NovelToon NovelToon
Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Vian dan Putri terlibat pernikahan kontrak yang konyol. Keduanya saling cuek satu sama lain, bahkan memiliki pujaan hati masing-masing. Seiring berjalannya waktu, Sifat sombong Vian pun terkikis oleh sikap jutek tapi perhatian dari Putri.

Nah lo, jadi, apakah Putri juga punya perasaan yang sama pada Vian? Penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Beberapa hari berlalu, tiba waktunya Putri , Vian dan yang lainnya kembali ke Indonesia. Tetapi, Dion sempat menemui Putri dan Vian malam sebelumnya kalau ia belum bisa kembali ke Indonesia, begitu pula dengan Vanessa

yang mendadak mendapatkan tawaran pemotretan di Paris. Akhirnya, Vian dan Putri pulang berdua.

Kedekatan mereka beberapa hari selama di Paris membuat banyak perubahan, salah satunya mereka jadi terlihat lebih akrab, bahkan saat di bandara, Vian yang membawakan koper Putri.  Putri tersenyum geli saat melihat Vian menarik dua koper sekaligus, apalagi koper miliknya berwarna merah muda. Habisnya lelaki itu bersikeras

untuk tetap membawa koper Putri. Sepertinya, hubungan atasan dan bos sudah tidak terlalu tampak di antara mereka berdua.

Keduanya kompak memakai baju serba putih, Vian tampak sangat menawan dengan setelan jas putih dengan celana warna senada, sementara Putri, memakai dress selutut dengan aksen bunga-bunga kecil juga berwarna dasar Putih, tampak begitu anggun. Meskipun udara di Paris cukup rendah dan menusuk tulang.

“Putri, kamu nggak takut masuk angin?” goda Vian, sejujurnya dia senang dengan penampilan Putri hari ini,  bajunya membuat Putri semakin cantik, lebih cantik dari biasanya.  Polesan lipgloss di bibir Putri semakin

menambah kesan segar di wajah wanita itu, hingga membuat Vian ingin sekali mengecupnya, tentu saja itu tidak dapat ia lakukan.

“Hanya sebentar saja, kita akan segera terbang ke Indonesia,  jadi aku tidak akan membeku

hanya menunggu beberapa jam saja,”  sahut Putri dengan sangat ceria. Ia gembira, karena hanya akan berdua pulang dengan Vian. bahkan, Vian mengatur tempat duduk mereka bersebelahan. Ia cukup sadar

diri, siapa Vian dan Vian milik siapa, tetapi Putri ingin bahagia meskipun hanya sebentar saja di samping Vian. Berkali-kali, Putri memandangi wajah yang nyaris sempurna dari bos sekaligus suaminya itu, semakin di pandang, Putri semakin ingin melihatnya lagi dan lagi. Jantungnya seperti  bekerja lebih keras setiap berada di samping

Vian. gadis itu hanya bisa berharap dapat menyimpan perasaannya dengan Rapi.

“Kamu tidak akan beku selama ada aku di samping kamu.” Vian mencoba melontarkan gombalan pada Putri, membuat pipi gadis itu menampilkan semburat merah dan bibirnya melukiskan senyum yang begitu manis.

“Sejak kapan bos aku ini suka gombal!” Putri memukul pelan bahu Vian, membuat empunya meringis sedikit kesakitan. Kalau saja Vian bisa menghentikan waktu, ia ingin momen ini di perpanjang. Vian yang sudah hampir

berumur kepala tiga merasakan jiwa mudanya kembali bergelora saat berada di samping Putri. Meskipun, perasaannya ini hanya akan menjadi sekedar hiasan di dalam hubungannya dengan Vanessa. Meskipun sejujurnya, Vian ingin sekali memiliki Putri, tetapi wanita itu bukanlah perempuan sembarangan yang bisa ia

permainkan seperti pacar-pacarnya yang lain.

Putri wanita yang cukup berprinsip, apa yang ia lakukan juga tampak sangat tulus, terlebih dia juga perempuan yang di sukai oleh neneknya. Semenjak mengenal Putri lebih jauh, ia juga menyadari perbedaan besar dari wanita

itu di bandingkan pacar-pacarnya, Putri tidak matre, ia mengambil pekerjaan darinya karena dia memang tulang punggung keluarga. Selama beberapa hari yang lalu, Putri sempat menceritakan bagaimana kehidupan keluarganya di kampung.

“Sepertinya semenjak dekat sama kamu deh, Put.  Oh ya, jangan lupa tunjukin foto-foto liburan

kita berdua  ke nenek, supaya beliau percaya kita benar-benar bulan madu.”  Vian mengingatkan Putri dengan beberapa momen romantisnya dengan Vian selama beberapa hari terakhir, Vian bilang, semuanya hanya untuk keperluan dokumentasi agar bisa di tunjukkan pada nenek dan setelah itu Putri boleh

menghapusnya, tetapi sepertinya Putri tidak akan melakukan itu. Bahkan, ia berencana untuk mencetak beberapa foto.

“Siap. Pak Bos!”  Putri meletakkan tangannya di pelipis, seolah-olah sedang memberi hormat kepada Vian dan sontak prilakunya itu membuat Vian menjadi gemas.  Putri semakin tampak menarik bagi pria berkulit putih itu.

“Put, terima kasih...”  ucap Vian sambil menatap Putri penuh arti,

“Terima kasih untuk apa?”Putri balik menatap Vian dengan tatapan penasaran.

“Kamu sudah

bersedia membantuku.” Sahut Vian singkat.

“Kamu juga sudah membantuku, pekerjaan ini sangat berarti buatku. Aku berharap, suatu hari

dapat membuatkan tempat tinggal yang layak untuk keluargaku.” Mata Putri tampak

berkaca-kaca saat mengingat kembali kondisi rumahnya yang sangat memprihatinkan.

“Cita-cita kamu sangat mulia, kamu pasti bisa, Put. Aku mendukungmu. Mmm... aku punya

permintaan, boleh?” pertanyaan Vian menyedot perhatian Putri,  gadis itu menerka-nerka, apa yang menjadi

permintaan Vian.

“Tentu saja boleh,  kalau aku bisa mengabulkannya, pasti aku kabulkan. Asal jangan tiga permintaan, kalau tiga permintaan, mintanya jangan sama aku, tapi sama jin lampu ajaibnya Aladin.” Putri terkekeh

karena candaannya sendiri. Vian juga tidak mampu untuk menahan diri agar tidak tersenyum, hingga mata sipitnya nyaris tertutup.

“Bisa aja kamu, Put. Aku hanya mau satu permintaan, tetapi kamu wajib mengabulkannya.”

Vian  memasang muka serius, ia bahkan menghentikan langkahnya sejenak.

“Apaan, sih? Aku jadi makin penasaran dengan permintaan kamu. Jangan aneh-aneh, ya...”

Putri sedikit curiga pada Vian, pria itu hanya tersenyum mendengar pernyataan gadis di hadapannya.

“Aku nggak akan macam-macam kok, biasanya aku yang di apa-apain.” Sindir Vian, membuat

Putri kembali teringat kejadian malam itu. Seketika pipinya memerah seperti tomat.

“Jangan di ingetin lagi, aku malu.”  Putri menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ia berusaha menyembunyikan pipi merah yang sebenarnya sudah di ketahui oleh Vian.

“Kan hanya kita berdua yang tahu, kenapa harus malu? Santai saja. Tentang permintaanku,

aku ingin ikut kamu pulang ke kampung, boleh, kan?” Putri cukup terkejut mendengar keinginan Vian.  Bagaimana pria yang biasa hidup mewah itu akan bisa bertahan di gubuk reot milik orangtuanya?

“Tapi, apa kamu yakin? Rumah orangtuaku sangat buruk, aku tidak yakin kamu akan betah saat

tinggal di sana.” Rasa khawatir menyelimuti hati Putri, ia tidak bisa membayangkan Vian tidur di atas kasur tipis yang hanya beralaskan tikar usang untuk membatasinya dengan lantai rumahnya yang masih tanah.

“ Aku janji, tidak akan merepotkanmu. Tolong, Put... izinkan aku ikut kamu ke desa.”  Harapan Vian sangat besar untuk dapat ikut Putri ke area tempat tinggalnya, ia tidak bisa membayangkan harus berpisah

beberapa hari dengan wanita itu, membayangkannya saa membuat Vian merasa sedih.

“Baiklah, kalau kamu memaksa,  tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan selain mengabulkan. Sebelumnya aku hanya bisa memperingatkan, kalau tempat tinggalku di desa sudah sangat tidak layak.” Menurut Putri, tidak ada gunanya menutupi keadaannya, ia tidak pernah malu menunjukkan keadaan keluarganya, meskipun serba kekurangan, Putri merasa keluarganya yanga paling hebat.

“Put, aku hanya ingin mengenal keluargamu. Aku ingin tahu, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang lengkap seperti keluargamu. Darimu aku belajar, kekayaan bukanlah segalanya. Aku ingin belajar hidup apa adanya.” Perkataan Vian tampak sangat tulus.  Tentu saja dengan senang hati Putri mengabulkannya.

1
Ray Jepara
Lumayan
Ray Jepara
Biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rima baharudin
wih...... mulutmu vian, tunggu kebucinanmu
Rima baharudin
visualnya sudah bikin aku meleleh kaka😍
Fredy: masukkin kulkas lg mba biar ga meleleh 😂😂
total 1 replies
aihhh visual nyaaa 😍😍😍😍
harwanti unyil
jangan terlalu banyak menghina entr malah jadi buncin
Dewi Nurmalasari
suka cerita nya g b|rtele2 n g terlalu banyak jahat2 yg g masuk akal
Dewi Nurmalasari
lah dia duluan yg bilang mo nik@hin cwe lain malah dia yg lebih sakit h@ti
Dewi Nurmalasari
yg ad malah dirimu yg hnacur sndri, gaya2 nerima erjodohna,, nnt malah shock klo tau putri dh nik@h
Dewi Nurmalasari
ngarep bilang bos
Dewi Nurmalasari
awas lu nyesel
Iis Isma
thor kpn vian tahu klo udah di selingkuhin sama vanesa
luiya tuzahra
puuut kmpungmu dimana siih ?klw dr penngambarannya gubuk reot miskin banget.
luiya tuzahra
ini yg ada bukan putri yg cemburu tpi vian yg bakalan uring2an ma vanessa krn cmburu hahah...
luiya tuzahra
ajak dolion aja put
luiya tuzahra
keren amat gaji 3jt bisa kuliah bisa ngebiayain adiknya 2 sekolah SMP blum lgi bwt bayar kos + makan sehari2....
yenni
baca dari bab satu sampai 20,
mulai suka dan coment.
lanjut....
panty sari
kapan ka kelanjutan nya
panty sari
hubungin dion biar putri jalan sama dion aja dari pada jadi obat nyamuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!