NovelToon NovelToon

Kisah Sang Penakluk Dunia (Geger Di Lima Benua

Tragedi Bangsawan Taha

Seorang wanita paruh baya memasuki kediaman bangsawan taha dan menemui tuan taha..

Biar aku bawa anakmu itu..kau akan kerepotan mengurusnya..!! ah bibi..sebenarnya aku memang agak bingung menemukan orang yg tepat mengasuh bayi ini..beban Tuan Taha sedikit berkurang dengan datanganya bibi dari mendiang istrinya yg baru saja meninggal beberapa hari yg lalu setelah melahirkan bayi laki laki.. bibi..! walaupun aku berat melepaskan Sein, kami baru saja kehilangan ibunya..tapi disini memang tidak ada yg bisa mengurus nya ..dia butuh orang seperti bibi atau ibu mertua yg mengurusnya..dia lahir prematur..butuh kesabaran dan kerja ekstra keras mengurus nya..

ya..karna itulah ibu mertuamu memintaku datang untuk membawa anakmu..biar kami yg mengurusnya..

bibi! seberapa besar kemungkinan Sein akan bertahan hidup dan tumbuh?tanya Tuan Taha yg tidak begitu yakin putranya akan bisa bertahan hidup dengan kondisi yg jauh dibawah normal menurut tabib Wong, tabib langganan keluarga Taha..yahhh..kita hanya bisa berusaha merawatnya..semoga saja anak ini bisa melewati semua ini..kata bibi Una sambil menatap wajah Sein yg terus saja menangis dengan kencang dalam gendongannya..

+++

Bibi Una terus berlari dengan ilmu ringan tubuhnya sambil menggendong Sein...kadang kadang ia singgah di desa atau kota yang ia lalui untuk membeli kebutuhan sein..

lima hari berikutnya sampailah ia di kota gaharu...kakek Dai dan nek Asih menyambut dengan bahagia bercampur sedih...

+++

Tanpa terasa kedatangan bibi Una membawa Sein ke kota gaharu sudah sepuluh tahun berlalu...

tuan Taha sdh aktif kembali menjalankan tugasnya sebagai seorang pejabat di kerajaan Palamerah..tuan taha adalah kepala akademi kekaisaran..tuan Taha juga sudah menikah lagi dengan seorang wanita dari keluarga bangsawan di kota pandan bernama Misty Rada, anak saudara perdana mentri juga masih merupakan keluarga kerajaan dan telah dikaruniai dua anak dari istri barunya, satu laki laki dengan nama Can Taha dan satu perempuan dengan nama Sin Taha...

+++

Tiga bulan lagi adalah penerimaan murid baru, penerimaan murid baru akademi dilaksanakan setiap tahun..sehingga saat ini kota Pandan sebagai ibukota Palamerah terlihat ramai..seperti biasanya saat seperti ini banyak orang berdatangan dari berbagai daerah bahkan ada juga dari luar kerajaan palamerah..

akademi kerajaan palamerah terkenal akan kualitasnya, banyak yang ingin menjadi murid disini, karena selain diajari ilmu sastra, tata negara murid murid juga diajari beladiri tingkat tinggi..

Para pengajar di akademi ini juga cukup terkenal didunia persilatan benua selatan..tuan Taha didunia persilatan terkenal dengan si Sembilan Pena Keadilan...guru Kai terkenal dengan tendangan maut..guru Lili terkenal dengan kipas matahari..guru Daka dikenal dengan 19 Boneka Kuno..dan pengajar lain yang tak kalah terkenalnya....

Para calon peserta yang telah datang, menyewa penginapan untuk tinggal di kota Pandan sebelum penerimaan dimulai..

diantara calon peserta yang datang tidak sedikit yang kasak kusuk mencari dukungan orang akademi maupun kerajaan untuk memuluskan mereka masuk ke akademi..tapi tuan Taha yang terkenal begitu disiplin tidak akan membiarkan hal seperti ini merusak akademi...

S### ementara itu, di kota gaharu tepatnya di luar kota gaharu di luar sebuah desa terpencil di tepi hutan larangan..sein terus di tempa oleh kakeknya dengan latihan keras..kini sein telah menguasai pondasi dasar beladiri yang diajarkan kakeknya..

+++

Pondasi dasarnya telah terbentuk dengan sempurna karena selama lima tahun ini kakeknya memang hanya melatihnya untuk membentuk dan menyempurnakan pondasi beladirinya..

Sein, pondasi beladirimu telah sempurna..selanjutnya kakek akan mengajarimu ilmu ringan tubuh..!

kakek, kenapa aku belum diajari jurus jurus beladiri..?hmmm belum nak..nanti setelah kau menguasai ilmu ringan tubuh dengan sempurna..sehingga nanti gerakan jurusmu selain lebih bertenaga karena pondasimu sudah Sempurna, juga jurus dan gerakanmu akan lebih cepat karena ilmu ringan tubuh mu sudah cukup baik..

aih..istirahat dulu, sudah dari hari masih gelap kalian sdh berlatih..ayo sarapan dulu kata nenek asih..yang merupakan ibu nyonya Taha ibu Sein..

nek, kakek akan mengajariku ilmu ringan tubuh..kata kakek nanti aku bisa bergerak dan berlari cepat , kalau aku berlari dengan ilmu ringan tubuh yg diajarkan kakek apa aku bisa berlari mengalahkan tuan wang?oh tuan wang, kepala prajurit patroli? kalau kamu bisa menguasai ilmu ringan tubuh kakek sampai tingkat 5 dengan sempurna maka tuan Wang tidak akan bisa menyusul larimu...

wahh..ilmu ringan tubuh kakek ternyata hebat ya nek

..iya,.sudah sudah..ayo makan cepat..nanti latihan lagi...iya nek...

Sudah satu bulan sein dilatih ilmu ringan tubuh oleh kakeknya..latihan tahap pertama ialah meatih keseimbanagan berjalan diatas balok balok kayu..dan sekarang sein harus berjalan diatas tali..yang dibentangkan..

bagus Sein...pertahankan konsentrasimu...iya kek..berjalan diatas tali ini agak susah..soalnya tali yg lentur itu menyulitakan untuk menjaga keseimbangan..terus sein, kau harus lebih cepat melintasinya...setelah ini kau harus mampu berdiri tanpa bergerak diatas tali itu...iya kek.

kata Sein dengan.penuh semangat..

Haripun berganti malam..kini sein dan kakek dai beserta nenek asih sdh selesai makan malam dan bercengkrama di meja makan...kek, apa ibu tidak belajar beladiri?knp ibu bisa meninggal kek?

Dengan wajah prihatin kakek dai mengelus kepala Sein, ibumu tidak mau berlatih beladiri..ibumu juga terlahir dengan fisik yang lemah...dia tidak sama seperti ayahmu..ayahmu selain gemar ilmu beladiri juga suka membaca buku buku sastra, buku buku tata negara dan menjadi sarjana...wajah kakek Dai menjadi murung..kembali mengenang putrinya...

sudah lah..nanti kita ke kota pandan menengok ayahmu dan berziarah ke makam ibumu..iya kek..

nenek asih hanya tersenyum lembut pada Sein..ayo..tidur sana, besok latihannya lebih keras lagi..kata nenek asih..

Keesokan harinya,..

Sein, kau berlatihlah berdiri diatas tali itu jangan bergerak sampai waktu makan siang..setelah itu lanjutkan lagi sampai sore, mengerti?!! iya kek...

kakek. akan pergi dulu ada sedikit urusan nanti besok menjelang makan siang kakek akan kembali..

Sein langsung menuju kebelakang rumah tempat mereka biasanya latihan...

sementara kakek Dai berangkat menuju kota...

belum lama berjalan kakek Dai berbelok ke arah yang tidak biasanya dilalui..ia menuju hutan dan masuk sampai jauh kedalam hutan..rupanya didalam hutan banyak berkeliaran hewan buas..kakek Dai menangkap dan membunuh beberapa hewan buas dan memgambil bagian bagian tubuhnya yang bisa dijual dikota...setelah itu kakek Dai keluar hutan dan menuju kota untuk menjual hasil tangkapannya...

Memasuki kota, kakek Dai menuju rumah sederhana di pinggiran kota, ketika melangkah masuk ke halan rumah, nenek Una melihat kakek Dai segera menyambutnya..eh..kakak ipar Dai, sdh sepuluh tahun kak Dai dan kak Asih meninggalkan rumah ini pindah ke tepi hutan larangan, tiap datang ke kota hanya mampir sebentar..tidakkah kalian ingin kembali ke sini lagi..?aku bosan, suasana sepi tak ada kalian..

Kakek Dai hanya tersenyum, nanti setelah Sein selesai berlatih ilmu ringan tubuh kami akan kemari..

ah iya bagaimana kabar anak itu sdh sampai mana pelatihannya..?pondasi nya sdh sempurna..sekarang aku melatihnya dasar dasar ilmu ringan tubuh...haa ..pondasi beladiri nya sudah sempurna dengan umur yang baru sepuluh tahun!!?tanya nenek una dengan tercengang..yahh kupikir anak ini memang cukup berbakat dalam beladiri...

+++

Tepi hutan larangan,..

Di halaman belakang rumah,.Sein terus berdiri dan menjaga keserimbangan diatas tali yg terus bergelayut sehingga memerlukan konsentrasi yang tinggi bagi sein untuk tetap bisa mempertahankan posisinya..

Setelah hari menjelang sore, Sein berhenti berlatih..dan duduk santai dibawah pohon tempat meengikat tali yg digunakannya untuk latihan..karena rumah yg dia tinggali bersama kakek dan neneknya berada di tepi hutan larangan maka tak jarang ditempat yg itu sering terlihat hewan hewan yg melintas atau yang memang sengaja datang karena nalurinya mengatakan ada kehidupan disekitar tempat itu...

Seperti pada saat ini, Sein melihat seekor kucing liar dengan bulu yang sangat menarik bermain main didekatnya..sein berusaha mengelus kepala kucing itu, kucing itu tampaknya jinak dan menggesekkan badannya ke kaki Sein yg sedang duduk bersandar dibatang pohon..namun saat sein berusaha menggendong kucing itu, kucing itu melompat menghindar dan menjaga jarak dari Sein..karena penasaran Sein terus mendekati dan berusaha menangkapnya, kucing itu terus menghindar dan menjaga jarak sampai tak terasa karena penasaran sein sudah jauh memasuki hutan larangan..

Sein terus saja mengejar kucing yang terus menghindar sambil membuat Sein terus penasaran untuk menangkapnya..tanpa terasa hari sudah agak gelap, Sein melihat kucing itu terus menjauh dan tiba tiba Sein terjatuh kedalam lubang yang cukup dalam..

Beberapa kali tubuh Sein membentur dinding dinding lubang yang memang berlekuk lekuk..cukup lama Sein merasakan dirinya terbentur sampai akhirnya ia tiba didasar lubang, tubuhnya terasa begitu sakit dan ia pun pingsan...

+++

Di rumah,...

nenek Asih mulai gelisah..sdh gelap tapi Sein belum kelihatan...haduhhh kemana perginya anak ini...batin nenek Asih..dia pun berkeliling di tempat latihan dan menyusuri tepi hutan dan masuk agak jauh larangan nenek Asih mengerahkan tenaga dalamnya ke mata untuk melihat lebih tajam lagi.., tapi karena hari sudah malam nenek Asih tidak dapat menemukan jejak Sein..

Setelah hampir semalaman mencari, dengan perasaan sedih dan gelisah nenek Asih kembali kedalam rumah sambil berharap Sein akan pulang..dia duduk ditengah ruangan sambil bertelekan dagu diatas meja,.memikirkan apa yang akan dilakukan selanjutnya..dan karena kelelahan tubuh dan pikirannya....diapun tertidur ..

Keesokan harinya,

nenek Asih terbangun, eh..Sein..Sein..Seinn.. teruak nek Asih memanggil manggil Sein..yang belum juga pulang..haduhhh kemana bocah ini..!?

Mata hari mulai meninggi saat kakek Dai sudah kembali..dia melangkah masuk ke halaman rumah menyaksikan raut wajah istrinya yg cemas..eh, kau sdh pulang..Sein dia..nenek Asih dengan suara tertahan..Sein kenapa ?tanya kakek Dai..dia semalam hilang..apaa???bagaimana kejadiannya, ceritakan pelan pelan ..nenek Asih menceritakan kejadiannya seadanya karena dia juga tidak begitu jelas kemana Sein menghilang..

aku akan ke hutan larangan mencarinya

..kemungkinan dia masuk kesana atau ada yang membawanya masuk..!!

jangan jangan..pemgauasa hutan larangan yang membawanya..lirih nek Asih..mudah mudahan bukan, pendekar aneh itu sudah lama tidak muncul, bahkan ketika golongan hitam memasuki pesangrahan larangan tempat pendekar aneh itu biasa tinggal dia tidak ada disana ...tapi kalau itu benar dia yang membawanya maka sulit bagi kita membawa kembali Sein..

tidak tahu, sekarang sdh berapa hebat kesaktiannya..dulu dia sudah mencapai grand master tingkat dua..dan itu sudah tiga puluh tahun silam...emm baiklah..aku akan mencarinya dulu...

Kakek Dai segera berjalan kebelakang rumah dan melesat dengan cepat menggunakan ilmu ringan tubuhnya..kakek Dai juga mengerahkan tenaga dalamnya mempertajam pandangannya menyisir setiap daerah yg dilaluinya..setelah hampir tengah hari tanpa terasa ia susah berada di kawasan dalam hutan larangan..jika ia masuk lagi maka ia akan masuk dalam kawasan kabut hitam hutan larangan..kakek dai tidak menghentikan larinya ia terus saja masuk menembus kabut hitam hutan larangan..kakek Dai mengerahkan tenaga dalamnya guna melindungi pernafasannya dari kabut hitam yg beracun tidak banyak pendekar yang bisa bertahan di kawasan kabut hitam hutan larangan...

Kakek Dai terus melesat masuk sampai pada kawasan peasanggerahan larangan...

setibanya disana, kakek Dai mencari kedalam goa yg terdapat kuburan penguasa hutan larangan yang jadi legenda dunia persilatan 300 tahun yang lalu..

cukup lama kakek Dai menyusuri area makam, namun tidak ada tanda tanda orang pernah ketempat itu, sdh cukup lama tempat itu tidak.pernah didatangi orang..setelah mengamati tempat itu cukup lama,.kakek Dai memutuskan meninggalkan tempat itu dan berkelebat kembali menuju rumahnya di luar hutan larangan...dengan ilmu ringan tubuhnya kakek Dai tiba kembali dirumahnya menjelang subuh..terlihat istrinya yang masih menunggu dengan cemas..

bagaimana??kamu tidak menemukan nya?

.ahhh..iya..tidak ada tanda tanda Sein disana..aku sampai ke makam tua itu tapi tidak ada tanda tanda orang pernah kesana..

jadi..apakah cucu kita diculik orang lain??tanya nek Asih...yaa mungkin saja, dan jika kamu sendiri tidak bisa merasakan kehadiran orang itu maka orang itu pasti berada di ranah grand master ..aihhh...sambil mengela nafas, kakek Dai duduk dikursi..kita hanya bisa menunggu ..siapa tau Sein segera pulang, aku akan mengirim surat ke ayahnya kiranya dia bisa mengerahkan bantuan istana untuk mencari keberadaan Sein...selain itu tidak ada yg bisa kita lakukan saat ini..

+++

Di kota pandan,..

tuan Taha yang baru saja menerima kabar kalau Sein hilang, perasannya amat terpukul...kesedihan kembali terpancar dari wajahnya...aihhh..anak ini benar benar malang..nyonya Taha diam terpaku menatap wajah sedih suaminya..suamiku, minta saja bantuan kepala lembaga penyelidik Jendral Usen..siapa tau dia bisa membantu menemukan Sein...

yaahh...aku pergi dulu..aku akan menemui kepala lembaga..hmmmmh..bocah Sein ini merepotkan saja!! batin nyonya Taha..dia kemudian berjalan tidak kembali kekamarnya tapi keperpustakaan kediaman Taha...kemudian mengeluarkan sesuatu dari rak di balik tumpukan buku buku...

Keadaan Sein

Di dasar lubang yang gelap tempat ia sebelumnya terperosok...Sein kini berada didalam ruang dua kali empat tombak...

sein yang sudah tersadar dari pingsannya mengerang kesakitan..sekujur tubuhnya terasa sakit...kulitnya dipenuhi bengkak menghitam akibat nanyak terbentur dan terseret pinggiran lubang yang ternyata dipenuhi tumbuhan beduri dan beracun tingkat tinggi...

emhhh..aku tidak boleh mati disini...Sein sekuat tenaga merangkak..berusaha bangkit..tapi tak jauh ia merangkak ia kembali tersungkur..akhhh..aku harus bisa keluar dari sini..!!

+++

Dengan kondisi yang keracunan amat parah, Sein terus berusaha merangkak secara tak sadar sampai ke pinggiran ruang gelap yang seukuran sekitar dua kali empat tombak itu..dia merasa lapar dan haus...dengan tangannya ia mencoba menggapai sekitarnya ia merasakan di dinding ruangan itu ada tumbuhan, ia merasa tumbuhan ini begitu dingin seperti es...karena ia haus ia langsung saja memakan daun tumbuhan itu..perasaan sejuk merambat disekujur tubuhnya...kepalanya dan badannya yang tadinya terasa sakit kini agak berkurang..dengan nafas terengah engah ia kembali meraih lagi beberapa daun dari tumbuhan dingin itu kemudian memakannya...kembali sekujur tubuhnya terasa sejuk dan sakit kepala dan tubuhnya kini banyak berkurang...Sein kini berbaring dilantai ruangan itu mengatur nafasnya...

+++

Di rumah kepala lembaga penyelidik, Tuan Taha menjura, salam kepala lembaga..!ah ya salam guru kepala, silahkan duduk..sambut kepala lembaga Usen..

kepala lembaga..saya ada permohonan kepala lembaga..kiranya kepala lembaga bersedia menolong saya...kata tuan Taha mengutarakan maksud kedatangannya setelah duduk...

ehmm...bantuan apa yg guru kepala butuhkan dari saya..?tanya kepala lembaga Usen..

kepala lembaga, anak saya Sein, beberapa hari lalu hilang dibelakang rumah mertua saya di pinggir hutan larangan...dengan tenang kepala lembaga Usen mendengarkan cerita tuan Taha dan perkembangan pencarian terakhir yang dilakukan oleh kakek Dai..setelah menuturkan kejadiannya dengan lengkap, tuan Taha kembali diam dan menunggu tanggapan dari kepala lembaga Usen..

emm..ada kemungkinan nak Sein bermain dan tersesat, atau dia masuk wilayah yang susah dijangkau orang...aku akan mengerahkan divisi 4 untuk membantu guru kepala menyelidiki keberadaan nak Sein...terimakasih kepala lembaga..Tuan Taha kembali memberi hormat..

Tuan Taha tunggu saja berita selanjutnya dari lembaga penyelidik...kata jendral Usen..baik kepala lembaga..kalau begitu, saya mohon pamit dulu...ah iya..jawab kepala lembaga Usen singkat...

+++

Di rumah kakek Dai,

wajah nenek Asih masih kelihatan gusar..cucu nya belum juga kembali..

Hmmmh...semoga Taha bisa segera mengirim bantuan untuk mencarinya...hutan larangan terlalu luas..kita sudah berhari hari mencarinya tapi belum juga ada hasilnya...

Setelah mengirim pesan ke tuan taha, kakek Dai dan nenek Asih merasa bosan kalau hanya harus menunggu..karena itu beberapa hari ini mereka berpencar menjelajahi hutan larangan mencari Sein...

apa jangan jangan Sein sudah diterkam binatang buas...hik hik hik..nenek Asih sudah mulai menangis...tapi segera ditenangkan oleh kakek Dai...tenanglah...kalau Sein diterkam binatang buas..kita pasti sdh melihat sisa jasadnya...mungkin dia terjebak suatu tempat dalam hutan kemudian dia pingsan...kata kakek Dai...

Nenek Asih mulai reda tangisnya..semoga saja Sein tidak apa apa, tapi dia pasti sdh beberapa hari tidak makan...kasihan Sein...

+++

Sementara itu, di kedalaman lubang,

Sein yang nafasnya sdh mulai teratur, bangun dan duduk kini pandangan nya sdh terbiasa dgn gelap juga karena pengaruh racunnya mulai berkurang...pandangan nya walau samar samar dia bisa.melihat kalau dia berada dalam ruangan persegi panjang, diatas ruang itu ada lubang gelap sebesar dua badan pendekar dewasa..aku terjatuh dari lubang ini sepertinya...gumam Sein...

dia terus memperhatikan sekitarnya..emm tempat apa ini..aku sepertinya keracuan dan setelah makan rumput dingin itu kondisiku sepertinya membaik...

Setelah duduk sekian lama, Sein berdiri dan memeriksa ruangan itu apakah ada sesuatu yang bisa membantunya naik kembali kelubang itu dan pulang kerumah...kakek dan nenek pasti sdh mencariku..entah sudah berapa lama aku disini...

emhh..tidak ada sesuatu yang bisa membantuku keluar melalui lubang itu,..

Sein terus berpikir...ah mungkin saja di ruang ini ada pintu atau jalan keluar lain...dia terus meneliti jengkal demi jengkal ruangan itu..

sampai pada akhirnya, sein merasakan ada yang jsnggsl pada dinding tepat sejajar dengan lubang tempat dia terjatuh...dia mengetuk dinding itu, rupanya itu tumpukan daun kering yang menutupi sebuah lubang seukuran tubuh satu orang dewasa..Sein memutuskan masuk kedalam lubang itu, tapi sebelumnya ia memetik cukup banyak daun tumbuhan dingin yg tadi dia makan sebagai bekal untuk dimakan dan untuk mengatisipasi jika dia kembali keracunan dalam lubang itu, daun itu ia masukkan dalam kantong penyimpanan dalam bajunya..

Sein menyingkirkan daun daun kering itu, cukup lama juga Sein menyingkirkan nya karena daunnya cukup banyak..

setelah merasa bisa ia lewati ia pun merangkak masuk kedalam, kini ia berada dalam ruang yg lebih dingin lagi, ukuran ruang itu dua kali dua tombak..

Sein mengamati sekelilingnya..

dia menemukan ada tiga buah tumbuhan setinggi pinggang dengan buah sebesar buah kenari berwarna biru pekat yang lebat..

Sein tidak tahu pohon dan buah apa itu, jadi Sein melanjutkan memeriksa sekitarnya...

perhatian Sein tertuju pada sebuah pintu, wahh ternyata disini ada pintu...pintu ini dari batu...gumam Sein..

Sein berusaha membuka pintu itu, tapi pintu itu seolah menyatu dengan dinding..tidak bisa dibuka...!!Sein kemudian meraba raba dan mengamati setiap jengkal pintu itu..barangkali ada tombol atau tuas tersamar untuk membuka pintu itu...

tapi..sama.sekali tidak ada tombol atau apapun di pintu itu...

Perhatian Sein kini diarahkan pada dinding disebelah kiri pintu, Sein mengamati dinding ini, barangkali kenop atau tombol untuk membuka pintu batu ini ada disini, pikir Sein..

tapi setelah mengamati beberapa lama sein tidak menemukan apapun..Sein kembali kedepan pintu batu..karena bosan ia kemudian duduk dan bersandar pada pintu batu..

karena kelelahan Sein tertidur dengan posisi duduk..

+++

Cukup lama Sein tertidur,..

ketika bangun, badannya terasa segar..tenaganya juga terasa lebih segar dari sebelumnya...

Sein kemudian berdiri namun pada saat dia akan berdiri terasa ada yg mennganjal di tangan kanannya yg bertumpu pada lantai, eh apa ini !? seperti benang tapi sangat halus..

benar tersebut terbuat dari bahan yang sangat halus sepanjang satu setengah jengkal..menjulur dari dalam melalui celah halus di bawah pintu batu..sebelumnya Sein tidak merasakan hal ini karena kondisi tubuhnya yg belum prima namun setelah tertidur dan akibat dua kali mengkonsumsi daun rumput dingin kemampuan tubuh Sein meningkat berkali lipat..

kini kelima indranya lebih meningkat..karena itu indra peraba yaitu kulitnya juga saat merasa kan benang yang sangat halus itu...

benang apa ini?ah mungkin ini bisa membuka pintu ini...pikir Sein...dia segera mencoba menarik benang itu..setelah itu dia menunggu apa yang akan terjadi dengan pintu itu...setelah beberapa tarikan nafas..pintu batu itu perlahan berderit terbuka kearah dalam...Sein melihat kedalam ruang itu...ruangan itu cukup luas dan cukup terang karena dinding dindingnya terbuat dari batu pualam..dan ketika terkena angin lampu penerangan di dinding ruang itu tiba tiba menyala..karena cukup terang, Sein dapat melihat didalamnya ada semacam panggung dengan tiga undakan tangga...diatas panggung terdapat rak buku..disamping rak buku sein mengenali benda seperti tungku, sebuah palu, beberapa senjata dan sebuah meja, dikedua sisi meja itu ada dua sosok yang duduk saling berhadapan...dan diatas meja dihadapan kedua orang itu ada dua buah kitab yang masih terbuka...sepertinya kedua orang ini sedang mendiskusikan kedua kitab dihadapan mereka..

Sein perlahan lahan mendekati tempat itu..

ia takut mengganggu kedua orang itu..maaf tetua..saya tersesat...Sein sambil memberi hormat sambil mendekati kedua orang itu..namun setelah sein perhatikan..kedua orang ini sudah merupakan tengkorak..jubah yang mereka kenakan juga sudah terlihat usang

..

Sein, mencoba memeriksa kedua tengkorak berjubah itu..Sein kemudian mengangkat keduanya menuju ruang empat kali dua tombak tempat pertama sein terjatuh...Sein menggali dua lubang untuk mengubur kedua tengkorak itu...

Setelah itu,

Sein kembali keruangan batu pualam,

yang pertama Sein amati adalah dua buah kitab diatas meja...

disamping kitab itu ada sebuah surat..

Sein membuka dan membaca nya..

" SIAPA SAJA YANG MENEMUKAN TEMPAT INI, DAN MEMBACA SURAT INI..MAKA DIA BERJODOH UNTUK MENJADI PENERUS KAMI...

KAMI DIKENAL SEBAGAI SEPASANG PENDEKAR SENYAP..

KAMI MENULIS SURAT INI KARENA KAMI SADAR BAHWA KAMI TIDAK BISA LAGI KEMBALI KEDUNIA PERSILATAN..

KAMI TELAH GAGAL PADA LATIHAN TAHAP AKHIR JURUS BELATI SENYAP..

SETELAH GAGAL, KAMI MENGETAHUI CELAH KEGAGALAN KAMI NAMUN TAK BISA LAGI MENGULANGINYA KARENA ILMU BELADIRI KAMI MUSNAH SAAT KESALAHAN DIPUNCAK PELATIHAN..

TAPI, SEMUA TEHNIK PELATIHAN YANG SUDAH KAMI SEMPURNAKAN, SUDAH KAMI TULIS DALAM KITAB JURUS BELATI SENYAP..

KAMI JUGA SUDAH MENYUSUN KITAB PENGOBATAN SENYAP SEBAGAI PASANGAN KITAB BELATI SENYAP..

BERLATIHLAH DENGAN GIAT..!!

DIBALIK RAK BUKU DIRUANG INI ADA SEBUAH RUANGAN UNTUK MELATIH KEDUA KITAB INI..

GUNAKAN ILMU INI DAN SRMUA YANG ADA DI TEMPAT INI UNTUK MENOLONG SESAMA.."

Mata Sein seketika terbelalak...

walaupun Sein tidak mengetahui siapa itu sepasang pendekar senyap..tapi dia yakin mereka berdua adalah tokoh terkenal dunia persilatan...

dan Sein juga yakin bahwa jurus belati senyap adalah jurus tingkat tinggi...

+++

Sein mengambil kitab bersampul hijau..disampulnys tertulis " KITAB PENGOBATAN SENYAP " dan satunya lagi "KITAB BELATI SENYAP "..

Sein membuka lembar demi lembar kitab pengobatan senyap dengan seksama..dikitab ini ada lima belas bab..dimulai dari bab dasar..berisi tentang petunjuk dasar dasar ilmu pengobatan..bab satu berisi tentang ilmu pengobatan lanjutan yang jika dikuasai akan mancapai master tabib tingkat satu..dan demikian seterusnya sampai bab sembilan dan untuk bab sepuluh maka mencapai ranah grand master, bab sebelas mencapai ranah grand master raja, bab dua belas mencapai ranah grand master bumi, bab tiga belas mencapai ranah grand master suci, bab empat belas mencapai ranah grand master langit, bab lima belas mencapai ranah grand master surgawi..

Sein terus mengamati kitab pengobatan itu dengan teliti...ia berpikir akan melatih kitab itu dirumah, namun dia kembali berfikir bagaimana caranya ia keluar dari lubang berliku tempat ia terjatuh...

karena bingung,

Sein membuka kitab Belati Senyap...

sebagaimana kitab pengobatan senyap..

Sein juga membaca dan mengamati kitab belati senyap dengan seksama..

kitab ini terdiri dari sembilan belas bab..

bab pertama berisi tentang teknik membentuk dan memperkokoh pondasi beladiri..

- menempa tulang

- menempa otot

- menempa kulit

- menempa jiwa

bab kedua berisi teknik meringankan tubuh

-berlari cepat

-berlari diatas dahan

- berlari diatas air

-berdiri diatas air

- langkah sutra

- mengendarai angin..

-gerak hampa

bab ketiga berisi teknik pembentukan dan peningkatan tenaga dalam

- membentuk pusat tenaga dalam

- memperbesar pusat tenaga dalam

- membentuk akar tenaga dalam

- membentuk roh tenaga dalam

Bab keempat berisi jurus tebasan belati meraung..hanya bisa dipelajari jika sudah berada di ranah master tingkat satu..

Bab lima berisi jurus tebasan ganda belati meraung..bisa dipelajari jika sudah berada diranah master tingkat dua..

Bab keenam berisi jurus ayunan belati tertawa

bisa dipelajari jika sdh berada di ranah master tingkat tiga...

Bab ke tujuh Lingkar belati meratap..

bisa dilatih jika sudah berada di ranah master tingkat empat..

Bab kedelapan berisi jurus lingkar ganda belati meratap..

bisa dipelajari jika sudah dalam ranah master tingkat lima..

Bab kedelapan berisi jurus tarian belati angin dapat dipelajari pada ranah master tingkat enam

Bab kesembilan berisi jurus belati angin beliung dapat dipelajari pada ranah master tingkat tujuh

Bab kesepuluh berisi jurus tusukan belati gelisah dapat dipelajari pada ranah master tingkat delapan

Bab sebelas berisi jurus tebasan seratus belati angin dapat dipelajari pada ranah master tingkat sembilan

bab kedua belas berisi jurus belati pengoyak malam Saat dikuasai grand master tingkat satu

bab ketiga belas berisi jurus mata belati kegelapan dapat dikuasai pada ranah grand master tingkat dua

Bab keempat belas berisi jurus seratus belati beku dapat dikuasai pada ranah grand master tingkat tiga

Bab kelima belas berisi jurus belati tujuh unsur dapat dikuasai pada ranah grand master raja

Bab keenam belas berisi jurus tebasan sepuluh ribu belati tujuh unsur belati dapat dipelajari pada ranah grand master bumi

Bab ketujuh belas berisi jurus tarian hujan belati tujuh unsur dapat dipelajari pada ranah grand master suci

Bab kedelapan belas berisi jurus tebasan badai belati tujuh unsur dapat dikuasai pada ranah grand master langit

Bab kesembilan belas berisi jurus belati pelahap energi dapat dikuasai pada ranah grand master semesta..

Berdasarkan keterangan dalam kitab, pertama tama Sein harus mempelajari kitab belati senyap sampai bab ketiga...

kemudian dilanjut mempelajari kitab pengobatan senyap, bartahap tahap seiring kebutuhan tingkatan yang diperlukan untuk mempelajari kitab belati senyap..

akhirnya ia memutuskan untuk melatih kitab belati dab pengobatan senyap ditempat ini...

Sein memilih untuk melatih dasar kitab belati senyap, yakni sampai pada bab tiga..

baru kemudian ia akan mempelajari ilmu pengobatan senyap setelah itu kemudian melatih kitab belati senyap bab ke empat dan seterusnya sesuai tingkat tenaga dalamnya..karena melatih ilmu pengobatan dapat membantu mempercepat dan memperkuat tubuhnya dan meningkatkan tenaga dalamnya sehingga memudahkan menguasai jurus jurus dalam kitab belati senyap..,.pikirnya setelah tingkatan kultivasinya lebih kuat dia akan mudah memanjat lubang tempat dia terperosok dan kembali kerumah...

Sein menuju ruang dibalik rak seperti yang tertulis dalam surat sepasang pendekar senyap...

diruangan ini terdapat banyak sekali tumbuhan dan terlebih lagi ruangan ini sangat luas..boleh dikata ini adalah sebuah taman dalam gua..

berjalan jauh dalam, sein menemukan sebuah kolam dengan air yang berwarna biru pekat seperti buah sebesar kenari dari tiga pohon seukuran tinggi pinggang yang dijumpainya diruang dua kali dua tombak tadi..

karena sudah merasa lapar, Sein memakan lagi daun rumput dingin..lagi lagi ia merasakan sejuk di tubuhnya...kini ia merasa tubuhnya meningkat lagi dari sebelumnya...

karena sebelumnya ia menyadari bahwa khasiat rumput dingin ini akan lebih baik setelah tidur, maka Sein ingin tidur dulu sebelum memulai pelatihannya..

***

Berlatih 1

Sein membuka matanya, dan kembali seperti sebelumnya ia merasakan perubahan pada tubuhnya, rasanya kekuatanku meningkat lagi dari sebelumnya...

Sein mengambil posisi duduk bersila dan mulai membuka kitab belati senyap..

Bab pertama , teknik membentuk dan memperkokoh pondasi beladiri..

emm..kata kakek pondasi bela diriku sudah sempurna..tapi tidak ada salahnya aku memeriksanaya lagi..akan kucocokkan dengan yang tertulis di kitab ini...

+++

Setelah beberapa saat mempraktekkan panduan yang ada dikitab, Sein menyadari bahwa pondasinya masih kurang satu tahap yaitu penempaan jiwa..karena itu Sein langsung berfokus pada panduan penempaan jiwa...

dalam proses penempaan jiwa sebagaimana dikitab, Sein diharuskan menjalani keadaan hidup dan mati..pertaruhan jiwa...dengan memasuki area taman kematian...yang ada disebelah ruang pelatihannya saat ini..tanpa ragu Sein berlari kearah taman kematian dan masuk kedalamnya..dia berlari sekencang kencangnya mengitari taman kematian yang cukup luas..taman kematian dipenuhi tumbuhan berduri dan beracun yang dengan segera mengoyak kulit dan tubuh Sein...setelah berlari sepuluh putaran Sein mengalami rasa sakit yang luar biasa..berkali kali lebih menyakitkan dari waktu ia terjatuh dari lubang...dalam kitab ia seharusnya berlari seribu putaran tanpa henti...tapi diputaran kesepuluh tadi ia tak sanggup lagi..ia terkapar dilantai taman...dengan nafas terengah engah ia mengeluarkan daun rumput dingin dan memakannya..dia berharap sakitnya akan berkurang...namun seolah olah rumput dingin tidak berkhasiat apa apa...

tidak berapa saat Sein pingsan ditempat itu...

Setelah berapa lama pingsan ia terbangun dengan kondisi yang masih keracunan..ia bangkit dan mulai lagi berlari..dalam kondisi keracunan yang begitu parah ia terus berusaha dengan tekad yang kuat..berlari memutari taman hingga pada hari ke dua puluh ia berhasil memutari taman seribu kali..ia tidak lagi peduli dengan kondisi keracunan yang ia alami..tusukan duri duri beracun ditaman itu juga tidak lagi menambah kesakitan pada tubuhnya karena kondisinya yang memang sudah sedemikian parah..

Setelah menempuh seribu putaran Sein merangkak keluar dari taman kematian...entah sudah berapa kali ia pingsan dan merasa dirinya diambang kematian selama dua puluh hari ini..

+++

Dengan memaksakan dirinya merangkak, ia berusaha membaca lagi kitab belati senyap...tapi kini pikirannya bagaimana menyembuhkan keracuannnya...maka ia membuka kitab pengobatan senyap..didalamnya Sein bisa melihat bahwa keracunan akibat duri di taman kematian bisa diobati dengan buah kenari biru pekat, yang sebelumnya Sein lihat di ruangan dua kali dua tombak tadi..Sein segera berusaha merangkak untuk memetik buah itu...

tidak menunggu lama, Sein segera memakan buah biru pekat itu..terasa tubuhnya bergetar dan hawa sejuk berganti hangat terus berulang kali ia rasakan...setelah beberapa saat asap hitam pekat mengepul keluar dari ubun ubun Sein...

kini, perasaannya jauh lebih baik...

hmmhh...akhirnya pondasi Roh beladiriku sudah terbentuk...

Sein kembali bergegas ke ruang pelatihan...dia kembali membuka kitab belati senyap...

saatnya aku mempelajari ilmu ringan tubuh..

Sein mulai berlatih...

dan terus saja berlatih..sesuai petunjuk dalam kitab..

kini Sein telah menguasai sampai ketahap mengendarai angin..

ahh...rasanya aku sudah begitu lama ditempat ini...batin Sein..

selama ini Sein hanya mengandalkan rumput dingin sebagai makanan sekaligus minumannya...

+++

Di kota Pandan...

Tuan Taha..!!..kami diperintahkan kepala lembaga melaporkan penyelidikan kami terhadap hilangnya putra anda...

seorang dari anggota divisi empat lembaga penyelidik kini berbincang dengan tuan taha dikediamannya..

ah iya..bagai mana perkembangannya selama tiga bulan pencarian..? tanya tuan Taha..

tuan..kami memperoleh kabar bahwa dua hari yang lalu jaringan pengintai kami melihat seseorang yang mirip putra tuan di Benua Timur...entah apa benar itu putra anda atau bukan, kami masih berusaha memastikannya..

benua timur!!? mengapa bisa sejauh itu tuan Han?

ini...ah..ini kami belum memaatikannya tuan, tapi kita tunggu saja lagi kabar selanjutnya..

ah iya iya ...jawab tuan Taha tergagap..

+++

Ditempat pelatihan..

sudah lebih dari enam bulan Sein berada di tempat ini..

Sein yang masih saja giat berlatih...pembentukan dasar dan pengembangan tenaga dalamnya juga sudah sempurna

kini sudah mulai mamasuki ranah master tingkat dua...

Sein membaca, untuk bisa menguasai jurus tebasan ganda belati meraung butuh waktu setidaknya enam bulan namun Sein hanya butuh kurang dari satu bulan..

sebuah pencapaian yang luar biasa...

+++

Sein selama ini berlatih jurus tanpa menggunnakan belati sungguhan..kalau pakai belati sungguhan rasanya lebih baik kayaknya..gumam Sein..karena itu ia menuju panggung tempat dimana rak dan senjata berada..tapi tidak ada belati yang dia temukan...ais...sayang sekali tidak ada belati..

Sein melihat lihat kitab yang ada di rak, ada dua buah kitab yang cukup menarik perhatiannya..KITAB PENEMPAAN dan KITAB SEGALA TAHU...dengan mata berbinar..sein membaca kitab itu bergantian..dengan kemampuan Sein yang sekarang,.sekali membaca kitab maka akan terekam dalam ingatannya... nanti aku akan mencoba menempa belati dengan petunjuk kitab ini...gumamnya.

Hah biar selesai berlatih kitab Belati Senyap ini baru melatih menempa senjata juga tidak apa apa pikirnya...

akhirnya Sein memutuskan untuk melanjutkan berlatih meningkatkan tenaga dalamnya....dengan panduan teknik dalam kitab pengobatan dan belati senyap, Sein terus meningkatkan tenaga dalamnya dan juga jurus jurusnya..sumber daya untuk peningkatan juga tersedia melimpah diruang pelatihan..

tanpa terasa, Sein sudah tujuh tahun berlatih sejak ia terjatuh dalam ruang ini...

masih tersisa satu bab terakhir kitab belati sunyi...kalau terjadi kesalahan aku bisa bernasib sama dengan tetua sepasang pendekar senyap..aku harus lebih sabar berlatih bab terakhir ini..

+++

Kini praktik beladiri Sein sudah berada di tingkat puncak..grand master ilahi...sebuah capaian luar biasa untuk anak seusianya..

di Benua Selatan sudah sulit mencari tandingannya..

sambil pelan pelan merampungkan pelatihan kitab belati senyap, sebaiknya aku menempa belati saja..pikir Sein..

karena itu ia segera mengambil tungku penempaan dan palu tempa yang ada diruangan itu..selanjutnya ia mengumpulkan bahan bahan yang akan ia tempa menjadi belati, di area pelatihan selain tumbuhan juga ada sejenis logam yang sama dengan bahan benang halus dibawah pintu batu ...dari petunjuk kitab penempaan,.Sein menyatukan bahan logam dan buah kenari biru pekat, serta beberapa batu ia lebur,

dan selanjutnya,..Sein pun menempa...

setelah menempa seharian, tubuhnya serasa begitu lelah...kini telah terbentuk belati panjang satu setengah jengkal...dengan aura berwarna biru pekat..namun belum.sempurna..

sampai kira kira dua belas jam, Sein baru berhenti menempa untuk beristirahat...dengan palu yang berat dan ayunan yang berpuluh ribu kali selama dua belas jam membuat tubuh Sein terasa begitu lelah..rasanya ia ingin sekali tidur...setelah membaringkan dirinya, rasa kantuk pun mulai menyerangnya dan dia terlelap seketika...

+++

Cukup lama juga Sein tertidur,..

sampai akhirnya ia terbangun...mungucek matanya dan mengeluarkan beberapa lembar daun rumput dingin dan memakannya....

setelah beberapa saat, Sein bangkit menuju ruang penempaan dan memulai lagi menempa belati nya..

hal yang sama berulang terus selama beberapa hari, sampai pada akhirnya belati buatannya sudah selesai ia tempa...

kini digenggaman Sein sebuah belati beraura biru gelap..siapa saja yang disekitarnya akan merasa bergidik..

ah..tak kusangka karya pertamaku begitu menakjubkan..gumam Sein..selanjutnya ia menyimpan belati nya dibalik baju..

Dalam penempaan senjata, Sein kini berada di ranah Grand Master Tempa tingkat satu..

dimana tingkatan dalam penempaan senjata ada empat;

praktisi tempa

- tingkat dasar,

- menegah dan

- tinggi

Ahli Tempa

- tingkat awal

- tingkat menegah

- tingkat utama

Master tempa

- tingkat awal

- tingkat menegah

- tingkat utama

Grand master tempa

- tingkat satu

- tingkat dua

- tingkat tiga

- tingkat raja

- tingkat kaisar

- tingkat langit

+++

Saat ini aku harus fokus lagi menyelesaikan tahap akhir kitab belati senyap..batin Sein.

jurus belati senyap pelahap energi ini memang yang paling sulit untuk dikuasai...

jurus inilah yang gagal dilatih oleh sepasang pendekar senyap..menyebabkan hancurnya pondasi bela diri mereka dan menghilangkan semua kesaktian mereka...

emm..dalam catatan yang ditinggalkan sepasang pendekar senyap, untuk melatih jurus ini maka diperlukan konsentrasi yang tinggi dan cukup lama...

Pada dasarnya setiap ahli beladiri rata rata memiliki ketahanan atau lama konsentrasi hanya sampai dua kali peminuman teh..dalam melakoni setiap pertarungan, mereka akan mengambil nafas atau menata ulang konsentrasinya setiap dua kali peminuman teh..baru kemudian melanjutkan lagi untuk saling menyerang dengan lawan tarung mereka..

sedangkan bagi yang sudah mencapai ranah grand master,.lama mereka berkonsentrasi bisa mencapai empat atau lima kali peminuman teh...

namun untuk melatih jurus belati senyap pelahap energi selain diperlukan selain konsentrasi yang lebih lama lagi juga mesti dibarengi dengan konsentrasi yang tahan terhadap gangguan...

karena itu dalam catatan yang di tinggalkan oleh sepasang pendekar senyap menyarankan bagi orang yang melatih jurus ini untuk melatihnya didasar kolam di ruangan tersebut...

jurus belati hati senyap, adalah ilmu dan jurus yang dipadukan dari kesembilan belas bab serta perpaduan dua orang pendekar ranah grand master ilahi memainkan jurus belati senyap pelahap energi....hal inilah yang menyebabkan tingkat kesulitan dari jurus ini demikian rumit dan susah untuk dipelajari...

Aku perlu melatih konsentrasi yang tinggi sekaligus melatih jurus belati senyap pelahap energi..aku mesti memasuki kolam itu untuk memulainya...

nanti setelah ini baru giliran kitab pengobatan senyap yang harus ku tingkatkan penguasaannya..batin Sein..

+++

Saat ini Sein memang masih menguasai kitab pengobatan senyap sampai pada bab sepuluh..namun itu sudah cukup menempatkan Sein ke ranah grand master tabib..masih ada lima bab lagi yang tersisa..aku harus menguasai paling tidak sampai bab tiga belas..batin Sein..

Sein melangkah menuju kolam ditengah ruang pelatihan...sebelum masuk ke kolam, dia mengamati kolam dari tepinya..di dalamnya terdapat ikan purba..saat sein mencoba mencelupkan jarinya kedalam kolam, seketika ia merasa seperti kesetrum...ternyata kolam itu dipenuhi oleh ikan petir...!!

aihh...ikan ini bermuatan listrik!!

tapi dengan tekad yang kokoh, sein memasuki kolam..perasaan tersengat listrik bermuatan sangat besar menjalar ditubuhnya...dia berusaha mengalirkan separu tenaga dalamnya yang sudah mencapai dua belas ribu lingkaran...namun tidak bisa mengurangi sengatan listrik yang dirasakannya..akhhhhh....Sein berteriak tertahan..kemudian mengerahkan lagi tenaga dalamnya sampai pada sepuluh ribu lingkaran barulah ia merasa sedikit bisa bernafas...

kini dengan pengerahan tenaga dalam tinggi ia memaninkan jurus jurus belati senyap pelahap energi dengan kecepatan maksimal yang ia bisa lakukan..karena ia memainkannya di dalam air maka gerakannya terkesan lambat, walau sesekali ia kepermukaan untuk mengambil nafas..padahal jika dilakukannya diluar kolam maka kecepatannya sudah tidak dapat terlihat lagi...

Sein terus memainkan jurus jurusnya walaupun selalu saja mendapat gangguan dari ikan ikan petir yang selalu menyengat tubuhnya..hari terus berganti, semakin lama berlatih semakin lama jeda Sein untuk mengambil nafas..ini menandakan bahwa daya tahan Sein sudah semakin tinggi.. Sein telah mengulang jurus ini dalam kolam ribuan kali...

+++

Kini,..

Sudah sembilan bulan ia melatih jurus belati hati dengan tekun....

mengapa ikan ikan ini seperti tidak terpengaruh dengan jurus ini..??gumam Sein...

kini Sein mencoba memainkan jurus dengan penuh penjiwaan dan penghayatan..kini ia merasa sehati dengan jurus ini ia mulai mengerahkan tujuh unsur dalam akar dan roh beladirinya..perlahan lahan terbentuk lagi satu akar dan jiwa baru...secara berturut turut muncul lagi dua akar dan roh yang baru..ketiga akar dan roh jiwa beladiri yang baru itu saling bertaut dan lama kelamaan saling menyatu...inilah akar dan roh beladiri PELAHAP ENERGI...kekuatannya sungguh luar biasa..ikan ikan yang tadinya tidak terpengaruh, kini ikan ikan itu seolah diam..mereka tertekan oleh aura jurus belati senyap pelahap energi...petir petir yang tadinya menyulitkan Sein kini terserap ke tubuh Sein...sehingga kini tebasan tebasan jurusnya selain memiliki aura menekan yang sangat kuat..juga mengandung energi yang pekat...sedikit lagi...!!gumam Sein...

Sein terus mengulang jurus jurusnya dengan penuh konsentrasi, penjiwaan dan penghayatan..energi petir dari ikan ikan juga semakin banyak yang terserap...dan akhirnya...sesuatu terasa mendorong keluar dari ubun ubun Sein...

dharrrrr!!!!ledakan besar terjadi saat energi biru pekat terpancar keluar dari ubun ubun Sein.

gemuruh dan gelombang air kolam menyebabkan banyak ikan ikan petir yang mati...Sein naik kepermukaan dan sekujur tubuhnya dipenuhi kilatan petir dan aura berwarna biru pekat....akhirnya, selesai juga jurus ini...batin Sein...

jurus ini setara dengan dua orang ranah grand master ilahi yang menyatu....aku penasaran apakah jurus ini benar benar bisa diandalkan didunia persilatan...pikir Sein...

+++

Sein beristirahat selama beberapa lama..ia memandang kedalam kolam, ia baru sadar kini wajahnya terlihat seperti orang gila dikarenakan rambutnya tidak tertata rapih..

baju yang ia kenakan ternyata sudah sangat tidak layak...sebelumnya beberapa tahun yang lalu ia mengambil baju yang ada di dalam laci dibawah rak karena bajunya sdh kekecilan..

Setelah keluar dari sini sebaiknya aku segera kerumah kakek, mungkin ada baju yang bisa kupakai dirumah...

tapi sebelum itu aku akan mempelajari dulu lanjutan kitab pengobatan senyap...

+++

Keesokan harinya,

Sein kembali membuka kitab pengobatan senyap..dia melanjutkan mempelajari bab sebelas...ia kini berlatih membuat pil tingkat sepuluh...bahan bahan yang telah dikumpulkan nya berdasarkan catatan dalam kitab adalah untuk membuat pil penyembuh tingkat tinggi...orang yang kehabisan tenaga dalam jika meminum pil ini maka tenaga dalamnya akan pulih dalam waktu yang sangat cepat..selain itu pil ini juga berkhasiat meningkatkan tenaga dalam sampai seribu lima ratus lingkaran...

Dengan tenaga dalamnya, Sein mengendalikan unsur api dan membakar tungku obat dengan hati hati sein mempertahankan besar energi apinya dengan stabil agar diperoleh pil yang berkualitas tinggi..karena jika nyala api tidak stabil maka pil yang dihasilkan kualitasnya rendah dan bahkan bisa gagal...

setelah membakar selama empat belas jam tanpa henti, akhirnya tungku meletup dan melayang tiga buah pil berwarna putih lembut bergaris emas...ah ya...seru sein gembira...pil kultivasi dan penyembuh tingkat sepuluh..ucapnya lirih...sein segera menangkap tiga buah pil yg melayang itu dan memasukkanya kedalam botol putih kecil...

ahhhh..akhirnya bab sebelas telah kukuasai..gumam Sein..

sebagai tabib kini sein telah mencapai ranah grand master raja

pembuatan pil ini cukup menguras energi sein..sehingga ia memutuskan untu beristirahat secepatnya...

+++

Hari berikutnya,

Sein kebingungan..menyimpan beberapa barang, dua buah kutab, buah kenari biru pekat, daun rumput dingin, belati dan kini ada beberapa botol obat..serta beberapa kitab dan barang lainnya..

Sein teringat kakeknya yang memiliki cincin penyimpanan..seandainya aku punya cincin seperti kakek maka barang barang ini pasti bisa kubawa dengan mudah...batin Sein...

ah, sesuatu terlintas dipikirannya..kedua tetua pendekar senyap kan pendekar,.. apa mereka tidak memiliki cincin penyimpanan ya??tanya Sein pada diri sendiri..

Ia bangkit dan bergegas memeriksa rak dan laci...ahaaa...dibawah pakaian ia menemukan yang ia cari..cincin berwarna hijau pekat..sesuai petunjuk dalam beberapa kitab yang telah ia baca dari rak buku, Sein mengetahui cara menggunakan cincin penyimpanan...segera ia memakai di jari kelingkingnya dan meneteskan darah dari jarinya ke cincin tersebut...selanjutnya terlihat dalam cincin yang membuat Sein tercengang..ruang dalam cincin ini sangat luas...mungkin seukuran dua kali kota Gaharu...

selain itu yang membuat Sein tercengang adalah tumpukan kantong kulit berisi koin emas dan berbagai senjata berkualitas ada juga ribuan botol pil kultivasi dan penyembuh..ditambah lagi kitab kitab beladiri lainnya yang berjumlah ratusan...juga ada buah dan daun serta sumber daya lainnya untuk keperluan peningkatan dan pelatihan beladiri seorang pendekar serta bahan bahan penempaan senjata...

Yang paling membuat Sein terperangah adalah sebuah kotak kayu berukir yang memancarkan cahaya hijau pekat sewarna dengan cincin yang digunakannya..

Sein mengeluarkan dari cincinnya dan membuka kotak itu..isinya adalah sebuah belati...ya belati dengan aura hijau pekat..yang dapat memberi tekanan yang besar pada sekitarnya ....berbeda dengan aura belati biru pekat yang ditempa Sein yang menyebabkan orang bergidik..maka aura ini memberikan suasana pasrah bagi sekitarnya...

hmm...benar benar pusaka ilahi...belati ini pasti ditempa oleh seorang di ranah grand master tingkat raja...gumam Sein..

tetua..!! ijinkan aku membawa semua ini...

sein kemudian memasukkan semua diruangan itu kedalam cincin, seketika semua yang ada di tempat itu lenyap..telah berpindah kedalam cincin penyimpanan..

Beberapa hari ini Sein membuka dan membaca kitab Segala Tahu..ia sangat tertarik karena kitab ini berisi banyak ilmu ilmu dunia persilatan dan cara mengalahkanya...

dalam sekali baca Sein langsung bisa mengerti isi dari kitab Segala Tahu...tapi ia malah mengulang ulang membaca kitab itu sampai beberapa hari...

Dua minggu berselang,

Sein, Grand master Tempa tingkat satu dalam penempaan senjata

Grand master Raja dalam pengobatan peracik obat..

Grand master ilahi dalam pengolahan tenaga dalam.. melesat menuju lubang untuk kembali ke rumah...

Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!

Download Novel PDF
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!