NovelToon NovelToon
THE BILLIONAIRE BABY BOY

THE BILLIONAIRE BABY BOY

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Patma

Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.

Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.

Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.

Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.

Nathan. "Dia bukan putraku!"

Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Mengamen

Keesokkan harinya. Di hari libur kerja, Rafka memutuskan untuk mengajak Bella jalan-jalan. Awalnya Bella menolak, namun dikarnakan ada sedikit paksaan dari Rafka dan Mira, Bella pun menyetujuinya.

Rafka berencana untuk mengajaknya berkeliling jalanan sembari membawa biola kesayangannya. Dapat di tebak bukan? Rafka akan membawa Bella untuk mengamen di jalanan kota.

"Apa kau yakin mau mengamen di jalanan lagi?" tanya Bella menyakinkan Rafka.

"Ia, aku merindukan suasana jalanan. Jadi apa salahnya? tenang cuma hari ini aja, hanya melepas rindu suasana jalanan." Jelas Rafka pada Bella.

"Kirain mau ngajak aku jalan-jalan kemanaaaa gitu, tau nya cuma nemenin ngamen." Sahut Bella memanyunkan bibirnya.

"Bella, asal kamu tau. Jastru di saat aku sedang mengamen kau datang dan memberikanku selembar uang, kalau enggak salah lima ribu rupiah." Kata Rafka tersenyum sambil mengingat pertemuan pertamanya dengan Bella.

"Hei, waktu itu aku hanya menyukai suara biolamu saja. Tidak ada apa-apa lagi." Ucap Bella sedikit protes.

"Justru itu, sekarang aku akan mempersembahkan Instrumen ini untukmu, hanya untukmu, khusus untukmu, karna kamu wanita pertama yang benar-benar sangat menyukai instrumen milikku." Ungkap Rafka dengan sungguh-sungguh dan itu membuat Bella sedikit tersentuh.

"Kau tunggu di sini, aku akan berdiri di sebelah sana. Semoga kau menyukainya." Rafka berbalik arah dan berjalan sedikit menjauhi Bella. Ia menaruh biola kesayangan di pundaknya, lalu Rafka tersenyum pada Bella, ia memejamkan mata dan memulai aksi dengan menggesek biolanya.

Suara Instrumen yang merdu, Instrumen yang dibuat dengan penuh cinta saat sang ibu masih berada di dekat Rafka. Ia menyukai biola karna terpukau saat ibunya memainkan biola khusus untuknya.

Bella berdiri mematung mendengarkan musik yang beberapa tahun lalu membuatnya kelimpungan mencari asal suara. Begitu merdu dan menusuk ke ulu hati, ia merasa seperti ada seseorang yang memanggil dan berjanji akan membawanya menuju kebahagiaan.

Dengan terus menggesek-gesekkan biolanya, Rafka memperhatikan Bella yang terlihat sedikit berkaca-kaca. Dia semakin bersemangat saat melihat bibir Bella yang tersenyum mengembang ke arahnya.

Tidak kalah dengan orang-orang yang berlalu lalang di sekitaran mereka berdua, beberapa orang berdiam diri mendengarkan alunan musik yang Rafka mainkan. Mereka menggelengkan kepala, tidak percaya dengan suara musik yang mereka dengarkan. Sungguh indah dan merdu mampu membuat mereka terpesona dengan aksi yang Rafka lalukan.

Beberapa menit kemudian, Rafka telah selesai dengan aksinya. Semua orang bertepuk tangan dan memberikan beberapa lembar uang pada Rafka.

Rafka berjalan mendekati Bella. Kemudian menggenggam kedua tangan Bella. "Bella, aku mencintaimu, aku benar-benar mencintaimu, maukah kau menjadi seseorang yang selalu memberikanku perhatian lebih dan hanya aku yang akan menjadi suamimu di saat yang akan datang?" Ungkapnya dengan sungguh-sungguh.

Bella menatap tak percaya pada Rafka. Matanya sedikit berkaca-kaca, namun ia langsung memejamkan mata dan mengatur napasnya. "Kau tau, aku memang mengangumimu sewaktu pertemuan pertama kita di sini. Tapi asal kau tau, aku memang menyukaimu, tapi... kau belum tau banyak tentang kehidupan aku, Rafka. Aku takut kau akan menyesal dan aku juga masih belum yakin dengan perasaan aku. Kau sendiri pun tau, aku hanya seorang Janda beranak satu. Bagaimana dengan keluargamu nantinya." Jelas Bella.

"Sssttt!" Rafka menutup mulut Bella dengan telunjuknya.

"Kau tak perlu memikirkan itu, yang penting aku benar-benar ingin bersamamu, kau tau Bella, setiap ada laki-laki yang mendekatimu aku merasa marah dan enggak terima mereka memberikan perhatian lebih padamu." Jelas Rafka.

"Kau cemburu pada mereka?" tanya Bella menahan tawanya.

"Bella... Aku serius! kalau kau menolak...-" Rafka menundukkan kepalanya. "Aku paham, mungkin karna pekerjaanku yang hanya sebagai cleaning service dan kau pasti menolakku." Rafka melepaskan tangan Bella. Ia berbalik arah membelakangi Bella.

"Hei, kau! Aku tidak peduli apa pekerjaanmu. Yang aku inginkan hanya ketulusan dari seseorang, aku tidak mau kecewa dan terluka kedua kalinya. Cukup sekali aku di permainkan dan di khianati." Ungkap Bella.

Mendengar ungkapan Bella, Rafka kembali berbalik arah, ia menggenggam kedua tangan Bella lagi. "Kau mau menerimaku?" tanyanya sekali lagi.

"Tidak." Jawab Bella menggelengkan kepala.

"Kenapa? dan apa alasannya? Aku serius, sungguh-sungguh mencintaimu Bella."

"Beri aku waktu, aku masih belum yakin dengan perasaan aku. Aku tidak mau ada kesalahan lagi." Ucap Bella.

Rafka menarik napas dalam. "Baiklah, aku akan bersabar menunggumu untuk meberikan jawaban dan aku akan membuatmu merasa yakin, bahwa aku benar-benar orang tepat untukmu." Rafka mengusap pipi Bella, ia membalas senyuman Bella saat Bella tersenyum padanya.

"Mengamen lagi?" ide Rafka mencairkan suasana.

"Tidak! aku lapar, Rafka." Sahut Bella.

"Baiklah, kita cari tempat makan yang enak." Rafka berjalan dengan perasaan sedikit ketakutan. Takut dengan Bella jikalau suatu saat nanti tahu kebenaran tentang dirinya. Tapi Rafka sendiri belum berani berkata jujur, karna takut kalau Bella akan berusaha menjauhinya.

"Semoga kau bisa menerima kenyataan itu, Bella." Gumamnya dalam hati.

..........

1
Nadia
bener bener gak ada novel yg bagus apa ya, perasaan jarang banget aku Nemu novel yg bagus
Marulak Siagian
👍👍👍👍👍
Reni Ajja Dech
Masa si Rafkah lama banget membongkar kebusukan si Arya yg menggelapkan uang perusahan.
Reni Ajja Dech
pasti jebakan mama Nathan,si Bella Ama Rafka satu kamar.
Diana Budhiarti
alhamdulillah.. thanks thorrr, akhir ceritanya happy ending.
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
Nur Lizza
y uda tamat aja.
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
Nur Lizza
kasihn dimas untng aja dia bs selamt dr para pereman
Nur Lizza
akhirny mega ke tangkap polisi jg rasakn kamu mrmbusuk di penjara.
smg dimas baik3 sj
Nur Lizza
bt aja bhgi krn maslh sudh beres.ni ada og mslh br.
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
Nur Lizza
mantap
Nur Lizza
spali yg telah menolong mega
Nur Lizza
ni baru seru
Nur Lizza
😭😭😭😭
Nur Lizza
smg kalian yg nangis darah aryo cs
Nur Lizza
semg bahagia selalu.
kbr ibu margaret gimn thor
Nur Lizza
kbr ny kelurga nathan gimana
Nur Lizza
slmt y akhirny dimas punya papa.
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja
Nur Lizza
akhirny satu persatu rahasia di bongkar
Nur Lizza
mkin seru
Nur Lizza
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!