NovelToon NovelToon
Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Di Panggil Ras Iblis Kedunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Fantasi Isekai
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agung Noviar

Perang antara manusia dan iblis telah mencapai titik terburuk. Kerajaan Beltrum, benteng terakhir bangsa iblis, berada di ambang kehancuran setelah kalah telak dari sihir suci umat manusia, Zetobia.

Dalam keputusasaan, para iblis melakukan ritual tabu: memanggil kesatria dari dunia lain.

Zeta, seorang mahasiswa biasa, tiba-tiba terseret ke dunia asing yang dipenuhi sihir dan pertumpahan darah. Namun, ia tidak dipanggil sebagai Pahlawan Kesatria, melainkan sebagai harapan terakhir bagi bangsa iblis!

Akankah Zeta menjadi penyelamat yang membawa kedamaian, atau justru menjadi pembawa kehancuran bagi kedua dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agung Noviar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33 Kesombongan yang Runtuh

Pertempuran di barisan kanan tidak berjalan sesuai rencana. Erika, Allen, dan Sofi yang biasanya sangat sinkron, kini dibuat kebingungan oleh pola serangan 3 Ksatria Suci Zetobia Lucan, Mizuna, dan Ren.

"Sial! Kenapa serangan kita tidak ada yang kena?!" umpat Allen sambil melompat mundur setelah pedang bayangannya hanya menebas udara kosong.

Setiap kali Allen mencoba menyerang dari bayangan, Ren akan menembakkan bola cahaya kecil yang menghapus semua bayangan di area itu secara instan. Di saat yang sama, Mizuna menggerakkan cambuk airnya dengan pola yang tidak masuk akal cambuk itu bisa membelah menjadi sepuluh dan menyerang dari sudut buta yang mustahil dihindari.

"Jangan melamun, Iblis!" teriak Lucan.

Lucan menerjang maju, tapi anehnya dia tidak menyerang dengan pedang. Dia hanya menghentakkan perisainya ke tanah. Tiba-tiba, gravitasi di sekitar Sofi dan Erika terasa menjadi sepuluh kali lebih berat.

"Ugh! Apa-apaan ini?! Tubuhku... berat sekali!" Sofi berlutut, napasnya memburu. Ia mencoba memukul, tapi gerakannya menjadi sangat lambat, sehingga Lucan dengan mudah menendang perutnya hingga Sofi terkapar.

Erika mencoba memanggil burung sihirnya untuk memberikan bantuan udara, namun Ren dan Mizuna melakukan gerakan sinkron yang aneh. Ren menembakkan cahaya ke cambuk air Mizuna, membuat air itu berkilau seperti cermin.

"Sihir Refleksi: Mirage Blade!"

Tiba-tiba, burung panggilan Erika kebingungan. Mereka melihat ada ratusan cambuk air di langit, padahal aslinya hanya ada satu. Burung-burung sihir itu pun hancur tercabik-cabik karena menyerang bayangan yang salah.

"Mereka... mereka tidak menyerang secara langsung," bisik Erika dengan wajah pucat. "Ren menggunakan cahaya untuk menipu mata kita, Mizuna menggunakan air sebagai media bayangan, dan Lucan mengendalikan ruang gerak kita dengan gravitasi. Kita tidak bisa menebak serangan siapa yang asli dan siapa yang palsu!"

Allen mencoba memaksakan serangan terakhir, ia melesat lurus ke arah Ren. Tapi di tengah jalan, posisinya tiba-tiba tertukar dengan Lucan yang sudah siap dengan perisai berduri.

BRAAAKK!

Allen terhantam keras dan terlempar ke arah Erika. Mereka bertiga kini berkumpul di satu titik, terluka, terengah-engah, dan benar-benar buta akan strategi lawan.

"Kalian tidak akan pernah bisa menebak pola kami," ejek Mizuna sambil memutar cambuk airnya. "Bagi kami, kalian hanyalah tikus yang sedang kami permainkan di dalam labirin."

Melihat rekan-rekannya bersimbah darah dan tidak berdaya karena tidak bisa menembus taktik lawan, di sinilah Erika mulai merasakan keputusasaan yang mendalam sebelum akhirnya amarahnya meledak mengingat pengkhianatan manusia…

"Lemah! Jadi begini sekarang kualitas Ksatria Iblis Beltrum?" ejek Lucan sambil menginjak tangan Allen yang terjatuh. "Kalian hanyalah sampah yang menunggu waktu untuk dibuang!"

Erika melihat kedua rekannya tumbang. Hatinya hancur, namun amarahnya mendidih. Ia teringat kembali pada sejarah yang diceritakan Putri Stella tentang pengkhianatan manusia dan kematian Zeka.

"Kalian... manusia-manusia tidak tahu diri!" Erika berteriak, air mata kemarahan mengalir di pipinya. "Kalian hidup karena belas kasihan kami, tapi kalian membalasnya dengan menyerang Wilayah kerajaan kami! Aku tidak akan membiarkan kalian melangkah lebih jauh!"

Melihat Erika yang tampak putus asa, 3 Ksatria Suci itu tertawa. Mereka merasa di atas angin dan berjalan mendekat untuk melakukan eksekusi akhir. Inilah saat yang ditunggu-tunggu.

Membalikkan Keadaan: Jebakan Triple Dark Bind

"Sekarang!" teriak Erika secara tiba-tiba.

Meskipun terluka parah, Allen menyeringai di bawah kaki Lucan. Ternyata, sejak tadi Allen sengaja membiarkan darahnya mengalir ke tanah bukan tanpa alasan. Darah itu telah bercampur dengan sihir bayangannya, membentuk garis-garis segel yang tidak terlihat di bawah kaki ketiga Ksatria Suci.

"Apa?! Tubuhku... tidak bisa bergerak?!" teriak Mizuna panik.

"Sihir Terlarang Iblis: Blood Shadow Prison!" Allen berteriak sekuat tenaga. Bayangan yang tajam muncul dari tanah, mengunci kaki dan tangan ketiga Ksatria Suci itu dengan sangat kuat.

Sofi bangkit berdiri dengan sisa tenaganya, matanya menyala merah. "Ini untuk semua penghinaan kalian!"

Sofi melesat ke arah Lucan yang tidak bisa bergerak. Dengan pukulan penguat fisik maksimal, ia menghantam perisai suci itu hingga hancur berkeping-keping. DUAARR! Lucan terlempar jauh dengan tulang dada yang remuk.

"Mizuna! Ren! Sekarang giliran kalian!" teriak Erika.

Erika memanggil burung phoenix hitam raksasa dari gerbang sihirnya. Burung itu menukik tajam ke arah Mizuna dan Ren yang masih terikat bayangan Allen.

"TIDAAAKKK! LEPASKAN!" jerit Ren ketakutan.

"Lenyaplah dalam kegelapan!" Erika mengayunkan tongkat sihirnya. Ledakan hitam pekat menelan posisi Mizuna dan Ren. Debu dan asap membumbung tinggi. Saat asap menipis, ketiga Ksatria Suci itu tampak terkapar tak berdaya di tanah. Mereka tidak tewas, tapi energi sihir mereka habis total dan tubuh mereka di penuhi luka.

Erika, Allen, dan Sofi berdiri terengah-engah, tubuh mereka penuh luka, tapi mata mereka memancarkan kepuasan. Mereka berhasil menunjukkan bahwa kesombongan manusia bisa dihancurkan dengan tekad yang kuat.

“Sudah kita harus menjaga mereka jangan sampai mereka kabur atau di ambil balik oleh pasukan Zetobia, setelah perang ini selesai kita akan bawa mereka ke istana karena kita akan mengintrogasi mereka” ucap Erika yang terengah engah

“Iyaa Erika kalo begitu aku akan membantu Jendral Lytia melawan Airi” balas Allen

“Tidak usahh kita harus tetap disini menjaga barisan kanan” Balas Erika lagi

1
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
syng sekali....gw agak Ragu....jgn lupa mereka msh ingin perang lg
Frando Wijaya
syngny gw ragu
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
ini pasti Dr ulah cincin itu..yg ambil tubuh zeta secara paksa
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
hmph....kau emng terkuat....tpi kau lupa 1 fakta...kau tuh hanyalh manusia biasa....
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
jgnkn jenderal suci...yg adany iblis manusia
Juun
harusssnya Zeta menang mudahh💪💪
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
btw next Thor 😃😆🤩
Frando Wijaya
lgi2 deh 🙄
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
Zetavia: maksih bangg hehehe
total 1 replies
Frando Wijaya
kartu AS yg sihir terlarang? hmph 😒
Frando Wijaya
jiah! tanggung bgt!
btw next Thor 😃😆🤩
Juun
asikkk seru bangett😍
Frando Wijaya
hmph 😏....kita lht aja...btw next Thor 😃😆🤩
Zetavia: terima kasih kak😍😍😍
total 1 replies
Frando Wijaya
next Thor 😃😆🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!