maaf yah semuanya itu yg di atas bab satunya gx nyambung karna itu bukan , termasuk dalam bagian cerita yah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elin yudia ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
"**Assalamualaikum....
Seperti biasa nya aja yah, sebelum baca jangan lupa vote nya, dan sesudah baca like, sama tinggal kan jejak nya oky**.
**Terimakasih.....
Wassalamualaikum wr.wb.
🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊🐰🕊**
Pagi ini Reyhan sudah siap, akan berangkat kerja ke kantor nya, ia menitip kan Sarah pada Dina asisten pribadi Sarah. Reyhan tidak ingin terjadi sesuatu pada istri nya, dan calon anak nya.
"Sar, aku berangkat dulu yah, kamu baik-baik di rumah."
"Hmmm.... kamu juga semagat yah kerja nya, jaga mata mu, juga jaga hati mu. Jangan pernah berani melirik yang bening." Cerocos nya panjang kali lebar.
Reyhan hanya terkekeh, melihat istrinya yang terlalu posesif.
"Baik nyonya, begitu pun nyonya jangan melirik yang lain."
"Kalau aku melirik yang lain gimana?" canda nya.
Reyhan mendelik, ia kaget dengan ucapan Sarah.
Sarah hanya terkikik, melihat aura kemarahan, pada suami nya.
"Udah sanah, berangkat nanti telat lagi."
"Iya aku berangkat, kamu hati-hati yah di rumah."
"Siap bos."
Reyhan melangkah kan kaki nya keluar, dari rumah nya menuju mobil nya.
Reyhan berangkat tanpa ada rasa khawatir sedikit pun.
Sarah masuk dan diam di dalam kamar nya, ia menuruti apa kata suami nya. Sarah berniat ingin mandi, untuk menyegarkan tubuh nya. Sarah masuk kedalam kamar mandi, yang ada di kamar nya.
'Tok... tok.... ' pintu kamar nya di ketuk dari luar, Sarah tidak mendengar nya, dia tidak mendengar karna suara gemericik air.
"Nona apa kah anda di dalam?" tanya Dina, tapi masih belum ada sahutan.
"Nona apa kah anda baik-baik saja?"
Dina terus memangil-mangil Sarah, namun nihil tidak ada jawaban sedikit pun dari dalam.
Sarah keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi nya, ia mendengar Dina memangil nya, dari balik pintu.
Sarah berjalan menuju pintu kamar nya, 'cklek' pintu di buka oleh Sarah. Dan menampak kan Dina yang sedang berdiri di depan pintu.
"Nona apa kah nona baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja, Din. Kamu kenapa kok panik gitu?"
"Gak kenapa-napa kok, cuman khawatir aja. Soal nya dari tadi aku pangil, gak di jawab."
"Oh, aku lagi mandi, Din."
"Nona di bawa ada nona Natali, dia bilang ingin bertemu."
" Hmmm... baik lah, suruh dia menunggu. Aku mau pakai baju dulu."
"Baik lah, nona. Kalau gitu saya kebawah dulu."
"Iya silah kan."
Sarah menutup pintun nya, ia berjalan menuju lemari pakaian. Ia memilih pakaian santai saja, ia gak mau ribet apa lagi cuman di rumah, dan kehamilan nya juga baru menginjak usia empat minggu.
Belum terlalu besar jadi masih bisa menggunaka kaos, yang tidak terlalu ngetat.
Setelah menggunaka pakaian nya, ia menyisir rambut panjang nya. Setelah selesai Sarah keluar kamar, menuju ruang tamu.
*******
Sebelum Sarah turun,Dina sudah menyiap kan minuman, untuk Sarah dan Natali. Natali masih setia menunggu, di sofa ruang tamu sendiri.
"Silah kan di minum nona." Ucap Dina ramah.
"Iya terimakasih," ucap nya tak kalah manis, Natali sedang merencanakan sandiwara nya.
"Bisa tinggal kan aku sendiri?"
"Tentu saja nona," ucap Dina sopan, ia berlalu meninggal kan Natali sendiri.
"Aku yakin dengan obat ini, anak mu akan mati, " ucap Natali pelan sambil tersenyum jahat. Obat yang di masuk kan kedalam minuman Sarah, adalah obat untuk menggugur kan bayi yang ada di dalam kandungan, obat itu akan bekerja setelah tiga sampai emapat jam.
"Rasakan itu, Sarah. Setelah anak mu mati, aku yakin Reyhan akan marah besar padamu, dan dia akan mencerai kan mu."
"Aku gak akan biarin kamu hidup bahagia, dengan nya. Yang boleh hidup bahagia dengan nya, hanya lah aku. Hahhahhahhhhhh."
Natali tertawa dengan jahat nya, ia akan mencelakai anak yang ada di kandungan Sarah. Dan ia juga akan bermain-main, sebentar .
Sarah turun dari anak tangga menuju, ruang tamu yang sudah ada Natali yang sedang memain kan henpon nya.
Ia berjalan menuju di mana Natali berada, "sudah lama menunggu?" tanya nya pada Natali.
"Ahhh... tidak, aku belum lama kok, ayo duduk dong."
"Ahh.. iya, ehmmm... ada apa kamu kesini Nat?"
"Aku hanya ingin bermain saja dengan mu, apa tidak boleh?"
"Tentu saja boleh, Nat. Tidak ada yang melarang mu, Nat."
Sarah tidak tau saja jika Natali bukan nya ingin bermain biasa, melain kan bermain-main dengan nyawanya, dan janin nya.
"Gimana kamu sama Reyhan?"
"Gimana apa nya?" tanya nya yang tidak mengerti akan maksud Natali.
"Ehmm... maksud aku gimana hubungan kalian?"
"Baik-baik aja, dia juga makin sayang, dan perhatian."
Mendengar itu Natali tampak panas, bukan panas matahari, tapi panas du bakar oleh amar, Natali menutupi kemarahan nya dengan senyum palsu nya.
"Bagus dong, apa kalian udah ada niatan ingin punya anak?" tanya nya pura-pura, tidak tau.
"Sebener nya kami gak ada niatan untuk punya anak, tapi tuhan berkhendak lain, ia mengirim kan malaikat kecil kedalam tubuh ku." Ucap nya dengan antusias, ia sangat senang apa bila orang lain mengetahui, jika diri nya sedang mengandung.
"Syukur lah, jika kalian akan menjadi orang tua."
"Iya terimakasih yah, Nat."
"Iya sama-sama, Sar."
"Ehmm... kamu gak haus,Sar? aku haus banget, aku minum dulu yah."
"Aku belum haus, kamu aja."
"Kenapa?"
"Gak pa-pa, sih cuman belum haus aja."
"Ayo lah, minum aku gak enak minum sendiri."
"Hmmm... baik lah."
Sarah meminum setengah, gelas minuman nya. Natali yang melihat Sarah menghabis kan setengah gelas, tersenyum senang karna rencana nya udah berhasil walaupun satu.
"Bagus akhir nya, rencana ku berhasil." Ucap nya dalam hati.
"Sar kita main yuk." Ajak nya pada Sarah, ia akan merencanakan, aksi nya yang kedua.
"Tapi aku belum ngomong ke Reyhan, aku takut dia marah, kalau aku gak minta izin dulu."
"Udah kamu tenang aja, biar aku yang urus itu. Dia pasti akan mengizin kan, kok."
"Hmmm..... baik lah."
"Yaudah kita berangkat aja langsung yah?atau mau habisin dulu minum nya?"
"Berangkat aja lagsung, aku udah ngak haus lagi kok."
"Bener nanti kamu gak haus?"
"Kita bisa beli minum di jalan."
"Hmm.. baik lah."
"Aku mau bersiap dulu."
"Seperti itu saja, tidak perlu mengganti nya. Itu juga sudah bagus kok, apa lagi kamu lagi hamil bukan, jadi kami gak boleh terlalu lelah."
"Yaudah," Ntali dan Sarah pergi keluar rumah, Sarah juga lupa mengatakan, pada Dina kalau ia akan pergi keluar rumah.