NovelToon NovelToon
Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Dicerai Karena Melahirkan Anak Sumbing

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:69.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Hati Naomi hancur saat suaminya Zayn, tega menceraikannya karena dirinya melahirkan bayi sumbing. Padahal Zayn dan keluarganya adalah keluarga dokter, mereka harusnya lebih mengerti dari orang lain.

Setelah pulih dari pasca persalinan, Naomi diusir dari keluarga Hartanto. Ia mengurus bayinya yang sumbing sendirian. Naomi bekerja banting tulang demi kebutuhan anaknya. Seiring berjalannya waktu, bayi Naomi yang diberi nama Davin itu terus tumbuh, ia bahkan mendapatkan operasi yang membuatnya bisa tumbuh seperti anak normal lain. Bibir Davin tak lagi sumbing, dia bahkan terbilang punya wajah tampan. Selain itu Davin juga menjadi anak yang sangat jenius! Mendapat banyak prestasi dan selalu membuat Naomi bangga. Saat itulah Zayn tiba-tiba kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 - Teman Junie

Malam sudah cukup larut ketika Junie akhirnya keluar dari apartemen Jihan. Udara luar terasa dingin setelah seharian berada di dalam ruangan hangat yang penuh suara tangisan dan ocehan Davin.

Bayangan Naomi yang tertidur di pundaknya tadi terus terulang di kepalanya. Wajah lelah perempuan itu. Napas pelannya. Bahkan aroma sampo rambutnya masih seperti tertinggal samar.

Junie mengusap wajah sendiri pelan sambil menghela napas panjang. “Gila…” gumamnya lirih. Untuk pertama kalinya dalam hidup, dokter perfeksionis seperti dirinya benar-benar kehilangan ketenangan hanya karena seorang perempuan tertidur di pundaknya.

Ponselnya bergetar.

“Bro... Jadi nggak?”

Junie baru ingat kalau dia punya janji dengan seseorang malam ini. Ia langsung membalas singkat lalu masuk ke mobil.

Satu jam kemudian. Sebuah kafe modern di pusat kota masih cukup ramai meski malam semakin larut. Lampu temaram dan aroma kopi memenuhi ruangan.

Di salah satu meja dekat jendela, seorang pria tampan dengan jas kasual hitam duduk santai sambil memainkan sendok di gelas kopinya.

Pria itu mengangkat kepala saat melihat Junie datang. “Akhirnya nongol juga dokter tersibuk sedunia,” komentarnya.

Junie langsung duduk di depan pria itu sambil mendesah pelan. “Macet.”

Pria itu terkekeh kecil. Namanya Marvel. Sahabat Junie sejak masa koas. Sama-sama dokter, tapi kepribadian mereka bertolak belakang.

Kalau Junie dikenal dingin, rapi, dan serius. Sedangkan Marvel justru santai, suka bercanda, dan terkenal playboy sejak zaman kuliah. Sekarang dia menjadi dokter spesialis kulit dan kelamin yang cukup terkenal di Jakarta.

“Tumben telat,” tukas Marvel sambil menyipitkan mata. “Biasanya kau paling anti ngaret.”

Junie membuka menu asal. “Tadi ada pasien.”

Marvel mengangguk santai. Namun beberapa detik kemudian, alisnya perlahan terangkat.

“Tapi…” katanya sambil menyeringai. “Mukamu kenapa berseri-seri begitu?”

Junie langsung melotot kecil. “Apaan?”

“Jangan bohong sama aku.” Marvel menunjuk wajah sahabatnya. “Kau tuh kayak orang lagi jatuh cinta. Beda dari biasanya!"

Junie langsung memalingkan wajah. “Perasaan biasa aja.”

Marvel malah tertawa keras. “Jadi bener?”

Junie mendecakkan lidah pelan.

Marvel makin semangat. “Siapa?!” tanyanya heboh. “Gadis beruntung mana yang akhirnya bikin dokter Junie jatuh cinta?!”

Junie mengusap tengkuknya pelan. Untuk ukuran dirinya, reaksi seperti ini benar-benar memalukan.

“Belum tentu juga,” ungkapnya.

Marvel langsung membelalak dramatis. “Buset. Jadi serius?”

Junie terdiam beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum kecil tanpa sadar. Itu cukup untuk membuat Marvel menepuk meja.

“FIX! Kau emang lagi jatuh cinta!"

Junie tertawa kecil pasrah.

“Siapa orangnya?” tanya Marvel penasaran.

Junie diam sebentar. Entah kenapa dia tidak terlalu ingin menceritakan detail Naomi sekarang. Rasanya terlalu personal. “Ada lah,” jawabnya akhirnya.

Marvel menyipitkan mata curiga. “Cakep?”

Junie spontan menjawab, “Cantik.”

Lalu dia langsung sadar dan memejam mata frustrasi.

Marvel ngakak sampai hampir batuk. “Ya ampun. Mukamu tuh nggak bisa bohong.”

Junie cuma menghela napas sambil menyandarkan tubuh ke kursi.

“Dia…” Junie berhenti sebentar. “Beda aja.”

Marvel langsung bersandar santai sambil melipat tangan. “Wah parah.”

Junie menatap gelas kopinya beberapa detik.

“Aku suka sama dia,” akunya pelan. “Tapi aku nggak yakin dia juga suka sama aku. Kayaknya enggak sih..."

Marvel mendengus kecil. “Kau itu dokter ganteng, sukses, mapan. Kurang apalagi?”

Junie tertawa hambar. “Bukan soal itu.”

Marvel menatapnya lebih serius sekarang.

Junie jarang sekali bicara soal perasaan. Selama ini banyak perempuan mendekat, tapi Junie tidak pernah benar-benar tertarik. Jadi melihat sahabatnya seperti ini terasa aneh sekaligus lucu.

“Dia punya trauma?” tebak Marvel.

Junie terdiam sebentar. “Lumayan,” jawabnya akhirnya.

Marvel mengangguk kecil seolah mengerti. “Kalau saranku,” katanya sambil menyeruput kopi, “jangan buru-buru.”

Junie mendengarkan.

“Perempuan yang habis capek sama hidup biasanya nggak butuh cowok paling romantis,” lanjut Marvel santai. “Mereka cuma butuh orang yang konsisten.”

Junie sedikit terpaku mendengar itu.

“Kau jangan sok jadi pahlawan,” tambah Marvel lagi. “Cukup ada terus.”

Junie tersenyum kecil. “Tumben bijak.”

Marvel langsung nyengir bangga. “Playboy juga punya ilmu kehidupan.”

Junie baru mau membalas ketika ponsel Marvel tiba-tiba berbunyi. Marvel melirik layar sebentar lalu senyumnya langsung berubah berbeda.

Junie mengangkat alis.

Marvel segera mengangkat telepon itu. “Halo sayang…”

Nada suaranya mendadak lembut sekali.

Junie langsung meringis geli.

“Iya… iya aku juga kangen,” lanjut Marvel santai sambil bersandar.

Junie otomatis menggeleng kecil sambil menyeruput minuman. Marvel memang seperti itu. Mesra luar biasa pada istrinya. Bahkan kadang bikin enek.

“Iya nanti aku kabarin lagi ya… hm? Kiss.”

Telepon ditutup.

Junie langsung berdecak. “Kau tuh tiap nelepon istri selalu kayak anak SMA.”

Marvel mendadak diam dua detik.

“Hah? Siapa bilang tadi istriku?”

Junie mengernyit. “Loh?”

Marvel melirik kanan kiri pelan. Lalu mendekat sedikit sambil berbisik, “Itu selingkuhanku...”

Junie langsung membeku. “Apa?”

Marvel malah terlihat santai.

Junie menatap sahabatnya tidak percaya. “Kau pasti bercanda kan?”

Marvel mengangkat bahu ringan. “Ya serius lah.”

Junie benar-benar speechless sekarang. “Kau udah nikah, goblok,” timpalnya pelan.

Marvel malah tertawa kecil. “Santai kali.”

Junie mengusap wajah frustrasi. “Aku nggak ngerti sama jalan pikiranmu.”

Marvel justru terlihat menikmati reaksinya. “Coba tebak siapa,” katanya santai.

Junie langsung mendelik. “Ngapain aku nebak-nebak begituan? Nggak penting!"

“Ayolah.”

“Ogah.”

Marvel menyeringai jahil. “Kau kenal kok.”

Junie makin malas menanggapi. “Aku nggak tertarik dan nggak mau terlibat!"

Namun Marvel terus memancing.

“Cantik banget,” katanya sambil tersenyum tipis. “Dulu idola kampus kita.”

Junie mulai berpikir beberapa nama.

“Anak FK?”

Marvel menggeleng. "Bukan, dia anak Fekon (Fakultas Ekonomi)."

Junie mencoba mengingat wajah-wajah lama. Namun tetap tidak ada yang terasa masuk akal.

“Udahlah aku nggak mau tahu,” katanya akhirnya.

Marvel malah tertawa kecil. “Oke kalau gitu aku kasih tahu sendiri.”

Dia mendekat sedikit lalu berkata pelan, “Anggun..."

Junie langsung terpaku. “Hah?”

Marvel menyeringai puas melihat ekspresi sahabatnya. “Anggun Atmadja..."

Junie benar-benar tidak percaya sekarang. Perempuan itu sangat terkenal dulu. Cantik, sosialita, dan jadi pusat perhatian kampus. Bahkan banyak laki-laki mengejarnya.

“Tunggu…” Junie mengernyit tajam. “Anggun yang sekarang nikah sama Zayn Hartanto?”

Marvel menunjuk Junie pelan. “Bingo!”

Junie langsung bersandar ke kursi sambil menatap sahabatnya seolah melihat orang gila.

“Kau sakit jiwa ya?”

Marvel malah tertawa santai.

“Gimana bisa?” tanya Junie tidak habis pikir.

Marvel memainkan gelas kopinya pelan. “Awalnya nggak sengaja,” katanya.

Junie tetap diam menunggu.

“Beberapa bulan lalu dia datang ke klinikku.”

Junie mengangkat alis.

“Katanya ada masalah sama anunya. Katanya sering gatal." Marvel tersenyum tipis. “Ya aku periksalah. Terus--"

"Stop! Aku nggak mau dengar lanjutannya!" potong Junie cepat. Dia menghela napas tidak percaya.

Marvel tertawa kecil. “Bro… Anggun itu ternyata hyper! Dia ngerasa gatal begitu bukan karena penyakit. Tapi karena memang hasratnya aja belum dilampiaskan."

Junie mulai merasa tidak nyaman dengan arah pembicaraan ini.

“Terus?” tanyanya dingin.

Marvel bersandar santai. “Ya aku ladenin.”

Junie menatap tajam. “Kau punya istri loh!"

Marvel mengangkat bahu cuek. “Dan dia punya suami!"

Kalimat itu membuat Junie makin kesal. “Kau nggak kepikiran akibatnya? Kau itu dokter. Kau nggak takut nanti kena penyakit?"

Marvel malah terlihat santai luar biasa. “Aku sudah terlanjur dapat enaknya, Jun. Permainan ranjang Anggun itu sangat--"

Junie benar-benar tidak mengerti bagaimana sahabatnya bisa bicara seringan itu. “Zayn tahu?” tanyanya, sengaja memotong ucapan Marvel. Dia tak mau lebih lama mendengar cerita menjijikan itu.

Junie sendiri mengenal Zayn karena pernah bertemu dalam beberapa acara amal. Namun mereka tidak akrab dan justru bisa dibilang adalah rival. Mengingat rumah sakit milik keluarga Zayn dan keluarga Junie diketahui saling bersaing. Meskipun begitu, hingga sekarang Junie tak tahu kalau Zayn adalah mantan suami Naomi.

Marvel terkekeh kecil. “Kalau tahu aku udah mati kali.”

Junie memijat pelipisnya.

“Aku serius, Vel,” katanya pelan. “Main api begitu nggak lucu.”

Marvel menatap Junie beberapa detik. Lalu tersenyum miring. "Aku sekarang ngomong kayak orang yang lagi jatuh cinta beneran tahu!"

Junie terdiam.

Marvel menunjuknya pelan. “Aku yakin kau pasti paham rasanya. Kau juga lagi jatuh cinta kan? Nah, itulah yang aku rasakan sama Anggun."

Junie langsung memalingkan wajah. Sialnya dia sadar Marvel benar soal satu hal. Dunia Junie memang mulai berubah sejak ada Naomi dan Davin di dalamnya.

1
Retno Harningsih
up
Ariany Sudjana
mamanya saja pelacur murahan, ya pantas saja anaknya seperti preman. yang gini jadi cucu kebanggaan keluarga Hartanto? Davin yang tingkahnya lebih berkelas, malah di sia-sia, hanya karena lahir sumbing, bodoh kamu Zayn 🤣🤣😂😂
Anonim: awokawok ABYAN KAN ANAK HARAM AWOKAWOK
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga lancar sampai resepsi
Ma Em
Davin makin pintar cerdas , semoga acara lamaran Naomi dgn Junie dilancarkan tdk ada gangguan .
Ariany Sudjana
wah semangat yah dokter Naomi dan dokter Junie dalam mempersiapkan lamaran dan juga pernikahan nanti 😄💪
Ma Em
Anggun seorang ibu tdk mau mengurus anaknya , aneh saja sedangkan Naomi bisa melakukan apa saja demi anaknya .
Ass Yfa
kehidupan Zayn hancur da Naomi baru akan memulai hidupnya....yg aku heran kok Roby nggk ada rasa bersalah atopun menyesal...heh
Ariany Sudjana
anak pelacur murahan itu Abyan, suruh ibu kandungnya mengurus, kenapa juga Zayn harus mengurusnya? kan bukan anak Zayn juga, taruh saja di panti asuhan selesai perkaranya
sunaryati jarum
Kemungkinan bukan anakmu,tapi jika kamu pernah niduri Anggun sebelum menikah bisa jadi anakmu
MamDeyh
Kasyan Abyan
Ma Em
Bagus Naomi sdh jgn pedulikan lagi Zayn dan keluarganya karena bkn urusan Naomi lagi mungkin itu karma untuk Zayn dan ibunya , sekarang Naomi bisa membuktikan pada ibunya Zayn bahwa tanpa Zayn dan keluarganya hdp Naomi dan Davin bisa bahagia dan sukses dgn karir nya apalagi Naomi tdk lama lagi akan menikah dgn Junie lelaki yg lbh baik dari Zain .
Rommy Wasini Khumaidi
cepetan nikah Jun,sebelum Naomi ditempatkan di RS Hartanto
sunaryati jarum
Benar Naomi , ternyata tanpa kamu membalas mereka, mereka telah menuai karma atas perbuatannya.
Ayu Oktaviana
lha trs anaknya zain sama anggun gimana kbrnya kak.. jadi penasaran aku...🤣🤣
Ayu Oktaviana: ok kak.. sya tunggu ini😍😍
total 2 replies
Ariany Sudjana
setuju dokter Naomi, fokus saja sama kebahagiaan kamu dengan dokter Junie Dan PPDS kamu. keluarga toxic seperti Zayn dan Ratna lebih pantas masuk tempat sampah saja
Nadja 🎀
betul naomi
Eka
ayoo juneo cepat lamar naomi ke ayahnya
W I 2 K
g usah lama² babang Juni... nanti keburu Juli loh... 🤣🤣
sunaryati jarum
Cepat nikahnya Junie dan Naomi. Karma dibayar tunai ya, keluarga Dokter Hartanto, karena satu nama," Anggun' perilakunya tidak sesuai namanya
Ariany Sudjana
mampus kalian semua, keluarga kalian hancur dan terima saja konsekuensinya 😂😂🤣🤣 dan menantu kesayangan kamu sudah mengkhianati kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!