku pasti bisa melampaui mereka.” Ucap Raka dengan rasa percaya diri yang kembali muncul.

Raka pergi ke halaman belakang rumahnya untuk melakukan latihan seperti yang biasa dia lakukan. Dengan mengenakan perlengkapan sederhana berupa armor dada yang hanya terbuat dari bahan kualitas rendah serta sepasang belati, Raka mulai berlatih dengan terlebih dahulu melakukan pemanasan.

Setengah jam melakukan pemanasan, tanpa istirahat Raka mulai memainkan dua belati kembarnya. “Belati kembar memang senjata yang sangat cocok denganku.” Ucap Raka.

Selain belati kembar, Raka juga menggunakan jenis senjata yang lain seperti pedang, tombak, maupun panah, dan karena keahliannya pada berbagai jenis senjata, dia sempat berpikir itu adalah faktor sulitnya dia membangkitkan sebuah job.

Sringg... Sringg... Sringg...

Dengan gerakan yang sedikit lebih cepat dari manusia normal, Raka berhasil memotong dengan rapi beberapa ranting pohon yang ada di halaman belakang rumahnya. “Kekuatan ini jauh dari kata cukup, aku masih terlalu lemah dibandingkan dengan mereka...” Akira kembali mengayunkan belati kembarnya dan dia meningkatkan kecepatannya ke titik tercepat yang bisa dia lakukan.

Di tengah latihannya, tiba-tiba sebuah portal muncul di halaman belakang rumahnya. “Portal tingkat E, kenapa bisa muncul di tempat ini.” Tanya Reinar heran sambil menatap portal yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Tak lama Raka tersenyum melihat portal yang muncul di halaman belakang rumahnya. “Mungkin ini kesempatan untuk menguji kekuatanku...” Gumam Raka yang bersiap memasuki portal.

Selama ini dia belum pernah memasuki sebuah portal karena dia belum memiliki job, dan ini kali pertama Raka berkesempatan untuk memasuki sebuah portal. Bisa dikatakan portal yang dia masuki adalah portal pribadi, karena portal itu muncul tepat di tanah atas kepemilikannya.

“Jika harus mati, setidaknya aku mati setelah melihat tempat yang selama ini sudah membuatku begitu penasaran...” Ucap Raka lalu dia melompat memasuki portal untuk pertama kalinya.

***

Bersambung...

Memasuki Portal Dan Bangkitknya Job Langka

Itui portal, Raka langsung di sambut padang rumput yang luas, dan di kejauhan dia melihat sebuah bukit berbatu dengan beberapa lembah yang mengelilinginya.

“Portal tingkat E hanya dihuni monster jenis serangga dengan kekuatan yang terlemah setara dengan hunter tingkat F, dan ada beberapa yang kekuatannya setara dengan hunter tingkat E. Tetapi, di mana monster-monster itu saat ini?.”

Baru juga selesai dengan ucapannya, Raka melihat lima ekor laba-laba setinggi satu meter bergerak ke tempatnya berdiri dengan kecepatan yang masih dapat Raka lihat dengan sangat jelas. “Ini buruk...” Raka melihat monster laba-laba itu memiliki level 8, dan itu jelas lebih kuat darinya.

Mengandalkan kecepatannya yang tak terlalu cepat, Raka mencoba berlari menghindari kawanan laba-laba yang mengejarnya. Tetapi secepat apapun dia berlari, kawanan laba-laba itu tetap mengejarnya dan jarak mereka semakin dekat dengannya.

“20 meter...” Ucap Raka menerka jarak antara dirinya dengan kawanan laba-laba yang mengejarnya.

Tap... Tap... Tap...

Raka naik ke dahan pohon yang cukup tinggi dan dia mengeluarkan busur panah dari gelangnya yang juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang.

Dua anak panah di siapkan Raka, dan dia mengincar mata laba-laba yang posisinya berada di paling depan.

Syuut... Syuut...

Dua anak panah melesat dan tepat sasaran. Satu laba-laba tersungkur lalu menghantam sebuah pohon.

“Satu tumbang...” Raka kembali berlari sambil menyiapkan dua anak panah lainnya.

Di gelang nya dia memiliki 10 anak panah, dengan itu setidaknya dia ingin menumbangkan seluruh laba-laba yang mengejarnya, tapi semua tak lagi mudah karena laba-laba yang mengejarnya sudah belajar dari serangan pertama yang di lakukan Raka.

Membuang sia-sia dua anak panah yang tak dapat mengenai sasaran, Raka mengambil lagi satu anak panah, tapi sekarang dia menaruh peledak berdaya ledak rendah sebagai mata anak panahnya.

“Benda ini sangat mahal, semoga bisa menumbangkan salah satu dari kalian!...”

Syuut... Boommm...

Satu laba-laba dengan tinggi mencapai satu meter hancur terkena ledakan anak panah peledak yang di lesatkan Raka. “Satu bulan jatah makanku...” Ucap Raka melihat benda yang begitu mahal baginya meledak bersama seekor laba-laba yang menjadi sasarannya.

Tersisa tiga ekor laba-laba yang masih mengejarnya. Menyimpan busur panahnya, Raka mengeluarkan sebuah tombak dan dia mencoba mengunci lawannya sambil terus bergerak.

Satu laba-laba telah dia kunci, lalu dia segera melempar tombak di tangannya ke arah laba-laba yang telah dia kunci pergerakannya. “Mati!...” Teriak Raka.

Wusshh... Jleb... Separuh tombak menancap tepat di kepala seekor laba-laba, dan membuatnya seketika tumbang.

“Dua lagi....” Ucap Raka lalu dia mengeluarkan pedang dari gelangnya.

“Aku pertaruhkan semua di sini!...” Raka berlari kearah salah satu laba-laba dan langsung menyerangnya.

Seekor laba-laba yang melihat Raka berlari ke arahnya, dia menembakkan jaring-jaring lengketnya untuk menangkap Raka, tapi usahanya sia-sia karena Raka berhasil menghindari semua jaring-jaring lengket yang mengarah padanya.

“Entah kenapa aku merasa gerakan ku semakin cepat dan aku merasa sedikit lebih kuat dari sebelumnya.” Tanpa Raka sadari levelnya telah meningkat setelah dia membunuh tiga ekor laba-laba, dan levelnya saat ini telah menyamai dua ekor laba-laba yang tengah menjadi lawannya.

Sring... Sring... Raka berhasil memotong kaki laba-laba yang dia serang, lalu dengan gerakan sedikit melompat dia menancapkan pedangnya ke kepala laba-laba dan seketika membunuhnya.

Menyelesaikan laba-laba keempat, Raka melihat laba-laba terakhir dan dia menggunakan dua belatinya untuk melawan laba-laba itu.

Syuut... Raka melempar belati di tangan kirinya dan belati itu menusuk tepat di kepala laba-laba kelima yang menjadi lawannya. Tetapi laba-laba itu tidak langsung mati, melihat itu Raka kembali menyerang dengan menggunakan satu belati yang dia genggam dengan tangan kanannya.

Sring... Sring... Raka dengan kecepatan tinggi berhasil memotong seluruh kaki laba-laba, dan terakhir dia memenggal kepala laba-laba dengan belati berwarna hitam yang ada di genggaman tangan kanannya.

Melihat dua laba-laba yang baru dia kalahkan, Raka segera mengambil kembali seluruh senjata yang dia gunakan untuk mengalahkan kawanan laba-laba yanh menyerangnya. Namun sayang dari lima dia cuma bisa mengumpulkan empat tubuh laba-laba, tapi itu lebih baik daripada dia tak mendapatkan hasil dari apa yang sudah dia lakukan.

Keempat tubuh laba-laba Raka simpan di gelang penyimpanannya. Satu laba-laba setidaknya akan di hargai dengan harga 100.000 rupiah, dan dengan empat tubuh laba-laba, Raka setidaknya bisa mendapatkan uang untuk memenuhi makannya selama satu minggu.

“Satu mata anak panah peledak seharga dua juta. Aku merugi banyak, tapi setidaknya aku beruntung dengan pengalaman baru yanh aku dapatkan.” Raka lalu melanjutkan perjalanannya menyelusuri tempat di balik portal yang muncul di halaman belakang rumahnya.

Setelah dua jam berjalan, Raka telah mendapat tambahan sepuluh ekor monster berbentuk laba-laba, dan dia juga mendapatkan puluhan tubuh monster berbentuk kadal yang harganya hanya separuh harga dari laba-laba berwarna hitam yang sejak beberapa saat yang lalu menjadi sasaran utama perburuan yang Raka lakukan.

Terus berjalan, Raka menemukan ujung dari tempat di balik portal yang dihuni seekor laba-laba berwarna hitam dengan tinggi lebih dari dua meter.

[Nama : Black Spider King]

[Level : 30]

[HP : 15.500]

[MP : 1.000]

Pertama kali sejak memasuki portal, Raka dapat melihat level monster yang kekuatannya setara dengan hunter di puncak tingkat E, bahkan dia hampir menyamai hunter tingkat D.

Tanpa berpikir untuk kabut, Raka justru bersiap menghadapi lawan yang level kekuatannya jauh di atasnya. “Kau akan menjadi teman latihan ku. Biarpun harus mati, aku akan mati penuh kebanggaan karena mati di tangan lawan sekuat dirimu.” Reinar membulatkan tekadnya, dan dengan dua belati di tangannya, dia bersiap menyerang black spider king yang mata merahnya menatap tajam kearah Raka.

Boommm... Tubuh Raka terpental puluhan meter saat salah satu kaki black spider king berhasil menendangnya.

Uhuk... Raka terbatuk-batuk, tapi dia mencoba bangkit dan mengganti persenjataannya dengan senjata jarak jauh. “Dari dekat sangat sulit menyerangnya yang memiliki delapan buah mata. Lebih baik aku kurangi jumlah matanya.”

Raka menyiapkan dua anak panah dengan salah satu mata anak padah dia pasangi peledak. “Ini peledak terakhir yang aku miliki. Aku tidak berharap banyak, tetapi aku cuma berharap ini dapat melukainya.”

Setelah mengunci target, Raka menggunakan satu anak panah sebagai pengalih perhatian, dan saat black spider king perhatiannya teralihkan, dia melesatkan anak panah dengan peledak yang berhasil menancap tepat di kening black spider king. “Meledak lah...” Ucap Raka.

Boommm... Ledakan besar terjadi, dan ledakan itu sukses menghancurkan kepala black spider king, tetapi itu belum mampu untuk membunuhnya.

Raka kemudian melempar tombak dan lemparannya tepat mengenai sasaran. Tombak Raka menancap sepenuhnya di perut black spider king. “Ini akan mengakhirinya...” Raka berlari ke arah black spider king dengan sebuah pedang dia genggam erat dengan kedua tangannya.

Sring... Sring... Sring... Raka dengan terampil memotong seluruh kaki black spider king, dan terakhir dia membelah tubuh black spider king sampai akhirnya raja laba-laba itu mati di tangannya.

Brugh... Tubuh Raka jatuh di samping tubuh black spider king yang telah terbelah menjadi dua. “Aku lelah...” Gumam Raka yang hampir kehilangan seluruh tenaganya.

Pemimpin penghuni dunia di balik portal telah di kalahkan. Tak ingin terjebak di dalam dunia portal, Raka segera mengambil kembali senjatanya dan dia menyimpan tubuh black spider king yang harganya cukup untuk menutupi seluruh pengeluarannya selama di dalam portal.

Setelah semua dia simpan di gelang penyimpanannya, Raka bergegas mencari pintu keluar portal. Saat menemukan pintu keluar portal, Raka dengan cepat keluar, dan tak lama setelah Raka keluar, portal yang ada di halaman belakang rumahnya tiba-tiba tertutup dan menghilang.

“Hah, beruntung aku segera keluar...” Ucap Raka yang merebahkan tubuhnya di atas rerumputan yang menghiasi halaman belakang rumahnya.

Tak lama merebahkan diri, Raka bangkit dan menatap gelang di pergelangan tangannya yang terlihat mengalami sedikit perubahan. Gelang yang semula berwarna hitam kini terdapat garis-garis berwarna putih yang biasanya di dapatkan saat tingkat seorang hunter mengalami peningkatan.

“Dua garis berwarna putih, hunter tingkat E?.” Raka tidak percaya dengan apa yang dia lihat, lalu untuk memastikan kebenarannya, dia melihat status terbarunya.

[Nama : Raka Adjie Syahputra]

[Umur : 16 Tahun]

[Level : 16]

[Rank : Hunter Tingkat E]

[Job : All Job ]

[HP : 1050/1050]

[MP : 270/270]

[STR : 16]

[AGI : 21]

[VIT : 21]

[DEX : 16]

[LUK : 16]

[Skill : - ]

[Teknik : - ]

Dugh... Dugh... Dugh... Raka berkali-kali memukulkan kepalanya ke tanah setelah melihat status terbarunya.

“Aku dengan mudah meningkatkan kekuatan sampai ke tingkatan hunter tingkat E, dan aku membangkitkan job yang selama ini belum belum pernah aku lihat. Apa ini keberuntungan ku setelah memasuki portal seorang diri?. Atau ini justru kebangkitan yang terlambat setelah aku di tendang keluar dari akademi hunter?.”

Raka kembali membaringkan tubuhnya dan melihat awan yang menghiasi langit senja. “Hari ini aku memang beruntung, dan tak ada kata terlambat untuk meraih apa yang menjadi impianku selama ini. Tanpa bimbingan akademi, aku masih yakin bisa menjadi yang terkuat diantara orang terkuat di dunia ini...” Ucap Raka sambil mengangkat tangannya seolah dia dapat mencapai awan yang terbang di atasnya.

***

Bersambung...

Kabar Buruk Untuk Akademi Hunter

Matahari pagi menyapa Raka yang baru keluar dari rumahnya. Dengan memakai seragam sekolah putih abu-abu khas seragam anam SMA, Raka akan memasuki sekolah umum untuk pertama kalinya.

Roti kering yang merupakan menu sarapannya, menemani perjalanan Raka menuju sekolah yang hanya berjarak satu kilometer dari rumahnya. Tak ada teman ataupun orang yang dia kenal, sampai di sekolah hanya tatapan asing yang dia terima dari banyak murid yang dia temui.

Raka tetap memakai gelang hunter nya. Orang-orang tak ada yang mencurigai Raka kalau dia merupakan seorang hunter. Manusia biasa banyak yang memiliki gelang hunter karena mereka sangat terbantu akan kegunaan gelang yang satu unitnya di jual seharga 100 juta untuk yang paling murah, dan harga bisa mencapai angka satu milyar lebih untuk gelang hunter kualitas terbaik.

Akan sangat wajar melihat seseorang memakai gelang hunter. Bagaimanapun juga benda itu dijual bebas di pasaran. Perbedaan gelang hunter dan gelang manusia biasa terdapat pada corak warna. Gelang hunter yang di miliki seorang hunter akan memiliki garis warna sesuai tingkatan mereka. Sedangkan gelang hunter milik manusia biasa, gelang itu hanya akan berwarna hitam polos tanpa adanya corak warna lainnya.

Raka pergi menemui petugas pengaturan kelas untuk menanyakan letak kelas barunya. Begitu tahu letak kelas barunya, dia dengan santai berjalan menuju kelas barunya. Karena hari masih pagi, hanya ada beberapa murid yang sudah berada di sekolah.

Begitu sampai di kelasnya, Raka hanya melihat lima murid yang akan menjadi teman satu kelasnya, dan dia mengenali mereka.

“Ternyata kalian juga melanjutkan sekolah di tempat ini...” Ucap Raka melihat lima orang yang merupakan teman satu kelasnya di akademi hunter, dan mereka juga di keluarkan dari akademi karena tidak bisa mengembangkan kekuatan yang mereka miliki.

“Hai, kita satu kelas lagi...” Cindi, satu dari tiga wanita menyapa Raka yang baru saja duduk di kursi yang sudah tertulis namanya.

Raka tersenyum melihat sosok wanita yang selalu ramah padanya. “Sepertinya aku akan kembali merepotkan kamu...” Ucap Raka lalu dia mengambil sebuah buku dan pena dari dalam tasnya.

Saat Raka mengambil buku dan pena dari dalam tasnya, Cindi dan empat orang lainnya tersenyum saat melihat garis warna di gelang hunter milik Reinar.

“Dia juga sama...” Batin Gisel sambil melihat temannya yang lain.

Aldo dan Riki hanya menganggukkan kepalanya saat Gisel melihat kearah mereka. Di sisi lain Laura hanya acuh seperti biasa walau dia juga cukup senang dengan apa yang dia lihat. “Mereka membuang sekumpulan orang yang akan membuat mereka menyesal...” Ucap Laura membatin lalu kembali dia memejamkan matanya.

Raka tidak menyadari tatapan lima orang di sekitarnya, karena dia saat ini hanya fokus pada dirinya sendiri.

“Sepulang sekolah aku akan menjual hasil buruanku, dan aku akan membeli skill dan teknik yang tepat untuk ku.” Pikir Raka sambil melihat pemandangan yang terlihat dari jendela kelasnya.

30 menit berada di dalam kelas, Raka melihat kelasnya sudah penuh, dan layaknya seperti seorang idola baru, sejak tadi banyak murid wanita yang mengajak Raka berkenalan. Raka yang memang terkenal akan sikap ramahnya, dia menyambut baik para murid wanita yang mengajaknya berkenalan. Tetapi sesekali tubuh Raka merinding saat merasakan tatapan menusuk dari murid pria yang ada di kelasnya.

“Hei... Hei... Hei, aku hanya beramah-tamah dan berkenalan dengan mereka...” Ingin Raka meneriakkan itu, tapi pada akhirnya dia hanya diam dan membiarkan para murid pria terus menatap tajam kearahnya.

Tak lama bel tanda pelajaran dimulai berbunyi dan seorang guru wanita memasuki ruang kelas yang ditempati Raka.

Sang guru tersenyum dan melihat enam murid barunya yang mengambil tempat duduk di barisan paling belakang. “Seperti biasa, mereka terlihat berbeda dengan murid pada umumnya, ya biarpun pada akhirnya mereka tetaplah remaja biasa layaknya murid yang lain...” Daisy, guru wanita yang mengajar di jam pertama di kelas Raka membatin saat melihat enam murid barunya.

“Tapi mereka sepertinya berbeda dari yang sudah-sudah...” Lanjut Daisy yang masih membatin saat melihat dengan teliti gelang hunter milik ke-enam murid barunya.

Daisy yang merupakan seorang hunter tingkat SS tentu memiliki indra penglihatan yang lebih baik dari manusia pada umumnya, dan dia baru saja tahu jika enam murid barunya bukanlah hunter tingkat F yang gagal seperti yang di rumorkan. “Dua diantara mereka mungkin bisa di promosikan menjadi hunter tingkat D, dan untuk sisanya, mereka sepertinya baru saja mencapai tingkat E, tetapi itu merupakan kabar buruk untuk akademi...”

Hunter tingkat E adalah aset berharga bagi akademi karena hunter tingkat E dapat di jadikan sapi perah untuk menghancurkan portal tingkat E. Melepas hunter tingkat E sama halnya dengan mereka membuang permata berharga yang tak akan pernah ternilai harganya.

Daisy yang memiliki mimpi mendirikan sebuah Guild tentu tidak akan membiarkan enam permata nya pergi. Walaupun nantinya Guild miliknya hanya terdiri dari orang-orang lemah, setidaknya dia memiliki Guild dan bisa menghancurkan portal, minimal dia ingin Guild nya mampu menghancurkan portal tingkat D.

***

Jam pelajaran Daisy telah berakhir, dan kini waktunya istirahat jam pertama.

Raka pergi ke kantin seorang diri, tetapi tak lama lima orang berjalan dan mengekor di belakangnya.

Tidak ada yang mengejutkan dari tingkah mereka berlima, karena sejak di akademi hunter, Raka sudah sering melihat mereka melakukannya, dan kadang murid di akademi akan mengira jika mereka berlima adalah pengawal pribadi Raka.

Tiba di kantin Raka hanya memesan semangkok bakso dan dia membeli satu botol air mineral. Lima orang yang mengikutinya juga memesan hal yang sama, dan setelahnya mereka mengambil duduk di dekat Raka.

Tak ada yang memperhatikan Raka dan lima orang lainnya. Semua murid sibuk dengan urusan mereka masing-masing, dan mereka juga tengah asik membicarakan topik yang tak jauh-jauh dari pembahasan tentang keberadaan portal dan para hunter.

“Peringkat kekuatan Indonesia naik satu posisi setelah kemarin negara kita mendapatkan tambahan tiga hunter tingkat Jenderal.”

“Peringkat negara kita memang naik, tapi kita masih dipandang sebelah mata oleh lima negara yang kekuatannya berada di atas kita.”

“Amerika, China, Rusia, Japan, dan Jerman. Mereka lima kekuatan besar yang tak akan pernah tersentuh oleh negara lainnya.”

“Daripada membahas itu, lebih baik kita bahas beberapa hunter yang akan mengunjungi sekolah kita. Aku dengar-dengar ada hunter tingkat SS diantara mereka, dan ada satu hunter wanita yang baru naik ke tingkat B. Banyak yang bilang kalau hunter wanita itu adalah kecantikan nomor satu di negara ini.”

Beberapa murid pria langsung heboh setelah mendengar apa yang di ucapkan salah satu teman mereka.

“Para hunter adalah sekumpulan makhluk suci. Biarpun tidak bisa memiliki kekasih seorang hunter, setidaknya aku ingin berfoto dengan wanita itu...”

Raka yang melihat suasana semakin heboh dia segera mengakhiri makannya dan berjalan kembali ke kelasnya. “Helen ya, dia sudah terlalu terkenal...” Batin Raka dengan senyum kecut yang menghiasi wajahnya.

***

Hari menunjukkan pukul dua sing saat seluruh kegiatan sekolah berakhir.

Raka ingin segera pergi ke toko yang akan membeli semua barang yang akan dia jual. Di toko itu dia juga dapat membeli skill maupun teknik yang akan berguna untuknya.

Tapi saat Raka berada di halaman sekolah, sebuah portal muncul dan tiba-tiba seekor monster dengan tinggi lebih dari lima meter keluar dari portal. Monster itu memiliki tubuh layaknya manusia, tapi kulitnya berwarna merah dan dia memiliki sepasang tanduk besar di kepalanya.

[Nama : Blood Devil]

[Level : 50]

[HP : 32.000/32.000]

[MP : 5.500/5.500]

Banyak murid yang lari menjauh melihat kemunculan monster yang begitu tiba-tiba.

Wusshh... Blood Devil mengayunkan pedang di tangannya dan mengarah pada beberapa murid yang tengah berlari.

Baammm...

Dentuman keras terjadi saat Raka menahan ayunan pedang Blood Devil. Perbedaan level yang sangat jauh membuat Raka terpental, tapi beruntung dia berhasil menyeimbangkan tubuhnya sebelum menghantam dinding sekolah.

“Kekuatannya setara dengan hunter tingkat C, aku bukan lawan sebanding untuknya.” Raka melihat pedangnya memiliki retakan setelah dia gunakan untuk menghadang ayunan pedang Blood Devil.

“Pedang tua ini sudah mencapai batasnya...” Batin Raka lalu dia mengganti pedangnya dengan dua belati kembar andalannya.

Dari kejauhan Raka melihat bala bantuan datang saat Cindi dan empat orang lainnya bergerak mengelilingi Blood Devil dan tak lupa mereka memakai perlengkapan hunter yang mereka miliki.

Cindi, Gisel dan Laura memiliki job yang mengandalkan serangan jarak jauh. Cindi dengan job archer, Gisel dengan job mage, dan Laura dengan job dark mage. Sedangkan Aldo dan Riki, mereka memiliki job serangan jarak dekat. Aldo akan berada di barisan terdepan dengan job fighter, dan Riki akan mendukungnya dengan job assasin miliknya.

Lima orang itu melakukan kerjasama yang sangat rapi untuk membuat Blood Devil kerepotan. Raka tersenyum melihat kerja sama mereka, dan dia memutuskan untuk ikut membantu mereka.

Dengan serangan terorganisir dari ke-enam orang yang memiliki kekuatan berlebih, dalam waktu singkat Blood Devil berhasil mereka tumbangkan. Namun mereka berenam memilih pergi meninggalkan tubuh Blood Devil saat melihat kedatangan beberapa hunter dari akademi yang telah membuang mereka.

Mereka berenam keluar dari sekolah melalui gerbang belakang, dan mereka bersikap santai seolah tak pernah melakukan sesuatu yang telah berhasil menyelamatkan banyak orang.

Di tempat yang tak dapat mereka lihat, seorang wanita tersenyum melihat Raka dan lima orang lainnya. “Bocah itu kelihatannya saja lemah, tapi dia terlihat berbeda saat sudah memegang peralatan hunter.” Sosok wanita itu kemudian menghilang setelah menyelesaikan ucapannya.

***

Bersambung...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!