Tiga tahun sudah Lisa menikahi kakak iparnya tanpa ikatan cinta. Berbanding terbalik dengan Galih Almarhum suaminya yang begitu tampan, humoris dan begitu perhatian. Sikap Angga justru kebalikannya. Dia lelaki yang abai, tak banyak bicara dan kaku. Lisa bak menikah dengan robot. Tak ada yang menarik dalam pernikahan kedua lisa ini. Lisa hampir gila, hingga mengajukan perceraian pada mantan kakak iparnya itu. Angga menolak, lelaki itu berubah. Akankah Lisa tetap bertahan atau kembali meminta berpisah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Lisa pagi ini membantu Lila membersihkan rumah kecil mereka. Lisa tidur di bawah beralaskan kardus bersama Lila. Nenek Ratmi tidur di kasur kecil yang sudah usang. Tadinya nenek meminta Lisa saja yang tidur di atas. Tapi Lisa mengatakan jika dia sudah baik-baik saja, jadi memilih tidur di bawah.
Lila juga memasak nasi dengan kayu seadanya di dapur belakang, hal itu membuat Lisa begitu miris. Dia ingin segera mendapatkan pekerjaan agar bisa membeli kompor dan penanak nasi.
selesai membersihkan ruangan itu, Lisa berniat membantu Lila memasak.
"Biar kakak aja yang masak"
"Nggak usah, ini sudah mau selesai"
Lisa menatap tahu yang sudah di bumbui, dia berniat menggoreng tahu itu, namun tiba-tiba perutnya merasa mual.
"Week week"
Lila yang melihat Lisa langsung berlari, dia memijat pundak Lisa dengan hati-hati.
"Kakak sakit lagi? Pasti karena kemarin kita pergi terlalu jauh"
Lisa mengagguk pelan, mungkin juga begitu, sejak dia bangun, Lisa jadi mudah pusing, kemarin dia juga dia merasa mual tapi tidak sampai muntah, Lisa masih bisa menahannya. Tapi tadi saat dia mencium aroma bawang putih yang ada di tahu itu, perut Lisa langsung mual hebat, Lisa tak bisa menahan bau bawang yang begitu menyengat itu.
Nenek Ratmi segera ke belakang saat mendengar Lisa muntah-muntah. Dia takut Lisa jatuh sakit lagi.
"Kamu tidak apa-apa nak?"
"Tidak apa-apa nek"
"Kamu istirahat saja"
Lisa setuju dengan itu, dia tidak mau sakitnya lebih menjadi dan jadi beban lagi untuk Lila dan nenek.
"Sini nenek pijat"
"Tidak usah nek" tolak Lisa.
Pagi ini sudah ada dua orang yang minta di pijat oleh nenek Ratmi, Nenek Ratmi pasti sudah lelah. Lisa tidak ingin membuat nenek makin lelah.
"Sudah sini naik ke ranjang, semua orang di sini kalau masuk angin juga datang kesini minta di pijat nenek"
Nenek Ratmi menarik tangan Lisa agar berbaring di ranjang kecil itu.
"Tapi nek?"
"Sudah tiduran saja dulu"
Lisa terpaksa setuju, Lisa tidur terlentang di kasur itu. Nenek Ratmi mulai memijit.
"Kaki kamu kencang sekali, sepertinya kamu pernah berlari begitu jauh" Gumam Nenek yang memang merasakan otot kaki Lisa begitu kaku.
Lisa diam saja, sejak dia bangun kakinya memang sakit, apalagi kemarin dia berjalan kaki cukup jauh untuk sampai ke kontrakan nya.
Lisa menikmati pijatan nenek Ratmi, hingga saat nenek menyentuh perut Lisa. Nenek Ratmi di buat terkejut saat menyadari sesuatu.
"Astagfirullah"
Ucap nenek langsung menjauhkan tangannya dari perut Lisa.
Lisa sedikit terkejut, dia memandang bingung ke arah nenek Ratmi.
"Kenapa nek?" Tanya Lisa.
"Kamu sudah menikah nak?" Tanya Nenek Ratmi.
Lisa makin bingung, kenapa tiba-tiba nenek menanyakan hal itu? Lisa bahkan sama sekali belum pernah pacaran, apalagi menikah.
Lisa menggeleng pelan, membuat nenek makin terkejut.
"Kalau kamu belum menikah, lalu anak siapa yanga ada di rahim kamu?"
Bak di sambar petir di siang bolong, jantung Lisa seakan ingin lepas dari tempatnya. Lisa menggeleng pelan. Mana mungkin dia hamil? Dia tidak pernah dekat dengan lelaki manapun.
"Lisa cuma masuk angin nek, Lisa nggak hamil"
"Ada janin di rahim kamu nak"
Lisa kembali menggeleng pelan, air matanya turun tanpa di minta, dia bukan wanita gampangan yang mudah di buai lelaki. Dia tu tidak pernah tidur dengan lelaki manapun. Bagaimana bisa dia hamil?
"Nenek pasti salah"
"Nenek yakin nak, ada janin di rahim kamu, mungkin baru satu atau dua bulan, janin itu masih sangat kecil"
"Tapi nek Lisa belum_" Lisa tidak bisa melanjutkan ucapannya, dia menangis di pelukan nenek Ratmi.
Nenek Ratmi mengusap bahu Lisa, dia tahu Lisa bukanlah wanita nakal, gadis ini begitu lembah lembut dan baik.
Di pojok ruangan itu, Lila mendengar semuanya, Lila akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada Lisa ke neneknya.
Nenek Ratmi mengagguk pelan, jadi ingatan Lisa berhenti di tahun 2022? Sekarang sudah tahun 2026. Lisa melupakan memori selama empat tahun di kota ini.
Mungkin saja Lisa sudah bersuami di tahun sebelumnya. Melihat kondisi Lisa saat di temukan, Lisa pasti sedang di kejar seseorang dan ingin menyelamatkan diri.
"Kamu mau nenek bawa ke kantor polisi? Kita cari tahu siapa keluarga kamu"
Lisa menggeleng cepat, dia takut keluarganya jahat dan ingin dia m*ti.
"Lisa ingin di sini saja nek"
"Tapi kita harus cari tahu siapa ayah anak kamu"
Lisa menggeleng cepat, dia tidak ingin mengingat itu, kepalanya selalu berdenyut hebat saat dia berusaha mengingat masa lalunya.
"Lisa akan membesarkan anak ini sendiri nek, Lisa takut terluka lagi"
Nenek Ratmi mengagguk, dia tidak ingin memaksa Lisa.
"Kalau begitu besok ke bidan ya? Kita periksa kehamilan kamu"
Lisa kembali menolak, dia tidak mau menjadi beban di sini.
"Lisa baik-baik saja nek"
****
Tari semalaman tidak bisa tidur, dia terus teringat mimpi itu, pagi ini Tari memutuskan pergi ke makam Lisa. Ini untuk pertama kali dia datang. Tari selama ini tidak yakin kalau jasad waktu itu adalah Lisa. Jadi Tari meyakinkan dirinya jika Lisa masih hidup. Dia sama sekali tidak mau datang ke makam ini. Tapi karena mimpi semalam, dia memutuskan untuk datang.
Tari membawa satu buket bunga kesukaan Lisa, dia juga membawa foto mereka berdua ke makam itu.
Sampai di sana, Tari melihat ada banyak sekali bunga yang sama. Tari tersenyum melihat bunga-bunga segar itu.
"Manis sekali pak Angga, dia selalu mengirimi kamu bunga segar" Kekeh Tari berusaha tersenyum di makam sahabatnya.
"Maaf ya aku baru datang, aku tidak yakin yang ada di makam ini kamu, aku tidak percaya kamu pergi begitu cepat Lisa. Maaf ya? Aku selalu jadi sahabat yang terburuk. Aku bahkan belum meminta maaf ke kamu Lisa. Aku terlalu kesal karena kamu menutupi pernikahan kamu. Kenapa kamu menyembunyikan pernikahan kamu dari aku selama bertahun-tahun? Aku merasa bukan sahabat kamu lagi, kamu terlalu punya banyak rahasia, tapi kamu harus tahu, aku selalu kangen sama kamu Lisa, aku kangen makan bakso bareng sama kamu di depan kantor"
Tari kembali menangis terisak di atas makam itu, sampai seorang anak kecil menghampiri nya.
"Kata nenek kalau keluarga meninggal jangan di tangisi kak, lebih baik di do'akan saja" Ujar anak kecil itu.
Tari menoleh sambil mengusap air matanya, melihat anak kecil itu, dia langsung tersenyum.
"Terima kasih adek, kakak nggak akan nangis lagi"
Anak kecil itu tersenyum.
"Kakak yang di makam ini pasti baik sekali, kemarin ada Ibu-ibu datang kesini, dia ngasih uang banyak ke Lila karena sudah membersihkan dan menata bunga-bunga di makam ini, ada juga om-om galak yang selalu marah saat Lila bilang jangan ditangisi om, sekarang ada kakak cantik juga"
dari ucapan anak kecil ini, Tari langsung bisa menebak siapa om-om galak itu. Itu pasti Angga.
"kamu tiap hari ke sini?" Tanya Tari pada anak kecil yang mengaku sebagai Lila itu.
"Lila kerja di sini kak, bersihin makam di sini"
"Terima kasih ya sudah bersihin makam sahabat kakak"
Lila mengagguk cepat, dia ingin pergi tapi Tari mencegahnya. Tari ingin memberi hadiah juga pada anak ini yang sudah membersihkan makam sahabatnya. Tari ingin mengambil uang di dompetnya, namun foto yang dia pegang terjatuh ke tanah.
Lila mengambilkan foto itu, dia membersihkan foto itu dengan bajunya. Saat melihat gambar di foto itu Lila begitu terkejut.
"Kak Tari?" Ucap Lila membuat Tari yang ingin memberikan sedikit uang ke Lila jadi mengerutkan kepala.
"Kamu tahu nama kakak?" Tanya Tari begitu terkejut.
Lila mengagguk cepat, sambil menunjuk foto di bingkai itu.
"Ini kakak kan?"
Lila menunjuk foto Tari di bingkai itu.
"Yang di sebelah kakak ini kak Lisa, dia tinggal sama Lila sekarang"
Mata Tari membulat sempurna, dia benar-benar terkejut mendengar ucapan anak kecil di depannya ini.
"Ka_ kamu yakin dek?"
Lila mengagguk cepat, dia sangat yakin kalau gambar di foto itu adalah kakak Lisa.
instingmu kuat Lis, itu suami kamu btw..
masih di fase sad ya men temen 🤭🙏
btw smg lisa n bik sum ga kenapa2
gws ya🙏
mungkin besok tidak up dulu 🙏🙏