NovelToon NovelToon
Kanvas Di Balik Baluwarti

Kanvas Di Balik Baluwarti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi / Kerajaan / Cintapertama / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: NP (Naika Permata)

Di tengah kaku dan dinginnya protokol Keraton Amarta, Arya Wijaya, sang Raja muda, merasa hidupnya hanyalah pengabdian tanpa warna. Segalanya berubah saat ia bertemu dengan Sekar, seorang guru taman kanak-kanak yang juga seorang pelukis berbakat. Sekar adalah perwujudan dari keanggunan yang bersahaja—lembut dalam tutur kata, ceria dalam bersikap, dan memiliki jiwa bebas yang dituangkannya ke atas kanvas. Bagi Arya, Sekar adalah jendela menuju dunia yang lebih manusiawi. Namun, bagi tembok keraton, Sekar hanyalah rakyat jelata yang dianggap tak layak bersanding dengan takhta. Saat Arya dihadapkan pada tuntutan perjodohan politik demi stabilitas kerajaan, ia harus memilih: mempertahankan mahkota yang hampa, atau memperjuangkan cintanya pada sang pelukis yang telah mewarnai kembali hatinya. Sebuah kisah tentang benturan antara tradisi yang kaku dan cinta yang tulus, di mana keanggunan seorang wanita biasa diuji di hadapan kemegahan istana yang penuh intrik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NP (Naika Permata), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjamuan di Atas Tebing Kehancuran

Malam semakin larut, namun cahaya lilin di peraduan Sekar tetap berpendar redup. Arya masih duduk di tepi ranjang, namun sorot matanya tak lagi hanya berisi kesedihan. Ada ketajaman yang dingin di sana, seperti mata pedang yang sedang disiapkan untuk eksekusi.

Pintu terbuka tanpa suara. Ki Ageng Suro dan Seno masuk, memberikan sembah takzim. Mereka membawa aroma keberhasilan dari sandiwara yang baru saja mereka mainkan di Bangsal Kenanga.

“Gusti Prabu,” bisik Ki Ageng Suro. “Umpan telah ditelan sepenuhnya. Mereka tidak hanya percaya bahwa Nimas Sekar telah tiada, tapi mereka juga merasa telah memenangkan kembali hati Anda. Raden Ajeng Nastiti bahkan menumpahkan air mata palsu yang sangat meyakinkan.”

Seno menambahkan dengan nada muak, “Mereka tampak sangat menikmati pelayanan abdi dalem, Gusti. Seolah-olah masa pengasingan itu hanya mimpi buruk yang sudah lewat. Mereka merasa telah kembali menjadi penguasa di keraton ini.”

Arya mengelus jemari Sekar yang masih terlelap, lalu perlahan bangkit berdiri. Wibawanya kembali sepenuhnya, namun kali ini jauh lebih berbahaya.

“Bagus,” ucap Arya, suaranya rendah dan datar. “Biarkan mereka menikmati kemenangan semu itu satu malam lagi. Aku ingin mereka merasa berada di puncak dunia sebelum aku menjatuhkan mereka ke dasar jurang yang paling dalam.”

Arya berjalan menuju meja kerjanya, mengambil sebuah perkamen emas. Ia menuliskan sesuatu di sana dengan tinta hitam yang tegas.

“Seno, Ki Ageng… dengarkan titahku,” perintah Arya. “Besok siang, siapkan sebuah jamuan mewah di Bangsal Utama. Gunakan piring-piring perak terbaik, hidangkan makanan yang paling lezat, dan hiasi ruangan dengan bunga-bunga kegemaran Ibu Suri.”

Ia menjeda, sebuah senyum sinis yang tipis muncul di sudut bibirnya.

“Katakan kepada mereka bahwa itu adalah perintah langsung dariku. Sampaikan permohonan maafku karena belum bisa menemui mereka secara pribadi, dan jamuan itu adalah tanda syukurku karena mereka telah sudi kembali untuk menemaniku di masa duka ini. Aku ingin mereka merasa sangat terhormat, sangat dicintai, dan sangat tak tergantikan.”

Ki Ageng Suro mengangguk mengerti. “Anda ingin membuat mereka benar-benar terlena, Gusti?”

“Benar,” jawab Arya. “Aku ingin mereka berpesta di atas luka yang mereka buat sendiri. Biarkan mereka bersulang dengan anggur terbaik, sementara aku menyiapkan panggung pengadilan di balik tirai. Aku ingin seluruh menteri dan sesepuh kerajaan hadir, namun tetap dalam penyamaran atau di tempat tersembunyi. Biarkan Ibu Suri dan Nastiti merasa bahwa mereka adalah pusat dari keraton ini lagi.”

Arya berpaling kembali ke arah Sekar. “Dan pastikan tabib terus memantau Nimas Sekar. Jika ada tanda-tanda beliau akan terjaga, aku ingin tahu detik itu juga. Tapi untuk besok… biarkan perjamuan itu menjadi panggung di mana mereka akan mengakui dosa-dosa mereka tanpa mereka sadari.”

Keesokan paginya, Keraton Amarta tampak bersolek. Para abdi dalem sibuk memasang janur kuning dan kain sutra di Bangsal Utama. Suasanya yang tadinya sunyi karena duka, tiba-tiba tampak hidup kembali atas perintah sang Raja.

Di Bangsal Kenanga, Ibu Suri dan Nastiti terbangun dengan senyum kemenangan. Saat seorang abdi dalem masuk membawa undangan jamuan mewah dan menyampaikan pesan permohonan maaf dari Arya, Nastiti hampir tak bisa menahan tawa puasnya.

“Lihat, Ibu,” bisik Nastiti sambil memilih perhiasan paling berkilau untuk jamuan siang nanti. “Mas Arya benar-benar hancur. Dia memohon maaf pada kita. Dia sudah kembali ke pelukan kita seperti anak kecil yang kehilangan arah.”

Ibu Suri mengangguk sambil mematut dirinya di cermin. “Inilah saatnya, Nastiti. Di jamuan nanti, tunjukkan pada seluruh keraton bahwa kau adalah satu-satunya wanita yang pantas berdiri di sampingnya. Amarta adalah milik kita, dan hari ini kita akan merayakannya.”

Mereka tidak tahu bahwa setiap bunga yang dipasang dan setiap hidangan yang disiapkan adalah bagian dari upacara pemakaman bagi martabat dan kebebasan mereka. Di sudut lain istana, Seno sedang memeriksa rantai penjara dan menyiapkan para saksi, sementara Arya Wijaya mengenakan pakaian hitamnya, bersiap untuk mengakhiri sandiwara ini dengan keadilan yang tak terelakkan.

1
NP
Wah, makasih ya kak udah dingatkan, jujur pas awal bikin ini, ide nya terinspirasi drama nya iu.. wkwk.. masukan ya kak, jadi ga mikir taun setting nya.. nti aku revisi ya kak 🤗🙏
Niar Humairah
Thor, ini setting cerita kira" tahun atau abad berapa Thor?
Ganendra Dimitri
bagus banget thor ceritanya
NP: Makasih ya kak
total 1 replies
Ganendra Dimitri
ceritanya menyentuh banget thor.... kapan negriku punya pemimpin kayak di cerita ini😍😍
NP: Semoga ya kak, suatu saat nanti ada pemimpin negeri yg lebih mencintai rakyatnya
total 1 replies
Esti 523
sepertinya bagus nih
NP: Semoga suka ya kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!