ketika kehormatan direnggut paksa oleh seseorang yang selalu berlaku kasar terhadapnya.
membuat gadis cantik Mikhayla didera rasa takut dan cemas.
lantas bagaimana ketika perbuatan dari laki-laki tersebut menghasilkan kehidupan baru dalam diri Mikhayla?
apa yang harus dilakukan olehnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26.
Degg.
Starla.. "Mbak Starla.."ucap Keyla berbisik lirih dengan perasaannya yang sedikit cemas. "B bagaimana tuan, apakah dipersilahkan masuk? Atau dibiarkan saja?"tanya sang asisten rumah tangga hati hati. Keyla pun memandang lekat kearah sang suami. Untuk menunggu jawaban nya. "Biar saya yang menemui nya, kau temani saja istri ku disini."titah Marvin tegas. "B baik tuan."jawabnya. "Tolong kau tutup pintunya sebentar."perintah Marvin pada mbak Sri. "Iya tuan,"ujarnya sambil menutup pintu kamar sang majikan. Setelah pintu tertutup rapat. Marvin memandang lekat kearah Keyla yang terlihat ketakutan sambil meremas-remas kedua tangannya dan menundukkan kepalanya. HHH.. Seraya menghela nafas panjang. Marvin mengusap lembut kepala Keyla sambil melabuhkan kecupan manis di rambut sang istri, dan berkata dengan tutur halus. "Kenapa? Hem,"katanya lembut. Keyla dengan cepat mengangkat wajahnya. Dan langsung bersibobok dengan laki-laki dewasa dihadapannya sambil berkata. "A a a apakah semuanya akan baik-baik saja!?"tanyanya gugup. "K kenapa juga mas Marvin enggak meminta ijin pada mbak Starla, untuk menikah dengan ku?"tambah nya mendesak dengan wajah yang terlukis ketakutan yang terselip kekhawatiran. Keyla hanya takut dan khawatir jika mbak Starla tak menerima status dirinya. Yang juga menjadi istri dari Marvin Erlangga. Apalagi menelisik dari sikap dan perilaku Starla terhadap dirinya. Seperti seseorang yang memiliki dendam membara pada dirinya. Padahal sekian lama dia menjadi bagian dari keluarga Erlangga. Dia tidak pernah berinteraksi dengan mbak Starla. Jika tanpa sengaja mereka berpapasan, Ketika mbak Starla menginap di mansion Erlangga. Tidak ada sapaan dan senyuman. Jangankan senyuman, jika melihat dirinya saja. Mbak Starla langsung membuang muka sambil berdecih sinis dengan memicing tajam. Dan Tidak pernah sekalipun Starla bersikap lembut dan baik terhadap nya. Yang ada malah sebaliknya. Begitu ketus, tak bersahabat. Apa salahnya?! Mbak Starla selalu menuding dirinya, terkait sikap kedua orangtua angkatnya yang berubah drastis sikap dan perilakunya. Yang mana mereka adalah mertuanya mbak Starla. Dia juga tidak tahu penyebab mami dan papi bersikap seperti itu pada menantunya? Padahal seingat dia, ketika dia masih kecil. Sekitar usia sembilan tahun atau sepuluh tahun. Dia bisa melihat dan merasakan kasih sayang yang tulus dari kedua orangtua angkatnya pada mbak Starla. Namun seiring berjalannya waktu. Sampai usia Dia beranjak dewasa. Keyla bisa merasa dan melihat pandangan muak serta perlakuan sedikit tak menganggap kehadiran mbak Starla ketika berkunjung ke mansion Erlangga. Justru kedua orangtua angkatnya lebih banyak berbincang-bincang dengan dirinya. Dengan bertanya ini dan itu tentang sekolahnya. Tanpa menegur atau sekedar menawarkan makan dan minum pada menantunya. Dan yang membuat nya geleng-geleng kepala adalah sikap mas marvin yang begitu masa bodoh. Akan perlakuan kedua orangtuanya kepada istrinya. Bukankah seharusnya seorang suami menjadi garda terdepan untuk kenyamanan dan keamanan sang istri. Tapi tidak berlaku bagi mas Marvin. Mas marvin malah lebih tertarik mengobrol panjang lebar bersama sang papi tentang pekerjaan dan bisnisnya. Tanpa memperdulikan kerenggangan mami dengan istrinya. HH.. sungguh suami yang aneh Cup "Eh!!"Kaget Keyla terkejut ketika Marvin mengecup sekilas bibirnya. "Kok bengong."ujarnya lembut sambil menyisir rambut panjang nya Keyla. "Ada apa?? Hem,"tanya Marvin ingin tahu dengan sorot matanya yang dalam. "T tidak ada kok mas, sana mas, cepat temui mbak Starla kasihan jika menunggu terlalu lama."usir Keyla dengan halus seraya mendorong pelan tubuh sang suami yang tengah berdiri didepannya. "Kamu tunggu dikamar saja ya, jangan turun ke bawah sebelum dia pergi."katanya lembut. "Iya mas,"jawab nya pelan dengan tersenyum tipis. Setelahnya menundukan kepala dengan gestur tubuh yang terlihat cemas. Dan Marvin sangat tahu dan mengerti apa yang tengah di rasakan oleh Keyla. Marvin bisa melihat ketakutan yang melanda istri kecilnya. Marvin juga melihat dari sorot mata sang istri yang menggambarkan sebuah kecemasan yang di iringi rasa was-was. Ya, mungkin Keyla takut akan reaksi dari Starla tentang status nya yang setara dengan nya, sama sama menjadi istrinya. Seraya kembali melabuhkan kecupan mesra di rambut sang istri sambil mengusap lembut bahu Keyla. Gegas Marvin meninggalkan sang istri dikamar. Untuk segera menemui Starla. Ceklek. "Temani istri saya didalam!"perintahnya dingin pada mbak Sri yang sedang berdiri disamping pintu ketika Marvin membuka pintu kamar nya. "Baik tuan,"jawabnya sambil melangkah masuk kedalam kamar sang majikan. Saat Marvin tengah menuruni satu satu anak tangga. DI LUAR RUMAH. Marvin yang tengah berjalan tegap untuk segera menemui Starla. Sayup-sayup mendengar ocehan dan teriakan dari luar kediamannya, Sepertinya Starla tengah mengamuk dengan menendang nendang pagar rumahnya. "BUKA PINTUNYA KEPARAT!!"Raung Starla dengan suaranya yang kencang. "AKU ADALAH ISTRI TUAN MU BODOH!"teriaknya memberitahu akan statusnya. Namun semua ocehan dan teriakan dari Starla tak sama sekali di tanggapi oleh sekurity. Yang ada sang keamanan tengah fokus dengan gawai yang berada dalam genggaman tangannya tanpa memperdulikan permintaan serta teriakan dari wanita yang mengaku sebagai istri pertama dari sang tuan majikan. "Karno buka pintu nya."perintah Marvin tegas pada sekurity. "Eh t tuan, b baik tuan."jawabnya terbata-bata. Dan gegas Karno yang bertugas menjaga keamanan rumah Baru untuk Keyla. Beranjak dari duduknya dan segera berjalan ke arah gerbang rumah. Untuk mempersilahkan wanita yang mengaku sebagai istri lain dari sang majikan masuk kedalam rumah. KREK. Bunyi pintu gerbang terbuka lebar lebar ketika sang sekurity membuka gembok yang mengunci gerbang tersebut. Kemudian.. "DASAR BABU SIALAN KAU! AKU ADALAH ISTRI PERTAMA DARI MARVIN ERLANGGA. DAN WANITA YANG BERADA DI DALAM RUMAH ADALAH WANITA PELAKOR YANG MENGGODA SUAMIKU UNTUK MENJERAT NYA. KAU HARUS PATUH DENGAN SEGALA PERINTAH SAYA BABU TERKUTUK."ucap Starla marah-marah ketika pintu gerbang terbuka seraya menatap tajam pada sang keamanan. HH HUFT.. Marvin menghela nafas berat seraya memejamkan matanya sejenak akan tingkah Starla yang kelewat batas lantas berkata dengan nada sarkas. "Untuk apa kau datang kesini?"kata Marvin sinis. Dengan kepala terangkat seraya menatap tajam pada Marvin. Starla pun berjalan tegak untuk mendekat pada suami yang tega menduakan nya. "Kenapa? Kenapa kau menikahi nya mas,? Dan Apa alasan kamu menikahinya? JELASKAN PADAKU MAS!!"desak nya memaksa dengan penuh penekanan seraya memandang Marvin dengan tatapan sendu. "Kau tidak perlu tau alasan nya. Aku akan berlaku adil terhadap kalian berdua. Status Keyla juga sama dengan mu. Menantu dari keluarga Erlangga." Terangnya datar. "TIDAK!! Jangan kamu samakan aku dengan wanita kelas rendahan seperti dia."tolak Starla dengan menuding tepat diwajah Marvin sambil mendengus dingin. "CIHH.. keras kepala!"decih Marvin bergumam lirih. "Bagaimana reaksi mami dan papi jika mengetahui kamu menikahi adik mu sendiri.?"tukasnya. "Hehe.. adik! Dia hanya seorang adik angkat. Dan tidak ada darah Erlangga dalam tubuhnya. Jadi wajar wajar saja jika aku menjadikan adik angkat ku menjadi istri kedua ku. Lagi pun Mikhayla sudah menjadi tanggung jawab ku. Karena kedua orangtuaku mengangkat nya menjadi bagian dari keluarga Erlangga. Maka dari itu aku menikahinya untuk menjaga dan melindungi nya. Karena apa? Karena mami dan papi lebih memilih tinggal di Belanda dalam kurun waktu yang tidak ditentukan. Faham!!"tekan Marvin datar. "Kamu cukup memfasilitasi segala kebutuhannya, tanpa harus menikahnya mas, Apa kamu tidak kasihan dengan kondisi ku yang tengah mengandung darah dagingmu." Katanya dengan mimik wajah yang terlihat sedih. "HH... sudahlah Starla lebih baik kau segera pulang ke MANSION. Kita lanjutkan pembahasan ini di rumah."usir Marvin secara halus. "TIDAK!! Aku ingin tahu sekarang. Apa alasan kamu menikah dengan wanita jalang itu. Apa kamu menyukainya? Atau kamu mencintainya?"hardik Starla menatap Nyalang ke arah Marvin. "YA AKU MENYUKAI NYA. AKU JUGA MENCINTAI NYA! Degg.