NovelToon NovelToon
Terobsesi Kamu

Terobsesi Kamu

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kehidupan di Kantor / Obsesi / Duda / Tamat
Popularitas:47.8k
Nilai: 5
Nama Author: Drezzlle

Vira, terkejut ketika kartu undangan pernikahan kekasihnya Alby (rekan kerja) tersebar di kantor. Setelah 4 tahun hubungan, Alby akan menikahi wanita lain—membuatnya tertekan, apalagi dengan tuntutan kerja ketat dari William, Art Director yang dijuluki "Duda Killer".

Vira membawa surat pengunduran diri ke ruangan William, tapi bosnya malah merobeknya dan tiba-tiba melamar, "Kita menikah."

Bos-nya yang mendesaknya untuk menerima lamarannya dan Alby yang meminta hubungan mereka kembali setelah di khianati istrinya. Membuat Vira terjebak dalam dua obsesi pria yang menginginkannya.

Lalu apakah Vira mau menerima lamaran William pada akhirnya? Ataukah ia akan kembali dengan Alby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Drezzlle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehancuran Hati Satu Keluarga Besar

“Tutup mulutmu, jika masih ingin rekening mu terisi,” kata Abella, melepas pelukan Riko.

“Aku hanya bertanya, sayang.” Riko kembali memeluk dan menyesap bibir kekasihnya itu dengan cepat, berusaha menenangkan hati agar ATM berjalannya tidak marah dan tiba-tiba menghentikan suntikan dana untuk kuliahnya.

“Pergilah! Pakai pakaianmu. Aku tidak ingin kelelahan malam ini, karena besok hari pernikahanku.

“Satu kali lagi, ya?” Pinta Riko, ia mengusap lembut tangan Abella naik dan turun, membuat wanita yang telah di cumbuinya selama hampir dua tahun itu kembali menggelinjang. Dengan cepat Riko meraup benda bulat kecil berwarna pink, membuat Abella mengerang dan menikmati aksinya.

Abella tak bisa menolak. Keduanya melalukan penyatuan untuk ketiga kalinya.

Riko memberikan pertempuran terakhir sebelum perpisahan.

.

.

Sementara itu, di Apartemen.

Vira sedang berkemas. Lima menit berlalu sejak pertengkaran terakhirnya dengan Alby, namun luka di hatinya masih terasa perih. Sesekali terisak, bahunya bergetar menahan tangis lalu memukul dadanya lembut berusaha meredakan rasa sakitnya.

“Kamu akan menyesal Alby ... ” Mengutuk mantan kekasihnya.

“Kemana aku harus pergi? Ini terlalu mendadak. Aku pikir setelah berhasil resign, bisa kembali ke Bandung.” napasnya tersengal. Kepalanya terasa berat, dan perutnya kembali nyeri.

“Aa…” Vira mengerang kesakitan, perutnya semakin terasa terlilit. Membuatnya meringkuk dan menahannya. Keringat dingin mulai membasahi pelipis.

Drrt..drrrt…

Vira menuangkan isi tas nya, meraih ponselnya yang bergetar. Nama kakak iparnya muncul di layar.

“Vira, kamu sudah pulang?” tanya Melia.

“I-iya, barusan…” jawab Vira dengan suara parau, satu tangannya masih menekan bagian perutnya yang kesakitan.

“Syukurlah, Alby yang mengantarmu?”

“Tidak, temanku menjemputku.” sahut Vira, ia bangun dari duduknya lalu meneguk segelas air putih hangat untuk meredakan rasa nyeri.

“Hah.. kalian ini dua bulan lagi menikah tapi bertengkar. Jangan sampai berlarut-larut, ibu dan ayah sudah mempersiapkan semuanya. Jangan membuat kami kecewa,” kata Melia, suaranya tenang, menasehati adik iparnya.

“Kak—” air mata Vira lolos membasahi pipi, suaranya tercekat seolah ratusan jarum menusuk tenggorokannya. Namun, ia tidak ingin berlarut menyembunyikan kenyataan ini dari keluarganya.

“Aku … aku dan Alby sudah berpisah…” jujur Vira.

“Apa?” jawab Melia terlihat tenang, karena masih menganggap itu gurauan adiknya. Persiapan pernikahan sudah lima puluh persen, mustahil jika batal mendadak.

“Ka-kak … aku sudah berpisah dengan Alby.”

“Kamu pasti bercanda...?!” Suara Melia meninggi, nyaris memekakkan telinga Vira yang langsung menjauhkan ponselnya.

“Tidak, aku serius. Kami sudah berpisah, besok adalah hari pernikahan Alby dengan wanita lain,” jawab Vira dengan suara parau.

Tut..tutt..tuttt…

Panggilan terputus. Melia menutup telepon dengan kasar. Vira membayangkan keterkejutan sekaligus kekecewaan yang dirasakan kakak iparnya saat mendengar kabar pernikahannya dengan Alby batal.

.

Keesokan harinya di kantor.

Seperti biasa, Vira berangkat lebih awal sebelum rekan-rekan kerja lainnya di lantai dua datang terlebih dahulu.

“Dari siapa ini?” Vira bertanya pada dirinya sendiri, sepasang matanya menyapu ruangan—sepi. Tapi, ada botol kaca dan lunch box di mejanya.

“Hangat…” Ia menyentuh botol kaca, memutar tutupnya. Aroma teh chamomile membuatnya rileks. Lalu, lunch box itu dibukanya. “Sandwich…” bisiknya.

Drrt..drrrttt…

Ponselnya bergetar, satu pesan masuk membuat matanya membulat.

“DudKill…” gumamnya, menyebut nama pengirim pesan.

‘Selamat pagi, nikmati sarapanmu. Jaga kesehatan, jangan membuat aku khawatir. Maaf untuk kemarin. Aku akan belajar menunggumu lagi.’ isi pesan WhatsApp—William.

Vira berbalik perlahan, mencari sosok atasannya di setiap sudut ruangan. “Terimakasih, Pak,” gumamnya sambil mengetik balasan yang sama.

Vira menarik kursi dan duduk, mencoba menenangkan diri dengan teh hangat. Tanpa ia sadari, William memperhatikannya dari kejauhan. Senyum tipis menghiasi bibir pria itu saat melihat Vira menikmati teh yang ia berikan. Ia bisa membaca dari ekspresi Vira bahwa wanita itu menikmati pemberiannya.

“Wah, ada yang perhatian nih!” seru Lisa yang baru datang dan mengagetkan atasannya dari belakang. William segera kabur, dengan langkah lebar menuju lift.

Lisa menyeringai melihat atasannya yang berusaha menyembunyikan sesuatu di balik senyumnya. Ia tahu, William pasti sedang mengamati Vira.

“Hai, Vir,” sapa Lisa mendekat. Membungkuk dan ikut mencium aroma chamomile di dalam botol kaca.

“Pagi, Bu Lisa,” goda Vira.

“Pagi. Senangnya pagi-pagi dapat perhatian,” Lisa menggoda balik.

“sssttt… jangan kencang-kencang, Bu. Ini hanya untukku,” ledek Vira.

“Iya, iya. Apa ini yang namanya benci jadi cinta? Dulu aja, tiap kalian berdua bertemu debat, marah, uring-uringan. Sekarang…” Lisa mengejapkan matanya. “... diam-diam kasih perhatian,” tambahnya.

“Jangan iri. Kamu mau?” tawar Vira.

“Enggak, aku sudah sarapan. Nikmati ... kalau habis nanti bilang ayank William,” Lisa menggoda sahabatnya. Kemudian, duduk di kursi kerjanya yang berhadapan dengan Vira.

“Apaan sih…” gumam Vira, tanpa menyadari pipinya telah merona.

“Kamu nanti malam datang ke acara resepsi Abella dan Alby?” tanya Lisa.

Vira meletakkan botol kaca perlahan di atas meja. Menghela napas panjang, bibirnya terkatup rapat. Pagi ini terlintas di benaknya—pria yang telah mengisi hari-harinya selama empat tahun mengucapkan janji pernikahan di altar, namun bukan dengan dirinya sebagai mempelai wanita.

“Datang saja, ajak Pak William. Tunjukkan kalau kamu move on,” ujar Lisa.

“Astaga, Aku tidak dan hubungan apapun dengan DudKill,” sanggah Vira.

“Jangan pura-pura,” Lisa menatap layar PC, tapi pikirannya dan bibirnya tertuju ke Vira. “Aku tahu, ada celah di hatimu, cuma kamu belum sadar.”

“Mustahil,” gumam Vira pelan, jari-jarinya mulai menari di mesin tik virtual, menanggapi feedback dari William untuk revisi layout. “Baru duduk sebentar, sudah harus revisi lagi,” katanya sambil tersenyum getir.

Suara langkah kaki yang tergesa-gesa menggema, mendekat ke arah Vira.

“Vir... Vira,” suara rekan kerjanya terdengar panik, napasnya tersengal-sengal saat berusaha menyampaikan sesuatu.

“Iya, Del?” tanya Vira tenang, matanya masih terpaku pada layar PC.

“Ka-kakakmu datang. Dia mengamuk di lobi, mencari Alby…”

"Apa?!" Vira tersentak kaget, ia langsung berdiri dari kursinya dengan kasar.

Kenapa kakaknya tiba-tiba datang dan membuat keributan? Jantungnya berdebar kencang. Apa karena kakak iparnya sudah memberikan kabar putusnya dia dan Alby?

Vira segera berlari dengan tergesa-gesa menuju lobi.

Seorang pria dengan potongan rambut butch cut dan seragam loreng hijau-hitam berdiri tegak di depan lobi. Tatapannya tajam menyapu setiap karyawan yang masuk, sambil menyodorkan foto Alby.

“Kak Ikmal!” seru Vira, berlari menghampirinya.

Napas Ikmal memburu, dadanya naik turun dengan jelas. Saat Vira mendekat, ia langsung mencengkeram pergelangan tangan adik bungsunya itu. “Tunjukkan di mana dia bersembunyi, sekarang!” titah Ikmal dengan suara baritonnya yang menggelegar, matanya menyiratkan amarah yang membara. Ia tidak akan membiarkan Alby hidup, setelah meninggalkan adiknya untuk menikahi wanita lain.

Bersambung...

1
Pengabdi Uji
pfft jgn2 nnti nyesal ya anaknya bkn punya dia. entahla mending vira emg cabut segera dri mantan toksik bgitu tkt hawatir dy jg bkal diapain sm ni lakik
WDY☠️⃝🖌️M⃤
alby ni gila bnget sich thor😤😤😤
WDY☠️⃝🖌️M⃤
lah alby ngapain sich dtg lgi vira kan dah mau nikah
Pengabdi Uji
Kurasa miranda macam bodo aja itu udah punya suami tajir mlintir minusnya dingin sma aga sikoped dikit gpp bro 1M sebulan bisa jd juragan beras sama warung2 nya ya Allah bodoo kali
Pengabdi Uji
terdengar tidak asing kasus ni seperti si jule yang ninggalin anaknya ke suaminya malah dy slingkuh sma org
Laila Sarifah
Nah lho di interogasi sama camer🤭 Eh terus gimana Anggi yg di bawa sama Miranda? Takutnya Anggi jadi tawanan biar William mau kembali sama Miranda😌
Adyvi
Seramnya. Apa itu bakal jadi senjata Alby untuk ngancam Vira?
Laila Sarifah
Mantan istri William berulah lagi. Terus apa Alby akan mengejar Vira lagi?
Sinchan Gabut
Abel sakit iwaJ kali ya... ngamuk mulu 🤣
Sinchan Gabut
Pengantennya emosian. Bar-bar kali 🤣
Sinchan Gabut
ada-ada aja akalnya si Wilwil ini buat PDKT 🤣
Sinchan Gabut
Rugi paket komplit Alby 🤣🤣 mamam tuh nepsong ya...
WDY☠️⃝🖌️M⃤
ya sudah vira tinggalkan saja William toh kamu juga ragu kan
WDY☠️⃝🖌️M⃤
ya Allah William sampai sakit begitu ditolak sama vira ya🤭
Laila Sarifah
Udah di pecat aja Abel sama Alby biar Vira bisa tenang kerja disana
Laila Sarifah
Ngeri juga ya kalo cowok udah obses😌 Kok aku seneng ya resepsi pernikahan Alby sama Abel berantakan😌
WDY☠️⃝🖌️M⃤
Yang sabar ya William. jangan egois
WDY☠️⃝🖌️M⃤
Lah ini gimana thor William udah senang direstui tapi Vira nya lagu. kasihan William thor🥺
Icha sun
selalu ada pelangi setelah badai, selamat ya Vir akhirnya Chika restuin kamu dan papanya bersatu
Sinchan Gabut
tenang Mal malah adikmu selamat dr cwo macem Alby 😏

acieee Wilwil mulai beraksi...🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!