NovelToon NovelToon
Driven By You

Driven By You

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Tamat
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Kensington Valerio (22th) adalah seorang "Raja Pesta" yang sinis terhadap cinta, namun terobsesi mengoleksi ribuan novel romansa.

Baginya, cinta hanyalah delusi dengan alur membosankan yang selalu bisa ia tebak ending-nya.

Di tengah kejenuhannya akan kepalsuan dunia, hadir Audrey Hepburn (19th)—mahasiswi hukum tingkat satu yang kaku, ambisius, dan membawa prinsip kesucian yang keras kepala.

Audrey bukan sekadar junior di fakultasnya, ia adalah variabel acak yang mengacaukan prediksi Kensington.

Saat rahasia pengkhianatan mulai mengikis pertahanan Audrey, Kensington justru merasa tertantang untuk menuliskan naskah hidupnya sendiri.

Apakah Audrey akan berakhir menjadi sekadar koleksi di rak bukunya, ataukah ia adalah satu-satunya wanita yang mampu memberikan Kensington sebuah akhir yang tak terduga?

Di arena balap liar dan koridor kampus yang dingin, Kensington mulai mempertanyakan: apakah cintanya juga akan menjadi klise, atau sebuah tragedi yang tak terlukiskan ?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10

Asap rokok mati di antara jemari Kensington sebelum sempat habis.

Bukan karena dia sadar. Tapi karena tangannya gemetar setengah detik saat nama itu lewat di kepalanya lagi.

_Audrey Hepburn_

Gadis itu bilang dia menjijikkan. Dengan suara pelan, tapi jelas. Seolah kalau diucap pelan, kebenciannya jadi lebih bersih.

Kensington menyeringai ke udara dingin balkon lantai 12.

Senyum itu bukan buat menghina. Itu senyum orang yang baru sadar dia lagi kalah dalam permainan yang dia sendiri yang mulai.

Sejujurnya, dia bisa saja membantah rumor tentang gadis Fakultas Seni itu dalam satu kalimat.

Dia bisa saja mengatakan bahwa dia menghabiskan sisa malamnya dengan meringkuk di ranjang sempit asrama, menghirup aroma sampo stroberi murah dari rambut Audrey, dan mendengarkan ritme napas gadis itu yang perlahan berubah saat dia terbangun.

Tapi dia tidak melakukannya. Kenapa?

Karena bagian paling menyenangkan dari permainan ini adalah melihat sejauh mana Audrey bisa menebaknya sendiri.

Dan ternyata, dia sama saja. Percaya gosip lebih dari insting.

Tapi itu masalahnya.

Audrey nggak sama.

Dari ratusan wanita yang pernah lewat di hidup Kensington, cuma dia yang bikin Kensington merasa bodoh.

Bodoh karena nggak bisa membaca dia.

Namun, ada satu hal yang membedakan Audrey dari ratusan wanita yang pernah mengelilingi Kensington.

Audrey Hepburn adalah variabel yang tidak bisa ia masukkan ke dalam rumus mana pun.

Semuanya dimulai saat permainan Truth or Dare gila itu.

Ruangan pengap, alkohol, tawa yang terlalu keras buat menutupi kosongnya semua orang di sana.

Di tengah itu, Audrey duduk di sudut sofa kulit, memeluk lututnya, kayak orang yang nyasar masuk ke pemakaman.

Gilirannya tiba.

“Truth or dare?” tanya Marco, udah mabuk.

“Truth,” jawab Audrey tanpa mikir.

“Pernah ciuman?”

Audrey mengangguk.

“Pernah tidur sama cowok?”

Dia diam tiga detik. Lalu bilang, “Belum pernah.”

Ruangan itu hening. Bukan karena kagum. Tapi karena nggak percaya.

Di Universitas ini, di Los Angeles, kata “perawan” terdengar kayak lelucon dari abad lalu.

Kensington tertawa pertama.

Bukan mengejek. Dia bener-bener kaget.

Rasanya kayak nemu koin emas di tong sampah.

Sejak saat itu, dia mulai memperhatikan.

Bukan karena dia nafsu.

Karena Audrey adalah satu-satunya variabel yang nggak bisa dia masukkan ke rumus.

Di Los Angeles, di Universitas ini, kejujuran seperti itu adalah kelangkaan yang hampir mustahil. Sejak saat itu, Audrey menjadi objek penelitian yang paling menarik bagi Kensington.

Rumor tentang dirinya yang meniduri banyak gadis? Itu adalah lelucon favoritnya.

Kensington membiarkan rumor itu hidup, memberi makan ego publik yang ingin melihatnya sebagai "si brengsek yang sempurna". Faktanya, dia hanya berani mencium dan memeluk beberapa gadis di sekitarnya. Dia tidak pernah membiarkan sembarang wanita masuk ke ruang paling pribadinya.

Kecuali Bianca.

Bianca adalah luka yang sudah mengering namun meninggalkan bekas yang aneh.

Sahabat karibnya Saat SMA sangat mencintai Bianca, namun Bianca justru mencintai Kensington. Tragedi bunuh diri itu menyisakan sebuah surat konyol yang hingga kini masih Kensington simpan di laci terdalamnya.

“Kuharap kaulah orang yang meniduri Bianca pertama kali. Jangan sampai dia mengenal pria jahat di luar sana.”

Pesan terakhir yang bodoh. Pesan yang membuat Kensington merasa terikat pada tanggung jawab yang tidak pernah ia minta.

Itulah sebabnya ia membiarkan Bianca mendekat, membiarkan gadis itu menciumnya di depan umum, namun ia tidak pernah melangkah lebih jauh. Ia menjaga Bianca bukan karena cinta, tapi karena sebuah wasiat dari orang mati.

Kensington kini berusia dua puluh dua tahun, berada di tahun kedua hukum. Dia sengaja memperlambat studinya. Dia terlalu mencintai atmosfer kampus ini—tempat di mana dia bisa menjadi siapa saja tanpa harus memegang kendali perusahaan keluarga Valerio sepenuhnya.

Dia memiliki kembaran, Lexington Valerio. Berbeda dengannya, Lexington adalah definisi "anak teladan" yang bergerak cepat.

Di usia yang sama, Lexington sudah menjadi dosen muda di Fakultas Teknik Mesin di universitas yang sama.

Perbedaan mereka seperti siang dan malam; yang satu memperbaiki mesin yang rusak, yang satu lagi menikmati kerusakan jiwanya sendiri.

Mommy-nya, Kimberly, dan Daddy-nya, Felix, memberikan kebebasan mutlak padanya.

Mereka membiarkannya berpesta dan mabuk, asal satu syarat terpenuhi: jangan membawa wanita ke tempat tidur secara sembarangan. Keluarga Valerio menjunjung tinggi martabat, bahkan jika itu harus ditutupi oleh tabir kenakalan pura-pura.

Kensington mematikan rokoknya. Ingatannya kembali ke malam tadi di asrama.

Sejujurnya, keputusannya untuk menyelinap ke kamar 302 karena Dia ingin mendapatkan sesuatu yang lebih. Saat balapan sore itu, kehadiran Audrey di garis finish memberinya suntikan adrenalin yang lebih besar daripada mesin Lamborghini-nya.

Dia ingin mendengar ucapan selamat sekali lagi—sebuah ucapan yang tulus, bukan karena dia seorang Valerio.

Namun, saat ia masuk ke kamar itu, ia justru disuguhi pemandangan Marco dan Vivian yang sedang "berpesta" tanpa malu.

Kensington hanya bisa mendengus. Ia terangsang? Tentu saja.

Dia pria normal dengan hormon yang sehat. Melihat sahabatnya sendiri sedang memompa gairah di depannya tentu memicu naluri dasarnya.

Dan di sana, di ranjang sebelah, Audrey tertidur nyenyak.

Kensington bertanya-tanya, bagaimana mungkin gadis ini bisa tidur sepulas itu di tengah kebisingan yang bisa membangkitkan orang mati?

Kensington naik ke ranjang itu.

Pelan. Hati-hati. Seperti mendekati kucing liar yang bisa mencakar kalau salah gerak.

Dia berbaring miring, jaraknya 10 sentimeter dari wajah Audrey.

Lampu lorong masuk lewat celah pintu, cukup buat melihat bulu mata panjang itu nggak bergerak sama sekali.

Cantik.

Tapi bukan cantik yang dia lihat di pesta.

Ini cantik yang keras kepala. Cantik yang nggak butuh validasi siapa-siapa.

Dia mulai bereksperimen.

Jari Kensington menyentuh perut Audrey lewat kaos kebesaran itu.

Pelan. Hampir nggak ada tekanan. Hanya sekadar memastikan.

Nggak ada reaksi.

Dada naik turun teratur. Bibir sedikit terbuka.

Kensington tahu dia bohong.

Dia merasakannya dari napas Audrey yang ketahan setengah detik saat sentuhan pertama terjadi.

Dari getaran kecil di kelopak mata yang tertutup rapat.

Dari otot perut yang menegang tanpa disadari.

Dia sedang berpura-pura tidur.

Batin Kensington tertawa pelan.

Pintar. Tapi nggak cukup pintar.

Saat Audrey akhirnya membuka mata, keterkejutan itu muncul. Murni. Tanpa sandiwara.

Detik itu, dia terlihat luar biasa cantik.

Matanya lebar, bibirnya sedikit terbuka, napasnya kacau.

Saat dia akhirnya berbalik dan menatapku dengan mata yang menganga karena terkejut, aku bersumpah, detik itu dia terlihat luar biasa cantik.

Ada keinginan liar yang muncul untuk segera menarik tengkuknya dan membungkam bibir yang terbuka itu dengan ciumanku. Aku ingin merasakannya, ingin membuktikan apakah dia senyata yang terlihat.

Namun, aku menahannya. Terlalu cepat, pikirnya. Jika aku memakannya sekarang, cerita ini akan berakhir seperti novel-novel murah yang kubaca. Aku ingin cerita yang tidak bisa kuprediksi ending-nya.

Kensington menyentuh bibirnya sendiri, seolah masih merasakan sisa amarah Audrey yang membekas di sana.

Audrey mengira dia adalah penjahat yang baru saja berpindah dari satu ranjang ke ranjang lain. Biarkan saja. Biarkan kesalahpahaman ini menjadi bensin yang membakar hubungan mereka.

Kensington sangat ingin tahu: jika dia terus menjadi "si brengsek" ini, apakah Audrey akan tetap pada pendiriannya yang suci? Ataukah gadis itu akan hancur dan jatuh ke dalam pelukannya, membuktikan bahwa "kebenaran" yang Audrey agungkan hanyalah sebuah kerapuhan yang menunggu untuk dipatahkan?

"Audrey Hepburn," gumam Kensington sambil menatap langit yang mulai menggelap. "Mari kita lihat, apakah kau bisa menuliskan ending yang tidak bisa kutebak."

Satu hal yang pasti, pagi ini saat Audrey menatapnya dengan api kemarahan di matanya, Kensington menyadari bahwa dia tidak sedang menghadapi seorang mahasiswi baru yang polos.

Dia sedang menghadapi satu-satunya wanita yang mungkin bisa membuatnya berhenti membaca novel, dan mulai menjalani kisahnya sendiri.

1
Almeera
Ken.. temui aku di rasa sesalmu 🥲
Ros 🍂: Kak🥲🥲🥲🥲🥲
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
permainan kelas atas
Ros 🍂: iyaa kak
total 1 replies
Retno Isusiloningtyas
seru kisahnya ...




terima kasih thor
Ros 🍂: ma'aciww kak, Semoga tetap Singgah ya kak🫶😍
total 1 replies
nayla tsaqif
Haduhhh,, knp tamat semua sihhh,,, jangan lama2 cerita barunya yaaaa!!??
Ros 🍂: siap kak🫶
author sudah siapkah cerita untuk Maximilian anak Audrey dan Kensington🫶 tunggu notif kak😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
lagi dong kak
Ros 🍂: author sudah siapkah cerita untuk Maximilian anak Audrey dan Kensington🫶 tunggu notif kak😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
Yo bapakmu itu yg jadi nyamuk raksasanya max
Ros 🍂: wkwkwk🤭
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
untung tersesatnya di toilet toko perhiasan coba klo tersesatnya di kedai kopi late alamat GK tau jalan pulang wkwkwk🤣🤣🤣
Ros 🍂: Hahhaa bahaya kalo nyasar kesana ya kak🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Astagaaa,, kmna ken yg dingin dan angkuh itu dreyyy,,, knp skrng dia sengklek,,, 🤣
Ros 🍂: mabuk cinta kak🤣🤣🤣🤣😘
total 1 replies
Almeera
tinggalin jejak duluuuuuuuu yaaaa nyicil aku maraton kerja duluuu
Ros 🍂: Hehe siap Kak🫶🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
ingat Ken segera lenyapkan si kopi late lagian jadi cowok tuh harus bisa mengendalikan senjatanya ini malah tercelup ke kopi late🤭
Ros 🍂: Late Vera kak, Bukan Latte Coffee 🤣🤣🤣
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
akhirnya ,,,terharu aku thor😍😍😍
Ros 🍂: Huhuhu semoga Suka ya kak🫶🥰
happy reading 😍
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
pantesan Ken gendeng wong bapaknya klo ngasih saran diluar Nurul moga kegendengan mereka menurun ke max kelak🤭🤣🤣🤣🤣
Ros 🍂: hahhaa Daddy Felix asline kalem kak🤭🤣
total 1 replies
Murnia Nia
lagi seru ni ceritanya
Ros 🍂: ma'aciww komentar nya ya kak🫶
total 1 replies
Murnia Nia
lanjut thor
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Thee-na Tooth
puas bacanya kak,,,
terimakasih berkali² double up.
besuk lagi up nya kak,,,
kesehatannya di jaga
semangat 💪
Ros 🍂: Ma'aciww kak 🫶🫶😘
semoga kakak juga sehat selalu 🥰
total 1 replies
winpar
lgi kk 💪💪💪💪
Ros 🍂: sama-sama kak🫶
total 3 replies
Thee-na Tooth
ayoo up lagi🤭
nunggu kejutan dari kakak cantik 💪
Ros 🍂: Besok ya kak🫶 ditunggu 😍
total 1 replies
Thee-na Tooth
Alurnya bagus banget,,,
dari pemilihan kata kata bagus, mudah di pahami. Alur kata tidak melibet.
Padahal novel e bagus banget tapii kenapa peminat bacanya sedikit ya
Aku doain ya kak,, semoga novel e bisa banyak yang baca, bisa masuk rank
Ros 🍂: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
sehat selalu ya kak😘
total 1 replies
Thee-na Tooth
semangat up kakak,,,
insha Allah setiap baca, aku kasih kopii. biar nulisnya tambah semangat, dan nggak ngantuk 🤭
Ros 🍂: uuuwwwwwhh 🫶🫶🫶
ma'aciww ya kak, sehat Selalu 🥰
total 1 replies
Zahra Alifia Hidayat
wes tambah gendeng ini Bang Ken,tak tunggu kegendenganmu selanjutnya Bang🤣🤣🤣
Ros 🍂: Nular Ya kak bucinnya 🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!