NovelToon NovelToon
Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Mafia / Obsesi / Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Lala mengalami kecelakaan yang membuat jiwanya terjebak di dalam raga seorang antagonis di dalam novel dark romance, ia menjadi Clara Shamora yang akan mati di tangan seorang mafia kejam yang mencintai protagonis wanita secara diam-diam.

Untuk menghindari nasib yang sama dengan Clara di dalam novel, Lala bertekad untuk tidak mengganggu sang protagonis wanita. Namun, ternyata ia salah langkah dan membuatnya diincar oleh malaikat mautnya sendiri—Sean Verren Dominic.

“Sekalinya milik Grey, maka hanya Grey yang bisa memilikinya.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian tiga puluh lima

Mobil putih yang membawa Clara, memasuki gerbang Mansion pribadi Sean. Mobil tersebut berhenti tepat di belakang mobil Sean, ternyata pria itu sudah pulang.

“Astaga, ini sudah lewat dari jam makan malam,” gumam Clara saat melihat jam tangannya.

Padahal gadis itu sudah berjanji akan membuatkan pasta untuk Sean sebagai menu makan malam hari ini, tetapi jam makan malam sudah lewat dua jam.

Clara memasuki Mansion dengan langkah cepatnya, gadis itu berharap kalau Sean masih belum makan malam. Jadi, ia bisa membuatkan pasta untuk pria itu.

“Pelankan langkahmu, Clara!” Suara itu menghentikan langkah Clara yang semakin cepat.

Gadis itu menoleh ke arah Sean yang baru keluar dari ruangan yang merupakan gudang, pria itu melangkah ke arahnya dan menyentuh pipinya dengan lembut.

“Nanti kau bisa terjatuh,” bisiknya sambil menatap lekat mata hijau Clara yang sedikit sembab.

“Apa kau habis menangis?” Sean menahan geramannya saat sadar kalau gadis kecilnya habis menangis.

“Tadi kelilipan…”

Clara tidak bisa melanjutkan kalimatnya, saat tubuhnya ditarik dan didekap begitu erat oleh Sean. Usapan lembut di punggungnya, membuat gadis itu kembali menangis.

Clara membenci perasaan yang tertinggal di raganya, padahal raga yang di tempatinya sudah sering disakiti, tetapi masih ingin memaafkan orang yang sudah menyakitinya. Ia tidak akan mengikuti kata hatinya, Clara tetap dengan pendirian… pergi dari keluarga Lexander.

“Aku benci perasaanku sendiri,” lirih gadis itu yang masih dapat didengar oleh Sean.

“Nanti kau pasti akan terbiasa,” bisik pria itu yang juga pernah berada di posisi yang sama dengan gadis kecilnya, tetapi Sean sudah bisa melupakan perasaan menyakitkan itu.

Clara mendongak, matanya yang basah membuat Sean menahan geramannya. Pria itu mengusap air mata sang tunangan, lalu mengecup kelopak mata Clara dengan lembut.

“Maaf kalau aku masih terlalu cengeng,” kekeh Clara yang dibalas kecupan manis di bibirnya.

“Tidak masalah, Sayang. Kau bebas menangis dipelukanku,” kata Sean.

Clara tersenyum mendengarnya, perasaannya sedikit lebih baik, setelah menangis dipelukan pria itu. Dan gadis itu baru sadar kalau Sean sudah rapi dengan pakaian hitamnya, itu artinya Sean akan kembali dengan aktivitas malamnya.

“Kakak udah makan malam?” Tanya Clara sambil merapikan rambut pria itu yang sedikit berantakan.

“Belum, aku menunggumu,” jawab Sean yang memang sengaja menunggu gadis kecilnya.

“Maaf aku pulangnya terlalu malam, tadi ada kelas tambahan. Mau aku masakin pasta seperti waktu itu?” Gadis itu merasa tidak enak, karena Sean menunda makan malamnya dan juga ia sudah berjanji untuk memasakkan pasta untuk pria itu.

“Kau pasti lelah, karena baru pulang. Jadi, pastanya bisa besok saja. Aku akan menyuruh Koki untuk menyiapkan makan—”

“Jangan! Aku udah beli pastanya, ini!” Clara mengeluarkan dua bungkus pasta yang tadi dibelinya di minimarket dengan kampusnya.

Gadis itu menegang saat menyadari kesalahannya, saat matanya tidak sengaja melihat seringai di bibir Sean.

“Tidak sopan memotong ucapan calon suamimu, Sayang,” pria itu menyentuh bibir bawah gadis kecilnya.

Clara sedikit merinding oleh usapan lembut di bibir bawahnya, gadis itu memejamkan matanya saat Sean menciumnya. Clara mengira pria itu akan menciumnya dengan kasar, seperti waktu itu saat dirinya tidak sengaja memotong ucapan Sean. Namun, ternyata ciuman kali ini begitu lembut dan membuat Clara terbuai.

“Maaf, tadi aku terlalu panik sampai tidak sadar memotong ucapan Kak Sean,” ucap gadis itu saat Sean melepaskan ciumannya.

“Jangan diulangi lagi kalau tidak mau aku hukum, kecuali kau menikmati hukuman dariku,” bisik pria itu dengan nada seraknya.

Clara langsung merinding, gadis itu mendorong pelan dada bidang Sean, sebelum berlalu ke arah dapur untuk membuatkan makan malam.

Sean mengikutinya, pria itu akan menunda kepergiannya sampai satu jam. Ia langsung menghubungi orang kepercayaannya, tanpa mengalihkan pandangannya dari punggung mungil Clara.

“Kau urus semuanya, aku akan sampai di sana satu jam lagi!” Titahnya, sebelum memutuskan panggilannya sekilas.

Setiap pergerakan Clara, tidak luput dari mata biru Sean. Pria itu merasa sangat beruntung, karena mendapatkan gadis seperti Clara yang bisa menguasai banyak hal.

Jika kebanyakan anak bungsu seperti Clara bertingkah manja, tidak dengan Clara yang terlihat lebih dewasa dan juga mandiri.

“Aku tidak pernah bosan memujimu, Clara,” gumam Sean sambil menghampiri gadis kecilnya yang terlihat kesusahan membuka lemari untuk mengambil sesuatu.

“Eh?” Kaget Clara saat tubuhnya terangkat, sehingga tangannya bisa menyentuh lemari yang tidak bisa digapainya.

Gadis itu segera mengambil benda yang dibutuhkannya, setelah itu Sean menurunkannya dan memeluknya dari belakang.

“Besok aku akan menyuruh orang untuk sedikit menurunkan lemarinya, agar kau tidak kesusahan,” bisik pria itu sambil mengecup telinga Clara.

“Tidak perlu, soalnya aku jarang masak. Lagian kalau aku mau masak, bisa minta bantuan Kak Sean… contohnya seperti tadi,” senyum gadis itu merekah.

Sean menahan senyumannya, ujung telinganya terlihat memerah. Perkataan manis tersebut, membuat debaran jantungnya semakin tak terkendali dan hanya Clara yang bisa membuat kerja jantung Sean seperti ini.

...***...

Setelah makan malam, Sean tidak langsung berangkat ke markas. Pria itu menemani Clara sampai terlelap, setelah memastikan gadis kecilnya tidur dengan nyenyak, barulah Sean keluar dari kamar Clara.

“Jaga Clara,” pesannya kepada Lauren yang berdiri di depan kamar Clara.

“Saya mengerti, Tuan,” Lauren menundukkan kepalanya.

Sean berjalan ke arah* lift, pria itu menatap pantulan dirinya di dinding lift*. Sean menyentuh bibirnya yang masih terdapat rasa manis dari bibir gadis kecilnya, sebab tadi ia mencuri sebuah ciuman panjang di bibir Clara, sebelum keluar.

“Jika tidak penting, aku akan tidur sambil memeluk Clara,” Sean berdecak kesal.

Saat ia sampai di lantai satu, Sean menghentikan langkahnya di depan pintu berwarna cokelat yang berada di dekat* lift*. Itu adalah gudang yang sering ia masuki, kakinya melangkah ke arah pintu tersebut.

“Untuk sekarang, aku tidak akan masuk ke dalam sini!” Sean mengurungkan niatnya untuk membuka pintu cokelat tersebut.

Pria itu membalikkan tubuhnya dan berjalan ke arah pintu utama dengan langkah lebarnya, tak lama kemudian mobil kesayangan Sean meninggalkan Mansion.

Mobil hitam itu melaju sangat kencang, membelah jalanan yang cukup senggang. Mata tajam Sean menyorot dingin, lebih dingin dari yang biasanya ia tunjukkan kepada Clara.

“Clara,” gumamnya dengan seringai kecil,

Sean tiba-tiba mengingat wajah gadis kecilnya yang terlelap, rasanya ia ingin putar balik dan kembali ke kamar Clara untuk memeluk gadis itu.

Namun, pria itu tidak bisa melakukannya, karena malam ini ada banyak hal yang harus ia selesaikan. Semua ini juga dengan keamanan Clara.

“Sial!” Umpat Sean saat wajah seseorang melintas di kepalanya.

Pria itu menginjak rem dengan kuat, saat mobilnya hampir menghantam pembatas jalan. Sean menghela napas dengan kasar.

“Hanya dia yang belum bisa aku hapus,” gumam pria itu dengan mata terpejamnya.

Bersambung.

1
Hariyanti
thanks Thor 🥰🥰🙏 ceritanya penuh warna
Erna Masliana
Elios cinta Clara tapi dia diam tidak obsesi tidak pula ngobrol berlebihan atau so akrab..soal cinta mana bisa diatur hati milih sendiri kok
Erna Masliana
Clara tidak beruntung Clara asli tetap mati...ini jiwa Lavanya jadi hasilnya beda bisa bales dendam
Erna Masliana
satukan dg napi yang guy
Erna Masliana
makanya kudu dibunuh
Erna Masliana
eta paehan heula s Joan..sok dagorkn huluna nepi ka bocor.. minimal hiji biang masalah paeh
Erna Masliana
nya salah s Olivia anj.. pelakor gak tau diri.. sakit jiwa
Erna Masliana
atuh bikin pingsan dulu s Joan nya atau langsung bunuh kalo bisa baru megang pintu
Erna Masliana
bawa mobil tabrak mereka
Erna Masliana
udah ketebak
Erna Masliana
oh gitu... memang keluarga Lexander harus hancur sehancur hancurnya kalo gitu
Erna Masliana
itu pasti salah satu pegawai rumah mu .. tidak mungkin batu terbang dari lingkungan luar..rumahmu berupa Mansion kan pasti dikelilingi halaman
Erna Masliana
heh .. nanti ketemu anak aslimu disana Jes
Erna Masliana
ngeunah ngomong kesempatan kedua..nyeri hate 10th masa iya poho kitu bae.. mana maraneh kan geus ngusir
Erna Masliana
belom 10th.. Clara aja sanggup sampe 10th dihina diabaikan ditampar difitnah kalian..
Erna Masliana
pengkhianat kah
Erna Masliana
memang Grey yang cinta Clara bukan Sean kayaknya.. otaknya Sean isinya Luna 😛
Erna Masliana
betul sangat tidak masuk akal
Erna Masliana
hoax banget... terlalu berlebihan hanya karena Laluna mati semuanya harus mati aneh
Erna Masliana
di belokin nya kejauhan nih kayaknya penulis pro banget ke Sean masa iya Laluna adiknya.. mana ada pelepasan naninu ngebayangin adik sendiri kecuali memang Sean cinta adik sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!