NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Gelang dimensi

Jari-jari Nova menggenggam erat tanah, urat-urat di lengan dan wajahnya semakin terlihat jelas dan matanya semakin memerah karena tak sanggup menahan tekanan diruang dimensi itu.

Namun, di tengah Nova akan menyerah sebuah suara halus berbisik kepadanya. Memberikan instruksi agar Nova terlepas dari hawa tekanan yang berada di dalam ruang dimensi itu.

“Fokuskan dirimu, lawan tekanan di sekitarmu. Biarkan energi yang ada di dalam dirimu mengalir.”

Nova langsung melakukan hal itu sesuai instruksi, ia memfokuskan dirinya. Matanya perlahan terpejam dan aliran energi di jalur meridian Nova perlahan stabil, membuat tekanan di sekitarnya perlahan berkurang.

“Aaarrghh!”

Zira yang sedang berdiri mengawasi jelas terkejut, ia tak menyangka bahwa Nova sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan baru.

“Anak itu... ”

Nova langsung berdiri dengan kedua lengannya yang memegang lututnya yang bergetar menahan tekanan yang semakin kuat menghantamnya.

Kepalanya yang tertunduk mulai terangkat perlahan, Nova menatap tepat ke arah Zira yang sedang berdiri tak jauh darinya.

Perlahan Nova melangkahkan kakinya, ia terus memompa energinya agar tidak terjatuh. Langkah demi langkah berhasil ia lewati, namun saat Nova akan kembali melangkahkan kaki, tubuhnya bergetar dan jatuh berlutut tepat di hadapan Zira.

Ia mendongak dan menyeringai tipis.

“Aku berhasil,” ujarnya.

Zira berdecak pelan sambil membungkukkan badannya sedikit ke arah Nova sambil berkata.

“Perjalanan mu, masih jauh, Nova,” jawabnya.

Kemudian Zira mundur beberapa langkah, lalu ia pergi meninggalkan Nova yang sudah bercucuran dengan keringat.

“Pendamping apanya, malah pergi!” protes Nova sambil kembali mengangkat kakinya.

Setelah beberapa kali mencoba dan gagal, akhirnya Nova berhasil untuk sekedar berjalan di dalam ruangan dimensi itu, wajahnya terlihat senang karena setelah menghabiskan waktu berjam-jam di dalam ruang dimensi itu Nova mampu melawan tekanan yang ada.

Zira yang memperhatikannya dari kejauhan, sedikit menyunggingkan senyum.

“Dewa mengirimku kepada anak ini, pastinya memiliki alasan yang kuat selain darah murni yang dia miliki, aku yakin dia di pilih karena alasan yang kuat.”

Zira akhirnya menghampiri Nova yang sedang berjalan melawan tekanan yang ada.

Merasakan ada yang mendekat, Nova membalikkan badannya.

“Sampai kapan aku harus ada disini? aku sudah terlalu lama berada di tempat ini,” tanyanya.

Zira mendekat, lalu ia mengulurkan sebuah gulungan kertas kepada Nova.

“Sampai tubuhmu terbiasa berada disini, soal waktu kau tak perlu khawatir. Karena perbedaan waktu disini dan duniamu jauh berbeda...” ucapnya terjeda. “Kau akan tahu jawabannya setelah kau keluar dari ruang dimensi.”

Nova terdiam beberapa saat sambil mengangguk pelan.

“Baiklah...” ucapnya sengaja menjeda kalimat sambil memperhatikan ruang dimensi yang di penuhi dengan kabut itu yang nyaris tak memiliki sumber cahaya. “Tempat apa ini? Dan... Itu apa?” lanjutnya sambil menunjuk sebuah gunung yang berkilauan, dan satu-satunya yang menjadi sumber cahaya di tempat itu.

Zira menoleh ke arah yang di tunjuk oleh Nova, sebuah gunung membentuk dinding yang membentang luas, mengelilingi tempat itu.

Zira menghela napasnya sebelum menjawab.

“Itu adalah gunung berlian, dan 75% tempat ini berisi berlian sisanya tanah dan air, dan itulah satu-satunya yang menjadi sumber cahaya di tempat ini,” jelas Zira.

Mendengar penjelasan itu, Nova sedikit terkejut ia bahkan menelan ludahnya berkali-kali sambil memperhatikan sekelilingnya.

“Berlian?” ujarnya.

Zira mengangguk pelan. “Benar, dan tentu saja disini banyak sekali mahluk hidup, lebih tepatnya mahluk spiritual yang akan menjadi object latihanmu nanti.”

Nova mengerutkan keningnya, dan kembali memperhatikan sekitarnya. Namun, sayang jarak pandangnya terbatas karena kabut yang sangat tebal di tempat itu.

“Hebat!” seru Nova dengan mata yang berbinar. “Baiklah! Aku akan semangat mempelajari semuanya.”

Setelah percakapan singkat itu, Nova akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunianya di bantu oleh Zira dan sebelum ia membuka portal dimensi, Zira memberikan sebuah gelang giok dengan rona merah bercampur putih. Nova meraih gelang itu sambil memperhatikan setiap detail gelangnya.

“Gelang apa ini?” tanya Nova.

Kemudian Zira menjelaskan bahwa itu adalah sebuah gelang, untuk Nova membuka portal dimensi dan menyimpan benda yang penting, seperti sumber daya atau hal lainnya yang tidak bernyawa.

“Cara memakainya, cukup sederhana kau cukup melambaikan tangan ke arah benda yang akan kau simpan di dalamnya,” jelas Zira. “Gelang dimensi ini, akan mempermudahmu di saat-saat yang genting, simpanlah baik-baik.”

Setelah mengetahui cara mengunakannya, Nova akhirnya kembali ke dunianya.

Bruk!

Tubuh Nova mendarat di lantai kamar yang dingin.

“Arrgh! Tidak semudah yang ku bayangkan,” gumamnya sambil bangkit perlahan.

Saat ia melihat ke arah dinding, ia sangat terkejut saat mengetahui bahwa dirinya hanya menghabiskan waktu sekitar satu jam lebih di dunianya, sementara di ruang dimensi ia sudah menghabiskan waktu nyaris dua belas jam.

“Woaahh! Hebat!”

Nova memperhatikan gelangnya, dan ia kemudian bereksperiment dengan benda-benda yang ada di kamarnya, hingga tak sadar kalau ibunya Ratih memanggilnya dari balik pintu.

Tok... Tok... Tok...

“Nova, apa kamu tidur nak?”

Nova langsung membereskan kamarnya, begitu mendengar suara sang ibu. Dan tepat saat ibunya membuka pintu, Nova selesai membereskan ruang kecilnya itu.

“Ibu memanggilmu, beberapa kali. kamu sedang apa, nak?” ucap sang ibu.

Nova menggaruk tengkuknya yang tak gatal, sambil tersenyum ke arah ibunya.

“Aku sedang mengerjakan tugas, Bu, maaf.”

“Yaa sudah, kalo begitu. Makanlah dulu, ibu sudah memasak untukmu,” jawab ibunya sambil mengangkat kedua sudut bibirnya.

***

Esok harinya, penampilan Nova semakin mencolok dan mengundang rasa penasaran semua teman sekolahnya. Bahkan beberapa gadis mulai tertarik dengan sosok Nova, terlebih tentang kabar Nova yang dengan mudahnya menjawab soal dari guru, nyaris membuat semua orang ingin berteman dengannya.

Tatapan Nova semakin tajam, gaya berjalannya semakin berbeda. Bahkan Nova sendiri sadar dan merasakan perubahannya, ia melangkah lebih ringan dari biasanya.

Aruna yang sudah menunggu di parkiran bersama Kinan melambaikan tangan ke arahnya. Nova pun membalasnya dengan senyum seraya berjalan menghampiri Aruna.

“Nova, kepala sekolah mencarimu,” ucap Aruna begitu Nova sampai di dekatnya.

Nova menaikan kedua alisnya seakan bertanya.

“Mencariku? Apa aku membuat masalah disekolah?”

Aruna dan Kinan hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban. Nova yang penasaran, langsung melangkah dan hendak menuju ruang kepala sekolah.

“Baiklah, aku akan kesana.”

“Aku ikut!” seru Aruna sambil menyusul Nova yang melangkah cepat di depannya.

Kinan hanya mengikuti keduanya tanpa berkata apapun.

Dari sudut parkiran sekolah, Dion memperhatikan itu. Perhatian semua orang yang dulu tertuju kepadanya kini perlahan beralih kepada sosok Nova, yang dulu selalu di remehkan dan di kucilkan olehnya.

“Sial! Awas aja gue buat perhitungan sama lo, bocah tengik!” umpat Dion sambil membanting pintu mobilnya dan melangkah pergi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!