Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Syarat
Mereka bertiga adalah Kimberly, Adrian dan Alma di mana mereka bertiga melihat dan mendengar apa yang dikatakan Diego, Asisten Mike dan Valen.
"Kakak sama sekali tidak menyangka sebelum kita bertindak, wanita jahat itu sudah pergi sendiri." Ucap Adrian sambil melihat Diego dan Asisten Mike keluar dari ruangan tersebut.
"Daddy, ternyata cukup pintar juga. Karena bisa membuat wanita jahat itu langsung mundur setelah Daddy mengatakan hal itu." Puji Alma.
"Menurutmu, apakah kita harus kembali ke rumah?" Tanya Adrian.
"Tidak. Lebih baik kita jalan-jalan sebentar tapi dengan satu syarat jangan sampai ketahuan Daddy." Jawab Alma.
"Ok." Ucap Adrian sambil memakai penutup kepala boneka begitu pula dengan Alma.
Kemudian mereka berdua berdiri dan bersiap untuk melihat sekeliling ruangan Diego namun belum ada dua langkah seorang wanita cantik berdiri sambil bertolak pinggang.
Wanita cantik tersebut bernama Kimberly, di mana Kimberly datang menemui mereka berdua setelah melihat Diego dan Asisten Mike keluar dari ruangan tersebut. Sedangkan Adrian dan Alma yang tidak ingin ketahuan langsung berbaring di lantai dan pura-pura menjadi boneka.
"Jangan berpura-pura, Mommy tahu kalau kalian berdua adalah Adrian dan Alma." Ucap Kimberly.
"Lebih baik kalian berdua cepat pulang ke rumah sebelum kalian ketahuan Daddy." Sambung Kimberly yang tidak ingin rahasianya terbongkar.
Sambil berbicara Kimberly berjalan ke arah ke dua anak kembarnya kemudian jongkok. Ketika Kimberly ingin membantu Alma berdiri tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dan suara kursi roda.
Hal itu membuat Kimberly diam membatu begitu pula dengan Adrian dan Alma. Hal ini dikarenakan mereka tidak ingin rahasia mereka terbongkar.
"Kimberly, kamu belum pergi?" Tanya Diego.
Kimberly yang mendengar suara yang sangat familiar langsung membalikkan badannya dan melihat Diego bersama Asisten Mike.
"Aku ... (sambil berpikir) ... Aku sudah janji mau membelikan Arnold hadiah dua boneka beruang karena itu Aku sudah membelinya. Aku sangat yakin kalau Arnold pasti menyukainya." Jawab Kimberly sambil memperlihatkan dua boneka beruang seukuran anak kecil.
Diego dan Asisten Mike langsung menatap ke arah ke dua boneka beruang tersebut yang sedang berbaring.
"Apakah kamu tadi menguping pembicaraan kami?" Tanya Diego penasaran.
"Aku ..." Ucap Kimberly menggantungkan kalimatnya.
"Kamu jangan kuatir. Meski Aku sangat menginginkan desain itu tapi bukan berarti Aku akan menerima semua syarat darinya." Ucap Diego yang tidak ingin terjadi kesalahpahaman.
"Memangnya Valen ingin mengajukan syarat apa?" Tanya Kimberly pura-pura tidak tahu.
"Itu tidak penting karena Aku sudah menolaknya." Jawab Diego sambil menatap ke arah jam tangan mahalnya.
"Sayang sekali kita sudah terlambat pergi ke kantor catatan sipil. Jadi besok saja kita mendaftarkan pernikahan kita." Ucap Diego.
"Baik. Sekarang Aku ingin pulang karena Arnol masih menungguku di rumah." Ucap Kimberly sambil membalikkan badannya.
Kemudian Kimberly mengangkat ke dua boneka yang berisi ke dua anak kembarnya. Awalnya Asisten Mike ingin membantunya namun Kimberly menolaknya lalu Kimberly pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ternyata Nyonya Diego sangat peduli sama Tuan Diego dan sangat menyayangi Tuan Muda Kecil. Bahkan Nyonya Diego membawakan dua boneka sebesar itu tanpa memerlukan bantuanku untuk Tuan Muda Kecil." Puji Asisten Mike sambil menatap kepergian Kimberly begitu pula dengan Diego.
Selesai mengatakan hal itu Asisten Mike mendorong kursi roda ke arah ruang kerjanya. Sedangkan Kimberly masih berjalan sambil mengangkat ke dua boneka beruang tersebut ke tempat yang sepi.
Setelah di rasa cukup sepi di mana Kimberly menurunkan ke dua boneka beruang ke tempat tangga darurat yang jarang digunakan karyawan dan karyawati.
Adrian dan Alma langsung melepaskan penutup kepala beruang lalu meletakkannya di lantai. Setelah itu ke dua anak kembar tersebut berjalan ke arah Kimberly lalu memeluknya.
"Mommy." Panggil Adrian dan Alma dengan nada manja.
"Sudah berapa kali Mommy katakan, jangan pernah muncul di hadapan Daddy tapi kalian tetap saja tidak mendengar apa yang Mommy katakan. Terlebih kasihan Amanda yang tidak punya waktu santai karena harus mengawasi kalian dengan menggunakan cctv." Omel Kimberly.
"Mommy, Mommy jangan marah ya? Kami semua sangat mengkuatirkan Mommy." Ucap Alma.
"Mommy, kami ingin secepatnya berkumpul dengan Kak Arnold." Ucap Adrian.
"Tolong beri Mommy waktu sedikit lagi untuk menyelesaikan masalah." Ucap Kimberly yang tidak tega memarahi ke dua anak kembarnya.
"Baik." Jawab Adrian dan Alma dengan serempak sambil tersenyum manis.
Kemudian mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut menuju ke arah lift namun sebelumnya Kimberly menghubungi putri ke empat yang bernama Amanda.
Di mana Kimberly meminta Amanda untuk meretas cctv agar mereka tidak ketahuan oleh orang yang mengenal Kimberly termasuk Diego dan Asisten Mike.
Di ruangan yang berbeda di mana Valen membawa dua gelas yang berisi kopi hitam untuk Diego dan susu coklat untuk dirinya.
Valen berjalan dengan santai menuju ke ruangan Diego di mana Diego sedang memeriksa dan menandatangani dokumen dengan ditemani Asisten Mike.
"Katakan apa syaratmu? Jika Aku bisa melakukannya, maka Aku akan memenhi permintaanmu." Ucap Diego yang melihat Valen masuk ke dalam ruangannya.
"Karena Aku tidak bisa menikah denganmu maka Aku hanya bisa meminta uang. Soal jumlahnya ... (menjeda kalimatnya) ... Terserah Kak Diego saja." Jawab Valen sambil meletakan dua gelas tersebut di atas meja Diego.
"Baiklah." Ucap Diego dengan singkat.
"Kak Diego, selama ini Aku tidak pernah mengecewakanmu dan jarang sekali Aku bisa membantumu. Tapi kali ini Aku bisa membantumu demi kebaikan yang selama ini Kak Diego berikan padaku." Ucap Valen.
"Kak Diego, mari kita bersulang." Ucap Valen sambil memberikan gelas ke Diego.
"Baik." Jawab Diego sambil menerima gelas yang berisi kopi.
Valen hanya tersenyum kemudian mengambil gelas yang berisi susu coklat lalu menatap Diego sambil tersenyum licik ketika Diego meminum kopi buatannya.
"Aku akan meminta Asisten Mike untuk menyusun kontraknya sekarang." Ucap Diego.
"Oke." Jawab Valen sambil masih tersenyum.
"Setelah kamu menerima uang muka, kamu harus menyerahkan semua draft desain termasuk usb ke bagian wakil manager desain karena kepala manager sudah keluar seminggu yang lalu." Ucap Diego.
"Baik." Jawab Valen dengan patuh.
"Jika semuanya lancar kamu akan segera menerima sisa pembayarannya." Ucap Diego.
Valen hanya menganggukkan kepalanya hingga beberapa saat Diego merasakan tubuhnya panas. Hal itu membuat Diego menarik dasinya sedangkan Valen yang melihat hal itu langsung berjalan ke arah Diego namun dihalangi oleh Asisten Mike.
"Kak Diego, Kak Diego kenapa?" Tanya Valen pura-pura tidak tahu.