NovelToon NovelToon
Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Rahasia Zevanya: Benih Sang Mahendra

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Perjodohan
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Rmdhn

Satu malam karena pengaruh alkohol, Arkananta Mahendra merenggut segalanya dari Zevanya, seorang pelayan hotel yang tak berdaya. Arkan pergi tanpa tahu wajah wanita itu, meninggalkan Zevanya dengan janin yang tumbuh di rahimnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Rmdhn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cucu Rahasia

Zevanya melangkah menuju loket kasir.

"Permisi, Mbak. Saya ingin melunasi tagihan atas nama Arsen Adistira,"

ucap zevanya.

Resepsionis itu menyerahkan selembar kertas.

"Ini rinciannya, nona. Total keseluruhan yang harus dibayar."

Mata Zevanya tersentak saat melihat angka di kertas itu.

"Padahal Arsen hanya mendapat penanganan kecil, tapi kenapa biayanya semahal ini?"

batinnya.

"Bagaimana, nona? Ada kendala?"

tanya resepsionis itu.

Zevanya menarik napas,

lalu mengeluarkan sisa uang di dompetnya.

"Oh, tidak Mbak. Ini uangnya. Terima kasih."

Saat Zevanya berbalik untuk kembali ke ruang perawatan,

Arsen tiba-tiba muncul dan langsung memeluk kakinya.

"Arsen! Ada apa, Sayang?"

tanya Zevanya kaget.

"Mama dari mana saja? Arsen takut sendirian,"

ucap Arsen dengan mata berkaca-kaca.

"Mama habis membayar administrasi rumah sakit, Sayang. Ayo, sekarang kita pulang."

Arsen menatap ibunya.

"Pasti mahal ya, Mah? Kenapa bukan Tante jahat itu saja yang bayar? Kan dia yang menabrak aku"

Zevanya mengelus kepala Arsen,

mencoba menenangkan hatinya.

"Sudahlah sayang, biarkan saja ya. Yang penting sekarang kita pulang"

Sementara itu,

Baskara dan Rio baru saja sampai di area lobi rumah sakit.

Baskara memutar kursi rodanya dengan gelisah,

matanya melihat setiap sudut ruangan.

"Rio! Mana anak kecil tadi? Arsen... di mana dia?"

tanya Baskara dengan suara serak.

Rio melihat sekeliling.

"Sepertinya kita kehilangan jejaknya, Tuan"

Baskara memukul pegangan kursi rodanya.

"cari anak itu sampai ketemu, Rio! Aku tidak peduli bagaimana caranya!"

"Cari ke mana, Tuan? Kota ini sangat luas,"

jawab Rio bingung.

"Kunjungi semua sekolah dasar dan taman kanak-kanak di kota ini!"

perintah Baskara.

"Cari anak yang bernama Arsen!"

Rio Hanya Menunduk patuh,

Akhirnya baskara kembali ke kamar rawat nya,

Rio mendorong kursi roda Baskara masuk.

Arkan yang sedang duduk menunggu langsung berdiri,

"Arkan! Ayah tadi melihat seorang anak kecil yang wajahnya mirip sekali denganmu!"

seru Baskara dengan suara senang.

Arkan mengerutkan kening.

"Mirip denganku?"

"Iya! Ayah yakin anak itu adalah anak mu! Wajahnya benar-benar mirip denganmu saat kecil, Ayah sangat ingat setiap detailnya!"

Arkan menghela napas panjang,

menganggap itu hanya hayalan pria tua yang menginginkan seorang cucu.

"Ayah, sepertinya Ayah sedang mengigau. Hanya karena melihat anak yang kebetulan mirip, Ayah langsung menyangka dia anakku?

Sudahlah, Ayah terlalu banyak berhalusinasi sejak ayah sakit."

"Ayah tidak berhalusinasi, Arkan! Tanya pada Rio!"

bela Baskara.

Rio menunduk sopan namun suaranya tegas.

"Benar, Tuan Arkan. Anak itu memang sangat mirip dengan mu."

Arkan tertawa.

"Rio, kamu ini sama saja. Ikut-ikutan berhalusinasi seperti Ayah."

"Arkan, Ayah yakin! Dari sikapnya, bentuk tubuhnya, hingga wajahnya, dia adalah kamu versi kecil!"

ucap Baskara lagi.

"Ayah ini mulai tidak masuk akal. Memangnya Ayah kira aku menghamili ibu dari anak itu sampai wajahnya mirip denganku?"

ucap Arkan,

arkan ingin keluar karena merasa pembicaraan ini aneh.

"Terserah kamu kalau tidak percaya! Biar Ayah yang mencari anak itu dan melakukan tes DNA untuk memastikan nya!"

ucap Baskara.

Arkan menggelengkan kepala.

"Anak orang lain mau diajak tes DNA? Penyakit tua benar-benar menghilangkan akal sehat Ayah.

Kamu juga Rio, kamu jadi ikut-ikutan berhalusinasi seperti Ayah!"

Arkan melangkah keluar menuju kantin,

begitu ia duduk sendirian,

pikirannya justru memikirkan ayahnya.

"Penyakit tua Ayah benar-benar parah,"

ucap arkan.

Namun, rasa bersalah tiba-tiba datang.

"Tapi aku jadi merasa bersalah... sampai Ayah sakit begini, aku belum bisa memberinya cucu, aku terlalu sibuk bekerja dan memikirkan kejadian malam itu."

arkan terdiam,

membayangkan wajah Zevanya yang tadi ia temui.

"Zevanya... aku berharap kamu benar-benar datang ke kantor besok. Aku akan mengungkapkan semuanya. Tapi tunggu..."

Jantung Arkan berdegup kencang.

"Jika benar Zevanya adalah wanita malam itu... berarti anak yang tertabrak Clarissa tadi adalah... anakku?"

arkan emosi seketika.

tangan nya mengepal kuat.

"kalau iya, Aku tidak akan memaafkanmu, Clarissa!"

Arkan menyandarkan punggungnya,

memejamkan mata sambil menghirup napas dalam.

"Zevanya, selama enam tahun aku mencoba melupakanmu dan malam itu.

Tapi aroma mawar di tubuhmu dan suara desahanmu malam itu terus menghantuiku hingga detik ini.

apa lagi setelah aku tau aroma itu ada di tubuhmu, Zevanya.

Jika benar anak itu darah dagingku, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian lagi."

Malam itu,

Zevanya duduk di tepi kasur.

Di sudut ruangan,

Arsen tampak fokus bermain dengan mainan nya,

trauma kecelakaan tadi siang terlintas di pikiran zevanya.

Zevanya menghela napas panjang,

lalu perlahan mengeluarkan kartu nama milik Arkananta Mahendra dari saku tasnya.

Zevanya menatap deretan huruf emas di kartu itu dengan senyum tipis.

"Kenapa aku merasa sedikit lega mendengar Nona Clarissa batal menikah dengan Tuan Arkan?"

gumamnya dalam hati.

"Tawaran pekerjaan itu sebenarnya adalah impianku sejak dulu.

Mahendra Group adalah tempat yang aku tuju saat Ibu Panti menyemangatiku untuk menuntut ilmu setinggi mungkin.

Untuk bisa Bekerja di sana"

Namun,

keraguan kembali datang.

"Tapi jika aku terima, aku akan selalu berhadapan dengan Nona Clarissa. Wanita itu tidak akan berhenti menyakitiku.

Tapi jika aku menolak... ancaman nya clarissa kemarin terasa nyata. Dia bisa saja menutup semua aksesku untuk bekerja di kota ini,

dan aku tidak ingin mengambil risiko itu demi masa depan Arsen."

Zevanya menatap kartu itu lebih lekat.

"Aku datang ke kota ini untuk berjuang. Lebih baik aku terima saja tawaran Tuan Arkan,

meskipun itu artinya setiap hari aku harus mencium aroma tubuhnya, aroma yang sama dengan pria asing yang meniduri ku waktu itu."

zevanya menghela napas,

merasakan kesepian yang tiba-tiba datang.

"Enam tahun aku fokus membangun bisnis dan membesarkan Arsen sendirian. Waktu berlalu cepat tanpa kusadari,

dan aku masih tetap sendiri. Jangankan mencari pendamping hidup,

untuk membuka hati sedikit saja bagi pria yang mendekat pun... rasanya aku tidak sanggup.

Bayangan malam itu masih terlalu kuat dan membuat trauma di hatiku."

Zevanya menggenggam erat kartu nama arkan di tangannya.

Keraguan yang tadi perlahan memudar,

berganti dengan tekad di hatinya.

Ia menatap Arsen yang sudah terlelap,

memberikan kekuatan tambahan untuk zevanya.

"Besok, aku akan berangkat ke sana,"

batin Zevanya penuh tekad.

"Setelah mengantarkan Arsen ke sekolah barunya, aku akan melangkah masuk ke Mahendra Group.

Aku tidak peduli lagi dengan makian Nona Clarissa.

Masa depan Arsen jauh lebih penting daripada harga diriku yang terus diinjak-injak olehnya."

Zevanya mengingat kembali ancaman Clarissa di rumah sakit.

Rasa takut itu kini menjadi kekuatan untuk melawan.

"Ancaman Clarissa bukan main-main. Jika aku menolak tawaran Tuan Arkan,

dia pasti akan menutup semua jalan pencarianku.

Aku tidak boleh egois. Jika aku ingin Arsen hidup layak, aku harus masuk melawan."

Ia menarik napas dalam,

seolah menghirup keberanian baru.

"Dan mulai besok... jika Clarissa berani menyentuhku atau menyakiti Arsen lagi, aku tidak akan diam. Aku akan melawan"

1
Niarmdhn
bingung dengan pertanyaan zevanya yak🤣
kaylla salsabella
la binggung aku juga zevanya🤣🤣🤭🤭
Suanti
semoga baskara selesai tes DNA merestui zevanya jdi istri arkan 🤭
Niarmdhn: kita buka pengajian bareng2 yuk🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
wah jangan tuh calissa tahu rumah zevanya
Niarmdhn: bisa perang dunia yak🤭
total 1 replies
azzura faradiva
akhirnya.....☺️ semoga Arkan zevanya segera bersatu❤️
Niarmdhn: itu semua berkat kamu azzura🤣
total 4 replies
Lindu Wati
Seorang ibu yg buruk, tidak mengenal anaknya, biasanya filing ibu tajam ,
Niarmdhn: mungkin karna sudah terpisah sejak kecil🤣
total 1 replies
Suanti
nanti kalau sdh terbongkar rupa nya zevanya ank kandung siska wijaya yg hilang baru tau rasa siska nyesal pun sdh tak guna 🤭🤣🤣
Niarmdhn: harus di tungguin ending itu🤭
total 1 replies
kaylla salsabella
ealah Siska.. Siska 🤣🤣🤣
Niarmdhn: hantam siska🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
to the point banget arkan nanya🤣
Niarmdhn: coba ajarin si arkan biar lebih smooth nanya nya🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
nah gitu berani tegas
Niarmdhn: bantuin zevanya hantam clarissa 🤣
total 1 replies
kaylla salsabella
la bisa" si zevanya tinggal in anak sendiri gak nunggu dia sadar
Niarmdhn: arsen kan udah gede ga boleh manja🤭
total 1 replies
Suanti
zevanya harus berani melawan clarissa jgn jdi wanita lemah 🤭
Niarmdhn: coba tolong bawakan zevanya kapak suanti untuk menghantam clarissa🤣
total 1 replies
Nurdin Hamzah
tampol dia zevenye🤣
Niarmdhn: tahannn duluuu🤭
total 2 replies
Sur Yani
mantaaap thor..
gas terus sampai mereka bersatu..💪💪💪
Niarmdhn: udah yang cepet cepet aja sampe keluar🤣
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Niarmdhn: udah di cepetin nanti tenang aza 🤭
total 1 replies
tia
thor udah gk sabar arkan sama zavena bersatu,,jgn lama lama thor,
Nurdin Hamzah
baskara sedang halu kah🤣
Niarmdhn: itu firasat seorang kakek🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
si clarissa anak mamih🤣
Nurdin Hamzah
lanjott thor😍
Niarmdhn: heboy banget nurdin anjoy🤭
total 1 replies
Nurdin Hamzah
lanjutin torr😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!