NovelToon NovelToon
Dialah Sang Terpilih

Dialah Sang Terpilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Penyelamat
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Charlotte, gadis yatim piatu ini tiba-tiba ditemukan oleh keluarganya dan dibawa pulang ke kerajaan Matahari, tempat kelahirannya. Alih-alih bahagia setelah ditemukan oleh keluarganya, gadis empat belas tahun justru mengalami kehidupan yang menyedihkan dibandingkan kehidupannya sebelumnya, sebagai tuna wisma di kerajaan cosmos dimana dia tinggal sebelumnya karena tak memiliki kekuatan dalam tubuhnya sehingga dianggap sampah dan aib bagi keluarganya.
Untungnya, ketika tengah berada diambang maut, ia tak sengaja bertemu dengan penyihir Beatrix yang juga mengalami nasib sama sepertinya.
Penyihir Beatrix yang tak ingin meninggal sia-sia dan ingin ada yang membalaskan dendamnya, memilih Charlotte sebagai orang yang dia warisi semua kekuatan hebat didalam tubuhnya.
Setelah diwarisi kekuatan dari penyihir Beatrix, bagaimana kehidupan Charlotte selanjutnya?
Apakah ia mampu mengubah garis takdirnya?
Ikuti semua kisahnya dalam cerita ini
Happy Reading...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGELOMPOKKAN BAHAN OBAT

Charlotte de Fleur mengabaikan wajah Tuan Silvester yang tampak kesal ketika meninggalkan Kediaman de Fleur dan meminta para prajurit penjaga gerbang untuk membukakan pintu gerbang utama.

Setelah gerbang terbuka gadis itu berjalan dengan santai melewati halaman depan kemudian masuk ke dalam rumahnya.

Saat pertama kali masuk ke dalam rumah ia melihat kakak keduanya, Andreas de Fleur tengah duduk termenung di ruang keluarga dengan wajah sedih.

"Apa yang Tuan Muda Andreas de Fleur lamunkan dengan wajah sedih seperti itu?", tanya Charlotte de Fleur yang berjalan menghampiri kakak laki-lakinya itu.

"Mengapa kau masih tetap memanggil kakak laki-lakimu dengan sebutan Tuan Muda?", balas Andreas dengan tatapan sedih.

Adik perempuannya itu sepertinya masih belum bisa memaafkannya dan sangat membencinya saat ini hingga tak sudi memanggilnya kakak.

Semua yang telah ia dan kakak pertama laki-lakinya lakukan memang sesuatu yang sulit untuk dimaafkan, dan ia merasa wajar jika adiknya masih marah terhadap mereka saat ini.

"Apakah Anda menganggap saya sebagai seorang adik?", tanya Charlotte dengan wajah polosnya.

Andreas de Fleur kembali tercekat dengan ucapan adiknya."Maaf karena selama ini telah membuat hidup mu sangat menderita. Aku benar-benar menyesalinya", ucapnya dengan mata berkaca-kaca, tak lama setelahnya ia menangis dan menyesali semua perbuatan buruk pada Charlotte de Fleur selama ini.

Charlotte de Fleur yang melihat ketulusan kakak keduanya berniat untuk memberikannya satu kesempatan lagi.

"Baiklah aku sudah memaafkan mu, jadi jangan mengulanginya lagi", jawab Charlotte de Fleur dengan nada datar dann dingin, kemudian gadis itu pun berjalan pergi menuju kearah kamarnya.

Ia memang telah memaafkan beberapa orang yang telah meminta maaf dengan tulus dan berniat memberikan kesempatan kedua, hanya saja untuk berubah sikap menjadi akrab dan baik terhadap mereka, hal itu masih perlu waktu karena jujur saja, Charlotte de Fleur juga masih canggung dengan seluruh anggota keluarga yang baru di temuinya itu.

Jika mereka masih tetap menjaga jarak dan tak berusaha mencairkan hubungan yang ada, maka akan selamanya seperti ini.

Hanya ada saling sapa dengan sikap sopan dan saling menghormati tak ada rasa keakraban yang terjalin karena Charlotte de Fleur yang sudah terbiasa hidup sendiri dan tak pernah dekat dengan siapapun tak bisa tiba-tiba menjadi akrab jika orang tersebut tak berusaha untuk benar-benar membuatnya membuka hatinya yang sudah terlanjur dingin dan membeku.

Andreas yang mendengar jika ia telah dimaafkan oleh Charlote de Fleur merasa sedikit lega, dan di masa mendatang ia bertekad untuk melindungi adik bungsunya itu dari penindasan dan hal buruk yang mungkin mengintainya.

“Ya, aku harus bisa menjadi kakak yang baik untuk Charlotte”, guman Andreas de Fleur penuh tekad.

Andreas de Fleurpun segera berlalu dari ruang tamu dengan hati ringan karena telah memperoleh kata maaf dari Charlotte de Fleur.

"Selamat sore Nona Muda Charlotte", sapa beberapa pelayan yang kebetulan berpapasan dengan Charlote de Fleur disepanjang perjalanan menuju kamarnya dengan sopan.

Charlotte de Fleur yang tak terbiasa disapa ramah seperti itu oleh para pelayan yang bekerja di Kediaman de Fleur merasa aneh dan menatap ke arah para pelayan itu dengan tatapan bingung karena ia belum pernah melihat mereka sebelumnya.

"Apa kalian pelayan baru?”, tanya Charlotte de Fleur penasaran.

"Benar Nona Muda, kami semua baru bekerja di Kediaman de Fleur siang tadi. Mulai sekarang kami akan melayani seluruh anggota Keluarga de Fleur dengan baik", jawab para pelayan itu dengan senyuman ramah.

Mendapat sambutan ramah dan hangat seperti ini membuat Charlotte de Fleur menjadi sedikit canggung dan segera pergi dengan cepat karena ia masih harus mempersiapkan ramuan obat yang akan di bawanya ke Toko Obat Tuan Thonsom tiga hari lagi, setidaknya Charlotte harus memastikan stock ramuan obat bulan ini aman karena ini adalah bisnis pertama yang ia lakukan setelah tiba di Kerajaan Matahari dan iapun tak ingin gagal melihat peluang besar dan bagus telah tersaji didepan matanya.

Melihat Charlotte de Fleur pergi begitu saja tanpa senyum , dengan wajah datar yang biasa ia perlihatkan, para pelayan hanya bisa menghela nafas berat.

"Wajar jika Nona Muda bersikap dingin seperti itu. Mungkin ia masih trauma dengan perlakuan para pelayan sebelumnya", ucap salah seorang pelayan wanita yang merasa kasihan dengan  Charlotte de Fleur dan diangguki oleh rekan-rekannya yang merasa ikut bersedih atas nasib buruk yang gadis itu jalani selama ini.

Tak ingin ditegur dihari pertama mereka bekerja, para pelayan itupun segera berjalan cepat menuju tempat dimana ia harus bertugas sekarang dan menyelesaikan semua tugasnya dengan  baik agar bisa tetap bertahan di Kediaman de Fleur ini.

Sementara itu Charlote de Fleur yang sudah berada di dalam kamarnya segera mengeluarkan stock ramuan obat milik penyihir Baetarix dan mulai mengkelompokannya, menghitung berapa sisa stok yang ada.

Untuk beberapa ramuan obat yang memiliki stock minim, ia akan segera membuatnya agar stock obat yang dimilikinya tak sampai kosong.

Agar tak lupa, Charlotte de Fleur pun menulisnya diselembar kertas agar ia bisa membuat perencanaan ke depan.

“Baiklah, sekarang kita siapkan bahan obatnya dulu. Mari kita kelompokkan untuk setiap ramuan agar ketika ingin membuat ramuan obat tinggal ambil saja”, guman Charlote de Fleur bersemangat.

Suara dentingan koin emas dari kantong uang penyimpanan miliknya, membuat senyum lebar merekah diwajah cantiknya.

Untung saja selain cincin, penyihir Beatrix memiliki beberapa tempat penyimpanan lagi, seperti kalung, gelang, dan kantong penyimpanan yang jumlahnya cukup banyak sehingga Charlotte bisa memilah barang-barang tersebut dan menyimpannya di beberapa tempat penyimpanan tersebut agar mudah untuk ia ambil dan pergunakan.

Kamar Charlotte de Fleur kini bau obat karena semua bahan obat yang ada ia keluarkan dan tata kembali sesuai dengan resep yang ia ingat dikepalanya dan mulai mengelompokkannya.

Begitu selesai, ia segera duduk di sofa dengan posisi santai, berusaha meluruskan punggungnya yang tadi terus membungkuk untuk memilah bahan obat sesuai dengan resepnya masing-masing.

Dengan satu kibasan tangan, aroma obat yang tadi cukup kuat menghilang digantikan aroma bunga yang segar seperti sebelumnya agar tak menimbulkan kecurigaan bagi siapapun yang masuk kedalam kamarnya nanti.

Sambil duduk santai, Charlotte de Fleur memakan beberapa potong kue yang tersaji diatas meja sambil pikirannya penuh dengan planning rencana yang akan ia jalani mulai malam ini.

Charlotte de Fleur harus mulai bisa mengatur jadwal untuk dirinya sendiri agar tak sampai kelabakan karena jujur saja, ia masih belum ingin menunjukkan kemampuan yang ia miliki ini kepada orang lain, terutama kepada keluarganya sehingga iapun harus melakukannya secara diam-diam.

Malam hari merupakan waktu yang tepat untuk membuat ramuan obat karena semua orang sudah tertidur lelap sehingga sedikit kemungkinan ada yang mengetahui apa yang tengah dilakukannya itu.

“Baiklah, aku sudah memutuskan jika mulai malam ini aku akan membuat sendiri ramuan obat berdasarkan ingatan dari penyihir Beatrix dan lihat, satu resep bisa menghasilkan berapa botol agar kedepannya aku bisa membuat rencana yang lebih matang lagi”, ucap Charlotte de Fleur penuh semangat.

Gadis muda itu benar-benar merasa jika hidupnya sangat baik sekarang tanpa tahu jika ketenangan hidupnya akan terganggu sebentar lagi dengan hadirnya tamu yang mungkin akan sedikit menguras emosinya kembali.

1
Aie Saragih
kk lanjut ya kk trus snang kli kk karya kk trus gak pernah terlewatkan 😍😍
Aie Saragih
sangat Sukak sekali cerita nya bgus tidak bertel tele
lanjutkan trus y kk karya nya
Lili Inggrid
lanjut
PengGeng EN SifHa
Sikap tegas seorang dara 14thn memang tiada kaleng...meskipun kekuatan milik orang lain...semoga bisa mengendalikan kekuatan itu dgn sangat baik.
PengGeng EN SifHa
BEST👏👏👏👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!