NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:24.3k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Lelang Pembuka Identitas.

"Angkat wajahmu, jangan menunduk."

Bisikan dingin itu terdengar di telinga Lea tepat saat pintu mobil yang Gio kemudikan terbuka. Cahaya blitz menyambut keduanya begitu Angkasa menjulurkan kakinya keluar dan mengulurkan satu tangannya untuk membantu Lea turun dari mobil. Puluhan fotografer berdesakan di balik garis pembatas karpet merah, berebut menangkap empat orang yang baru saja datang dimana salah satunya adalah wanita.

Lea mengerjap sesaat, menyesuaikan penglihatannya dengan kilatan blitz yang terus saja datang. Ia merapatkan jas hitam Angkasa yang masih tersampir di bahunya menutupi punggungnya yang terbuka. Jas kebesaran yang justru memberikan kesan bahwa ia berada di bawah perlindungan mutlak sang raja mafia yang belum mereka kenali wajahnya.

Namun, dengan Angkasa yang berdiri di samping Lea, serta Marco dan Gio di belakang keduanya membuat semua orang bisa menebak jika mereka bukan orang yang bisa diremehkan.

Mereka memasuki Grand Ballroom hotel dengan alunan lembut melodi piano bercampur dengan dengungan percakapan puluhan tamu. Aroma parfum mahal dan champagne menguar memenuhi udara.

Namun, begitu langkah Angkasa dan Lea sampai di tengah ruangan, suasana mendadak senyap sesaat, sebelum berubah menjadi bisik-bisik riuh.

"Apakah salah satu dari tiga pria itu adalah Tuan Costa?"

"Bos mafia itu? Kabarnya, lelang malam ini Tuan Costa akan datang, tapi di antara kita, siapa yang mengenali wajahnya? Aku penasaran."

"Lihat wanita itu. Cantik, tapi tatapannya sangat dingin. Persis seperti pria di sampingnya."

"Aura mereka juga membuat aku tidak berani mendekat."

Lea mendengar semua yang mereka ucapkan, tapi ia tak gentar. Sebaliknya, ia justru melingkarkan satu tangannya ke lengan Angkasa tanpa menurunkan pandangannya.

Angkasa melirik tangan Lea yang melingkar di lengannya. Sudut bibirnya terangkat tipis.

Dalam jarak beberapa meter dari tempat mereka berada, Luwis bergeming di kursinya. Gerakan tangannya saat akan menyesap minuman terhenti saat netranya menemukan sosok Angkasa bisa berjalan normal seolah tidak terjadi apa-apa.

"Bagaimana mungkin?" batin Luwis tak percaya. "Jelas jelas ..." ia tidak melanjutkan kata, mengeluarkan ponsel untuk membuka pesan yang ia terima dari Vito.

"Dia hanya duduk di sofa."

"Dia akan datang ke acara lelang."

Dan pesan lain yang menyebutkan jika Angkasa dalam keadaan tidak baik-baik saja. Wajah Luwis terangkat, kembali menatap Angkasa. Ia sudah membayangkan Angkasa datang dengan duduk di kursi roda, namun fakta jika kaki Angkasa masih berfungsi dengan baik meruntuhkan praduganya.

Ia menggulir layar ponsel, mencoba menghubungi Vito lagi, namun panggilannya tidak diangkat. Kembali mengirim pesan pun tidak lagi dibalas.

Pandangan Luwis kini beralih pada wanita yang berada di sisi Angkasa. Sungguh hal yang tidak biasa jika Angkasa akan datang bersama seorang wanita. Ia tersenyum, kemudian bangkit berdiri. Berjalan mendekati Angkasa.

"Wah ...wah ...wah... Lihat siapa yang akhirnya keluar dari sarangnya setelah beberapa hari mengurung diri."

Suara bernada ejekan Luwis memecah kerumunan, mengambil alih atensi semua tamu untuk menatap padanya.

"Senang melihatmu baik-baik saja .... Angkasa," ujarnya lagi dengan suara sengaja dibuat lantang.

Hening.

Tatapan Angkasa menajam sepersekian detik, peringatan nyata pada kakak tirinya bahwa tindakan sang kakak sudah melewati batas. Ada janji di antara mereka di mana Angkasa meminta sang kakak agar tidak menyebut namanya di depan umum, yang sayangnya sudah dilanggar. Dan sekarang, wajah yang selama ini ia tutup rapat dari semua orang, terbuka sudah.

Semua orang terperangah, mengulang satu kata yang Luwis ucapkan.

Angkasa?

Tamu-tamu mulai berbisik dengan keterkejutan di wajah mereka. Telinga mereka mendengar nama Angkasa disebut, yang artinya sosok pria yang ada di depan mereka adalah Angkasa Kalvandra Costa yang selama ini hanya mereka ketahui sebatas nama tanpa wajah. Dan sekarang, wajah Angkasa berdiri di depan mereka.

Wajah Marco memucat, secepat kilat memberikan peringatan tegas pada semua tamu untuk tidak membiarkan kebenaran itu menyebar. Namun, Angkasa mengambil langkah yang tidak pernah Marco duga.

"Biarkan saja, Marco," ucap Angkasa tenang. "Kali ini, biarkan semua orang tahu wajah asliku. Mungkin memang ini yang dia inginkan." lanjutnya menunjuk Luwis menggunakan dagunya.

Luwis terdiam beberapa detik. Tidak menyangka Angkasa akan bersikap demikian.

"Woah ...aku terkesan." Luwis kembali bersuara, memasukkan satu tangan ke saku celana. "Kau benar-benar membuka identitasmu di depan umum. Kupikir kau akan mengelak seperti biasa. Apakah itu karena nona ini?" lanjutnya beralih pandang pada Lea yang sejak tadi memilih diam. Sejenak, tatapannya terpaku pada jas Angkasa yang tersampir di bahu Lea, membuat ia berkesimpulan bahwa Lea bukan sekedar wanita pajangan yang menemani Angkasa malam ini.

Hening.

Lea yang biasanya akan bersuara ketika seseorang memberikan aura dominan padanya dan memberikan serangan balasan, kini memilih diam seribu bahasa. Netranya mengamati wajah Luwis, tetapi otaknya berusaha menggali ingatan yang terlupa.

"Jadi ...kau datang bersama wanita penghibur?" Luwis tersenyum miring. "Sangat tidak biasa."

Pertanyaan itu membuat rahang Angkasa mengeras, tetapi ia tidak ingin membuat keadaan berada di luar kendalinya. Ia tahu, di pikiran kakak tirinya, tentu muncul pertanyaan mengapa ia baik-baik saja setelah berhasil membuat dirinya meminum racun tanpa ia sadari. Dan ia tidak akan membiarkan jawabannya diketahui secepat itu. Profil tenang sang kakak yang ia lihat sekarang hanya untuk menutupi hatinya yang mulai gusar karena rencana tidak berjalan sempurna.

"Jaga bicaramu," sahut Angkasa datar, namun menyiratkan ancaman dalam suaranya. "Dia bukan wanita penghibur, tapi ...dia calon istriku."

Jawaban itu meluncur begitu cepat.

Marco tersedak ludahnya sendiri. Gio melotot tak percaya sambil menggosok telinganya. Luwis menaikkan alis singkat, kemudian tertawa. Sementara Lea, wanita itu menoleh cepat ke arah Angkasa dengan protes tak terucap, tersadar dari lamunan sepenuhnya. Belum sempat ia membuka suara, tangan Angkasa sudah melingkari pinggangnya, menariknya posesif hingga tubuh keduanya saling menempel.

"Kau sedang berpura-pura, aku tahu itu," Luwis berkomentar setelah tawanya mereda.

"Aku bahkan tidak butuh kau percaya," sahut Angkasa tersenyum miring.

Senyum di bibir Luwis perlahan mulai patah, hatinya mulai gusar mengingat surat perjanjian yang pernah ia bahas bersama Angkasa.

"Lea."

Belum juga ketegangan itu mereda, suara bariton lain tiba-tiba menyela. Menarik atensi ketiganya untuk menoleh, hanya untuk mendapati sosok Samuel berdiri beberapa langkah dari tempat mereka berada bersama Sania di sampingnya.

. . . .

. . . .

To be continued...

1
Zenun
mungkin kau sudah mulai menyukainya
Zenun
tapi aku merasa Angkasa yang menyelamatkan mu
j4v4n3s w0m3n
up mana up buat amunisi hari ini🤭🤭
j4v4n3s w0m3n: 🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭
total 4 replies
Zhu Yun💫
Angkasa sudah mulai menggila memang kok.. 🤣🤣
Zhu Yun💫
Biar kamu cari tahu sendiri orangnya... kerja keras 🤭🤭🤭
Zhu Yun💫
Pria itu pasti si Angkasa 🤭🤭
Zhu Yun💫
Tanda cinta... eaaaa🤣🤣🤣🔥🔥
Zhu Yun💫
Pilih aman ya, Gi... takut disembur angkasa kalau pulang 🤭🤭
Zenun
Nah, itu yang ingin aku katakan🤭
Nda
novel mu,luar biasa thor
〈⎳ FT. Zira: wah.. terima kasih banyak kaka🫰❤️❤️
total 1 replies
j4v4n3s w0m3n
lanjut ahhhh
j4v4n3s w0m3n
tekateki mulai terbuka dikit dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
yang
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
terdengar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
badan
depan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤣🤣🤣🤣🤣sama
total 4 replies
Teteh Lia
darah dari leher na... duh aku jadi kebayang waktu op kemaren 😢
Teteh Lia
gelas ketiga 😱. nda mules tah ya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ingin ku teriaaakkk "angkasaaaaa"
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/ aku bacanya sambil nyanyi/Facepalm/
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
fix sih, si aksa juga rebirth ini
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: klo ga bened y salah 😜
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
angkasa dng. apa krn itu makanya lea di notice si aksa? 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!