NovelToon NovelToon
SANG PERWIRA

SANG PERWIRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pengantin Pengganti
Popularitas:99.6k
Nilai: 5
Nama Author: Penapianoh

Memiliki jabatan perwira, wajah tampan, di gilai banyak wanita, dan juga terlahir dari keluarga konglomerat tak lantas membuat Aabid diliputi kebahagiaan dalam berumah tangga.

Bagaimana tidak, istri yang ia nikahi masih dalam hitungan hari itu, sedang bersama seorang pria di dalam kamar, kamar yang dipersiapkan untuk malam pertama Aabid bersama istrinya, yang rencananya akan mereka lakukan setelah Aabid pulang tugas, namun...

Penasaran dengan alurnya? yukk baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Penapianoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANG PERWIRA 4

Sungguh hati Arumi tak kalah tercabik melihat luka yang tergambar di wajah putranya, yang sudah pasti begitu perih dirasakan putranya itu.

Anak yang bahkan tak pernah memperlihatkan kondisi sememprihatinkan ini selama menjalani kehidupan sebagai anak tunggal pradipta sekalipun drama perdebatan dengan sang ayah sering dilaluinya.

"Aabid, kita bicarakan baik-baik."

"Anak Anda tidur dengan laki-laki lain, di kamar saya!Apa saya harus menjelaskan detailnya? Telinga saya tidak tuli, mata saya pun tidak buta!"

"Aabid!" Tangan Lesmana akhirnya mengudara, namun tak mau anaknya disentuh pradipta sigap menangkapnya.

"Jangan membuatmu semakin malu Lesmana dengan menyentuhnya. Silahkan lakukan pada anakmu sendiri!"

Pradipta menghempaskan tangan Lesmana dengan kasar.

Melihat raut wajah yang masih saja tak paham dan masih merasa benar, Aabid pun kembali berujar.

"Saya menikah dengan radina dan saya menceraikannya sekarang. Apa ada yang salah?"

"Aabid, kamu ...."

"Satu hal lagi, jangan pernah meminta waktu atau menuntut masa Iddah untuk anak Anda. Karena saya tidak pernah menyentuhnya. Kalau Anda mau menuntut jikalau ada sesuatu terjadi setelah ini, silahkan tuntut pada pria yang sudah menidurinya."

Tahu, siapa yang dihadapi, penjelasan menohok pun diberikan oleh Aabid agar tidak ada perselisihan di kemudian hari.

Sementara Lesmana dan yang lain hanya bisa diam sembari memasang raut tak percaya setelah mendengar ucapan aabid.

Tak mau lagi memperpanjang urusan karena semua sudah sangat jelas bagi aabid, maka ia pun meninggalkan mertua nya itu masuk ke dalam rumah dengan diikuti Arumi dan juga mbok utun.

"Kau sudah dengar, keputusan dari aabid tidak bisa diubah lagi? Lesmana, pulanglah, kalau kamu masih merasa kurang terima, silahkan tuntut di pengadilan," tutup pradipta kemudian ikut masuk ke dalam rumah, menutup pintu dengan kasar bahkan setengah membantingnya.

"Aabid Sayang, kamu mau ke mana lagi?" Arumi terus mengikuti langkah Aabid yang tampak sibuk mengemasi barang, namun tak diindahkan.

Aabid terus memasukkan semua barang ke dalam koper berukuran sedang.

"Aabid!" Akhirnya nada tinggi pun keluar.

Sejenak Aabid terdiam dan menghentikan aktifitas berkemasnya.

"Barang radina harus keluar semua. Mbok, kasih sama mereka yang ada di luar," jawab Aabid lalu beralih pada mbok utun.

Ia menyodorkan barang yang tidak terlalu banyak karena memang baru pindah itu pada mbok utun.

"I--ya, Den." Tak ingin ketinggalan orang yang ada di luar sana, mbok utun pun bergegas pergi membawa koper yang diberikan Aabid.

Detik selanjutnya Aabid terduduk di tepian ranjang, meremas rambutnya kuat-kuat.

Frustasi, Aabid benar-benar sudah frustasi dengan semua yang menimpanya.

Alih-alih ingin menjadi anak berbakti dan mempunyai keluarga kecil yang sempurna namun nyatanya semua hanya bualan belaka.

Harapannya melambung tinggi, sedangkan kenyataan menjatuhkannya secara bertubi-tubi. Diselingkuhi dan berpisah di usia pernikahan yang baru menginjak hitungan hari.

"Aabid, Nak. Jangan seperti ini, maafkan Mama, maafkan Mama."

"Aabid mencintai radina, Ma. Tapi dia menghancurkan semuanya." Di tengah tangis memilukan, Aabid berujar pelan. Meletakkan kepala yang terasa berat di pangkuan sang mama.

"Iya, Sayang, Mama ngerti. Tapi semua belum berakhir, Nak. Kamu jangan seperti ini. Mama di sini, selalu ada untuk kamu."

"Aabid rasanya mau mati, Ma. Mati ...."

"Aabid!"

Ucapan Aabid yang terkesan manja dan cengeng itu terdengar oleh pradipta yang sejak tadi berdiri di balik pintu yang sedikit terbuka itu.

Sontak bentakan pun keluar dari mulutnya. Seketika Aabid bangkit dari pangkuan sang mama, mengusap pipinya dengan segera.

Pradipta Danuatmaja, didikan yang diberikan memang tak sama dengan didikan Arumi. Arumi yang terkesan memanjakan, lemah, dan menuruti semua keinginan Aabid tak lantas membuat pradipta mengikuti dan memberikan semua perannya pada sang istri.

Ia justru terus berusaha mengajarkan Aabid menjadi lelaki sejati meski kadang harus berdebat dengan Arumi.

"Sikap apa ini? Apakah kamu tidak malu dengan seragammu itu?!" ujar pradipta sembari menunjuk ke arah seragam perwira yang terpajang di balik lemari kaca.

"Lihat baik-baik, seberapa kuatnya kamu menentang keinginan orang tuamu demi menjadi abdi negara. Tapi sikapmu yang seperti ini sama sekali tidak mencerminkan seorang abdi negara. Ditinggal satu wanita, nangis. Memalukan!"

"Pa, ini masalah hati kenapa jadi bawa-bawa seragam?!" jawab Aabid tak terima setelah berdecak kesal mendengar hinaan dari ayahnya.

"Iya, Pa. Ini beda cerita, ngertiin lah anaknya sedikit aja," sambung Arumi sambil terus mengusap punggung anaknya.

"Ini juga gara-gara kalian, pake jodoh-jodohin segala," seloroh Aabid menyalahkan keduanya.

Seketika tangan Arumi berhenti mengusap.

"Aabid." Keduanya pun bersuara.

"Nasi sudah menjadi bubur tak ada gunanya lagi saling menyalahkan. Lebih baik mencari solusi," ucap pradipta.

"Solusi apa?"

"Kamu kan laki-laki. Cari lah pengganti radina. Jangan cengeng begini." Dengan entengnya pradipta berujar.

"Papa?!" sentak Arumi.

Niat hati ingin menghibur sang putra tapi tak begitu berbakat hingga pradipta pun terpaksa harus menerima ucapannya disambut dengan tatapan tajam oleh istrinya.

Arumi tak habis pikir, bagaimana bisa suaminya l memberi ide seperti itu di saat anaknya masih terluka parah. Mustahil.

"Papa aja cari sendiri, nggak sudi Aabid. Najis!"

Arumi tersentak. "Aabid, kamu nyuruh papa kamu cari istri lagi?"

"Kalau perlu."

"Aabid!"

Arumi meremas kedua tangannya kuat-kuat, tanpa bisa mengalihkan pandangan ke arah Aabid yang sudah melenggang pergi memasuki kamar mandi.

1
bude gemoy
up lagi thor.....😍😍😍😍😍
aliyya
wallpaper nya foto spa y,,,?
trs d rmh selina ad tamu spa,,,? jd penasaran 🤔🤔🤔
Danny Muliawati
mksih Thor lumayan banyak update nya😄
Reni Anggraeni
udah unboxing aja 🤭
aliyya
akhirnya udh bisa menyatu selina dan Aabid,besok selina mo d boyong ke jakarta am Aabid,selina harus kuat dan sabar nanti takut ketemu radina yg akan bt ulah bt balas dendam,,,(sotoy)🤭🤣🤣🤣
Intan Nurwulan
Up ka othor
Price Nada
lanjut Thor
aliyya
ceee ileyyyy,,,
d tanya in tuh selina klo Aabid cinta sama selina gmn ,,,?
mau gak bikin generasi penerus,,,?
🤣🤣🤣🤣🤣
Reni Anggraeni
up LG kk
Siti Siti Saadah
sudah memang buat jujur
Danny Muliawati
semakin seruuuuuu semangat thor
raditya Sujana
ceriganya terlalu bertelele kk, udah waktunya abaid bicara jujur berihal hatinya, jangan terlalu monoton,, tp aku ttp suka, ttp penasaran juga,, 10bunga deh buat kk biar daubel update nya💪💪💪💪kk
Intan Nurwulan
Knpa pd gengsi ya,coba saling jujur kalo mrk sdh mulai ada rasa. Jd gemezzzz😁
Reni Anggraeni
kak kok kmarin up 1 tok
Intan Nurwulan
Double up ka othor
Kharisma Afifa
ayo kang aabid segerah beraksi👍😄
Yus Marni
selalu tambah penasaran aku thor,lanjutt
Siti Siti Saadah
dibandingkan Selina trauma aabid lebih parah. meskipun dia seorang polisi dalam hal jiwa dia belum mampu mengelola traumanya
Fazira Fazira
asyeeeek makin seruuu💪semangat ya Thor
aliyya
sabar y selina Aabid blm jujur sama km,krna Aabid msh sakit hati sama mantan istrinya yg sudah selingkuh,dan dia jg blm sadar klo skrg udah mulai jatuh cinta ke kamu,,,❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!